Page 1 of 2

Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Sun Oct 16, 2011 7:46 am
by Captain Pancasila
QS. Al-A'raf : 44 wrote:Image

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

QS. Al-A'raf : 45 wrote:Image

(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."

QS. Al-A'raf : 50 wrote:Image

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

QS. Al Mudatsir : 42-47 wrote:Salah satu dialog antara penghuni surga dan neraka yang diabadikan Allah 'Azza wa Jalla di dalam Al Quran: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka (penghuni neraka) menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat, dan kami tidak (pula) memberi makan (membantu) orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil (bergunjing) dengan orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan (akhirat) hingga datang kepada kami kematian.”

disini seakan-akan terlihat : penghuni surga bisa berinterakasi dengan penghuni neraka, demikian pula sebaliknya!
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اِحْتَجَّتِ الْجَنَّةُ وَالنّارُ، فَقالَتْ هَذِهِ: يَدْخُلُنِي الْجَبّارُوْنَ وَالْمُتَكَبِّرُوْنَ، وَقالَتْ هَذِهِ: يدخلني الضُّعَفاءُ وَالْمَساكِيْنَ. فَقالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِهَذِهِ: أَنْتَ عَذابِي أُعَذِّبُ بِكَ مَنْ أَشاءُ، وَقالَ لِهَذِهِ: أَنْتَ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكَ مَنْ أَشاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِلْؤُها
“Surga dan neraka berselisih. Neraka berkata, “Yang masuk ke dalamku adalah orang-orang yang sombong lagi takabbur,” sementara surga berkata, “Yang masuk ke dalamku adalah orang-orang yang lemah lagi miskin.” Maka Allah Azza wa Jalla berfirman kepada neraka, “Engkau adalah siksaan-Ku yang denganmu Aku menyiksa siapa yang Aku kehendaki.” Dan Dia berkata kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku merahmati siapa yang Aku kehendaki. Dan setiap dari kalian ada penghuni yang memenuhinya.” (HR. Muslim no. 2846)

disini juga terlihat seolah-olah, bahwa baik surga & neraka itu bukanlah "tempat" yang terpisah!
QS Yaasiin : 55-56 wrote:إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦)

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan”

Al-Qurthubi berkata:

وَقَالَ أَبُوْ قِلاَبَة : بَيْنَمَا الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ مَعَ أَهْلِهِ إِذْ قِيْلَ لَهُ تَحَوَّلْ إِلَى أَهْلِكَ، فَيَقُوْلُ أَنَا مَعَ أَهْلِي مَشْغُوْلٌ ؛ فَيُقَالُ تَحَوَّلْ أَيْضًا إِلَى أَهْلِكَ. وَقِيْلَ : أَصْحَابُ الْجَنَّةِ فِي شُغُلٍ بِمَا هُمْ فَيْهِ مِنَ اللَّذَّاتِ وِالنَّعِيْمِ عَنِ الْاِهْتِمَامِ بِأَهْلِ الْمَعَاصِي وَمَصِيْرِهِمْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا هُمْ فِيْهِ مِنْ أَلِيْمِ الْعَذَابِ ، وَإِنْ كَانَ فِيْهِمْ أَقْرِبَاؤُهُمْ وَأَهْلُوْهُمٍ

“Abu Qilabah berkata, “Tatkala seorang lelaki penghuni surga sedang bersama istrinya (dari bidadari-pen) maka dikatakan kepadanya : Pergilah kepada istrimu (yang ada di neraka-pen) maka iapun berkata, “Saya sedang sibuk dengan bidadariku”, maka dikatakan kembali kepadanya pergilah engkau ke keluargamu !.”

Dan dikatakan bahwasanya para penghuni surga sedang sibuk dalam kenikmatan dan kelezatan yang mereka rasakan sehingga mereka tidak memperdulikan tentang kondisi para pelaku kemaksiatan dan nasib mereka yang masuk kedalam neraka serta adzab dan siksaan yang mereka rasakan, meskipun para penghuni neraka tersebut adalah karib kerabat para penghuni surga dan istri-istri mereka tatkala di dunia” (Tafsiir Al-Qurthubi 15/43)

tafsir ayat ini seolah-olah menggambarkan, bahwa penghuni surga, tidaklah terpengaruh keadaan penghuni neraka!

