.

Surat 112 adalah KITAB SYETAN (III)

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Surat 112 adalah KITAB SYETAN (III)

Postby Chessmaniac » Sat Dec 02, 2006 12:41 pm

KITA HARUS MAJU DALAM PEMBAHASAN SURAT 112 INI.
AYAT SELANJUTNYA ADALAH AYAT 112:3:
DIA YANG TIDAK BERANAK dan DIPERANAKKAN

KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" alias IBLIS juga ternyata NGGAK BERANAK dan DIPERANAKKAN
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby maryam » Sat Dec 02, 2006 8:56 pm

MARYAM,
SYETAN ITU LICIK dan PENIPU yang PALING JITU? SAMA SEPERTI "ALLAH", tukang TIPU yang paling HEBAT SEHEBAT-HEBATNYA.


Bagaimana kalau kita balik
chess,
syetan tuh licik dan penipu yang paling jitu sama seperti dirimu, tukang tipu yang paling hebat sehebat-hebatnya.

SYETAN tahu akan KETERBATASAN MARYAM, bahwa MARYAM MELIHAT ANAK DILAHIRKAN SECARA JASMANI dari LOBANG KEMALUAN WANITA.
KARENA ITU, SYETAN BILANG manusia YANG dilahirkan TIDAK MUNGKIN menjadi tempat BERSEMAYANNYA ROH TUHAN..


manusia diciptakan dengan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan, karena itu syetan tak mau sujud kepada manusia, akhirnya mencari cara untuk menjerumuskan manusia ke bumi. akhirnya dia berhasil, sehingga kita bisa ada dan berdialog di FFI, setelah berhasil menurunkan manusia ke bumi, syetan berusaha lagi agar manusia tak pernah kembali ke syurga, melainkan mengikutinya ke neraka.
di dalam tubuh manusia bersemayam roh yang diberikan oleh Tuhan, jangan lupakan syetan, malaikat juga ciptaan Tuhan.


SUNGGUH itu ADALAH TIPU MUSLIHAT dari KEPALA SYETAN "AL-ILLAH".
JASMANI manusia sejak awal adalah BAIT TUHAN SEMESTA ALAM.
JASMANI manusia LEBIH bernilai dibanding dengan BANGUNAN APAPUN, termasuk BANGUNAN KABAAH.


emang benar...tapi bukan saja jasmani yang harus dijaga tapi juga rohani... banyak orang yang jasmaninya sehat tapi ongol2/kurang waras.
jadi kedua2nya harus seimbang

Karena itu dikatakan, RAWATLAH TUBUHmu dengan baik dan sebaik-baiknya. Jika kau melalaikannya, kau telah berdosa. Makanlah makanan yang baik agar TUBUHMU menjadi SEHAT, sehingga ROHANIMU pun sehat.


salah..... lihat saja orang gila yang RS jiwa, badannya sehat, terjaga tapi koq gila????, JADI HIDUPLAH DENGAN SEIMBANG, makanan tubuh adalah nasi, lauk-pauk, susu, dll, olah raga sedangkan konsumsi jiwa ; mendekatkan diri pada Allah, rajin2 menolong sesama, tidak menghujat, dll.
maryam
 
Posts: 51
Joined: Tue Oct 17, 2006 9:55 am

Postby Chessmaniac » Sat Dec 02, 2006 11:40 pm

maryam wrote:Bagaimana kalau kita balik
chess,
syetan tuh licik dan penipu yang paling jitu sama seperti dirimu, tukang tipu yang paling hebat sehebat-hebatnya.

kau ini memang sudah jadi pengikut NABI SYETAN, KELAKUANNYA JUGA SUDAH SEPERTI ITU. MEMBALIK PERNYATAAN YANG SUDAH BENAR MENJADI TUDUHAN.

Seharusnya anda berpikir, bukankah ada ayatnya :. . . . .AL-ILLAH adalah PENIPU ULUNG . . . .

manusia diciptakan dengan kesempurnaan yang diberikan oleh Tuhan, karena itu syetan tak mau sujud kepada manusia, akhirnya mencari cara untuk menjerumuskan manusia ke bumi. akhirnya dia berhasil, sehingga kita bisa ada dan berdialog di FFI,

MARYAM, begitu bangganya akan keberhasilan MBAH SYETAN yang anda ikuti. MEMANG ADA BENARNYA APA YANG KAU KATAKAN DIATAS. COBA PIKIRKAN LAGI.

setelah berhasil menurunkan manusia ke bumi, syetan berusaha lagi agar manusia tak pernah kembali ke syurga, melainkan mengikutinya ke neraka.
di dalam tubuh manusia bersemayam roh yang diberikan oleh Tuhan, jangan lupakan syetan, malaikat juga ciptaan Tuhan.

HANYA MANUSIA yang didalam JASMANINYA ADA ROH TUHAN.
KARENA ITU JASMANI/TUBUH MANUSIA DISEBUT BAIT TUHAN SEMESTA ALAM.

SYETAN dan MALAIKAT diciptakan dari api, DAN HANYA DENGAN PERKATAAN "JADILAH" maka jadilah mereka.
emang benar...tapi bukan saja jasmani yang harus dijaga tapi juga rohani... banyak orang yang jasmaninya sehat tapi ongol2/kurang waras.
jadi kedua2nya harus seimbang


teng yu, atas pernyataan benar anda itu. JADI SEBAIKNYA KABAAH DIHANCURKAN SAJA YACH. APALAGI BATU HITAM HAJAR SYAWAT itu YANG TIDAK ADA GUNANYA. SETUJU NGGAK?

kalau kau tidak setuju, kau sendiri sudah menentang ngomongan kau diatas. Ditunggu jawabannya? atau punya alasan lain.

MARYAM,
hanya dalam tubuh yang sehat TERDAPAT jiwa YANG cemerlang.

Jadi nggak mungkin gw punya DAN membina THREAD ini KALAU pikiran gw tidak seimbang. Sekarang yang tidak seimbang itu siapa? Apakah kau sudah tidur yang cukup?

salah..... lihat saja orang gila yang RS jiwa, badannya sehat, terjaga tapi koq gila????, JADI HIDUPLAH DENGAN SEIMBANG, makanan tubuh adalah nasi, lauk-pauk, susu, dll, olah raga sedangkan konsumsi jiwa ; mendekatkan diri pada Allah, rajin2 menolong sesama, tidak menghujat, dll.


