.

Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Sun Jan 31, 2010 12:03 am

Assalammualaikum Wr Wb,

Ini topik perdana yang saya buat. Saya tidak tau mau menaruhnya di sub forum yang mana lebih tepat. Jika dirasa oleh Moderator kurang tepat, silahkan dipindahkan. Maklumi saya orang baru alias pemula. Terima kasih.

Saya tertarik untuk mengangkat sebuah topik dengan sebuah pendekatan. Saya pernah menulisnya di thread lain. Tapi kali ini saya ingin saudara-saudara muslim maupun kafir berpartisipasi menghadirkan sebuah kenyataan. Insyaallah kenyataan yang disingkapkan dari rok kegelapan akan membuka mata hati dan pikiran jadi lebih jernih. Seperti kata AA Gym,"Jagalah hati lentera hidup ini". Benar, hati nurani adalah pelita hidup. Mungkin AA Gym calon murtad terinspirasi kitab lain: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Subbanallah.

Salam untuk semua netter baik muslim maupun kafir. Ada sebuah pendekatan menarik yang saya sebut saja:
"Stimulus Respon"

Mohon disimak baik-baik
Saya membawa teori ini sebagai senjata perang melengkapi atau berjalan bergandengan dengan teori Golden Rules yang dikemukakan oleh Mr. Ali Sina. Dan saya percaya semua agama, selain islam tentunya, belajar stimulus respon. Mari simak ilmu komunikasi ini:

Model S – R (Model Stimulus Respons)

Model S – R adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya psikologi behavioralistik. Model ini menjelaskan komunikasi sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana.

Contoh model S – R adalah :

= Seorang pria berekedip (Stimulus bagi si wanita) pada seorang wanita kemudian wanita itu tersipu malu (Respon dari si wanita)

= Si Ali tersenyum pada Rina (Stimulus bagi Rina), kemudian Rina membalas tersenyum pula (Respon dari Rina)

Jadi model S – R mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan atau tulisan), isyarat non verbal, gambar-gambar tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respons dengan cara tertentu.

Stimulus diibaratkan sebagai sebuah jarum suntik besar yang memiliki kapasitas sebagai perangsang (S) yang amat kuat dan menghasilkan tanggapan ( R ) yang kuat pula, bahkan secara otomatis, reflektif, dan mekanistis. Stimulus respon di ajarkan sebagai nilai-nilai yang dipandang bermoral baik dan berahlak, 3 contoh saja:

Agama Kristen
Mengajarkan bahwa bila ditampar pipi kirimu (Stimulus), maka berilah pipi kananmu (Respon).
Matius 5:39

Agama Buddha
Mengajarkan bahwa berbagai faktor yang menentukan respon kita yaitu : kesadaran diri, imajinasi, hati nurani, dan kekuatan tekad. Agar lebih tepat dalam memilih respons tersebut kita harus menyadari perasaan, emosi, dan kondisi fisik kita, pengaruh dari luar, pengaruh respons kita terhadap kita sendiri maupun orang lain.

Perilaku yang baik dan pengendalian diri yang mantap itu adalah rasa malu untuk berbuat jahat (Hiri) dan rasa takut akibat dari perbuatan jahat (Ottapa). Dua sikap moral ini akan memberdayakan kualitas hidup kita namun pengembangan moral ini belum cukup karena kita juga harus merealisasikan sikap yang baik ini dalam kehidupan kita. Untuk merealisasikan Dhamma dalam kehidupan kita sehari-hari dibutuhkan nilai-nilai humanisme.

Sumber: http://www.indonesiaindonesia.com/f/482 ... s-buddhis/

Agama Hindu
Tiga dari Sepuluh kewajiban yang patut dilaksanakan dalam mencapai Artha, Kama dan Moksa yaitu:
Akroda yaitu Sabar atau dapat mengekang kemarahan (Respon) terhadap situasi (Stimulus), Ksama yaitu Suka mengampuni (Respon) terhadap orang yang berbuat salah (Stimulus), Asteya = Tidak melakukan kecurangan atau pencurian (Respon) terhadap kesempatan melakukannya (Stimulus).

Maka inilah inti dari Pendekatan Stimulus Respon yang saya bawa: bukan mempermasalahkan Stimulus, tetapi bagaimana engkau meresponinya.
Ada sebuah kisah menarik tentang sejarah terciptanya alas kaki memperjelas teori saya:

Alkisah seorang raja yang **** mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Ia tidak pernah keluar istana sampai satu saat ia melakukannya berjalan melihat-lihat rakyat jelata. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi. Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya.
"Yang Mulia itu adalah gagasan yang gila",Serunya.
"Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tak perlu? Potong saja dua alas kaki kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia".
Itulah yang dikerjakan raja. Dan, demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu.


Orang yang mengalami pencerahan batin tahu bahwa untuk menjadikan dunia sebagai tempat yang membahagiakan, engkau perlu mengubah hatimu bukan dunia.

Ajaran baik itu mengajarkan pengendalian diri (Self Control) yaitu mengendalikan diri sendiri untuk meresponi Orang yang jahat pada kita atau Situasi yang tidak menguntungkan mungkin juga membahayakan diri kita. Sedangkan ajaran jahat ialah memberikan solusi respon yang jahat, misalnya balas dendam. Bedakan ajaran baik (Dari Tuhan) dengan ajaran jahat (Dari Iblis):

- Jika kau jahat (Stimulus), maka saya akan membunuhmu (Respon).
- Jika kau jahat (Stimulus), maka saya harus mengampunimu (Respon).

Bagaimana anda bisa membedakan ajaran itu jahat atau baik? Tanya hati nuranimu dan lihatlah solusi respon yang diberikan oleh ajaran tersebut! Di post berikutnya saya ingin netters membantu saya fokus "Membedah Ajaran Islam Dari Segi Teori Stimulus Respon".