"Kemungkinan" yang Bisa Saya Tangkap, adalah :

1. Baik Penghuni Surga maupun Penghuni Neraka, berada di satu Alam Akherat
2. Hanya saja Hukum Alam (Akherat) yang berlaku bagi masing2 pihak berbeda (Penghuni Surga merasakan/mengalami Alam Akherat sebagai Surga, sedangkan Penghuni Neraka merasakan/mengalami Alam Akherat sebagai Neraka)
3. Karena Hukum Alam (Akherat) yang berlaku bagi keduanya berbeda, maka bisa jadi berlaku kondisi : Kenikmatan Surga = Siksa Neraka...
...skenarionya kira2 begini :
ketika...
QS. Al-A'raf : 50 wrote:Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

katakanlah Penghuni Surga benar2 memberikan air surga kepada Penghuni Neraka, maka yang akan terjadi adalah :
QS. Al-Kahfi : 29 wrote:Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

"air surga" tsb akan terasa seperti "air neraka(air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka)", bagi Penghuni Neraka yang meminumnya!
4. Karena Akherat adalah tempat dimana manusia dekat dengan Tuhan :
Dari Shuhaib bin Sinan ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda :
“Bila penduduk Surga telah masuk Surga dan penduduk Neraka telah masuk Neraka, maka ada yang berseru :
‘Wahai penduduk Surga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang ingin Dia tunaikan kepada kalian’,
maka mereka bertanya : ‘Apakah itu?’ bukankah Allah telah memberatkan timbangan amal kebaikan kami, memasukkan kami ke Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?’
Maka disingkaplah tirai, merekapun melihat kepada Allah.
Demi Allah, Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang paling mereka cintai dan yang paling menyejukkan pandangan mereka dari pada melihat-Nya.”
(Shahiihul Jaami’ no.535 ,Syarhul ‘Aqidah ath-Thahaawiyyah, hal.144 dan Mawaariduzh-Zham-aan “IV/131-136″).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“(Artinya) Sungguh di dalam surga ada 100 tingkatan yang telah disediakan Allah bagi orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Setiap tingkatan jaraknya seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian meminta, mintalah surga Firdaus, karena sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, dan di atasnya ada ‘Arsy ar-Rahman Yang Maha Pemurah, dan darinya bersumber air sungai-sungai di surga.” [Bukhari: 6/2700]

maka saya berasumsi, bahwa "Hukum Alam (Akherat)" tsb, bekerja dengan mekanisme :
karena di Akherat yang mendominasi adalah dorongan Ruh (dorongan untuk mendekat kpd Tuhan) ---> (dorongan Ruh) Orang Berdosa akan merasa malu/bersalah terhadap Tuhan, sehingga memicu berlakunya "Hukum Alam/Kondisi Neraka" bagi dirinya (sehingga Orang tsb akan menjadi "Penghuni Neraka") ; sedangkan (dorongan Ruh) Orang Sholeh tidak akan merasa bersalah/malu lagi ketika berada di dekat/di hadapan Tuhan, sehingga memicu berlakunya "Hukum Alam/Kondisi Surga bagi dirinya (sehingga Orang tsb akan menjadi "Penghuni Surga")!
5. Penghuni Surga selalu terlihat oleh Penghuni Neraka, sedangkan Penghuni Surga hanya bisa melihat Penghuni Neraka, hanya ketika Penghuni Neraka mencoba berinteraksi dengan Penghuni Surga (sesuai Tafsir Yaasiin ayat 55-56 : walaupun begitu Penghuni Surga bisa memutuskan untuk mengabaikannya, yang dengan begitu Penghuni Neraka tsb tidak akan lagi bisa menghubunginya/menjadi tidak terlihat di hadapan Penghuni Surga ybs), atau hanya ketika Penghuni Surga mencoba/ingin berinteraksi dengan Penghuni Neraka :
QS. Al-A'raf : 44 wrote:Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

QS. Al-A'raf : 45 wrote:(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."

QS. Al-A'raf : 50 wrote:Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

QS. Al Mudatsir : 42-47 wrote:Salah satu dialog antara penghuni surga dan neraka yang diabadikan Allah 'Azza wa Jalla di dalam Al Quran: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka (penghuni neraka) menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat, dan kami tidak (pula) memberi makan (membantu) orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil (bergunjing) dengan orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan (akhirat) hingga datang kepada kami kematian.”

apakah Penghuni Neraka akan sering2 mencoba berinteraksi (seperti meminta air surga) kepada Penghuni Surga? jika kondisinya seperti ini , ya paling mintanya cuman sekali :
QS. Al-A'raf : 50 wrote:Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

trus pas dikasih, airnya berubah menjadi :
QS. Al-Kahfi : 29 wrote:Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 24, 2011 1:54 pm
by Dreamsavior
Apakah dengan menafsirkan bahwa Surga & Neraka belum tentu suatu "tempat" bung CP mengakui bahwa bentuk penyiksaan harfiah yang digambarkan di banyak hadist merupakan hal yang KEJI & BRUTAL dan tidak mungkin dilakukan oleh Allah yang MAHA PENGASIH??

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 24, 2011 8:59 pm
by Captain Pancasila
Dreamsavior wrote:Apakah dengan menafsirkan bahwa Surga & Neraka belum tentu suatu "tempat" bung CP mengakui bahwa bentuk penyiksaan harfiah yang digambarkan di banyak hadist merupakan hal yang KEJI & BRUTAL dan tidak mungkin dilakukan oleh Allah yang MAHA PENGASIH??

saya hanya ingin menekankan, bahwa penyebab "surga" maupun "neraka" itu, adalah karena pilihan manusia ybs itu sendiri!

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Tue Oct 25, 2011 2:46 pm
by Dreamsavior
OK, katakanlah seseorang masuk surga dan neraka karena prilaku yang bersangkutan.
Tapi pertanyaan saya kepada anda adalah ... apakah anda mengakui bahwa bentuk siksaan yang ada di dalam neraka adalah keji dan biadab??

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Tue Oct 25, 2011 6:48 pm
by Captain Pancasila
Dreamsavior wrote:OK, katakanlah seseorang masuk surga dan neraka karena prilaku yang bersangkutan.
Tapi pertanyaan saya kepada anda adalah ... apakah anda mengakui bahwa bentuk siksaan yang ada di dalam neraka adalah keji dan biadab??

-tidak, karena Tuhan juga menyediakan pilihan alternatif yang sebanding (dalam hal kenikmatan), dan "pilihan alternatif" tsb (surga), bisa dipilih(diusahakan)!
-omong2 tahukah anda, bagaimana "tingkat keimanan terendah" seseorang dalam "menjalankan perintah & menjauhi larangan Tuhan"? anda pikir, apakah orang tsb akan "menjalankan perintah & menjauhi larangan Tuhan", dengan ikhlas/sukarela?

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Oct 27, 2011 10:16 am
by Dreamsavior
-tidak, karena Tuhan juga menyediakan pilihan alternatif yang sebanding (dalam hal kenikmatan), dan "pilihan alternatif" tsb (surga), bisa dipilih(diusahakan)!

Menurutku, kamu punya standard yang aneh dalam menilai reputasi seseorang.

Apa kamu merespek seseorang yang membangun rumah pelacuran dan tempat perjudian terbesar di negeri, meskipun ia membangun sekolahan dan panti jompo terbesar di negeri?

Bukankah membangun suatu fasilitas penyiksaan massal yang melakukan praktek-praktek keji dan biadab yang bahkan tidak dilakukan oleh penjahat psikopat di dunia ini cukup mencoreng reputasi tuhan sebagai pribadi yang Maha Pengasih dan Maha Suci tidak peduli seberapa hebat ia menciptakan "syurga"??

Sepertinya, kamu kehilangan basic knowledge of common sense. ... atau sekadar tidak bisa memahami dengan baik apa maknanya "Maha Suci" dan "Maha Pengasih"

.... bisa dipilih(diusahakan)!

Menurutmu apakah manusia punya banyak pilihan, ketika mereka dipamerkan terror api neraka apabila melakukan sesuatu di luar kehendak tuhan?

Pilihan kah????
Coba tanya diantara rekan seimanmu, berapa banyak dari antara mereka yang memang dengan tulus "memilih untuk taat" dibandingkan orang yang taat karena "takut disiksa dalam Neraka"???


-omong2 tahukah anda, bagaimana "tingkat keimanan terendah" seseorang dalam "menjalankan perintah & menjauhi larangan Tuhan"? anda pikir, apakah orang tsb akan "menjalankan perintah & menjauhi larangan Tuhan", dengan ikhlas/sukarela?

... wah, menurut siapa nih?
menurut keimanan islam saya tidak tahu.
Yang saya tahu menurut Alkitab.

