.

Apakah Mencuci Noda Babi Menggunakan Tanah 7 Kali Higienis?

Apakah Mencuci Noda Babi Menggunakan Tanah 7 Kali Higienis?

Postby AtheistIsBetter » Fri May 16, 2008 11:28 am

This link points to this page.

murid-andy wrote:sebelum gw menjelaskan lebih jauh...maksud dicuci 7 kali adalah dibasuh dengan tanah campur air 7 kali...

Piring bekas daging babi, mengapa harus dicuci 7 kali?
Nah, sekarang ditambah pernyataan konyol kamu bahwa dibasuh pakai tanah dicampur air.
Apa alasan ilmiah dicampur dgn tanah?




murid-andy wrote:dalam perkara membasuh kotoran (dalam hal ini kotoran dari babi) ada banyak sekali faktor yg mempengaruhi...
antara lain :
-kuantitas kotoran (konsentrasi taek babi, kepekatan taek babi)
-kualitas kotoran (zat2 yg terkandung dalam taek babi)
-struktur fisik kotoran

Jangan mengalihkan topik.
Aku membahas piring bekas daging babi, bukan piring bekas kotoran babi.
Sekalipun piring bekas kotoran babi dgn kreteria spt yg kamu sebutkan di atas, pernyatan QURAN tetap tidak ilmiah ttg pencucian 7 kali menggunakan tanah dicampur air.
Aku ulang lagi pertanyaannya, apa alasan ilmiah pencucian piring bekas babi sebanyak 7 kali menggunakan tanah dicampur air?




murid-andy wrote:-kuantitas tanah yg dipake membasuh (banyak atau sedikit)
-jenis tanah yg dipake membasuh
-mekanika kita ketika membasuh (apakah pake kekuatan 500 N atau 450 N, atau 444 N)
-dll...
pusing kan liatnya?

Tidak pusing kok. Pernyataan kamu malah menimbulkan dilema baru spt berikut ini.
Menurut Quran,
1. berapa banyak tanah yg dibutuhkan untuk membasuh?
2. apa jenis tanah untuk membasuh?
3. berapa kekuatan untuk membasuh?
4. selain itu apa lagi yg harus dilakukan?



murid-andy wrote:mungkin dalam beberapa kasus 1 kali membasuh bisa memberikan hasil yg bersih...namun dalam setiap kasus "taek babi" faktor2 di atas tidak selalu sama...

jadi untuk melakukan generalisasi, dalam Islam pembasuhan dilakukan 7 kali...

apa yg salah dengan yg ini?

Semua posting kamu belum memberikan alasan mengapa harus digeneralisasi dibasuh 7 kali dengan tanah dicampur air. Apa alasan ilmiah harus dibasuh 7 kali dengan tanah dicampur air?
Apakah membasuh 7 kali dgn tanah dicampur air lebih higienis dibandingkan cara berikut?
Misalkan ada gelas pyrex bekas darah babi.
1. pertama gelas dibilas dengan air mengalir.
2. gelas dicuci menggunakan sabun cuci merk SUNLIGHT atau MAMA LEMON.
3. gelas dikeringkan menggunakan pembakar bunsen, lihat gambar di bawah.
Image
dengan nyala api spt gambar di bawah.
Image
sekali lagi, apakah membasuh 7 kali dgn tanah dicampur air lebih higienis dibandingkan cara di atas? Berikan alasan yang ilmiah !!!



murid-andy wrote:pertama...mengapa saya harus koar2 di depan umum...tantangan anda jelas sangat provokatif...:)

kedua...kalau sahabat2 muslim melihat masalah ini dengan kepala dingin dan lebih obyektif...pasti akan sependapat dengan saya...

Aku setuju, akan banyak muslim setuju dgn penjelasan kamu yg tidak ilmiah itu.
Mereka sudah buta segalanya. Syukur2 kalau dibahas dgn kepala dingin, umumnya kepala akan lepas dari badan. Maklumlah, ini tabiat diktator warisan dari nabi palsu junjungannya.




murid-andy wrote:ketiga...jika anda menawarkan sapi berhormon babi sementara saya masih bisa dengan mudah mendapatkan sapi asli halal...saya lebih memilih yg kedua...

