.

Syariah Islam

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Re: Syariah Islam

Postby Jebot » Mon Mar 26, 2012 12:42 am

Avatar engkong kité Pépé:
Image

Kalo mo ketawa ngakak, baca nih thread si engkong Pépé: :rofl:

PP Membela Islam klik-> pp-membela-islam-t39600/

Mulai page 4, si engkong Pépé ampé te-bérak² béla-in islam....! Image
User avatar
Jebot
 
Posts: 585
Joined: Sat Sep 13, 2008 8:16 pm
Location: SomeWhere

Re: Syariah Islam

Postby Pembawa Pedang » Mon Mar 26, 2012 1:03 am

Chunk wrote:bunga (bukan riba menurut pengertian saya) selalu ada sejalan dengan inflasi. bila inflasi mendekati nol, pasti bunga bank juga akan mendekati nol. contoh: jepang yang pernah memberikan bunga nol persen. inflasi meningkat, bunga juga akan meningkat. contoh: indonesia pas krismon, inflasi tinggi, bunga bank bisa mencapai 50%.
Akh..anda..jangan alasan inflasi lah....

Dua pihak debitur dan kreditur sama sama menanggung inflasi....malangnya debitur makin terpuruk karena kreditur secara sepihak menaikkan suku bunga... dengan alasan inflasi...padahal mau cari selamat sendiri...

Dalam Islam rugi dan untung ditanggung bersama...tak ada mau untung sendiri....anda tak akan mendapat keadilan ekonomi seperti ini melainkan dengan Islam..

Bebas wrote:UNTUK Masalah SOSIAL, KONSEP Syariah Masih KALAH JAUH sama Sistem Ekonomi SOSIALISME
Dalam Islam tidak semua hak pribadi diambil publik / negara ( sosialis )..dan tidak semua hak publik diambil pribadi ( kapitalis ).

dalam kapitalis..anda bisa berbuat karena punya uang....bahkan negarapun "takut" dengan yang punya uang.....sebaliknya di sosialis hak pribadi anda di kebiri..

Dlm Islam....Anda bisa berbisnis sebebasnya asal tidak menyengsarakan orang lain...anda juga tidak harus menyerahkan seluruh harta ke publik / negara hingga anda menjadi miskin...itu lah ekonomi syariah...Islam rahmatul alamin...tidak ada yang terzalimi...

Bang PP, maksud Anda apa?! Apakah hukum syariah tidak dapat diterapkan di dunia bisnis? Berarti Islam tidak sempurna dong..
Nabi kami pedangang...Nabi bicara bahwa 90% pintu rezeki itu dari dagang ( bisnis )...bedanya dengan anda kami punya etika dagang...riba salah satunya diharamkan..kami tak mau kaya dengan riba...ini zalim..buruk dan busuk..!!!

Krisis diBarat saat ini tak lepas dari kronis penyakit riba...

PP
Pembawa Pedang
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Re: Syariah Islam

Postby duren » Mon Mar 26, 2012 8:30 am

Pembawa Pedang wrote:Akh..anda..jangan alasan inflasi lah....

Bwhahahaha ... LANGSUNG MAMPUS SYARIAH MU ditelapak kaki inflasi :rolling:

Elo lupa yahh saat dulu nte treak treak nyuruh buy gold dan mengatakan bahwa EMAS di rekomendasi muhammad sebagai harta simpanan .

Pertanyaan :
Kalaulah manusia gurun seperti muhammad aja SADAR akan kekuatan emas melawan inflasi ... moso awllohmu LEBIH TOLOL ilmu ekonominya dibanding kadal Arab itu ??
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Syariah Islam

Postby 1234567890 » Mon Mar 26, 2012 9:27 am

Pembawa Pedang wrote:Nabi kami pedangang...Nabi bicara bahwa 90% pintu rezeki itu dari dagang ( bisnis )...bedanya dengan anda kami punya etika dagang...riba salah satunya diharamkan..kami tak mau kaya dengan riba...ini zalim..buruk dan busuk..!!!