MARYAM, ternyata kau ini MIS-INFORMATION atau mungkin juga MIS-EDUCATION. Tidak ada orang yang SAKIT jiwanya mempunyai badan yang SEHAT. Pernah mengunjungi pasien di RS JIWA? Gw yakin eloe nggak pernah, karena PERNYATAAN anda DIATAS menandakan KETIDAK PEDULIAN terhadap ORANG-ORANG YANG SAKIT JIWANYA.
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby Chessmaniac » Sat Dec 02, 2006 11:52 pm

Ayat 3 dari surat 112 ini, justru menjadi kunci dari "AL-ILLAH" yang menandakan bahwa DIA itu benar-benar IBLIS yang ingin dipanggil sebagai ALLAH.

Banyak hal-hal duniawi yang tidak BERANAK dan TIDAK DIPERANAKKAN, tapi tidak bisa dikatakan DAN dibandingkan sebagai TUHAN PENCIPTA ALAM SEMESTA.

Penempatan ayat 3 ini MENANDAKAN bahwa KEBODOHAN KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" yang ingin menipu MANUSIA yang BERPIKIR.

Tidakkah IBLIS itu berpikir bahwa BERHALA ALLAH di KABAAH tidak PERNAH DILAHIRKAN dan MELAHIRKAN?
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Re: Surat 112 adalah KITAB SYETAN (III)

Postby bambang » Sun Dec 03, 2006 1:56 am

Chessmaniac wrote:KITA HARUS MAJU DALAM PEMBAHASAN SURAT 112 INI.
AYAT SELANJUTNYA ADALAH AYAT 112:3:
DIA YANG TIDAK BERANAK dan DIPERANAKKAN

KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" alias IBLIS juga ternyata NGGAK BERANAK dan DIPERANAKKAN


Betul!....... sebab Iblis pada mulanya juga Malaikat, dimana Mereka (Malaikat) tidak kawin-mawin dan tidak mempunyai keturunan seperti JIN ( yang kawin-mawin dan dapat berketurunan)

Malaikat juga berada di alam yang sama dengan Allah, mereka tidak dapat mati. Karena dosa (terpisah dari alam Allah) mengakibatkan kematian, maka mereka pastilah tidak berdosa. Kata Yunani dan Ibrani yang diterjemahkan sebagai “Malaikat” mempunyai arti “Utusan”, Malaikat adalah utusan atau pelayan dari Allah, taat kepada Allah. Oleh karena itu mereka tidak berdosa. Kata Yunani “Aggelos” yang diterjemahkan sebagai “Malaikat”, juga diterjemahkan sebagai “Utusan”.
Adalah suatu yang dapat terjadi, jika Malaikat dalam bentuknya sebagai manusia (yang terpisah dari alam Allah), dapat berbuat dosa.

Ayat-ayat berikut ini menunjukkan bahwa Malaikat (tidak semua) adalah secara alamiah memang taat kepada Allah, dan oleh karena itu tidak berdosa:

“Tuhan sudah menegakkan takhtaNya di surga dan KerajaanNya berkuasa atas segala sesuatu. (Tidak ada pemberontakan terhadap Allah di surga) Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikatNya, hai pahlawa-pahlawan yang perkasa, yang melaksanakan firmanNya, dengan mendengarkan suara firmanNya. Pujilah Tuhan, hai segala tentaraNya, hai pejabat-pejabaNya yang melakukan kehendakNya”. (Mzm. 103:19-21).

Kecuali Iblis, Malaikat yang satu ini jelas-jelas menyatakan keluar dari alam Allah dengan menolak perintah dan kehendakNya.
Tujuannya adalah mendirikan alam "kemuliaannya" sendiri (Tunggal/Esa) seperti Allah yang telah menegakkan TahtaNya di Surga.

Untuk itulah segala sesuatunya ia bangun berdasarkan kebohongan; pertama-tama tentang jati-dirinya dan kedua informasi pengetahuannya tentang ke-Allah-an, yang sebelumnya pernah ia ketahui.

Dari informasi di atas, kita dapat mengetahui bahwa surah 112 Al-Ihklas :3 itu merupakan kegiatan Iblis yang sedang melakukan metode kebohongan yang kedua; yaitu kebohongan informasi pengetahuannya tentang ke-Allah-an.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby Chessmaniac » Mon Dec 04, 2006 7:10 am

Dalam perjalanan dan pencarian kebenaran SPIRITUAL, ternyata ALLAH yang diakui oleh umat ISLAM sebagai SESEMBAHANNYA, adalah SESUNGGUHNYA KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" alias IBLIS itu sendiri.

ALLAH bukan TUHAN, tapi IBLIS yang telah menjadi MUSUH dari manusia YANG SESUNGGUhNYA. Baca lagi ayat 14:22.

IBLIS ini menyekutukan DAN mengakui dirinya sebagian dari ALLAH, karena itu digunakan kata KAMI yang banyak ditemukan dalam ayat-ayat AL QURAN. IBLIS penipu.

INGAT dengan ayat yang menyatakan,
. . . . . . KAMI benar-benar MAHA KUASA . . . .
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby lia arti » Mon Dec 04, 2006 7:24 am

E, Chess !!

Kalo Allah umat Islam itu loe bilang Iblis, lantas siapa Allah yang loe sembah itu ?
Apakah Isa ?

Jangan lupa bahwa Isa juga punya 'bapa', yang notabene adalah Allah sendiri yang loe bilang Dia itu Iblis !

Jadi sama aja loe ngehina Tuhan loe sendiri.
Loe ngehina bapa loe.

Allah emang gak beranak en gak diperanakkan.

Ya, Dialah Tuhan ! Tuhan adalah yg Maha Awal dan Maha Akhir, Dia tidak diciptakan atau jadi anak siapapun, dan justru Dia lah yg menciptakan kita, menciptakan semesta ini.

Allah gak pantes beranak, Dia bukan manusia. Yang beranak itu manusia, bukan Tuhan. Tidak ada diatas Nya suatu apapun, dan Dia tidak berbagi saham dgn siapapun dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta.

Kata kami itu mewakili malaikat Jibril yg mengucapkannya, bukan Iblis. Jika kata kami diganti dengan Aku, maka akan lebih rancu lagi.
Kenapa ? Karena pasti pikiran kita bilang bahwa Allah sendirilah yg menurunkan wahyu itu kepada Nabi, sedangkan semua Nabi termasuk Isa, mendapatkan wahyu atau ajaran dengan perantara Jibril atau malaikat. Pandangan manusia belum sanggup untuk melihat wujud Nya dengan mata telanjang. Yang dpt dilihat langsung ialah mukjizat Nya dan keajaiban alam lainnya.

Maryam aja dapat pemberitahuan akan lahirnya Isa dari Jibril, kan ??? Kelahiran Isa itu lewat Jibril yg menyampaikannya pada Maryam. Bukan lewat tangan Allah langsung.

