Page 7 of 10

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 2:02 pm
by BebasMungkin
CRESCENT-STAR wrote:kalau seharusnya dibeli tetapi dikasih pinjam apa bukan subsidi namanya ?
coba baca disini bahwa itu jadi bebaN bagi bank, bukannya untung ... http://www.mediaindonesia.com/read/2012 ... -Perbankan
yaa keuntungannya tidak almarhum saja tuh bank


Obligasi Rekap itu Hutang Pemerintah, Mengapa Membebani Perbankan ?? Karena itu seperti Kredit Macet,

Ini Lagi Referensi untuk memperkuat, supaya anda makin Yakin, Bank Mandiri memakai Obligasi Rekap untuk MEMBELI Bank Mutiara
http://www.indonesiafinancetoday.com/re ... nk-Mutiara
http://www.indonesiafinancetoday.com/re ... pitalisasi
Obligasi Rekap adalah SURAT BERHARGA, Pemegang Surat BERHARGA adalah PENGUTANG

ini Juga baik di baca, PEMERINTAH Mau Bayar Bunga OBLIGASI REKAP :
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/83434
http://www.ibpa.co.id/News/ArsipBerita/ ... -BUMN.aspx

Jadi BANK2 KONVENSIONAL Macam Bank Mandiri, Bank BRI, BTN, RUGI adalah Keliru......


Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 4:15 pm
by suseno
BebasMungkin wrote:
Obligasi Rekap itu Hutang Pemerintah, Mengapa Membebani Perbankan ?? Karena itu Namanya Kredit Macet,

...

Obligasi Rekap adalah SURAT BERHARGA, Pemegang Surat BERHARGA adalah PENGUTANG

...

Jadi BANK2 KONVENSIONAL Macam Bank Mandiri, Bank BRI, BTN, RUGI adalah Keliru......



Mengkoreksi dikit,

pemegang surat berharga (dalam hal ini obligasi) adalah si pemberi hutang (kreditur). Sedangkan penerbit surat berharga adalah yang utang / pengutang (debitur)

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 4:22 pm
by BebasMungkin
suseno wrote:Mengkoreksi dikit,

pemegang surat berharga (dalam hal ini obligasi) adalah si pemberi hutang (kreditur). Sedangkan penerbit surat berharga adalah yang utang / pengutang (debitur)

Trims, Pengutang maksudnya Pemberi Hutang

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 8:01 pm
by Pembawa Pedang
fayhem wrote:Katakanlah B juga orang mulia, yang meminjamkan uang kepada A tanpa bunga, tapi pada akhirnya A mengembalikan pinjaman dengan beberapa persenan (bunga) kepada B, artinya A adalah orang yang mulia juga, yang tahu berterima kasih walaupun B tidak mengharap bunga sekalipun.
kah..kah..kah..tak dapat menahan tawa....terima kasih moyang elo...

Kalau terima kasih... jangan B patok si A harus bayar 1.5 jt diawal transaksi..

PP

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 8:19 pm
by Pembawa Pedang
Bebas Mungkin wrote:Inilah Salah Satu KELEMAHAN dalam Ekonomi Syariah, dengan Ke Hati-Hatian NYa itu membuat LAMBATnya Pertumbuhan Ekonomi Syariah ini
<==== Ini menunjukkan bahwa Prinsip Syariah adalah Ekonomi TRADISIONAL, yg Hampir Mustahil di Terapkan pada Zaman Modern yg Maju, Serba Cepat ini
Justru kehati hatian dalam berinvestasi adalah modal dasar dari keberhasilan investasi..

Perihal tuduhan lambat ekonomi syariah bukan kesalahan konsep kehati hatian..melainkan kurang ramainya pemain ekonomi syariah...orang berebut rebut ke ekonomi riba dengan alasan return pasti dan cepat kembali....TANPA MEMIKIRKAN NASIB ORANG LAIN.

Saya percaya keuntungan secara sepihak akan lebih pasti di riba...Hanya saja ini bukan cara yang manusiawi dan elegent..


Prinsip Bagi Hasil mudharabah BUKAN Pertimbangan Matang, ini adalah Prinsip TANPA KEPASTIAN, PENUH KECURIGAAN, antara Pemodal dan Pengelola
Pemilik modal harus hati hati apabila tidak mau modal menyusut...tak ada curiga disini..pemilik modal wajar dong memberi persyaratan ini dan itu karena dia bukan pengelola..Ini konsep bagi hasil...

kalau anda tak mau rugi pake konsep titipan ( Wadi’ah )...harta anda dititip ke pengelola usaha..dia boleh pakai modal anda tanpa anda atur...anda tak boleh campur......kalau rugi dia tanggung sendiri...modal anda mesti return 100%...simple..Kalau untung bisa anda minta bagian sesuai kesepakatan..

Riba juga tak lepas dari persyaratan....Masih ingat ketika IMF kucurkan dana era krismon 98..IMF kasi persyaratan ini ..itu...kuatir uang tak kembali...

PP

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 8:31 pm
by MaNuSiA_bLeGuG
ngkong PP wrote:Aahhhh..kafir ini berbelit belit..

Nih contoh riba kalau elo2 masih punya otak...Ingat yah..saya BELUM bicara untung rugi tidak bicara bank syariah atau bagi hasil ....saya bicara KONSEP..

Contoh sederhana riba..

Si A pinjam ke B 1 jt..Bayarnya 1 tahun = 1. 5 juta..( Haram menurut Islam )

Contoh Ekonomi Syariah ;

Si A pinjam ke B 1 juta. Bayarnya 1 tahun = 1 juta...

Hebat mana...

PP


hahaha...si ngkong bisa aja neh ngelawak :lol:

kalo minjem 1 juta balikin 1 juta seh ga perlu sariah ngkong, semua tukang utang juga maunya begetooo... :rolling:

itu sih udah faham standar, udah sifat manusia :lol:

ini sih ibarat kata, orang klo mo pipis pasti cari toilet malu diliat orang. trus bikin deh hukum sariah : "kencing itu di toilet" dan dianggap keunggulan quran :rolling:

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 9:01 pm
by Rasionalis
Untuk bung Pembawa Pedang dan netter muslim pendukung ekonomi syariah.

...Apakah dalam konsepsi ekonomi syariah:
1. Dikenal konsep time value? Mungkin tidak, karena muslim sudah terbiasa membuang begitu banyak waktu untuk nunggang-nungging menyembah Allah SWT.
2. Diterima konsep perfect market? Kelihatannya tidak, karena hanya kreditur yang dianggap selalu menentukan, sedang debitur dianggap tidak berdaya sama-sekali.
...Dua pertanyaan itu saja dulu. Setiap respons atau tanggapan akan sangat saya hargai.

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 9:03 pm
by keeamad
Salah satu netter muslim yg paling gk logis jalan pikirannya mnurut saya:
PP dan Kompos.
Kemudian CP dan CS ...

Re: Syariah Islam

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 11:10 pm
by yahya832
Mana neh contoh produk Syariah yang sesuai dengan Akidah???
Kalau ngga ada berarti emang pelaku bisnis juga tau itu kagak jalan...

silakan mau kredit syariah atau apa saja... bener ngga sih perduli dengan orang lain :D atau sekedar ganti istilah Arab saja

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 1:00 pm
by Pembawa Pedang
manusia wrote:kalo minjem 1 juta balikin 1 juta seh ga perlu sariah ngkong, semua tukang utang juga maunya begetooo... :rolling:

itu sih udah faham standar, udah sifat manusia
Betul tuh..ekonomi syariah mmg cocok dengan hati nurani manusia...sementara riba adalah prilaku setan yang bikin manusia lain sengsara...

Ekonomi syariah itu cuma istilah...kalau dikau berbisnis sesuai hati nurani dibarengi rasa keadilan tanpa riba, bersifat tolong menolong....itu sudah cukup walau tanpa embel embel syariah...

PP

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 1:17 pm
by CRESCENT-STAR
CRESCENT-STAR wrote:heeeeh bung yang membuat api, kok tak suka liat asap.
bung kan bertanya di depan, apa iya bank bisa RUGI melihat kasus Joe Andmie ... nah sekarang saya jawab dengan TUNTAS dan FAKTUAL bahwa SEMUA BANK KONVENSIONAL PUN di INdonesia SEBENARNYA NOMBOK BESAR, trilyunan ....

duren wrote:Hehehe nte dah ikutan pake ilmunya kapir Kwik Kian Gie
Buntung nte koar koarin
Sementara nilai asset nte selingkuhi

ada seorang pelukis mendapat untung dari menjual lukisannya. kalau Kanvas dan cat minyaknya di jual mau melukis pakai apa dia ?
kalau kanvas dan cat airnya digadaikan lalu tidak bisa bayar saat jatuh tempo, mau apa ??
wajar kalau asset sebesar apapun tidak bisa dianggap reserver. lagi pula siapa yg mau dan punya duit trilyunan ?? taruhlah nilai asset Bank Mandiri 400 trilyun, bgm menggunakannya untuk menutup hutang ? paling dibeli bank lain yg tidak collaps, kalau ada yg mau itu pun. dan kalau sudah dibeli ya bangkrut namanya.

CRESCENT-STAR wrote:sedangkan bank2 syariah sebagian besar bertahan dalam badai krisis. masih SEHAT. terbukti daya tahannya kuat. APALAGI KALO PEMERINTAH SERIUS MEMPRIORITASKAN BANK SYARIAH dibanding bank konvensional yang minta DISUAPI terus ...hutang ke negara tidak beres2, malah tambah membengkak, lama-kelamaan negara bisa bangkrut dengan perilaku bank2 spt ini.

Nte belum menjawab ini
Emanknya Mandiri syariah ga ikut menikmati rekapitulasi dari induknya ? \:D/

TIDAK.. karena itu RIBA. ini bank2 penerima OR
Bank penerima OR

Ada 3 kategori utama bank-bank peserta Program Rekapitalisasi Perbankan menerima Obligasi Rekap dilihat dari jenis serta kepemilikan bank tersebut, yaitu:
Bank Umum, diantaranya PT. Bank Lippo Tbk., PT. Bank Internasional Indonesia Tbk., PT. Bank Bali Tbk., PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, PT. Bank Universal Tbk., PT. Bank Prima Express, PT. Bank Arta Media, PT. Bank Patriot, PT. Bank Central Asia, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk., PT. Bank Tiara Asia Tbk., PT. Bank PDFCI Tbk. and PT. Bank Niaga Tbk;
Bank BUMN, diantaranya PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., and PT. Bank Mandiri;
Bank Pembangunan Daerah, di antaranya BPD Daerah Istimewa Aceh, BPD Sumatera Utara, BPD Bengkulu, BPD Lampung, BPD Daerah Khusus Ibukota Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Sulawesi Utara, BPD Maluku, BPD Nusa Tenggara Barat and BPD Nusa Tenggara Timur.
http://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi_rekapitalisasi

STOP PERAMPASAN UANG RAKYAT http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/84275
Pemerintah dipaksa menerima obligasi dari bank2 dan membayar bunganya dari APBN ratusan trilyun setiap tahun. coba kalau obligasinya tidak ada yg beli ? mau apa itu bank ? inikan SUBSIDI namanya. disuapin dengan bunga dari APBN (uang rakyat).

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 2:01 pm
by duren
CS gemblung .. lihat datamu

Mandiri termasuk penerima OR ..
Lantas dari mana pula modal Mandiri saat mendirikan unit Mandiri Syariah ... dari Arab yahh :lol:

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 2:15 pm
by Wong lawas
Bolak-balik ditawari marketing bank syariah mikro yg diomongin cm kisaran bunga dan cara ngangsurnya. Trus mana bagi hasilnya? Adakah bank syariah yg sudah sesuai konsepnya Pepe?

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 3:22 pm
by CRESCENT-STAR
duren wrote:CS gemblung .. lihat datamu

Mandiri termasuk penerima OR ..
Lantas dari mana pula modal Mandiri saat mendirikan unit Mandiri Syariah ... dari Arab yahh :lol:

wah mulai lagi ...
OR itu untuk biaya pembayaran bunga. lagi pula apa suntikan modal sebuah semuanya dari OR ????????????????????????????????????????????????
lebih baik bung tanyakan berapa kontribusi unit syariah dalam mendongkrak pendapatan BANK UMUM ....

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 4:14 pm
by BebasMungkin
CRESCENT-STAR wrote:TIDAK.. karena itu RIBA. ini bank2 penerima OR
Bank penerima OR

Ada 3 kategori utama bank-bank peserta Program Rekapitalisasi Perbankan menerima Obligasi Rekap dilihat dari jenis serta kepemilikan bank tersebut, yaitu:
Bank Umum, diantaranya PT. Bank Lippo Tbk., PT. Bank Internasional Indonesia Tbk., PT. Bank Bali Tbk., PT. Bank Umum Koperasi Indonesia, PT. Bank Universal Tbk., PT. Bank Prima Express, PT. Bank Arta Media, PT. Bank Patriot, PT. Bank Central Asia, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk., PT. Bank Tiara Asia Tbk., PT. Bank PDFCI Tbk. and PT. Bank Niaga Tbk;
Bank BUMN, diantaranya PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., and PT. Bank Mandiri;
Bank Pembangunan Daerah, di antaranya BPD Daerah Istimewa Aceh, BPD Sumatera Utara, BPD Bengkulu, BPD Lampung, BPD Daerah Khusus Ibukota Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Sulawesi Utara, BPD Maluku, BPD Nusa Tenggara Barat and BPD Nusa Tenggara Timur.
http://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi_rekapitalisasi

STOP PERAMPASAN UANG RAKYAT http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/84275
Pemerintah dipaksa menerima obligasi dari bank2 dan membayar bunganya dari APBN ratusan trilyun setiap tahun. coba kalau obligasinya tidak ada yg beli ? mau apa itu bank ? inikan SUBSIDI namanya. disuapin dengan bunga dari APBN (uang rakyat).


CRESCENT-STAR wrote:wah mulai lagi ...
OR itu untuk biaya pembayaran bunga. lagi pula apa suntikan modal sebuah semuanya dari OR ????????????????????????????????????????????????
lebih baik bung tanyakan berapa kontribusi unit syariah dalam mendongkrak pendapatan BANK UMUM ....

Yang mendapat Untung dari Bunga Obligasi Rekap itu adalah Masyarakat yang menyimpan duitnya di Bank, Duit Masyarakat inilah yg di Putar Bank, Dalam Sistem Perbankan Bank hanya Perantara saja, Jadi Bank sebenarnya adalah "Milik" Masyarakat Penyimpan dana

Obligasi Rekap Bukan Dana Cash, tetapi HANYA berupa Surat Hutang agar Bank di Nyatakan SEHAT,

Jadi Obligasi Rekap BLBI sebenarnya adalah Pemerintah Hutang Duit Masyarakat agar dapat Mengoperasikan Bank, yg di gunakakan untuk Menyalurkan Kredit, Menggerakkan Sektor RIIL Untuk Pertumbuhan Ekonomi

oleh sebab itulah Penerbit Obligasi Rekap (Pemerintah) adalah Pihak yang Punya Hutang, Bank adalah Pemegang Obligasi Rekap adalah Pihak Pemberi Hutang,

Sehingga bisa dikatakan Pemerintah Berhutang Kepada Rakyatnya

Silahkan Di baca saja Referensi yg diberikan Pak CS, Artikel Koran dll, Bank2 TIDAK Memerlukan Obligasi Rekap lagi, karenanya Banyak Bank yg mau Menjual Obligasi Rekapnya
http://fokus.kontan.co.id/news/obligasi ... 2012/02/01
http://majalah.tempointeraktif.com/id/a ... 12.id.html

Re: Syariah Islam

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 5:06 pm
by duren
CRESCENT-STAR wrote:wah mulai lagi ...
OR itu untuk biaya pembayaran bunga. lagi pula apa suntikan modal sebuah semuanya dari OR ????????????????????????????????????????????????
lebih baik bung tanyakan berapa kontribusi unit syariah dalam mendongkrak pendapatan BANK UMUM ....

Yang memodalin PENDIRIAN mandiri syariah siapa sih :-k

Re: Syariah Islam

PostPosted: Thu Mar 29, 2012 9:42 am
by CRESCENT-STAR
CRESCENT-STAR wrote:wah mulai lagi ...
OR itu untuk biaya pembayaran bunga. lagi pula apa suntikan modal sebuah semuanya dari OR ????????????????????????????????????????????????
lebih baik bung tanyakan berapa kontribusi unit syariah dalam mendongkrak pendapatan BANK UMUM ....
duren wrote:Yang memodalin PENDIRIAN mandiri syariah siapa sih :-k

ya bank induknya donk bagaimana sih bung ini ?
kecuali bank Muamalah yg berdiri langsung sbg bank induk.
Modal yang disuntikkan ke UNit syariah mereka tanpa bunga dan bukan dari OR. termasuk meminjamkan asset bank induk, jika unit syariahnya maju maka asset bank induk akan bertambah dan modal kembali plus bagi hasil laba.