.

Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sat Nov 05, 2011 9:07 pm

Iseng-iseng membaca-baca dari lidwa, saya ketemukan ini...

Di sini saya tampilkan dengan maksud menanyakan pada saudara-saudari muslim. Tolong dibaca dengan seksama dulu ya..
Hal yang membuat saya tidak mengerti terdapat pada kalimat yang saya tandai di bawah ini:

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=1517
Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela, kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya.

Saya ucapkan terima kasih jika ada saudara muslim yang berkenan menjelaskannya...dipersilahken...

Oh iya saya sedikit kelupaan...saya lihat pada judul sub kategori hadits tersebut diberi nama "siasat mengelak". Tampaknya judul itu sepele...tafi kalau direnungkan bisa jadi terasa menggelitik pikiran...koq ada ya judul yang seperti itu dari sebuah sumber agama...?
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sat Nov 05, 2011 10:27 pm

Ada beberapa point yang saya
1. Muhammad saw ketika ditanya tentang persetujuan dari seorang gadis, atau janda, apakah ia bersedia dinikahi...maka beliau mengatakan tanda persetujuannya adalah "DIAM" dengan alasan "Bahwa kebanyakan wanita malu"

bagaimana jika yang ditanyakan pendapatnya adalah wanita yang bisu? Masuk akalkah "DIAM"nya sebagai tanda setuju dinikahi?

2. Dikatakan apabila seorang wanita (gadis/janda - yang entah hamba atau orang merdeka) MENOLAK pinangan seorang pria, lalu pria itu menghadirkan 2 orang saksi dusta ke hadapan pengadilan. Dalam putusannya, pengadilan menerima sah kesaksian mereka.

mengherankan...pada mulanya dikatakan wanita itu MENOLAK, kemudian diakhiri dengan kata RELA....tampaknya ada keganjilan logika di sini. (CMII)(Editing: setelah membaca dengan seksama, ternyata maksud bagian ini kata rela itu adalah kata pengakuan dusta dari si laki-laki)

sekarang muncul lagi masalah : Koq hakim bisa segegabah itu menerima sebuah kesaksian yang palsu? Memangnya sekolah hakim pada jaman Muhammad di bawah pohon kurma kah? :-k

3. Dikatakan, bahwa seorang pria yang membuat kesaksian palsu bahwa ia telah menikahi seorang gadis/janda yang jelas-jelas menolak dinikahi pria itu, halal menyetubuhi gadis / janda itu. Padahal dikatakan juga pria itu secara sadar tahu bahwa ia berbuat bathil....

mengherankan...mengapa perbuatan menyetubuhi itu tetap sah, tidak jatuh pada perbuatan zinah...

4. Kalau hal itu adalah benar merupakan pendapat sebagian pengikut Muhammad, apakah hal itu benar telah disetujui Muhammad saw? Kalau tidak, mengapa Muhammad saw tidak memberi komentar menyanggah pendapat para pengikutnya?
Last edited by JANGAN GITU AH on Mon Nov 07, 2011 12:14 pm, edited 1 time in total.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Sat Nov 05, 2011 11:36 pm

pas gw klik, kok isinya "hadits tidak boleh tawaf dengan telanjang"? :-s
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sat Nov 05, 2011 11:54 pm

Captain Pancasila wrote:pas gw klik, kok isinya "hadits tidak boleh tawaf dengan telanjang"? :-s

memang begitu bro Capiten...jangan salah dikau...sebab saya juga mengalami hal yang sama...ini dikarenakan setiap nomor hadits yang berbeda tidaklah otomatis mengubah link-nya....coba saja jika dikau tidak percaya...masukkan tuh no. hadits yang sudah saya cantumkan...dan lihat reaksi dari bar Address pada browsermu...tak akan berubah...sebab semua hadits itu masuk dalam frame, bukan page...(moga-moga anda paham sedikit kerjanya teknologi web) :green:

saran saya...masukkan nomor haditnya...lalu go...OK...Insyaallah dikau temukan...dan silakan terangkan padaku apa maksudnya...

tak tunggu yo..! :supz:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby muhamad haram » Sun Nov 06, 2011 2:01 am

Captain Pancasila wrote:pas gw klik, kok isinya "hadits tidak boleh tawaf dengan telanjang"? :-s


Bro ente mau mengelak atau lupa cara membuka link yg baik dan benar?
Para kafir disini pasti pada tau koq kekurangan ente yg mempunya otak mini tp harap jangan ditonjolkan vulgar donk keluguan dirimu nak.

