.

Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Salero

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Kre-setan » Sun Jan 01, 2012 10:37 pm

ude..ude...kenapa sih lo pade ngeributin mana pihak yang benar mana pihak yang salah, seharusnya kalo lu pade peduli dengan nasib nasib warga sipil non combater yang dipikirkan itu apa solusinya supaya perang berhenti, lagian apa sih kontribusi forum sampah kalian disini bagi perdamaian sesama? nggak ada tuh, yang ada forum sampah kalian ini malah cuma memperuncing masalah saja :vom: :lol:

ni ada oleh oleh dari yuktub

[youtube]lfBqeXc6am8&feature=related[/youtube]
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Hansip » Sun Jan 01, 2012 10:41 pm

Islam memang kejam, menghalalkan segala cara, Bahkan anak2 aja diembat / dikawin, bahkan juga disuruh perang. Meski rada Oot gw mau nambahin ya: di sebuah kota yg mayoritas muslim garis keras (bahkan pernah mengacung2kan golok ke polisi yg juga muslim), ada 2 partai muslim yg saling jegal. Bahkan ada yg memakai anak2 di bawah umur untuk memilih suatu partai. Juga anak2 tsb sebagian besar udah dibikinkan ktp demi kepentingan partai dan agama Islam.
User avatar
Hansip
 
Posts: 110
Joined: Sat Nov 05, 2011 12:28 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 10:56 pm

Patah Salero wrote:Palestina adalah Penjara terbesar di dunia. Dalam kotanya terdapat ratusan post pemeriksaan yang dijaga ketat tentara Israel. Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

Banyak anak-anak sakit yang akhirnya meninggal karena enggak dapat perawatan yang semestinya karena enggak diizinkan berobat.

Kira-kira, kalau pemerintah RI menerapkan sistem begini di poso atau ambon terhadap kristen di sana, apa bang duren akan diam aja ??


dan kenyataannya :


lihat juga link2 youtube disebelahnya.

ternyata kalo MEMBUAL patah salero jagonya !!

kamu bisa meratapi 'kesengsaran' penduduk gaza, tapi mana empatimu kepada saudara sebangsa dipelosok2 yang untuk makan saja pakai nasi aking ??
ada gak penduduk gaza yang makan nasi aking ??

:toimonster: :toimonster:
Last edited by hobit on Sun Jan 01, 2012 11:03 pm, edited 1 time in total.
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 11:01 pm

Kre-setan wrote: seharusnya kalo lu pade peduli dengan nasib nasib warga sipil non combater yang dipikirkan itu apa solusinya supaya perang berhenti,


kamu dan ukuwahmu yang sangat perhatian dengan nasib gaza, pergi kesono gih untuk membantu mereka kek !!
jangan cuma bisa menangis2 doang..

Kre-setan wrote: lagian apa sih kontribusi forum sampah kalian disini bagi perdamaian sesama? nggak ada tuh, yang ada forum sampah kalian ini malah cuma memperuncing masalah saja :vom: :lol:


tulisan sampah !!
terus tulisan ukuwamu yang membela keparat hamas dan menyalahkan orang lain itu bukan sampah ??
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Patah Salero » Sun Jan 01, 2012 11:03 pm

Patah Salero wrote:Taruhlah hamas berhenti mengirim roket generasi jaman baholak ke Israel, Apa penjajahan di Palestina dihentikan ??

Orang Palestina memang dibiarkan tetap hidup, tapi untuk kencing aja harus minta izin sama tentara Israel.

Palestina adalah Penjara terbesar di dunia. Dalam kotanya terdapat ratusan post pemeriksaan yang dijaga ketat tentara Israel. Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

hobit wrote:
NGOCEH TANPA BUKTI = HOAX BERAT !!!!
hukumnya HARAM !!! :lol: :lol: :lol:


Pregnant Palestinian women in Azzun Atma, a village near Qalqiliya encircled by the security fence, prefer to take up residence outside of the town in the later stages of their pregnancy for fear that they will be prevented from crossing the fence to get to the local hospital when they go into labor.