Krisis diBarat saat ini tak lepas dari kronis penyakit riba...

PP


satu lagi kebohongan islam
nabinya pedagang ..... pedagang apaan ? ngejual hasil rampokan itu bukan pedagang ....

ok lah anggap memang muhammad pedagang, gimana bisa dapet untung kalau misal ... muhammad membeli budak seharga 1 juga ... lalu dijual kembali dengan harga 1 juta ?

muslim lagi kesurupan ... jadi menghayal kalau nabinya pedagang
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Syariah Islam

Postby Pan Kobar » Mon Mar 26, 2012 9:48 am

1234567890 wrote:jadi kalau perlu duit ... pinjem ke muslim ....
pinjem 1 juta ... taon depan dibalikin 1 juta juga ... ga bole marah muslimnya
kalau marah berarti mereka udah ga ngikutin ajaran islam lagi


kalaupun gk bs balikin 1 jt sm skali maka msti diiklasin............emang dalam dunia bisnis ada yg seperti ini??????????????

karena si PP yg getol sharing "KONSEP" ini, maka ia juga msti bisa mmberi contoh ttg kecanggihan konsepnya. Kita saranin gembel2, pengemis2, pengamen2 jalanan, pemulung2, dan masyrakat kategori miskin utk mnjm duit ke PP. Kita lihat, n Tunggu kiprah PP dgn "KONSEP" canggihnya ini.
User avatar
Pan Kobar
 
Posts: 370
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: Syariah Islam

Postby Joe Andmie » Mon Mar 26, 2012 11:16 am

[quote="Teman"]
It's OK Bro.. Itu inisiatif saya saja. Silahkan pegang kemudi, saya pindah ke ruang navigasi, atau agak ke belakang dikit, tempat duduk penumpang, he he he

[quote="J
Dekat sama Mimie juga ok, gak najiskan sama mantan muslimah,
cerita dikit, dulu ortu pernah jual sebidang tanah, hasilnya ditabung dibank syariah, setahun kemudian nilai tabungan merosot 0.5% setelah dikonfirmasi karena inflasi dan bank merugi.Iming2 hadiah kehaji juga batal karena dianggap haram.
Mau tutup rekening juga gak gampang.
Akhirnya terlaksana, rekening dipindahkan kebank swasta.Baru 3 bulan dpt gratis tiket serta akomodasi hotel berbintang 5 selama seminggu.
Untung udah murtad bisa berlibur keBali.
Otak kafir emang hebat, itu saja dulu.
User avatar
Joe Andmie
 
Posts: 1761
Images: 1
Joined: Mon Jul 04, 2011 6:48 pm
Location: DIBAWAH POHON KELAPA SAWIT

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 11:29 am

kalau boleh saya berpendapat apa itu RIBA, begini ...
RIBA itu seperti TUMOR prinsipnya. sesuatu yang bertambah/tumbuh dari dalam dirinya.
Riba itukan ada 2, yakni peminjaman berbentuk uang dan berbentuk barang, yg dikembalikan secara plus, dimana plusnya itu sederajat dengan pinjaman.

saya kira meminjamkan uang saja/barang saja dengan meminjamkan modal bentuk uang/barang, berbeda.
modal memang bisa berupa uang, juga bisa berupa barang.

praktik riba yg dikritik Islam pada masa Nabi saw adalah praktik meminjamkan uang/barang untuk kebutuhan konsumtif si peminjam semata. jelas ini tidak baik dan menjerat, jika si peminjam meminjamkan uang/barang mewajibkan mengembalikan lebih dari yg dipinjamkan. sebab itu dalam ayat Quran lawan dari riba adalah SEDEKAH.
artinya kalau pun tidak memberikan/mengikhlaskan pinjamannya tsb minimal pinjaman kembali sejumlah yg dipinjamkan.
jadi si pemberi pinjaman bukan berstatus cari untung dari si miskin. jika ini dilakukan inilah letak JAHATNYA RIBA.

namun meminjamkan barang atau uang untuk mencari UNTUNG dari uang atau barang itu bukan riba dgn akad jelas pada si penerima modal bahwa uang atau barang tsb untuk dipakai modal bisnis, bukan untuk konsumtif.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby BebasMungkin » Mon Mar 26, 2012 11:43 am

Pembawa Pedang wrote:Dalam Islam tidak semua hak pribadi diambil publik / negara ( sosialis )..dan tidak semua hak publik diambil pribadi ( kapitalis ).

dalam kapitalis..anda bisa berbuat karena punya uang....bahkan negarapun "takut" dengan yang punya uang.....sebaliknya di sosialis hak pribadi anda di kebiri..

Dlm Islam....Anda bisa berbisnis sebebasnya asal tidak menyengsarakan orang lain...anda juga tidak harus menyerahkan seluruh harta ke publik / negara hingga anda menjadi miskin...itu lah ekonomi syariah...Islam rahmatul alamin...tidak ada yang terzalimi...

Di Tinjau dari Ekonomi Sosial :
Ekonomi Syariah Jauh dibawah Konsep Ekonomi SOSIALISME, dalam hal mengedepankan Kebersamaan, Gotong Royong dan Pemenuhan Kebutuhan Pokok oleh Negara

Di Tinjau dari Ekonomi Bisnis :
Ekonomi Syariah Jauh dibawah Konsep Ekonomi KAPITALIS, yang Lebih Mudah Di Terapkan, Maju, Yang memberikan Pelaku Pasar Kebebasan untuk Berinovasi

Ekonomi Syariah di Tinjau dari Aspek BISNIS ini, Hanya Terlihat seperti Ekonomi Tradisional, Terbelakang, Hampir MUSTAHIL diterapkan di Masa Modern, yg Apabila di PAKSAKAN Diterapkan Hanya akan Membuat Permainan TIPU2 an Kata2 saja, sebagai contoh : Bank2 Syariah sekarang.
Bank Syariah sekarang Terpaksa Melakukan INOVASI-INOVASI yg MELANGGAR Konsep Syariah itu Sendiri, karena TIDAK RELEVAN nya Konsep Syariah ini,

Contohnya untuk Konsep Mudharabah, Konsep awalnya adalah Saling Percaya antara PEMODAL dan PENGELOLA, menjadi Sistem JAMINAN
http://www.muamalatbank.com/index.php/h ... odal_kerja

Konsep ini TIDAK ADIL, Pemodal adalah PIHAK yg Paling Dirugikan, kalau Untung Dibagi, Rugi Tanggungan Pemodal, akhirnya berinovasi dgn JAMINAN yg dlm Bank2 Syariah hanya Permainan kata2 saja, yg akhirnya Lebih Mudah, aman dan Adil apabila menggunakan Sistem Bank Konvensional

Kesimpulannya adalah Ekonomi Syariah, masih merupakan Ekonomi yg TIDAK ADIL dan TRADISIONAL

User avatar
BebasMungkin
 
Posts: 536
Joined: Thu Jun 23, 2011 1:50 pm

Re: Syariah Islam

Postby Chunk » Mon Mar 26, 2012 11:46 am

Chunk wrote:bunga (bukan riba menurut pengertian saya) selalu ada sejalan dengan inflasi. bila inflasi mendekati nol, pasti bunga bank juga akan mendekati nol. contoh: jepang yang pernah memberikan bunga nol persen. inflasi meningkat, bunga juga akan meningkat. contoh: indonesia pas krismon, inflasi tinggi, bunga bank bisa mencapai 50%.


Pembawa Pedang wrote:Akh..anda..jangan alasan inflasi lah....

Dua pihak debitur dan kreditur sama sama menanggung inflasi....malangnya debitur makin terpuruk karena kreditur secara sepihak menaikkan suku bunga... dengan alasan inflasi...padahal mau cari selamat sendiri...


Saya akan coba menjelaskan keterkaitan inflasi dengan bunga (bukan riba) dengan inflasi sesederhana mungkin. kalau penjelasan saya kurang lengkap atau dirasa keliru, silahkan para netter memberi perbaikan. Kalau masih kurang jelas, mending ke Gramedia trus beli buku ekonomi makro deh.. :finga:

Pertama, pengertian riba menurut saya adalah bunga yang tidak wajar. kalau ini jelas, nggak bener. tetapi sepanjang bunganya wajar, tidak bisa dianggap riba. bunga akan berjalan sejalan dengan inflasi.

Kedua, Salah satu (sebenarnya banyak, ini cuman salah satu saja) penyebab inflasi adalah pertumbuhan penduduk. Semakin penduduk bertambah, semakin kebutuhan akan jumlah uang akan bertambah.
kita ambil contoh suatu boundary sistem ekonomi disini ya:

hanya ada 3 keluarga dalam 1 daerah, mereka saling bertransaksi setiap bulan:

1. om pepe dengan 1 istri, pekerjaan: produk beras kapasitas 400,-/bulan
2. bro duren dengan 1 istri, pekerjaan: produk ikan kapasitas 400,-/bulan
3. Angky dengan 1 istri, pekerjaan: produk sayuran kapasitas 400,-/bulan

note: produk jualan mereka sendiri sudah dikurangi untuk keperluan mereka pribadi. kebutuhan pangan ini asumsi standard tiap orang, tetapi kalau mereka mau menghemat makannya masih bisa.

Asumsi, kebutuhan hidup setiap orang adalah 200,- per orang per bulan (kebutuhan makan beras, ikan, sayur). maka:
1. keluarga om pepe membutuhkan 400,-/bulan
2. bro duren membutuhkan 400.-/bulan
3. Angky membutuhkan 400,-/bulan
Total kebutuhan uang dasar adalah 1200,-/bulan (nggak usah dihitung dulu kebutuhan sekunder, tersier, dll. jangan bikin ruwet, ntar tambah bingung)
tentu untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga, mereka harus bisa menjual produk mereka paling tidak hasilnya bisa untuk menutupi kebutuhan makan itu.

Sepanjang sistem ini berlangsung tanpa ada perubahan variabel personel, maka jumlah kebutuhan uang akan tetap yaitu 1200,- artinya tidak ada penambahan jumlah uang beredar: bunga = 0%

Bagaimana bila sistem ini variabelnya berubah? mari kita asumsikan om pepe nikah lagi (istri kedua), Duren dan angky mendapat momongan. maka kebutuhan masing masing keluarga akan menjadi:
1. om pepe membutuhkan: 600,-/bulan
2. duren membutuhkan 600,-/bulan
3. angky membutuhkan 600,-/bulan

jumlah total kebutuhan uang bereadar adalah 600,-. ada kenaikan 1/2
Bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan standard akan uang itu? ada 2 cara: meningkatkan kapasitas produksi atau menaikkan harga. Sepanjang mereka tidak mampu meningkatkan produksi, maka akan terjadi kenaikan harga. karena om pepe, duren, dan angky akan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Bila ini berlangsung tanpa ada penyela, maka harga akan naik terus tidak terkendali. mereka saling menaikkan harga terus. ini yang disebut bubble karena overheat.

Bagaimana membuat stabil?
mari kita tambahkan satu lembaga yang disebut Bank. dimana om pepe, duren, angky dapat menyimpan uang hasil transaksi mereka (transaksi tiap bulan, jadi mereka ada kesempatan nyimpen duitnya). Bank menimbang melihat kondisi yang ada tersebut memutuskan memberi bunga 50% untuk bulan itu.
jadi ketika bulan itu masing masing menyimpan uangnya di bank, maka om pepe, Duren, Angky akan mendapat 400 + 200 = 600,-/bulan. Tanpa menaikkan harga om pepe, angky, dan duren sudah mampu memenuhi kebutuhan untuk keluarga mereka. Harga stabil, kebutuhan masing masing orang terpenuhi. maka bulan berikutnya bank memberi bunga 0%.

Tentu di dunia nyata ga sesimpel seperti diataslah. Variabel yang mempengaruhi tentu sangat banyak dan kompleks. Bank ga gampang gampang memutuskan besarnya bunga. tulisan diatas saya hanya mencoba menggambarkan sesederhana mungkin keterkaitan bunga (bukan riba) dengan inflasi dalam hubungannya dengan pertumbuhan penduduk dalam satu sistem ekonomi tertutup.

monggo disimak, yang dah tidur karena membaca tulisan saya silahkan bangun :rofl: :rofl: :rofl: saya kasih :drinkers:
kalau masih kurang baik, silahkan netter yang lebih ngerti memperbaiki.
:heart: :heart: :heart:
Last edited by Chunk on Mon Mar 26, 2012 11:49 am, edited 1 time in total.
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: Syariah Islam

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Mon Mar 26, 2012 11:48 am

CRESCENT-STAR wrote:kalau boleh saya berpendapat apa itu RIBA, begini ...
RIBA itu seperti TUMOR prinsipnya. sesuatu yang bertambah/tumbuh dari dalam dirinya.
Riba itukan ada 2, yakni peminjaman berbentuk uang dan berbentuk barang, yg dikembalikan secara plus, dimana plusnya itu sederajat dengan pinjaman.

saya kira meminjamkan uang saja/barang saja dengan meminjamkan modal bentuk uang/barang, berbeda.
modal memang bisa berupa uang, juga bisa berupa barang.

praktik riba yg dikritik Islam pada masa Nabi saw adalah praktik meminjamkan uang/barang untuk kebutuhan konsumtif si peminjam semata. jelas ini tidak baik dan menjerat, jika si peminjam meminjamkan uang/barang mewajibkan mengembalikan lebih dari yg dipinjamkan. sebab itu dalam ayat Quran lawan dari riba adalah SEDEKAH.
artinya kalau pun tidak memberikan/mengikhlaskan pinjamannya tsb minimal pinjaman kembali sejumlah yg dipinjamkan.
jadi si pemberi pinjaman bukan berstatus cari untung dari si miskin. jika ini dilakukan inilah letak JAHATNYA RIBA.

namun meminjamkan barang atau uang untuk mencari UNTUNG dari uang atau barang itu bukan riba dgn akad jelas pada si penerima modal bahwa uang atau barang tsb untuk dipakai modal bisnis, bukan untuk konsumtif.


berarti yg jelek/ salah bukan pada sistem riba/bunga nya. tapi pada si peminjam. adalah hal yg **** dan tolol jika meminjam duid hanya utk konsumsi, apalagi ke orang yg udah jelas2 mencari untung dari peminjaman uang.

bukan begitu CS ?
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 11:49 am

misalnya begini, saya punya uang 50 juta. kemudian saya berkeinginan uang tsb bertambah.
maka jika saya pinjamkan pada seseorang tanpa ba-bi-bu dengan mensyaratkan orang tsb mengembalikan uang tsb 60 juta. maka saya jatuh pada riba.
namun akan lain jika saya pinjamkan uang tsb pada seseorang dengan SYARAT bahwa uang tsb dipakai modal usaha (bisnis), dan saya meminta uang tsb kembali lebih dari 50 juta, tergantung prediksi keuntungan atau kesepakatan dalam prosentase misalnya ditetapkan tambahannya 10 juta, atau sekian % dari keuntungan. maka ini bukan riba.

dalam hal resiko, hukum Syari'ah menganut asas PAILIT. dalam hadits nabi saw, jika peminjam modal bangkrut maka yang disita oleh pemilik modal hanya sisa modal yang masih ada di si peminjam. di luar itu HARAM diambil. kemudian juga dikembangkan konsep bersedekah pada pengusaha yg pailit. bisa juga diberikan pinjaman sekiranya bisa menyelamatkan bisnisnya tanpa bunga, sbm prinsip meminjamkan uang pada orang miskin.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 11:54 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:adalah hal yg **** dan tolol jika meminjam duid hanya utk konsumsi, apalagi ke orang yg udah jelas2 mencari untung dari peminjaman uang.
bukan begitu CS ?

itulah prinsip kapitalisme. meminjamkan uang/barang tanpa ETIKA. yang penting uangnya bertambah. kalau penghutang tak mampu bayar, disita rumahnya, anak gadisnya, dsb. ini praktik tuan tanah eropa dan praktik lintah darat bangsa yahudi di mana-mana. yang SERING KALI juga masuk di lembaga perbankan modern.
ketiadaan AKAD inilah yg membedakan syariah dengan konvensional. jika konvensional bersikukuh dengan AKAD maka apapun namanya dia tetap diakui ianya memakai prinsip syariah.

sekarang kembali ke kita saja deh, APAKAH KITA PUNYA AKAD DENGAN PIHAK BANK KETIKA KITA MENYIMPAN UANG DI BANK bahwa UANG TSB HARUS DIGULIRKAN dalam Usaha (bisnis) ? tidak bukan ? ..pokoknya kita mengharapkan uang kita bertambah dari bunga.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby duren » Mon Mar 26, 2012 11:58 am

CRESCENT-STAR wrote:praktik riba yg dikritik Islam pada masa Nabi saw adalah praktik meminjamkan uang/barang untuk kebutuhan konsumtif si peminjam semata jelas ini tidak baik dan menjerat, jika si peminjam meminjamkan uang/barang mewajibkan mengembalikan lebih dari yg dipinjamkan. .

Lantas mengapa saat ini dipaksakan ke aplikasi komersil ??
CRESCENT-STAR wrote:sebab itu dalam ayat Quran lawan dari riba adalah SEDEKAH.
artinya kalau pun tidak memberikan/mengikhlaskan pinjamannya tsb minimal pinjaman kembali sejumlah yg dipinjamkan.
jadisi pemberi pinjaman bukan berstatus cari untung dari si miskin. jika ini dilakukan inilah letak JAHATNYA RIBA.

Tunjukkan sebuah bank syariah YANG MEMANG DIRANCANG ngaseh kredit kepada orang miskin ??
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 12:04 pm

duren wrote:Lantas mengapa saat ini dipaksakan ke aplikasi komersil ??

maksudnya ?
justru itu sikap meminjamkan uang/barang untuk konsumtif dengan meminta tambahan kembalian, dipakai di area KOMERSIL oleh orang2 saat itu. itulah cara mereka mendapatkan keuntungan saat itu. dan Nabi saw melarangnya.

Tunjukkan sebuah bank syariah YANG MEMANG DIRANCANG ngaseh kredit kepada orang miskin ??

maksudnya ?
BANK itu sendiri sudah area komersial. sebab itu jika BANK meminjamkan uang/barang pada orang yang TIDAK JELAS USAHANYA APA. maka bank itu telah melakukan praktik riba.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby duren » Mon Mar 26, 2012 12:12 pm

CRESCENT-STAR wrote:BANK itu sendiri sudah area komersial. sebab itu jika BANK meminjamkan uang/barang pada orang yang TIDAK JELAS USAHANYA APA. maka bank itu telah melakukan praktik riba.

Pushing aku memahami fikiranmu

Apa maksudmu ini :
Kalau usahanya TIDAK JELAS lalu dikenakan BUNGA = RIBA
Kalau usahanya JELAS lalu dikenakan BUNGA = TIDAK RIBA
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Syariah Islam

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Mon Mar 26, 2012 12:23 pm

CRESCENT-STAR wrote:itulah prinsip kapitalisme. meminjamkan uang/barang tanpa ETIKA. yang penting uangnya bertambah. kalau penghutang tak mampu bayar, disita rumahnya, anak gadisnya, dsb. ini praktik tuan tanah eropa dan praktik lintah darat bangsa yahudi di mana-mana. yang SERING KALI juga masuk di lembaga perbankan modern.


loh kok yg disalahkan yg meminjamkan ? penyitaan dan segala macam konsekuensi akibat wanprestasi kan sudah sesuai perjanjian. si peminjam dan pemberi pinjaman secara sadar menyetujui isi perjanjian. kalo ada yg harus dipersalahkan ya berarti si peminjam, udah tau syarat memberatkan kok masih minjem disitu ? apakah menjalankan isi perjanjian adalah dosa ?

CRESCENT-STAR wrote:ketiadaan AKAD inilah yg membedakan syariah dengan konvensional. jika konvensional bersikukuh dengan AKAD maka apapun namanya dia tetap diakui ianya memakai prinsip syariah.


kata siapa dalam sistem konvensional tidak dikenal perjanjian ? bahkan utk pengajuan pinjaman aja harus di cek oleh bank ttg kondisi kemampuan si peminjam. jika sistem konvensional berniat buruk, untuk apa disurvei ?

CRESCENT-STAR wrote:sekarang kembali ke kita saja deh, APAKAH KITA PUNYA AKAD DENGAN PIHAK BANK KETIKA KITA MENYIMPAN UANG DI BANK bahwa UANG TSB HARUS DIGULIRKAN dalam Usaha (bisnis) ? tidak bukan ? ..pokoknya kita mengharapkan uang kita bertambah dari bunga.


kok jdi perjanjian ketika membuat rekening ? OOT ente...
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 12:27 pm

duren wrote:Pushing aku memahami fikiranmu

Apa maksudmu ini :
Kalau usahanya TIDAK JELAS lalu dikenakan BUNGA = RIBA
Kalau usahanya JELAS lalu dikenakan BUNGA = TIDAK RIBA

kenapa pusing ?

kalau ada orang/badan/lembaga ingin uang/barangnya bertambah dengan jalan meminjamkan uang/barang tsb pada seseorang dengan MENUTUP MATA UNTUK APA UANG TERSEBUT DIPERGUNAKAN OLEH SI PEMINJAM, maka itulah PRINSIP RIBA YG DIHARAMKAN ITU.

dalam ISlam orang/badan/lembaga boleh memperbanyak uang/barangnya dengan jalan meminjamkan uang/barang tsb pada seseorang DENGAN SYARAT IANYA TAHU BETUL BAHWA UANG/BARANG TERSEBUT AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI MODAL USAHA OLEH SI PEMINJAM.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby keeamad » Mon Mar 26, 2012 12:33 pm

duren wrote:Pushing aku memahami fikiranmu

Apa maksudmu ini :
Kalau usahanya TIDAK JELAS lalu dikenakan BUNGA = RIBA
Kalau usahanya JELAS lalu dikenakan BUNGA = TIDAK RIBA

CRESCENT-STAR wrote:kenapa pusing ?

kalau ada orang/badan/lembaga ingin uang/barangnya bertambah dengan jalan meminjamkan uang/barang tsb pada seseorang dengan MENUTUP MATA UNTUK APA UANG TERSEBUT DIPERGUNAKAN OLEH SI PEMINJAM, maka itulah PRINSIP RIBA YG DIHARAMKAN ITU.

dalam ISlam orang/badan/lembaga boleh memperbanyak uang/barangnya dengan jalan meminjamkan uang/barang tsb pada seseorang DENGAN SYARAT IANYA TAHU BETUL BAHWA UANG/BARANG TERSEBUT AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI MODAL USAHA OLEH SI PEMINJAM.



Kalo bank konven menjalankan:
DENGAN SYARAT IANYA TAHU BETUL BAHWA UANG/BARANG TERSEBUT AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI MODAL USAHA OLEH SI PEMINJAM.

Gak riba dong?
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 12:44 pm

MaNuSiA_bLeGuG wrote:loh kok yg disalahkan yg meminjamkan ? penyitaan dan segala macam konsekuensi akibat wanprestasi kan sudah sesuai perjanjian. si peminjam dan pemberi pinjaman secara sadar menyetujui isi perjanjian. kalo ada yg harus dipersalahkan ya berarti si peminjam, udah tau syarat memberatkan kok masih minjem disitu ? apakah menjalankan isi perjanjian adalah dosa ?

bukan begitu maksud saya ...
begini, dalam ISLAM itu hukum itu adil. depan-belakang harus diatur. walaupun dasarnya penjanjian, tetapi jika isi perjanjian keluar dari jalur. ya akan HARAM.
misalkan begini, kalau saya menang, maka perjanjiannya saya boleh membunuh kamu. kemudian saya menang, lalu saya membunuh kamu. apa saya SAH melakukan pembunuhan ?.. tetap saja saya ditangkap polisi dan diadili walaupun saya bertindak atas dasar perjanjian antara saya dan bung. faham ?
nah apa yang ditekankan oleh SYARIAH dalam hal ini adalah SI pemberi pinjaman tidak boleh membisniskan pinjamannya pada orang2 yg meminjam karena kebutuhan hidup (konsumtif). jika kemudian ia melakukan itu maka jatuhlah pada riba. walaupun dengan embel2 perjanjian.

kata siapa dalam sistem konvensional tidak dikenal perjanjian ? bahkan utk pengajuan pinjaman aja harus di cek oleh bank ttg kondisi kemampuan si peminjam. jika sistem konvensional berniat buruk, untuk apa disurvei ?

saya tahu, tetapi apakah pihak bank mensyaratkan bahwa uang yg mereka pinjamkan harus dipakai modal usaha ?
nah kalau dilihat kemampuan si peminjam itu namanya JAMINAN. itu ada dalam ISLAM. boleh meminjamkan uang pada orang yg memiliki jaminan tanpa memastikan untuk dipakai apa uang tsb. entah buat konsumtif atau bisnis. tetapi jika tidak memiliki jaminan maka pinjaman yg berbunga yg diberikan untuk konsumtif saja masuk ke dalam hukum riba, sebab cenderung menghancurkan (resiko sudah jelas terjadi pada si peminjam tetapi ditabrak saja demi keuntungan (bunga)).


kok jdi perjanjian ketika membuat rekening ? OOT ente...

loh penabung itu kan posisinya PEMBERI PINJAMAN thd bank..betul tidak ?
jangan lihat penabung kelas teri lah, coba lihat penabung kelas konglomerat. lihat kejadian Lehman brother. seenaknyanya orang menyimpan uang di bank dgn berharap BUNGA besar. tak peduli pihak bank usahanya apa, rasional atau tidak.
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Syariah Islam

Postby CRESCENT-STAR » Mon Mar 26, 2012 12:48 pm

keeamad wrote:Kalo bank konven menjalankan:
DENGAN SYARAT IANYA TAHU BETUL BAHWA UANG/BARANG TERSEBUT AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI MODAL USAHA OLEH SI PEMINJAM.
Gak riba dong?

oh iya begitu ... nah perihal keuntungannya lah nanti yg dibahas, mau ditentukan sekian rupiah, atau dengan prosentase dari keuntungan.
tetapi jangan lupa jika ada resiko pailit maka dalam syariah tidak dikenal pengambilan uang atau barang di luar modal. paling banter jika masih ada uang/barang dari sisa modal maka itu boleh diambil oleh pihak bank. di luar itu haram diambil.
jadi untung bareng2, rugi sama2 ...
User avatar
CRESCENT-STAR
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users