AIR
Last edited by AIR on Mon Feb 01, 2010 8:11 pm, edited 2 times in total.
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Sun Jan 31, 2010 12:12 am

Salam,

Saya quote dari netter mikimos. Ijin copas ya:

mikimos wrote:halo, AIR...

saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan untuk sedikit direnungkan oleh semua pembaca FFI:

→ dengan cara yang paling simpel, bagaimanakah kita dapat mengenali seorang pribadi memiliki akhlak/karakter/nilai2 yang baik dan terpuji?

saya membawa sebuah jawaban disini, dan saya percaya mayoritas (atau bahkan seluruhnya dari kita) pembaca sependapat dengan saya:

→ kita dapat mengenali seorang pribadi memiliki akhlak/karakter/nilai2 yang baik dan terpuji dengan melihatnya memiliki kontrol respon yang baik terhadap stimulus.

saya sertakan beberapa contoh disini untuk lebih mudah memahami hal ini:
1. Hillman dimaki2 ( → stimulus) oleh miki, Hillman tersenyum dan tidak membalas makian ( → respon) miki.
2. AIR dipukul ( → stimulus) oleh Tanpa Nama, AIR memaafkan dan tidak memukul balik ( → respon) Tanpa Nama.
3. Kimi07 menemukan dompet berisi uang ( → stimulus), kimi07 menyerahkan dompet berisi uang tersebut ke security ( → respon)
contoh2 kecil diatas tersebut memang simpel, tapi menunjukkan kepada kita bagaimana kita dapat mengenali kebaikan akhlak/karakter seseorang dari responnya terhadap stimulus apapun.

semakin buruk stimulus yang datang/dihadapi oleh seseorang, ketika responnya adalah "berkuasa atas stimulus" dan bukannya "dikuasai oleh stimulus".... maka bagi kita akan terlihat semakin baik pula akhlak/karakter/nilai2 yang dimiliki oleh seseorang.

ini hanya sebuah pemahaman yang sangat simpel.


sekarang mari kita menilik kepada akhlak Muhammad, si pembawa ajaran Islam.

29:9
Perangilah ( → respon) orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ( → stimulus) dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya ( → stimulus)dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah) (→ stimulus), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk ( → respon).


stimulus:
1. orang2 yang menerima alkitab tidak beriman kepada Allah SWT.
2. orang2 yang menerima alkitab tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah SWT dan rasul.
3. orang2 yang menerima alkitab tidak beragama dengan agama yang benar.
respon:
1. orang2 yang beriman kepada Allah SWT dan rasul memerangi orang2 yang berada pada "poin" stimulus.
2. orang2 yang beriman kepada Allah SWT dan rasul memungut jizyah dari orang2 yang berada pada "poin" stimulus.
3. orang2 yang beriman kepada Allah SWT dan rasul menundukkan orang2 yang berada pada "poin" stimulus.
____________________

4:34
... Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya ( → stimulus), maka nasihatilah mereka ( → respon) dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka ( → respon), dan pukullah mereka ( → respon). Kemudian jika mereka menaatimu ( → stimulus), maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya ( → respon). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.


stimulus A:
1. wanita dikhawatirkan nusyuznya
respon A:
1. pria menasehati wanita yang dikhawatirkan nusyuznya.
2. pria memisah-ranjangkan wanita yang dikhawatirkan nusyuznya.
3. pria memukul wanita yang dikhawatirkan nusyuznya.

stimulus B:
1. wanita menaati pria.
respon B:
1. pria jangan mencari jalan menyusahkan wanita yang taat pada pria.
____________________

Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 369:
Dikisahkan oleh 'Abdur-Rahman bin 'Auf:
Ketika aku berdiri di barisan hari itu di (perang) Badr, aku melihat ke sebelah kananku dan kiriku dan melihat dua anak muda Ansari dan aku berharap diriku lebih kuat dari mereka berdua. Seorang dari mereka berkata padaku,”O Paman! Apakah kau tahu Abu Jahl?” Aku berkata,”Ya, apa yang kau inginkan dari dia, O keponakanku?” Dia berkata, “Aku dikasih tahu bahwa dia suka menghina Rasul Allah ( → stimulus). Demi Tuhan yang Tangan2Nya memiliki hidupku, jika aku melihatnya, maka tubuhku tidak akan meninggalkan tubuhnya sampai salah satu dari kami mati.” Aku terkejut mendengarnya. Lalu anak muda satunya juga mengatakan hal yang sama. Sesaat kemudian aku melihat Abu Jahl berjalan diantara orang2. Aku berkata (kepada kedua anak muda itu), “Lihat! Itu orang yang kau cari.” Maka keduanya langsung menyerang dia dengan pedang2 mereka dan membabat dia sampai mati ( → respon) dan lalu menghadap Rasul Allah untuk memberitahu kejadian itu. Rasul Allah bertanya,”Siapa diantara kalian berdua yang membunuhnya?” Keduanya berkata,”Aku telah membunuh dia.” Rasu Allah bertanya, “Sudahkah kau bersihkan pedang2mu?” Mereka menjawab,”Belum.” Dia lalu melihat pedang2 mereka dan berkata,”Tidak ragu lagi, kau berdua telah membunuh dia dan barang2 milik yang mati akan diberikan kepada Muadh bin Amr bin Al-Jamuh.”


stimulus:
1. Abu Jahl menghina rasul.
respon:
2. Muadh bin 'Afra dan Muadh bin Amr bin Al-Jamuh membunuh Abu Jahl.
____________________

Bukhari Volume 1, Book 11, Number 617
Narrated Abu Huraira:
Allah's Apostle said, "By Him in Whose Hand my soul is I was about to order for collecting fire-wood (fuel) and then order Someone to pronounce the Adhan for the prayer and then order someone to lead the prayer then I would go from behind and burn the houses ( → respon) of men who did not present themselves for the (compulsory congregational) prayer ( → stimulus). By Him, in Whose Hands my soul is, if anyone of them had known that he would get a bone covered with good meat or two (small) pieces of meat present in between two ribs, he would have turned up for the 'Isha' prayer.


stimulus:
1. pria tidak hadir dalam shalat.
respon:
2. Muhammad membakar rumah pria yang tidak hadir dalam shalat.
____________________

dari beberapa contoh kasus tersebut, kita dapat mengetahui seberapa "besar" kontrol respon yang ada pada ajaran islam ini terhadap stimulus. dan sesuai statement saya di bagian atas, maka kita pun dapat mengenali apakah Muhammad selaku pembawa ajaran ini memiliki akhlak/karakter/nilai2 yang baik...?


miki


Terima kasih mikimos.


