.

Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Ttg surga, neraka, hari kiamat, bidadari, 72 perawan, houri.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Thu Nov 26, 2009 9:06 pm

Akukomkamu wrote:Gw menulis tentang "KASIH" dimana itu suatu hasil karya Paulus yg secara universal bisa dipahami oleh semua orang dan semua penganut agama , mungkin cuman di islam aja "KASIH" tak dikenalnya dan tak diketahuinya yg tahu cuman kasih dalam esex2 aja...hehehe... ](*,) dah ngerti???

Semboyan islam : Iman , jihad , esek2 disurga.


Peace... :heart:


nalika:
KASIH yang gak sampai .. :lol:

KASIH yang gak sampai islam... :lol:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Kafiru euy » Fri Nov 27, 2009 2:52 am

Kalau untuk yang ini, anda harus bertanya pada orangnya, jangan pada saya.

Waduhh lepas tangan nih,… wakili sy dong nalika –yg masih Muslim*-, Ibarat di dlm suatu pengadilan saya menuduh dan kamu sebagai tertuduh berhak melakukan Sanggahan/bantahan untuk mematahkan tuduhan saya,
Masa sy yg menuduh,… sy pula yg harus bersusah payah melakukan pembelaan. Ini tidak logis kawan. #-o .... [-X

Ingat setiap perkataan dan perbuatan seseorang selalu ada yg mendasarinya entah itu berupa motif maupun
subjektivitas pribadi –pemahaman yg diperoleh dr Dogma/doktrin agama*- yg nantinya akan ia pakai utk ‘Mengukur, Menilai dan akhirnya Memvonis’ pandangan hidup orang lain (dlm hal ini agama*).

Kamu harus Tahu baru bisa Memahami persepsi netral –sbg sudut pandang- dari Agama

A BELIEF is a lever that, once pulled, moves almost everything else in a person's life. Are you a scientist? A liberal? A racist?
These are merely species of belief in action. Your beliefs define your vision of the world;
they dictate your behavior; they determine your emotional responses to other human beings.

dan

Agama sebagai reperesentasi dari ‘DUNIA’ yang ingin dilihat dan diwujudkan. maka pertanyaannya,......
Dunia seperti apakah yg ingin dilihat dan dicapai oleh umat Muslim sesungguhnya ?!?!


Coba kamu bandingkan sendiri dgn ajaran agama lain,... tp syaratnya satu hrs bisa dan mau untuk ‘Melepas Kaca Mata lama’
demi mendapatkan pemahaman yg proporsional dan menyeluruh –holistik-

Sekali lagi saya merasakan ada Sesuatu yg ‘Jahat’ dlm agama ini,
silahkan lihat kemudian nilai dengan hati nuranimu.


“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yang kubawa. Bila mereka melakukan itu maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Adapun perhitungannya diserahkan kepada Allah.”
(Shahih, HR. Muslim, Kitabul Iman Bab Al-Amru bi Qitalin Nas Hatta.)

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ [النحل: 36]
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu".

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ [الشورى: 21]
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (البقرة:22)
karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.


عن أبي هريرة، رضي الله عنه، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "قال الله: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، ومن عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشِرْكه".
) رواه مسلم (
Artinya : Dari Abu Hurairoh rodhiyyallohu ‘anhu berkata saya mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi was salam bersabda : “ Alloh berfirman : ‘Aku tidak butuh sekutu dari kemusyrikan , barangsiapa beramal sebuah amalan yang didalam menyekutukan Aku dengan selainKu maka Aku tinggalkan dia dan apa yang disekutukannya itu .”
( HR Imam Muslim )

"Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam bisa tegak tanpa tetesan darah yang tertumpah dan tubuh yang terkoyak, mereka itu orang-orang yang bingung dan tidak mengetahui hakikat dan tabi'at dien ini. Ketahuilah, sesungguhnya hidupmu adalah jihad, kemuliaanmu ada pada jihad, dan eksistensimu terikat erat dengan jihad!!" (DR. Abdullah Azzam).


Ouchhh Shock Kabeh daku


Dan beberapa motif yg bs digunakan untuk ‘Memukul Agama Buddha n Hindu’

"Lonceng adalah nyanyian setan." (HR. Muslim)

Hadith Qudsi 19:5:
The Prophet said that Allah commanded him to destroy all the musical instruments, idols, crosses and all the trappings of ignorance.
bhs. Indonesia:
Sang Nabi berkata bahwa Allah memerintahkannya untuk menghancurkan segala instrumen musik, berhala2, salib2, dan semua hal2 jahiliyah.


Muhammad also said:
(1) “Allah Mighty and Majestic sent me as a guidance and mercy to believers and commanded me to do away with musical instruments, flutes, strings, crucifixes, and the affair of the pre-Islamic period of ignorance.”
bhs Indonesia:
Allah yang Maha Kuasa dan Agung mengirimku sebagai petunjuk dan pengampuan bagi Muslim dan memerintahku untuk menyingkirkan alat2 musik, suling, gitar, salib, dan semua yang berhubungan dengan masa jahiliyah sebelum Islam."

Jadi saya meyakini bahwa semua Nabi itu seorang Muslim, meskipun setelah mereka ajaran yang dibawanya mengalami pengorganisasian dan disebut dengan nama yang berbeda.

Utk yg satu ini tidak akan sy perpanjang lagi.....

Dan tidak ada bedanya dengan umat agama yang lain selama agama mereka memang berasal dari wahyu.

Maksudmu hanya utk Agama yg mempunyai Kitab Suci ?!?!,…. dan
Akan diadili oleh Hakim yg sama –nabi yg membawa risalahnya*- dan diukur melalui Kitab Sucinya msg”,…. yg nantinya akan digunakan sbg ‘INDIKATOR’ dlm menentukan Surga atw Neraka.
Sebagai gambaran,… Klik tuhan-t35145/page20.html

DAN dr berbagai kutipan ayatmu itu kontradiksi dong dgn

Skenario Pertama sy “orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :”

“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu

dan Beberapa ayat yg sy Kutip Ttg ‘Menyamakan Kafir dgn Binatang dan Org Cacat’


Kekerasan itu sudah jadi bagian dari sejarah agama dan tidak semuanya dimaksudkan untuk tujuan yang buruk

Buruk…. dan sangat buruk apabila dlm upayanya Menegakkan Agama harus Menyakiti Agama org lain. –lihat argument Sutta yg dibakar-

Coba kamu bandingkan dgn konsep Buddha yg menggenapi Hindu,….adakah kekerasan yg menimbulkan korban jiwa dan kerusakan” yg tidak perlu ?
(dlm konteks MenSahkan Konsep Ajaran agama tersebut*)

Nabi Muhammad hanya mengembalikan fungsi Ka'bah ke tujuannya semula.

Dalam arti yg Harifiah “Tunggal”/ ”Satu”, dan hanya menyisakan satu buah. Tapi tetap saja yang satu buah itu masih termasuk dlm kategori “Berhala”.

Dan berbicara tentang umat Budha, saya kira sejarah Asia cukup jadi bukti untuk itu. Bukankah bangsa Mongol juga beragama Budha ?


Nalika kamu membuat berbagai kesalahan tu quo que dalam postinganmu.
Andaikata kaum Mongol dan Kaum apapun berbuat hal yg sama,
Lantas apakah hal ini bisa membenarkan kebarbaran Islam dan semua hal yang dilakukan oleh saudara Muslimmu ?. :( ... :(

Tampaknya Kamu (dan Muslim lainnya*) pun berpikir bahwa saat ini Islam sedang bersaing dengan agama² lain dan jika umat agama lain berbuat jahat, maka ini dapat serta merta membenarkan kejahatan yang Muslim lakukan. ?!?!
Huu..hu What a shock
Refresh lihat postinganmu di sini Wed Nov 11, 2009 5:17 pm

Apapun yg diperbuat oleh bangsa Mongol (pd waktu itu*) yg kebetulan beragama Buddha,…

Bisa sy pastikan itu semua dilakukan tidak didasari oleh doktrin/ajaran yg ada di dalam agama mereka, bahkan Buddha pun sangat melarang pembunuhan Makhluk Hidup. Lihat ‘Pancasila Buddhis’ dan dengan pancasila itu mereka ‘hidup’ dlm lingkup ajaran Buddha
Dan bagi kaum Buddha yg melanggar ‘Pancasila’ itu,… mereka pun otomatis keluar dari ajaran Buddha.



Tapi MENGAKUI itu tidak sama dengan MENERIMA, sebab penerimaan itu berkaitan langsung dengan keimanan. Saya kira tidak akan ada seorang pun yang mau menerima agama yang campur aduk, sebab itu malah merusak eksistensi dan kemandirian masing-masing agama.

Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika "truth claim" yang menyertai dikotomi ini.
Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan,
yang tentu saja lebih mulia, lebih benar, dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan
hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.

Pandangan "supremasis" ini membawa serta sikap "triumpalis", yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun.
Di masa lalu "cara apapun" itu berarti kekerasan, perang, penaklukan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.

Dan,…
Yg saya maksudkan disini lebih kepada menerima sebagai bagian dr KEBENARAN yg Sejati
(Sama” berasal dari Tuhan*), manusia pun pada suatu saat (umur tertentu*) bebas utk memilih Agama manapun yg sesuai dengan logika dan hati nuraninya masing-masing.Tanpa harus dibayang-bayangi oleh rasa takut.

dan sekali lagi konsep ini tidak diakui oleh Islam,
Islam bebas utk mendakwahkan agamanya dan “Senang” melihat adanya Muallaf yg datang.
Tapi Islam tidak berkenan melihat agama lain melakukan hal yg sama,
ingat konsekuensi bagi seorang murtadin.

Hadis Sahih Bukhari, volume 9, nomer 37
Dikisahkan oleh Abu Qilaba:
Suatu saat Umar bin Abdul Aziz duduk di kursi kebesarannya di halaman rumahnya sehingga orang2 bisa mengelilinginya … Dia berkata, “Demi Allah, rasul Allah tidak pernah membunuh siapapun kecuali orang itu melakukan tiga hal ini:
1. Orang yang membunuh orang lain secara tak adil, dibunuh (dalam Qisa)
2. Orang yang telah menikah melakukan hubungan seks ilegal (berzina)
3. Orang yang melawan Allah dan RasulNya dan meninggalkan Islam dan jadi murtad

Kan konsepnya bisa lebih sederhana,"Anda pada Jalan yang anda tempuh dan saya ada pada Jalan yang saya tempuh".


Saya sangat setuju dengan pemikiranmu,… silahkan Islam hidup dgn urusan ‘Dapurnya’ sendiri dan
jgn pula memaksakan nilai” agamanya kepada org lain di luar Golongannya. Niscaya semua situs Anti Islam akan tutup dengan sendirinya dan
Islam pun msh tetap eksis dan bahkan bs keluar sbg ‘Pemenang’ diatas semua agama.

Kenapa, kan anda dan saya sedang mengomentari postingan seorang kristen yang ikut nimbrung dalam diskusi kita.

Itu khan anda nalika, jgn bawa” sy dong =; ,... [-X
Sy hanya mengomentari pertanyaan yg sesuai dgn judul trit ini dan Sy sama sekali tidak tertarik membahas agama Kristen disini –Karena bukan tempatnya-


Semua agama kenyataannya tetap bertahan dan eksis sampai sekarang. Tidak ada satu pun agama yang betul-betul lenyap dari muka bumi.

Memang tidak ada agama yg musnah (hal ini pun msh bs dikaji lg melalui literature sejarah*)
Tp peradaban yg musnah ada dan ingat Agama itu adalah bagian dr peradaban dan budaya.

Satu contoh kasus ‘Agama local Persia Zoroaster’
Lihat lagi argument di Post sy sebelumnya
Sejarah berulangkali mencatat kejadian demi kejadian dan Islam termasuk memiliki Track Record yg buruk.


Sebagian besar penyebaran Islam, tidak dapat dipungkiri didahului oleh penaklukan militer bangsa nomadic Arab.
Dalam 1 abad sejak kemunculannya, bangsa nomadic Arab telah menaklukkan daerah yang begitu luas dari Punjab,
Pakistan sampai dengan Andalusia Spanyol.

Hanya penaklukkan bangsa nomadic Mongol yang bisa mengunggulinya. Namun penaklukkan bangsa Mongol murni bersifat sekuler, sedangkan penaklukkan bangsa Arab diikuti oleh proses islamisasi baik secara halus maupun kasar.

Agama diluar Islam selain Kristen dan Judaisme dilarang dan dimusnahkan.
Agama Zoroaster musnah dari bumi Persia, dan agama Budha lenyap dari Afghanistan.
Sungguhpun agama Kristen dan Judaisme tidak dimusnahkan tetapi kegiatan mereka dibatasi, dan sesekali mengalami penghambatan.


Mereka juga diperlukan sebagai dhimmi, warga negara kelas dua, sehingga tidak memungkinkan mereka berkembang secara wajar.

Sesudah ditaklukkan Arab di abad ke-7 M, sebagian besar penduduk Persia lambat laun memeluk agama Islam (dalam beberapa hal dengan kekerasan, walau pada prinsipnya kaum Muslimin punya sikap toleran kepada agama lain)

Agama Hindu, dan Budha hampir tidak pernah disebarkan dengan kekerasan.
Agama Hindu tersebar karena peradabannya yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang masih memeluk agama animis seperti misalnya Indonesia pada zaman Majapahit. Umumnya seorang raja yang tertarik pada agama tersebut, baru kemudian rakyatnya mengikuti.

Agama Budha juga mengikuti cara penyebaran serupa, tetapi ditambah dengan missionaris para rahibnya. Raja Asoka memeluk agama Budha. Tetapi rahib-rahib Budha menyebarkan agama tersebut ke China, dan Jepang. Belakangan agama Budha juga dianut oleh Srilanka, dan negara- negara Indochina. Selama proses konversi dari agama Hindu ke Budha di luar India (misalnya Srilanka), dan proses konversi dari Budha ke Hindu di India (setelah zaman Asoka) tidak pernah tercatat adanya penggunaan kekerasan. Sekalipun sekte-sekte dalam agama Hindu danBuddha jumlahnya cukup banyak, tetapi mereka jarang sekali saling menyerang.


Sekedar referensi,... saya persilahkan ke post547317.html#p547317 untuk melihat curahan hati dan penilaian jujur dr umat Buddha yg ditujukan kpd Islam.

Bersamaaan dgn ini pula, sy mohon diri dari trit ini karena semua pemahaman dan keraguan dlm menerima Kebenaran Islam sudah sy ungkapkan
secara TEPAT dan JELAS –setidaknya menurut saya-


Salam,
Mr Kafiru
Kafiru euy
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Fri Nov 27, 2009 5:35 am

Pemaparan sdr Kafiru euy sangat bagus sekali dengan ini saya mohon dr sdr Modertor untuk thread ini di lock aja...
Dan kesimpulan dr thread ini "Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?"

YA...karena KAFIR!!!! :stun:

Peace... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby intanberlian » Fri Nov 27, 2009 10:24 am

Akukomkamu wrote:Pemaparan sdr Kafiru euy sangat bagus sekali dengan ini saya mohon dr sdr Modertor untuk thread ini di lock aja...
Dan kesimpulan dr thread ini "Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?"

YA...karena KAFIR!!!! :stun:

Peace... :heart:


The Agnostic:

Ngapain di-lock?

Topik ini nggak minta makan, nggak minta dimandiin, nggak melorotin duit, kok di-lock seh?[/quote]

Ya,benar saya setuju dengan Agnos... mengapa harus di lock akukomkamu??? Thread ini bisa memberikan pencerahan pada muslim bahwa islam itu sangat fasis , narsis dan arogan.

Buat Agnos...apa kabar? met kenal ya...
intanberlian
 
Posts: 133
Joined: Mon Sep 21, 2009 7:50 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Fri Nov 27, 2009 8:28 pm

Kafiru euy wrote:Waduhh lepas tangan nih,… wakili sy dong nalika –yg masih Muslim*-, Ibarat di dlm suatu pengadilan saya menuduh dan kamu sebagai tertuduh berhak melakukan Sanggahan/bantahan untuk mematahkan tuduhan saya,
Masa sy yg menuduh,… sy pula yg harus bersusah payah melakukan pembelaan. Ini tidak logis kawan. #-o .... [-X


Rupanya anda lupa satu hal bahwa Islam itu terdiri dari banyak aliran dan madzhab yang masing-masing memiliki logika berfikirnya sendiri.
Bahkan saya sendiri kadang-kadang tidak bisa memahami cara berfikir seorang muslim pengikut ajaran wahaby kok. :lol: :lol: :lol:

Ingat setiap perkataan dan perbuatan seseorang selalu ada yg mendasarinya entah itu berupa motif maupun subjektivitas pribadi –pemahaman yg diperoleh dr Dogma/doktrin agama*- yg nantinya akan ia pakai utk ‘Mengukur, Menilai dan akhirnya Memvonis’ pandangan hidup orang lain (dlm hal ini agama*).

Kamu harus Tahu baru bisa Memahami persepsi netral –sbg sudut pandang- dari Agama
A BELIEF is a lever that, once pulled, moves almost everything else in a person's life. Are you a scientist? A liberal? A racist?
These are merely species of belief in action. Your beliefs define your vision of the world;
they dictate your behavior; they determine your emotional responses to other human beings.

Tentu saja setiap tindakan manusia yang dilakukan dalam keadaan sadar dan tidak dipaksa selalu ada motivasi yang mendasarinya. Jadi anda harus tanya sama pelakunya, bukan pada orang lain. Itulah cara berfikir seorang yang netral dan bersikap sportif.

Agama sebagai reperesentasi dari ‘DUNIA’ yang ingin dilihat dan diwujudkan. maka pertanyaannya,......
Dunia seperti apakah yg ingin dilihat dan dicapai oleh umat Muslim sesungguhnya ?!?!


