Page 1 of 1

Menggugat Monotheism dalam Islam

PostPosted: Wed Nov 30, 2005 4:48 pm
by MuridMurtad
Ketika surga (langit) itu belum ada,
tidak ada bumi, tidak ada tinggi, tidak ada kedalaman, tidak ada nama,
ketika Apsu seorang diri,
air segar(manis), bapak yang pertama, dan Tiamat
air pahit(asin), dan yang,
kembali ke rahim, Mummu nya,
ketika di sana tidak ada tuhan-tuhan (selain Apsu).

ketika segar (manis) dan pahit ,
bercampur bersama, tidak ada illalang terjalin, tidak ada keributan,
mengotorkan (menjadikan lumpur) air.
para tuhan tidak bernama, tanpa nature, tanpa masa depan, kemudian
dari Apsu dan Tiamat
dalam perairan tuhan-tuhan diciptakan, dalam perairan
endapan lumpur dipadatkan (diendapkan),…………
……………………………………….
Babylonian Creation Myth, 1200 BCE.


SALAH satu kebanggaan dari Muslim yaitu berupa kepercayaan monotheism, yang menurut Islam paling murni dan rasional. Muslim biasanya mengejek dan menganggap remah dan jijik orang-orang yang dianggap menyembah banyak Tuhan (termasuk Kristen yang dianggap tidak murni).

Sementara polytheism, biasanya berkaitan dengan kepercayaan berbagai setan-setan, roh, jinn , sebagaimana dalam animism, hanya saja dalam polytheism roh-roh diberi sifat ilahi, yang secara hirarki mengatur Kosmos.

Dalam dunia kuno (dan juga sekarang), sebenarnya polytheism hanyalah system (seperti system negara mis : parlementer), dimana pada akhirnya hanya ada satu Tuhan atau dewa paling berkuasa. Dalam Islam dewa-dewa yang rendah diganti dengan malaikat (ini menjelaskan kata Kami di Quran). Sila pertama dari Ideologi Repubublik Indonesia adalah Ketuhanan , menjelaskan bahwa Hindu juga dianggap monotheism.

Masalahnya, monotheism murni yang dianggap kepercayaan paling logis, justru seringkali menimbulkan malapetaka. Intoleransi hanya timbul dari kepercayaan monotheism murni.

Untuk itu, silahkan para Muslim memberikan argumentasi yang masuk akal (bukan didasarkan mimpi), kenapa orang harus menjadi monotheism dan kalo tidak harus digorok lehernya ………………..

--