AIR
Last edited by AIR on Sun Jan 31, 2010 12:58 am, edited 1 time in total.
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Sun Jan 31, 2010 1:13 am

Salam,

Saya menambahkan satu selingan. Ini salah satu contoh pendekatan Stimulus Respon umat islam yang buruk. Pembaca boleh menemukannya di saat bulan puasa. Bulan itu muslim berpuasa menahan rasa haus dan lapar. Makanan dan minuman dipinggir jalan jadi STIMULUS menguji iman mereka dalam menjalankan puasa. Tapi apa respon muslim? Mengapa warung makan harus ditutup-tutupi pakai tirai saat mereka berpuasa?

"Yang dikendalikan itu bukan cobaan puasanya tapi kendalikan dirimu terhadap lapar dan haus!"
Islam sedang berusaha mengendalikan Stimulus bukan memberi Respon yang baik

Lihatlah keegoisan Islam. Respon mereka bukan menyerahkan diri pada pengendalian diri. Tapi mereka hendak mengendalikan situasi. Di Aceh, saat bulan ramadhan bila kau jualan makanan atau minuman, tidak segan-segan kau akan dilabrak oleh muslim di sana.

Slogan mereka "Hormatilah orang yang berpuasa" tetapi mereka tidak tahu bahwa slogan "Hormatilah orang yang tidak berpuasa" juga seharusnya berlaku. Inilah islam ciptaan Muhammad melahirkan manusia-manusia egois. Contoh kecil ini melalui pendekatan Stimulus Respon, saya mempertanyakan Islam,"Hai saudara, itukah agama yang sempurna?"


AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby DHS » Sun Jan 31, 2010 3:45 am

Stimulus:

Muhammad mengadopsi bapaknya dewi2 Allat, Uzza dan Manah yang bernama Allah untuk dijadikan tokoh fiktif yang berotoriter atas segala manusia
[Q. 53:19-20].
Karena Muhammad iri dengan orang Yahudi, maka dia meminjam mulut Allah untuk mengatakan hal-hal negatif tentang mereka.
[Q. 2:65] Allah menyebut mereka sebagai kera. Dan [Q. 2:120] tidak dapat dipercaya. Dan masih banyak ayat lain


Respons

Umat islam jadi ikut2an Mohammad membenci Yahudi dan Israel. Umat islam membuat fitnahan tanpa dasar (berdasarkan kecurigaan belaka):

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/t ... -haiti.htm

Muslim2 termakan oleh provokasinya eramuslim!

Moral cap apa ini? :(
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby wongjowo » Sun Jan 31, 2010 8:05 am

Data 1
Stimulus: Seorang bapak memiliki anak yang murtad alias meninggalkan Islam.
Respon seorang bapak yang masih waras: kecewa
Respon seorang bapak yang Islami: ingin membunuh anaknya, contoh kasus bisa dilihat disini : uk-hannah-shah-murtad-dan-mau-dibunuh-babe-t31631/
rifqa-bary-murtad-dan-diancam-bunuh-ortunya-t34270/

Data 2
Stimulus: Membaca Sahih Bukhari Volume 8, Book 82, Number 795
Nabi memotong tangan dan kaki lelaki-lelaki suku Uraina dan tidak menghentikan perdarahannya hingga mereka mati
Respon orang yang masih waras: kaget, memandang muhammad sebagai sosok yang sadis.
Respon orang yang Islami: cuek bebek, dan tetap memandang muhhamad sebagai sosok yang mulia.

Untuk data ini saya pernah diskusikan di FB dengan mengganti kata "Nabi" dengan kata "hitler" dan tidak mencantumkan bahwa kisah tersebut diambil dari hadits bukari. Yang menarik adalah bahwa muslim ketika masih menggunakan otak dan nurani netral beranggapan bahwa kisah itu adalah perbuatan sadis. Tetapi ketika kemudian saya tampilkan bahwa itu adalah diambil dari hadits, tiba2 pendapatnya berubah bahkan tetap menganggap bahwa muhamad adalah sosok yang mulia.

Dari kedua data diatas dan data2 yang ditulis miki bisa diambil kesimpulan bahwa Islam membuat respon seseorang menjadi error terhadap stimulus. Semakin Islami, maka akan semakin error pula respon sesorang terhadap suatu stimulus tertentu.
User avatar
wongjowo
 
Posts: 1480
Joined: Sun Sep 06, 2009 7:43 am
Location: Apa Liat-Liat ?!?

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby Akukomkamu » Sun Jan 31, 2010 8:23 am

Stimulus :
"Kencing onta insya allah swt bisa sebagai obat..."

Respond :
Kok ga ada muslim yg mau minum kencing onta ya...berarti ga amper dunk stimulusnya. :finga:

Kalo gw sii...cuman percaya ama KEBENARAN saja...stimulus & respond itu masih RELATIF.



Peace... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Sun Jan 31, 2010 5:26 pm

Salam,

Saya mengambil kisah Muhammad SAW dengan Aisha, istri beliau yang dibawah umur dinikahinya. Terima kasih buat Sist DHS.

