QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by simplyguest »

La wong ayat2 yang dipake aja ngaco...
Kairu wrote: Ibaratnya MU lawan Indo ups or malaysia aj
mereka dah kecapean gak bisa cetak 1 gol pun :rofl:
jadi kasih j deh gol penghibur buat mereka :supz:
Oh, gitu toh...
Boleh juga idenya, itung2 sodakoh :lol:
mbah.erott wrote:tapi anehnya malah bilang sendiri bahwa ayat ini hanya ungkapan, hahaha...
Captain Pancasila wrote: [130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.
Maaf mbah, itu bukan tulisannya si cecep. Tapi itu dikutip dari sumber muslim sendiri.
Si cecepnya juga dogol sih. Orang maksudnya di ayat itu adalah ungkapan/ibarat, malah dianggap harfiah... :lol:

Bijimane nih cep? Masa belum ada 2 halaman udah KO?
Ngopas panjang2 ampe belipet2 postingannya, eh ternyata ayat dogol yang dipake....
SUBHONOLLOL!! Maha dogol auloh dengan segala pengikutnya... :prayer:

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

simplyguest wrote:La wong ayat2 yang dipake aja ngaco... #-o
memangnya tafsiran yang situ bawa, bertentangan dengan tafsiran sini, alih2 saling melengkapi? :stun:

User avatar
CrimsonJack
Posts: 2189
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by CrimsonJack »

Nabinya aja boleh bakar-bakar mesjid, koq cuma kafir yang disalahin soal polusi udara?

User avatar
Rasionalis
Posts: 1069
Joined: Sun Dec 19, 2010 12:29 am
Location: Whereever I want to be

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Rasionalis »

...Salah satu akar utama perusakan lingkungan adalah pertambahan manusia/penduduk. Setiap pertambahan akan meningkatkan kebutuhan akan papan, sekaligus menambah pollusi lingkungan. RRC sudah lama menyadari hal itu sehingga melakukan pembatasan jumlah anak bagi warganya.
...Dalam segi itu, masyarakat muslim hingga sekarang belum terdengar melakukan tindakan apa-apa. Di negeri kita saja, sejak reformasi kampanya keluarga berencana melemah atau bahkan menghilang.
...Jumlah penduduk "asli' di negara-negara maju, seperti Eropa dan Amerika, praktis tidak bertambah. Malah sebagian menurun. Tetapi tetap meningkat karena kedatangan para imigran/pengungsi muslim.
...Sebaliknya, muslim masih terus beranak pinak seperti tikus, dengan harapan atau tujuan akan menjadi agama terbesar di muka bumi ini. Tidak terlalu salah bila muslim diibaratkan hama yang menjadi perusak lingkungan utama.
...Kalau Al Quran sering dikleim futuris, mengapa Al Quran tidak memerintahkan muslim untuk membatasi jumlah anak-anaknya, untuk mencegah kerusakan lingkungan?

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by simplyguest »

simplyguest wrote:La wong ayat2 yang dipake aja ngaco... #-o
Captain Pancasila wrote:memangnya tafsiran yang situ bawa, bertentangan dengan tafsiran sini, alih2 saling melengkapi? :stun:
Yah, ini sih udah keliatan ngejar kuota postingan. Yang penting mangap.... :lol:

Udah jelas arti di ayatnya itu gak ada hubungannya sama manusia yang merusak bumi dengan cara menebang pohon, polusi udara, eh ini malah ada muslim dogol yang hubung2in.
Mana pake kopasan yang panjaaaang dan lamaaaaaa. Demi tuhaaaaan... :lol:
Udah jelas di ayatnya itu menunjukkan ungkapan/perumpamaan, eh malah ada muslim dogol bilang kalo itu harfiah.

Kalo soal bikin thread dogol, ngeyel, ngacir dari thread sendiri, trus bikin thread dogol lain, ente emang nomer satu cep.
Ditunggu deh thread2 dogol lainnya dari ente.
Lumayan buat hiburan kapir2 liat muslim mendogolkan diri sendiri dan buat sodara2 seukuwah ente juga jadi bisa liat gimana dogolnya muslim....

:supz:

User avatar
mamadkafirun
Posts: 1810
Joined: Thu Apr 14, 2011 3:15 pm
Location: in God's heart.

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by mamadkafirun »

Maha bahlul auwloh yg suka merusak selangkangan kaum muslimah. :prayer:

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

simplyguest wrote:Yah, ini sih udah keliatan ngejar kuota postingan. Yang penting mangap.... :lol:

Udah jelas arti di ayatnya itu gak ada hubungannya sama manusia yang merusak bumi dengan cara menebang pohon, polusi udara, eh ini malah ada muslim dogol yang hubung2in.
Mana pake kopasan yang panjaaaang dan lamaaaaaa. Demi tuhaaaaan... :lol:
silahkan tunjukkan bahwa tafsiran yang anda bawa, mengecualikan/menolak tafsiran saya, jangan asal mangap "gak ada hubungannya"! ingat ketiadaan bukti bukan berarti bukti dari ketiadaan!
simplyguest wrote:Udah jelas di ayatnya itu menunjukkan ungkapan/perumpamaan, eh malah ada muslim dogol bilang kalo itu harfiah.

Kalo soal bikin thread dogol, ngeyel, ngacir dari thread sendiri, trus bikin thread dogol lain, ente emang nomer satu cep.
Ditunggu deh thread2 dogol lainnya dari ente.
Lumayan buat hiburan kapir2 liat muslim mendogolkan diri sendiri dan buat sodara2 seukuwah ente juga jadi bisa liat gimana dogolnya muslim....

:supz:
silahkan tunjukkan kalau tafsiran ungkapan terhadap ayat tsb, otomatis dengan sendirinya mengecualikan/menolak tafsiran harafiah terhadap ayat tsb! tunjukkan bagian mana dari ayat tsb yang membuat ayat tsb harus berarti perumpamaan!

[-(

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

Rasionalis wrote:...Salah satu akar utama perusakan lingkungan adalah pertambahan manusia/penduduk. Setiap pertambahan akan meningkatkan kebutuhan akan papan, sekaligus menambah pollusi lingkungan. RRC sudah lama menyadari hal itu sehingga melakukan pembatasan jumlah anak bagi warganya.
...Dalam segi itu, masyarakat muslim hingga sekarang belum terdengar melakukan tindakan apa-apa. Di negeri kita saja, sejak reformasi kampanya keluarga berencana melemah atau bahkan menghilang.
...Jumlah penduduk "asli' di negara-negara maju, seperti Eropa dan Amerika, praktis tidak bertambah. Malah sebagian menurun. Tetapi tetap meningkat karena kedatangan para imigran/pengungsi muslim.
...Sebaliknya, muslim masih terus beranak pinak seperti tikus, dengan harapan atau tujuan akan menjadi agama terbesar di muka bumi ini. Tidak terlalu salah bila muslim diibaratkan hama yang menjadi perusak lingkungan utama.
...Kalau Al Quran sering dikleim futuris, mengapa Al Quran tidak memerintahkan muslim untuk membatasi jumlah anak-anaknya, untuk mencegah kerusakan lingkungan?
yang bikin rusak lingkungan itu gaya hidup manusia ybs, sehingga dalam hal ini Al-Quran sudah benar dengan (hanya) memerintahkan memelihara lingkungan (tanpa memerintahkan KB) :

QS. 2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

QS. 28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

QS. 30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).


:turban:

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by simplyguest »

Captain Pancasila wrote:silahkan tunjukkan bahwa tafsiran yang anda bawa, mengecualikan/menolak tafsiran saya, jangan asal mangap "gak ada hubungannya"! ingat ketiadaan bukti bukan berarti bukti dari ketiadaan!
Heh? Tafsir ente? Jadi sekarang muslim boleh membuat tafsiran seenak udel ya?

Emang ente gak baca apa tafsir Ibn Kathir yang saya kopas sebelumnya ya? Baca lagi sonoh.

Tafsir Ibn Kathir bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya munculnya pembunuhan dan piracy sebagai hukuman atas dosa manusia.
Tafsir Capitan Panci bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya manusia merusak bumi dengan menebang pohon, membuat polusi, dsb

Kalo kedua tafsir yang jelas perbedaannya di atas itu ente masih bilang berhubungan, lebih baik ente periksa kepala ente ke dokter deh.
Captain Pancasila wrote:silahkan tunjukkan kalau tafsiran ungkapan terhadap ayat tsb, otomatis dengan sendirinya mengecualikan/menolak tafsiran harafiah terhadap ayat tsb!
Kalo ada orang yang menggambarkan ente dengan ungkapan "sambil menyelam minum air", apa itu berarti ente tidak bisa secara harfiah menyelam sambil minum air? Tentu bisa.
Tapi apakah MAKSUD SEBENARNYA dari orang itu sewaktu menggambarkan dengan ungkapan adalah ente BENER2 SECARA HARFIAH "menyelam sambil minum air"? TIDAK BUKAN?
Ngerti sampe sini cep? Duh... masa pelajaran SD kayak gini harus dijelasin ke muslim yang ngakunya pintar sih?
Captain Pancasila wrote:tunjukkan bagian mana dari ayat tsb yang membuat ayat tsb harus berarti perumpamaan!
205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

Hihihi, jadi itu bukan ungkapan/perumpamaan/penggambaran ya cep?
Kalo itu bukan perumpamaan, tolong jawab dong pertanyaan ini :
Siapa yang dimaksud dengan "ia" pada ayat di atas? Manusia2 pada umumnya atau khusus menunjuk ke satu orang?

Monggo silakan dijawab, dan jangan kabur kayak di trit2 sebelah.
:-"

User avatar
Dreamsavior
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Dreamsavior »

CP wrote:QS. 30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
OK, bang CP, terimakasih atas ulasan artikelnya ... sepertinya setiap orang setuju bahwa merusak lingkungan sama dengan merugikan manusia. Tidak perlu jadi rocket scientist atau ilham dari Tuhan untuk kebenaran sederhana seperti itu.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana sikap tuhan...sebagai pencipta manusia sekaligus rumah kita yang kita cintai ini -- planet Bumi....
Yang terpenting adalah bagaimana sikap tuhan terhadap ulah manusia yang merusak bumi.
Apakah tuhan membiarkan manusia merusak bumi?
Apakah tuhan malah ikut serta dalam upaya merusak bumi??? (seperti contohnya: musibah, dan kiamat)


tolong saya diberi pencerahan mengeni jawaban dari pertanyaan tersebut, bang CP.

Soalnya dari ayat yang kamu kutib aku hanya menangkap bahwa ayat itu berisi dendam allah yang dahsyat yang dengan antusias duduk dan menonton bumi rusak sehingga menyebabkan malapetaka kepada manusia.

Utbahbinabuwaqqash
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Utbahbinabuwaqqash »

Captain Pancasila wrote: QS. 2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

QS. 28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

QS. 30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).


:turban:

Tolong bos tanyakan ke allah swt mu itu...
Yang dimaksud doi dengan ''membuat kerusakan'' itu opo????
Apakah menggali tanah utk membuat sumur itu termasuk ''membuat kerusakan''?
Apakah menebang pohon utk dibuat kayu/rumah itu termasuk ''membuat kerusakan''?
Apakah membabat lahan utk tempat tinggal or tempat usaha termasuk ''membuat kerusakan''??
Apakah menyembelih hewan ternak itu termasuk ''membuat kerusakan'' Hi...hi...
Omongan allah-mu ga terbukti..
merusak lingkungan = merugikan manusia itu manusia yg mana bos???
Soale banyak juga manusia yg untung dgn kerusakan lingkungan...
quran terbukti bukan dr Tuhan, ga tahu kalo ada manusia yg untung dgn merusak lingkungan..
Terbukti quran cuma ocehan si nabi cabul, menurut doi bumi spt rusak... Trus keluarlah ayat2 sok bijak, tp ya tetep aja ga ketinggalan semangat teror bin dendam bin ngancamnya.., soale doi tuh jiwanya memang penuh dendam...
Jd kalo ngeluarin ayat ya kayak gitu deh...
''orang dendam akan mengeluarkan perbendaharaan dendam yg ada di hatinya'' hi...hi...hi...hi...

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

simplyguest wrote:Heh? Tafsir ente? Jadi sekarang muslim boleh membuat tafsiran seenak udel ya?

seenak udel? lihat lagi sono bunyi ayatnya! bertentangan apa nggak?
simplyguest wrote:Emang ente gak baca apa tafsir Ibn Kathir yang saya kopas sebelumnya ya? Baca lagi sonoh.

Tafsir Ibn Kathir bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya munculnya pembunuhan dan piracy sebagai hukuman atas dosa manusia.
Tafsir Capitan Panci bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya manusia merusak bumi dengan menebang pohon, membuat polusi, dsb

Kalo kedua tafsir yang jelas perbedaannya di atas itu ente masih bilang berhubungan, lebih baik ente periksa kepala ente ke dokter deh.
1. oh lha pantesan, dari awal aja sudah salah ambil premis sih, kata siapa "fasad" harus berarti "evil", justru "fasad" itu terjemahan murni nya adalah "kerusakan", sedangkan "evil" itu justru yang terjemahan tafsir (mengingat berbuat jahat itu termasuk berbuat kerusakan)!