OK. Nanti kalau ada sapi impor yg disuntik hormon babi dan MUI melarangnya, kamu harus berunjuk rasa menentang keputusan MUI. Katakan pada MUI, hormon babi sudah berubah susunan kimiawinya di dalam tubuh sapi sehingga HALAL untuk dikonsumsi, sesuai pernyataan kamu ini:
murid-andy wrote:alasannya ilmiahnya adalah (sbenernya ga perlu alasan ilmiah untuk ini, karena terlalu konyol kalau hal seperti ini dipermasalahkan)...setelah melalui proses kimiawi yg rumit dalam tubuh, zat2 babi dalam tubuh wanita tersebut sudah berubah susunan kimia nya...titik...






murid-andy wrote:jawabannya...piring memang harus dibasuh 7 kali...

tapi onderdil istri ga perlu...

piring tercemari babi secara fisik...

istri TIDAK tercemari babi baik secara fisik maupun kimia...

1. Aku setuju dgn pernyataan kamu bahwa "Piring tercemari babi secara fisik".
2. Namun aku tidak setuju dgn pernyataan kamu yg kedua, "istri TIDAK tercemari babi baik secara fisik maupun kimia...". Apa dasar pemikiran kamu pada pernyataan kedua ini? Bagaimana mungkin mulut istri tidak menyentuh secara fisik daging babi jika ia memakan daging babi?
Aku kasih contoh lagi nih:
Seorang cewek kafir adalah pemakan daging babi. Cewek ini punya pacar seorang muslim.
Jika si cewek berciuman dgn si cowok 1 jam setelah si cewek makan daging babi tanpa sikat gigi. Apakah si cewek harus berkumur dengan tanah dicampur air 7 kali?





murid-andy wrote:apa yg membuat lw yakin bahwa kulit istri pemakan babi masih memiliki sifat2 yg sama dengan kulit babi?

Sebetulnya aku SAMA SEKALI tidak menganggap si cewek memiliki sifat2 babi. Aku bermaksud membandingkan logika muslim, quran, mohamed yg sangat konyol ttg pembasuhan 7 kali dengan tanah dicampur air. Jadi kubandingkan perabotan bekas babi dan vagina cewek mantan pemakan babi. Aku ulang lagi nih.
Piring bekas babi dicuci 7 kali dgn tanah dicampur air.
Mulut bekas makan babi harusnya dikumur 7 kali dgn tanah dicampur air sebelum dicium.




murid-andy wrote:kalo ga ada sifat yg sama berarti babi yg dimakan oleh istri sudah berubah susunan kimia/bersenyawa nya menjadi sesuatu yg bukan zat babi...

anda pasti taw bahwa garam adalah gabungan dari dua macam racun...natrium(Na) dan klorida(Cl)...

namun setelah bersenyawa menjadi natrium klorida (NaCl), zat tersebut tidak membawa sifat2 racun...

cukup ilmiah ngga?
sebenarnya anda fanatik karena menyamakan perabot terkena babi dengan orang pemakan babi...


Unsur-unsur bereaksi menghasilkan sifat baru. Aku setuju.
Penjelasan kamu ini tetap tidak menjawab perbandingan perabotan bekas babi dan mulut bekas makan babi. Mengapa piring bekas babi harus dicuci 7 kali dengan tanah + air, sedangkan mulut habis makan babi tidak dicuci 7 kali pakai tanah + air sebelum dicium?



TAMBAHAN:

Gue pernah ngobrol ama muslim2, sebagian besar dari mereka mengaku pernah memakan babi karena tidak tahu. Beberapa dari mereka mengaku tahu bahwa itu daging babi hanya berselang beberapa jam kemudian. Nah, pertanyaan gue cukup sederhana?

Setelah tahu bahwa daging babi telah "TERMAKAN" paling tidak sejam sebelumnya, apa yang harus muslim lakukan?

Apakah melakukan prosedur seperti ini?
  1. Menggaruk langit-langit di mulut agar babi termuntahkan.
  2. Menelan tanah + air.
  3. Melompat-lompat agar lambung terkena tanah secara merata.
  4. Menggaruk langit-langit di mulut untuk memuntahkan tanah + air tadi.
  5. Menelan air untuk membilas.
  6. Melompat-lompat agar lambung terbilas dengan merata.
  7. Menggaruk langit-langit di mulut agar air bilasan termuntahkan.
  8. Mengulang langkah 2 hingga 7 sebanyak 7 kali.
  9. Makan ulang.
User avatar
AtheistIsBetter
 
Posts: 990
Joined: Sun Dec 02, 2007 1:09 pm

Postby Bang Haji » Fri May 16, 2008 12:51 pm

Apakah melakukan prosedur seperti ini?



1. Menggaruk langit-langit di mulut agar babi termuntahkan.

2. Menelan tanah + air.

3. Melompat-lompat agar lambung terkena tanah secara merata.

4. Menggaruk langit-langit di mulut untuk memuntahkan tanah + air tadi.

5. Menelan air untuk membilas.

6. Melompat-lompat agar lambung terbilas dengan merata.

7. Menggaruk langit-langit di mulut agar air bilasan termuntahkan.

8. Mengulang langkah 2 hingga 7 sebanyak 7 kali.

9. Makan ulang.



kasian amat sampe segitunya :lol: :lol:
anjurin makan broklac aja satu dos biar terkuras isinya
User avatar
Bang Haji
 
Posts: 1498
Joined: Wed Oct 10, 2007 9:48 am
Location: ngumpet dikamar Inul

Postby AtheistIsBetter » Fri May 16, 2008 2:52 pm

Bang Haji wrote:kasian amat sampe segitunya :lol: :lol:
anjurin makan broklac aja satu dos biar terkuras isinya

Kalau dibiarkan hingga tercerna ini nambah repot.
Akan ada prosedur tambahan yang lebih rumit. Bayangin aja kalau sampai sari-sari makanan mengandung babi diangkut darah ke seluruh tubuh. Apa perlu cuci darah pakai tanah?
User avatar
AtheistIsBetter
 
Posts: 990
Joined: Sun Dec 02, 2007 1:09 pm

Postby kimi07 » Thu May 22, 2008 10:43 am

iya, ini jg yg gw heran,
di mana letak kebenaran ilmiahnya..

Muslim woi.. kamu dimana??
User avatar
kimi07
 
Posts: 2287
Joined: Fri Dec 07, 2007 7:59 pm
Location: in the Father's Heart

Postby Luv_Pink » Sat May 24, 2008 12:54 am

Waduh.. dipikir pake logika aja kali ye... jelas ga higenis lah.. aneh2 aja muslim
User avatar
Luv_Pink
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby MONTIR KEPALA » Thu May 29, 2008 12:51 pm

logika kapir pan sakit ...mana bisa liat kebenaran ...tengok di *FFI tuh udeh mati kutu nih mahasiswa freak :lol:
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Zebra Cross » Thu May 29, 2008 1:29 pm

MONTIR KEPALA wrote:logika kapir pan sakit ...mana bisa liat kebenaran ...tengok di *FFI tuh udeh mati kutu nih mahasiswa freak :lol:


logika islam si montir kepala berpijak pada ajaran2 setan iblis/olloh dan anteknya muhammad. Jadi apa lo ntir kelak kalau lo tetap berbangga dengan islam lo? pintar juga tidak, yang ada logika islam membuat bangsa itu menjadi terbelakang, tidak mencintai budayanya sendiri, tidak maju-maju, kaya lo sekarang inilah.bertobatlah saudaraku bani kedar.
User avatar
Zebra Cross
 
Posts: 722
Joined: Sat Jul 21, 2007 10:05 am
Location: NETHER-LAND

Postby cryxalliz » Mon Jun 02, 2008 7:03 pm

apakah higienis???
gini nih yah adik2 ku sekalian
kalo baju terkena kotoran ada baiknya di lap terlebih dahulu
biar agak ber sih (inget... agak bersih...)
kalo udah ketemu air berih baru deh cuci pake air bersih...
samahalnya dengan ketika nginjek *** ayam waktu maen bola di lapangan tanah,,,
karena lagi nggak ketemu aer bersih, lalu di esek2 dulu deccc pake tanah,,,
hehehe
begitu adik2ku

8)
User avatar
cryxalliz
 
Posts: 48
Joined: Thu Apr 03, 2008 9:28 pm

Postby United Nation » Wed Jun 18, 2008 2:59 pm

MONTIR KEPALA wrote:logika kapir pan sakit ...mana bisa liat kebenaran ...tengok di *FFI tuh udeh mati kutu nih mahasiswa freak :lol:



subhanaloh, inalilahi fejaina ilahi bejibun...