DHS wrote:
Ketika sedang tidur dengan Aisha, Muhammad diam2 meninggalkan tempat tidurnya dan pergi ke kuburan di Baqi. Aisha mengamat-amati dan mengikuti Muhammad. Ketika Muhammad mengetahui Aisha memata-matainya, dia memukul Aisha di dadanya sampai Aisha kesakitan.


Hadis Sahih Muslim, buku 004, nomer 2127:
Muhammad b. Qais berkata kepada orang2: Haruskah aku menceritakan padamu (sebuah hadis dari sang Nabi) berdasarkan wewenangku dan wewenang ibuku? Kami mengira dia mengatakan ibunya yang melahirkan dia. Dia (Muhammad b. Qais) lalu melaporkan bahwa Aisha-lah yang menceritakan ini: Haruskah aku menceritakan padamu tentang diriku dan Rasul Allah (SAW)? Mereka berkata: Ya. Dia (Aisha) berkata: Waktu itu adalah giliranku untuk menghabiskan malam hari bersama dengan sang Nabi. Dia membaringkan badannya, memakai baju hangatnya dan melepas sepatunya dan lalu berbaring sampai dia mengira aku tertidur. Dia memegang baju hangatnya perlahan dan pelan2 memakai sepatunya, dan membuka pintu dan ke luar dan menutup pintu sedikit. Aku menutupi kepalaku, mengenakan kerudungku dan mengencangkan kain pembungkus pinggangku, dan lalu ke luar mengikutinya sampai dia mencapai Baqi’. Dia berdiri di sana dan dia berdiri untuk waktu yang lama. Dia lalu mengangkat tangan2nya tiga kali, dan lalu kembali dan aku pun kembali. Dia mempercepat langkahnya dan aku pun mempercepat langkahku. Dia berlari dan aku pun berlari. Dia tiba (di rumah) dan aku juga tiba (di rumah). Akan tetapi aku datang lebih cepat dan aku masuk (rumah), dan selagi aku berbaring di tempat tidur, dia (sang Nabi) masuk (ke rumah), dan berkata: Mengapa, O Aisha, kau terengah-engah kehabisan nafas? Aku berkata: Tidak ada apa2. Dia berkata: Katakan padaku atau Sang Pengamat dan Sang Maha Tahu akan memberitahukan padaku. Aku berkata: Rasul Allah, semoga ayahku dan ibuku jadi tebusan bagimu, dan lalu kuceritakan padanya (semua hal). Dia berkata: Apakah itu gelapnya (bayanganmu) yang kulihat di mukaku? Aku berkata: Ya. Dia memukul dadaku sampai terasa sakit, dan berkata: Apakah kau pikir Allah dan RasulNya akan bertindak licik terhadapmu? Aku berkata: Apapun yang disembunyikan manusia, Allah akan mengetahuinya. Dia berkata: Gabriel datang padaku ketika kau melihatku. Dia memanggilku dan dia tak tampak bagimu. Aku menjawab panggilannya, tapi aku tidak memberitahumu (karena Gabriel tidak datang padamu), karena kamu tidak berpakaian lengkap. Kupikir kau sudah tidur, dan aku tidak suka membangunkanmu, khawatir kau akan takut ….


Dua versi Sahih Muslim bahasa Inggris (yang pertama oleh Abdul Hamid Siddiqui dan yang kedua oleh http://www.islamsoft.co.uk" onclick="window.open(this.href);return false; ) sama2 menerjemahkan bahwa Muhammad memukul Aisha di bagian dada sampai terasa sakit.


Sumber: Track Record Muhammad SAW Disanding Kejahatan Dunia

Hadist Sahih Bukhari mencatat kisah Aisha dipukul dadanya oleh Nabi Islam ketika ketahuan membuntuti si Nabi. Entah apa yang dilakukan oleh si Nabi sampai "takut" diketahui Aisha. Ia menunggu Aisha pulas tidur, barulah ia pergi keluar. Informasi yang kita dapatkan ialah:
"Dia berdiri di sana dan dia berdiri untuk waktu yang lama. Dia lalu mengangkat tangan2nya tiga kali, dan lalu kembali dan aku pun kembali."
Apakah Muhammad melakukan Onani? Kita tidak tahu. Apakah ia mengintip pasangan yang sedang melakukan hubungan intim? Tidak tahu juga. Yang jelas Nabi tak mau Aisha mengetahuinya mungkin memalukan. Muhammad SAW sadar ia telah dibuntuti Aisha (STIMULUS berwujud situasi). Padahal ia tidak mau dibuntuti atau perbuatannya diketahui oleh Aisha. Apa respon Muhammad SAW? Nabi Islam ini memukul dada (RESPON) Aisha.

Respon yang sangat buruk dibuat Muhammad untuk dicontoh oleh Muslim. Pertunjukan kekerasan dibuat Muhammad SAW agar diikuti oleh Muslim. Jadi, inilah teladan bagimu umat Muhammad SAW: Bila anda tidak suka perbuatanmu diselidiki atau dibuntuti orang dan engkau ternyata ketahuan, pukulah dia yang menyelidiki atau mengetahui apa yang kau lakukan. allahuakbar!


AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby mikimos » Mon Feb 01, 2010 10:16 am

nandain thread...


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby kutukupret » Mon Feb 01, 2010 10:25 am

@Bung AIR

bisa minta tolong untuk di kategorikan mana yang stimulus dan respon ???

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat."
(QS Al Baqarah : 256)

tidak ada paksaan untuk masuk Islam ??? namun Keluar dari Islam.....HUKUM-nya MATI.

Adapun khusus buat orang Islam yang sudah memeluk Islam, apalagi yang sejak lahir beragama Islam, mereka terikat dengan hukum hudud yang telah ditetapkan Allah. Salah satunya bila murtad dan menyatakan diri keluar dari Islam, maka Allah dan Rasul-Nya dengan tegas menyatakan bahwa darahnya halal. Artinya, dia dihukum mati. Dasarnya hadits shahih berikut ini.