2. lagipula kata siapa menebang pohon, membuat polusi dsb, bukan merupakan kejahatan (terhadap lingkungan)?
simplyguest wrote:Kalo ada orang yang menggambarkan ente dengan ungkapan "sambil menyelam minum air", apa itu berarti ente tidak bisa secara harfiah menyelam sambil minum air? Tentu bisa.
Tapi apakah MAKSUD SEBENARNYA dari orang itu sewaktu menggambarkan dengan ungkapan adalah ente BENER2 SECARA HARFIAH "menyelam sambil minum air"? TIDAK BUKAN?
Ngerti sampe sini cep? Duh... masa pelajaran SD kayak gini harus dijelasin ke muslim yang ngakunya pintar sih?
lha elu kan ngambil contohnya dari orang yang emang sedang menggambarkan dengan ungkapan, emang nggak mungkin ya ada orang cerita "sambil menyelam minum air" ketika dia berenang di sungai?
simplyguest wrote:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

Hihihi, jadi itu bukan ungkapan/perumpamaan/penggambaran ya cep?
emang bukan, lha orang yang merusak lingkungan itu, masih dapat dibilang belum berpaling (dari Tuhan), apa?
simplyguest wrote:Kalo itu bukan perumpamaan, tolong jawab dong pertanyaan ini :
Siapa yang dimaksud dengan "ia" pada ayat di atas? Manusia2 pada umumnya atau khusus menunjuk ke satu orang?

Monggo silakan dijawab, dan jangan kabur kayak di trit2 sebelah.
:-"
ya manusia manapun yang berpaling (dari Tuhan)!

:goodman:

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

Dreamsavior wrote:OK, bang CP, terimakasih atas ulasan artikelnya ... sepertinya setiap orang setuju bahwa merusak lingkungan sama dengan merugikan manusia. Tidak perlu jadi rocket scientist atau ilham dari Tuhan untuk kebenaran sederhana seperti itu.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana sikap tuhan...sebagai pencipta manusia sekaligus rumah kita yang kita cintai ini -- planet Bumi....
Yang terpenting adalah bagaimana sikap tuhan terhadap ulah manusia yang merusak bumi.
Apakah tuhan membiarkan manusia merusak bumi?
Apakah tuhan malah ikut serta dalam upaya merusak bumi??? (seperti contohnya: musibah, dan kiamat)


tolong saya diberi pencerahan mengenai jawaban dari pertanyaan tersebut, bang CP.
tidak ada sesuatupun yang dapat terjadi tanpa seizinNya! jadi ikut serta/nggak ikut serta, Tuhan tetap terlibat!
Dreamsavior wrote:Soalnya dari ayat yang kamu kutib aku hanya menangkap bahwa ayat itu berisi dendam allah yang dahsyat yang dengan antusias duduk dan menonton bumi rusak sehingga menyebabkan malapetaka kepada manusia.
lihatlah hikmahnya, tanpa kerusakan lingkungan, akankah manusia memperhatikan/memelihara/berbuat baik terhadap lingkungan? bukankah kebahagiaan memberi/berbuat baik lah yang hendak Tuhan ajarkan/bagikan kepada manusia?

:turban:

User avatar
CrimsonJack
Posts: 2189
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by CrimsonJack »

Captain Pancasila wrote: yang bikin rusak lingkungan itu gaya hidup manusia ybs, sehingga dalam hal ini Al-Quran sudah benar dengan (hanya) memerintahkan memelihara lingkungan (tanpa memerintahkan KB)
Auloh lupa kalau manusia butuh makanan, sehingga semakin banyak manusia, semakin banyak makanan yang dibutuhkan.

Peternakan hewan ternak dalam jumah besar menghasilkan kotoran hewan ternak dalam jumlah besar pula, kemudian gas Metana dari kotoran tersebut akan berkontribusi dalam pemanasan global.
Captain Pancasila wrote:tidak ada sesuatupun yang dapat terjadi tanpa seizinNya! jadi ikut serta/nggak ikut serta, Tuhan tetap terlibat!
Kalau auloh ga mau merusak alam, seharusnya memelihara hewan ternak itu ga terjadi.
Dan kalau auloh tahu manusia butuh makan, hewan ternak ga akan diizinkan buang kotoran ber-metana.

Gas karbon dioksida hasil ngebakar mesjid yang dilakukan atas perintah nabi dan dengan seizin auloh, kegiatan memasak makanan halal, atau kegiatan industri lain yang menggunakan bahan bakar juga berperan dalam pemanasan global.
Di mana hal di atas sudah terjadi(diizinkan auloh)

Selengkapnya CP dipersilahkan membaca tentang "gas rumah kaca" dari berbagai sumber lain, sumber islami kalau perlu.

Utbahbinabuwaqqash
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Utbahbinabuwaqqash »

Captain Pancasila wrote: 2. lagipula kata siapa menebang pohon, membuat polusi dsb, bukan merupakan kejahatan (terhadap lingkungan)?

Ga usah pake strategi ''kalimat tanya'' utk tepu2..
Kalo tak amat2i, kamu itu seneng pake strategi ''kalimat tanya'' utk sesuatu yg ga jelas bin bikin yg baca bingung
Coba tegaskan aja bos... Menurut allah swt, apakah menebang pohon itu suatu kejahatan??? Hi...hi...

User avatar
CrimsonJack
Posts: 2189
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by CrimsonJack »

Mau naik haji naik perahu layar dari kayu aja ya Cap....

Pesawat dan kapal bermesin bikin polusi udara.
Logam seperti besi, baja dan aluminium itu perlu proses yang menghasilkan polusi udara, jadi jauhi barang-barang logam juga Cap.

Jangan pake listrik juga Cap, kecuali di daerah yang pakai PLTA (yang terkadang merusak ekosistem lokal dengan pembangunan bendungan)

Apalagi ya?

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by simplyguest »

simplyguest wrote:Heh? Tafsir ente? Jadi sekarang muslim boleh membuat tafsiran seenak udel ya?
Captain Pancasila wrote:seenak udel? lihat lagi sono bunyi ayatnya! bertentangan apa nggak?
Lah, yang sebelumnya ente tanya itu bertentangan sama "bunyi ayat" ato bertentangan sama tafsir Ibn Kathir sih?
Orang gila juga bisa bikin tafsir seenak udel yang gak bertentangan sama "bunyi ayat" tong!!
simplyguest wrote:Emang ente gak baca apa tafsir Ibn Kathir yang saya kopas sebelumnya ya? Baca lagi sonoh.

Tafsir Ibn Kathir bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya munculnya pembunuhan dan piracy sebagai hukuman atas dosa manusia.
Tafsir Capitan Panci bilang kalo "Evil has appeared on land and sea" itu artinya manusia merusak bumi dengan menebang pohon, membuat polusi, dsb

Kalo kedua tafsir yang jelas perbedaannya di atas itu ente masih bilang berhubungan, lebih baik ente periksa kepala ente ke dokter deh.
Captain Pancasila wrote: 1. oh lha pantesan, dari awal aja sudah salah ambil premis sih, kata siapa "fasad" harus berarti "evil", justru "fasad" itu terjemahan murni nya adalah "kerusakan", sedangkan "evil" itu justru yang terjemahan tafsir (mengingat berbuat jahat itu termasuk berbuat kerusakan)!

2. lagipula kata siapa menebang pohon, membuat polusi dsb, bukan merupakan kejahatan (terhadap lingkungan)?
BWAHAHAHA... emangnya yang bikin premis itu saya??
Yang bikin premis itu bukan saya tong! Itu sodara seukuwah ente, Ibn Kathir, ulama besar, ahli fiqih terkenal dalam sejarah.
Dengan keahliannya dia pasti udah menyelidiki latar belakang maksud ayat itu dengan teliti, dan semua itu didasarkan oleh hadis2 shahih.
Masa sekarang saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bisa dengan dogolnya bilang "Osama bin Laden gak eksis"? :rolleyes:
simplyguest wrote:Kalo ada orang yang menggambarkan ente dengan ungkapan "sambil menyelam minum air", apa itu berarti ente tidak bisa secara harfiah menyelam sambil minum air? Tentu bisa.
Tapi apakah MAKSUD SEBENARNYA dari orang itu sewaktu menggambarkan dengan ungkapan adalah ente BENER2 SECARA HARFIAH "menyelam sambil minum air"? TIDAK BUKAN?
Ngerti sampe sini cep? Duh... masa pelajaran SD kayak gini harus dijelasin ke muslim yang ngakunya pintar sih?
Captain Pancasila wrote:lha elu kan ngambil contohnya dari orang yang emang sedang menggambarkan dengan ungkapan, emang nggak mungkin ya ada orang cerita "sambil menyelam minum air" ketika dia berenang di sungai?
Baca ini lagi ya sayang...
[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.
Ayatnya lagi bicara tentang ungkapan tuh cep.
Masa saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bilang "Osama gak eksis" daripada sama ahli2 penerjemah dan ahli fiqih sih? :supz:
simplyguest wrote:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

Hihihi, jadi itu bukan ungkapan/perumpamaan/penggambaran ya cep?
Captain Pancasila wrote: emang bukan, lha orang yang merusak lingkungan itu, masih dapat dibilang belum berpaling (dari Tuhan), apa?
simplyguest wrote:Kalo itu bukan perumpamaan, tolong jawab dong pertanyaan ini :
Siapa yang dimaksud dengan "ia" pada ayat di atas? Manusia2 pada umumnya atau khusus menunjuk ke satu orang?

Monggo silakan dijawab, dan jangan kabur kayak di trit2 sebelah.
Captain Pancasila wrote:ya manusia manapun yang berpaling (dari Tuhan)!
Oh... jadi waktu ayat itu diturunkan, bukan sedang membuat ungkapan ya?
Sekarang baca ini asbabun nuzulnya :
204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.


SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, "Tatkala ekspedisi tentara yang di dalamnya terdapat Ashim dan Martsad ditimpa musibah, dua orang munafik mengatakan, 'Alangkah malangnya nasib orang-orang yang tertipu yang mengalami kecelakaan seperti ini. Mereka tidak tinggal duduk di lingkungan keluarga mereka dan tidak pula menunaikan tugas atau misi dari sahabat mereka yakni Nabi saw.' Maka Allah pun menurunkan, 'Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu...'" (Q.S. Al-Baqarah 204) Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dari As-Sadiy, katanya, "Ayat itu diturunkan mengenai Akhnas bin Syuraiq yang datang kepada Nabi saw. dan memperlihatkan keislamannya, hingga beliau merasa kagum dan tertarik kepadanya. Kemudian ia berlalu dan lewat di sebuah kebun tempat perladangan dan pemeliharaan keledai milik suatu golongan kaum muslimin. Maka dibakarnya tanaman yang terdapat di sana dan dibabatnya leher keledai-keledai milik kaum muslimin itu. Maka Allah pun menurunkan ayat tersebut."


Kalo kata ente ayat itu tidak sedang bicara ungkapan, berarti kata "IA" di situ HANYA menunjuk ke si Akhnas bin Syuraiq yang membakar tanaman dan membunuh keledai orang.
Berarti menurut ente, ayat itu TIDAK BERLAKU untuk orang lain.
Kan kata ente ayatnya tidak sedang membuat ungkapan untuk menggambarkan perilaku orang lain?

Betul apa benul cep? :green:

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

simplyguest wrote:Lah, yang sebelumnya ente tanya itu bertentangan sama "bunyi ayat" ato bertentangan sama tafsir Ibn Kathir sih?
Orang gila juga bisa bikin tafsir seenak udel yang gak bertentangan sama "bunyi ayat" tong!!
baru bisa dibilang seenak udel itu, kalau sudah bertentangan dengan bunyi ayat! ingat, yang namanya beragama itu berpedoman pada ayat2 Allah, bukan pada tafsir!
simplyguest wrote:BWAHAHAHA... emangnya yang bikin premis itu saya??
Yang bikin premis itu bukan saya tong! Itu sodara seukuwah ente, Ibn Kathir, ulama besar, ahli fiqih terkenal dalam sejarah.
Dengan keahliannya dia pasti udah menyelidiki latar belakang maksud ayat itu dengan teliti, dan semua itu didasarkan oleh hadis2 shahih.
Masa sekarang saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bisa dengan dogolnya bilang "Osama bin Laden gak eksis"? :rolleyes:

apa Ibnu Katsir memberikan batasan bahwa pengertian "fasad" harus berarti "evil"? yang bikin batasan/premis bahwa pengertiannya harus "evil" itu kan kamu sendiri!
simplyguest wrote:Baca ini lagi ya sayang...

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.

Ayatnya lagi bicara tentang ungkapan tuh cep.
Masa saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bilang "Osama gak eksis" daripada sama ahli2 penerjemah dan ahli fiqih sih? :supz:
ayat atau tafsir yang lagi bicara begitu? bisa mbedain nggak?
simplyguest wrote:Oh... jadi waktu ayat itu diturunkan, bukan sedang membuat ungkapan ya?
Sekarang baca ini asbabun nuzulnya :

204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.


SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, "Tatkala ekspedisi tentara yang di dalamnya terdapat Ashim dan Martsad ditimpa musibah, dua orang munafik mengatakan, 'Alangkah malangnya nasib orang-orang yang tertipu yang mengalami kecelakaan seperti ini. Mereka tidak tinggal duduk di lingkungan keluarga mereka dan tidak pula menunaikan tugas atau misi dari sahabat mereka yakni Nabi saw.' Maka Allah pun menurunkan, 'Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu...'" (Q.S. Al-Baqarah 204) Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dari As-Sadiy, katanya, "Ayat itu diturunkan mengenai Akhnas bin Syuraiq yang datang kepada Nabi saw. dan memperlihatkan keislamannya, hingga beliau merasa kagum dan tertarik kepadanya. Kemudian ia berlalu dan lewat di sebuah kebun tempat perladangan dan pemeliharaan keledai milik suatu golongan kaum muslimin. Maka dibakarnya tanaman yang terdapat di sana dan dibabatnya leher keledai-keledai milik kaum muslimin itu. Maka Allah pun menurunkan ayat tersebut."

nah, ternyata si Akhnas bin Syuraiq emang beneran ngrusak binatang & tanaman (lingkungan) kan?
simplyguest wrote:Kalo kata ente ayat itu tidak sedang bicara ungkapan, berarti kata "IA" di situ HANYA menunjuk ke si Akhnas bin Syuraiq yang membakar tanaman dan membunuh keledai orang.
Berarti menurut ente, ayat itu TIDAK BERLAKU untuk orang lain.
Kan kata ente ayatnya tidak sedang membuat ungkapan untuk menggambarkan perilaku orang lain?

Betul apa benul cep? :green:
kata siapa ayat tsb tidak dapat dipakai untuk menggambarkan siapapun yang semacam si Akhnas bin Syuraiq, yaitu mereka yang mengaku beriman tapi masih saja merusak lingkungan (kelakuannya justru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya berpaling)?

:goodman:

User avatar
simplyguest
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by simplyguest »

Captain Pancasila wrote:baru bisa dibilang seenak udel itu, kalau sudah bertentangan dengan bunyi ayat!
Masa dianggap "seenak udel" itu kalo cuma gak sesuai sama "bunyi ayat" sih?
Masa gak diliat latar belakang sejarahnya, asbabun nuzulnya, riwayatnya.
Kalo cuma bikin tafsir yang sesuai dengan "bunyi ayat", orang gila juga bisa tong!
Eh, ente muslim bukan sih? Kok harus diajarin kayak ginian ama kapir?
Captain Pancasila wrote:ingat, yang namanya beragama itu berpedoman pada ayat2 Allah, bukan pada tafsir!
Yah, ini lagi diulang.....
Di thread sebelah aja koar2 macam ginian trus diminta pedoman ayat allahnya, malah ngasih hadist... ](*,)
simplyguest wrote:BWAHAHAHA... emangnya yang bikin premis itu saya??
Yang bikin premis itu bukan saya tong! Itu sodara seukuwah ente, Ibn Kathir, ulama besar, ahli fiqih terkenal dalam sejarah.
Dengan keahliannya dia pasti udah menyelidiki latar belakang maksud ayat itu dengan teliti, dan semua itu didasarkan oleh hadis2 shahih.
Masa sekarang saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bisa dengan dogolnya bilang "Osama bin Laden gak eksis"?
Captain Pancasila wrote:apa Ibnu Katsir memberikan batasan bahwa pengertian "fasad" harus berarti "evil"? yang bikin batasan/premis bahwa pengertiannya harus "evil" itu kan kamu sendiri!
Lah, apa Ibnu Kathir menafsirkan kalo evil itu berarti "kerusakan hutan, polusi", kayak tafsir pale ente?
Dia jelas menyertakan riwayat hadis shahih yang bilang kalo "evil" di situ itu berarti "pembunuhan dan piracy".
Lah kalo ente emangnya nyertain pake apa? Jidat gosong ente?
simplyguest wrote:Baca ini lagi ya sayang...

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.

Ayatnya lagi bicara tentang ungkapan tuh cep.
Masa saya harus percaya sama muslim ecek2 yang bilang "Osama gak eksis" daripada sama ahli2 penerjemah dan ahli fiqih sih? :supz:
Captain Pancasila wrote:ayat atau tafsir yang lagi bicara begitu? bisa mbedain nggak?
Lah, ente emangnya gak pake tafsiran? Ente pake tafsiran pale ente kan?
Nah makanya dibandingin, mana tafsiran yang lebih kredibel, tafsiran jidat gosong ente ato tafsiran ahli penerjemah.
Gitu tong.... :goodman:
Eh, bentar.... jadi ente nganggap tafsiran resmi quran di atas itu SALAH?
simplyguest wrote:Oh... jadi waktu ayat itu diturunkan, bukan sedang membuat ungkapan ya?
Sekarang baca ini asbabun nuzulnya :

204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan [130].

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mu'min dan selalu mengadakan pengacauan.


SEBAB TURUNNYA AYAT: Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, "Tatkala ekspedisi tentara yang di dalamnya terdapat Ashim dan Martsad ditimpa musibah, dua orang munafik mengatakan, 'Alangkah malangnya nasib orang-orang yang tertipu yang mengalami kecelakaan seperti ini. Mereka tidak tinggal duduk di lingkungan keluarga mereka dan tidak pula menunaikan tugas atau misi dari sahabat mereka yakni Nabi saw.' Maka Allah pun menurunkan, 'Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu...'" (Q.S. Al-Baqarah 204) Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dari As-Sadiy, katanya, "Ayat itu diturunkan mengenai Akhnas bin Syuraiq yang datang kepada Nabi saw. dan memperlihatkan keislamannya, hingga beliau merasa kagum dan tertarik kepadanya. Kemudian ia berlalu dan lewat di sebuah kebun tempat perladangan dan pemeliharaan keledai milik suatu golongan kaum muslimin. Maka dibakarnya tanaman yang terdapat di sana dan dibabatnya leher keledai-keledai milik kaum muslimin itu. Maka Allah pun menurunkan ayat tersebut."
Captain Pancasila wrote:nah, ternyata si Akhnas bin Syuraiq emang beneran ngrusak binatang & tanaman (lingkungan) kan?
BETUL. Dan karena menurut ente itu bukan ungkapan untuk menggambarkan, berarti tidak berlaku untuk orang lain kan?
simplyguest wrote:Kalo kata ente ayat itu tidak sedang bicara ungkapan, berarti kata "IA" di situ HANYA menunjuk ke si Akhnas bin Syuraiq yang membakar tanaman dan membunuh keledai orang.
Berarti menurut ente, ayat itu TIDAK BERLAKU untuk orang lain.
Kan kata ente ayatnya tidak sedang membuat ungkapan untuk menggambarkan perilaku orang lain?

Betul apa benul cep? :green:
Captain Pancasila wrote:kata siapa ayat tsb tidak dapat dipakai untuk menggambarkan siapapun yang semacam si Akhnas bin Syuraiq, yaitu mereka yang mengaku beriman tapi masih saja merusak lingkungan (kelakuannya justru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya berpaling)?
Lah, yang sebelumnya koar2 kalo ayat itu bukan ungkapan/penggambaran di sebelumnya itu sapa? :shock:

Jadi sebenernya ayat itu sebagai ungkapan/penggambaran atau bukan?

User avatar
Captain Pancasila
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: QS. 30:41 ; Merusak Lingkungan = Merugikan Manusia

Post by Captain Pancasila »

simplyguest wrote:Masa gak diliat latar belakang sejarahnya, asbabun nuzulnya, riwayatnya.
emang situ nggak lihat ya, kalau Ibnu Katsir menafsirkan ayat tsb tanpa berdasarkan asbabun nuzul?
simplyguest wrote:Yah, ini lagi diulang.....
Di thread sebelah aja koar2 macam ginian trus diminta pedoman ayat allahnya, malah ngasih hadist... ](*,)
hadits yang didukung Al-Quran!
simplyguest wrote:Lah, apa Ibnu Kathir menafsirkan kalo evil itu berarti "kerusakan hutan, polusi", kayak tafsir pale ente?
Dia jelas menyertakan riwayat hadis shahih yang bilang kalo "evil" di situ itu berarti "pembunuhan dan piracy".
Lah kalo ente emangnya nyertain pake apa? Jidat gosong ente?

hadits atau pendapat sahabat?
simplyguest wrote:Lah, ente emangnya gak pake tafsiran? Ente pake tafsiran pale ente kan?
Nah makanya dibandingin, mana tafsiran yang lebih kredibel, tafsiran jidat gosong ente ato tafsiran ahli penerjemah.
Gitu tong.... :goodman:
Eh, bentar.... jadi ente nganggap tafsiran resmi quran di atas itu SALAH?
nggak ada yang lebih salah atau lebih bener, dua2nya saling melengkapi!
simplyguest wrote:BETUL. Dan karena menurut ente itu bukan ungkapan untuk menggambarkan, berarti tidak berlaku untuk orang lain kan?
bagaimana bisa begitu? coba jelaskan!
simplyguest wrote:Lah, yang sebelumnya koar2 kalo ayat itu bukan ungkapan/penggambaran di sebelumnya itu sapa? :shock:
saya bilang, ayat itu bisa juga menggambarkan sesuatu yang harafiah, jadi tidak hanya terbatas pada menggambarkan ungkapan/perumpamaan, begitu!
simplyguest wrote:Jadi sebenernya ayat itu sebagai ungkapan/penggambaran atau bukan?
sesuai dengan asbabun nuzul yang anda bawa, ternyata ayat itu memang menggambarkan sesuatu yang benar2 harafiah!

:goodman:

Post Reply