Mon, loe bukannya ngejawab eh malah ad hominem.

Mahasiswa Freak bagaimana gimana maksud loe?
User avatar
United Nation
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby Phoenix » Thu Jun 19, 2008 5:12 am

cryxalliz wrote:apakah higienis???
gini nih yah adik2 ku sekalian
kalo baju terkena kotoran ada baiknya di lap terlebih dahulu
biar agak ber sih (inget... agak bersih...)
kalo udah ketemu air berih baru deh cuci pake air bersih...
samahalnya dengan ketika nginjek *** ayam waktu maen bola di lapangan tanah,,,
karena lagi nggak ketemu aer bersih, lalu di esek2 dulu deccc pake tanah,,,
hehehe
begitu adik2ku

8)


Terus tanahnya bisa elo mamam tuh...soalnya tanah kan paling hygienis... :lol: :lol: begitu siluman..eh musliman
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby serraphim0n » Tue Jul 29, 2008 10:22 pm

Tutup aja thread ini
jawaban muslim pada gak masuk logika, tidak ada ilmunya
Cupu aah
serraphim0n
 
Posts: 310
Joined: Fri Jul 25, 2008 6:28 pm

Postby United Nation » Wed Jul 30, 2008 3:29 am

serraphim0n wrote:Tutup aja thread ini
jawaban muslim pada gak masuk logika, tidak ada ilmunya
Cupu aah


Kok ditutup?
User avatar
United Nation
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby UmatMuhammad » Wed Jul 30, 2008 3:51 am

Saudara pembuka thread, judul thread nya ini untuk dunia kedokteran kah? Jika mau ngomong tentang najis dalam Islam... keyword nya ya : Suci, tanah,air, tata cara, niat

Dalam Islam.... jika terkena sesuatu najis, harus di sucikan bagian tubuh/pakaian/rumah kita...

Islam membicarakan kesucian... bukan higienis.... jelas beda... kalo higienis mah identik dgn bersih atau bebas dari kuman penyakit. dalam Islam, sesuatu yang bersih belum tentu suci....

Maaf dikit OOT: misal, dalam islam, setelah senggama, muslim harus mandi junub... yakni membasahi seluruh badannya termasuk rambut dan semua kulit.... dia baru akan suci dari hadast nya, jika dia mandi Junub ( bukan asal mandi gebyar gubyur pakai sabun anti kuman ),tapi ada tata caranya juga, lafalz niat, bagian mana yang di dahulukan untuk dikenai air ... dsb... begitu kira kira...
User avatar
UmatMuhammad
 
Posts: 452
Joined: Mon Jan 28, 2008 3:52 am

Postby United Nation » Wed Jul 30, 2008 4:05 am

UmatMuhammad wrote:Saudara pembuka thread, judul thread nya ini untuk dunia kedokteran kah? Jika mau ngomong tentang najis dalam Islam... keyword nya ya : Suci, tanah,air, tata cara, niat

Dalam Islam.... jika terkena sesuatu najis, harus di sucikan bagian tubuh/pakaian/rumah kita...

Islam membicarakan kesucian... bukan higienis.... jelas beda... kalo higienis mah identik dgn bersih atau bebas dari kuman penyakit. dalam Islam, sesuatu yang bersih belum tentu suci....

Maaf dikit OOT: misal, dalam islam, setelah senggama, muslim harus mandi junub... yakni membasahi seluruh badannya termasuk rambut dan semua kulit.... dia baru akan suci dari hadast nya, jika dia mandi Junub ( bukan asal mandi gebyar gubyur pakai sabun anti kuman ),tapi ada tata caranya juga, lafalz niat, bagian mana yang di dahulukan untuk dikenai air ... dsb... begitu kira kira...