@TS:
Sorry saya pengen tanya doank....(maklum lagi study koran nih)
Itu bukan hadist palsu kan?
Ada ayatnya dikoran bro?
Karena biasanya muslim ga mau terima hadist yg rada ancur kaya gitu, dan sedikit berbau aib dalam indahnya islam :vom: (sorry saya agak mual ngetik tulisan tadi). Link yg ente kasih mengandung virus ga bro? Saya inget netter muslim ada yg sensitiv kalo dikasih link tentang hadist yg agak ga enak gitu, dengan dalil mengandung virus di web yg dikasih.
muhamad haram
 
Posts: 547
Images: 0
Joined: Mon Feb 21, 2011 5:38 pm
Location: CIBITUNG

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 06, 2011 11:25 am

muhammad_haram wrote:@TS:
Sorry saya pengen tanya doank....(maklum lagi study koran nih)
Itu bukan hadist palsu kan?

bro muhammad...saya belum tahu apa pendapat muslim tentang palsu tidaknya, tetapi dari sanad yang saya baca pada hadit di atas berawal dari Aisyah (CMII). Kalau berdasarkan pengalaman kita, bila matan haditsnya dianggap kurang baik meskipun sanadnya bersambung ke sahabat Muhammad saw, tau sendirilah...di depan mata kita mereka pasti teriak-teriak itu tidak sahih...!

Andai itu hadith palsu, saya pikir koq teganya LIDWA mencantumkan hadith palsu untuk konsumsi umat muslim. Apakah mereka lembaga ilmu dakwah yang bertujuan menghancurkan dirinya sendiri? tidak bukan?

Itu sebabnya, sebelum saya berkomentar lebih jauh tentang hadits ini (bukan maksudnya saya mau menafsir lho, tetapi melatih olah pikir saya saja tentang ajaran islam :green: ) saya bertanya kepada sahabat muslim kita di forum ini mengenai pendapat mereka. Sahabat kita Capiten Pancasila tadi coba mengecek ke lidwa...cuma dia bingung...koq beda link dengan isinya-katanya..hehehe...padahal tidak ada masalah sebenarnya jika ia memanfaatkan fasilitas searching yang sudah disediakan lidwa dengan mengetikkan no. hadits-nya....ya kan? mungkin anda sudah coba?

muhammad_haram wrote:Ada ayatnya dikoran bro?

Saya belum mengetahui apakah ayatnya ada di quran atau tidak karena hal yang sama juga tidak saya temui ayatnya di quran tentang hadits Al-Azl (coitus interuptus). entah jika bro Muhammad_haram pernah ketemu. Saya pikir, meski ayat yang secara gamblang membicarakan secara terfokus untuk case ini belum atau memang tidak ada, tetapi tentu bisa saja digunakan ayat lain yang senada. Misalnya ada ayat yang membicarakan pemberian Mahar perkawinan yang dalam bahasa aslinya sebenarnya bermakna pembayaran atas jasa penyewaan vagina seorang wanita. Muhammad saw dalam quran bilang, "jangan meminta kembali mahar dari seorang wanita yang diceraikan karena itu adalah harga yang pantas atas jasanya yang telah merelakan vaginanya dipakai". Bisa kan ayat yang nadanya seperti itu dipakai sebagai dasar hadits tersebut? Meski pria itu mengaku-ngaku di depan hakim dengan cara dusta telah membayar mahar dan hakim menerima pengakuan ini, katanya tidak masalah menyetubuhi wanita yang sebenarnya belum dinikahi.

muhammad_haram wrote:Karena biasanya muslim ga mau terima hadist yg rada ancur kaya gitu, dan sedikit berbau aib dalam indahnya islam (sorry saya agak mual ngetik tulisan tadi). Link yg ente kasih mengandung virus ga bro? Saya inget netter muslim ada yg sensitiv kalo dikasih link tentang hadist yg agak ga enak gitu, dengan dalil mengandung virus di web yg dikasih.

itulah bro...seperti yang saya katakan tadi...lihat saja bagaimana muslim pemalu mati-matian membela Muhammad saw tentang kasus zinah nabinya dengan Mariyah Qubtiyah. Saya pikir mereka sesungguhnya telah menentang nabinya sendiri, mengangkangi privacy Muhammad saw. Apakah mereka tidak tahu jika Muhammad saw punya hak-hak istimewa yang telah dinyatakan Allah swt kepada beliau melalui alquran, pada kata-kata Allah swt "bukan untuk semua mukmin" demikian ditulis quran. Aneh kan cara berfikir muslim. Mereka menolak bila aturan moral jaman sekarang diterapkan dalam hubungannya dengan moralitas muhammad, tetapi tanpa sadar mereka gunakan juga standar moral modern yang sama untuk menolak zinah Muhamad saw. Mestinya mereka harus terima apa yang dilakukan Muhammad saw sebagai suatu moralitas standar jahiliyah dan membenarkan peristiwa itu sungguh ada. Ya, kalau mau pake standar moralitas abad 7 jahiliyah sebagai kebenaran mutlak dalam Islam, ya harus terima dong jika Muhammad saw berzinah karena yang demikian lumrah pada jaman itu. Ya gak?

Hehehe...saya perhatikan antivirus yg saya gunakan tidak memberitahukan apakah lidwa mengandung virus atau tidak, jadi saya kira tidak ada virusnya.. apalagi saya lihat bro duren cukup familiar dengan lidwa dan sering mengutip link ke sana :lol: atau mungkin selama anda hanya sekedar membaca saja dan bukan mengunduh tidak masalah, paling IP adress anda saja yang terbaca. :green:

Ok bro...trims ya...kita sama-sama belajar nih.... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby harahap » Sun Nov 06, 2011 5:01 pm

JANGAN GITU AH,

hadits ini :finga: (TWO THUMBS UP )
sangat menarik untuk kalangan haus sex, haus pembenaran dan kalangan egois

untung, saya bukan sex oriented
jadi gak ada beban saya bukan islam :lol:

:axe:
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Kre-setan » Sun Nov 06, 2011 5:11 pm

JANGAN GITU AH wrote:Hadith Bukhari no. 6456
Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Dzakwan dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Gadis diminta izinnya.” Saya bertanya; “Sesungguhnya gadis sering merasa malu untuk menyatakan persetujuannya.” Nabi menjawab; “Tanda izinnya adalah diam.” Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela,kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya

Saya ucapkan terima kasih jika ada saudara muslim yang berkenan menjelaskannya...dipersilahken...

Oh iya saya sedikit kelupaan...saya lihat pada judul sub kategori hadits tersebut diberi nama "siasat mengelak". Tampaknya judul itu sepele...tafi kalau direnungkan bisa jadi terasa menggelitik pikiran...koq ada ya judul yang seperti itu dari sebuah sumber agama...?


yang blod biru itu bukan di ambil dari pendapat Muhammad, lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"
Last edited by Kre-setan on Sun Nov 27, 2011 10:32 am, edited 1 time in total.
User avatar
Kre-setan
 
Posts: 1110
Joined: Thu Jun 02, 2011 1:39 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Sun Nov 06, 2011 6:37 pm

Kre-setan wrote:yang blod biru itu bukan di ambil dari pendapat Muhammad, lagian kesaksian palsu juga hukumnya dosa besar dalam islam, itu dari PERKATAAN MUHAMMAD SENDIRI :

http://id.lidwa.com/app/?k=bukhari&n=5519


‎"Maukah kuberitahukan kpd kalian yg termasuk dr dosa besar? Kami menjwb; "Ya, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah & mendurhakai kedua org tua" -ketika itu beliau bersandar, kemudian duduk lalu bersabda: "Perkataan dusta & kesaksian palsu, perkataan dusta & kesaksian palsu" Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tdk akan berhenti"


Terima kasih bro Kre-setan atas masukannya...

Cuma masukan anda itu sudah saya sebutkan sebelumnya toh? :green: Silakan baca kembali ya pada poin terakhir...!

Baiklah...bagaimana pendapat dari rekan-rekan muslim lain, misalnya CP, SP...tolong dong penjelasan anda?
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Sun Nov 06, 2011 10:03 pm

Sebagian orang berpendapat bahwa ; jika seorang laki-laki tertarik menikahi hamba sahaya yatim atau gadis, lantas anak yatim atau hamba sahaya tadi menolak , lalu si laki-laki mencari siasat dengan menghadirkan dua orang saksi bohong, dengan menyatakan bahwa si laki-laki tadi telah menikahinya dan si perempuan rela, kemudian hakim menerima kesaksian palsu tersebut dan suami mengetahui kebatilan kesaksiannya, maka boleh baginya menyetubuhinya.

jadi yang membolehkan menyetubuhi itu adalah (keputusan)hakim, bukan ajaran Islam!

pertanyaannya : apakah yang akan terjadi, jika kemudian ternyata ketahuan bahwa kesaksian tsb adalah palsu? dan inilah yang akan terjadi :
Dari Khansa’ binti Khidzam Al-Anshariyah radhiallahu anha:

أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا‎ ‎وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ‏‎ ‎ذَلِكَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ‏‎ ‎صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ‏‎ ‎وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا

“Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wasallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138)

Al-Bukhari memberikan judul bab terhadap hadits ini, “Bab: Jika seorang lelaki menikahkan putrinya sementara dia tidak senang, maka nikahnya tertolak (tidak sah).”
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Mon Nov 07, 2011 11:40 am

Hai Kapiten,

terima kasih sudah mendarat...

anda bilang:

Captain Pancasila wrote:jadi yang membolehkan menyetubuhi itu adalah (keputusan)hakim, bukan ajaran Islam!


tanya,
1. Yang punya pendapat dalam hadits tersebut siapa, Pengikut Muhammad saw atau orang kafir ? :rolleyes:
2. Yang berpendapat di sana pengikut Muhammad saw atau hakim...?

dijawab ya :supz:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Mon Nov 07, 2011 11:52 am

Captain Pancasila wrote:pertanyaannya : apakah yang akan terjadi, jika kemudian ternyata ketahuan bahwa kesaksian tsb adalah palsu? dan inilah yang akan terjadi :


Dari Khansa’ binti Khidzam Al-Anshariyah radhiallahu anha:

أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا‎ ‎وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ‏‎ ‎ذَلِكَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ‏‎ ‎صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ‏‎ ‎وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا

“Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wasallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138)

Al-Bukhari memberikan judul bab terhadap hadits ini, “Bab: Jika seorang lelaki menikahkan putrinya sementara dia tidak senang, maka nikahnya tertolak (tidak sah).”


Maaf bos, alasan anda saya tolak demi situasi :lol:

1. yang anda ajukan adalah pernikahan yang sudah dijalankan, sementara kasus ini pernikahan hanya terjadi di otak si pria (maksudnya pria itu berdusta)....

Tolong bedakan dengan benar...

2. Hubungan seksual yang dilakukan di atas landasan perkawinan sah yang direstui orang tua adalah bukan jinah. Sementara dalam kasus ini, tiada perkawinan sah namun persetubuhan dikatakan sah... :lol: (tolong disimak baik-baik hadith di atas bos... :lol: )

3. Dapatkah pembatalan nikah menghapus jinah yang sudah terlanjur dilakukan?


Hayolah Saudaraku kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah swt dari seluruh penjuru planet, mohonlah :prayer: penjelasan dari anda, tutuplah mulut saya sebelum saya mengucapkan fitnah kejam tentang ajaran islam yang satu ini :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Wed Nov 09, 2011 9:14 am

jadi yang membolehkan menyetubuhi itu adalah (keputusan) hakim, bukan ajaran Islam!

hakimnya siapa, muslim atau bukan? pengadilannya ala syariah atau bukan?

tentu konteks pembicaraan di sini adalah hakim Islami... maka anda bohong, bahwa kata anda bukan ajaran islam yang menjadi dasar hakim itu....!

maaf...penulis hadits bukan orang sembarang yang begitu saja percaya terhadap semua pendapat tanpa melihat siapa yang berpendapat, atau pendapat siapa? Sudah barang tentu penulis hadits maksudkan dengan orang yang sebagianberpendapat... adalah orang-orang yang dipercaya dekat dengan Muhammad saw. Mereka ini disebut ulama. Dan memang Bukhari tentu saja selalu merujuk hadits-hadits dari penuturan para ulama awal. Terang bahwa yang dimaksud dengan "sebagian orang berpendapat" di sana adalah sama artinya "sebagian ulama pada masa itu punya pendapat..."

gak mungkinkan Bukhari lebih percaya pada pendapat tukang angon kambing yang tak mengerti apa-apa dibanding ulama?

atau gak mungkin kan Bukhari percaya pada pengemis pinggir jalan yang tak pernah sekolahan apa lagi mengerti agama dengan fasih?
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Wed Nov 09, 2011 10:47 am

JANGAN GITU AH wrote:jadi yang membolehkan menyetubuhi itu adalah (keputusan) hakim, bukan ajaran Islam!

hakimnya siapa, muslim atau bukan? pengadilannya ala syariah atau bukan?

tentu konteks pembicaraan di sini adalah hakim Islami... maka anda bohong, bahwa kata anda bukan ajaran islam yang menjadi dasar hakim itu....!

maaf...penulis hadits bukan orang sembarang yang begitu saja percaya terhadap semua pendapat tanpa melihat siapa yang berpendapat, atau pendapat siapa? Sudah barang tentu penulis hadits maksudkan dengan orang yang sebagianberpendapat... adalah orang-orang yang dipercaya dekat dengan Muhammad saw. Mereka ini disebut ulama. Dan memang Bukhari tentu saja selalu merujuk hadits-hadits dari penuturan para ulama awal. Terang bahwa yang dimaksud dengan "sebagian orang berpendapat" di sana adalah sama artinya "sebagian ulama pada masa itu punya pendapat..."

gak mungkinkan Bukhari lebih percaya pada pendapat tukang angon kambing yang tak mengerti apa-apa dibanding ulama?

atau gak mungkin kan Bukhari percaya pada pengemis pinggir jalan yang tak pernah sekolahan apa lagi mengerti agama dengan fasih?

hakim itu tidaklah lebih dari manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan (dalam menilai kejujuran/validitas kesaksian seseorang), apapun itu agamanya & apapun itu hukumnya (baik syariah maupun sekuler)!
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby harahap » Wed Nov 09, 2011 7:57 pm

Captain Pancasila wrote:hakim itu tidaklah lebih dari manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan (dalam menilai kejujuran/validitas kesaksian seseorang), apapun itu agamanya & apapun itu hukumnya (baik syariah maupun sekuler)!


hwaaa ... ini nih, bakal jadi KOMPAS seri berikutnya
KOMPAS juga gak mau salahkan kiai/ustad/ulama katanya : ya.... namanya juga "tafsir" manusia.

buka tuh : KAPIR FFI dalam memahami Al Qur'an.
kapir-ffi-dalam-memahami-al-qur-an-t45292/page180.html
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby JANGAN GITU AH » Wed Nov 09, 2011 8:38 pm

Captain Pancasila wrote:hakim itu tidaklah lebih dari manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan (dalam menilai kejujuran/validitas kesaksian seseorang), apapun itu agamanya & apapun itu hukumnya (baik syariah maupun sekuler)!


Hi...Capt...pa khabar..baik-baik saja ya...

betul...hakim manusia biasa, Muhammad saw pun mengaku manusia biasa dan tak melebihi dirimu... :green:
ingat Capt..tidak disebut apa keputusan hakim itu jujur atau tidak...yang disebut hakim menerima kesaksian si pendusta licik...dan lihat keterangan lebih lanjut...di situ disebutkan meski si penipu sadar bahwa ia telah berbuat batil, ia dianggap sah untuk menyetubuhi perempuan tersebut....bukan dianggap sebuah perbuatan zinah...

bukan dianggap perbuatan jinah ini yang saya tekankan di sini.....bukan apakah hakimnya salah atau tidak...! yang penting itu adalah hakim Islam. Kau harus terima kenyataan ini...!

Menipu perempuan dengan cara seorang pria mengaku-aku telah menikahi perempuan itu, meski pernikahan sah belum dilangsungkan...diterima sebagai sebuah pernikahan sah...penyetubuhan pun sah...bukan zinah...

Alangkah rendahnya moralitas hukum Islam itu....

:-k
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby AIR » Wed Nov 09, 2011 11:13 pm

Numpang nandai ya om JGA :turban:
Mau nonton CP jungkir balik dulu sambil seruput Starbucks :heart:



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby harahap » Thu Nov 10, 2011 11:42 pm

AIR wrote:Numpang nandai ya om JGA :turban:
Mau nonton CP jungkir balik dulu sambil seruput Starbucks :heart:



AIR


bagi dong Strabucks nya ....
:drinkers:
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby iamthewarlord » Fri Nov 11, 2011 12:17 am

Captain Pancasila wrote:hakim itu tidaklah lebih dari manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan (dalam menilai kejujuran/validitas kesaksian seseorang), apapun itu agamanya & apapun itu hukumnya (baik syariah maupun sekuler)!


JANGAN GITU AH wrote:Hi...Capt...pa khabar..baik-baik saja ya...

betul...hakim manusia biasa, Muhammad saw pun mengaku manusia biasa dan tak melebihi dirimu... :green:
ingat Capt..tidak disebut apa keputusan hakim itu jujur atau tidak...yang disebut hakim menerima kesaksian si pendusta licik...dan lihat keterangan lebih lanjut...di situ disebutkan meski si penipu sadar bahwa ia telah berbuat batil, ia dianggap sah untuk menyetubuhi perempuan tersebut....bukan dianggap sebuah perbuatan zinah...

bukan dianggap perbuatan jinah ini yang saya tekankan di sini.....bukan apakah hakimnya salah atau tidak...! yang penting itu adalah hakim Islam. Kau harus terima kenyataan ini...!

Menipu perempuan dengan cara seorang pria mengaku-aku telah menikahi perempuan itu, meski pernikahan sah belum dilangsungkan...diterima sebagai sebuah pernikahan sah...penyetubuhan pun sah...bukan zinah...

Alangkah rendahnya moralitas hukum Islam itu....

:-k


begini nih teriak2 minta hukum syariah ditegakkan.
:finga:
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Inikah Ajaran Penyempurna dari Islam?

Postby Captain Pancasila » Fri Nov 11, 2011 3:17 pm

JANGAN GITU AH wrote:ingat Capt..tidak disebut apa keputusan hakim itu jujur atau tidak...yang disebut hakim menerima kesaksian si pendusta licik...dan lihat keterangan lebih lanjut...di situ disebutkan meski si penipu sadar bahwa ia telah berbuat batil, ia dianggap sah untuk menyetubuhi perempuan tersebut....bukan dianggap sebuah perbuatan zinah...

hakim tsb menerima kesaksian si pendusta licik tsb (yg didukung 2 saksi), karena hakim tsb tidak tahu bahwa kesaksian tsb adalah dusta!
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users