The IDF checkpoint which separates the village from the rest of the West Bank is not manned during the night and thus women who go into labor are unable to reach the local hospital.

In the last year, some 20 out of the 33 pregnant women from the village relocated to outside of Azzun towards the end of their third trimesters.

Hanan Yakoub, one of the few women who took the chance of staying in the village in her ninth month asked: "How am I, at 40 years of age, expected to give birth in a car? Where is your mercy? At my age it isn't easy to give birth, and certainly not in a car."


http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3487160,00.html

Gw jarang ngibul, kalau gak terpaksa.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 11:08 pm

Patah Salero wrote:Taruhlah hamas berhenti mengirim roket generasi jaman baholak ke Israel, Apa penjajahan di Palestina dihentikan ??

Orang Palestina memang dibiarkan tetap hidup, tapi untuk kencing aja harus minta izin sama tentara Israel.

Palestina adalah Penjara terbesar di dunia. Dalam kotanya terdapat ratusan post pemeriksaan yang dijaga ketat tentara Israel. Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

hobit wrote:
NGOCEH TANPA BUKTI = HOAX BERAT !!!!
hukumnya HARAM !!! :lol: :lol: :lol:


Pregnant Palestinian women in Azzun Atma, a village near Qalqiliya encircled by the security fence, prefer to take up residence outside of the town in the later stages of their pregnancy for fear that they will be prevented from crossing the fence to get to the local hospital when they go into labor.

The IDF checkpoint which separates the village from the rest of the West Bank is not manned during the night and thus women who go into labor are unable to reach the local hospital.

In the last year, some 20 out of the 33 pregnant women from the village relocated to outside of Azzun towards the end of their third trimesters.

Hanan Yakoub, one of the few women who took the chance of staying in the village in her ninth month asked: "How am I, at 40 years of age, expected to give birth in a car? Where is your mercy? At my age it isn't easy to give birth, and certainly not in a car."


http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3487160,00.html
Patah Salero wrote:Gw jarang ngibul, kalau gak terpaksa.


sekarang dari link kamu buktikan tulisanmu yang ini :
Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

ada gak ??
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 11:11 pm

Patah Salero wrote:Taruhlah hamas berhenti mengirim roket generasi jaman baholak ke Israel, Apa penjajahan di Palestina dihentikan ??

Orang Palestina memang dibiarkan tetap hidup, tapi untuk kencing aja harus minta izin sama tentara Israel.

Palestina adalah Penjara terbesar di dunia. Dalam kotanya terdapat ratusan post pemeriksaan yang dijaga ketat tentara Israel. Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

hobit wrote:
NGOCEH TANPA BUKTI = HOAX BERAT !!!!
hukumnya HARAM !!! :lol: :lol: :lol:


Pregnant Palestinian women in Azzun Atma, a village near Qalqiliya encircled by the security fence, prefer to take up residence outside of the town in the later stages of their pregnancy for fear that they will be prevented from crossing the fence to get to the local hospital when they go into labor.

The IDF checkpoint which separates the village from the rest of the West Bank is not manned during the night and thus women who go into labor are unable to reach the local hospital.

In the last year, some 20 out of the 33 pregnant women from the village relocated to outside of Azzun towards the end of their third trimesters.

Hanan Yakoub, one of the few women who took the chance of staying in the village in her ninth month asked: "How am I, at 40 years of age, expected to give birth in a car? Where is your mercy? At my age it isn't easy to give birth, and certainly not in a car."


http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3487160,00.html
Patah Salero wrote:Gw jarang ngibul, kalau gak terpaksa.


sekarang dari link kamu buktikan tulisanmu yang ini :
Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

ada gak ??

ternyata kalo MEMBUAL patah salero jagonya !!
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Patah Salero » Sun Jan 01, 2012 11:16 pm

"Since the beginning of the second intifada, in September 2000, Israel has imposed restrictions on the movement of Palestinians in the West Bank that are unprecedented in scope and time," human rights organization B'Tselem said in a report published this week.

"As a result, the fundamental right of West Bank Palestinians to freedom of movement, their exercise of which was limited in any event, has become a privilege that Israel extends to them as it deems fit," the report added.

According to B’Tselem, Israel’s restrictions on movement in the West Bank have split the area into six geographical sections. In addition, Israel severely restricts movement within the sections by splitting them up into subsections, and by controlling and limiting movement between them. As a result, every aspect of Palestinian life has been affected.

According to the report, the restrictions make access to medical facilities very difficult, both for medical staff and Palestinians seeking medical care.

Due to this, the level of care in many medical centers is compromised because of the absence or tardiness of doctors and medical staff. The restrictions also make it difficult, and sometimes impossible for emergency medical teams to reach the injured and sick.

Birth at checkpoint

Pregnant women who wish to deliver their babies in a hospital are required to go to the Coordination and Liaison Unit every couple of days in order to renew their travel documents. “Due to this, there have been cases of women giving birth at the checkpoint itself, after being held up for not having valid permits,” the report said.

The restrictions also make getting to work difficult, therefore gravely affecting the West Bank’s economy and trade. B’Tselem reported a 40% drop in the gross domestic product (GDP) amongst West Bank Palestinians.

The report also mentioned the restrictions’ negative affect on tourism in the West Bank. Many establishments opened in the years between the Oslo agreement and the breakout of the second intifada have been forced to close their doors. Farmers too suffer from the restrictions, as they are often denied access to their fields.

Hundreds of roadblocks
According to the report, Israel combines a number of means in implementing the restrictions-on-movement regime, including fixed and temporary checkpoints, 455 physical obstructions on roads, and the Separation Fence.

The report counted 82 manned checkpoints, of which 35 are positioned just before the Green Line, and 47 are positioned several kilometers away from the Green Line, restricting Palestinians’ movement inside the West Bank.

In addition, the report mentions areas where entry is only possible through checkpoints and is subject to checks and possession of a permit. Also, vehicles bearing Palestinian license plates are forbidden or restricted on 312 kilometers of main roads in the West Bank.

According to the report, “This separation results in the de facto annexation of these roads by Israel.”

The report discussed the fact that Israel claims the restrictions on movement in the West Bank are a necessary response, limited in time, to security threats facing the state and its citizens.

'Restrictions are illegal'

“The State of Israel has the right, even the duty, to protect its citizens. It may also be that some of the restrictions were needed at first. However, it appears that Israel continues to apply these means even after the temporary and specific security need has passed, and use them to achieve other objectives, among them controlling and regulating the movement of Palestinian vehicles to separate them from the settlers and other Israelis on roads in the West Bank, and to create a rapid and convenient road network for the settlers.

“A substantial proportion of the restrictions is intended to serve these improper interests, rendering the restrictions illegal. Furthermore, even if all the restrictions were intended to achieve legitimate security interests, many of them would violate the principle of proportionality, and therefore be illegal.

“Israel contends that the restrictions on movement are imposed as part of its ongoing battle against security threats, and are not intended as punishment. However, the vast majority of the victims of the restrictions are not suspected of personal involvement in any terror activity.

“Based on the results of Israel 's actions and taking into account that most of the restrictions have continued for seven years, the conclusion is inescapable that the restrictions constitute collective punishment, which is absolutely forbidden by international humanitarian law."

In its report, B’Tselem called on Israel to immediately remove all permanent and sweeping restrictions on movement in the West Bank, and in their place, concentrate the means used to protect Israeli citizens along the Green Line or inside Israel.

The organization also called for the immediate evacuation of all settlements in the West Bank. “Until this is done, Israel must safeguard the lives of the settlers, giving preference to means that restrict their freedom of movement and not that of the Palestinians, the protected residents of the occupied territory,” the report said.


http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3434674,00.html

Gw jarang boong, kecuali terpaksa.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Patah Salero » Sun Jan 01, 2012 11:21 pm

Nah untuk berapa jumlah detil perempuan yang disebutkan dari link yahudi :
Pregnant women who wish to deliver their babies in a hospital are required to go to the Coordination and Liaison Unit every couple of days in order to renew their travel documents. “Due to this, there have been cases of women giving birth at the checkpoint itself, after being held up for not having valid permits,” the report said.


terdapat di link palestina:
The Commission reported that soldiers forced 68 pregnant women to give birth on road blocks after barring them from crossing as they were being transferred to hospitals and medical centers.