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني, والنفس بالنفس, والتارك لدينه المفارق للجماعة

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim yang bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga hal: [1] Seorang yang telah menikah namun berzina, [2] Membunuh nyawa dengan tidak hak dan [3] Orang yang meninggalkan agamanya (Islam) serta meninggalkan jamaah. (HR. Bukhari Muslim)

Menghalalkan darah orang murtad bukan termasuk memaksa seseorang masuk Islam, sebab dia sudah beragama Islam. Dan di dalam Islam ada beberapa jenis pelanggaran yang harus dihindari lantaran hukumannya adalah hukuman mati. Salah satunya adalah murtad atau menyatakan diri keluar dari agama Islam.

sumber : http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11 ... ukum-mati/


thanks in advance.
User avatar
kutukupret
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby mikimos » Mon Feb 01, 2010 11:19 am

Adapun khusus buat orang Islam yang sudah memeluk Islam, apalagi yang sejak lahir beragama Islam, mereka terikat dengan hukum hudud yang telah ditetapkan Allah. Salah satunya bila murtad dan menyatakan diri keluar dari Islam ( → stimulus), maka Allah dan Rasul-Nya dengan tegas menyatakan bahwa darahnya halal. Artinya, dia dihukum mati ( → respon). Dasarnya hadits shahih berikut ini.

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني, والنفس بالنفس, والتارك لدينه المفارق للجماعة


stimulus:
murtad, menyatakan diri keluar dari Islam
respon:
hukum mati orang yang murtad
____________________

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim ( → respon) yang bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga hal: [1] Seorang yang telah menikah namun berzina ( → stimulus), [2] Membunuh nyawa dengan tidak hak ( → stimulus) dan [3] Orang yang meninggalkan agamanya (Islam) ( → stimulus) serta meninggalkan jamaah. ( → stimulus) (HR. Bukhari Muslim)

stimulus:
1. muslim yang telah menikah namun berzina
2. muslim yang membunuh nyawa dengan tidak hak
3. muslim yang meninggalkan agamanya (islam)
4. muslim yang meninggalkan jamaah
respon:
1. halal darah (halal untuk apa? halal untuk dibunuh maksudnya ya)
____________________

Menghalalkan darah orang murtad ( → respon) bukan termasuk memaksa seseorang masuk Islam, sebab dia sudah beragama Islam. Dan di dalam Islam ada beberapa jenis pelanggaran yang harus dihindari lantaran hukumannya adalah hukuman mati ( → respon). Salah satunya adalah murtad atau menyatakan diri keluar dari agama Islam. ( → stimulus)

stimulus:
murtad atau menyatakan diri keluar dari agama islam
respon:
1. halalkan darah orang murtad
2. hukum mati bagi orang murtad


begitu, mas Kutu...


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby I Want You » Mon Feb 01, 2010 1:00 pm

thread yang luar biasa !!! :stun: :stun: :stun:

bagus banget ! harus di sebarkan di forum2 dan FB , dari sini kita bisa menelanjangi muhammad secara halus dan pendekatan ilmiah ! :green:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Mon Feb 01, 2010 7:54 pm

Salam,

kutukupret wrote:@Bung AIR

bisa minta tolong untuk di kategorikan mana yang stimulus dan respon ???

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat."
(QS Al Baqarah : 256)

tidak ada paksaan untuk masuk Islam ??? namun Keluar dari Islam.....HUKUM-nya MATI.

Adapun khusus buat orang Islam yang sudah memeluk Islam, apalagi yang sejak lahir beragama Islam, mereka terikat dengan hukum hudud yang telah ditetapkan Allah. Salah satunya bila murtad dan menyatakan diri keluar dari Islam, maka Allah dan Rasul-Nya dengan tegas menyatakan bahwa darahnya halal. Artinya, dia dihukum mati. Dasarnya hadits shahih berikut ini.

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني, والنفس بالنفس, والتارك لدينه المفارق للجماعة

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim yang bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga hal: [1] Seorang yang telah menikah namun berzina, [2] Membunuh nyawa dengan tidak hak dan [3] Orang yang meninggalkan agamanya (Islam) serta meninggalkan jamaah. (HR. Bukhari Muslim)

Menghalalkan darah orang murtad bukan termasuk memaksa seseorang masuk Islam, sebab dia sudah beragama Islam. Dan di dalam Islam ada beberapa jenis pelanggaran yang harus dihindari lantaran hukumannya adalah hukuman mati. Salah satunya adalah murtad atau menyatakan diri keluar dari agama Islam.

sumber : http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11 ... ukum-mati/

thanks in advance.


Hukum islam seperti yang dituliskan saudara kutukupret:
tidak ada paksaan untuk masuk Islam ??? namun Keluar dari Islam.....HUKUM-nya MATI.

Saya mengkategorikan stimulusnya ialah "kejadian dimana seseorang murtad" dan respon yang diperintahkan Allah SWT adalah "membunuh murtadin". Ini hukum aneh dan tidak nyambung. Mengapa bisa saya katakan tidak nyambung? Perhatikan:

Persoalan memeluk agama dan keluar dari agama adalah masalah personal atau lepas pribadi dengan Tuhan. Memeluk agama berarti mengikat atau membangun RELASI antara manusia dengan Tuhan sedangkan keluar dari sebuah agama ialah memutuskan RELASI antara manusia dengan Tuhan. Jadi urusannya antara seorang manusia dengan Tuhan BUKAN urusan antara manusia dengan manusia.

