.

Di surga, semua menjadi halal.

Ttg surga, neraka, hari kiamat, bidadari, 72 perawan, houri.

Di surga, semua menjadi halal.

Postby gilito » Tue Feb 27, 2007 5:28 pm

Kalo di dunia alkohol itu haram hukumnya, di surga menjadi halal krn ada sungai whisky yg siap diminum setiap saat.

Kalo di dunia pesta sex (orgy) itu haram hukumnya, tapi di syurga menjadi halal krn ada bidadari sexy yg siap melayani muslim2.
Bila perlu orgy dg nyokap loe sendiri juga kagak dilarang koq. Ini khan surga bung, semua menjadi halal.

Babi, anjing segala macem makanan yg haram di dunia menjadi halal di surga.

Buat muslim2, betul nggak??? :D:D:D
gilito
 

Postby gilito » Wed Feb 28, 2007 7:26 am

Mana neh, muslim2 koq kagak ada yg kasih comment??? :D:D:D
gilito
 

Postby dhanie » Wed Feb 28, 2007 4:30 pm

Kalau berbicara mengenai sebuah tempat di balik kubur dimana pria-pria yang masuk ke sana disambut, ditemani dan ........dilayani bidadari-bidadari yang cantik. Gambaran Surga seperti ini menunjukkan rendahnya mental atau ahklak manusia. Bayangkan, bila hal tersebut terjadi, bagaimana bila istri-istri yang menyaksikan pemandangan tersebut di Surga? Ini adalah ide atau fantasi yang sangat duniawi, kedagingan, dan mengandung nuansa percabulan.

Gambaran Surga tersebut menunjukkan penggambaran yang sangat miskin terhadap realitas Surga. Kesalahan yang paling parah dari gambaran Surga yg adalah kediaman Yang Maha Tinggi, tempat dimana tidak terdapat dosa dan kenajisan. Dalam hal ini, tanpa sadar muslim telah memperlakukan Tuhan dengan tidak hormat. Sebab yang mereka kejar adalah bagaimana Tuhan memperlakukan mereka dengan baik menurut mereka. Bagaimana Tuhan berbuat apa yang menyenangkan mereka, sesuai dengan selera mereka. Disini terjadi pembalikan.

Islam memiliki pemahaman yang salah mengenai dunia dibalik kubur, kemungkinan besar merupakan suatu dusta yang dikarang-karang sendiri atau ditambah-tambahi. Sangat mengerikan keadaan yang akan terjadi atas mereka yang tidak menyadari realitas ini. Bagaimanapun yang namanya dunia dibalik kubur itu, perlu pemikiran matang dan kesungguhan, untuk menjadi bahan perenungan, tidak hanya sekadar coba-coba, malas, dan tidak berusaha untuk menemukan jawabnya. Karena, kubur adalah realitas yang paling dekat dengan manusia, sebab kematian dapat menjemput seseorang kapan saja dan dimana saja serta melalui apa saja. Kalau saatnya tiba, tubuh seseorang harus "tereliminasi" ke kubur, ia tidak dapat menundanya atau menolaknya. Seharusnya setiap orang mempersiapkan diri dijemput oleh realitas kematian ini. Jadi, kenapa tidak mempersiapkan diri menghadapi saat itu? ....
dhanie
 
Posts: 31
Joined: Sat Feb 10, 2007 7:04 pm

Postby gilito » Wed Feb 28, 2007 7:55 pm

Manteeeep deh bossss. :D:D:D

dhanie wrote:Kalau berbicara mengenai sebuah tempat di balik kubur dimana pria-pria yang masuk ke sana disambut, ditemani dan ........dilayani bidadari-bidadari yang cantik. Gambaran Surga seperti ini menunjukkan rendahnya mental atau ahklak manusia. Bayangkan, bila hal tersebut terjadi, bagaimana bila istri-istri yang menyaksikan pemandangan tersebut di Surga? Ini adalah ide atau fantasi yang sangat duniawi, kedagingan, dan mengandung nuansa percabulan.

Gambaran Surga tersebut menunjukkan penggambaran yang sangat miskin terhadap realitas Surga. Kesalahan yang paling parah dari gambaran Surga yg adalah kediaman Yang Maha Tinggi, tempat dimana tidak terdapat dosa dan kenajisan. Dalam hal ini, tanpa sadar muslim telah memperlakukan Tuhan dengan tidak hormat. Sebab yang mereka kejar adalah bagaimana Tuhan memperlakukan mereka dengan baik menurut mereka. Bagaimana Tuhan berbuat apa yang menyenangkan mereka, sesuai dengan selera mereka. Disini terjadi pembalikan.

Islam memiliki pemahaman yang salah mengenai dunia dibalik kubur, kemungkinan besar merupakan suatu dusta yang dikarang-karang sendiri atau ditambah-tambahi. Sangat mengerikan keadaan yang akan terjadi atas mereka yang tidak menyadari realitas ini. Bagaimanapun yang namanya dunia dibalik kubur itu, perlu pemikiran matang dan kesungguhan, untuk menjadi bahan perenungan, tidak hanya sekadar coba-coba, malas, dan tidak berusaha untuk menemukan jawabnya. Karena, kubur adalah realitas yang paling dekat dengan manusia, sebab kematian dapat menjemput seseorang kapan saja dan dimana saja serta melalui apa saja. Kalau saatnya tiba, tubuh seseorang harus "tereliminasi" ke kubur, ia tidak dapat menundanya atau menolaknya. Seharusnya setiap orang mempersiapkan diri dijemput oleh realitas kematian ini. Jadi, kenapa tidak mempersiapkan diri menghadapi saat itu? ....
gilito
 


Return to SURGA & NERAKA Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users