.

Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sat Nov 19, 2011 11:44 pm

Capt...sementara dikau sedang tafa mencari inspirasi jawaban..mari saya tunjukkan apa yang membuat Islam sebagai agama sempurna...

Ulangan 24:1-4
Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati, maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.


Capt...sangat tidak sempurna ya yang saya bold di atas...
saya setuju Capt akan "ketidak sempurnaannya". ya kalau dari sisi nafsu birahi ku yang berkobar-kobar, ini sih menghambat penyaluran gairah yang sempurna, lho?? :lol: Saya sangat sangat tidak setuju Ulangan 24 sebagai ajaran yang sempurna...
itu ajaran yang tidak manusiawi...tidak sesuai fitrah manusia sebagai makluk berkelamin... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 20, 2011 6:25 pm

ha..ha..ha...keqna para muslim seperti si Kre-setan, Captain Pancasila, Patah Salero, Crescent Star, Ahmad_doni, Vhee...bungkam seribu bahasa melihat perbandingan ajaran yang diajarkan Muhammad saw sang junjungannya dengan ajaran tetangga sebelah mereka...

Speechless...===> :-&

Si Muslim Rocker menjadi Muslim Dangdut kalo dibandingkan Muhammadnya dengan nabi sebelah...Goyangnya pun berubah menjadi goyang dangdut yang sempoyongan...kayak orang mabok...

Hoi...Muslim Rocker...mampir dong...ajarin dong gw pada bagian mana dari ayat-ayat yang gw kutip itu dapat menyempurnakan ajaran nabi sebelah??? :-k
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 20, 2011 8:25 pm

Saya coba untuk menyandingkan dua ayat-ayat yang saya tampilkan sebelumnya...

Ajaran lama (Islam bilang sudah dirubah-rubah atau bukan ajaran sempurna)

kitab yang dituduh Quran tidak sempurna wrote:Ulangan 24:1-4
Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati, maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.


Dari sini kita dapat mengetahu bahwa siapa pun yang telah menceraikan istrinya (terlepas dari alasan-alasan yang menjadi dasar perceraian) dan mantan istrinya kemudian menikah kembali dengan pria lain, maka haram hukumnya menikahi mantan istrinya itu setelah bercerai dengan suaminya yang kedua.

Memang tidak ada larang untuk bercerai dalam hukum Musa. Seorang pria boleh menceraikan istrinya bila dia sudah tidak suka dengan perempuan itu. Bukan hanya karena alasan zinah...

Kemudian apa yang selanjutnya terjadi ketika seorang yang mengaku nabi dan Tuhan pada abad pertama Masehi mengajarkan hal yang lebih tinggi dari pada yang terdapat di dalam kitab Musa. Intinya ialah:

    1, Siapa pun yang memandang perempuan, mengakibatkan senjatanya "bergerak" di balik celananya :lol: alias bernafsu, perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan jinah.
    2. Siapa pun yang menceraikan istri atau suaminya (pasangan hidupnya) maka hal itu merupakan zinah kecuali karena alasan zinah itu sendiri telah dilakukan salah satu pihak.
Membandingkan ini, tampak bahwa ada kenaikan tekanan kepada para pihak yang terlibat dalam hubungan suami-istri, mencegah mereka membuat keputusan sewenang-wenang terhadap pasangannya seperti yang dapat dilakukan pada hukum Musa. Kita dapat mengatakan aturan baru ini sungguh menyempurnakan "kesetiaan" seseorang kepada pasangannya.

Lalu 6 abad kemudian, di suatu negeri yang tak jelas sejarahnya, yang tak jelas budayanya, beradab atau tidak, muncul seorang yang mengaku nabi. Namanya Muhammad saw, membawa risalah aneh dengan mengajarkan:

QS 33 Al Ahzaab:51
"Kamu boleh mengganti siapa saja yang kamu kehendaki, juga boleh menggauli perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu."


lihat dan resapi kata-katanya dari nurani yang baik dan benar....masihkah muslim berani mengatakan islam adalah penyempurna ajaran dari dua orang GURU bijak yang sudah saya sebut di atas? Kalau kedua guru pertama mengatakan bahwa perbuatan seperti itu zinah...guru antik yang nyeleneh dari Arab tandus ini justru menjungkir balikkan tatanan yang sudah baik. Guru yang nyeleneh ini mengijinkan seorang pria meniduri mantan istri...wawww...mantan istri bukan lagi istrim bukan lagi sebagai muhrim. Adalah dosa bila meniduri wanita yang bukan muhrim. Di satu sisi dikatakan begitu, tetapi disisi lain "kenikmatan" yang diangan-angankan guru ini mengalahkan segala aturan moral yang diklaimnya sendiri...

Hanya manusia tak bermoral yang mampu mempertahankan klaim islam sebagai penyempurna.
Hanya manusia yang menderita hiperseks dan kelainan mental yang masih berhasrat mati-matian membela guru nyeleneh itu.
Hanya manusia sakit jiwa yang bermimpi di surga ada pelayan seksual gratis, gak perlu pakai acara nikah segala...gak perlu punya rasa tanggung jawab segala...

Apakah manusia muslim adalah manusia tak bermoral dengan mengikuti GURU NYELENEH INI? Cuma muslim yang punya jawabannya...

Kutunggu-tunggu manusia penghayat kepercayaan nyeleneh ini, tapi tak ada yang berani unjuk gigi...
Kutunggu-tunggu manusia penghayat kepercayaan nyeleneh ini untuk mendiskusikan hal ini...tapi pada tidak mampir...
Kemanakah gerangan mereka?
Malukah mereka?
Kenapa harus malu?

Kenapa harus malu mengakui apa yang diajarkan Manusia Nyeleneh dari Gurun Pasir Arabia abad ke 7 itu sebagai ajaran dari Setan? Ajaran yang mengangkangi nilai moral, etika dan hukum?

Kunanti jawabanmu wahai para menganut ajaran nyeleneh...!
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Mon Nov 21, 2011 1:44 pm

DEPAG wrote:Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.(QS. 33:51)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ahzab 51
تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا (51)
Pada ayat ini Allah SWT memberi kebebasan kepada Nabi Muhammad untuk menangguhkan siapa di antara istri-istrinya yang beliau kehendaki dan boleh pula menggauli siapa di antara mereka yang beliau kehendaki. Dan beliau diberi kebebasan pula untuk mengawini kembali istri-istrinya yang telah dicerai mengingat kemaslahatan bagi dirinya dan masyarakatnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abi Razin bahwa tatkala diturunkan ayat yang menyuruh istri-istri Napi saw untuk memilih antara tetap menjadi istri Nabi dengan keadaan sederhana tanpa kemewahan atau berpisah dari Nabi saw karena mengejar kesenangan hidup yang lebih sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, maka timbullah rasa kekhawatiran pada istri-istri Nabi saw itu dan mereka secara serentak menyatakan kerelaannya untuk tetap hidup bersama Nabi saw dalam keadaan bagaimanapun juga karena mereka lebih mengutamakan segi kehidupan agama dari pada kesenangan duniawi. Mereka berkata: "Ya Rasulullah, berikanlah kepada kami sebagian harta engkau dan kami serahkan diri kami kepada engkau, lakukanlah apa yang kamu kehendaki dan biarkanlah kami tetap seperti sediakala". (Jangan dicerai). Maka turunlah ayat ini. Lalu Nabi menangguhkan menggauli beberapa istrinya seperti Ummu Habibah, Maimunah, Sa'adah, Sofiyah dan Juwariyah. Terhadap kelima istri Nabi ini, Nabi saw tidak mengatur giliran bermalam secara teratur. Adapun terhadap istri-istrinya yang empat orang lagi yaitu 'Aisyah, Hafsah, Zainab dan Ummu Salamah beliau mengatur giliran untuk bermalam, mempersamakan pembagian pakaian dan makanan. Dengan demikian maka pemberian yang hak kepada Nabi tentang pergaulannya dengan istri-istrinya, tidak lagi akan menimbulkan rasa cemburu dan sedih dalam hati mereka, dan menerima mereka dengan rela perlakuan Nabi terhadap masing-masing mereka.
Imam Ahmad ra meriwayatkan dari Abdullah bin Yazid bahwa Aisyah pernah berkata: "Adalah kebiasaan Nabi saw untuk membagi-bagi giliran di antara istri-istrinya dengan adil, kemudian Nabi saw berdoa Ya Allah inilah pembagian saya tentang apa yang saya kuasai". (Yaitu) soal pembagian benda materi, maka janganlah engkau mencerca aku tentang apa-apa yang engkau miliki dan tidak aku kuasai yaitu soal cinta".
Hadis ini mengandung suatu anjuran supaya tetap memelihara kemurnian hati dan ancaman bagi mereka yang tidak berserah diri kepada ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui tentang segala rahasia yang tersimpan di dalam hati, lagi Maha Penyantun selalu memberi kesempatan untuk bertobat bagi mereka yang telah menyadari akan kesesatannya dan ingin kembali ke jalan yang lurus.

bandingkan dengan :
JANGAN GITU AH wrote:Ulangan 24:1-4
Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati, maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.

ngapain ngelarang menikahi kembali Istri yang sudah dicerai? dasar logikanya apa coba? :stun:
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby CrimsonJack » Mon Nov 21, 2011 3:57 pm

@atas
biar sebelum cerai dipikir masak2 dulu.
jangan sampai dah cerai baru sadar ternyata keputusan cerai hanya karena emosi sesaat.

spt larangan ortu pas beliin mainan, "jaga baik2, jgn dirusak nanti ga dibeliin lg"
kira2 gitu menurutku
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby umat-muhammad002 » Mon Nov 21, 2011 4:22 pm

JANGAN GITU AH wrote:Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela, kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya.

Hadits mungkar yang tidak pernah masuk ke pesantren \:D/
Hadits Mungkar, yaitu hadis yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang tepercaya/jujur.
Hadits gholia, yaitu hadis yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah
Hadits Mudraj, yaitu hadis yang mengalami penambahan isi oleh perawinya.
Hadits Maudu', bila hadis dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.
Hadits Dhaif (lemah), ialah hadis yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
Hadits Hasan, bila hadis yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.

Ada ribuan atau bahkan jutaan hadits mungkar, umat islam pake-nya hadits saheh aja bung.
Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadis. Hadis shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Sanadnya bersambung;
2. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
3. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadis .
umat-muhammad002
 
Posts: 240
Joined: Mon Aug 16, 2010 4:40 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Tue Nov 22, 2011 8:04 am

umat-muhammad002 wrote:Ada ribuan atau bahkan jutaan hadits mungkar, umat islam pake-nya hadits saheh aja bung.

terserah padamu...mo saheeh opo ora saheeh...emang gue pikirin...tetap aja tuh dicantumkan LIDWA di kumpulan hadithnya...
suruh dong buang ntu hadits dari sono...biar yang tinggal nyang seheeh-saheeh ae....

trus besok-besok...ada lagi nyang bilang gak saheeh...dibuang lagi...dibilang masih ada nyang kagak saheeh...dibuang lagi dst...dst...

akhirnyeee....ntu hadits tinggal beberapa bait aja... :rofl:

lihat nih...ulamamu si manusia antik...ustad selebriitis nyang lagi naik daon dan naik ranjang...

Dewi Yuliawati Pernah Menolak Berhubungan Intim dengan Solmed

http://id.omg.yahoo.com/news/dewi-yulia ... 39167.html
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan istri Ustad Solmed, Dewi Yuliawati membeberkan kalau mantan suaminya masih suka melakukan hubungan suami istri dengannya.

Dewi mengatakan, jika dia tak mau memuaskan nafsu ustad Solmed, biasanya ustad Solmed menurunkan Dewi di tengah jalan tol.

"Kalau saya nggak nurutin mau berhubungan sama dia, saya diputer-puterin di tol. Kita sudah baku hantam, saya tahu itu dosa, karena saya pernah diturunin di tol,"ungkap Dewi Yuliawati, di kantor pengacaranya, Minggu (20/11/2011).