Tuhan mana yang sebegitu culun saat manusia memutuskan relasi denganNya menyuruh manusia lain membunuh si murtadin? Itu bukan Tuhan tapi setan. Saya pinjam istilah CM19 (candra_murtad19), coba kita analisa karakter Tuhan semestinya ia secara rasional. Tuhan katanya baik bahkan teramat baik. Jika saja ada seorang murtad, semestinya Tuhan memerintahkan orang lain untuk mengajarinya hal benar sehingga ia bisa kembali ke jalan benar bukan malah membunuhnya. Apabila si murtadin ini tetap murtad sampai ia meninggal dunia, itulah urusan Tuhan dengan dia hitung-hitungan dosa.

Jadi, sungguh teramat culun Tuhan yang memerintahkan umatnya untuk beRESPON bunuh seseorang yang murtad (Stimulus: Situasi). Itu bukan Tuhan tapi tuhan-tuhanan.



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Tue Feb 02, 2010 10:59 am

Salam,

Ada beberapa ayat Alquran dimana Allah SWT memberi petunjuk kepada umatnya. Bilamana Allah SWT menghadapi STIMULUS yaitu orang-orang yang tidak mengikuti jalan Allah disebut kafir, maka RESPON dilakukan Allah SWT adalah penyesatan:

Maryam 19: 83
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?

Stimulus: Orang-orang kafir. Artinya, ada situasi yang dihadapi oleh Allah SWT dimana orang-orang berpaling menjauh dari jalan Allah SWT menjadi kafir.
RESPON: Kami telah mengirim setan-setan itu.



An Nisaa’ 43:36
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Stimulus: Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah.
RESPON: Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan)



Al-Anam 6:39,
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak,bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.

Stimulus: orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
RESPON: Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya.


Ayat-ayat di atas menggambarkan seperti apa karakter tuhannya islam dalam menyikapi atau meresponi sebuah situasi yang ia hadapi. Sungguh kekanak-kanakan, itu yang terpikir di benak saya. Persis sifat anak TK bermusuhan dengan temannya lalu ia ngambek. Maka makin dibenci dan dijauhilah temannya itu.

Logikanya candra_murtad19 mengatakan bahwa semestinya Tuhan memiliki sifat-sifat Ilahi yang terbaik:
candra_mukti19 wrote:Jika Allah adalah tuhan semesta Alam, maka tentulah apa yang ada di sisinya merupakan yang terbaik. Hal ini merupakan kemestian rasional dari sifat Tuhan. Adalah mustahil Tuhan semesta alam tidak memberikan agama yang terbaik bagi umat manusia. Oleh karena itu, apa yang ada di sisi Nya, tentulah selalu merupakan hal yang paling benar. Inilah dasar-dasar dari premis mayor di atas.

Sumber: agama-yang-paling-benar-t37358/

Akan tetapi Allah SWT mempertunjukkan kebodohan tiada tara dalam meresponi manusia yang berpaling dari jalannya. Allah SWT mempertontonkan lawakan paling garing sepanjang masa dengan ayat-ayat nan jenaka. Maka hairanlah non muslim dibuatnya. Bukan ragu-ragu lagi, sudah pasti orang-orang yang diluar islam yakin sekali bahwa Allah SWT bukanlah Tuhan yang sebenar-benarnya karena sifatnya yang pecicilan.


AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby kutukupret » Tue Feb 02, 2010 11:56 am

Thank you to: Netter AIR dan Netter MIKI :green:
Penjelasan anda Sangat mencerahkan bagi saya.
User avatar
kutukupret
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Tue Feb 02, 2010 6:26 pm

Salam,

kutukupret wrote:Thank you to: Netter AIR dan Netter MIKI :green:
Penjelasan anda Sangat mencerahkan bagi saya.


You're welcome brother.
Silahkan netters memberi tanggapan dan menyumbang tulisan tentang Muhammad SAW dan Islam dengan pendekatan SR. Saya masih menunggu sanggahan pejuang-pejuang Allah SWT. Sangat welcome untuk netter CRESCENT-STAR, pausang, Jihad Zone, kompas, LinduA, dan CM19. Mereka ini bukan oneliner, gue suka gaya lo walau kadang lo itu melintir sampai kebingungan sendiri. :lol:


AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Wed Feb 03, 2010 9:37 am

Salam,

Saya menelusuri informasi tentang jilbab. Dari orang-orang islam dan media komunikasi internet, misal: http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&t=26839 dan http://www.scribd.com/doc/26064/101-Ala ... kai-Jilbab

SATU-SATUNYA alasan Muslimah diwajibkan untuk berjilbab ialah karena mnrt budaya kaum laki2 Arab di zaman jahilliyah seluruh tubuh perempuan adalah AURAAAAAAAAAAT.

Saya dapatkan bahwa ternyata jilbab itu untuk menutup apa yang dianggap aurat dalam islam. Maaf, bukan payudara dan vagina saja, lekukan tubuh juga dianggap sebagai aurat. Upaya penutupan aurat supaya pria-pria tidak menafsui (berpikir seks) atau dalam bahasa lain dikatakan piktor (pikiran kotor).

Jadi, islam hendak mengendalikan STIMULUS bukan menekankan kepada RESPON. Kalau kita mengkategorikan kasus ini, maka yang kita dapat ialah:
STIMULUS : Lekuk tubuh wanita yang bisa merangsang pria berfantasi seks.
RESPON : Tidak berpikiran kotor.

Ada seorang netter yang saya kenal mengatakan: Justru jilbab dan burqa itu seksi lho.
Pria tanpa perlu melihat langsung wanita itu mampu berfantasi seks. Biar wanita itu ditutupi burqa, perlengkapan kaus kaki, sarung tangan, dan lainnya sampai menutup semua kulit dan rambut, pria masih mampu membayangkan sosok wanita bugil. Itu fakta.

Islam ternyata lebih menekankan untuk mengatur-atur STIMULUS bukan pengendalian RESPON. Berbeda dari agama dan kepercayaan lain. Kepercayaan lain tidak mengajarkan umatnya yang wanita menutup semua bagian tubuhnya tanpa celah tetapi otak prianya yang harus dibereskan. Benar, wanita perlu tampil sopan dan menutup (maaf) payudara dan vagina. Namun, dalam hal ini yang dituntut lebih ialah Pria yang harus belajar mengendalikan pikiran dan birahinya.