Geto !!
User avatar
lia arti
 
Posts: 538
Joined: Fri Sep 08, 2006 7:36 am
Location: Where the Peace is In

Postby Chessmaniac » Mon Dec 04, 2006 8:18 am

lia arti wrote:E, Chess !!
Kalo Allah umat Islam itu loe bilang Iblis, lantas siapa Allah yang loe sembah itu ? Apakah Isa ?

Saya telah menemukan TUHAN YANG SESUNGGUHNYA, yang pasti bukan ALLAH yang disembah oleh UMAT ISLAM.
Jangan lupa bahwa Isa juga punya 'bapa', yang notabene adalah Allah sendiri yang loe bilang Dia itu Iblis !

Kau ini benar lugu deh, atau memang baru lulusan SMA. :lol:
TUHAN tidak TERBATAS, dan tidak dapat dibatasi oleh LOGIKA manusia.
TUHAN adalah TUHAN. TUHAN yang disebut BAPA oleh ISA adalah BAPA kita semua. Karena itu dikatakan BAPA KAMI DISURGA, dimuliakanlah NAMAMU. . . . . TUHAN adalah BAPA manusia DAN kemanusiaan, hidup DAN kehidupan. Semuanya ini milik TUHAN, hanya SYETAN yang ingin bersaing dengan MANUSIA karena TUHAN mengasihi MANUSIA lebih DARI segala CIPTAAN LAINNYA.
Jadi sama aja loe ngehina Tuhan loe sendiri.
Loe ngehina bapa loe.

NGGAK LHA YAAOO!! ALLAH ISLAM tidak sama DENGAN TUHAN ALLAH.
NAMA PANGGILAN BOLEH SAMA, TAPI KEBERADAAN BISA BISA.
Ada banyak yang bernama UMAR, tapi PARA UMAR itu saling berbeda.
Allah emang gak beranak en gak diperanakkan.

Sekali lagi LIA, IBLIS pun TIDAK BERANAK dan DIPERANAKKAN.
IBLIS tidak beranak KARENA tidak MAMPU memberikan HIDUP dan KEHIDUPAN. Beda dengan TUHAN ALAM SEMESTA, MANUSIA adalah ANAKNYA karena itu MANUSIA adalah KHALIFAH dibumi ini.
Semua hidup DAN kehidupan boleh dikatakan adalah ANAK-ANAK TUHAN, tapi ANAK yang paling dikasih adalah MANUSIA dan yang TERUTAMA adalah ISA ALMASIH.
Ya, Dialah Tuhan ! Tuhan adalah yg Maha Awal dan Maha Akhir, Dia tidak diciptakan atau jadi anak siapapun, dan justru Dia lah yg menciptakan kita, menciptakan semesta ini.

BETUUUL LIA! Tapi nggak 100%, 99.9%. Pengertian yang LIA katakan kelihatannya tidak salah tapi masih ada yang kurang.
TUHAN ada sebelum semuanya ada, sekarang dan selamanya
Allah gak pantes beranak, Dia bukan manusia. Yang beranak itu manusia, bukan Tuhan. Tidak ada diatas Nya suatu apapun, dan Dia tidak berbagi saham dgn siapapun dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta.

LIA, coba baca lagi TULISAN LIA. Kelihatannya LIA baru aja lulus dari PESANTREN KILAT YACH.

LIA SUDAH BERTINDAK sebagai TUHAN kepada TUHAN. nGERTI nggak kalimat itu. Artinya LIA telah membatasi keberadaan TUHAN, padahal TUHAN itu TIDAK TERBATAS. BETUL NGGAK ?
Sama seperti kelakuan IBLIS yang tidak mau MENYEMBAH ADAM, padahal itu adalah PERINTAH TUHAN ALLAH SEMESTA ALAM. IBLIS hanya ingin BERSUJUD kepada TUHAN, dengan alasan YANG SAMA seperti LIA katakan, (dengan tambahan, ADA CEMBURU dari IBLIS kepada CINTA TUHAN terhadap MANUSIA).

Dengan alasan yang sama saya katakan TAUHID ISLAM adalah TAUHID AJARAN IBLIS.
Kata kami itu mewakili malaikat Jibril yg mengucapkannya, bukan Iblis. Jika kata kami diganti dengan Aku, maka akan lebih rancu lagi.
Kenapa ? Karena pasti pikiran kita bilang bahwa Allah sendirilah yg menurunkan wahyu itu kepada Nabi, sedangkan semua Nabi termasuk Isa, mendapatkan wahyu atau ajaran dengan perantara Jibril atau malaikat. Pandangan manusia belum sanggup untuk melihat wujud Nya dengan mata telanjang. Yang dpt dilihat langsung ialah mukjizat Nya dan keajaiban alam lainnya.

BICARA tentang MUJIJAT. Mujijat apa yang telah dilakukan oleh MUHAMMAD, yaitu NABI SYETAN. Kenyataan bahwa MUHAMMAD tidak melakukan satu mujijatpun ADALAH pertanda BAHWA MUHAMMMAD bukan NABI TUHAN SEMESTA ALAM.
Maryam aja dapat pemberitahuan akan lahirnya Isa dari Jibril, kan ??? Kelahiran Isa itu lewat Jibril yg menyampaikannya pada Maryam. Bukan lewat tangan Allah langsung.
Geto !!

Kalau TUHAN datang dengan segala KEBERADAANNYA, maka MARYAM musnah seketika, karena ITU TUHAN hadiri diantara MANUSIA dalam WUJUD MANUSIA atau ROH KUDUS.

Kalau LIA ingin melihat kebenaran SURAT 112.
Katakanlah:
"AL-ILLAH" adalah KEPALA SYETAN, dan MUHAMMAD adalah NABI SYETAN

Dalam waktu yang relative singkat, LIA sendiri akan melihat DENGAN MATA NURANI yang TERCELIK.
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby lia arti » Mon Dec 04, 2006 12:33 pm

Eh Chess !

Sory, tulisan loe gak bikin gue berdelik.

Siapa Tuhanmu yg sesungguhnya itu ??? Pastilah punya nama. Apakah Isa ? Gue juga nyembah Tuhan Semesta Alam yg loe sembah itu. Loe pikir muslim nyembah apa ? Kita bukan nyembah iblis, sory....

Pastilah Allah, No God but Allah. Gue menyembah Dia yg loe sebut sebagai 'bapa'. Gue gak nyembah iblis. Gue gak terlalu **** seperti yg loe kira. Maaf, ya ...

Iblis gak beranak ?? Waaa...salah, loe...
Iblis bisa punya anak cucu karena dia beranak, hanya saja dia tidak mati sebelum kiamat untuk menggoda manusia, mengajak manusia ke neraka jahanam.

Kalo Allah gak beranak, Dia menciptakan. Tidak ada proses kelahiran pada diri Nya, Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia menciptakan makhluk yg bisa berkembang biak melalui kelahiran. Hanya saja kita gak tau gimana kelahiran anak cucu iblis itu, kan ??

Nabi Muh gak punya mukjizat ? Sekali lagi loe salah. Gak baca Quran, kan ? Gak lihat perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha ?? Gak liat mukjizatnya yg masih bisa dilihat sekarang ?? Quran ??

E Chess,
Maryam sebagai manusia gak bisa nangkap Allah dgn penglihatannya secara langsung, coz Allah belum memberikan kemampuan pada manusia akan hal itu.

Allah tidak perlu turun dalam wujud manusia atau roh kudus, emang roh itu apa ? malaikat sebagai mahkluk Allah yg tercipta dari cahaya itu disebut juga sebagai roh, Jibril = Ruhul Qudus = Al Amin, yg artinya dapat dipercaya.

Gak usah turun juga udah bisa ngasih petunjuk lewat Jibril. Buat apa ada malaikat dan para Nabi jika Allah harus turun sendiri, sekalipun itu loe bilang Dia berwujud manusia. Berat sekali Allah menerjemahkan kuasa Nya !

Geto !
User avatar
lia arti
 
Posts: 538
Joined: Fri Sep 08, 2006 7:36 am
Location: Where the Peace is In

Postby bambang » Mon Dec 04, 2006 5:20 pm

lia arti wrote:Eh Chess !

Sory, tulisan loe gak bikin gue berdelik.

Siapa Tuhanmu yg sesungguhnya itu ??? Pastilah punya nama. Apakah Isa ? Gue juga nyembah Tuhan Semesta Alam yg loe sembah itu. Loe pikir muslim nyembah apa ? Kita bukan nyembah iblis, sory....

Lia...... Kamu pikir muslim nyembah Tuhan Yang Benar!? (Tuhan Semesta Alam).

Muhammad sendiri mengatakan bahwa dia tidak menyembah Tuhan yang disembah oleh Yahudi dan Nasrani (Tuhan Semesta Alam). Dalam surah 109 Al-Kafiruun 1-6 jelas muhammad menolak untuk menyembahNya, sebab dia sudah mempunyai sesembahan lain lagi........ yang dapat terlihat dalam surah 27.An Naml :91 yang berbunyi:
"Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan......."
lia arti wrote:Pastilah Allah, No God but Allah. Gue menyembah Dia yg loe sebut sebagai 'bapa'. Gue gak nyembah iblis. Gue gak terlalu **** seperti yg loe kira. Maaf, ya ...

Kalau benar lia menyembah Bapa Surgawi........ pastilah lia akan memohon kepada Bapa dengan berseru kepadaNya.....bukan kepada yang lain.
Tetapi oleh karena lia merasa "pinter" makanya terjadilah penyesatan Iblis melalui ajaran islam.
lia arti wrote:Iblis gak beranak ?? Waaa...salah, loe...
Iblis bisa punya anak cucu karena dia beranak, hanya saja dia tidak mati sebelum kiamat untuk menggoda manusia, mengajak manusia ke neraka jahanam.

Coba lia cari refrensinya dari sumber mana saja yang mengatakan Iblis beranak; supaya nanti lia ngerti sendiri.......... bahwa Iblis dalam ajaran islam telah menipu lia.
lia arti wrote:Kalo Allah gak beranak, Dia menciptakan. Tidak ada proses kelahiran pada diri Nya, Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia menciptakan makhluk yg bisa berkembang biak melalui kelahiran. Hanya saja kita gak tau gimana kelahiran anak cucu iblis itu, kan ??

Sekali lagi saya tantang lia untuk mencari refrensi / bacaan yang mengatakan Iblis beranak untuk membuktikan ajaran islam benar atau bohong.
lia arti wrote:Nabi Muh gak punya mukjizat ? Sekali lagi loe salah. Gak baca Quran, kan ? Gak lihat perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha ?? Gak liat mukjizatnya yg masih bisa dilihat sekarang ?? Quran ??

lia harus mengerti dulu pengertian dari mukjizat itu; setidaknya lia dapat mencarinya didalam kamus bahasa tentang arti mukjizat.

Jika memang benar muhammad melakukannya, saya setuju kalau itu merupakan mukjizat. tetapi masalahnya sekarang adakah orang yang bersaksi keberangkatan muhammad ke Sidratul Muntaha??? Kalau tidak ada, apakah cerita itu dapat disebut sebagai bukti!?

Sedangkan quran, saya tidak setuju dikatakan sebagai mukjizat.
Terlepas dari ketidak-setujuan saya, saya melihat kalau quran merupakan hasil karya dari khalifah Umar bin Khaththab yang memerintahkan umar untuk membukukannya.
lia arti wrote:E Chess,
Maryam sebagai manusia gak bisa nangkap Allah dgn penglihatannya secara langsung, coz Allah belum memberikan kemampuan pada manusia akan hal itu.

Allah tidak perlu turun dalam wujud manusia atau roh kudus, emang roh itu apa ? malaikat sebagai mahkluk Allah yg tercipta dari cahaya itu disebut juga sebagai roh, Jibril = Ruhul Qudus = Al Amin, yg artinya dapat dipercaya.


Gak usah turun juga udah bisa ngasih petunjuk lewat Jibril. Buat apa ada malaikat dan para Nabi jika Allah harus turun sendiri, sekalipun itu loe bilang Dia berwujud manusia. Berat sekali Allah menerjemahkan kuasa Nya !

Geto !

Disatu sisi lia mengatakan :"Maryam sebagai manusia gak bisa nangkap Allah dgn penglihatannya secara langsung, coz Allah belum memberikan kemampuan pada manusia akan hal itu."

Disisi lainnya lia mengatakan: "Buat apa ada malaikat dan para Nabi jika Allah harus turun sendiri, sekalipun itu loe bilang Dia berwujud manusia. Berat sekali Allah menerjemahkan kuasa Nya !"

Dari dua pernyataan lia di atas (saya beri warna berbeda) menunjukan pengertian/pemahaman lia yang serba-salah.

1. Lia katakan Allah belum memberikan kemampuan pada manusia.
2. Ketika Allah dengan KuasaNya memampukan manusia melihat Allah dalam Yesus........ eh..malah lia (manusia)nya yang gak percaya.

Saya tidak menyalahkan manusia ataupun lia......... tapi saya persalahkan ajaran yang mengikat manusia itu dengan informasinya yang sesat akan Allah.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby lia arti » Mon Dec 04, 2006 6:03 pm

Duh, Bambang !!!!

Tuhan negeri ini...mana lanjutannya ? Kalo motong ayat setengah2....

" Tiadalah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam...."

Bukan cuma Mekkah, tapi juga untuk semesta alam. Lihat ayat lain dari Quran.

Pokoke, gue menyembah Tuhan Semesta Alam / Tuhan Allah, satu2nya Allah / Allah yg kau sebut sebagai Allah Bapa. Maaf, itu sebenarnya.

Kalo Allah Isa, gue menganggapnya sebagai Nabi, bukan Allah. Allah tak dapat diserupakan dengan apapun dan siapapun. Dia Tuhan yg berbeda wujudnya dengan manusia. Di luar jangkauan manusia.

Jika manusia saja tak serupa dgn Iblis dan Malaikat, so mengapa harus serupa dgn Allah ? Mengapa Isa itu harus serupa dgn Allah ?
Wajah Allah satu, ciptaan Nya yg banyak.
Wajah Allah bukan wajah Isa. Beda.

Jika Isa sebagai manusia adalah wajah Allah, maka apakah kita adalah wajah Allah ? Ungkapan yg simpang siur, kadang wajah Allah, kadang putra Allah, kadang Allah sendiri. Ini tidak konsisten.

Wajah dalam arti sebenarnya hanya ada satu, wajah dan rupa Nya yang satu. Wajah dalam arti lain itu berupa ciptaan Nya, wajah alam semesta.
Bukan artinya mewajahkan manusia dalam wajah Allah.

Jika kita menciptakan sebuah meja, apakah kita sebagai manusia sama rupanya dgn meja yg kita ciptakan ? Sama sekali berbeda.

Gue gak masalah kalo loe gak akui Quran sebagai mukjizat, atau bahkan perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha, terserah. Gue gak berharap loe percaya karena gue tau loe gak akan percaya, kan ?
GAK AKAN PERNAH.

Pemahaman gue ttg Maryam serba salah ?
Hmmm....kayaknya gak, tuh. Loe aja bacanya kurang konek.

Manusia mampu melihat Allah dlm Isa ?
Isa itu manusia, makanya dia bisa dilihat oleh manusia. Allah itu Maha Tinggi, tau artinya ??
Kedudukan Isa sbg manusia sama sekali tak menurunkan derajatnya di mata gue. Gue tetap hormat padanya selaku pembawa ajaran agama Tauhid, agama yg mengEsakan Allah.

Gue mengimani semua nabi, kitab, dan apapun yg diturunkan Allah pada awalnya adalah benar. Ketika telah ada di tgn manusia, saat itulah masalah mulai muncul dikarenakan kedengkian antar sesama, keserakahan, dsb...

Gimana ?
User avatar
lia arti
 
Posts: 538
Joined: Fri Sep 08, 2006 7:36 am
Location: Where the Peace is In

Postby bambang » Mon Dec 04, 2006 8:08 pm

lia arti wrote:Duh, Bambang !!!!

Tuhan negeri ini...mana lanjutannya ? Kalo motong ayat setengah2....

Ok...saya lanjutin ayatnya.
" ...........kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Saya tidak mau lia terkecoh dengan lanjutan ayat itu yang mengklaim bahwa Tuhan Mekah itu dinyatakan oleh muhammad sebagai Tuhan Yang mempunyai segala sesuatu.
Sebab sebelumnya........ Taurat mengatakan bahwa Tuhan, Allah orang Israel itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti ada tertulis.

"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya...." (I Taw.16:36)

Dan lagi,

"Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhan-lah yang menjadikan langit." (I.Taw.16:26)
lia arti wrote:" Tiadalah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam...."

Bukan cuma Mekkah, tapi juga untuk semesta alam. Lihat ayat lain dari Quran.

He..lia!, itukan ayat "pengutusan" muhammad, bukan mengenai Tuhan yang disembahnya. Gimana sich kamu....... kok gak nyambung gitu!?
lia arti wrote:Pokoke, gue menyembah Tuhan Semesta Alam / Tuhan Allah, satu2nya Allah / Allah yg kau sebut sebagai Allah Bapa. Maaf, itu sebenarnya.

Maksudnya sih boleh saja..............tapi pada prakteknya kan kamu tidak menyembah kepada Bapa. Iya kan!?
lia arti wrote:Kalo Allah Isa, gue menganggapnya sebagai Nabi, bukan Allah. Allah tak dapat diserupakan dengan apapun dan siapapun. Dia Tuhan yg berbeda wujudnya dengan manusia. Di luar jangkauan manusia.

Kata siapa Allah tidak dapat menyerupakan diriNya dengan manusia???
Justru rupa manusia merupakan gambaran dari rupa Allah; seperti ada tertulis dalam Kitab Kejadian 1:26.
"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan menusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas........"
lia arti wrote:Jika manusia saja tak serupa dgn Iblis dan Malaikat, so mengapa harus serupa dgn Allah ? Mengapa Isa itu harus serupa dgn Allah ?
Wajah Allah satu, ciptaan Nya yg banyak.
Wajah Allah bukan wajah Isa. Beda.

Untuk itulah Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada manusia (Adam), sebab Dia menciptakan manusia serupa dengan rupa Allah.
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud." QS 7.Al Araaf:11
lia arti wrote:Jika Isa sebagai manusia adalah wajah Allah, maka apakah kita adalah wajah Allah ? Ungkapan yg simpang siur, kadang wajah Allah, kadang putra Allah, kadang Allah sendiri. Ini tidak konsisten.

Ya!...... kita manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah; kecuali jika kamu tidak mau dikatakan sebagai mahkluk paling mulia.
lia arti wrote:Wajah dalam arti sebenarnya hanya ada satu, wajah dan rupa Nya yang satu. Wajah dalam arti lain itu berupa ciptaan Nya, wajah alam semesta.
Bukan artinya mewajahkan manusia dalam wajah Allah.

Kamu dan siapa saja tidak ada yang pernah melihat wajah Allah, siapapun tidak ada.
Jadi Allah telah menciptakan manusia sebagai mahkluk ciptaanNya yang paling mulia dikarenakan manusia diciptakan segambar dengan rupa Allah; dan Allah menciptakan Manusia itu untuk memperlihatkan bahwa Dia ada dan Mulia, Maha Mulia.
lia arti wrote:Jika kita menciptakan sebuah meja, apakah kita sebagai manusia sama rupanya dgn meja yg kita ciptakan ? Sama sekali berbeda.

Benar sekali bahwa kita tidak sama dengan meja yang kita ciptakan; tetapi jika kita ciptakan sesuatu yang merupakan gambaran dari keberadaan kita sendiri...... kira-kira ciptaan itu kita akui sebagai diri kita sendiri apa tidak!?

Contoh: Kamu membuat patung dirimu sendiri, ketika kamu membuatnya....kamu kerahkan segala kemampuanmu agar patung itu sama/sangat mirip/"hidup" sekali denganmu; kira-kira...... setelah jadi apakah kamu pelihara atau kamu geletakin saja tanpa diperhatikan.

Begitu juga dengan Allah yang menciptakan manusia.
lia arti wrote:Gue gak masalah kalo loe gak akui Quran sebagai mukjizat, atau bahkan perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha, terserah. Gue gak berharap loe percaya karena gue tau loe gak akan percaya, kan ?
GAK AKAN PERNAH.

Bukan soal percaya atau gak percaya.......
Semuanya itu harus melalui proses yang sewajarnya saja, gak perlu fanatik buta.
lia arti wrote:Pemahaman gue ttg Maryam serba salah ?
Hmmm....kayaknya gak, tuh. Loe aja bacanya kurang konek.

Manusia mampu melihat Allah dlm Isa ?
Isa itu manusia, makanya dia bisa dilihat oleh manusia. Allah itu Maha Tinggi, tau artinya ??
Kedudukan Isa sbg manusia sama sekali tak menurunkan derajatnya di mata gue. Gue tetap hormat padanya selaku pembawa ajaran agama Tauhid, agama yg mengEsakan Allah.

Gue mengimani semua nabi, kitab, dan apapun yg diturunkan Allah pada awalnya adalah benar. Ketika telah ada di tgn manusia, saat itulah masalah mulai muncul dikarenakan kedengkian antar sesama, keserakahan, dsb...

Gimana ?

Bagaimana gak serba-salah!
Disatu sisi kamu beralesan manusia tidak diberi kesanggupan untuk melihat Allah, tetapi ketika Allah memberikan kesanggupan penglihatan manusia untuk "melihat" Allah melalui Isa (Yesus) malahan kamunya yang tidak sanggup percaya; itu yang saya sebut serba-salah.

Allah memang mau dilihat juga oleh manusia, sehingga Dia menyatakan DiriNya melalui Yesus Kristus sebagai Tuhan, Allah (Juruslamat) untuk manusia.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby Chessmaniac » Tue Dec 05, 2006 12:51 pm

lia arti wrote:Eh Chess !
Sory, tulisan loe gak bikin gue berdelik.
Siapa Tuhanmu yg sesungguhnya itu ??? Pastilah punya nama. Apakah Isa ? Gue juga nyembah Tuhan Semesta Alam yg loe sembah itu. Loe pikir muslim nyembah apa ? Kita bukan nyembah iblis, sory....

KAU BERPIKIR MENYEMBAH TUHAN . . . itu keinginan hatimu dan JIWAmu.
Tapi IBLIS itu makluk LICIK dan PENIPU ulung. IBLIS itu juga tahu kalau kau ingin menyembah TUHAN SEMESTA ALAM. Makanya IBLIS itu menyekutukan dirinya SEBAGAI TUHAN dengan NAMA "AL-ILLAH" atau dengan nama umumnya disebut ALLAH.
Sehingga jadi lah ayat 112:1. DIALAH ALLAH yang SATU itu.

Kata "itu" dalam kalimat surat 112:1 adalah KATA PENUNJUK, bukan kata keterangan mengenai ALLAH. IBLIS menunjuk dirinya DENGAN NAMA ALLAH, mengantikan berhala yang disembah didalam KABAAH sebelum MUHAMMAD.

Pastilah Allah, No God but Allah. Gue menyembah Dia yg loe sebut sebagai 'bapa'. Gue gak nyembah iblis. Gue gak terlalu **** seperti yg loe kira. Maaf, ya ...

Saya mengerti, kau TIDAK INGIN DISEBUT ****. Tapi kenyataannya, KAU DITIPU oleh KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" yaitu IBLIS, yang tidak bersujud pada ADAM.
Iblis gak beranak ?? Waaa...salah, loe...
Iblis bisa punya anak cucu karena dia beranak, hanya saja dia tidak mati sebelum kiamat untuk menggoda manusia, mengajak manusia ke neraka jahanam.

TUNJUKKAN dimana dikatakan bahwa IBLIS itu beranak CUCU. . . .
Kalau sudah beranak cucu, sudah penuh dunia ini dengan CUCU-CICIT IBLIS. Tapi coba itung sendiri deret ini, 1 menjadi 2, 2 menjadi 4, etc dan pertimbangkan masa regenerasi, tanpa ada yang mati. Alam IBLIS pasti lebih padat dari ALAM MANUSIA yach . . .
Tahukah anda kenapa MANUSIA beranak dan DILAHIRKAN ?
Pertanyaan ini termasuk gampang, tapi belum tentu anda pasti bisa jawab dengan benar ?
Kalo Allah gak beranak, Dia menciptakan. Tidak ada proses kelahiran pada diri Nya, Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia menciptakan makhluk yg bisa berkembang biak melalui kelahiran. Hanya saja kita gak tau gimana kelahiran anak cucu iblis itu, kan ??

BUKANNYA KAU TIDAK TAHU, tapi KAU TIDAK DIKASIH TAHU dengan benar oleh NABI SYETAN MUHAMMAD.

Kau ini orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa Indonesia. ANAK bukan selalu berarti DAN dikaitkan dengan KELAHIRAN ANAK dari KANDUNGAN BUNDA. Contohnya ANAK KUNCI. Apakah KUNCI melahirkan anak?

Pohon tebu BERANAK, dari AKAR. Pohon mangga beranak dari PROCESS pembuahan dan biji mangga yang bersemai. Manusia bisa beranak juga dengan bermacam-macam process. Contohnya dari hasil penyatuan benih dalam petri, yang disebut bayi tabung. Bisa juga keluarga BERANAK ( mempunyai anak) hasil ADOPSI.

Siapakah anak-anak TUHAN ALAM SEMESTA? Tidak lain adalah semua makluk ciptaannya, YANG TERMULIA adalah MANUSIA, yang terutama dan termulia adalah ISA ALMASIH. YANG PALING BEJAT adalah MUHAMMAD, pengikut AJARAN SYETAN.

Nabi Muh gak punya mukjizat ? Sekali lagi loe salah. Gak baca Quran, kan ? Gak lihat perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha ?? Gak liat mukjizatnya yg masih bisa dilihat sekarang ?? Quran ??

Sidratul MUntahan, itu sih bukan MUJIJAT, tapi CERITA 1001 MALAM ala MUHAMMAD. MUjijat adalah KONDISI ajaib YANG DISAKSIKAN OLEH BANYAK ORANG. ISA melakukan MUJIJAT didepan banyak orang, jadi bukan mimpi ditengah malam.
E Chess,
Maryam sebagai manusia gak bisa nangkap Allah dgn penglihatannya secara langsung, coz Allah belum memberikan kemampuan pada manusia akan hal itu.

Allah tidak perlu turun dalam wujud manusia atau roh kudus, emang roh itu apa ? malaikat sebagai mahkluk Allah yg tercipta dari cahaya itu disebut juga sebagai roh, Jibril = Ruhul Qudus = Al Amin, yg artinya dapat dipercaya.

Gak usah turun juga udah bisa ngasih petunjuk lewat Jibril. Buat apa ada malaikat dan para Nabi jika Allah harus turun sendiri, sekalipun itu loe bilang Dia berwujud manusia. Berat sekali Allah menerjemahkan kuasa Nya !

Geto !


LIA begini aja ?
Bagaimana kau membedakan MALAIKAT dan IBLIS?
BISA NGGAK IBLIS berpura-pura jadi MALAIKAT?
Bagaimana kau bisa tahu, kalau setiap perkataan dari "MAILAKAT" itu berasal dari TUHAN? Bagaimana mengujinya?
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby dodoy » Tue Dec 05, 2006 1:07 pm

SURAT 112 MENJELASKAN SIFAT-SIFAT TUHAN ALLOH SWT

Mengikuti perdebatan Chessmaniac dengan netter muslim, walaupun kami agak terlambat mengetahuinya, tapi lumayan seru, walaupun chesmaniac ini menulis dengan penuh emosi yang me-ledak-ledak dengan mengatakan Allah adalah kepala syetan dan Muhamad adalah nabi syetan (ASYTAGFIRULLAH), tapi begitulah keadaannya, dia itu hanya salah satu korban pertentangan berkepanjangan ber-abad-abad antara Arab dan Yahudi, dia juga berani mengatakan Injil Barnabas adalah Injil Syetan karena Gereja melarang untuk membacanya.

Mudah-mudahan Tuhan Alloh Swt menarik kamu kedalam Islam, yang dengan kuasaNya tidak akan mampu hati kamu menolaknya. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil, karena tidak ada yang mustahil bagi Alloh Swt tuhan sekalian alam. Agama Fitroh itu adalah agama yang menyembah hanya satu Tuhan, monotheisme menurut Islam tentu saja tidak sama dengan monotheisme menurut anda.

Contoh orang-orang yang masuk Islam itu sudah banyak terjadi, dan mereka bukanlah orang-orang yang **** di dalam agamamu, tapi yang sudah mempunyai predikat sarjana theology, tapi orang yang murtad dari Islam pada umumnya keimanan mereka ditukar hanya dengan beberapa bungkus supermie, kasihan memang mereka, kita jadi merasa ikut bersalah, Kadhalfakru ayakuna kufron kata Nabi Kita Muhamad.Saw.
Aku tidak akan menyebutkan nama-nama orang yang bersyahadat tsb, karena aku khawatir kamu akan menempelak mereka karena namanya di bawa-bawa dalam forum ini.

Kembali kepada judul diatas “Surat 112 adalah menjelaskan sifat-sifat tuhan Alloh Swt”,
Katakanlah : Dialah Alloh Yang Maha Esa,
Alloh adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu
Dia tidak beranak dan tidak diperanakan (dilahirkan)
Dan tidak ada segala sesuatu pun yang sama dengan Dia.

Walaupun surat itu hanya terdiri dari 4 (empat) ayat saja tapi sudah mampu menggetarkan bahkan menghancurkan dan meluluh lantakan bangunan kepercayaan trinitas yang sebenarnya tidak pernah diajarkan oleh Yesus Kristus, tetapi dibuat oleh rasul palsu yang juga telah membuat ayat-ayat syetan yang se-benar-benarnya.

Nih dengerin baik-baik dengan hati kamu yang terdalam agar menjadi jelas bagi kamu kehitaman dan kegelapan salah satu ayat syetan tersebut :

“Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemulyaanya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa”.(Roma 3.7)

Dia (Paulus) mengaku sendiri sebagai pendusta agama mengatakan yang tidak diperintahkan Allah.
Orang ini termasuk orang yang sombong karena mengada-adakan dusta atas nama Allah, maka hukumannya bagi orang demikian harus mati dibunuh atau terbunuh, dan ternyata Paulus mati di pancung oleh kaisar Nero di Roma pada tahun 64 M.

Tapi coba kamu perhatikan Rosulullah Muhamad Saw, walaupun berpuluh-puluh kali terjun ke medan pertempuran melawan orang-orang kafir untuk menegakkan agama Islam, tapi beliau tetap selamat dan dapat menuntaskan risalah agama ini dengan sempurna.

Dijaman Nabi Muhamad Saw masih hidup ada orang yang mengaku-ngaku nabi namanya Musailamah Al Kadzab dengan mengarang kitab yang diberi nama Al Hayawan, orang inipun mati dengan mengenaskan di medan pertempuran.

Kemudian coba kamu perhatikan sekali lagi orang yang mengaku-ngaku nabi setelah baginda Rosululloh Muhamad Saw, yang bernama Mirza Gulam Ahmad, walau dilindungi sangat ketat oleh pemerintah Inggris, tapi hanya dalam tempo tidak lebih dari satu minggu setelah BERMUBAHALAH dengan seorang ulama dari India dia mati.
Itulah nasibnya nabi-nabi palsu mati secara mengenaskan (tidak terhormat).

Kalau masih ragu atas Kerasulan Muhamad Saw, aku kasih satu dalil lagi yang terdapat di dalam Agama Hindu dengan kitab sucinya Weda yang sudah berumur 2500 tahun.
Dalam kitab Weda tertulis “ Hai sekalian manusia dengarkanlah berita penting ini, Nanti akan aku bangunkan seorang laki-laki TERPUJI. (Dalam bahasa Arab disebut Muhamad)

Agar lebih jelas lagi didalam ayat lainnya : Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Achmad bergelarkan Muhamad dan Dia akan mendapatkan penolong-penolong. Hai orang Arab, hai tuan-tuan seluruh alam ini Kepadanyalah Tagdisku yang suci. Hai orang-orang yang mengadakan beberapa jalan yang banyak untuk membinasakan sekalian syetan dan dunia ini, Kepada Engkaulah Tagdisku.

Kalau berbicara Nubuwat hanya seputar kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Mazmur , kalian pasti banyak membantahnya, tapi coba kamu fikirkan dengan hati yang jernih dan kepala dingin apa yang tertulis dalam kitab Weda tersebut. Kalau juga masih kurang nanti aku tambahkan lagi Nubuwat Nabi Muhamad yang tertulis didalam kitab-kitab agama yang lebih tua lagi yang pernah ada di muka bumi ini, atau kamu cari sendirilah.

Sekarang coba kamu fikirkan tentang keimanan trinitas itu, mustahil suatu kejadian yang begitu dahsyat, tuhan akan mengorbankan anaknya untuk penebusan dosa umat manusia di kolong langit ini, yang dengan acara itu akan merobah hukum “Akulah Tuhan Allahmu Yang Maha Esa” didalam the ten commandemen nya Musa As.
Kok tidak diberitakan lebih awal, misalnya ditulis besar-besar dengan huruf warma merah atau hijau seperti tulisan anda kalau marah. Jadi mana nubuwatnya di dalam Taurat atau di dalam Weda atau di dalam Kitab Datasir orang Parsi.

Cukuplah sekian dulu brurr. “Katakanlah : Tidak Ada Tuhan Selain Alloh”.
Last edited by dodoy on Tue Dec 05, 2006 1:36 pm, edited 1 time in total.
dodoy
 
Posts: 13
Joined: Wed Nov 29, 2006 6:38 am
Location: JAKARTA, INDONESIA

Postby aljazeera » Tue Dec 05, 2006 1:25 pm

Chessmaniac wrote:Tidakkah IBLIS itu berpikir bahwa BERHALA ALLAH di KABAAH tidak PERNAH DILAHIRKAN dan MELAHIRKAN?


Sbnrnya ayat ini turun utk "menyindir" orang2 yang menuhankan jesus.
Bukankah dia hadir lewat persalinan? berarti kehadiran Tuhan kedunia adalah berstatus di PERANAKAN lewat maria.
Padahal, dengan kebesaran dan ke MAHA KUASA-an Tuhan, Die gak perlu dg cara itu untuk turun ke muka bumi..

Q.S. [112 : 3]

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan"

Nah ini lanjutannya

[112 : 4]

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

"dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Jeng chess, Tuhan kami itu gak ada yang bisa menyetarain, apalagi cuma bisa berubah wujud ke bentuk manusia, terlalu naif untuk sebuah KEMAHAKUASA-an Tuhan, walupun dengan dalih ATAS KASIH-nya..

CMIIW :wink:
User avatar
aljazeera
 
Posts: 858
Joined: Sat Jul 29, 2006 2:18 pm

Postby Chessmaniac » Tue Dec 05, 2006 1:40 pm

Dodoy, SILAHKAN baca dulu yach JILID satu dan dua DARI thread INI.
Saya pantang emosi, TULISAN agak kasar untuk KASIH PELAJARAN PADA NETTER MUSLIM itu yang tidak SOPAN mengunakan KATA-KATA.
Sederhana saja, KITA BERDISKUSI bukan UNTUK MENYERANG PRIBADI PESERTA DISKUSI, tapi mengasah inti dari ajaran SYETAN yang bersembunyi dibalik kata ALLAH.
Chessmaniac
 
Posts: 731
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:17 am

Postby Arjuna_2 » Tue Dec 05, 2006 2:54 pm

aljazeera

Sbnrnya ayat ini turun utk "menyindir" orang2 yang menuhankan jesus.
Bukankah dia hadir lewat persalinan? berarti kehadiran Tuhan kedunia adalah berstatus di PERANAKAN lewat maria.
Padahal, dengan kebesaran dan ke MAHA KUASA-an Tuhan, Die gak perlu dg cara itu untuk turun ke muka bumi..


DISINILAH LETAKNYA KELEMAHAN MUHAMMAD, SEHINGGA TIDAK BISA MELIHAT KEBESARAN DAN KEKUASAANNYA TUHAN ALLAH.
MUHAMMAD TERLALU BANYAK MERAMPOK, MEMBUNUH, MEMPERKOSA...SEHINGGA NALARNYA BUTA ....DAN AKHIRNYA MEMBUAT AJARAN AJARAN YG MENYESATKAN... :evil:
KUASA ALLAH YG SEMPURNA MENJADI TERTUTUP OLEH PIKIRAN DAN PERBUATANNYA YG BEJAT DG DIBUATNYA SURAH 112:1-4 UNTUK MELAWAN ALLAH YG SEBENARNYA YG DIANUT BANGSA YAHUDI/KRESTEN.

.
Arjuna_2
 
Posts: 350
Joined: Mon Apr 17, 2006 10:56 am

Postby bocah » Tue Dec 05, 2006 3:06 pm

Chessmaniac wrote:Dodoy, SILAHKAN baca dulu yach JILID satu dan dua DARI thread INI.
Saya pantang emosi, TULISAN agak kasar untuk KASIH PELAJARAN PADA NETTER MUSLIM itu yang tidak SOPAN mengunakan KATA-KATA.
Sederhana saja, KITA BERDISKUSI bukan UNTUK MENYERANG PRIBADI PESERTA DISKUSI, tapi mengasah inti dari ajaran SYETAN yang bersembunyi dibalik kata ALLAH.


LUCH MEMANG PANTAS DI PERLAKUKAN KASAR......KARENA YESUS [SI ANAK KAMBING] ITULAH ,MAKA DUNIA INI TIDAK JADI TENTRAM....SELALU ADA KONFLIK....CONTOHNYA YA ELUCH....SANG PENYEMBAH ANAK KAMBING.... :twisted: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
bocah
 
Posts: 8
Joined: Tue Dec 05, 2006 1:17 pm

Re: Surat 112 adalah KITAB SYETAN (III)

Postby Kane » Tue Dec 05, 2006 3:31 pm

Chessmaniac wrote:KITA HARUS MAJU DALAM PEMBAHASAN SURAT 112 INI.
AYAT SELANJUTNYA ADALAH AYAT 112:3:
DIA YANG TIDAK BERANAK dan DIPERANAKKAN

KEPALA SYETAN "AL-ILLAH" alias IBLIS juga ternyata NGGAK BERANAK dan DIPERANAKKAN


Weleh kalimat anda ini salah om...

Dalam islam iblis ato setan itu adalah golongan jin, dan jin beranak pinak.

Awalnya aja dah salah gimana lage seterusnya...heuehuehue...
User avatar
Kane
 
Posts: 1619
Joined: Thu Jul 27, 2006 2:48 pm
Location: Bandung, Indonesia

Re: Surat 112 adalah KITAB SYETAN (III)

Postby bambang » Tue Dec 05, 2006 5:38 pm

He..he..he.. NGAWUR ente coy!!

Makanya kalau belajar itu jangan cuma dari pesantren......kurang lengkap perbendaharaan ilmunya!!
Gimana anda gak dibohongi iblis....... wong perkataannya anda telan mentah-mentah. :lol: :lol: :lol:
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users