Also, the PICCR said that the Israeli procedures complicated the lives of the Palestinian civilians including pregnant women by enforcing harsh conditions and carrying illegal practices at these checkpoints.

Since the beginning of the Al Aqsa Intifada on September 28 2000 until July 2006, 68 pregnant women had to give birth at checkpoints, and that 34 infants and 4 pregnant women died on these checkpoints.


http://imemc.org/article/47767

Gw jarang Boong kalau gak terpaksa.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Patah Salero » Sun Jan 01, 2012 11:23 pm

Selamat menikmati berita yang gw kutip.
mo bobok dulu ah...

to be continued....
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 11:28 pm

"Since the beginning of the second intifada, in September 2000, Israel has imposed restrictions on the movement of Palestinians in the West Bank that are unprecedented in scope and time," human rights organization B'Tselem said in a report published this week.

"As a result, the fundamental right of West Bank Palestinians to freedom of movement, their exercise of which was limited in any event, has become a privilege that Israel extends to them as it deems fit," the report added.

According to B’Tselem, Israel’s restrictions on movement in the West Bank have split the area into six geographical sections. In addition, Israel severely restricts movement within the sections by splitting them up into subsections, and by controlling and limiting movement between them. As a result, every aspect of Palestinian life has been affected.

According to the report, the restrictions make access to medical facilities very difficult, both for medical staff and Palestinians seeking medical care.

Due to this, the level of care in many medical centers is compromised because of the absence or tardiness of doctors and medical staff. The restrictions also make it difficult, and sometimes impossible for emergency medical teams to reach the injured and sick.

Birth at checkpoint

Pregnant women who wish to deliver their babies in a hospital are required to go to the Coordination and Liaison Unit every couple of days in order to renew their travel documents. “Due to this, there have been cases of women giving birth at the checkpoint itself, after being held up for not having valid permits,” the report said.

The restrictions also make getting to work difficult, therefore gravely affecting the West Bank’s economy and trade. B’Tselem reported a 40% drop in the gross domestic product (GDP) amongst West Bank Palestinians.

The report also mentioned the restrictions’ negative affect on tourism in the West Bank. Many establishments opened in the years between the Oslo agreement and the breakout of the second intifada have been forced to close their doors. Farmers too suffer from the restrictions, as they are often denied access to their fields.

Hundreds of roadblocks
According to the report, Israel combines a number of means in implementing the restrictions-on-movement regime, including fixed and temporary checkpoints, 455 physical obstructions on roads, and the Separation Fence.

The report counted 82 manned checkpoints, of which 35 are positioned just before the Green Line, and 47 are positioned several kilometers away from the Green Line, restricting Palestinians’ movement inside the West Bank.

In addition, the report mentions areas where entry is only possible through checkpoints and is subject to checks and possession of a permit. Also, vehicles bearing Palestinian license plates are forbidden or restricted on 312 kilometers of main roads in the West Bank.

According to the report, “This separation results in the de facto annexation of these roads by Israel.”

The report discussed the fact that Israel claims the restrictions on movement in the West Bank are a necessary response, limited in time, to security threats facing the state and its citizens.

'Restrictions are illegal'

“The State of Israel has the right, even the duty, to protect its citizens. It may also be that some of the restrictions were needed at first. However, it appears that Israel continues to apply these means even after the temporary and specific security need has passed, and use them to achieve other objectives, among them controlling and regulating the movement of Palestinian vehicles to separate them from the settlers and other Israelis on roads in the West Bank, and to create a rapid and convenient road network for the settlers.

“A substantial proportion of the restrictions is intended to serve these improper interests, rendering the restrictions illegal. Furthermore, even if all the restrictions were intended to achieve legitimate security interests, many of them would violate the principle of proportionality, and therefore be illegal.

“Israel contends that the restrictions on movement are imposed as part of its ongoing battle against security threats, and are not intended as punishment. However, the vast majority of the victims of the restrictions are not suspected of personal involvement in any terror activity.

“Based on the results of Israel 's actions and taking into account that most of the restrictions have continued for seven years, the conclusion is inescapable that the restrictions constitute collective punishment, which is absolutely forbidden by international humanitarian law."

In its report, B’Tselem called on Israel to immediately remove all permanent and sweeping restrictions on movement in the West Bank, and in their place, concentrate the means used to protect Israeli citizens along the Green Line or inside Israel.

The organization also called for the immediate evacuation of all settlements in the West Bank. “Until this is done, Israel must safeguard the lives of the settlers, giving preference to means that restrict their freedom of movement and not that of the Palestinians, the protected residents of the occupied territory,” the report said.


http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3434674,00.html

patah salero wrote:Gw jarang boong, kecuali terpaksa.


hobit wrote:sekarang dari link kamu buktikan tulisanmu yang ini :
Banyak perempuan hamil terjebak di post pemeriksaan ini karena enggak di izinkan bersalin dirumah sakit. Akibatnya banyak bayi yang tewas dilokasi dan ibu melahirkan yang meninggal.

ada gak ??

ternyata kalo MEMBUAL patah salero jagonya !!


kalau kamu gak bisa membuktikan tulisanmu, tolong nicknya diganti PEMBUAL SALERO ! :lol: :lol:
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Sun Jan 01, 2012 11:32 pm

Since the beginning of the Al Aqsa Intifada on September 28 2000 until July 2006, 68 pregnant women had to give birth at checkpoints, and that 34 infants and 4 pregnant women died on these checkpoints.


http://imemc.org/article/47767
Patah Salero wrote:Gw jarang Boong kalau gak terpaksa.


congor palestina dipercaya ?? :lol:
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby duren » Sun Jan 01, 2012 11:34 pm

Patah Salero wrote:Taruhlah hamas berhenti mengirim roket generasi jaman baholak ke Israel, Apa penjajahan di Palestina dihentikan ??

Orang Palestina memang dibiarkan tetap hidup, tapi untuk kencing aja harus minta izin sama tentara Israel.


Nte melebarkan masalah ... saya TIDAK MEMBANTAH akan aksi aksi MILITER yang dilakukan Israel !!

Ini trit membahas mengapa Israel MEMBUNUH PASUKAN ANAK ANAK Palestina .
Namun elo bahkan terlalu takut tuk menanggapi post bung infidel .


Btw ... negara negara muslim cuma MBACOT ajah tentang nasib rakyat Palestina .. elo pasti tau dunk mengapa Mesir bertahun tahun menutup pintu perbatasan ke gaza :butthead:

Kalau bukan Israel ... siapa pula yang yang membiayai bahan makanan / obat obatan tuk rakyat Palestina - SILAHKAN GUGEL TENTANG FAKTA INI

Israel negara beradab !! Makanya mereka menghasilkan SDM bermutu qualitas no wahid . Sayang sekali yang dihadapinya adalah umat IBLIS yang menghalalkan mobilisasi milisi ANAK ANAK .

Nihh FB yang perlu elo simak agar elo lebih akrab dengan sosbud mereka http://id-id.facebook.com/IsraelIndonesian
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Ahmadibejad » Sun Jan 01, 2012 11:58 pm

ISRAEL SALAH..KARENA NGEBOM ANAK2..
HAMAS GK SALAH KARENA MENENPATKAN ANAK2 SEBAGAI TAMENG PERANG..


ini sama saja dengan

AHMADINEJAD ITU SEORANG PAHLAWAN ISLAM..
TAPI KEYAKINANNYA SBAGAI SEORANG SYIAH ADALAH SESAT MENURUT ISLAM..
:goodman: :goodman:
Ahmadibejad
 
Posts: 1341
Joined: Sun Sep 06, 2009 9:16 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby hobit » Mon Jan 02, 2012 12:10 am

Since the beginning of the Al Aqsa Intifada on September 28 2000 until July 2006, 68 pregnant women had to give birth at checkpoints, and that 34 infants and 4 pregnant women died on these checkpoints.


http://imemc.org/article/47767
Patah Salero wrote:Gw jarang Boong kalau gak terpaksa.


katakanlah apa yang kamu tulis itu benar, walau itu cuma dari pihak palestina: lalu akan kau sebut apa tindakan tentara israel itu ?? TERKUTUK ??
dan akan kau sebut apa pula si pengoder tindakan berikut ini :

Begitulah yang terjadi sesudah pembunuhan Abu Afak yang tua renta yang sudah tidak bergigi itu. Asma bint Marwan menyuarakan ketidakpuasan atas kekejaman dan ketidakadilan Muhammad dalam memerintahkan pembunuhan Abu Afak. Karena berani mempertanyakan perbuatan keji Muhammad, nyawa Asma bint Marwan pun melayang sia-sia tanpa bekas. Kambing pun tidak akan peduli, begitulah kira-kira pernyataan Muhammad setelah Asma dibunuh.

Sumber

Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua

Muhammad bin Yasar bin Ishaq

Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 – 234

Asma adalah dari bani Umayyah bin Zaid. Ketika Abu Afak terbunuh dia menunjukkan kemunafikannya. Abdullah bin Harits bin Fudail dari ayahnya mengatakan bahwa di dinikahi seseorang dari bani Khatma yang bernama Yazid bin Zaid. Dia mencaci-maki Islam dan para pengikutnya dengan mengatakan :

Aku memangdang rendah Bani Malik dan Al Nabit

Dan auf dan bani Khazeaj

Engkau mematuhi orang asing yang bukan golonganmu

Dia bukan Murad atau Madhhij

Apakah yang engkau harapkan darinya setelah kematian pemimpinmu

Seperti orang yang kelaparan yang menantikan kaldu

Tidak adakah orang yang berani menyerang dia dengan kejutan

Dan mematahkan harapan mereka yang menantikan sesuatu darinya

……….

Ketika Rasulullah mendengar apa yang dia katakan, beliau berkata, “SIAPA YANG AKAN BERANGKAT UNTUK MEMBEBASKAN AKU DARI PUTRI MARWAN ITU?” Umair bin Adiy al Khatami yang saat bersama beliau mendengarnya dan pada tengah malam dia pergi kerumah Asma dan membunuhnya. Dia menemui Rasulullah esok harinya dan menceritakan kepada beliau apa yang telah terjadi dan beliau berkata, “Wahai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasulullah”. Ketika dia berkata bagaimana jika dia mendapat ancamanatau akibat buruk, beliau menjawab, “dua ekor kambing tidak akan menandukkan kepala mereka karena kematiannya” .

Atau sumber kuno berikut :

Kitab al-Tabaqat al-Kabir, terjemahan S. Moinul Haq, Vol. 2, hal. 31

Ibn Sa’d

SERANGAN (SARIYYAH) UMAYR IBN ADI

Kemudian terjadilah serangan (sariyyah) Umayr ibn Adi Ibn Kharashah al-Khatmi terhadap Asma Bint Marwan dari Bani Umayyah Ibn Zayd, ketika lima malam sebelum bulan suci Ramadhan, dipermulaan bulan keduapuluh sejak hijrah Rasulullah. Asma adalah isteri Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn al-Khatmi. Dia sebelumnya pernah mencerca Islam, menyakiti hati nabi (Muhammad) dan mempengaruhi orang-orang menentang dia. Dia membuat bait-bait puisi. UMAYR IBN ADI MENDATANGINYA PADA MALAM HARI DAN MASUK KE RUMAHNYA. ANAK-ANAKNYA SEDANG TIDUR DI SEKITARNYA. ADA SATU YANG SEDANG DIA SUSUI. DIA (UMAYR) MENCARINYA DENGAN TANGANYA KARENA DIA BUTA, DAN MEMISAHKAN ANAK ITU DARINYA. DIA MENGHUJAMKAN PEDANGNYA DI DADANYA HINGGA TEMBUS KE PUNGGUNGNYA. Kemudian dia melakukan sholat pagi bersama dengan nabi (Muhammad) di al-Madina. Rasulullah bersabda padanya: “Apakah kamu sudah membantai anak perempuan Marwan?” Dia berkata: “Sudah. Apakah adalah hal lain yang perlu saya lakukan?” Dia (Muhammad) bersabda: “Tidak ada. DUA KAMBING TIDAK AKAN MENGADU KEPALA MENGENAI DIA (Asma).” Inilah adalah kata-kata yang pertama kali didengar dari Rasulullah. Rasulullah memberi julukan kepadanya Umayr, “basir” (yang melihat).

Lagi-lagi suatu pembunuhan keji dan pengecut yang dilakukan oleh pengikut setia Muhammad. Pembunuhan terhadap Abu Afak dan Asma bint Marwan dilakukan dengan sangat pengecut secara diam-diam pada malam hari saat korban sedang tidur lelap. Pembunuhan Asma seorang WANITA YANG SEDANG MENYUSUI ANAKNYA YANG MASIH BALITA adalah sangat kejam. Hanya karena puisinya dan pembelaannya atas kematian Abu Afak yang tua renta, Asma dihabisi oleh Muhammad secara kejam dan keji. Begitu teganya Muhammad menghabisi nyawa seorang perempuan tak berdaya yang mempunyai lima anak dan satu diantaranya masih menyusui. Bisa dibayangkan penderitaan keluarga Asma.


TERKUTUK JUGA KAN !!??
hobit
 
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby infidel » Mon Jan 02, 2012 1:19 am

Good point bro hobit, saya yakin tidak ada kafir FFI yang mengatakan IDF atau PM maupun Presiden Israel sekalipun adalah teladan sempurna sepanjang masa.

Sampai sekarang di topik ini Patah Salero sudah tersandera oleh 2 hal berikut ini:

1. Berteriak lantang tentang kejamnya pembunuhan IDF pada anak-anak Palestina yang dijadikan human shield olah HAMAS.
Namun bagaimana pendapatnya tentang Muhammad yang memerintahkan pembunuhan tawanan (sekali lagi tawanan) anak-anak Yahudi Bani Qurayza yang tak bersenjata?
Tabari lebih lanjut menusis: [Tabari, vol viii, hal.35-36 ]
“Rasul Allah ke luar menuju pasar Medina dan memerintahkan penggalian parit. Lalu dia memerintahkan orang2 Yahudi dibawa ke situ untuk dipancung di atas parit. Mereka dibawa ke hadapan mereka dalam kelompok2. Diantara mereka adalah musuh Allah, yakni Huyayy b. Akhtab dan Ka’b b. Asad, yakni ketua B. Qurayza. Jumlah mereka adalah 600-700, yang lain menulis 800-900. Tatkala mereka dibawa dalam kelompok menghadap utusan Tuhan, mereka berkata kepada Ka’b b. Asad, “Ka’b, apa yang kau mengerti. Tidakkah kau melihat tidak ada yang dibebaskan dan siapa yang diambil tidak akan kembali? Demi Tuhan, ini adalah kematian!” Proses pemancungan berlangsung terus sampai Rasul Allah selesai menyaksikan semuanya.”

Hadith Sahih Sunan Abu Dawud Book 38, Number 4390:
Dikisahkan oleh Atiyyah al-Qurazi:
Aku termasuk diantara tawanan Banu Qurayzah. Mereka (orang2 Muslim) memeriksa kami, dan orang2 yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku ada diantara mereka yang belum tumbuh bulu kemaluannya.


2. Berteriak lantang tentang kejamnya tentara Israel yang menyebabkan wanita hamil meninggal karena harus menjalani pemeriksaan panjang.
Namun bagaimana pendapatnya tentang Muhammad yang memerintahkan pembunuhan terhadap Asma bin Marwan, wanita hamil yang tengah tertidur bersama anak2nya?
Umayr Ibn Adi datang padanya di suatu malam dan masuk rumahnya. Anak2nya tidur di sekitarnya. Ada seorang bayinya yang sedang disusuinya. Dia (Umayr) merabanya dengan tangannya karena dia buta, dan memisahkan bayi itu darinya. Dia menusukkan pedangnya ke dadanya (`Asma) sampai menembus punggungnya. Lalu dia melakukan sembahyang subuh bersama sang Nabi di al-Medinah. Rasul Allah berkata padanya: ‘Sudahkah kau membunuh anak perempuan Marwan?’ Dia berkata: ‘Ya. Apakah ada lagi yang harus kulakukan?’ Dia (Muhammad) berkata: ‘Tidak. Dua kambing tidak sudi bertumbukan baginya.’ Inilah kata2 yang pertama didengar dari Rasul Allah. Rasul Allah menjulukinya `Umayr, ‘basir’ (yang melihat).”

Ibn Sa`d dalam Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Vol. 2, hal. 24

Atau bagaimana dengan yang ini?
Muhammad tidak menganggap masalah jika wanita hamil dibunuh hanya karena menjelek-jelekkannya.
(coba kalau ada wanita Palestina hamil dibunuh IDF hanya karena alasan menjelek-jelekkan PM Israel, dijamin langsung berteriak-teriak histerislah Muslim sedunia!)
Sunan Abu Dawud Book 38 No 4348
Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya diperut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya keluar diantara kakinya berlumuran darah.

Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri. Dia duduk disebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Saya punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemarin malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya diperutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.
Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.


Ada yang mau menambahkan? :-({|=

PS: Inilah "indahnya" Islam, setiap kali kau mempertanyakan moralitas suatu masalah, kau akan selalu menemukan bahwa Muhammad -sang teladan terbaik sepanjang masa itu- selalu saja mengejutkanmu dengan tindakan "mulianya" yang menurunkan standar moralitas lebih rendah, lagi dan lagi. :prayer:

UPDATE: Maaf saya melakukan kekeliruan, Asma tidak sedang hamil saat dibunuh oleh Umayr atas perintah Muhammad, tapi ia sedang tertidur menyusui seorang bayinya dan 4 anak-anaknya yang masih kecil.
Last edited by infidel on Wed Jan 04, 2012 10:39 am, edited 1 time in total.
User avatar
infidel
 
Posts: 633
Joined: Wed Jul 02, 2008 11:00 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby 1234567890 » Mon Jan 02, 2012 5:23 am

hobit wrote:kalau kamu gak bisa membuktikan tulisanmu, tolong nicknya diganti PEMBUAL SALERO ! :lol: :lol:


muslim jago ngebual .... pembual salero itu muslim ... jadi pembual salero itu jago ngebual
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby Kongming » Mon Jan 02, 2012 9:10 am

Astaga... PS sama saja menuduh dan mengakui nabinya biadab...!
:rock:
Kongming
 
Posts: 400
Joined: Sun Aug 07, 2011 8:39 am
Location: Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Telp: 021-534-1250

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby duren » Mon Jan 02, 2012 9:43 am

Saya mbantuin bung PS ahh .

Klo muhammad lain dunk ....

INGAT !!
Membunuh wanita hamil adalah salah satu syarat wajib tuk mendapatkan pangkat kenabian \:D/
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Masalah Anak Palestina - Pertanyaan Untuk bung Patah Sal

Postby duren » Mon Jan 02, 2012 10:31 am

Patah Salero wrote:Palestina adalah Penjara terbesar di dunia. Dalam kotanya terdapat ratusan post pemeriksaan yang dijaga ketat tentara Israel.

Dari http://id-id.facebook.com/IsraelIndonesian

PENGUNGSI PALESTINA - di mata Arab dan PBB !!
PENUH TRIK
PENUH INTRIK
BUSUK
POLITIK KOTOR
MENJIJIKKAN
Semuanya demi satu tujuan : Menyudutkan Israel


Naratornya adalah Jahudi yang bapaknya merupakan pengungsi dari Alzazair .

[youtube]QAuBc_cbXo0&noredirect=1[/youtube]

VIDEO PENTING !! Klik tombol " CC " dan pilih text bahasa Indonesia .
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users