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Sat Feb 06, 2010 11:42 am

Salam,

welcome domba.

dombatersesat wrote:he he he...
ente cewe apa cowo air?

supaya saya lebih enak menjelaskannya?


Dunia maya IFF tidak mementingkan gender yang penting argumen. Kebetulan saya Topic Starter thread ini. Jadi saya mempertanyakan kepada anda bagaimana anda menjelaskan ajaran Islam bersikap RESPON buruk terhadap STIMULUS yang ada? Tolong sertai argumen.


AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby mikimos » Sat Feb 06, 2010 11:45 am

dombatersesat wrote:he he he...
ente cewe apa cowo air?

supaya saya lebih enak menjelaskannya?


apa hubungannya jenis kelamin AIR dengan penjelasan anda?
nggak perlu cari cara untuk mengalihkan inti diskusi.
berikan saja argumen yang cerdas dan bermutu.


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby AIR » Tue Feb 09, 2010 9:49 am

Salam,

Mengapa AIR mengangkat pendekatan Stimulus Respon?

Kritik yang diluncurkan Mr. Ali Sina terhadap islam adalah moralitasnya. Beliau mengangkat Golden Rules; nilai-nilai universal yang berlaku bagi kebanyakan manusia untuk menerapkan kebaikan, untuk mengkritik ajaran Islam. Berangkat dari tulisan beliau, saya menggandengkan sebuah pendekatan stimulus respon yang secara khusus membicarakan moral.

Golden Rules yang diuraikan panjang lebar, kita dapat menyimpulkan bahwa ajaran-ajaran di dunia mengajarkan "jangan perlakukan buruk orang lain jika kau tak mau diperlakukan buruk". Tetapi mungkin pengertiannya bukan "perlakukan orang lain secara baik jika kau ingin diperlakukan baik", ini membuat kesan seolah ingin mendapat balas jasa. Artinya, melakukan segala sesuatu dengan motivasi tuntutan balas budi.

Stimulus Respon ingin melengkapnya lebih kuat. Di atas saya telah menulis definisi STIMULUS dan definisi RESPON. Jadi kita telah memahami definisi-definisinya dengan jelas.

Seseorang yang "hidup" dia akan selalu berespon terhadap segala sesuatu yang menjadi stimulus. Kalau saja dia diam, itu bukan berarti tidak berespon. Kita menyebutnya bahwa respon orang itu: diam atau tak menanggapi. Jadi, tiap-tiap tarikan nafas kehidupan detik ke detik, manusia harus berespon terhadap perubahan stimulus.

Saat pagi hari tiba-tiba bunyi alarm berbunyi dan itu membangunkan anda dari tidur. Apa respon anda? Beranjak dari tidur walau anda mengantuk. Lalu setelah mandi, anda bersiap berangkat kerja. Dengan mengendarai motor, anda melewati perjalanan anda ke kantor. Anda disemprot bunyi klakson dari sebuah mobil mengebut kencang hampir menyerempet anda;stimulusnya, apa respon anda? Mengacungkan jari tengah atau bersabar? Ini masih pagi. Masih banyak stimulus-stimulus lain menunggu respon anda.

Tak sadar, mobilitas hidup menuntut respon anda terus-menerus terhadap stimulus yang datang. Maka ajaran baik mengajarkan manusia untuk mengambil keputusan selalu berespon BAIK dalam stimulus apapun, termasuk stimulus yang merugikan kita. Tulisan netter newbie mendukung argumen dan pendekatan Stimulus Respon:

newbie wrote:Saya mencari mendefinisikan "ajaran baik", "nilai kebaikan universal" dari sumber-sumber yang ada:
1.http://pelajaranagama.blogspot.com/2009 ... chive.html
"ajaran kebaikan dan menghindarkan keburukan dan kebusukan itu sudah sudah terpatri menjadi adat istiadat yang harus dipatuhi"

2. http://www.einjil.com/cgi-bin/forum_rea ... 95&level=2
ajaran kebaikan ialah ajaran yg melakukan apa yg ingin org lain lakukan kepada kita, contohnya jangan melukai org lain kalau kamu tidak ingin dilukai

3. http://www.opensubscriber.com/message/m ... 68115.html
Ajaran Buddha yang bilang "janganlah mencubir orang kalo anda tak mau dicubit" ... Ajaran Kristen yang bilang "kasihilah musuhmu...",

4. http://genkeis.multiply.com/journal/ite ... ing_Islami
Nilai-nilai kebaikan universal, seperti kejujuran, saling toleransi, membantu sesama, menajamkan kepekaan sosial, motivasi perbuatan yang bermanfaat, membangun opini kebaikan.

5. http://docs.google.com/gview?a=v&q=cach ... l=id&gl=id
Berhasil menenangkan semua (unsur-unsur yang kompleks dalam kesadaran dan ketidaksadaran, seperti sensasi, persepsi, emosi, afek, perasaan, atau suasana hati/mood) berarti membuka keran menuju nilai-nilai kebaikan universal. Dari situlah mengalir hidden morality (moralitas tersembunyi) yang menjadi roh tiap hukum dan undang-undang. Moralitas ini hanya dialami oleh mereka yang berhasil menaklukkan sisi jahatnya dan memberi keluasan kepada kesadaran untuk menemui roh universal.

Bisa ditarik suatu pengertian bahwa:
1. Ajaran baik bertolak belakang dengan nilai-nilai jahat.
2. Ajaran baik mengajarkan untuk tidak melakukan hal-hal buruk sebaliknya mengajarkan melakukan hal-hal yang berdampak baik bagi sekitar.
3. Ajaran baik mengajarkan pembalasan kebaikan walau mendapat perlakuan buruk (tidak melakukan balas dendam).
4. Ajaran baik mengandung nilai-nilai kebaikan universal.
5. Ajaran baik di dalamnya mengalir moralitas.


Newbie


newbie wrote:MORAL
Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.

Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama.
SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Moral

Seorang pakar analisis bidang psikologi, Carl Jung, menulis tentang collective unconscious. Jadi terlepas dari pengkondisian situasi ttt, pada dasarnya dalam diri manusia memang ada beberapa nilai moral dasar yg sama. Nilai2 moral yg sudah ada dalam diri manusia ini juga yg mendorong kita utk berbuat baik (sekalipun kita tahu kalau belum tentu akan dapat balasan).

===========================================================================================================================

Ini semakin menguatkan apa yg telah tulis sebelumnya bahwa "Ajaran baik di dalamnya mengalir moralitas" Karena Moralitas itu sendirilah yang mendorong orang untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang berdampak positif bagi sekitarnya.


Ajaran baik adalah ajaran yang mengajarkan moralitas. Sangat wajar bila seseorang bersikap baik (Respon) terhadap orang yang baik juga padanya (Stimulus). Kadang-kadang ada orang yang bersikap buruk dimana orang berbuat baik padanya.Jadi, bagaimana seseorang dikatakan bermoral baik? Bila ia memberi RESPON kebaikan terhadap STIMULUS jahat. Itulah tolak ukurnya.

Dapat ditarik sebuah garis lurus bahwa:
Ajaran baik mengajarkan orang untuk mengambil keputusan RESPON kebaikan terhadap STIMULUS yang menjahati atau merugikan orang itu

Islam adalah agama yang mengaku bahwa ajarannya sempurna. Ngakunya islam mengajarkan moral-moral, tapi ada sisi lain dalam Islam yang mengajarkan respon jika bertemu dengan orang yang tak mengaku Allah (Stimulus) bunuh mereka (Respon), islam mengajarkan jika kafir memulai perang (Stimulus) maka perangilah mereka (Respon), Kalau kau berpuasa dalam keadaan lapar (Stimulus) maka tidak ada boleh orang-orang berjualan makanan yang menggodamu - tutuplah warung mereka pakai gorden (Respon), Kalau ada wanita berpakaian seksi dan membuat pria berpikir jorok (Stimulus) maka wanita-wanita itu yang seharusnya diwajibkan jilbab (Respon), kalau Allah SWT disangkal oleh kafir (Stimulus buat Allah SWT) maka Allah akan makin menyesatkan mereka (Respon Allah yang aneh), Bila kedapatan seorang yang murtad (Stimulus) maka bunuhlah ia (Respon).

Yang ingin saya tanyakan di thread ini kepada muslim adalah:
Mengapa Islam yang ngakunya ajaran berasal dari Tuhan sebenar-benarnya masih terdapat ajaran yang mengajarkan orang untuk berespon buruk terhadap stimulus?Jelaskan pada saya bahwa ini benar-benar ajaran Tuhan bukan ajaran setan!



AIR
User avatar
AIR
 
Posts: 774
Joined: Sat Jan 23, 2010 9:57 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Kenajisan Muhammad SAW dan Islam

Postby hoffmann » Wed Feb 10, 2010 8:56 am

hehe..salam para doktor?
jujur bahasan ini adalah sebuah bahasan yang menjijikkan dari sisi philosopis.anda berbicara tentang sains tapi tidak ada sisi filosofi yang jelas, eksistensi yang anda bahas tentang moral hanya teori.anda tidak berbicara tentang eksistensi disini, lebih kemitos/cerita yang tidak berujung dan berpangkal, non bukti, hanya skrip yang dikutip.

moral diindonesia dan didalam manusia indonesia seperti apa?anda pergi kebanten disana ada begitu banyak skrip alquran.tapi tidak ada moral manusianya.korupsi semua?hanya uang yang ada dikepalanya?kenapa?anda doktor bisa menjelaskannya?

mengenai ayat alquran anda?aku bilang itu bagus, tapi tidak dimengerti, kenapa?apa anda pinter atau gobrlok disini?dunia itu memeiliki balance untuk membuat mata saling membuka dan saling menutup, bukan kata-kata hadis.
dengar kata gue ini:

"saat kaki elastis anda yang terdiri dari darah dan daging itu menendang sakit rasanya?".

mengenai kristen, hindu, budha? mereka lebih baik dari pada muslim.setidaknya agama mereka tidak mengajarkan moral, tapi mengajarkan pengorbanan untuk melayani dengan setulus hati.

eksistensi manusia menurutku seperti sebuah makna yang harus dihargai setiap menitnya.moral adalah milik individu?tapi moral tidaklah pernah setabil posisinya didunia ini, jika stabil didunia ini, maka dia adalah pemilik kata moral Tuhan.anda percaya itu ada?penulis ayat-ayat alquran anda pasti bingung saat aku tanya seperti ini dikepalanya.karena kepala mereka ada ideologi dan memaksakan kehendak.sekarang aku tanya teori kemungkinan untuk anda yang sok baik dan wise disini, apa anda sanggup melakukan semua hadis itu?kalau anda sanggup apa berarti 100%?kalau tidak jangan bicara tentang itu.

ajaran agama yang baik adalah melayani, bukan isi-isi tentang ayat hadis bla2...

aku kasih tau satu hal dari orang yang sudah merasakan kematian dan kehidupan lagi.hargailah hidupmu eksistensimu?bukan cuma moral/etika/agama, tapi setiap detik yang engkau miliki, walaupun tidak sempurna, tapi tetap belajar dari kehidupan.

sekian deh gentanyangannya gue.hahaha..(pria yang udah pernah mati beberapa saat dan bisa melihat dunia lain)
hoffmann
 
Posts: 68
Joined: Thu Jan 14, 2010 9:28 am

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron