Page 1 of 2

Tanya ya...

PostPosted: Thu Aug 05, 2010 12:07 pm
by Akukomkamu
Saya punya banyak teman muslim mereka sekarang sudah baik2 semua ya...mungkin mereka bisa menerima petuah2 saya dan saran2 positif yg saya berikan pada mereka , saran2 saya dalam menjalani kehidupan ini selalu mengedepankan cinta kasih pada sesama dan kehidupan ini. Pertanyaan saya begini mereka sekarang dah ga takut2 lagi makan babi malahan ada yg sangat ketagihan hehehe...ampir tiap hari makan babi terutama babi masak kecap , nah menurut islam mereka itu bakalan masuk neraka KAH????



Peace... :heart:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Wed Aug 18, 2010 11:52 pm
by cendol
Assalamualaiku,
Menurut saya iya, karena mereka sudah menghalalkan yang sudah diharamkan.
Tapi tak apalah, dari makan babi, daripada mereka main perempuan.

Wassala

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sun Aug 22, 2010 12:41 pm
by AkalSehat
ah bukan islam sejati temen kamu

kalo islam arab yang bener daripada babi mending babu yang dikonsumsi :turban:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sun Aug 22, 2010 12:51 pm
by wongmumet
Mungkin makan BABI dianggap haram karena dulu di Arab gak ada yang ternak BABI jadi Nabipun gak pernah memakan BABI sehingga apapun yang tidak dilakukan oleh Nabi jadi itu haram jadinya.....maaf ini cuma pernyataan di warkop :rofl:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sun Aug 22, 2010 1:46 pm
by kbg
Akukomkamu wrote:Pertanyaan saya begini mereka sekarang dah ga takut2 lagi makan babi malahan ada yg sangat ketagihan hehehe...ampir tiap hari makan babi terutama babi masak kecap , nah menurut islam mereka itu bakalan masuk neraka KAH????

Peace... :heart:

Yah tergantung apakah ada ayat mengatakan bahwa Babi masuk neraka, kalau babi sendiri tidak disebutkan masuk neraka masak gara2 bagian tubuhnya yg nga masuk neraka jadi menyebabkan orang lain masuk neraka? nga logis kan? :rolling:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sat Aug 28, 2010 4:28 pm
by cendol
Kapir masuk tetap masuk neraka,
mau yang satu hari baru lahir kek,
tetap masuk neraka karena orangtua mereka kafir.

Ini yang logis

Re: Tanya ya...

PostPosted: Fri Sep 24, 2010 8:51 am
by Akukomkamu
Ga ada muslim yg masuk sini... :(

Nak vhee...sini dunk , temen babe ya...


Peace... :heart:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sat Jan 08, 2011 2:36 am
by aeromods
@akukomkamu
mengenai orang Islam yg memakan daging babi,apakah ia berdosa?
Jawab:ya,jika ia melakukannya sukarela (tidak terpaksa)
apakah ia akan masuk neraka?
Jawab:kita tidak bisa memastikannya.karena bisa saja amal kebaikannya lebih banyak daripada dosa dia,atau bisa saja Allah kelak mengampuni dosa-dosanya karena dosa yg tdk diampuni adalah DOSA SYIRIK/MENYEKUTUKAN ALLAH DG SESEMBAHAN SELAINNYA.
“Sungguh, Allah tidak
mengampuni orang yang
menyekutukan-Nya, tetapi Dia
mengampuni dosa selain dari itu
kepada siapa yang
dikehendaki-Nya”. (QS 4 : 48)

semoga Allah mengampuni teman anda tersebut.aamiin.

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sat Jan 08, 2011 6:24 am
by Akukomkamu
aeromods wrote:@akukomkamu
mengenai orang Islam yg memakan daging babi,apakah ia berdosa?
Jawab:ya,jika ia melakukannya sukarela (tidak terpaksa)
apakah ia akan masuk neraka?
Jawab:kita tidak bisa memastikannya.karena bisa saja amal kebaikannya lebih banyak daripada dosa dia,atau bisa saja Allah kelak mengampuni dosa-dosanya karena dosa yg tdk diampuni adalah DOSA SYIRIK/MENYEKUTUKAN ALLAH DG SESEMBAHAN SELAINNYA.
“Sungguh, Allah tidak
mengampuni orang yang
menyekutukan-Nya, tetapi Dia
mengampuni dosa selain dari itu
kepada siapa yang
dikehendaki-Nya”. (QS 4 : 48)

semoga Allah mengampuni teman anda tersebut.aamiin.


Perasaan gw ga ada agama yg menyekutukan Tuhan dengan yg lainnya cuman islam saja yg menyekutukan Tuhan dengan kabah n HA nya ... masa Tuhan punya rumah ? masa Tuhan punya kiblat ? kayaknya ga punya tuh...Tuhan itu universal unt seluruh bangsa dan kaum manusia dan BAIT SUCI terletak pada diri manusia masing2

Bagi pengikut2 agama selain islam bait suci Tuhan hanya ada dalam dirinya masing2 bukan pada bangunan atopun bentuk2 lain yg dibikin oleh manusia , adapun mereka ketempat ibadah itu hanya pingin share kumpul2 dengan rekan2 seimannya dalam rangka manusia yg mempunyai jiwa bersosialisasi.



Piss... :heart:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Sun Jan 09, 2011 10:35 pm
by aeromods
Perasaan gw ga ada
agama yg menyekutukan
Tuhan dengan yg lainnya

hehehe..
Wah,masa beginian ga tau sih.atau pura2 ga tau? Hindu n Buda yg disembah kan banyak.kalo Yahudi dan Nasrani bilang Tuhan punya anak.
Pura2 ga tau kali ente..jgn malu2in ah.
masa Tuhan punya
rumah ? masa Tuhan
punya kiblat ? kayaknya
ga punya tuh...

ini lagi..maksudnya rumah Allah tu bangunan untuk beribadah kepada Allah,bukan tempat tinggal-Nya.Allah ada diatas langit..paham?
:Geleng2:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Mon Jan 10, 2011 7:00 am
by Akukomkamu
Perasaan gw ga ada
agama yg menyekutukan
Tuhan dengan yg lainnya

aeromods:
hehehe..
Wah,masa beginian ga tau sih.atau pura2 ga tau? Hindu n Buda yg disembah kan banyak.kalo Yahudi dan Nasrani bilang Tuhan punya anak.
Pura2 ga tau kali ente..jgn malu2in ah.

Hindu n Budha nyembah Tuhan bro ... emang elo tau jumlahnya Tuhan ? jangan sok teuuu...lah , Yahudi n Nasrani..Tuhannya punya anak ???? mmm...lebih2 ini pernyataan yg amat sangat maha tuuuuluuul...sok tau saja elo.
masa Tuhan punya
rumah ? masa Tuhan
punya kiblat ? kayaknya
ga punya tuh...

aeromods:
ini lagi..maksudnya rumah Allah tu bangunan untuk beribadah kepada Allah,bukan tempat tinggal-Nya.Allah ada diatas langit..paham?
:Geleng2:

Ngapain juga kalo bangunan kotak item sebagai dibilang rumah allah swt kalo bukan tempat tinggal NYA ?
Allah swt ada diatas langit ... ngapain juga allah diatas langit kalo sudah disediakan rumah ama islam bro ? allah swt suka keluyuran melulu ya...


Piss... :heart:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Mon Jan 10, 2011 9:02 pm
by maemunah
Akukomkamu wrote:Saya punya banyak teman muslim mereka sekarang sudah baik2 semua ya...mungkin mereka bisa menerima petuah2 saya dan saran2 positif yg saya berikan pada mereka , saran2 saya dalam menjalani kehidupan ini selalu mengedepankan cinta kasih pada sesama dan kehidupan ini. Pertanyaan saya begini mereka sekarang dah ga takut2 lagi makan babi malahan ada yg sangat ketagihan hehehe...ampir tiap hari makan babi terutama babi masak kecap , nah menurut islam mereka itu bakalan masuk neraka KAH????


Peace... :heart:

sssttt.....
jangan ngajak-ngajak muslim makan babi kecap
bisa punah tuh babi

Re: Tanya ya...

PostPosted: Tue Jan 11, 2011 6:35 am
by Rasionalis
Bung Akukomkamu,

Anda telah melakukan suatu kesalahan besar. Apa tidak terpikir oleh Anda akibatnya? Gara-gara ulah orang seperti Anda, jumlah pemakan daging babi bisa meningkat seperti deret ukur, sementara produksinya hanya bertambah seperti deret hitung (Hukum Malthus). Harganya bisa meroket seperti harga cabai akhir-akhir ini.

Hampir semua muslim yang pernah bekerja pada saya ketagihan lauk daging babi. Bila lebih dari sebulan tidak terhidang di meja makan, mereka berkata kepada isteri saya, "Bu, sudah lama sekali kita tidak makan daging enak, ya, bu!?" Akibatnya, saya mendapat omelan. Padahal saya tidak pernah menyuruh atau mendorong mereka ikut makan, karena mengurangi jatah saya. Tetapi kami memang tidak pernah membedakan menu keluarga dengan pekerja maupun pembantu.

Saya dahului saja meminta maaf kepada rekan-rekan pemakan daging babi, sekiranya harganya nanti meningkat tajam. Harap bung Akukomkamu dan rekan lain yang berperilaku sama, menyusul.

Re: Tanya ya...

PostPosted: Tue Jan 11, 2011 7:03 am
by Akukomkamu
Rasionalis wrote:Bung Akukomkamu,

Anda telah melakukan suatu kesalahan besar. Apa tidak terpikir oleh Anda akibatnya? Gara-gara ulah orang seperti Anda, jumlah pemakan daging babi bisa meningkat seperti deret ukur, sementara produksinya hanya bertambah seperti deret hitung (Hukum Malthus). Harganya bisa meroket seperti harga cabai akhir-akhir ini.

Hampir semua muslim yang pernah bekerja pada saya ketagihan lauk daging babi. Bila lebih dari sebulan tidak terhidang di meja makan, mereka berkata kepada isteri saya, "Bu, sudah lama sekali kita tidak makan daging enak, ya, bu!?" Akibatnya, saya mendapat omelan. Padahal saya tidak pernah menyuruh atau mendorong mereka ikut makan, karena mengurangi jatah saya. Tetapi kami memang tidak pernah membedakan menu keluarga dengan pekerja maupun pembantu.

Saya dahului saja meminta maaf kepada rekan-rekan pemakan daging babi, sekiranya harganya nanti meningkat tajam. Harap bung Akukomkamu dan rekan lain yang berperilaku sama, menyusul.


Ga usah kawatir tentang produksi ... supply n damand masih imbang dan harga masih gw jamin tetap stabil sampe saat ini, cuman info saja harga daging babi ditingkat konsumen saat ini dikisaran 40rb-50rb emang ada kenaikan dikit saja.


Piss... :heart:

Re: Tanya ya...

PostPosted: Tue Jan 11, 2011 7:31 am
by Rasionalis
Oh, ya, ada yang ingin saya tambahkan lagi.

Sejak punya pembantu rumah tangga, saya melarang isteri saya membedakan makanan kami dengan makanan pembantu. Larangan itu berdasarkan pemikiran bahwa semua yang hidup dalam satu rumah tangga harus senasib dan sepenanggungan.

Ketika saya lihat bahwa makanan untuk pembantu dipisahkan, walaupun menunya persis sama dengan menu kami, saya mendapat ide yang sangat powerful untuk menghilangkan kebiasaan itu.

Secara bergurau saya katakan, "Kalau makanan kita terpisah dengan makanan pembantu, tidak mustahil ketika pembantu tersebut jengkel kepada kita, makanan kita dia ludahi atau ingusi."

Setiap bertemu dengan keluarga yang rada feodal dan kami duga membedakan makanan keluarga dengan makanan pembantu, isteri saya menceritakan apa yang saya katakan itu.

Re: Tanya ya...

PostPosted: Fri Jan 28, 2011 11:23 am
by asal usil
Rasionalis wrote:Oh, ya, ada yang ingin saya tambahkan lagi.

Sejak punya pembantu rumah tangga, saya melarang isteri saya membedakan makanan kami dengan makanan pembantu. Larangan itu berdasarkan pemikiran bahwa semua yang hidup dalam satu rumah tangga harus senasib dan sepenanggungan.

Ketika saya lihat bahwa makanan untuk pembantu dipisahkan, walaupun menunya persis sama dengan menu kami, saya mendapat ide yang sangat powerful untuk menghilangkan kebiasaan itu.

Secara bergurau saya katakan, "Kalau makanan kita terpisah dengan makanan pembantu, tidak mustahil ketika pembantu tersebut jengkel kepada kita, makanan kita dia ludahi atau ingusi."

Setiap bertemu dengan keluarga yang rada feodal dan kami duga membedakan makanan keluarga dengan makanan pembantu, isteri saya menceritakan apa yang saya katakan itu.



Apa hubungannya ama judul thread diatas..??? #-o

Re: Tanya ya...

PostPosted: Fri Jan 28, 2011 11:44 pm
by Rasionalis
asal usil wrote:Apa hubungannya ama judul thread diatas..???

...Hubungannya? Karena kebiasaan keluarga saya itu, banyak pembantu atau pekerja muslim kami jadi ketagihan makan daging babi.
...Agar para netter, kalau ada, menghilangkan kebiasaan buruk memisahkan apalagi membedakan makanan keluarga dengan makanan pembantu/pekerja.

Re: Tanya ya...

PostPosted: Mon Feb 07, 2011 12:04 pm
by asal usil
Rasionalis wrote:Hubungannya? Karena kebiasaan keluarga saya itu, banyak pembantu atau pekerja muslim kami jadi ketagihan makan daging babi.


Waah ternyata bung rasionalis orangnya.. maaf... ga punya etika ya..

Begini ya bung di tempat kerja saya ada orang India dan dia tidak makan daging sapi dan semua yang berasal dari olahannya..
Toh.. Muslim2 di tempat kerja maupun orang katering tetap menghormati dia kalau kebetulan ada makanan yang mengandung daging sapi atau misalnya bahan makanan olahan sapi semisal bakso kami toh menginformasikan kepada orang tersebut dan kateringnya juga punya menu alternatif non daging sapi... ITU NAMANYA MENGHORMATI KEYAKINAN ORANG LAIN (ETIKA) BIARPUN KITA GA NGERTI MAKSUDNYA APA...?

Sama kaya film discovery channel tentang pecinta KUDA atau ANJING kaya anda toh mereka menolak memakan daging anjing atau kuda yang disodorkan walaupun bagi agama mereka halal aja tuh.. Itu masalah keyakinan.

Kalau dikasih daging anjing doberman apakah anda mau memakannnya...?

Re: Tanya ya...

PostPosted: Mon Feb 07, 2011 7:18 pm
by Rasionalis
@ Bung asal usil,
asal usil wrote:Waah ternyata bung rasionalis orangnya.. maaf... ga punya etika ya..

...Saya dan para pekerja makan bersama di satu meja. Ketika bekerja di lembaga pemerintah pun, saya selalu makan di satu meja dengan supir. Terkecuali ada tamu, terutama atasan yang kurang berkenan makan semeja dengan supirnya.
...Makanan saya sama dengan makanan para pekerja. Kalau lagi ada lauk daging babi, ya dihidangkan juga di meja makan. Kepada pekerja muslim yang belum pernah memakannya, saya beritahukan bahwa itu daging babi. Pada saat seperti itu selalu disediakan juga daging atau ikan lain.
...Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan dari informasi yang belum lengkap. Terbukti dari perlakuan anda terhadap pekerja yang berpantang memakan daging sapi.
asal usil wrote:Kalau dikasih daging anjing doberman apakah anda mau memakannnya...?

...Daging anjing doberman terlalu mahal, bisa ratusan ribu per kilogram. Hitung saja, anaknya yang berbobot 10 kg saja sudah berharga Rp 3-5 juta. Kami sekeluarga tidak pernah memakan daging anjing jenis apa pun, karena kami semua pencinta anjing.
...Seumur hidup, memotong ayam saja saya belum pernah dan tidak mau melihat penyembelihan binatang.

Re: Tanya ya...

PostPosted: Fri Feb 11, 2011 3:30 pm
by Akukomkamu
@Rasionalis

Untung ada orang islam ya...kalo ga ada orang islam siapa lagi yg tega sembelih2 hewan meski itu untuk dikonsumsi.

Babi2 yg sembelih buat dijual juga orang islam bro , kalo ga ada orang islam juga susah kita ya...ternyata islam masih berguna kok buat sembelih2 hewan konsumsi.



Piss... :heart: