.

MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Mon Nov 03, 2014 3:04 pm

keeamad wrote:@patah salero.
Sudah tertulis di laut mahfuz seperti ilustrasi di atas,
masih bisakah anda punya pilihan lain?

yang bakalan loe pilih itulah yang tertulis di lauh mahfuz, APAPUN PILIHAN TERSEBUT.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby efrata » Mon Nov 03, 2014 3:58 pm

Patah Salero wrote:yang bakalan loe pilih itulah yang tertulis di lauh mahfuz, APAPUN PILIHAN TERSEBUT.


ane tanya dunk?
tu LM tu ditulis dulu sebelum manusia dijadiin ato ditulis setelah manusia dijadiin?
katanya semua dah tertulis di LM, quran dan hadist yang bilang lo.
kalo ditulis setelah tiap2 individu diciptakan, berarti sembahan ente bikin buku/nurunin ayatnya cacat dunk


NYFGbY wrote:Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat (As-Safat / 37:96)
Klo apa yg akan diperbuat manusia saja sudh ditetapkan Alloh sebelum seekor manusiapun diciptakan, dimana lagi yg namanya kehendak bebas?

bagaimana dengan ini?

bukannya masalah LM pernah dibahas di trit dengan judul yang jelas
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
efrata
 
Posts: 145
Joined: Mon Jun 30, 2014 11:13 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Utbahbinabuwaqqash » Tue Nov 04, 2014 5:52 am

Patah Salero wrote:berzina ato enggak pada tanggal 30 okt itu kan pilihan gw.

Betul bos, jd tdk betul ada takdir
Patah Salero wrote:Gimana mungkin gw bisa MENGHINDAR, MENAFIKAN DAN MEMBATALKAN sesuatu yang memang merupakan pilihhan gw sendiri ??

betul bos, semua memang pilihan loe sendiri
Jd ga betul ada takdir SEBELUM segala sesuatu terjadi.
Patah Salero wrote:kalo loe enggak mau berzina, maka taqdir loe adalah tidak berzina. Kalo loe memang pingin berzina, maka taqdir loe adalah pelaku zina.
Gitu aja koq repot, brow.

Lha kalo spt itu bisa betul,
Jd takdir adlh suatu istilah utk menyebut sesuatu yg SUDAH terjadi, bukan SEBELUM terjadi hi..hi..

Patah Salero wrote:Soal mau atau tidak mau ini gw mau kasih penjelasan dikit. Sesuai dengan ilustrasi game komputer yang gw sajikan diatas, maka keinginan manusia hanya bisa terlaksana bila ia beririsan dengan KEHENDAK ALLAH. sama seperti keinginan seorang player hanya bisa terwujud bila keinginan itu beririsan dengan keinginan perancang games. Player enggak akan bisa membunuh dengan keris, kalau perancang games enggak menyediakan keris sebagai alat.

Kurang tepat bos
Soale dalam islam seh KEINGINAN/KEHENDAK player sdh DITETAPKAN sebelumnya, bahkan sebelum si player ada
Jd ga ada tuh istilah keinginan player beririsan dgn keinginan pencipta game
yg ada adalah semua keinginan player adalah keinginan pencipta game, ga pake beririsan hi..hi..hi..

Patah Salero wrote:sama juga, loe enggak akan bisa berzina, gimana pun sangenya situasi loe saat itu, kalau ternyata saat itu perempuan enggak ada. Keberadaan perempuan inilah yang merupakan KEHENDAK TUHAN. Sebaliknya, walaupun Ada jessica mila telanjang di kamar gw, kalau gwnya enggak berminat berzina, maka perzinaan enggak akan terjadi.

Bukan hanya itu bos, kalo pun terjadi perzinahan, memang itulah perzinahn itulah keinginan allah swt yg sdh ditetapkan doi utk si manusia cabululoh tsb hi..hi..hi..
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby keeamad » Wed Nov 05, 2014 1:06 am

@patahsalero
allah swt telah menuliskan ketetapannya dan pengetahuannya,
bahwa anda akan berzinah pada tempat, waktu dan pasangan yg sudah ditentukan dan diketahunya (jauh sebelum peristiwa itu terjadi ..... )


Apakah anda KEMUDIAN masih bisa MEMILIH UNTUK TIDAK BERZINAH ... ?

Padahal menurut anda,
LAUH MAHFUZ itu PASTI TERJADI .... ?!

Mirror 1: (jauh sebelum peristiwa itu terjadi ..... )
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Wed Nov 05, 2014 8:52 am

keeamad wrote:@patahsalero
allah swt telah menuliskan ketetapannya dan pengetahuannya,
bahwa anda akan berzinah pada tempat, waktu dan pasangan yg sudah ditentukan dan diketahunya (jauh sebelum peristiwa itu terjadi ..... )


Apakah anda KEMUDIAN masih bisa MEMILIH UNTUK TIDAK BERZINAH ... ?

Padahal menurut anda,
LAUH MAHFUZ itu PASTI TERJADI .... ?!



astagfirullah....udah gw bilangin berkali-kali bahwa catatan di lauh mahfuz adalah PILIHAN MANUSIA YANG TERCATAT LEBIH AWAL.

Kalo loe enggak paham juga mending gw cabut dari trit ini. Bikin maag gw kambuh aja.

Gw kasih contoh:
yang gw denger-denger, Rudi Rubiandini ketika masih kuliah sering shalat jamaah di mesjid salman ITB. Kalo ada mahasiswa ITB rajin shalat jamaah di mesjid, itu nunjukin Imannya diatas rata-rata. Dan kalau saat itu dibilangin sama dia bahwa TELAH TERCATAT DI LAUH MAHFUZ bahwa suatu saat dalam hidupnya dia akan dipenjara karena menerima uang suap, dia pasti enggak percaya, bro. Temen-temennya juga pasti enggak ada yang percaya.
Tapi, coba sekarang loe datangi rutan KPK dan tanya, adakah yang memaksa pak rudi untuk jadi koruptor ?? Bukankah di hadapan pak rudi terdapat banyak piliihan, tapi menerima uang suap lah yang sengaja dipilihnya ??

Kalau gw sudah di qadha kan menjadi seorang pezina, maka QADHA ITU PASTI BENAR, DAN SUDAH PASTI GW ADALAH PEZINA.
Tapi yang juga pasti, status gw sebagai pezina adalah pilihan bebas gw. Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.
Kalau loe tanya kenapa Tuhan tahu lebih awal ?? Jawabannya sangat-sangat simpel: KARENA DIALAH YANG MAHA TAHU.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby keeamad » Wed Nov 05, 2014 10:19 pm

@palero:
astagfirullah....udah gw bilangin berkali-kali bahwa catatan di lauh mahfuz adalah PILIHAN MANUSIA YANG TERCATAT LEBIH AWAL.


Kalo gitu, jawab aja pertanyaan gw dengan singkat:
APA LO MASIH BISA MEMILIH PILIHAN Yang LAIN - DI LUAR YANG SUDAH DITULISKAN DI LAUH MAHFUZH .... ???

Jawab YA atau TIDAK,
gak usah pake urusan pake sakit maag dan segala macam lah .....
:rofl:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby keeamad » Wed Nov 05, 2014 10:35 pm

@palero:
astagfirullah....udah gw bilangin berkali-kali bahwa catatan di lauh mahfuz adalah PILIHAN MANUSIA YANG TERCATAT LEBIH AWAL.


Kalo gitu, jawab aja pertanyaan gw dengan singkat, GAK USAH BERTELE - TELE,
APA LO MASIH BISA MEMILIH PILIHAN Yang LAIN - DI LUAR YANG SUDAH DICATAT LEBIH AWAL DI LAUH MAHFUZH .... ???

Jawab YA atau TIDAK AJA,
gak usah pake alasan sakit maag dan segala macam lah .....
:rofl:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Follow Twitter: @ZwaraKafir[
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby JANGAN GITU AH » Wed Dec 03, 2014 9:05 pm

Patah Salero wrote:Kalau gw sudah di qadha kan menjadi seorang pezina, maka QADHA ITU PASTI BENAR, DAN SUDAH PASTI GW ADALAH PEZINA.
Tapi yang juga pasti, status gw sebagai pezina adalah pilihan bebas gw. Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.


Mungkin dia mengetahui lebih awal, tapi ada kemungkinan pula hal itu tidak tertulis di Lauh Mahfuds...
artinya, sebenarnya takdir itu omong kosong kan?

Nah, kalau kau keberatan dan tetap keukeuh bilang itu telah dituliskan sebagai takdirmu, maka kau tidak bisa mengelak untuk tidak melakukan sesuatu yang salah...konsekuensinya, allah swt bersalah besar menyebutmu sebagai orang berdosa karena sesungguhnya pengatur laku dari kejahatanmu adalah si tuhan arab. ya enggak?

artinya lagi...tuhan arabmu itu hanyalah bualan si Muhammad. benul atau betul?
Mirror 1: Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih a
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Thu Dec 04, 2014 10:21 am

Patah Salero wrote:Kalau gw sudah di qadha kan menjadi seorang pezina, maka QADHA ITU PASTI BENAR, DAN SUDAH PASTI GW ADALAH PEZINA.
Tapi yang juga pasti, status gw sebagai pezina adalah pilihan bebas gw. Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.

JANGAN GITU AH wrote:Mungkin dia mengetahui lebih awal, tapi ada kemungkinan pula hal itu tidak tertulis di Lauh Mahfuds...
artinya, sebenarnya takdir itu omong kosong kan?

Nah, kalau kau keberatan dan tetap keukeuh bilang itu telah dituliskan sebagai takdirmu, maka kau tidak bisa mengelak untuk tidak melakukan sesuatu yang salah...konsekuensinya, allah swt bersalah besar menyebutmu sebagai orang berdosa karena sesungguhnya pengatur laku dari kejahatanmu adalah si tuhan arab. ya enggak?

artinya lagi...tuhan arabmu itu hanyalah bualan si Muhammad. benul atau betul?


Stop memproyeksikan Tuhan yang loe sembah kepada Tuhan yang gw sembah !!
Kalo biasa menuhankan manusia, emang begini daya pikirnya. wong ponakan gw yang umur 10 tahun aja nangkap konsep sederhana lauh mahfuz ini.

Tuhan yang gw sembah MAHA TAHU dan TAK PERNAH SALAH. PengetahuanNYA ada sejak zaman azali dan tak pernah berubah.

kalau loe biasanya menyembah Tuhan yang semakin lama semakin pinter, itu sepenuhnya urusan pribadi loe. Tapi jangan pernah berharap muslim menyembah Tuhan abal-abal seperti itu.

Yang kedua, udah gw bilang berkali-kali bahwa yang terjadi pada tiap diri manusia adalah resultan dari KEINGINAN MANUSIA dan KEINGINAN TUHAN. Udah gw kasih contoh urusan zina. Walaupun loe tinggal di lokalisasi, tapi kalau loe bisa jaga diri, belum tentu juga loe jadi pezina.

untuk keseratus kalinya gw bilangin. Apapun yang terjadi pada diri loe adalah pilihan loe.Tapi, apapun yang loe pilih telah diketahui Tuhan YANG MAHA TAHU SEJAK AZALI.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby angky » Thu Dec 04, 2014 11:25 am

Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.

Patah Salero wrote:Tuhan yang gw sembah MAHA TAHU dan TAK PERNAH SALAH. PengetahuanNYA ada sejak zaman azali dan tak pernah berubah.


Ane kerap kali bingung dengan cara berpikir kaum muslimin/mah seperti yang anda tunjukkan diatas. Jika memang memiliki pendapat seperti diatas seharus nya tindakan sehari hari nya pun harus mencerminkan kepercayaan tersebut. Tapi Muhammad pun tidak punya konsistensi dalam tindakan nya. Jika memang segala sesuatu sudah tertulis dan sudah menjadi takdir untuk apa Muhammad dan Al quran memerintahkan untuk membela agama islam, bahkan harus menjadi penolong agama (islam). Artinya upaya manusia dibutuhkan dalam setiap tindakan kita ataukah islam ingin mengatakan upaya tersebut sudah tercatat juga dalam LM?? :lol: Kontradiktif sekali kalau kita mengacu pada sejarah sejarah yang sudah berlalu. Apakah negara Israel berdiri pada tahun 1948,misalnya, sudah jadi ketetapan dalam LM?? Harusnya IYA, artinya tidak perlu dong negara negara muslim termasuk masyarakat muslim MENOLAK negara israel, toh berdirinya negara israel sudah ditetapkan oleh auloh swt dalam LM. Ini salah satu contoh dan akan ada ratusan, ribuan kasus kasus lain dimana konsistensi muslim/mah akan bertabrakan sendiri. Dalam view ane ini disebut : SELF DEFEATING.
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby JANGAN GITU AH » Thu Dec 04, 2014 2:00 pm

Patah Salero wrote:Kalau gw sudah di qadha kan menjadi seorang pezina, maka QADHA ITU PASTI BENAR, DAN SUDAH PASTI GW ADALAH PEZINA.
Tapi yang juga pasti, status gw sebagai pezina adalah pilihan bebas gw. Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.

JANGAN GITU AH wrote:Mungkin dia mengetahui lebih awal, tapi ada kemungkinan pula hal itu tidak tertulis di Lauh Mahfuds...
artinya, sebenarnya takdir itu omong kosong kan?

Nah, kalau kau keberatan dan tetap keukeuh bilang itu telah dituliskan sebagai takdirmu, maka kau tidak bisa mengelak untuk tidak melakukan sesuatu yang salah...konsekuensinya, allah swt bersalah besar menyebutmu sebagai orang berdosa karena sesungguhnya pengatur laku dari kejahatanmu adalah si tuhan arab. ya enggak?

artinya lagi...tuhan arabmu itu hanyalah bualan si Muhammad. benul atau betul?


Patah Salero wrote:Stop memproyeksikan Tuhan yang loe sembah kepada Tuhan yang gw sembah !!
Kalo biasa menuhankan manusia, emang begini daya pikirnya. wong ponakan gw yang umur 10 tahun aja nangkap konsep sederhana lauh mahfuz ini.


emangnya siapa yang sedang memproyeksikan Tuhan sebelah pada dewa arab batu yang kau sembah? ](*,)
yang lagi diomongin dewa batu arab, mengapa lari ke Tuhan sebelah?
bilang aja kalau gak mampu jawab!

Patah Salero wrote:Tuhan yang gw sembah MAHA TAHU dan TAK PERNAH SALAH. PengetahuanNYA ada sejak zaman azali dan tak pernah berubah.

hihihi...penyembah pohon jaman dulu ngomong gitu, sayang mereka gak bisa buktikan tidak pernah salah...itu lho yang diikuti orang-orang turunan Muhammad...

gimana sih cara kerja logika muslim hingga bisa bertahan dari segala fakta kesalahan tuhan arabmu yang telah berulang kali ditunjukkan?

Patah Salero wrote:kalau loe biasanya menyembah Tuhan yang semakin lama semakin pinter, itu sepenuhnya urusan pribadi loe. Tapi jangan pernah berharap muslim menyembah Tuhan abal-abal seperti itu.

Yang kedua, udah gw bilang berkali-kali bahwa yang terjadi pada tiap diri manusia adalah resultan dari KEINGINAN MANUSIA dan KEINGINAN TUHAN. Udah gw kasih contoh urusan zina. Walaupun loe tinggal di lokalisasi, tapi kalau loe bisa jaga diri, belum tentu juga loe jadi pezina.

hihihi...malah gak jawab...
pertanyaannya sulit, apa?

saya ulang lagi deh...

dewa arab batu, seperti yang kau katakan bisa saja tahu lebih awal segala kejadian sebelum kejadian tersebut benar-benar terjadi nanti, itu karena pengetahuannya berada di dalam fikiran si dewa batu tersebut, bukan di Lauh Mahfuz. Artinya Lauh Mahfuz itu cuma omong kosong Muhammad. Kasarnya saya sebut DUSTA Muhammad... :finga:

atau jangan-jangan pikiran si dewa batu itu sebenarnya adalah Lauh Mahfuz? Siapa tahu itu mengandung parable, lho!

Patah Salero wrote:untuk keseratus kalinya gw bilangin. Apapun yang terjadi pada diri loe adalah pilihan loe.Tapi, apapun yang loe pilih telah diketahui Tuhan YANG MAHA TAHU SEJAK AZALI.


biar sejuta kali pun kau dengung-dengungin sampai pakai toa, lha kalau cacat logika, tentu saja tidak bisa dipahami. Jangankan kafir seperti saya, lha orang muslim paling pintar saja kebingungan. Loe-nya aja yang gak sadar-sadar.
Mirror 1: Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih a
Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby JANGAN GITU AH » Thu Dec 04, 2014 2:14 pm

@ Patah Salero

Kau begitu PD-nya bilang, apapun kejadian diseputar suatu objek (orang, benda, peristiwa, dll) telah diketahui...

Dari pada hanya sekedar koar-koar tidak jelas, saya kira argumenmu akan kuat bila didukung oleh bukti-bukti bagaimana sang dewa arab mengetahui jauh sebelum kejadiannya berlangsung. Silakan kau tunjukkan bukti sejarahnya...

katakanlah hal itu di dalam contoh kehidupan sang nabi... :rock:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Thu Dec 04, 2014 3:22 pm

JANGAN GITU AH wrote:@ Patah Salero

Kau begitu PD-nya bilang, apapun kejadian diseputar suatu objek (orang, benda, peristiwa, dll) telah diketahui...

Dari pada hanya sekedar koar-koar tidak jelas, saya kira argumenmu akan kuat bila didukung oleh bukti-bukti bagaimana sang dewa arab mengetahui jauh sebelum kejadiannya berlangsung. Silakan kau tunjukkan bukti sejarahnya...

katakanlah hal itu di dalam contoh kehidupan sang nabi... :rock:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Follow Twitter: @ZwaraKafir


contoh gampangnya Quran surat 111

Surat itu turun pada awal-awal dakwah Muhammad SAW di Mekkah.
Sementara banyak tokoh-tokoh musyrik Quraish yang masuk Islam sebelum mereka meninggal, hinggga berkesempatan bertobat dan masuk sorga, Quran memastikan bahwa Abu Lahab dan istrinya akan masuk neraka. Dan terbukti bahwa Abu lahab tewas di perang badar sebelum masuk islam.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Thu Dec 04, 2014 3:54 pm

Gw yang memilih jadi pezina, dan pilihan gw tersebut diketahui Allah SWT lebih awal.

Patah Salero wrote:Tuhan yang gw sembah MAHA TAHU dan TAK PERNAH SALAH. PengetahuanNYA ada sejak zaman azali dan tak pernah berubah.


angky wrote:Ane kerap kali bingung dengan cara berpikir kaum muslimin/mah seperti yang anda tunjukkan diatas. Jika memang memiliki pendapat seperti diatas seharus nya tindakan sehari hari nya pun harus mencerminkan kepercayaan tersebut. Tapi Muhammad pun tidak punya konsistensi dalam tindakan nya. Jika memang segala sesuatu sudah tertulis dan sudah menjadi takdir untuk apa Muhammad dan Al quran memerintahkan untuk membela agama islam, bahkan harus menjadi penolong agama (islam). Artinya upaya manusia dibutuhkan dalam setiap tindakan kita ataukah islam ingin mengatakan upaya tersebut sudah tercatat juga dalam LM?? :lol: Kontradiktif sekali kalau kita mengacu pada sejarah sejarah yang sudah berlalu. Apakah negara Israel berdiri pada tahun 1948,misalnya, sudah jadi ketetapan dalam LM?? Harusnya IYA, artinya tidak perlu dong negara negara muslim termasuk masyarakat muslim MENOLAK negara israel, toh berdirinya negara israel sudah ditetapkan oleh auloh swt dalam LM. Ini salah satu contoh dan akan ada ratusan, ribuan kasus kasus lain dimana konsistensi muslim/mah akan bertabrakan sendiri. Dalam view ane ini disebut : SELF DEFEATING.
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Follow Twitter: @ZwaraKafir


Gak perlu bingung-bingung dong, bro. simpel koq. Ingat aja formulanya:

Perbuatan manusia = Kehendak manusia + KEHENDAK TUHAN

Bila dirinci:

Perbuatan baik = kehendak baik + KEHENDAK TUHAN
Perbuatan Jahat = Kehendak Jahat + KEHENDAK TUHAN

Apa sih yang dimaksud kehendak jahat. yang gw maksud adalah kehendak yang bertentangan dengan norma yang tertulis dalam Quran, hadis serta norma-norma sosial yang diakui oleh Quran dan sunnah.

Bahwa miras dan narkoba dapat merusak pikiran adalah KEHENDAK DAN KETENTUAN ALLAH.
Bahwa Apriani susanti nenggak miras plus ekstasi bulan januari 2012 adalah kehendak dan pilihan apriani susanti, dan telah tertulis di lauh mahfuz bahkan sebelum bumi ini diciptakan.
Bahwa pada minggu pagi apriani nabrak 13 orang juga telah tercatat di lauh mahfuz.

Trus, mentang-mentang udah tertulis di lauh mahfuz apriani enggak boleh dihukum ??
Apriani dihukum karena meminum miras adalah pilihan bebasnya. Dan meminum miras adalah dosa besar dalam Islam. sementara nyetir sambil tenggen melanggar norma hukum yang berlaku.
Seandainya ia memilih untuk tidak minum dan begadang, bisa jadi nyawa 9 orang enggak akan hilang.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby duren » Thu Dec 04, 2014 5:25 pm

@PS
Terlalu sederhana posisi Tuhan mu dalam hal KEHENDAK MANUSIA .
Pertanyaan :
Setuju ga klo posisi Tuhan LEBIH KITA SEDERHANAKAN LAGI kekeke
Bukankah lebih islami bila :
Akidah ( sorga / narako ) = Kehendak Tuhan + manusia
&
Ahklak ( baik / jahat ) = Kehendak manusia + manusia
...
Bukankah pemikiran jeniusku itu akan menjawab : Mengapa muslim berbuat baik lebih milih si kapir Ahok daripada mengikuti perintah quran ( yg ancamannya bakal masuk narako )
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby JANGAN GITU AH » Thu Dec 04, 2014 7:35 pm

JANGAN GITU AH wrote:@ Patah Salero

Kau begitu PD-nya bilang, apapun kejadian diseputar suatu objek (orang, benda, peristiwa, dll) telah diketahui...

Dari pada hanya sekedar koar-koar tidak jelas, saya kira argumenmu akan kuat bila didukung oleh bukti-bukti bagaimana sang dewa arab mengetahui jauh sebelum kejadiannya berlangsung. Silakan kau tunjukkan bukti sejarahnya...

katakanlah hal itu di dalam contoh kehidupan sang nabi... :rock:



Patah Salero wrote:contoh gampangnya Quran surat 111

Surat itu turun pada awal-awal dakwah Muhammad SAW di Mekkah.
Sementara banyak tokoh-tokoh musyrik Quraish yang masuk Islam sebelum mereka meninggal, hinggga berkesempatan bertobat dan masuk sorga, Quran memastikan bahwa Abu Lahab dan istrinya akan masuk neraka. Dan terbukti bahwa Abu lahab tewas di perang badar sebelum masuk islam.


hihihi... ketawa kucing membaca contohmu ini...
sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang kau sebut sudah diketahui si tuhan arab jauh sebelum peristiwa itu berlangsung...

saya kasih contoh nih, misalnya saya ajak kau menyembah sebuah pohon di belakang rumah saya karena saya mengklaim saya adalah seorang pemberi peringatan. Sebagai pemberi peringatan, maka saya mengingatkanmu bahwa tuhan yang haq untuk disembah adalah pohon di belakang rumah saya...lantas kau tidak mau karena kau punya nalar. Kemudian mengetahui penolakanmu, lantas saya mengancam dirimu dan bilang bahwa kau akan masuk neraka.

beberapa bulan kemudian ketika saya (si pemberi peringatan) menyerang kavilah dagang keluargamu, dan menyebutnya sebagai perang menegakkan perintah pohon tersebut, saya bertemu dengan kau di perang itu, lantas salah satu paman saya mencincang dirimu sampai mampus, maka menurutmu hal itu sudah diberitahukan oleh kitab yang saya karang. Jadi kau tidak boleh tidak setuju dengan saya. (saya ikuti pola pikir islamiyah...lho!)

tidak lupa, saya pun mengatakan di dalam buku karangan saya kalau kau sudah masuk neraka, meskipun saya tidak bisa membuktikan kebenaran pernyataan saya tentang keberadaanmu setelah dicincang oleh salah satu paman saya. :lol:

contohmu memang sangat kocak dan tidak mengikuti nalar sehat...

saya yang mengancammu bakal mampus di tangan para gengku kelak...
dan kau terbukti mampus...
jadi itu sudah diberitahukan lebih dahulu....hihihi

Seorang manager membuat proyeksi atas pekerjaannya selama 5 tahun mendatang, dan dipastikannya dia sukses. Maka setelah ia menjalankan rencananya dia kemudian berhasil....
Oh...jadi gitu toh arti diberitahukan...??

Sekarang bandingkan dengan Tuhan sebelah, ketika Ia mengirim anak buahnya ke kota. Sebelum mereka berangkat, Tuhan sebelah mengatakan bahwa mereka akan menemukan seekor keledai betina muda dan ada orang di sekitar situ yang akan menanyakan mengapa mereka mengambil keledai itu. Dan ternyata, semua yang dikatakan Tuhan sebelah itu terbukti benar-benar terjadi.

Ini sekedar pembanding mana yang sudah diketahui terlebih dahulu dan mana yang cuma sekedar diklaim telah diketahui, padahal tidak!

Saya ragu kau dapat menangkap perbedaannya....

:lol: :lol:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby JANGAN GITU AH » Thu Dec 04, 2014 8:01 pm

Pertanyaan untuk muslim...

sudah galib rasanya mendengar pendapat muslim, bahwa tuhan batu arab bernama allah swt itu disebutkan maha mengetahui karena segala sesuatu yang bakal terjadi di jagad ini telah tertulis di Lauh Mahdfuz. Jadi allah swt pada hakekatnya tidak memiliki pengetahuan apapun tentang segala sesuatu yang bakal terjadi kecuali kalau allah swt setiap saat secara berulang-ulang membuka dan membaca semua yang telah tertulis di sana.

dari sini sesungguhnya dapat kita simpulkan allah swt tidaklah memiliki kesadaran atas apa yang terjadi dan apa yang bakal terjadi. ia baru sadar dan mengetahui sesudah ia merujuk apa yang telah tertulis di sebuah tablet yang terpisah dengan dirinya. Ironisnya, sebagai tuhan batu yang katanya maha mengetahui, ternyata pengetahuan allah swt bersumber pada suatu "buku" atau tablet penyimpanan informasi. Segala pengetahuan yang diklaim pengetahuan si tuhan arab tidak berasal dari "kesadaran" atau hasil olah pikirnya. Tidak pula si tuhan batu arab mampu melihat visioner ke depan bila tanpa tablet itu.

Jadi, si tuhan batu arab ini tidak merancang sendiri di dalam pikirannya suatu peristiwa yang bakal terjadi dan memberitahukannya kemudian pada siapa yang dipandangnya layak mengetahui. Entahlah jika muslim percaya bahwa allah swt mencopot otaknya kemudian menaruhnya di tempat penyimpanan bernama Lauh Mahfudz. :lol: Sepertinya tidak. Soalnya tuhan arab itu tidak dapat menyimpan otaknya di tempat pembekuan bernama Lauh Mahfudz secara sendiri atau secara ajaib kun faya kun mengingat kun fayakun tidak berlaku bagi dirnya...hihihi

Maka saya simpulkan jika takdir allah di lauh Mahfudz adalah sekedar bualan Muhammad.

Saya meragukan daya cerna si Patah Salero... :green:
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby Patah Salero » Fri Dec 05, 2014 10:02 am

JANGAN GITU AH wrote:.... Silakan kau tunjukkan bukti sejarahnya...

katakanlah hal itu di dalam contoh kehidupan sang nabi... :rock:



Patah Salero wrote:contoh gampangnya Quran surat 111

Surat itu turun pada awal-awal dakwah Muhammad SAW di Mekkah.
Sementara banyak tokoh-tokoh musyrik Quraish yang masuk Islam sebelum mereka meninggal, hinggga berkesempatan bertobat dan masuk sorga, Quran memastikan bahwa Abu Lahab dan istrinya akan masuk neraka. Dan terbukti bahwa Abu lahab tewas di perang badar sebelum masuk islam.


JANGAN GITU AH wrote:hihihi... ketawa kucing membaca contohmu ini...
sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang kau sebut sudah diketahui si tuhan arab jauh sebelum peristiwa itu berlangsung...

saya kasih contoh nih, misalnya saya ajak kau menyembah sebuah pohon di belakang rumah saya karena saya mengklaim saya adalah seorang pemberi peringatan. Sebagai pemberi peringatan, maka saya mengingatkanmu bahwa tuhan yang haq untuk disembah adalah pohon di belakang rumah saya...lantas kau tidak mau karena kau punya nalar. Kemudian mengetahui penolakanmu, lantas saya mengancam dirimu dan bilang bahwa kau akan masuk neraka.

beberapa bulan kemudian ketika saya (si pemberi peringatan) menyerang kavilah dagang keluargamu, dan menyebutnya sebagai perang menegakkan perintah pohon tersebut, saya bertemu dengan kau di perang itu, lantas salah satu paman saya mencincang dirimu sampai mampus, maka menurutmu hal itu sudah diberitahukan oleh kitab yang saya karang. Jadi kau tidak boleh tidak setuju dengan saya. (saya ikuti pola pikir islamiyah...lho!)

tidak lupa, saya pun mengatakan di dalam buku karangan saya kalau kau sudah masuk neraka, meskipun saya tidak bisa membuktikan kebenaran pernyataan saya tentang keberadaanmu setelah dicincang oleh salah satu paman saya. :lol:

contohmu memang sangat kocak dan tidak mengikuti nalar sehat...

saya yang mengancammu bakal mampus di tangan para gengku kelak...
dan kau terbukti mampus...
jadi itu sudah diberitahukan lebih dahulu....hihihi

Seorang manager membuat proyeksi atas pekerjaannya selama 5 tahun mendatang, dan dipastikannya dia sukses. Maka setelah ia menjalankan rencananya dia kemudian berhasil....
Oh...jadi gitu toh arti diberitahukan...??



Sorry deh...Gw ketuker antara Abu jahal dan Abu lahab. Yang tewas di perang badr itu Abu jahal. sementara Abu lahab mati membusuk dirumahnya, brow.
Death

http://en.wikipedia.org/wiki/Ab%C5%AB_Lahab#Death
When the rest of the Quraysh went to Badr to protect the merchant-caravan (belonging to the Muslims who left Mecca for Madinah) from an expected attack, Abu Lahab remained in Mecca, sending in his place Abu Jahl's brother al-‘Āṣ ibn Hishām ibn al-Mughīra who owed him four thousand dirhams that he could not pay. So he hired him with them on the condition that he should be cleared off his debt.[28]

The first people to reach Mecca with the news of the Quraysh defeat in the Battle of Badr were al-Haysuman and 'Abdullāh ibn al-Khuzā'ī, who bewailed the fact that so many of their chieftains had fallen on the battlefield. Abu Lahab went to the large tent of Zamzam, "his face as black as thunder". Before long, his nephew Abu Sufyan ibn al-Harith arrived, so he called him over for news. A small crowd gathered around the two as Abū Sufyān told his uncle, "The facts are the Quraysh met our enemy and turned their backs. They [the Muslims] put us to flight, taking prisoners as they pleased. I cannot blame our tribesmen because they faced not only them but men wearing white robes riding piebald horses, who were between heaven and earth. They spared nothing, and no one had a chance."[citation needed]

At the other end of the tent, a Muslim freedman named Abu Rafi' and Abbas's wife Lubaba sat sharpening arrows. When they heard the news of the men in white riding between heaven and earth, they could no longer contain their happiness, and Abu Rafi exclaimed: "They were angels!" Abu Lahab was so furious that he forced the frail Abu Rafi' to the ground and beat him up. Lubaba grabbed a nearby tent pole and hit her brother-in-law over the head, crying: "Do you think that you can abuse him just because Abbas is away?"

Lubaba wounded Abu Lahab so severely that his head was split open, laying bare part of his skull. The wound turned septic, and his entire body erupted into open pustules. He died a week later. This would have been in late March 624.

The smell from Abu Lahab's wound was so repulsive that nobody could come near him. His family left his decaying body decomposing in his home for two or three nights until a neighbour rebuked them. "It is disgraceful. You should be ashamed of leaving your father to rot in his house and not bury him from the sight of men!" They then sent in slaves to remove his body. It was watered from a distance, then pushed with poles into a grave outside Mecca, and stones were thrown over it.[29]

An old Muslim legend says that after Abu Lahab's death, some of his relatives had a dream in which they saw him suffering in Hell. He told them that he had experienced no comfort in the Afterlife, but that his sufferings had been remitted "this much" (indicating the space between his thumb and index finger) because of his one virtuous deed of manumitting his slave Thuwayba, who had briefly suckled Muhammad.[30]


MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-FIRMANNYA

Harta kekayaan dan anak-anak Abu lahab sama sekali enggak bermanfaat untuknya didunia. Sampe-sampe anaknya membiarkan bangke bapaknya membusuk dirumahnya.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby angky » Fri Dec 05, 2014 10:34 am

Patah Salero wrote:Perbuatan Jahat = Kehendak Jahat + KEHENDAK TUHAN


Ane fokus pada pernyataan "semi matematika" anda ini. Pernyataan ini bertentangan dengan sifat TUHAN yang adalah maha baik dan maha pengasih. Karena menurut teori anda, perbuatan jahat adalah kontribusi dari pada Kehendak TUHAN. Teori ini sudah ditolak oleh Aristoteles ribuan tahun yg lalu bro. Coba selami pemikiran para filsuf yunani mengenai kejahatan, mereka sudah membongkar segala jenis teori yg ditumpang tindihkan untuk mencari tahu seperti apa supreme being itu. Dan jangan lupa, sekali anda menganut teori diatas, konsekuensi dan konsistensi bung dalam menyikapi persoalan harus ditunjukkan,

Patah Salero wrote:Apa sih yang dimaksud kehendak jahat. yang gw maksud adalah kehendak yang bertentangan dengan norma yang tertulis dalam Quran, hadis serta norma-norma sosial yang diakui oleh Quran dan sunnah.


Contoh dari konsistensi dan konsekuensi yang ane minta dari pernyataan bung diatas :

- Orang Kristen "memalsukan" injil sesuai dengan koran dan hadist adalah kejahatan hasil dari kolaborasi manusia dan KEHENDAK TUHAN sehingga tidak perlu dipermasalahkan.
- Hilang nya "kebudayaann islam yang tinggi" karena kejahatan kaum kafir eropa juga hasil kolaborasi TUHAN dan tentunya sudah tertulis pula dalam LM kenapa perlu kita permasalahkan??
- Berdiri nya negara israel dan terusir nya "penduduk" palestina juga sudah ketetapan TUHAN, tidak perlu di persoalkan.
- AHOK jadi gubernur pun sudah merupakan ketetepan TUHAN dalam LM, kenapa harus diprotes ya oleh FPI dan KMP. :lol: Mungkin mereka kurang islami ya...

Sekian dulu pemikiran ane
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Postby OpoBener » Fri Dec 05, 2014 3:38 pm

@patah
Lauf mahfuz, menurut saya, adalah ketetapan mutlak yang tidak bisa dirubah. Kenapa begitu ?
Karena Nabi bejadmu si Khidr bahkan berani membunuh anak yang masih bayi, dengan asumsi masa depannya telah ditentukan dan mutlak mengikat !

Nabi Khidrmu yg g0bl0k itu bahkan membantah teorimu tentang "akumulasi perbuatan" seseorang didunia yang menentukan pilihan akhir hidupnya.
Lebih gampangnya, Nabimu itu sudah disuruh Tuhanmu menghapus kemungkinan-kemuingkinan tentang pertobatan atau segala perbuatan baik anak tsb kelak, dengan mengeksekusinya saat itu juga, sekali lagi merupakan pembuktian bahwa takdir telah tertulis dan tidak bisa dirubah.

Dalam Islam, semua ciptaan itu tidak berguna, tidak berarti dan hanya merupakan dagelan dari Tuhan saja, tidak lebih !

Bahkan gw ngetik diatas hari ini dan memerangi Islam, telah ditulis jauh hari sebelumnya, jadi, kau saya dan setiap orang di dunia, di dalam Islam, tidak lebih dari robot yang menjalankan program yang sudah ditetapkan dan tidak mampu merubahnya walau setitik perintah. Referensi : Nabi Khidr
Mirror 1: MEMBUKA CAKRAWALA IMAN
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
OpoBener
 
Posts: 809
Joined: Sat Feb 25, 2012 12:54 am
Location: Di genteng rumah nabi ngintip doi nyipok onta

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users