Islam adalah ajaran yang terang benderang bukan?
Islam adalah cikal bakal ilmu kedokteran bukan?
Islam adalah ajaran yang disempurnakan dari ajaran nabi2 sebelumnya bukan?

dst....

Jadi maksud Anda, ritual mencuci bekas babi dengan air + tanah adalah semacam ritual "dilarang menduduki bantal, nanti pantat Anda bisulan" bukan?

Duh duh duh, Islam nggak cocok buat gue.
User avatar
United Nation
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby moehnyetttz » Wed Jul 30, 2008 4:31 am

UmatMuhammad wrote:Saudara pembuka thread, judul thread nya ini untuk dunia kedokteran kah? Jika mau ngomong tentang najis dalam Islam... keyword nya ya : Suci, tanah,air, tata cara, niat

Dalam Islam.... jika terkena sesuatu najis, harus di sucikan bagian tubuh/pakaian/rumah kita...

Islam membicarakan kesucian... bukan higienis.... jelas beda... kalo higienis mah identik dgn bersih atau bebas dari kuman penyakit. dalam Islam, sesuatu yang bersih belum tentu suci....

Maaf dikit OOT: misal, dalam islam, setelah senggama, muslim harus mandi junub... yakni membasahi seluruh badannya termasuk rambut dan semua kulit.... dia baru akan suci dari hadast nya, jika dia mandi Junub ( bukan asal mandi gebyar gubyur pakai sabun anti kuman ),tapi ada tata caranya juga, lafalz niat, bagian mana yang di dahulukan untuk dikenai air ... dsb... begitu kira kira...


emang tanah lebih suci dari sabun? :lol: :lol::lol:

kalo habis kena darah babi dan mau cuci pake tanah terus tanahnya tahu2 bekas e'eq 4njing gimana hayo???
User avatar
moehnyetttz
 
Posts: 1402
Joined: Thu Apr 24, 2008 4:00 pm
Location: Diatas pohon pisang lagi browsing ffi (Sumpah, deh!).

Postby serraphim0n » Fri Aug 01, 2008 11:08 am

UmatMuhammad wrote:Saudara pembuka thread, judul thread nya ini untuk dunia kedokteran kah? Jika mau ngomong tentang najis dalam Islam... keyword nya ya : Suci, tanah,air, tata cara, niat

Dalam Islam.... jika terkena sesuatu najis, harus di sucikan bagian tubuh/pakaian/rumah kita...

Islam membicarakan kesucian... bukan higienis.... jelas beda... kalo higienis mah identik dgn bersih atau bebas dari kuman penyakit. dalam Islam, sesuatu yang bersih belum tentu suci....

Maaf dikit OOT: misal, dalam islam, setelah senggama, muslim harus mandi junub... yakni membasahi seluruh badannya termasuk rambut dan semua kulit.... dia baru akan suci dari hadast nya, jika dia mandi Junub ( bukan asal mandi gebyar gubyur pakai sabun anti kuman ),tapi ada tata caranya juga, lafalz niat, bagian mana yang di dahulukan untuk dikenai air ... dsb... begitu kira kira...

Saya mengerti sekarang
jadi mencuci dengan tanah itu semacam ritual agar piring yang kena babi jadi "suci" kembali?
wah kebanyakan baca kitab tiruan jadi gini nih
serraphim0n
 
Posts: 310
Joined: Fri Jul 25, 2008 6:28 pm

Postby UmatMuhammad » Fri Aug 01, 2008 9:18 pm

moehnyetttz wrote:
UmatMuhammad wrote:Saudara pembuka thread, judul thread nya ini untuk dunia kedokteran kah? Jika mau ngomong tentang najis dalam Islam... keyword nya ya : Suci, tanah,air, tata cara, niat

Dalam Islam.... jika terkena sesuatu najis, harus di sucikan bagian tubuh/pakaian/rumah kita...

Islam membicarakan kesucian... bukan higienis.... jelas beda... kalo higienis mah identik dgn bersih atau bebas dari kuman penyakit. dalam Islam, sesuatu yang bersih belum tentu suci....

Maaf dikit OOT: misal, dalam islam, setelah senggama, muslim harus mandi junub... yakni membasahi seluruh badannya termasuk rambut dan semua kulit.... dia baru akan suci dari hadast nya, jika dia mandi Junub ( bukan asal mandi gebyar gubyur pakai sabun anti kuman ),tapi ada tata caranya juga, lafalz niat, bagian mana yang di dahulukan untuk dikenai air ... dsb... begitu kira kira...


emang tanah lebih suci dari sabun? :lol: :lol::lol:

kalo habis kena darah babi dan mau cuci pake tanah terus tanahnya tahu2 bekas e'eq 4njing gimana hayo???


Iya, tanah lebih suci dari Sabun.... ini ngomong suci kan? sabun bisa jadi berasal dari lendir babi... jadi gak suci deh...

Bedakan antara BERSIH dan SUCI Moehnyett....

(Contoh kasus: Wanita yang sedang Haid, tidak diwajiblan shalat... malah gak boleh shalat... karena dia sedang tidak suci, walaupun di zaman modern ini, banyak jenis pembalut bertehnologi tinggi, walau dia mandi lama dgn Biore(belum mandi tanpa Biore) hehe, bersihin semua yang kasat mata... memang seh wanita ini bersih( abis mandi), tapi tetap aja dalam islam "sedang tidak suci")

Tanah yang diambil itu adalah tanah yang digali, misal minimal 70 centi kedalaman nya.
User avatar
UmatMuhammad
 
Posts: 452
Joined: Mon Jan 28, 2008 3:52 am

Postby United Nation » Fri Aug 01, 2008 9:33 pm

UmatMuhammad wrote:
Iya, tanah lebih suci dari Sabun.... ini ngomong suci kan? sabun bisa jadi berasal dari lendir babi... jadi gak suci deh...

Bedakan antara BERSIH dan SUCI Moehnyett....

(Contoh kasus: Wanita yang sedang Haid, tidak diwajiblan shalat... malah gak boleh shalat... karena dia sedang tidak suci, walaupun di zaman modern ini, banyak jenis pembalut bertehnologi tinggi, walau dia mandi lama dgn Biore(belum mandi tanpa Biore) hehe, bersihin semua yang kasat mata... memang seh wanita ini bersih( abis mandi), tapi tetap aja dalam islam "sedang tidak suci")

Tanah yang diambil itu adalah tanah yang digali, misal minimal 70 centi kedalaman nya.


Bagus... makin kelihatan...
User avatar
United Nation
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby Luv_Pink » Sat Aug 02, 2008 12:06 am

HIGENIS!!!!

biarin aja muslim nglakuin hal ini ha3x higenis kok slim
User avatar
Luv_Pink
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby UmatMuhammad » Sat Aug 02, 2008 1:01 am

United Nation wrote:
UmatMuhammad wrote:
Iya, tanah lebih suci dari Sabun.... ini ngomong suci kan? sabun bisa jadi berasal dari lendir babi... jadi gak suci deh...

Bedakan antara BERSIH dan SUCI Moehnyett....

(Contoh kasus: Wanita yang sedang Haid, tidak diwajiblan shalat... malah gak boleh shalat... karena dia sedang tidak suci, walaupun di zaman modern ini, banyak jenis pembalut bertehnologi tinggi, walau dia mandi lama dgn Biore(belum mandi tanpa Biore) hehe, bersihin semua yang kasat mata... memang seh wanita ini bersih( abis mandi), tapi tetap aja dalam islam "sedang tidak suci")

Tanah yang diambil itu adalah tanah yang digali, misal minimal 70 centi kedalaman nya.


Bagus... makin kelihatan...


Keliatan apanya nih mas.... nulis yang lengkap dong... inikan ngomongin tentang SUCI, bukan higienis........

duh susah banget nge jelasin nya :
Contoh Suci : Nabi Isa As ( Yesus)
Contoh bersih/higienis: ( baju baru kena kotoran anjing yang langsung dimasukan mesin cuci pake deterjen anti kuman)

:wink:
User avatar
UmatMuhammad
 
Posts: 452
Joined: Mon Jan 28, 2008 3:52 am

Next

Return to KOLOM BABI, hewan dll tata cara makan dan pantangan Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users