Menurut alkitab, yang bisa dilakukan ciptaan serendah-rendahnya adalah dengan kesadaran penuh memberontak terhadap Yehuwa dan mencoba melawan-Nya. ... hukuman bagi mereka adalah kematian abadi. ... tidak dikatakan secara harfiah mereka akan disiksa selamanya dalam tempat siksaan tuh.... khan Yehuwa Maha Suci dan tidak pendendam.

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Oct 27, 2011 11:02 am
by Captain Pancasila
Dreamsavior wrote:Sepertinya, kamu kehilangan basic knowledge of common sense. ... atau sekadar tidak bisa memahami dengan baik apa maknanya "Maha Suci" dan "Maha Pengasih"

MahaPengasih ---> bentuk kasih Tuhan yang paling hakiki : memberikan kebahagian terbesar yang bisa dirasakan kpd manusia ---> apa itu? yaitu kebahagian dalam memberi(berkorban) dengan ikhlas ---> bagaimana cara yang efektif dalam mengajarkan kebahagian (yg tidak bisa diukur dg logika) semacam itu? apakah dengan penalaran? ---> jawabannya adalah dengan cara dibiasakan(dipraktekkan)! dibiasakan dg cara bagaimana? salah satunya, ya dengan ancaman!
Dreamsavior wrote:Coba tanya diantara rekan seimanmu, berapa banyak dari antara mereka yang memang dengan tulus "memilih untuk taat" dibandingkan orang yang taat karena "takut disiksa dalam Neraka"???

inilah ya saya maksud dengan, mengapa ancaman neraka memang diperlukan! ya karena itu tadi, sebelum seseorang bisa beriman & bertaqwa karena keikhlasan, setiap orang pada awalnya pasti/tentu beriman & bertaqwa karena rasa takut (neraka) atau mengharap imbalan (surga)!

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Oct 27, 2011 12:17 pm
by Dreamsavior
MahaPengasih ---> bentuk kasih Tuhan yang paling hakiki : memberikan kebahagian terbesar yang bisa dirasakan kpd manusia ---> apa itu? yaitu kebahagian dalam memberi(berkorban) dengan ikhlas ---> bagaimana cara yang efektif dalam mengajarkan kebahagian (yg tidak bisa diukur dg logika) semacam itu? apakah dengan penalaran? ---> jawabannya adalah dengan cara dibiasakan(dipraktekkan)! dibiasakan dg cara bagaimana? salah satunya, ya dengan ancaman!


Bung .... Mana ada di alam semesta ini yang namanya ancaman itu pengasih?? Apalagi ini menyangkut ancaman siksaan kekal di neraka ... ini bukan lelucon!!

Ketika Paiman menyukai Siti Maimunah yang seksi dan bahenol, ia mengajaknya kawin dengan cara mengancamnya! ... apakah itu pengasih??

Pak Parto mendidik anaknya dengan cara mengancam untuk memasukkan tangan anaknya ke dalam wajan berisi minyak goreng panas kalau anaknya bandel!!.... apakah itu pengasih??

Terlebih lagi, apakah menurutmu Allah suka dengan bentuk ibadat seseorang yang taat hanya karena teror dan ancaman yang dia berikan?

Apakah anda juga akan mengancam pacar anda untuk mau menikah dengan anda?? Apakah anda senang dengan hubungan semacam itu?? terlebih lagi ... apakah itu pengasih???


inilah ya saya maksud dengan, mengapa ancaman neraka memang diperlukan! ya karena itu tadi, sebelum seseorang bisa beriman & bertaqwa karena keikhlasan, setiap orang pada awalnya pasti/tentu beriman & bertaqwa karena rasa takut (neraka) atau mengharap imbalan (surga)!


Bung CP ... aku jadi merasa sedih membaca komentarmu, Serius! ..... anda baru saja menyampaikan tingkatan paling menyedihkan dari hubungan interaksi dua pihak.... dan mengklaimnya sebagai bentuk "Kasih Allah yang MAHA LUHUR".

Mana yang dipilih seorang bapak? ... anak yang taat karena ancaman, atau anak yang taat karena anak tersebut mengasihi bapaknya?
Mana yang dipilih seorang suami? ... istri yang tunduk karena ancaman, atau istri yang tunduk karena ia mencintai suaminya??
Mana yang dipilih dari seorang sahabat? ... sahabat yang setia karena ancaman yang anda lakukan dan karena anda akan selalu mentraktirnya, atau sahabat yang setia karena ia mengasihi anda?
Mana yang dipilih dari seorang karyawan? ... karyawan yang loyal karena ancaman dan gaji yang anda berikan, atau karyawan yang loyal karena mereka mengasihi anda dan perusahaan anda??

