Page 19 of 20

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 11:56 am
by Nurlela
YOSIAS7000 wrote:
Saya pernah mendengar riwayat tentang perkawinan Aisyah. Bapaknya ingin Aisyah menjadi istri seorang Nabi. Jadi bukan keinginan Nabi. Hal yang wajar bahwa orang tua meinginkan anak-anaknya menjadi orang yang mulia.


Apakah ada ayatnya dalam hadits atau quran, Kalau ada tolong sebutkan ? Yaitu ayah aisha ingin anaknya dinikahi Muhammad ?

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 12:48 pm
by YOSIAS7000
Mengenai hadistnya cari sendiri pasti kalian yang lebih pandai mengetahuinya. Karena kalian nampaknya begitu mempercayai hadist atau sejarah masa lampau ketimbang Alquran.

Maksudnya wajar wanita mengagumi idola dalam arti wajar sebagai sifat dasar alami manusia, sebagaimana wajarnya seleksi alam, sebagian binatang lemah tidak selamat dari terkaman predator, sebagian manusia sudah ditetapkan masuk neraka.

Ingatlah, di Surga membutuhkan iman karena disana manusia akan menghadapi masa depan yang tidak diketahuinya seperti apa yang dialami oleh Adam. Ingatlah, Adam keluar dari Surga karena masalah Iman dan ketaatan.

Dunia adalah tempat seleksi orang beriman. Kitab Suci adalah kitab yang perlu diimani. Iman tidak dapat dibantah dengan fakta dan realita. Tidak ada fakta dan realita yang mendukung bahwa Neraka itu tidak ada. Neraka adalah masalah iman yang memiliki sumber informasi dapat dipercaya dengan akal sehat.

Apakah kita sudah merasa pantas menjadi penghuni Surga?

Saya kira cukup sekian untuk melanjutkan pembicaraan yang tanpa titik temu ini.

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:08 pm
by mykus
babenya muhammad wrote:apakah lu gak bisa pikir si momed waktu itu seperti apa ?????? dia waktu itu mukgkin sperti org yg paling berkuasa di daratan arab, mana mugkin ayah aisah atau org lain menolak (bisa mati, atou di bilang kafir) apalagi waktu itu si momed pake alasan ada wangsit dari jibril, siapa yg berani nolak?? ada 3 kemungkinan ayah aisah menerima,
---deleted---


sewaktu Nabi Muhammad bernikah dengan Aisyah, waktu itu masih lagi di Mekah. umat Islam waktu itu ditindas, ada yang dibunuh. umat Islam bisa dibilang dengan jari, jadi di mana kuasanya?

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:16 pm
by Nurlela
YOSIAS7000 wrote:Mengenai hadistnya cari sendiri pasti kalian yang lebih pandai mengetahuinya. Karena kalian nampaknya begitu mempercayai hadist atau sejarah masa lampau ketimbang Alquran.

Berarti itu cuman cerita doang !, karena tidak ada ayatnya dalam alquran dan hadits.
Kalau hadits tidak penting ya dihapus saja tho !

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:20 pm
by Nurlela
mykus wrote:sewaktu Nabi Muhammad bernikah dengan Aisyah, waktu itu masih lagi di Mekah. umat Islam waktu itu ditindas, ada yang dibunuh. umat Islam bisa dibilang dengan jari, jadi di mana kuasanya?


Jawaban anda tak ada relevansi antara umat islam di-tindas, dengan muhammad menikahi aisha yang masih kanak-kanak.
Apa kalau umat islam tertindas lalu berarti boleh menikahi kanak-kanak.

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:38 pm
by PUTRA PETIR
YOSIAS7000
Semoga saya benar-benar memang orang Islam walupun saya tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang dilakukan umat Islam sekarang ini. Saya ingin turut memberikan pencerahan kepada mereka seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang telah mengumumkan dirinya masuk Islam dan malah menjadi panutan orang-orang Islam.


YA SEMOGA YG BARU MASUK ISLAM MENJADI BUTA HATI DAN AKALNYA.

Saya belum pernah mendengar riwayat/sejarah tentang reaksi orang-orang Arab ketika surat 112 disebar luaskan kepada mereka. Sedangkan mereka lebih mengetahui bahasa Arab yang aslinya, lebih mengetahui tentang nama-nama berhala dan nama Allah/Al-Illah. Seharusnya mereka lebih bereaksi dan seharusnya ada catatan sejarahnya. Jadi saya tidak dapat mempercayai data yang muncul belakangan ini yang dipermasalahkan oleh penentang Alquran yang mungkin pandai.


YG MENENTANG PASTI DIBUNUH, YA MANA BERANI TERANG TERANGAN.

Saya pernah mendengar riwayat tentang perkawinan Aisyah. Bapaknya ingin Aisyah menjadi istri seorang Nabi. Jadi bukan keinginan Nabi. Hal yang wajar bahwa orang tua meinginkan anak-anaknya menjadi orang yang mulia.


SEINGATKU BAPAKNYA AISYAH GAK SETUJU TUH...LUPA HADISTNYA. :oops:

Saya pernah mendengar dalam sejarah Cina, wanita-wanita muda berteriak histeris memuja-muja pemimpinnya (idolanya) walaupun idolanya sudah tua. Mereka bukan minta dipoligami tetapi mereka bersedia menyerahkan keperawanannya. Jadi hal yang wajar sebagian wanita begitu mengagumi sang idola


MEREKA GAK NGAKU NGAKU NABI UTUSAN ALLAH MEN... :lol: :lol: :lol:
DAN WANITA2 MUDA ITU MENGINGINKAN KEHIDUPAN YG LAYAK.

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:40 pm
by Chessmaniac
Saya kira sudah saatnya kembali lagi kepada pembahasan mengenai ayat 112:3 ini yang mengatakan bahwa: IBLIS (al-illah) tidak beranak dan diperanakkan.
Sengaja saya menulis 'to the point' untuk menegaskan siapa yang dimaksud dengan DIA dalam ayat tsb. Jadi kita tidak usah tebak-tebakkan lagi.
IBLIS adalah KEPALA para SYETAN, yang ada SEBELUM ADAM dan TANGGUNGANNYA akan ditimpahkan pada HARI KIAMAT. Hal tanggungan IBLIS jelas ditulis pada ayat 7:10-7:16.
IBLIS tidak akan dipanggil TUHAN sebelum kiamat tiba, sehingga boleh dikatakan IBLIS itu hidupnya SEMI kEKAL alias tidak benar-benar kekal tapi UMURnya sangat panjang sehingga kiamat tiba.
Lalu kenapa nabi SYETAN mempunyai banyak istri dan juga pedophil.
Hal ini tidak lain karena, PERBUATAN DOSA akan MELAHIRKAN DOSA. Sehingga boleh dikatakan ANAK HARAM JADAH itu adalah ANAK DOSA. makanya Anda sekalian bisa lihat sendiri BERAPA BANYAK ANAK yang dihasilkan dari HUBUNGAN HARAM JADAH ini? Anak-anak MUHAMMAD bisa dihitung jari tanggan. ANAK yang LAHIR dari HUBUNGAN JADAH ini tidak direstui oleh TUHAN PENCIPTA ALAM SEMESTA. sEBAGIAN dari ANAK nabi SYETAN ini MATI MUDA, karena tidak terawat.

Anda ingin punya HIDUP KELUARGA yang baik, CUKUPKANLAH DENGAN SATU ISTRI.
Jangan mencontoh NABI SYETAN yang KESYETANAN dengan urusan AURAT.
Jagalah baik-baik ISTRI yang SATU itu dan ANAK-anak anda agar SELAMAT di dunia dan AKHIRAT.

ITULAH HUKUM TAUHID yang BENAR.
TAUHID bukan HANYA pada TUHAN, tapi juga TAUHID pada KEHIDUPAN KELUARGA.


sEhingga refleksi ke TAUHIDAN bukan HANYA mimpi dan bualan tentang dewa, tapi juga KENYATAAN yang anda bisa RASAKAN secara indrawi pada KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

TANDA KE-TAUHID-AN SEJATI adalah KESETIAAN.

poligamy ADALAH TANDA KETIDAK-SETIA-AN

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 1:47 pm
by Chessmaniac
kemana bilal eui?
banyak kerjaan di industri panci terbang?

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 5:19 pm
by babenya muhammad
sewaktu Nabi Muhammad bernikah dengan Aisyah, waktu itu masih lagi di Mekah. umat Islam waktu itu ditindas, ada yang dibunuh. umat Islam bisa dibilang dengan jari, jadi di mana kuasanya?


sorry nih OOT lagi, tapi mesti gw jelasin soal ini

buat muslim, apakah kalian tau, pedofilia tidak berarti NIKAH dgn anak di bawah umur ......tapi ke masalah psykologi manusia nya
nih gw jelasin beberapa kelainan seks pada manusia, ada banyak sih tp yg gw inget aja ya

pedofilia (pedofila itu kelakuannya, nama psykologinya gw lupa) adalah suatu kelainan psycologi berupa kelainan orientasi seksual yg menyebabkan si pegidap memiliki ketertarikan seksual terhadap anak di bawah umur.

homo seksual adalah suatu kelainan psycologi berupa kelainan orientasi seksual yg menyebabkan si pegidap memiliki ketertarikan seksual terhadap sesama jenisnya.

sadisme adalah suatu kelainan psycologi berupa kelainan orientasi seksual yg menyebabkan si pegidap hanya memiliki kepuasan seksual dengan cara di iringi rasa sakit.

etc.......

nah, si momed itu adalah salah satu dr sekian banyak org yg mempunyai masalah psykologi seksual, degan bukti dia ingin mengawini aisah yg masih di bawah umur......

seorang lelaki normal tidak akan bersedia mengawini anak di bawah umur KARENA dia TIDAK MEMILIKI KETERTALIKKAN SEKSUAL terhadap anak di bawah umur,
contoh: bila lu liat anak kecil mandi di sungai, emang lu muslim pada terangsang (kalo iya berarti mesti ke psykiater lu), tapi sebaliknya kalo liat wanita dewasa mandi, anda terangsang berarti anda normal

jadi bila si momed itu lelaki normal, UD PASTI, DIA GAK BAKAL BERSEDIA mengawini aisah yg waktu itu berumur 6 tanun.

soal pernyataan mykus, yg mengataka lain jaman, waktu itu mungkin menikahi anak di bawah umur adalah hal yg lumrah,
hal itu tidak ada hub sama sekali dengan masalah pedofilianya si momed itu adalah SALAH BESAR

mugkin waktu itu ok ok aja kawin ama anak kecil, tapi itu HANYA AKAN DI LAKUKAN ORG YG MEMILIKI PRIBADI PEDOFILIA,

contoh di jerman, perkawinan sesama jenis di legalkan, dan perkawinanan sejenis itu HANYA AKAN DI LAKUKAN OLEH KAUM HOMO, jadi seorang hetero seksual TIDAK MUNGKIN melakukan perkawinan sejenis

begitu juga si momed, mungkin aja waktu jaman itu pernikahan dgn anak di bawah umur sah sah aja, TAPI ITU KARENA SI PELAKU MEMILIKI KETERTARIKAN SEKSUAL DENGAN SI ANAK tanpa ketertarikan seksual tidak mungkin si momed mau mengawini aisha -> ini bukti jelas bahwa si momed mengidap pedofilia (masalah psycologinya si momed yg lu liat, bukan kebudayaanya zaman itu)

gw harap lu muslim pada mengerti dan tidak menyagkal lagi kalau nabi tercinta kalian adalah seorang pedofila sejati (memalukan sih, tapi mesti lu pada terima)

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 5:53 pm
by mykus
apa pula definisi mengahwini wanita tua dan janda?

mengapa orang yang mengidap pedolifia itu hanya menikahi seorang wanita bawah umur? mengapa tidak semua istrinya bawah umur?

boleh kamu bilang berapa ramai istrinya yang tua dan janda dengan istrinya yang muda?

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 6:51 pm
by babenya muhammad
lu tuh bener2 gak tau ya.... seorang pedofilia bisa aja, tertarik ama org dewasa, bukan berarti cuma suka anak kecil doang......

masalah pedofilianya itu kalau dia juga tertarik ama anak kecil.....baru di bilang mengidap pedolialismus ato gitu deh......

brp banyak kasus pedofilia di lakukan oleh seorang lelaki yg bahkan berstatus ayah yg ud beristri dan punya keluarga lagi ?????

liat aja lu, banyak org homo yg menikah ama wanita biasa, malahan punya anak lagi ??????? apa yg aneh, tetap aja mereka homo

gw tanya ama lu, lu terangsang gak kalo liat anak keci lg telanjang ????? (wah jangan2 iya nih)

lu kalo normal, terangsang kalo cuma liat wanita dewasa, apalagi telanjang, ada buah dada, and bokong montok.....itu normal

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 11:07 pm
by Chessmaniac
Gw yakin deh, kalau TYKUS suka yang SUKA yang TERBALIK-BALIK, yang sifatnya SEPERTI sang KEPALA SYETAN.
Enggak aneh, KALAU ELO SUDAH jadi ORANG, pasti kelakuan ELO mirip dengan NABI SYETAN. Pengen daun muda, kalau bisa juga anak dibawah umur mencontoh seperti kELAKUAN nABI syetan.
TYKUS silahkan ! Monggo !
Tapi ingat TYKUS, SYETAN selalu MENGODA bagian terlemah DARI MANUSIA, yaitu BERAHI - AURAT.

PostPosted: Mon Apr 09, 2007 9:54 pm
by Yaa_ayuhal_Kaafiruun
Bismillahirahmanirahiim....

Wex seru amat diskusinya...tapi pada pake ilmu ga yah??
Kalo cuma opini sih sama ja boong, ga bakalan ketemu.

Nih gw bagi sedikit referensi tentang polemik perkawinan Nabi Muhammad SAW ma Aisyah

Bagaimana pernikahan Aisyah itu?

Akad nikah diadakan di Mekah sebelum Hijrah, tetapi setelah wafatnya Khadijah dan setelah nabi Muhammad s.a.w. berkahwin dengan Saudah. Ketika itu Aisyah berumur 16 tahun. Rasulullah tidak bersama dengannya sebagai suami isteri melainkan setelah berhijrah ke Madinah. Ketika itu, Aisyah berumur 19 tahun sementara nabi Muhammad s.a.w. berumur 53 tahun.

Aisyah adalah isteri nabi Muhammad s.a.w. yang tunggal yang dikahwininya semasa gadis. Upacara dilakukan oleh ayahnya Abu Bakar dengan mas kahwin 400 dirham.

Diantara bukti-bukti Aisyah bukan berumur 9 tahun waktu dinikahi :

Bukti Pertama : Tahun-tahun penting dalam sejarah Islam

pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

Menurut Al-Tabari : "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).

KESIMPULAN : Jika Aisyah dipinang pada tahun 620 M berarti setidaknya umur Aisyah pada saat itu adalah 10 tahun, bukan 9 Tahun, 7 tahun apalagi 6 tahun. Selanjutnya dipertegas lagi dengan :

Bukti Kedua : Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]."

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb."

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangan, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

Demikian, semoga dapat menjadi jelas.

PostPosted: Mon Apr 09, 2007 10:15 pm
by babenya muhammad
ud cape dgr musli membantah soal umur aisha waktu di rudal muhammad, lu baca lagi thread #2Nilai Moral Nabi Yg Meniduri Gadis 9 Th"

di situ ud jelas2 di buktiin bahwa aisha berumur 9 tahun waktu di rudal si momed dgn mengunakan bukti dari islam sendiri.... jadi baca dulu thread2 yg lain, sblm menulis alasan2 yg sama melulu

PostPosted: Tue Apr 10, 2007 12:43 am
by Yaa_ayuhal_Kaafiruun
Iya yah bung ampe pegel bacanya...itu-itu mulu senjatanya dari jaman baheula...ampe cape (capeee deeeehh)

Sumbernya ga jelas, kadang gw liat translatenya cuma dari arti katanya, ga nyangkut maknanya.

Kalo gua sih, kalo berselisih tentang sesuatu balikin ke hadist, kalo ga ketemu juga pemecahannya, balikin ke Al-Quran. Tapinya jangan cuma dibaca doang, tapi DIPAHAMI. Tapi kalo nyari yang terjemahan ato translate-an mbok yang bahasa indo gitu, biar gampang nyerepnya. (Bukannya ga gaul nih pake asal british, biar gampang aja jadi ga carut marut ngertinya setengah-setengah)

Kalo masih ga jelas juga, yah Wallaahu alam deh...cuma Allah SWT dan Rasulnya yang tahu. Cuma yang pasti yang gw tau tuh :

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Al-Baqarah 111)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al-Baqarah 120)

Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". (Al-Baqarah 135)

Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 145)

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Al-Baqarah 146)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (Al-Maidah 18 )

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah 30 )

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Yunus 68 )

Udah ah...ngantuk...mata dipelototin kaya :shock:
Pulang ngantor dolo...mo Bobox

PostPosted: Tue Apr 10, 2007 5:36 am
by Chessmaniac
Yaa_ayuhal_Kaafiruun wrote:Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (Al-Maidah 18 )

Menurut perjanjian lama memang demikian, kalau manusia berdosa maka harus ada TANGGUNGANNYA, islammu mengajarkan demikian.
Tapi KARENA KASIH KARUNIA TUHAN ALAM semesta MELALUI YESHUA almasih, maka DOSA orang percaya telah diampuni oleh TUHAN.
Orang yang beriman kepada YESHUA almasih adalah ANAK-ANAK TUHAN, KARENA tidak menanggung lagi SIKSA NERAKA.

Sesuaikan dengan ayat AL-MAIDAH 18. !!! :lol:

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah 30 )

Ajaran YAHUDI yang benar tidak mengenal UZAIR sebagai anak TUHAN. tANDA Bahwa Al Quran itu SALAH KUTIP !
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Yunus 68 )

Betul kau tidak mengenal TUHAN, karena TUHAN itu bukan BAPAmu dan KAU bukan ANAK-ANAKNYA. sebaliknya SAYA ini ANAK TUHAN dan TUHAN itu BAPA saya, karena itu saya MENGENAL TUHAN sebagai BAPA SAYA.

PostPosted: Tue Apr 10, 2007 6:56 pm
by Yaa_ayuhal_Kaafiruun
bang chess yang terhormat,

Menurut perjanjian lama memang demikian, kalau manusia berdosa maka harus ada TANGGUNGANNYA, islammu mengajarkan demikian.


Emang....

Tapi KARENA KASIH KARUNIA TUHAN ALAM semesta MELALUI YESHUA almasih, maka DOSA orang percaya telah diampuni oleh TUHAN.
Orang yang beriman kepada YESHUA almasih adalah ANAK-ANAK TUHAN, KARENA tidak menanggung lagi SIKSA NERAKA.


Uenak tenan jadi orang Nasrani...Mao ngesex, merkosa, ngerampok, mabok, ngebunuh kek, nyantai aja ga usah kuatir ama dosa (don't worry be happy). Pan dosanya dah ditanggung...

Ajaran YAHUDI yang benar tidak mengenal UZAIR sebagai anak TUHAN. tANDA Bahwa Al Quran itu SALAH KUTIP !


Betul itu !!! dan Agama Nasrani yang bener (yang aseli tentunya) juga tidak mengenal Isa Al-Masih sebagai anak Tuhan. Wong Nabi Isa-nya sendiri ga pernah ngajarin kok.
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.


Jelas bahwa Isa Al Masih menyuruh untuk menyembah Allah sebagai Tuhan, bukan nyuruh nyembah dirinya sendiri dalam kapasitas apapun baik itu sebagai Allah (bagian dari Allah), Putera Allah, atau apapun namanya.

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah 31)

PostPosted: Tue Apr 10, 2007 9:49 pm
by murtad mama
eh dongok loe jgn oot ke kristen ini thrad topic 4 eslam not christian,ejaan yesus aja salah :lol:

PostPosted: Wed Apr 11, 2007 12:49 am
by Yaa_ayuhal_Kaafiruun
Lha bang noor, ga ada rambu2 khusus kristen tuh....
Gimana sih....jadi o'on deh lama-lama

PostPosted: Wed Apr 11, 2007 6:22 am
by Chessmaniac
Uenak tenan jadi orang Nasrani...Mao ngesex, merkosa, ngerampok, mabok, ngebunuh kek, nyantai aja ga usah kuatir ama dosa (don't worry be happy). Pan dosanya dah ditanggung...

Jangan disamakan dengan istilah AJARAN KEPALA SYETAN ISLAM, muhammad sebagai KEKASIH ALLAH, Karena itu BERBUAT DOSA pun diKATAKAN HALAL.

ANAK-ANAK TUHAN adalah MANUSIA-MANUSIA yang MENGIKUTI AJARAN DAN PETUNJUK TUHAN, dengan sepenuh hati. Manusia-manusia yang mau mencerminkank ajaran KASIH:
1. Kasihilah TUHAN, BAPAmu DISURGA dengan sepenuh HATI
2. KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA.

JELAS MERAMPOK MEMPERKOSA NGEBUNUH bukan ajaran TUHAN SEMESTA ALAM. Jangan diikutin.

LAIN dengan ajaran KEPALA SYETAN dalam AL QURAN maupun HADITS,
NABI Syetan MUHAMMAD MEMBERI contoh bagaimana membunuh dan memperkosa. Apakah NABI SEPERTI ITU NABI TUHAN yang SUCI?