Dewi pun sudah sering menolak tawaran yang diberikan ustad Solmed untuk berhubungan. Sebagai wanita yang taat terhadap ajaran agama, Dewi takut melakukan dosa.

"Saya sudah nggak mau, saya tahu itu dosa, saya turun dari mobil, ibu saya yang tahu itu semua. Selama ini saya hanya diam bertahun-tahun,"papar Dewi Yuliawati.


baca tuh praktek Islam dari ustad antikmu di atas...jangan bilang ntu kagak diajari sama Alloh swt...

lihat nih...ada ayatnya lho...

Koran Arab abad ke 7 wrote:QS 33 Al Ahzaab:51
"Kamu boleh mengganti siapa saja yang kamu kehendaki, juga boleh menggauli perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu."


nyang cewe merasa dosa....hah...nyang ustad...kagak ngeras dose ntuh :stun: ... :lol:

dan wahai mosleem...seluruh donia...elu-elu orang kagak usah protes-prostes cemmacem ame ntu stad...die ustad nyang disayang olloh...dan perbuatannye ntu di ridho ame beliau nyang di Arab sono... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sat Nov 26, 2011 11:36 pm

Sampai hari ini...tidak ada moslem yang memberikan keterangan lain lagi. Karenanya masalah ini sudah selesai (Case Closed)

Kesimpulan:

Di sisi lain, islam/Muhammad saw mengajarkan perjinahan adalah sebagai sesuatu yang bukan dosa



Dengan demikian, topik lain dapat diangkat sebagai bahan diskusi
tentunya dengan santai saja... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 27, 2011 10:31 am

kebiasaan muka badaknya dikurangin sikit bang... :finga:
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 27, 2011 10:34 am

JANGAN GITU AH wrote:Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela,kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya

Saya ucapkan terima kasih jika ada saudara muslim yang berkenan menjelaskannya...dipersilahken...

Oh iya saya sedikit kelupaan...saya lihat pada judul sub kategori hadits tersebut diberi nama "siasat mengelak". Tampaknya judul itu sepele...tafi kalau direnungkan bisa jadi terasa menggelitik pikiran...koq ada ya judul yang seperti itu dari sebuah sumber agama...?


yang blod biru itu bukan di ambil dari pendapat Muhammad, lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 3:48 pm

Kre-setan wrote:kebiasaan muka badaknya dikurangin sikit bang... :finga:

yang bermuka badak itu adalah muka-muka muslim seperti mu. Coba lihat pada ayat yang melegalkan menyetubuhi "mantan istri"....jika sekiranya dikau tidak bermuka badak...dan punya rasa malu...seharusnya dikau murtad mendengar firman nyeleneh dari Allah swt....

ingat... Allah swt mengijinkan dikau melacurkan diri terhadap "mantan istrimu" dan kau tidak tahu malu...

bukankah itu bentuk muka badakmu?

tapi yah mau apa lagi kalau pikiranmu sudah ditawan iblis bernama Allah swt....ya tinggal manut azza... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 3:56 pm

JANGAN GITU AH wrote:Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela,kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya

Saya ucapkan terima kasih jika ada saudara muslim yang berkenan menjelaskannya...dipersilahken...

Oh iya saya sedikit kelupaan...saya lihat pada judul sub kategori hadits tersebut diberi nama "siasat mengelak". Tampaknya judul itu sepele...tafi kalau direnungkan bisa jadi terasa menggelitik pikiran...koq ada ya judul yang seperti itu dari sebuah sumber agama...?


Kre-setan wrote:yang blod biru itu bukan di ambil dari pendapat Muhammad,


lhooo...ente menyimak kagak ntong? emang safa gitu nyang bilang yang dibold biru adalah pendafat bang mamad...
elo udah ketinggalan kereta ntong ! Yang saya katakan itu adalah fendafat ulama sebagai bentuk ijtihad mereka dalam menafsirkan ucapan bang mamad....
Kre-setan wrote:lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"

elo itu lagi berak atau lagi cebok? :lol: atau lagi ngelindur....baca lagi gih tanggapan ane terhadap responmu sebelumnya....

hoi...kre-setan (nyang ngikut setan :lol: )...ada vendafat nyang baru kagak? kalo kagak ada...mending ente mingkem bae lah.... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 27, 2011 4:29 pm

JANGAN GITU AH wrote:
lhooo...ente menyimak kagak ntong? emang safa gitu nyang bilang yang dibold biru adalah pendafat bang mamad...
elo udah ketinggalan kereta ntong ! Yang saya katakan itu adalah fendafat ulama sebagai bentuk ijtihad mereka dalam menafsirkan ucapan bang mamad....



ijtihad opo yang koe bilang... ulama mana yang berpendapat seperti itu, coba sebutkan sumbernya disini !

terus lu bilang itu upaya menafsirkan ucapan bang mamad, ucapan bang mamad yang mana lagi yang perlu ditafsirkan tentang hukum kesaksian ? coba lu tunjukkan disini !

sementara gue dah menghadirkan ucapan bang mamad sendiri (yang nggak perlu tafsir tafsir) dan secara tegas mengatakan HUKUM KESAKSIAN PALSU ADALAH DOSA BESAR :
Kre-setan wrote:lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 4:42 pm

yihuuiii...emang semboyan muslim "SEKALI DODOL, SELAMANYA TETAP DODOL"

bukankah tadi saya sarankan dikau membaca kembali jawaban saya terhadap responmu...sono gih...! bantah tuh jawaban saya pada page 2
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 27, 2011 4:46 pm

ya,, ya,, ya..

memang seribu satu trik bIsa dilakukan buat menutupi dan mengelabui sebuah argumen nyang nyungsep....salah satunya yaitu dengan cara menyuruh orang baca lagi baca lagi baca lagi :rofl:

nggak tau lagi mau jawab apa, jadi cuma bisa bilang, baca lagi baca lagi baca lagi :lol:
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 5:39 pm

Kre-setan wrote:ya,, ya,, ya..

memang seribu satu trik bIsa dilakukan buat menutupi dan mengelabui sebuah argumen nyang nyungsep....salah satunya yaitu dengan cara menyuruh orang baca lagi baca lagi baca lagi :rofl:

nggak tau lagi mau jawab apa, jadi cuma bisa bilang, baca lagi baca lagi baca lagi :lol:

heeee....dodol bin dungu...nyang saya suruh baca adalah komentar saya terhadap respon mu pada page sebelumnya...sebab komentarmu yang ini tidak ada yang baru lho...

maksud saya supaya kau tersadar kembali dari igauamu bahwa pertanyaanmu itu sudah saya jawab...di halaman itu sudah saya tunjukkan padamu bahwa kata-kata larangan berdusta, berbohong itu bukan dimaksudkan secara umum....
tetapi...
larangan dusta di sana secara khusus bila membawa-bawa nama si babi Muhammad saw...

setelah saya jawab bantahanmu...kau cuma bisa mingkem...
ngerti kagak?

lha..sekarang elo melontarkan pertanyaan yang sama, yang sudah basi...
ogah dah bolak-balik menjawab pertanyaan basi...

makanya saya katakan tadi...jika sekiranya gak ada bantahanmu yang baru dari yang sebelumnya...sebaiknya kau mingkem...kem...kem...

nih...gw kaseeehh ini nih.. :butthead:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 27, 2011 5:57 pm

buakakakakak :rofl: rupanya bener,, si JGA malu malu menyeret argumen nyungsepmolgy ala durenya kemari,

ternyata yang digunakanya sebagai argumen untuk membantah bahwa Muhammad melarang saksi dusta terindikasi sebagai "durenyungsepmology"...cekidot :
JGA wrote:maksud saya supaya kau tersadar kembali dari igauamu bahwa pertanyaanmu itu sudah saya jawab...di halaman itu sudah saya tunjukkan padamu bahwa kata-kata larangan berdusta, berbohong itu bukan dimaksudkan secara umum....
tetapi...
larangan dusta di sana secara khusus bila membawa-bawa nama si babi Muhammad saw...


dibagian manakah manakah di hadist ini baik secara tersirat atau tersurat yang mengatakan boleh bersaksi dusta asal tidak atas nama Muhammad ?
JGA wrote:

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"


nggak ada... :lol:

lantas si JGA bawa bawa hadist satu lagi, yang mana tertulis juga bunyinya Muhammad melarang saksi dusta atas namanya,, dengan memakai metode "durenyungsepmology" JGA menafsirkan hadist itu menggugurkan kedudukan hadist yang pertama :lol:

sekarang pertanyaan buat JGA, dimana kontradiksinya kedua hadist di atas ? [-( :---)
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 6:24 pm

Nih...baca lagi manusia duogoooll...ini jawaban saya pada page 2 biar ente bisa lebih cerdas lagi...akibat jawaban saya ini...dikau tidak nongol-nongol lagi hingga saya buatkan kesimpulan...ente begitu malu karena sudah saya tunjukkan bahwa komentarmu absurd...!
==================================================================================
page 2

Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela,kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya

Saya ucapkan terima kasih jika ada saudara muslim yang berkenan menjelaskannya...dipersilahken...

Oh iya saya sedikit kelupaan...saya lihat pada judul sub kategori hadits tersebut diberi nama "siasat mengelak". Tampaknya judul itu sepele...tafi kalau direnungkan bisa jadi terasa menggelitik pikiran...koq ada ya judul yang seperti itu dari sebuah sumber agama...?
Kre-setan wrote:yang blod biru itu bukan di ambil dari pendapat Muhammad, lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"


Hehehe...ente muslim apa bukan sih?
Koq gak tahu apa yang dimaksud Muhammad saw dengan dosa terhadap orang yang membuat kesaksian palsu?
Gak tuh...
Muhammad saw tidak melarang orang mengucapkan kesaksian palsu sama sekali...
Yang dimaksud dosa terhadap kesaksian palsu ialah ini...tolong baca baik-baik dan perhatikan konteksnya... :lol:

LIDWA wrote:Hadith Bukhari 103 (status Muttawatir)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْصُورٌ قَالَ سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجْ النَّارَ
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Al Ja'd berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata, aku mendengar Rib'i bin Jirasy berkata, aku mendengar 'Ali berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berduasta terhadapku dia akan masuk neraka."


lihat yang saya bold merah...
Muhammad saw melarang orang berdusta atas namanya.... kalau bukan atas namanya...kata Muhammad saw ...ya, tidak mengapa...!

baca lagi yang ini supaya dikau tahu (dan bohongmu terungkap... :lol: )....

LIDWA wrote:Hadith Bukhari 104 (status Muttawatir)
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ إِنِّي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ



Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Jami' bin Syaddad dari 'Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair dari Bapaknya berkata, "Aku berkata kepada Az Zubair, "Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya?" Az Zubair menjawab, "Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan: "Barangsiapa berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka."


sekali lagi...kre-setan...

yang dimaksudkan muhammad dengan dosa berdusta adalah bila dilakukan atas nama Muhammad saw...dusta yang tidak didasari nama Muhammad saw...sah-sah saja apa lagi terhadap kafir... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 27, 2011 7:11 pm

hoi...kresetan....makan tuh dustamu yang sudah kutunjukkan....tadi dikau koar-koar bilang saya gak berani memberi bukti...sekarang apa?

malah dikau kabur.....

berita panggilan


Kepada netter kresetan...dipanggil untuk mempertanggung jawabkan dustanyaa....

ttd..
JGA

:finga: :finga:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Mon Nov 28, 2011 12:58 pm

CrimsonJack wrote:@atas
biar sebelum cerai dipikir masak2 dulu.
jangan sampai dah cerai baru sadar ternyata keputusan cerai hanya karena emosi sesaat.

spt larangan ortu pas beliin mainan, "jaga baik2, jgn dirusak nanti ga dibeliin lg"
kira2 gitu menurutku

JANGAN GITU AH wrote:Ulangan 24:1-4
Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya, dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain, dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati, maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.

ngapain ngelarang menikahi kembali Istri yang sudah dicerai? dasar logikanya apa coba? :stun:

ini lho yg saya tanyain :
setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN

wong bekas dipake sendiri, kok dianggep tercemar? nalarnya dimana? :stun:
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users