Sekarang renungkanlah ini :

Mana yang dipilih dari seorang Allah yang Maha Pengasih?? ... Ketaatan umatnya karena ancaman, teror dan iming-iming 72 bidadari surga, atau ketaatan umatnya karena kasih mereka kepada Allah???

Renungkan juga ini.....

Apakah menurutmu, seorang anak akan benar-benar bisa mengasihi bapaknya yang selalu mengancamnya dengan hukuman yang brutal?
Apakah menurutmu, seorang istri akan benar-benar bisa merespek suaminya dengan tulus, bila suaminya selalu mencatat kesalahannya dan mengancamnya dengan tamparan dan kekerasan??
Apakah menurutmu, seorang sahabat akan benar-benar setia dimasa susah apabila anda selalu mengancamnya apabila dia tidak mengikuti kemauan anda??
Apakah menurutmu, seorang karyawan akan benar-benar loyal kepada perusahaan apabila anda selalu mengancam akan memotong gaji dan memecatnya??

Apakah menurutmu, seorang umat Allah akan benar-benar memiliki kasih yang dalam dan tidak mementingkan diri terhadap Allah yang selalu menebarkan teror, dendam dan pamer kekuasaan??


Apakah Allah memang benar-benar menginginkan umatnya setia terhadap Allah karena ancaman dan terror??

Alkitab mengajarkan hal yang justru sebaliknya .... Allah menginginkan ibadat umatnya bukan karena terpaksa, namun karena didorong oleh rasa kasih. "Edisi Revisi" rupanya tidak lebih unggul dalam hal fundamental seperti ini.... :lol:

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Oct 27, 2011 1:36 pm
by Captain Pancasila
Dreamsavior wrote:Bung .... Mana ada di alam semesta ini yang namanya ancaman itu pengasih?? Apalagi ini menyangkut ancaman siksaan kekal di neraka ... ini bukan lelucon!!

Ketika Paiman menyukai Siti Maimunah yang seksi dan bahenol, ia mengajaknya kawin dengan cara mengancamnya! ... apakah itu pengasih??

Pak Parto mendidik anaknya dengan cara mengancam untuk memasukkan tangan anaknya ke dalam wajan berisi minyak goreng panas kalau anaknya bandel!!.... apakah itu pengasih??

Terlebih lagi, apakah menurutmu Allah suka dengan bentuk ibadat seseorang yang taat hanya karena teror dan ancaman yang dia berikan?

Apakah anda juga akan mengancam pacar anda untuk mau menikah dengan anda?? Apakah anda senang dengan hubungan semacam itu?? terlebih lagi ... apakah itu pengasih???

menurut anda, apakah :
MahaPengasih ---> bentuk kasih Tuhan yang paling hakiki : memberikan kebahagian terbesar yang bisa dirasakan kpd manusia ---> apa itu? yaitu kebahagian dalam memberi(berkorban) dengan ikhlas ---> bagaimana cara yang efektif dalam mengajarkan kebahagian (yg tidak bisa diukur dg logika) semacam itu? apakah dengan penalaran? ---> jawabannya adalah dengan cara dibiasakan(dipraktekkan)! dibiasakan dg cara bagaimana? salah satunya, ya dengan ancaman!

bisa diajarkan secara logika? jujur saja, saya tidak tahu cara lain untuk mengajarkannya, selain dengan cara "praktekkin (scr berkesinambungan) dulu, baru nanti pemahaman akan menyusul dengan sendirinya"! jadi (menurut saya) untuk bisa paham, memang pada awalnya harus dipaksa dulu (untuk praktek)!
Bung CP ... aku jadi merasa sedih membaca komentarmu, Serius! ..... anda baru saja menyampaikan tingkatan paling menyedihkan dari hubungan interaksi dua pihak.... dan mengklaimnya sebagai bentuk "Kasih Allah yang MAHA LUHUR".

Mana yang dipilih seorang bapak? ... anak yang taat karena ancaman, atau anak yang taat karena anak tersebut mengasihi bapaknya?
Mana yang dipilih seorang suami? ... istri yang tunduk karena ancaman, atau istri yang tunduk karena ia mencintai suaminya??
Mana yang dipilih dari seorang sahabat? ... sahabat yang setia karena ancaman yang anda lakukan dan karena anda akan selalu mentraktirnya, atau sahabat yang setia karena ia mengasihi anda?
Mana yang dipilih dari seorang karyawan? ... karyawan yang loyal karena ancaman dan gaji yang anda berikan, atau karyawan yang loyal karena mereka mengasihi anda dan perusahaan anda??

Sekarang renungkanlah ini :

Mana yang dipilih dari seorang Allah yang Maha Pengasih?? ... Ketaatan umatnya karena ancaman, teror dan iming-iming 72 bidadari surga, atau ketaatan umatnya karena kasih mereka kepada Allah???

Renungkan juga ini.....

Apakah menurutmu, seorang anak akan benar-benar bisa mengasihi bapaknya yang selalu mengancamnya dengan hukuman yang brutal?
Apakah menurutmu, seorang istri akan benar-benar bisa merespek suaminya dengan tulus, bila suaminya selalu mencatat kesalahannya dan mengancamnya dengan tamparan dan kekerasan??
Apakah menurutmu, seorang sahabat akan benar-benar setia dimasa susah apabila anda selalu mengancamnya apabila dia tidak mengikuti kemauan anda??
Apakah menurutmu, seorang karyawan akan benar-benar loyal kepada perusahaan apabila anda selalu mengancam akan memotong gaji dan memecatnya??

Apakah menurutmu, seorang umat Allah akan benar-benar memiliki kasih yang dalam dan tidak mementingkan diri terhadap Allah yang selalu menebarkan teror, dendam dan pamer kekuasaan??


Apakah Allah memang benar-benar menginginkan umatnya setia terhadap Allah karena ancaman dan terror??

Alkitab mengajarkan hal yang justru sebaliknya .... Allah menginginkan ibadat umatnya bukan karena terpaksa, namun karena didorong oleh rasa kasih. "Edisi Revisi" rupanya tidak lebih unggul dalam hal fundamental seperti ini.... :lol:

sekarang saya tanya, apakah sudah sejak awal (dalam beriman menurut keyakinan anda), anda (mak bedunduk) langsung bisa beriman & bertaqwa kepada Tuhan, dengan/secara ikhlas/sukarela(didorong oleh rasa kasih), tanpa melalui proses "beriman karena takut atau karena mengharap imbalan"? jika anda langsung bisa seperti itu, bagaimana dengan saudara2 seiman anda, apakah seperti anda juga?

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Oct 27, 2011 11:51 pm
by iamthewarlord
si CP semenjak main di FFI pendapatnya tambah hari tambah ngaco dan melenceng dari islam.
Serta pake "kemungkinan-kemungkinan" pikiran sendiri dan tebak2 buah manggis.

Lama2 si CP ini kepalanya dipenggal oleh engkong PP.

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Fri Oct 28, 2011 1:14 am
by MaNuSiA_bLeGuG
iamthewarlord wrote:si CP semenjak main di FFI pendapatnya tambah hari tambah ngaco dan melenceng dari islam.
Serta pake "kemungkinan-kemungkinan" pikiran sendiri dan tebak2 buah manggis.

Lama2 si CP ini kepalanya dipenggal oleh engkong PP.


tar kalo terpojok, ngelesnya : " kan ini cuma pendapat ane.."

cape deeee.... :lol:

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 31, 2011 3:03 pm
by Dreamsavior
sekarang saya tanya, apakah sudah sejak awal (dalam beriman menurut keyakinan anda), anda (mak bedunduk) langsung bisa beriman & bertaqwa kepada Tuhan, dengan/secara ikhlas/sukarela(didorong oleh rasa kasih), tanpa melalui proses "beriman karena takut atau karena mengharap imbalan"? jika anda langsung bisa seperti itu, bagaimana dengan saudara2 seiman anda, apakah seperti anda juga?


Hahahaha ... itulah bedanya ajaran anda dengan ajaran Alkitab.
Kami mencintai Allah karena kami mendapatkan kebenaran dan pengetahuan yang saksama tentang Allah melalui Alkitab (bukan karena sugesti dan terror, atau iming2 surga). Semakin banyak pengetahuan yang didapatkan tentang Allah, semakin kuat kasih yang dirasakan tentang Allah.

Sekadar informasi. Salah satu kebenaran Alkitab yang membuat seseorang dapat mencintai Allah adalah karena tidak seperti yang diajarkan para pemimpin agama, di dalam Alkitab Allah tidak menyiksa umatnya dalam suatu tempat siksaan.

Dapatkah anda melihat perbedaan mentalitas yang dibentuk Alkitab dg yang tidak??

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 31, 2011 6:44 pm
by Captain Pancasila
Dreamsavior wrote:Hahahaha ... itulah bedanya ajaran anda dengan ajaran Alkitab.
Kami mencintai Allah karena kami mendapatkan kebenaran dan pengetahuan yang saksama tentang Allah melalui Alkitab (bukan karena sugesti dan terror, atau iming2 surga). Semakin banyak pengetahuan yang didapatkan tentang Allah, semakin kuat kasih yang dirasakan tentang Allah.

Sekadar informasi. Salah satu kebenaran Alkitab yang membuat seseorang dapat mencintai Allah adalah karena tidak seperti yang diajarkan para pemimpin agama, di dalam Alkitab Allah tidak menyiksa umatnya dalam suatu tempat siksaan.

Dapatkah anda melihat perbedaan mentalitas yang dibentuk Alkitab dg yang tidak??

oh, jadi "kebinasaan abadi" tu bukan ancaman?

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 31, 2011 7:00 pm
by MaNuSiA_bLeGuG
surga neraka belum tentu tempat ?

QS. Al-A'raf : 50 wrote:Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir


hmmm.. ada penghuni neraka, ada penghuni surga. klo bukan tempat, lalu apa yg di huni ? :lol: :lol: :lol:

lebih baik ente ralat aja dulu tuh quran, sebelum bikin teori nyeleneh yg aneh2.

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 31, 2011 7:55 pm
by Captain Pancasila
MaNuSiA_bLeGuG wrote:hmmm.. ada penghuni neraka, ada penghuni surga. klo bukan tempat, lalu apa yg di huni ? :lol: :lol: :lol:

lebih baik ente ralat aja dulu tuh quran, sebelum bikin teori nyeleneh yg aneh2.

kemungkinan : satu tempat/alam yang sama, hanya bedanya di tempat/alam itu ada yang mengalami "kondisi surga" & ada juga yang mengalami "kondisi neraka" (bagi penghuni surga alam tsb adalah surga, sedangkan bagi penghuni neraka alam tsb adalah neraka)!

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Mon Oct 31, 2011 8:19 pm
by MaNuSiA_bLeGuG
MaNuSiA_bLeGuG wrote:hmmm.. ada penghuni neraka, ada penghuni surga. klo bukan tempat, lalu apa yg di huni ? :lol: :lol: :lol:

lebih baik ente ralat aja dulu tuh quran, sebelum bikin teori nyeleneh yg aneh2.


Captain Pancasila wrote:kemungkinan : satu tempat/alam yang sama, hanya bedanya di tempat/alam itu ada yang mengalami "kondisi surga" & ada juga yang mengalami "kondisi neraka" (bagi penghuni surga alam tsb adalah surga, sedangkan bagi penghuni neraka alam tsb adalah neraka)!


ckckck..kapteeeeeeeeeen kapten,

judul : Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

teori si kapten : satu tempat/alam yang sama, hanya bedanya di tempat/alam itu ada yang mengalami "kondisi surga"...bla..bla...bla....

elu emg kontradiktif bgt, macam kitab lu si quran :lol:

sebenernua gw ngerti mksd lu (ttg kondisi psikologis), tapi quran telah berkata bhw ada penghuni sorga, ada penghuni neraka. tentunya klo ada penghuni tentu ada hunian (tempat). artinya, teori lu gugur. :green:

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Tue Dec 27, 2011 2:11 am
by omega phoenix
Gampang saja sih...

Surga Islam/Muslimin = Neraka bagi Muslimah....


yang orgy/bahagia laki2nya, yang merana hatinya sang istrinya .....

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Tue Dec 27, 2011 11:19 am
by Dreamsavior
CP wrote:oh, jadi "kebinasaan abadi" tu bukan ancaman?

Sekali lagi inilah yang membedakan ajaran Anda dengan ajaran Alkitab. \:D/

Alkitab secara sederhana mengajarkan bahwa "Kehidupan adalah karunia yang pengasih dari Allah".
Jaman sekarang ini, kebanyakan umat manusia pada akhirnya akan mati. Namun karena kasih Allah, mereka yang mati akan dihidupkan kembali, di bumi yang kondisinya jauh lebih baik dari sekarang. Namun, bagaimana bagi mereka yang mempraktekkan pelanggaran hukum? Sederhana, mereka akan dibiarkan mati, Allah tidak menilai mereka layak untuk dihidupkan kembali.... jadi, bagi mereka ... "kebinasaan abadi".

Konsep "Kehidupan adalah karunia yang pengasih dari Allah" tidak akan sepenuhnya anda pahami.... karena anda mempercayai 3 dogma ini:
1. Neraka
2. Takdir.
3. Bumi adalah ladang pengujian iman.
Meskipun anda mungkin ngotot mengatakan bahwa menurut ajaran anda kehidupan adalah karunia yang pengasih dari Allah, doktrin anda menyangkalnya dengan hebat! Bayangkan, di dalam Neraka awloh menggunakan kesanggupannya untuk membangkitkan orang mati sebagai sarana untuk memperpanjang penderitaan manusia ... yang memungkinkan seseorang mengalami siksaan berkepanjangan tanpa akhir.

Tentu, ajaran siksaan neraka sangat berbeda dengan "kebinasaan abadi" yang diajarkan Alkitab. Melalui doktrin Neraka, awloh dengan sengaja bertindak pro aktif menyiksa umatnya secara biadab.

Sebagai ilustrasi.

Kasus pertama :

Seorang kontraktor bangunan yang mendapati salah satu kulinya tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Kuli ini malah tidur-tiduran, ngopi di warung, sambil nonton TV sementara kuli yang lainnya sedang bekerja giat untuk mengecor pondasi rumah. Tidak berhenti di sana, kuli yang nakal ini malah membujuk kuli lainnya untuk ikut-ikutan tidur-tiduran di warung Mpok Inem di sebrang jalan. Maka, adalah hal yang wajar kalau di sore harinya sang Kontraktor tidak memberikan bayaran untuk si kuli ini yang memang seharian tidak melakukan kewajibannya.

Apakah tindakan sang kontraktor untuk tidak memberikan upah bagi si kuli yang memang tidak melakukan kewajibannya terdengar sebagai suatu ancaman? Bagi kebanyakan orang, normally speaking ini bukan ancaman ... ini suatu common sense.... hal yang wajar. Adalah wajar bagi seseorang yang tidak melakukan kewajibannya untuk tidak diberi haknya.

Atau bahkan bagi orang yang memang berpikir itu suatu ancaman, ini masih terdengar masuk akal ketimbang kasus lainnya sebagai berikut :

Kasus kedua :
Seorang kontraktor bangunan yang mendapati salah satu kulinya tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Kuli ini malah tidur-tiduran, ngopi di warung, sambil nonton TV sementara kuli yang lainnya sedang bekerja giat untuk mengecor pondasi rumah. Tidak berhenti di sana, kuli yang nakal ini malah membujuk kuli lainnya untuk ikut-ikutan tidur-tiduran di warung Mpok Inem di sebrang jalan. Maka sang kontraktor bukan hanya tidak memberinya gaji ... karena amarah yang sengit, sang Kontraktor menghajar si kuli tadi, membenamkan wajahnya pada cairan gamping yang mendidih hingga wajahnya melepuh, lalu mencungkil matanya memastikan ia tidak bisa menonton TV lagi seumur hidupnya.

Siapapun kontraktor pada kasus ke dua ini, pastilah ia orang yang gila, psikopat dan tidak waras. Ia bertindak eksesif pada suatu hal yang tidak sepatutnya. Ini baru ancaman dan teror sesungguhnya bagi siapapun yang bekerja bagi sang kontraktor edan tersebut.

Untungnya cerita di atas hanyalah fiktif belaka, tenang saja ... tidak benar-benar ada kontraktor gila yang mencungkil mata pekerjanya. ... tapi, Hey ... kebanyakan orang berpikir bahwa Allah yang Maha Pengasih bertindak seperti sang kontraktor edan seperti kasus kedua yang saya ceritakan. Dan celakanya lagi, kebanyakan muslim menjadikan teror Neraka ini menjadi doktrin fundamental yang dikemas dengan gula dan madu.

Re: Surga & Neraka Belum Tentu "Tempat"

PostPosted: Thu Jan 12, 2012 10:33 am
by keeamad
Wah ini merujuk pada teori relativitas einstein,
5 menit itu belum tentu 5 menit .....

Untuk orang yang sakit gigi, 5 menit terasa berjam-jam sakitnya ....

Tapi untuk orang yang sedang dimabuk cinta,
ketemu pacar 5 menit rasanya cuma sekian detik saja ......