Kalau anda bertanya kepada seorang muslim tentang pandangan dunia mereka, anda akan menemukan banyak perbedaan dari satu muslim dengan muslim yang lain. Dan itu sangat dipengaruhi oleh Waktu, Tempat, Orang dan situasi yang sedang mereka hadapi.
Yang paling bagus itu mencari tahu sendiri tentang gagasan dasar ajaran islam langsung dari Al Quran. Silahkan pelajari sendiri Al quran dan temukan apa yang sedang anda cari. Pendapat orang lain hanya bisa dijadikan opini kedua, sekalipun itu pendapat seorang muslim.

Coba kamu bandingkan sendiri dgn ajaran agama lain,... tp syaratnya satu hrs bisa dan mau untuk ‘Melepas Kaca Mata lama’
demi mendapatkan pemahaman yg proporsional dan menyeluruh –holistik-


Anda seperti mencoba mengajari seekor itik caranya berenang … :lol: ada-ada saja. Saya itu sudah menghabiskan waktu 25 tahun untuk belajar agama, dan bukan hanya satu dua agama.


Sekali lagi saya merasakan ada Sesuatu yg ‘Jahat’ dlm agama ini,
silahkan lihat kemudian nilai dengan hati nuranimu.


Anda hanya akan melihat apa yang ingin anda lihat. No more no less.

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yang kubawa. Bila mereka melakukan itu maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Adapun perhitungannya diserahkan kepada Allah.”
(Shahih, HR. Muslim, Kitabul Iman Bab Al-Amru bi Qitalin Nas Hatta.)


Terjemahan anda salah dan anda pun memahaminya dengan cara yang sangat sempit sekedar untuk memastikan bahwa persepsi anda bahwa ajaran islam itu keliru. Tidak ada yang bisa diajarkan pada orang yang masih terperangkap di dalam prasangka yang dibentuk oleh dirinya sendiri.
Yang anda cari itu bukan pengetahuan, tapi sekedar ingin melanjutkan keyakinan dan berharap untuk memperoleh persetujuan.
Anda boleh tetap hidup dalam persepsi ini kalau anda memang ingin bersikeras untuk seperti itu.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)


Kewajiban seorang muslim itu ta’at pada Nabi Muhammad, dan itu konsekwensi yang logis dari pernyataan kesaksian (syahadat).
Kalau anda ingin tahu apa maksud utama dari frase diatas anda harus menyertakan frase sebelumnya dan jangan memotong kalimat ditengahnya.


وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ [النحل: 36]
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu".

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ [الشورى: 21]
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (البقرة:22)
karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.


Ajaran para Nabi itu sama meskipun diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda. Anda bisa menerimanya kalau anda setuju dan bisa menolaknya kalau anda tidak setuju. Tidak ada paksaan dalam agama. Siapa yang mau beriman, silahkan beriman dan siapa yang ingin kafir silahkan untuk kafir !



عن أبي هريرة، رضي الله عنه، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "قال الله: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، ومن عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشِرْكه".
) رواه مسلم (
Artinya : Dari Abu Hurairoh rodhiyyallohu ‘anhu berkata saya mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi was salam bersabda : “ Alloh berfirman : ‘Aku tidak butuh sekutu dari kemusyrikan , barangsiapa beramal sebuah amalan yang didalam menyekutukan Aku dengan selainKu maka Aku tinggalkan dia dan apa yang disekutukannya itu .”
( HR Imam Muslim )

Hadits ini bisa dipahami dengan mudah kok kalau menggunakan persamaan. “Jangan meminta upah pada Yudhoyono kalau anda bekerja untuk Megawati”.
Anda pasti tidak setuju kalau punya pelayan yang bekerja dan setia juga pada orang lain, terutama kalau orang itu musuh anda.
Dan Allah itu pada dasarnya tidak memiliki musuh atau lawan karena Dia senantiasa Berdiri Sendiri dan selalu berbeda dari ciptaan-Nya. Jadi kemusyrikan menjadi semakin mustahil untuk bisa diterima dalam hal penyembahan kepada Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa Islam bisa tegak tanpa tetesan darah yang tertumpah dan tubuh yang terkoyak, mereka itu orang-orang yang bingung dan tidak mengetahui hakikat dan tabi'at dien ini. Ketahuilah, sesungguhnya hidupmu adalah jihad, kemuliaanmu ada pada jihad, dan eksistensimu terikat erat dengan jihad!!" (DR. Abdullah Azzam).


Ini hanya pendapat seorang manusia yang lahir, besar dan hidup diwilayah konplik tentang eksistensi agamanya sendiri. Anda tidak mungkin menemukan kata-kata semacam ini keluar dari mulut seorang Kyai dari NU.

Ouchhh Shock Kabeh daku


Saya juga shock dengan cara anda yang mencoba memahami sebuah agama dengan cara yang terus terang masih teramat lugu. :lol:


Dan beberapa motif yg bs digunakan untuk ‘Memukul Agama Buddha n Hindu’

"Lonceng adalah nyanyian setan." (HR. Muslim)


Seorang muslim memang diharamkan untuk menggunakan lonceng untuk kegiatan keagamaan. Kalau anda bukan muslim, tidak ada kewajiban bagi anda untuk mematuhinya. Silahkan gunakan lonceng sepuas anda. :lol:

Hadith Qudsi 19:5:
The Prophet said that Allah commanded him to destroy all the musical instruments, idols, crosses and all the trappings of ignorance.
bhs. Indonesia:
Sang Nabi berkata bahwa Allah memerintahkannya untuk menghancurkan segala instrumen musik, berhala2, salib2, dan semua hal2 jahiliyah.


Muhammad also said:
(1) “Allah Mighty and Majestic sent me as a guidance and mercy to believers and commanded me to do away with musical instruments, flutes, strings, crucifixes, and the affair of the pre-Islamic period of ignorance.”
bhs Indonesia:
Allah yang Maha Kuasa dan Agung mengirimku sebagai petunjuk dan pengampuan bagi Muslim dan memerintahku untuk menyingkirkan alat2 musik, suling, gitar, salib, dan semua yang berhubungan dengan masa jahiliyah sebelum Islam."


Saya belum mendengar hadits tentang ini dan isinya pun sangat meragukan. Pada zaman Nabi, gitar belum dikenal sobat. Instrumen yang dikenal itu gendang yang bentuknya seperti gendang yang suka dipake grup qasidah. Dan waktu Nabi datang ke madinah dia di sambut dengan irama gendang dan nyanyian qasidah terkenal , “Thala’al badru ‘alaina” “telah terbit bulan purnama atas kami”.

Maksudmu hanya utk Agama yg mempunyai Kitab Suci ?!?!,…. dan
Akan diadili oleh Hakim yg sama –nabi yg membawa risalahnya*- dan diukur melalui Kitab Sucinya msg”,…. yg nantinya akan digunakan sbg ‘INDIKATOR’ dlm menentukan Surga atw Neraka.
Sebagai gambaran,… Klik tuhan-t35145/page20.html


Betul sekali, itulah pendapat saya. Konyol kan kalau anda mati dan diadili pake Al Quran padahal anda tidak mempercayainya, dan anda meyakini sebuah kitab suci lain dan menjadikannya sebagai pegangan.
Umat Kristen akan diadili dengan Injil dan Nabi Isa lah saksi mereka. Begitu juga dengan umat agama yang lain selama agama itu berasal dari seorang Nabi.

DAN dr berbagai kutipan ayatmu itu kontradiksi dong dgn

Skenario Pertama sy “orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :”

“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu

dan Beberapa ayat yg sy Kutip Ttg ‘Menyamakan Kafir dgn Binatang dan Org Cacat’


Anda sendiri yang salah dalam hal ini. Kalau anda tidak setuju dengan mereka, lalu kenapa anda jadikan pendapat mereka sebagai patokan dan tolak ukur kebenaran.
Ayat yang anda kutip itu (“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, …) harus dipahami dengat tepat. Anda harus tahu bahwa semua Nabi itu hanya mengajarkan “Islam” atau Kepatuhan, Kepasrahan dan Ketundukan. Artinya agama yang sejati itu adalah agama yang ditujukan sebagai upaya untuk berserah diri kepada Allah. “Ketika Tuhan berkata pada Ibrahim,’Islamlah (tunduklah ) !’, maka Ibrahim menjawab,”Aku berserah diri (aslamtu) kepada Tuhan Pencipta alam semesta.”
Anda harus tahu bahwa Islam itu adalah kata kerja bukan kata benda, dan pada dasarnya semua agama mengartikulasikan “penyerahan diri kepada Allah” dengan caranya masing-masing.

Buruk…. dan sangat buruk apabila dlm upayanya Menegakkan Agama harus Menyakiti Agama org lain. –lihat argument Sutta yg dibakar-

Betulkah kitab-kitab ajaran Budha dibakar ?
Saya sama sekali tidak yakin dengan hal itu sebab darimana orang Arab belajar kedokteran dan matematika kalau bukan dari orang Hindu dan Budha. Anda harus tahu bahwa kebudayaan islam, terutama dibidang kedokteran, matematika, dll sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan India. Kalau buku-buku itu dibakar, lalu mereka belajar dari mana ?
Coba anda baca buku Kalilah wa Dimnah karya Baidaba, dan baca pengantarnya yang ditulis oleh seorang muslim !

Coba kamu bandingkan dgn konsep Buddha yg menggenapi Hindu,….adakah kekerasan yg menimbulkan korban jiwa dan kerusakan” yg tidak perlu ?
(dlm konteks MenSahkan Konsep Ajaran agama tersebut*)


Agama Budha itu memang seperti agama Kristen yang berfungsi untuk menggenapi ajaran agama yang sebelumnya yaitu Hindu dan Yahudi.
Dalam hal kekerasan, sebaiknya anda membaca sejarah agama-agama tersebut. Betulkah Hindu dan Budha tidak pernah mengalami benturan ?

Dalam arti yg Harifiah “Tunggal”/ ”Satu”, dan hanya menyisakan satu buah. Tapi tetap saja yang satu buah itu masih termasuk dlm kategori “Berhala”.


Maksud anda hajar aswad. Itu mah cuma batu biasa dan gak ada seorang muslim pun yang berfikir bahwa mereka menyembah hajar aswad. Ada-ada saja … :lol:
Sebaiknya anda baca buku karya Benyamin Keldani yang membahas kebiasaan para patriarch menggunakan batu sebagai tanda untuk tempat peribadatan mereka. Silahkan anda baca tentang Misfa. Tentang pemujaan batu (stone-cult) bangsa Yahudi kuno yang diwarisi dari Nabi Ibrahim. Dan dibuku saya juga ada riwayat tentang kebiasaan umat Budha yang menggunakan batu sebagai titik pusat ibadah mereka (yang ini nanti saya postingkan sekalian dengan pandangan Budha tentang agama Hindu).

Nalika kamu membuat berbagai kesalahan tu quo que dalam postinganmu.
Andaikata kaum Mongol dan Kaum apapun berbuat hal yg sama,
Lantas apakah hal ini bisa membenarkan kebarbaran Islam dan semua hal yang dilakukan oleh saudara Muslimmu ?. :( ... :(

Tampaknya Kamu (dan Muslim lainnya*) pun berpikir bahwa saat ini Islam sedang bersaing dengan agama² lain dan jika umat agama lain berbuat jahat, maka ini dapat serta merta membenarkan kejahatan yang Muslim lakukan. ?!?!
Huu..hu What a shock
Refresh lihat postinganmu di sini Wed Nov 11, 2009 5:17 pm


Ini sama saja dengan mengulang diskusi yang di atas itu ya …
Ajaran nabi itu sangat jelas kok sebagai petunjuk perang seperti apa yang baleh dan harus dilakukan. Terlarang berperang dengan tujuan semata-mata untuk mencari kekuasan duniawi alias menjajah negeri lain dan merampas kemerdekaan penduduknya. Perang itu hanya diijinkan untuk membela agama dan membela kehormatan diri.
Kristen dan Budha mungkin tidak mengajarkan tentang peperangan, tapi itu bukan berarti penganutnya tidak pernah berperang. Apa sejarah Amerika itu tidak digenangi darah orang Indian ?
Tapi satu hal yang bisa saya tekankan disini, saya tidak suka mengait-ngaitkan peperangan yang dilakukan oleh orang eropa dan penjajahan yang mereka lakukan terhadap penduduk di Afrika, Asia dan amerika dengan ajaran Kristen. Paling tidak saya tidak mau menuduh bahwa itulah ajaran Kristiani yang sebenarnya. Dan saya juga gak suka berbicara tentang inquisisi di sini, sebab nanti bakal jadi debat kusir.
Islam memang mengajarkan dan mewajibkan umat muslim berperang, tapi tujuannya tidak seperti yang anda pikirkan. Apa anda tidak pernah membaca kisah Baratayudha atau Kitab perjanjian lama ? Semuanya dipenuhi kisah tentang peperangan. Sebaiknya anda mempelajari berita-berita tentang Syiloh dan Budha Maitreya.
Anda harus tahu bahwa diantara Nabi-nabi yang diijinkan berperang (Musa, Joshua, Dawud dan Muhammad) hanya Nabi Muhammad yang diijinkan untuk mengambil rampasan perang.

Bisa sy pastikan itu semua dilakukan tidak didasari oleh doktrin/ajaran yg ada di dalam agama mereka, bahkan Buddha pun sangat melarang pembunuhan Makhluk Hidup. Lihat ‘Pancasila Buddhis’ dan dengan pancasila itu mereka ‘hidup’ dlm lingkup ajaran Buddha
Dan bagi kaum Buddha yg melanggar ‘Pancasila’ itu,… mereka pun otomatis keluar dari ajaran Buddha.


:lol: Itulah bedanya saya dengan anda. Orang Budha juga berperang, seperti bangsa Mongol, Jepang, China dan Korea. Tapi saya tidak mengatakan bahwa semua kekejaman itu berasal dari ajaran Budha. Hanya kebetulan saja pelakunya orang Budha.

Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika "truth claim" yang menyertai dikotomi ini.
Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan,
yang tentu saja lebih mulia, lebih benar, dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan
hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.


Anda terperangkap dalam gagasan anda sendiri tentang agama dan bagaimana seharusnya agama itu disampaikan dan diajarkan. Anda lupa bahwa manusia adalah makhluk sejarah dan hidup didalam sejarahnya sendiri.
Anda tetap saja menganggap Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai agama langit dan Hindu dan Budha sebagai agama bumi. Darimana anda punya pandangan seperti itu ?
Agama bumi yang berasal dari karangan manusia semata itu mudah dibedakan dengan agama samawi. Bedanya terletak, terutama, pada sisi bathin atau jiwa agama tersebut. Agama bumi itu tidak memiliki ‘jiwa’ didalamnya, akibatnya kebutuhan ruhani manusia tidak bisa dipenuhi oleh agama ini dan sebagai gantinya akan muncul sebuah bentuk emosi yang obsesif tentang segala sesuatu yang menurut mereka mungkin benar.
Anda harus bisa memasuki wilayah bathin agama, baru bisa berbicara mana agama asli dan mana agama palsu. Dan untuk sekarang kemampuan anda belum sampai ke tingkatan ini.

Pandangan "supremasis" ini membawa serta sikap "triumpalis", yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun.
Di masa lalu "cara apapun" itu berarti kekerasan, perang, penaklukan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.


Pandangan anda ini dibantah oleh kenyataan bahwa semua agama itu sampai sekarang masih tetap eksis dan masing-masing memberikan kepuasan pada penganutnya.


Dan,…
Yg saya maksudkan disini lebih kepada menerima sebagai bagian dr KEBENARAN yg Sejati
(Sama” berasal dari Tuhan*), manusia pun pada suatu saat (umur tertentu*) bebas utk memilih Agama manapun yg sesuai dengan logika dan hati nuraninya masing-masing.Tanpa harus dibayang-bayangi oleh rasa takut.


Pada kenyataannya manusia tidak bisa betul-betul memilih sesuai keinginannya sendiri. Kebanyakan berasal dari akibat penawaran dan minat. :lol:

dan sekali lagi konsep ini tidak diakui oleh Islam,
Islam bebas utk mendakwahkan agamanya dan “Senang” melihat adanya Muallaf yg datang.
Tapi Islam tidak berkenan melihat agama lain melakukan hal yg sama,
ingat konsekuensi bagi seorang murtadin.


Apakah seorang Kristen atau Budha gembira kalau keluarganya masuk Islam ?
Apakah seorang Kristen atau Budha tidak gembira kalau ada orang yang masuk agama mereka ?

Hadis Sahih Bukhari, volume 9, nomer 37
Dikisahkan oleh Abu Qilaba:
Suatu saat Umar bin Abdul Aziz duduk di kursi kebesarannya di halaman rumahnya sehingga orang2 bisa mengelilinginya … Dia berkata, “Demi Allah, rasul Allah tidak pernah membunuh siapapun kecuali orang itu melakukan tiga hal ini:
1. Orang yang membunuh orang lain secara tak adil, dibunuh (dalam Qisa)
2. Orang yang telah menikah melakukan hubungan seks ilegal (berzina)
3. Orang yang melawan Allah dan RasulNya dan meninggalkan Islam dan jadi murtad


Anda harus tahu di masa Nabi kemurtadan itu identik dengan pengkhianatan. Dalam kondisi perang, pengkhianat memang diperlakukan seperti itu.


Saya sangat setuju dengan pemikiranmu,… silahkan Islam hidup dgn urusan ‘Dapurnya’ sendiri dan
jgn pula memaksakan nilai” agamanya kepada org lain di luar Golongannya. Niscaya semua situs Anti Islam akan tutup dengan sendirinya dan
Islam pun msh tetap eksis dan bahkan bs keluar sbg ‘Pemenang’ diatas semua agama.


Saya tidak dalam posisi untuk mampu memberikan tanggapan dari pernyataan ini, sebab setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing.

Memang tidak ada agama yg musnah (hal ini pun msh bs dikaji lg melalui literature sejarah*)
Tp peradaban yg musnah ada dan ingat Agama itu adalah bagian dr peradaban dan budaya.

Satu contoh kasus ‘Agama local Persia Zoroaster’
Lihat lagi argument di Post sy sebelumnya


Zoroaster hilang secara perlahan akibat konversi agama. Tapi Nabi sendiri memerintahkan umat Islam memperlakukan penganut Zoroaster sebagai ahli kitab, sebab ajaran ini diduga kuat berasal dar seorang Nabi.
Orang Iran saja tidak kecewa, lau apa alasan anda marah dalam hal ini ?
Dan kita juga patut menyayangkan hilangnya peradaban Indian di Amerika akibat invasi orang Eropa yang Kristen. Atau musnahnya kekayaan intelektual manusia di abad pertengahan akibat serbuan bangsa mongol ke Baghdad.
Tapi itulah kehidupan, sesuatu yang nyata dan harus diterima apa adanya.

Sejarah berulangkali mencatat kejadian demi kejadian dan Islam termasuk memiliki Track Record yg buruk.


Anda harus cukup jujur dalam menilai hal ini.

Sebagian besar penyebaran Islam, tidak dapat dipungkiri didahului oleh penaklukan militer bangsa nomadic Arab.
Dalam 1 abad sejak kemunculannya, bangsa nomadic Arab telah menaklukkan daerah yang begitu luas dari Punjab,
Pakistan sampai dengan Andalusia Spanyol.

Hanya penaklukkan bangsa nomadic Mongol yang bisa mengunggulinya. Namun penaklukkan bangsa Mongol murni bersifat sekuler, sedangkan penaklukkan bangsa Arab diikuti oleh proses islamisasi baik secara halus maupun kasar.

Penaklukan sebuah bangsa atas bangsa lain sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam sejarah manusia. Bukankah kita sedang menyaksikan hal yang sama di Irak, Afghanistan, Tibet, dan dibanyak tempat lain ?
Dan semuanya masih dilakukan dengan cara yang sama, yaitu dari cara halus, licik, kasar dan keji. Sejarah manusia tidak pernah berubah, hanya pelakunya saja yang selalu berubah.

Nb: Nulisnya jangan terlalu banyak, sedikit-sedikit aja supaya gak terlalu lama bikin jawabannya. :lol:
nalika
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Fri Nov 27, 2009 9:18 pm

Wadouuuu...thread ini kok jadi meleleh kemana-mana??????

Sekarang gini aja...dah , gw mau nanya sama Nalika , Manusia2 sebelum islam ada mereka menurut anda bagaimana???
tolong anda jawab sesuai dengan konteks islam anda???

Terus tolong jelaskan kenapa Quran sangat tidak menyukai Yahudi dan Nasrani??? Bahkan menurut allah swt mereka itu kera n babi?????

Jawab nya gak usah panjang2 ya...

Peace.... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby poligami » Fri Nov 27, 2009 9:28 pm

Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Seharusnya pertanyaannya lebih diperjelas lagi.
Menurut Islam syiah, sunni, sufi, ahmadiyah, atau Islam apa..???

Sebab dalam Islam, semua orang (masing2 mazhab) berhak menafsirkan ayat2 Quran tanpa ada yg bisa melarang walapun tafsirannya berbeda-beda.
Sebab tidak ada otoritas/ulama tertinggi dalam Islam yg boleh menafsirkan Al Quran dgn benar tanpa perbedaan.

Jadi boleh dibilang agama terserah gw.


Mau muslim bunuh murtadin kek, mau jadi suicide bomber kek, mau kawin ama anak kecil kek, mau kawin mutah kek, mau pake burqa kek, dll terserah muslim itu sendiri.
Khan punya tafsiran sendiri. :rolleyes:
User avatar
poligami
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Fri Nov 27, 2009 9:52 pm

poligami wrote:Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Seharusnya pertanyaannya lebih diperjelas lagi.
Menurut Islam syiah, sunni, sufi, ahmadiyah, atau Islam apa..???

Sebab dalam Islam, semua orang (masing2 mazhab) berhak menafsirkan ayat2 Quran tanpa ada yg bisa melarang walapun tafsirannya berbeda-beda.
Sebab tidak ada otoritas/ulama tertinggi dalam Islam yg boleh menafsirkan Al Quran dgn benar tanpa perbedaan.

Jadi boleh dibilang agama terserah gw.


Mau muslim bunuh murtadin kek, mau jadi suicide bomber kek, mau kawin ama anak kecil kek, mau kawin mutah kek, mau pake burqa kek, dll terserah muslim itu sendiri.
Khan punya tafsiran sendiri. :rolleyes:


bener bro poligami ...gw cuman mau menggiring aja dulu...karena sudah terlanjur meleleh kemana-mana???
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby nalika » Sat Nov 28, 2009 6:27 am

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
nalika
 
Posts: 186
Joined: Wed Oct 21, 2009 4:21 pm

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Sat Nov 28, 2009 6:31 am

nalika wrote::lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

:butthead: :butthead: :butthead: :butthead: :butthead:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby sultanmataram » Sat Nov 28, 2009 7:05 pm

Dari sisi islam saya menyikapi pertanyaan ini, maka jawabannya adalah

NERAKA
User avatar
sultanmataram
 
Posts: 108
Joined: Mon Nov 16, 2009 1:03 am
Location: root

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Fri Jan 08, 2010 8:02 am

sultanmataram wrote:Dari sisi islam saya menyikapi pertanyaan ini, maka jawabannya adalah

NERAKA


Berarti selain islam NERAKA TEMPAT NYA??!!!!
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Khalifah Almahdi » Thu Feb 18, 2010 8:31 pm

bukannya selain islam tapi selain mukmin, soalnya kan banyak tuh islam ktp
Khalifah Almahdi
 
Posts: 1550
Joined: Thu Jan 14, 2010 11:16 am
Location: Terombang ambing antara alam mimpi dan nyata

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Akukomkamu » Fri Feb 19, 2010 7:58 am

Khalifah Almahdi wrote:bukannya selain islam tapi selain mukmin, soalnya kan banyak tuh islam ktp


Biar jadi mukmin kan harus islam ??? apa bedanya??? ](*,)

Masih untung di Indonesia banyak islam ktp klo ga ... mmm menjadi negara terbesar kaum teroris nya !!!



Peace... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Khalifah Almahdi » Fri Feb 19, 2010 1:27 pm

justru kebanyakan islam ktp, makanya indonesia jadi ancur kayak gini.
\:D/ \:D/ \:D/
Khalifah Almahdi
 
Posts: 1550
Joined: Thu Jan 14, 2010 11:16 am
Location: Terombang ambing antara alam mimpi dan nyata

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 11:45 am

Khalifah Almahdi wrote:justru kebanyakan islam ktp, makanya indonesia jadi ancur kayak gini.

Hemmm.... bagus Logika Jempolan
Berarti ente termasuk dalam barisan orang yang saya coba analisa disini sulitnya-berinteraksi-dengan-muslim-fundamentalis-t36991/page20.html

Akukomkamu wrote
Masih untung di Indonesia banyak islam ktp klo ga ... mmm menjadi negara terbesar kaum teroris nya !!!


Jadi ingat daku akan Kata-kata Muhammad nyang ini:
“Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.” (Sahih Bukhari)

Seorang ilmuwan Saudi Dr. Muhammad al-Amin di bukunya yang berjudul, "The Method of Islamic Law” dengan jelas berkata:
“Tiada kafir yang boleh disisakan di tanah mereka seperti yang diucapkan oleh Muhamad: ‘Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2 sampai mereka mengakui aku Rasul Allah...”

=
Sebagai Orang normal dan orang yang Waras pada umumnya pasti akan bisa melihat hal ini sbg sebuah 'Kekeliruan' dan
Ini adlh sikap yang sangat sombong. Mari kita simak ajaran Muhammad:

"Aku akan jadi yg terunggul di antara keturunan Adam di hari Kebangkitan dan aku akan jadi perantara pertama dan yg pertama yg doa syafaatnya akan diterima (oleh Allah)." (Sahih Muslim)

“Waspadalah kau ini, wahai Abu Sufyan! Terimalah Islam dan mengaku bahwa Muhammad adalah Rasul Allah sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.” (Hisyam)
<>

Kesimpulan

Umat tersombong, terarogan, dan mau menang sendiri adalah MUSLIM.
Muhammad sendiri mengatakan itu dalam kitabnya:

Surah Ali-Imron ayat 110
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Khalifah Almahdi » Sat Feb 20, 2010 12:31 pm

bacotan khas ala kafir yg malah melenceng dr topik.
Mas zulfi, bukan maksud saya utk egois. Namun memang kenyataannya begitu, bahwa orang kafir itu kekal di neraka. Jd mas zulfi yg sabar aja ya disitu dan juga jgn kecewa kalo berangan2 bidadari yg datang malah malaikat malik. Jgn lupa juga kalo ada saudaramu yg sudah memperingatkanmu yg namanya khalifah. Hiks hiks jadi sedih saya.
HAHAHAHAHAHAHA99x
Khalifah Almahdi
 
Posts: 1550
Joined: Thu Jan 14, 2010 11:16 am
Location: Terombang ambing antara alam mimpi dan nyata

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 12:45 pm

Khalifah Almahdi wrote:bacotan khas ala kafir yg malah melenceng dr topik.

Argumen yang tidak didasari dengan adab/kaidah dalam berdebat yang baik. Hanya mengedepankan nafsu semata.

Lagian siapa yang melenceng dari topik duluan,....
tuh saudara anda dari kalangan Sufi sampai Jatuh-bangun berjuang bahwa dalam Urusan Akhirat masing2 agama akan diperlakukan sesuai dengan Syariat yang dibawa dan diajarkan oleh Nabinya.

Maka berkaca dari hal itu 'Apakah pemahaman kamu berbeda dgn nalika', kalau iya coba berikan sanggahan berupa ayat n Haddist yg terkait dgn masalah ini.
Itupun kalau anda berniat tuk mencari kebenaran.

Khalifah Almahdi wrote:Mas zulfi, bukan maksud saya utk egois. Namun memang kenyataannya begitu, bahwa orang kafir itu kekal di neraka. Jd mas zulfi yg sabar aja ya disitu dan juga jgn kecewa kalo berangan2 bidadari yg datang malah malaikat malik. Jgn lupa juga kalo ada saudaramu yg sudah memperingatkanmu yg namanya khalifah. Hiks hiks jadi sedih saya.
HAHAHAHAHAHAHA99x

Saya juga menuliskan sesuai kenyataan kok. Kenapa kamu sewot sayang,... :supz:
Ok saya tunggu jawaban anda selanjutnya
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Khalifah Almahdi » Sat Feb 20, 2010 1:20 pm

jawaban apa om?
Oh iya, jgn marah sama saya y! Td itu cuma bercanda!
Khalifah Almahdi
 
Posts: 1550
Joined: Thu Jan 14, 2010 11:16 am
Location: Terombang ambing antara alam mimpi dan nyata

Re: Menurut Islam Apakah Sidharta Gautama Masuk Neraka?

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 2:49 pm

Khalifah Almahdi wrote:jawaban apa om?
Oh iya, jgn marah sama saya y! Td itu cuma bercanda!

Jgn panggil ana Om ya, Zulfi aja juga cukup

Ya tentu saja jawaban yang sesuai dgn judul tritnya, dan saya disini sangat setuju dgn pemaparan bro Kafiru euy bahwa Siddartha Gautama pantas Masuk neraka
Hanya karena Ia tidak Memeluk Islam ? :shock:

Dan ini yang terpenting
Mengapa pemahamanmu berbeda dgn Nalika (Sufi) padahal materi yg dipakai sama. :rock:
Zulfi
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

PreviousNext

Return to SURGA & NERAKA Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron