.

SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Ttg surga, neraka, hari kiamat, bidadari, 72 perawan, houri.

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby dallco » Fri Aug 19, 2011 1:23 pm

Surga?????
kenapa ini jadi perdebatan???

semua orang tahu manusia pertama juga udah hidup di surga....

apa coba hakekat surga??????

kalo ini belom terjawab maka ga usah ikut berdebat di sini.....

buat TS ternyata anda kurang mengerti tentang surga.....baca kitab suci mu lebih banyak lagi
User avatar
dallco
 
Posts: 4
Joined: Fri Aug 19, 2011 12:55 pm

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby Aeon2 » Fri Aug 26, 2011 9:49 pm

dipillii....

dipilliiiii..

mau surga islam yang indah aton surga kristen yang ngebosenin...

:finga:


ngomong2...

klo kalian nanti jadi malaikat di surga..
kenapa tuhan kalian ga sekalian aja jadiin kalian malaikat dari awal..??
kenapa tuhan kalian menjadikan kami "tergoda iblis" menurut kalian, lalu masukin kami ke neraka..??

tuhan kalian aneh ......

:-k
Aeon2
 
Posts: 195
Joined: Mon Jun 13, 2011 9:30 am

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby fanaticus » Sat Aug 27, 2011 12:09 am

Dalih kaum muslim mengenai pesta orgy di syurga islam, adalh itu sebuah permpamaan akan kenimatannya.
Gw jadi berpikir, apa kenikmatan tertinggi yg pernah di capai manusia itu SEKS?
Knp iming2 untuk manusia supaya patuh adalah SEKS?
Padahal kalau kita lihat para rockstar yg dgn mudahnya bisa mendapatkan SEKS, banyak yg tidak bahagia bahkan sering depresi dan mengakhiri hidupnya sendiri.
Jadi itu ALLAH SWT tuhan macam apa? Kenapa menggunakan SEKS sebagai lambang kenikmatan tertinggi yg bisa dicapai manusia???
Apa krn org2 arab hobinya SEKS dan taunya kenikmatan tertinggi itu SEKS?
Katanya Islam universal???
User avatar
fanaticus
 
Posts: 575
Joined: Fri Oct 29, 2010 11:37 pm

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby Dreamsavior » Wed Oct 12, 2011 12:29 pm

adistyawan wrote:Perlu di ketahui yahh bapak ibu sekalian semuanya yang adah di atas... entah islam atau bukan kalian.. kriten atau bukan kalian.. pernyataan kalian masih banyak keliru.. berikut ini penjelasan yang pernah saya dapatkan dari sebuah acara ngaji bareng..:D

Surga dalam islam itu ialah suatu tempat nan indah.. dimaa di berikan pada umat islam yang mejalankan perintahNya untuk neraka adalah kebalikan nya.. semua umat islam tidak akan mungkin langsung masuk ke dalam surga, hanya bayi yang baru lahir terus langsung mati yang bisa langsung masuk.. selain itu semua harus melewati neraka, di sanalah kita harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita perbuat.. dan masa di neraka tergantung besar dosa kita.. setelah itu brulah kita masuk ke dalam surga.. di dalam islam hidup setelah mati kita tidak langsung menuju surga atau neraka.. tapi kita ada lagi di alam lain disitulah kita menunggu hingga hari kiamat tiba.. disana kita akan menjadi wujud suatu hal seperti apa yang telah kita perbuat, disana matahari terasa sangat dekat.. dan hanya orang yang sering bersuci yang akan merasa dingin atau sejuk.. Sungguh perjalanan yang sangat jauh.. setelah kita mti kita masih harus berjalan jauh menuju tempat penghitungan, dan barulah saat hari kiamat tiba amal kita baru di hitung.. sebelum kiamat kita belum bisa di surga atau neraka.. kita harus menunggu dan menjadi wujud sesuai kelakuan kita di dunia...

Terimakasih komentarnya bung Adi.

Pernah terpikirkan tidak dalam benak bung Adi, mengapa Allah menggunakan "kematian" sebagai "sarana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik"?
Seolah-olah kematian adalah alat yang digunakan pencipta. Maka dapat disimpulkan bahwa pembunuh manusia sejak pertama sebenarnya adalah allah sendiri.

Pernah terpikirkan tidak, bahwa dengan mencatat setiap detail kesalahan yang diperbuat manusia ... sebenarnya allah adalah pribadi yang pendendam? Renungkan, ... apakah anda mempunyai catatan yang memerinci setiap kesalahan yang dilakukan teman-teman anda?
... oh si Tono sudah 89 kali menyinggung perasaanku, Mas Budi sudah 124 kali tidak menepati janjinya padaku, Mbak Surti sudah 321 kali lupa ngasih salam padaku dan sebagainya ...
Ketahuilah, dalam hal ini allah berlaku lebih rendah, ia mencatat setiap pelanggaran yang diperbuat seseorang ... dan lebih buruknya lagi, ia siap memasukkan mereka ke dalam tungku perapian karena perbuatan itu dengan senyum puas di wajahnya.

Apakah anda benar-benar akan menganggap orang yang mempraktekkan mutilasi, menguliti dan membakar manusia hidup-hidup di basement rumahnya sebagai orang yang punya reputasi baik? Apakah anda akan bersahabat dengan dia?

Kalau bung Adi benar-benar menganggap serius tuntutan untuk melihat kitab para nabi sebelum Quran, anda akan menemukan bahwa Baik Musa, Daud dan Isa... tidak satu pun dari mereka yang mengajarkan bahwa allah menciptakan tempat siksaan untuk membalas dosa-dosa umat manusia.

adistyawan wrote:Sedangkan setelah kita berhasil masuk di surga kita disana akan di berikan segalanya... allah menjanjikan apa yang kita mau pasti akan ada di depan mata, dan disana ada pelayan surga.. palayan surga ialah seorang bayi yang baru lahir namun langung mati.. so bersyukurlah kalian para orang tua yang anak kalian meninggal setelah lahir atau bahkan sebelum lahir.. karena mereka di akhirat kelak akan memayungi kalian dari sengatan matahari, dan akan menjadi pelayan kalian di surga.. lalu soal bida dari allah menjanikan bagi manusia lai laki akan mendapatkan bidadari pelayan surga, dan yang wanita adalah bidadoro pelayan surga.. namun inget.. setelah masuk surga allah menjanjikan hati kita yang telah suci yng telah di lebur di api neraka.. karena ituh disana kita tidak memiliki nafsu untuk hal yang seperti di dunia.. disana kita hanya bisa bersyukur atas segala karunia tuhan, dan mengucap kalimat syukur dan terus bersyahadat dan menyebut nama tuhan..

sungguh sangat banyak deskripsi tentang surga.. ini hanya 1/1000000000 saja dari seluruh deskripsi yang ada... jika pengen lebih jelas.. dalami ilmu agama, belajarlah di lingkungan pondok.. kalian akan menemukan indahnya dunia ini... arti hidup dan seperti apa tuhan itu sebenarnya kalian akan merasakannya.. sungguh terasa jauh lebih dekat dari sebelumnya...


Hmmm ... ini informasi baru bagi saya.
Rupanya bayi yang baru lahir namun mati juga lagi-lagi tidak beruntung ... mereka hanya akan menjadi "pelayan" di surga ... tidak seperti orang tua mereka yang mungkin hidup di bumi sempat melakukan perjinahan namun setelah masuk surga mendapatkan special privilege.

Definisi penyucian dari siksaan neraka jadi mengingatkanku dengan praktek penyiksaan yang dilakukan di kamp-kamp konsentrasi yang pada akhirnya mengubah kepribadian sang korban. Apakah dari lubuk hati yang paling dalam anda setuju dengan teknik keji pencucian otak dengan menyiksa seseorang?
Saya tidak yakin, seseorang akan benar-benar memuliakan allah dengan didorong oleh rasa kasih yang besar kepada allah dan atas karunia-Nya setelah manusia mendapat perlakuan yang keji di torture chamber "Neraka".... Mungkin mereka hanya memuliakan allah karena terpaksa, atau karena kehilangan akal sehatnya setelah diliputi teror penyiksaan berkelanjutan yang baru ia jalani. Apapun itu, saya yakin ... tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar merasakan bahwa allah adalah pribadi yang Maha Pengasih seperti yang banyak dirumorkan.

Tentu... ada banyak deskripsi tentang surga dan neraka yang beredar di masyarakat. Namun kebanyakan dari dogma tersebut alih-alih memuliakan nama Allah, malah memfitnah Sang Pencipta Langit dan Bumi sebagai pribadi yang pendendam, biadab, tidak adil dan otoriter.

Karena dogma "Allah adalah Maha Pengasih" tidak dapat ko eksist dengan "Siksaan Kekal Neraka" ... jadi salah satu dogma ini pastilah dusta! Menurut anda ... mana yang dusta? Allah adalah Maha Pengasih? atau doktrin siksaan neraka?
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby Captain Pancasila » Wed Oct 12, 2011 8:53 pm

Dreamsavior wrote:Kalau bung Adi benar-benar menganggap serius tuntutan untuk melihat kitab para nabi sebelum Quran, anda akan menemukan bahwa Baik Musa, Daud dan Isa... tidak satu pun dari mereka yang mengajarkan bahwa allah menciptakan tempat siksaan untuk membalas dosa-dosa umat manusia.

tapi baik Musa, Daud dan Isa, selalu mengajarkan bahwa perbuatan dosa (pada akhirnya nanti) akan menimbulkan rasa penyesalan (atau bahkan tersiksa), bagi orang yang bersangkutan!
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby volt » Fri Oct 28, 2011 12:02 am

Postby SaLoM » Mon Dec 04, 2006 3:54 pm
Susah ngomong ama feodor yang percis junjungannya, pikirannya ga jauh dr selangkangan.

Ngakunya intelek?

Pernahkan anda berfikir bahwa ada dimensi lain dalam keberadaan manusia selain k****L dan m***K?

Sesuatu yang disebut RoH?

Yah, mau apa lagi...? Memang cuma segitulah kemampuan berfikir muslim, sekalipun yg 'intelek' macam feodor...

SaLoM
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama


Postby feodor fathon FF » Mon Dec 04, 2006 4:06 pm
tau apa anda ttg ROH ???........... oh ya mas intelek

mas tau apa ttg ROH ??......

ROH ADALAH HIDUP DAN KEKAL
Baru tau ya [-( makanya bro situ hrs tau mana yang original dan mana KW. :rolling:
volt
 
Posts: 5
Joined: Thu Oct 27, 2011 7:01 pm

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby numpang lewat aza » Tue Jun 11, 2013 3:29 am

Surga dan Neraka menurut Hindu

Dalam Agama Hindu.
Tidak kita temukan gambaran neraka seperti itu. Lalu apakah orang baik dan orang jahat sama-sama masuk surga?. Bagaimana soal keadilan ditegakkan?. Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia. Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat- akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk.
Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka. Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

pandangan Hindu mengenai konsep Sorga dan Neraka. Banyak umat Hindu beranggapan bahwa di dalam ajaran Hindu tidak ada dan tidak dikenal konsep mengenai Sorga dan Neraka mengingat dalam konsep Panca Shrada ( lima keyakinan ) umat hindu mempercayai adanya Purnabawa ( Reingkarnasi ).
Sorga dan Neraka dalam pandangan Hindu amat jarang diperbincangkan, karena agama Hindu kerap hanya dipahami meyakini hukum kharmaphala dan mempercayai Reinkarnasi atau kehidupan kembali setelah kematian, sehingga banyak orang meyakini bahwa Hindu tidak mengenal Sorga dan Neraka.
Sesungguhnya konsep Sorga dan Neraka ada dalam ajaran Hindu. Namun ia bukan menjadi tujuan akhir dari manusia sehingga bagi orang Hindu tujuan akhir adalah bukan masuk Sorga, melainkan Moksha atau bersatunya jiwa (Atman) dengan Sang Maha Pencipta ( Brahman).
Pertanyaannya yang kemudian muncul, lantas Sorga itu seperti apa dan untuk apa?. Sorga dalam Hindu seperti digambarkan dalam Weda; Adalah suatu tempat, satu dunia, dimana cahaya selalu bersinar, suatu masyarakat orang suci, dunia kebaikan, dunia abadi.
Beberapa pemikiran mengatakan bahwa Sorga dan Neraka bukanlah tempat, melainkan suatu kondisi. Artinya, apabila kita dalam kondisi senang atau bahagia, itulah Sorga. Sebaliknya, apabila kita dalam kondisi sedih atau menderita, itulah Neraka. Mungkin hal tersebut ada benarnya.
Dalam Kitab suci Weda disebutkan, Sorga dan Neraka adalah suatu tempat di balik dunia ini yang dibatasi oleh kematian. Dengan kata lain, Sorga dan Neraka akan kita temukan setelah kita melewati “jembatan“ yang bernama kematian. Secara harfiah, Sorga berasal dari kata Sanserketa “svar” dan “ga”. “Svar” artinya cahaya dan “ga” artinya pergi. Jadi svarga artinya perjalanan menuju cahaya. Di dalam Weda juga dikatakan bahwa Sorga adalah “dunia ketiga” yang penuh sinar dan cahaya.
Sorga: persinggahan sementara

Dalam kitab suci Hindu dikatakan bahwa Sorga merupakan persinggahan sementara. Bahkan, menurut Swami Dayananda Saraswati, Sorga adalah pengalaman liburan. Bagawad Gita dalam hal ini mengatakan:”setelah menikmati Sorga yang luas , mereka kembali ke dunia. Sorga adalah kesenangan sementara, sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah Moksha, bersatunya Atman (Jiwa) dengan Brahman (Sang Pencipta))
Neraka Menurut Hindu

Neraka memang diperlukan. Ini adalah ungkapan yang sangat profokatif. Sebuah argumen mengatakan, apabila hasil yang diterima setiap orang sama—entah itu baik atupun tidak dan mendapat imbalan yang sama—lantas apa yang mendasari orang untuk selalu berbuat baik, berbuat berdasarkan Dharma.
Neraka dalam pandangan agama semit digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Ia adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan berbentuk kawah api yang panasnya beribu kali lipat dari panas api di dunia. Roh- roh yang banyak melakukan dosa di dunia akan mengalami penyiksaan ditusuk dengan tombak dan dipukuli dengan palu godam.

Di dalam Hindu sangat sedikit mantra ataupun sloka yang menjelaskan kosep Neraka mengingat Hindu mengakui terjadinya reinkarnasi atau proses kelahiran kembali dan konsep Moksha. Di Hindu Neraka dikatakan merupakan balasan yang diterima pada saat reinkarnasi atau dalam proses kelahiran kembali. Di dalamnya kita di berikan dua pilihan yang berdasar pada perbuatan kita pada masa hidup terdahulu, yaitu reinkarnasai Sorga atau reinkarnasi Neraka.
Reinkarnasi Sorga ada dalam proses kelahiran kembali kita mendapatkan takdir yang lebih baik, sedangkan reinkarnasi Neraka apabila kita dilahirkan dengan takdir yang lebih buruk. Di Hindu kelainan fisik pada saat kelahiran dapat dijelaskan sebagai sebuah bentuk penebusan terhadap segala perbuatan yang buruk yang pada masa hidup yang pernah di lakukan.

Konsep Sorga-Neraka seperti ini mungkin berbeda dengan konsep serupa dalam agama lain, yang menyatakan setiap manusia yang lahir adalah sebuah individu baru dan suci, ibarat buku belum ternoda oleh tinta kehidupan.
Bagi umat Hindu, kehidupan ini adalah suatu perjalanan yang saling berhubungan dan berjalan terus menerus. Dalam kerangka Tuhan Maha Pengampun, Hindu menjelaskan setiap manusia selalu di berikan kesempatan untuk selalu memperbaiki dirinya dalam beberapa kali masa kehidupan untuk kemudian mencapai tujuan tertinggi dalam Hindu, yaitu Moksha.

SURGA : ISLAM vs KRISTEN
Mirror
Faithfreedom forum static
numpang lewat aza
 
Posts: 2
Joined: Tue Jun 11, 2013 3:20 am

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby keeamad » Tue Jun 11, 2013 4:26 pm

@bro numpang lewat,
tulisan anda menarik ...

Ingin tanya pendapat anda,
apakah manusia yg reinkarnasi harus terlahir kembali sebagai manusia ... ?
Mungkinkah terlahir kembali dalam bentuk lain - seperti hewan atau siluman (yg dalam islam dikenal sebagai jin) ... ?
Edited:
Apakah juga berlaku vice versa,
di mana binatang (atau siluman) kemudian bereinkarnasi sebagai manusia ... ?

Salam
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: SURGA : ISLAM vs KRISTEN

Postby Dreamsavior » Fri Aug 16, 2013 5:00 pm

CP wrote:tapi baik Musa, Daud dan Isa, selalu mengajarkan bahwa perbuatan dosa (pada akhirnya nanti) akan menimbulkan rasa penyesalan (atau bahkan tersiksa), bagi orang yang bersangkutan!

"Tersiksa" karena merasa bersalah itu jelas beda dengan siksaan fisik yang ada dalam doktrin siksaan Neraka, kawan...
Tidak ada yang salah dengan rasa penyesalan yang mengganggu kita ketika kita melakukan dosa ... itu adalah mekanisme yang menunjukkan bahwa hati nurani seseorang masih bekerja dengan baik.

Tapi... mengenai wahana penyiksaan yang biasa disebut Neraka ... yang dieksploitasi habis-habisan untuk meneror orang-orang ... itu hal yang sangat berbeda! Itu kejam dan brutal!

Anda tentu sering melihat orang yang terganggu hati nuraninya karena merasa bersalah dan berpikir itu hal yang normal untuk merasa demikian. Namun, apakah anda masih bisa merasa "normal" ketika melihat seseorang yang menggoreng anaknya sendiri guna memberinya pelajaran?

numpang lewat aza wrote:Neraka memang diperlukan. Ini adalah ungkapan yang sangat profokatif. Sebuah argumen mengatakan, apabila hasil yang diterima setiap orang sama—entah itu baik atupun tidak dan mendapat imbalan yang sama—lantas apa yang mendasari orang untuk selalu berbuat baik, berbuat berdasarkan Dharma.


Well, harus saya katakan ... saya tidak setuju dengan pola pikir tersebut.
Bukan pada point bahwa orang jahat dan orang baik mendapatkan imbalan yang sama, tetapi saya tidak setuju bila anda mengatakan bahwa dibutuhkan neraka untuk membuat seseorang taat dan terus melakukan hal yang baik.

Orang baik perlu mendapatkan reward, dan orang jahat pantas dihukum. Itu hal yang cukup fair. Namun saya tidak melihat urgensi atau hal yang konstruktif dari disiksanya orang-rang yang jahat ... that's utterly excessive. Dan terlebih lagi, saya tidak pernah melihat ada hasil positif yang permanen dengan digunakannya cara cara intimidasi, teror dan ancaman.

Di kantor, untuk membuat seorang karyawan loyal terhadap perusahaan. Membuatnya mencintai perusahaan selalu merupakan cara yang paling ampuh ketimbang menakut-nakuti mereka dengan tindakan disipliner yang berlebihan.

Di rumah tangga, untuk membuat seorang anak taat kepada orang tuanya, rasa sayang jauh lebih ampuh daripada rasa takut mereka pada hukuman.

Begitu juga dengan ketaatan kepada Allah. Saya yakin Allah lebih suka manusia taat kepadanya karena kasih dan bukan karena teror.

Kasih adalah kekuatan terbesar di alam semesta.

Apa yang bisa dilakukan Kasih, lebih powerfull daripada apa yang bisa dilakukan rasa takut.

numpang lewat aza wrote:Neraka dalam pandangan agama semit digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Ia adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan berbentuk kawah api yang panasnya beribu kali lipat dari panas api di dunia. Roh- roh yang banyak melakukan dosa di dunia akan mengalami penyiksaan ditusuk dengan tombak dan dipukuli dengan palu godam.

Saya bisa memahami mengapa anda menyimpulkan demikian.

Namun sebenarnya, Alkitab tidak mengajarkan bahwa neraka adalah suatu tempat (di luar planet bumi) dimana manusia secara literal di siksa di dalamnya.
Neraka yang dalam bahasa aslinya adalah Sye-ol dan Hades hanya mengartikan kuburan umum umat manusia, atau tempat dimana manusia disemayamkan ketika mereka mati.
Sedangkan kata Neraka lainnya yang diambil dari istilah Ibrani Geh-ena, sebenarnya justru memaksudkan suatu tempat di bumi, yaitu suatu daerah di luar perbatasan tembok Yerusalem,. Ini adalah tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dimana penduduk Yerusalem membuang sampah, bangkai dan mayat penjahat di dalamnya. Geh-hinom (jahanam) sebenarnya adalah lambang kematian tanpa ada harapan kebangkitan lagi.... bukan suatu tempat siksaan.

Kita bisa melihat betapa kuatnya pengaruh doktrin paganisme pada masa perkembangan agama semitik ... sehingga mempengaruhi sebagian besar doktrin mereka. Salah satu doktrin pagan yang kuat adalah doktrin siksaan Neraka. Doktrin ini bukan temuan agama Abrahamaik atau semitik ... doktrin ini bahkan sudah ada sejak jaman Firaun.

Sebenarnya, ayat berikut sudah cukup jelas memberikan petunjuk bahwa ... kematian itu sendiri adalah hukuman bagi dosa :
(Roma 6:7) Karena ia yang mati telah dibebaskan dari dosanya.

(Roma 6:23) Sebab upah yang dibayarkan oleh dosa adalah kematian, tetapi karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui Kristus Yesus, Tuan kita.
User avatar
Dreamsavior
 
Posts: 727
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Previous

Return to SURGA & NERAKA Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron