Page 1 of 1

TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Sat Aug 31, 2013 4:42 pm
by rahimii
Salam damai teman-teman kafir dan muslim semuanya. Izinkan saya menulis lagi di forum yang kita cintai ini. Semoga bermanfaat dan bila ada sumbang saran serta pemikiran, diterima dengan sukacita.

Untuk memulai, mari kita coba mendefisinisikan agama terlebih dahulu. Saya menyederhanakan pengertian agama sebagai “serangkaian keyakinan dan ritual.” Lebih jauh, jika keyakinan didefinisikan lagi, maka itu berarti serangkaian pernyataan tentang kenyataan yang dipercaya seseorang, yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada.

Harus diingat, kalau pembuktian keyakinan hanya berkutat pada masalah feeling atau perasaan atau iman, maka hal tersebut justru akan memunculkan masalah yang lebih dalam untuk mempertahankan keyakinan itu. Misalnya muslim dalam mempertahankan iman islamnya amat sering kita dengar berfilosofi : “kami tidak perlu merasionalisasi (membuat masuk akal) keyakinan kami kepada allah dan islam seperti yang kalian minta, karena itu adalah masalah iman. Iman tidak bisa dicerna akal.”

Coba kita telaah sejenak. Jika pengertian keyakinan adalah serangkaian pernyataan akan kenyataan yang dipercaya seseorang, yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada, keyakinan seharusnya mengkonfirmasikan kenyataan itu secara rasional. Kalau keyakinan itu tidak dapat dicerna secara rasional, lalu bagaimana bisa keyakinan itu adalah keniscayaan atau kenyataan? Sungguh patut direnungkan bukan? Namun saya kok yakin, menyikapi argument tersebut muslim tetap akan berdalih, peduli setan dengan bukti dan rasio, pokoknya muslim tetap beriman kepada allah dan Muhammad saja. Muslim menghilangkan rasionalitasnya. Muslim tidak menyadari bahwa mereka memang percaya dalam hatinya, tapi dilain sisi membiarkan otaknya mati. Untuk itu, islam harus kita uji karena mengklaim sebagai ajaran paling benar tapi sebaliknya justru memperlihatkan sisi lain sebagai sebuah ajaran yang kemungkinan besar tidak benar karena mematikan nalar pengikutnya.

Apakah kebenaran? Tentu sangat sulit mendefinisikan kebenaran. Tetapi secara sederhana, saya setuju dengan seorang filsuf yang saya sudah lupa namanya, yang menyatakan : “kebenaran adalah kenyataan tanpa ragu.” Menguji klaim kebenaran suatu keyakinan tidaklah mudah. Harus ada kriteria yang jelas. Dalam ujian ini, saya menggunakan kriteria yang bisa saja berbeda dengan kriteria yang mungkin dimiliki orang lain. Mungkin juga tidak secanggih kriteria pemikir besar lain. Tapi seandainya islam lulus melewatinya, saya bersedia jadi mualaf. Kriteria ini bukanlah hasil kajian saya. Saya mengutipnya dari seorang pemikir besar dan saya pikir kriteria ini juga tepat digunakan untuk menguji klaim kebenaran islam. Adapun kriteria pengujian kebenaran islam itu sbb :

1. Coherence (keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya, sehingga memiliki kepaduan makna yang utuh dan tidak kontradiktif)
Sebagai contoh, jika satu agama dalam keyakinannya menyatakan A adalah tuhan lalu dibagian lain menyatakan A tadi bukan tuhan, maka agama tersebut bisa dikatakan incoherent.

2. Balance (keseimbangan)
Keyakinan yang valid tidak terlalu sederhana dan tidak terlalu kompleks. Semua aspek dibahas setara, termasuk aspek keadilan.

3. Explanatory Power and Scope (memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan memiliki jangkauan akan persepsi, pikiran dan tindakan seseorang)
Apakah keyakinan tersebut dapat menjelaskan apa yang kita alami cukup mendetail? Jika keyakinan tsb tidak dapat menjelaskan dunia kita, atau tidak dapat diandalkan menjelaskan fenomena tertentu, maka keyakinan tersebut memiliki Explanatory Power and Scope yang lemah.

4. Correspondence (materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut)
Apakah keyakinan tersebut memiliki kesesuaian fakta yang kita ketahui tentang dunia ini

5. Pragmatic Test (yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis)
Dapatkah kita hidup dengan nilai-nilai keyakinan itu? Keyakinan yang benar seharusnya memberikan peran positif dalam perkembangan intelektual dan peradaban yang lebih besar

6. Existensial Test (hakikat keberadaan)
Apakah keyakinan tersebut dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar umat manusia?

Demikianlah beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk menguji sebuah keyakinan, apakah ianya benar atau palsu belaka. Keyakinan, bila secara membuta diimani tanpa mengkonfirmasi legitimasinya, bisa sangat menghancurkan. Semoga kita bukanlah manusia-manusia mental budak yang seperti kerbau dicucuk hidungnya, yang tidak mau menggugah dirinya untuk mengeksplorasi lagi lebih jauh tentang apa yang kita yakini.

TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM


FFI Alternative
Faithfreedompedia

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Sat Aug 31, 2013 7:10 pm
by Mahasiswa98
Maaf saya langsung mengambil kesimpulan

Semua itu tidak akan bisa dijalankan dalam islam. artinya islam adalah agama atau kepercayaan yang menghancurkan segi kehidupan manusia. karena standart kebenaran manusia saja tidak bisa dipenuhi oleh islam sendiri.

Bagi saya kalau ada F A K T A seperti itu maka islam tidak datang dari penyelegara K E B E N A R A N.

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Mon Sep 02, 2013 10:52 am
by rahimii
Thanks sudah nimbrung di trit ane bro mahasiswa..tapi jangan langsung bikin kesimpulan dulu, kita tunggu tanggapan teman-teman muslim atau netter-netter lain, ok? :yawinkle:

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Mon Sep 02, 2013 2:01 pm
by Kibou
rahimii wrote:Salam damai teman-teman kafir dan muslim semuanya. Izinkan saya menulis lagi di forum yang kita cintai ini. Semoga bermanfaat dan bila ada sumbang saran serta pemikiran, diterima dengan sukacita.


Salam sukacita, Bro rahimii!

rahimii wrote:Untuk memulai, mari kita coba mendefisinisikan agama terlebih dahulu. Saya menyederhanakan pengertian agama sebagai “serangkaian keyakinan dan ritual.” Lebih jauh, jika keyakinan didefinisikan lagi, maka itu berarti serangkaian pernyataan tentang kenyataan yang dipercaya seseorang, yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada.


Ijin menyumbang opini yah Bro. Saya agak kurang sreg dengan "yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada". Karena kalau dari pengertian saya, suatu keyakinan (saya samakan dengan istilah "belief") tidak harus/pasti mencerminkan kebenaran. Banyak keyakinan yang sebenarnya salah, namun diterima (diyakini) oleh seseorang karena banyak faktor seperti misalnya ketidaktahuan (ignorance, naif, lugu), psikologis (denial, paranoia, rasa takut karena ancaman), karena dikelabui orang lain yang dia percaya, dsb.

Solusi yang saya tawarkan adalah definisi sebagai berikut:

Keyakinan/belief = suatu proposisi yang diterima seseorang sebagai kebenaran.

Jadi, soal akurat atau tidaknya keyakinan tersebut dengan fakta, inilah yang harus dibuktikan oleh si pemegang keyakinan melalui cara-cara yang rasional, dan inilah yang saya rasa ingin Bro terapkan kepada keyakinan muslim mengenai islam.

Kriteria-kriteria yang disodorkan Bro rahimii sudah cukup menyeluruh, saya sangat antusias menunggu tanggapan dari pihak muslim. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan...

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Mon Sep 02, 2013 3:08 pm
by rahimii
Kibou wrote:Ijin menyumbang opini yah Bro. Saya agak kurang sreg dengan "yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada". Karena kalau dari pengertian saya, suatu keyakinan (saya samakan dengan istilah "belief") tidak harus/pasti mencerminkan kebenaran. Banyak keyakinan yang sebenarnya salah, namun diterima (diyakini) oleh seseorang karena banyak faktor seperti misalnya ketidaktahuan (ignorance, naif, lugu), psikologis (denial, paranoia, rasa takut karena ancaman), karena dikelabui orang lain yang dia percaya, dsb.


Thanks bro kibou..pengertian keyakinan (belief) yang coba saya utarakan disini adalah berdasarkan dari sudut pandang si believer. Jika seseorang berkata "saya percaya islam/keyakinan lain" maka dia tengah menciptakan sebuah realita akan apa yang dipercayainya. Sehingga si pemegang kepercayaan islam/keyakinan lain itu dapat mendorong, mengarahkan atau bahkan memaksa orang lain menjalani kehidupan berdasarkan arahan bagaimana dia sendiri harus menjalani hidupnya sesuai tuntunan keyakinannya tadi. Karena menurut orang yang percaya islam/keyakinan lain tersebut, itulah realita terbaik yang mereka klaim yang seharusnya merefleksikan dunia ini. Saya paham maksud bro dan setuju dengan definisi bro tentang keyakinan, cuma saya mencoba mendeskripsikannya dari sudut pandang pemegang keyakinan itu sendiri. Mohon tunjuk ajar dan masukan lain ya bro..ilmu saya tak seberapa dengan anda-anda semua..

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Mon Sep 02, 2013 4:21 pm
by Kibou
Kibou wrote:Ijin menyumbang opini yah Bro. Saya agak kurang sreg dengan "yang secara akurat mencerminkan kenyataan tersebut benar terjadi atau ada". Karena kalau dari pengertian saya, suatu keyakinan (saya samakan dengan istilah "belief") tidak harus/pasti mencerminkan kebenaran. Banyak keyakinan yang sebenarnya salah, namun diterima (diyakini) oleh seseorang karena banyak faktor seperti misalnya ketidaktahuan (ignorance, naif, lugu), psikologis (denial, paranoia, rasa takut karena ancaman), karena dikelabui orang lain yang dia percaya, dsb.


rahimii wrote:Thanks bro kibou..pengertian keyakinan (belief) yang coba saya utarakan disini adalah berdasarkan dari sudut pandang si believer. Jika seseorang berkata "saya percaya islam/keyakinan lain" maka dia tengah menciptakan sebuah realita akan apa yang dipercayainya. Sehingga si pemegang kepercayaan islam/keyakinan lain itu dapat mendorong, mengarahkan atau bahkan memaksa orang lain menjalani kehidupan berdasarkan arahan bagaimana dia sendiri harus menjalani hidupnya sesuai tuntunan keyakinannya tadi. Karena menurut orang yang percaya islam/keyakinan lain tersebut, itulah realita terbaik yang mereka klaim yang seharusnya merefleksikan dunia ini. Saya paham maksud bro dan setuju dengan definisi bro tentang keyakinan, cuma saya mencoba mendeskripsikannya dari sudut pandang pemegang keyakinan itu sendiri. Mohon tunjuk ajar dan masukan lain ya bro..ilmu saya tak seberapa dengan anda-anda semua..


Kita semuanya kan belajar dan saling mengisi. Tidak ada satu orang yang menguasai semua ilmu. Terus terang saya baca trit tentang ilmu kalkulus otak saya gagal total hehehe.

Saya sudah menangkap maksud Bro rahimii, terima kasih atas penjelasannya.

Re: TANTANGAN UJIAN KLAIM KEBENARAN ISLAM

PostPosted: Mon Sep 02, 2013 5:49 pm
by Mahasiswa98
rahimii wrote:Thanks sudah nimbrung di trit ane bro mahasiswa..tapi jangan langsung bikin kesimpulan dulu, kita tunggu tanggapan teman-teman muslim atau netter-netter lain, ok? :yawinkle:


sama sama Bro.
Sebenarnya itu adalah Persepsi saya pribadi dengan membuat kesimpulan tersebut.
jadi bukan sama sekali menutup thread ini. :yawinkle:

harapan saya adalah ada moslem yang mau memberikan pemahaman mereka di tread ini.
bayangkan saja ada Mahasiswa98 berani mengatakan kemustahilannya akan kemampuan islam dalam mempertanggung jawabkan ajaran dan juga akibat yang di timbulkan bagi Kemanusiaan sampai detik ini (berita di TV bikin ane mules ).

kalau dengan alur logika dan ujian fakta dilapangan menunjukan kebenaran dari kesimpulan saya diatas.
maka moselm harus punya keberanian dan ketulusan dalam pertanggungjawabannya. dan dengan rendah hati mau mengatakan "Anda benar ada masalah besar dan sangat serius dalam ajaran kami" dan berharap ada keinginan mereka untuk "Marilah kita sama sama mencari kebenaran dan menerimanya"

:yawinkle: