Page 10 of 12

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 12:05 pm
by DYOUNG
To : The amazing JCFollower and Pembawa Pedang ( PP ),

Terima kasih Sdr. JCFollower atas perhatiannya dengan point tersebut dengan jelas. =D> Adalah memang tokoh-tokoh terkenal versi Kristen tidak mesti Nabi. Sepengetahuan saya, Kristen tidak pernah mempertimbangkan dan mengatakan bahwa Adam, Habil, Abraham, Ishak, Yakub, Joshua, Daud, Salomo dan banyak lainnya adalah nabi. Kiranya Sdr. PP dapat membedakan siapa yang dapat dikatakan sebagai itu nabi, rasul, imam, pahlawan iman, hakim-hakim dan pengajar dan maupun tokoh-tokoh iman yang dapat dijadikan suri tauladan.

Musa menjalani perkawinan sebelum dipanggil Tuhan menjadi Nabi. Nabi Mikha ( ? ) atas perintah khusus Tuhan barulah mengambil seorang istri. Kalau boleh saya simpulkan, di dalam Al-Kitab, adanya kecenderung Nabi tidak melakukan kehidupan perkawinan. Kehidupan nabi dalam perkawinan monogami saja "hardly" ditemukan apalagi kehidupan perkawinan nabi secara poligami dalam versi Kristen. Demikian dapat disimpulkan, bahwa adanya suatu kecenderungan atau konsistensi dari Musa hingga Yesus Kristus bahwa nabi tidak melakukan kehidupan perkawinan.

Bagaimanapun juga, terserah Sdr. PP menyatakan nama-nama seperti Adam, Habil, Abraham, dll. sebagai nabi dalam versi Islam. Akan tetapi pastilah sangat sukar untuk menyimpulkan bahwa nabi-nabi versi Islam benar-benar melakukan poligami apalagi dengan inisiatif / keinginan daging mereka sendiri dan saya sangat ragu bahwa Sdr. PP mampu menyebutkan nama-nama istri-istri dari nabi-nabi ( berjumlah 99% x 25 = 24 Nabi atau Min. 22 Nabi ) yang melakukan poligami. 8-[

Semoga Sdr. PP mengerti apa yang JCFOllower dan saya sampaikan. Semoga Sdr. PP dapat menanggapi jikalau Post Reply saya maupun JCFollower tidak benar. GbPP and GbJCFollower.

Thanks,

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 1:43 pm
by JCfollower
atau mungkin dia kurang paham apa arti nabi dan apa arti rasul? :-k
menurut penelusuran saya di FFI ini,mereka kurang mengerti deh..

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 1:47 pm
by kutukupret
JCfollower wrote:atau mungkin dia kurang paham apa arti nabi dan apa arti rasul? :-k
menurut penelusuran saya di FFI ini,mereka kurang mengerti deh..

Saya sependapat dengan anda Bahkan Nabi Luth dan nabi Ibrahim hidup pada Era yang sama. yang heran.....ada 2 Nabi dalam satu Era.

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 2:20 pm
by JCfollower
bukan gitu...2 nabi dalam 1 era itu bisa aja terjadi...
tp anehnya...si luth / lot dalam agama kristen atau yahudi itu tidak punya gambaran nabi..
ABRAHAM AJA BUKAN NABI !! INGAT ABRAHAM BUKANLAH SEORANG NABI !!
INI BUKAN SELF PROCLAIM, tetapi muslim akan bilang proclaim jika mereka ga tau apa artinya..
DAN SANGAT JELAS LAGI KETIKA ALLAH mANGATAKAN BAHWA DIA ADALAH SEGALA BANGSA...
DAUD DAN SALOMO PUN BUKAN NABI !!

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 2:55 pm
by umpu kakah
JCfollower wrote:bukan gitu...2 nabi dalam 1 era itu bisa aja terjadi...

saya juga setuju pendapat anda....
tp anehnya...si luth / lot dalam agama kristen atau yahudi itu tidak punya gambaran nabi..
ABRAHAM AJA BUKAN NABI !! INGAT ABRAHAM BUKANLAH SEORANG NABI !!
INI BUKAN SELF PROCLAIM, tetapi muslim akan bilang proclaim jika mereka ga tau apa artinya..
DAN SANGAT JELAS LAGI KETIKA ALLAH mANGATAKAN BAHWA DIA ADALAH SEGALA BANGSA...
DAUD DAN SALOMO PUN BUKAN NABI !!

ini juga yang membuat saya heran dan merasa lucu, pemahaman nabi dan rasul menurut muslim itu kaya apa?kok amburadul????
jangan2 muslim ngomong Salomo adalah nabi sebagai pembenaran tentang poligami????!!!mentang2 Salomo punya banyak istri. :lol: :lol: :lol:

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Oct 29, 2009 4:40 pm
by JCfollower
ya gitu deh bang...
mau kek mana lagi lah??? otaknya cuma ° buat mikir Tuhan
semoga menjadi O

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 8:15 am
by Pembawa Pedang
Baru bisa nonggol..saya lg sibuk...

Dyoung wrote:Saya masih menunggu jawaban atas Post Reply saya pada tanggal 27 Oktober 2009 5:05 PM dari anda, PP. Jikalau Post Reply anda pada tanggal 24 Oktober 2009 8:39 PM yang menyatakan 99 % nabi melakukan poligami adalah suatu kesalahan atau kesalahan ketik semata-mata, saya dapat memaklumi. Mohon konfirmasi.


QS 13 38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu).

Ayat diatas sdh membuktikan tak ada nabi yang melajang...walau kemaren saya ngomong cuma 99% persen...dgn tujuan supaya Isa ( yang diyakini Yesus oleh org kristen ) tidak dilibatkan dlm thread ini guna menghidari perdebatan pernikahan Yesus dgn MM dan Lydia... O:)

Perihal nama2 isteri2..itu tidak penting..walau ngga tahu nama bukan berarti membatalkan Utusan Allah berpligami.

Ini tak jauh beda dgn anda ngga tahu nama nenek moyang anda..bukan berarti anda ngga punya nenek moyang..

PP

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 8:39 am
by Alien saw
Pembawa Pedang

Baru bisa nonggol..saya lg sibuk...


syukurlah kita masih di beri pekerjaan dan sehat badan..semoga dapur sdr. PP tetap ngebul ya..

QS 13 38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu).


Ini ayat keluar dari mulut tuhan ato manusia muhammad saw????? dan ayat ini berbicara tentang apa yang sebenarnya???

salam Alien

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 8:42 am
by kutukupret
JCfollower wrote:bukan gitu...2 nabi dalam 1 era itu bisa aja terjadi...

Tidak bagi islam, nabi yang sebelumnya ada itu harus lengser keprabon.

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 11:05 am
by JCfollower
kok ngeles ya? :-k
tolong NETTER MUSLIM,JAWAB PERTANYAAN ANE, SEBELUM ANE MELANJUTKAN...
APA BEDA NABI..RASUL..???gw tambahin 1 lagi biar pintar..dan IMAM???

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 2:58 pm
by Pembawa Pedang
Ini ayat keluar dari mulut tuhan ato manusia muhammad saw????? dan ayat ini berbicara tentang apa yang sebenarny
a???
Maunya versi kafir gitu..

PP

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 4:09 pm
by kutukupret
Ini ayat keluar dari mulut tuhan ato manusia muhammad saw????? dan ayat ini berbicara tentang apa yang sebenarny
Pembawa Pedang wrote:a???
Maunya versi kafir gitu..

PP

sebenarnya auwloh swt itu ngarti tatabahasa mahkluk bumi nggak sih ?

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 4:12 pm
by JANGAN GITU AH
PP wrote:a???
Maunya versi kafir gitu..

PP

Lebih valid mana ya sumber Jahudi sendiri atau sumber Islam. Ingat mayoritas nabi-nabi (kecuali muhammad) yang diklaim Islam itu adalah berdarah Jahudi.?

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 5:45 pm
by DYOUNG
To : Pembawa Pedang ( PP )

Senang sekali mengetahui Sdr. PP melakukan Post Reply lagi setelah berhari-hari menunggu. :tonqe: Sehubungan dengan klaim Sdr. PP bahwa 99% Nabi melakukan poligami sehingga mungkin Sdr. PP menganggap poligami adalah sangat umum di kalangan nabi-nabi versi Islam.

Pendapat Sdr. PP bahwa ada 99 % nabi-nabi ( versi Islam ) melakukan poligami adalah tidak benar. Jika ada 25 nabi-nabi menurut Islam, setidak ada 24 nabi yang melakukan poligami.

Sebaliknya, menurut pendapat saya ada minimum 4 nabi ( dapat dikatakan ada/setara dalam versi Kristen dan Islam ) yang rasanya tidak melakukan poligami ( terlebih lagi hidup selibat / tidak kawin ) seperti 1. nabi Musa ( Musa / Moses versi Kristen ), 2. nabi Zulkifli ( Yehezkiel / Ezekiel dalam versi Kristen ), 3. nabi Yunus ( Junus / Jonah versi Kristen ), 4. nabi Ilyas ( Elia / Elijah versi Kristen, 5. nabi Ilyasin ( Elisa / Elisha versi Kristen ), dll.

Sedangkan nabi-nabi dalam versi Islam ( yang hanyalah dianggap sebagai tokoh atau pahlawan iman dalam versi Kristen ) seperti 1. nabi Idris ( Henokh / Enoch versi Kristen ), 2. nabi Nuh ( Nuh / Noah dalam versi Kristen ), 3. nabi Luth ( Lut / Loth versi Kristen ), 4. Ishaq ( Ishak / Isaac versi Kristen ), 5. nabi Yuusuf ( Yusuf / Yoseef versi Kristen ), 6. nabi Ayub ( Ayub / Job versi Kristen ), 7. nabi Harun ( Harun / Aaron versi Kristen ), 8. nabi Yahya ( Yohanes Pembaptis / John The Baptist ), dll.

Jadi minimum ada 13 nabi ( lebih dari 50 % ) dari 25 nabi versi Islam yang tidak melakukan poligami ( terlebih mereka melakukan hidup selibat / tidak kawin mengawin ). :-s

Kiranya Sdr. PP dapat mengerti penjelasan di atas dan berkesimpulan bahwa 99% nabi melakukan poligami adalah berlebihan dan salah. Kiranya status dan kehidupan perkawinan dari para 24 nabi dalam versi Islam ( terlebih nabi-nabi dalam versi Kristen ) tidaklah semestinya dijadikan dasar kebenaran perkawinan poligami nabi lainnya bahkan dijadikan sebagai salah satu teladan ( dengan menambahkan beberapa persyaratan supaya poligami dapat menjadi masuk akal, diterima dengan sah dan baik ) untuk diikuti oleh umat/pengikutnya.

Salam, :yawinkle:

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 6:21 pm
by DYOUNG
Dear Sdr. Pembawa Pedang ( PP ),

Melanjutkan Post Reply yang membicarakan hanya nabi-nabi yang berpoligami, sehubungan dengan QS 13: 38 yang Sdr. PP ajukan, jikalau Sdr. PP menganggap nabi-nabi yang berpoligami sama dengan rasul-rasul yang berpoligami maka kiranya QS 13:38 boleh diganti dan dibaca "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Nabi sebelum kami dan kami memberikan mereka ( Nabi-Nabi ) isteri-isteri dan keturunan .....". dan dalam berbagai acara, para Ustadz/Dai/dll. diperbolehkan juga berkata Rasul Adam, Rasul Iskak, Rasul Daud, dll., walaupun mungkin tidak umum/lazim. Mohon konfirmasi dari Sdr. PP. 8-[

Mohon yang kiranya juga Sdr. PP mengecek kata asli dari "memberikan mereka isteri-isteri dalam QS 13:38. Apakah kata aslinya dalam bentuk jamak. Jikalau ada kalimat "memberikan mereka isteri ( dalam bentuk tunggal )", apakah berarti setiap nabi mempunyai satu isteri atau beberapa nabi mengawini satu orang saja ( poliandri ).

Mohon Sdr. PP dapat memberikan pembelajaran dan ulasan atas dua paragraf di atas. 8-[

Thanks,

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Wed Nov 04, 2009 6:39 pm
by Ahmadibejad
DYOUNG wrote:Dear Sdr. Pembawa Pedang ( PP ),

Melanjutkan Post Reply yang membicarakan hanya nabi-nabi yang berpoligami, sehubungan dengan QS 13: 38 yang Sdr. PP ajukan, jikalau Sdr. PP menganggap nabi-nabi yang berpoligami sama dengan rasul-rasul yang berpoligami maka kiranya QS 13:38 boleh diganti dan dibaca "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Nabi sebelum kami dan kami memberikan mereka ( Nabi-Nabi ) isteri-isteri dan keturunan .....". dan dalam berbagai acara, para Ustadz/Dai/dll. diperbolehkan juga berkata Rasul Adam, Rasul Iskak, Rasul Daud, dll., walaupun mungkin tidak umum/lazim. Mohon konfirmasi dari Sdr. PP. 8-[

Mohon yang kiranya juga Sdr. PP mengecek kata asli dari "memberikan mereka isteri-isteri dalam QS 13:38. Apakah kata aslinya dalam bentuk jamak. Jikalau ada kalimat "memberikan mereka isteri ( dalam bentuk tunggal )", apakah berarti setiap nabi mempunyai satu isteri atau beberapa nabi mengawini satu orang saja ( poliandri ).

Mohon Sdr. PP dapat memberikan pembelajaran dan ulasan atas dua paragraf di atas. 8-[

Thanks,


Kyaknya...klo dipikir...bro yang satu ini bahsanya santun sekali..... :prayer: :prayer:
Saya suka dengan anda bro DYOUNG.... :prayer: :prayer:
Anda saya undang ke forum sebelah...dimana bnyak slimer2 yang gk bisa berdebat, cuman bisanya jadi cheeleaders saja...
di *FFI....Saya dan bro Yehuda dan kadang2 bro Duladi ikut meramaikan forum aneh bikinan slimer ntu...
Kapir yang sudah bangkotan yaitu mbak Luv_nice...
Monggo bro....dilanjut hati nurani anda....

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Nov 05, 2009 5:26 pm
by DYOUNG
To : Sdr. "Ahmadibejad"

Trims atas undangannya untuk memberi tanggapan di situs sebelah ( Answering Faithfreedom ? ). Sehubungan dengan ke "gaptekan" saya, pembuatan dan pemakaian beberapa Nickname yang memusingkan dan terlebih lagi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari on-line di situs-situs yang kontra FFI, saya sangat ragu untuk bermain-main di situs situs tersebut. :-k

Saya percaya FFI dapat memberikan keamanan dan kenyamanan pada semua netters baik yang pro maupun kontra FFI. Semoga FFI dapat menjadi wadah dan situs yang benar dan baik untuk orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran rohani ( khususnya Islam ) terlebih lagi arahan bagaimana setiap manusia harus mampu berpikir bebas sesuai hati nurani dan akal budi yang diberikan Tuhan kepada setiap ciptaannya, tanpa terkungkung oleh pemahaman/pendapat/pengajaran sesama manusia seperti pemuka agama yang duduk di "kursi emas" dengan segala kehormatan duniawi ).

Thanks & Best Regards,

Somewhere in East Java

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Thu Nov 05, 2009 5:51 pm
by imxris
Agak susah kalau mau poligami tapi jadi pegawai negeri...yang diakui sah adalah istri pertama...

Eh nabi yang poligami aja dah susah karena keturunan yang gak akur,
ini mau nambah-nambah lagi club poligami.

nenek moyang hasil poligami aja dah berantem,
eh mau nambah lagi keturunan hasil poligami yang dah jelas akan menghasilkan pertengkaran perpecahan...

semua hasil poligami ujung-ujungnya perpecahan...lihat aja Israel sama Palestina...
mau nambah lagi perang saudara...cape dehhhh....

Mana ada sejarahnya keturunan poligami membawa kedamaian dan kemakmuran...
Non sense...

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Sat Nov 07, 2009 8:27 am
by Pembawa Pedang
DYOUNG wrote:Mohon yang kiranya juga Sdr. PP mengecek kata asli dari "memberikan mereka isteri-isteri dalam QS 13:38. Apakah kata aslinya dalam bentuk jamak. Jikalau ada kalimat "memberikan mereka isteri ( dalam bentuk tunggal )",


QS 13 38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)

Kata beberapa Rasul menunjukan Rasul Jamak..dan isteri isteri juga jamak..

Tak perlu saya jelaskan bahasa arabnya keanda..karena saya tahu siapa anda sebenarnya..dan saya tahu level bahasa arab anda ada dimana..Penyamaran anda sangat kasar bo.. [-X [-X [-X

Kalaupun anda ngotot mengatakan isteri dlm bentuk tunggal..semua itu akan dipatahkan oleh fakta Nabi Nabi terdahulu berpoligami..Ini akan bertentangan dgn ayat diatas jika ayat itu diarikan isteri dlm bentuk tunggal..

Kesimpulan : Fakta sejarah mengakui Nabi berpoligami..dan Allah juga mengatakan Nabi berpoligami..Sesuatu yang dibuktikan dgn fakta sejarah dan dalil Ilalhi..Ini tak perlu lagi diperdebatkan..

Isa AS diakui sebagian kalangan tidak menikah..namun saya tidak menemukan dalil itu lewat Quan dan lewat hadits...artinya masih debatable..

PP

Re: BB2009 vs HF : Suhuf Ibrahim, Musa dan Isa itu yg mana ?

PostPosted: Sat Nov 07, 2009 2:29 pm
by BB2009
Salam,

Bung PP, ada dua jenis kebenaran, normatif dan empiris, ada postulate atau kebenaran yang tidak bisa diformulasikan hanya sebagai batasan (parameter) dan ada prinsip atau kebenaran yang bisa diformulasikan sebagai hubungan konservasi, ada kebenaran tekstual dan ada kebenaran realitas.

Uji terhadap kebenaran disebut sebagai kritik, agama atau keyakinan yang kita miliki harus melewati uji kritik sehingga layak untuk dipegangi sebagai kebenaran, tentu saja banyak hal-hal yang kita yakini benar bisa kita terima sebagai sebuah kesalahan setelah melalui uji kritik tersebut.

Yang kita kritisi adalah substansinya bukan materialnya, setelah substansinya bisa kita terima sebagai sebuah keyakinan atas kebenaran, baru kemudian kita bisa uji materinya, jangan dibalik pola pikirnya ! Jika uji substansi menyatakan bahwa isi pokok dari sebuah keyakinan itu sudah menimbulkan huru hara atau kerancuan terhadap aplikasinya pada masyarakat luas maka substansinya sudah salah, tidak perlu lagi kita menguji materinya !

Hukum atau law of truth harus memuat substansi yang tidak menimbulkan keganjilan pada masyarakat, tidak menimbulkan kompleksitas permasalahan dalam masyarakat, ini bukan masalah keadilan (justice is not the ulitmate objective of law), karena hukum memiliki tujuan paling utama dan mulia untuk membuat masyarakat hidup tanpa masalah yang kompleks.

Janganlah berkata This is justice, tetapi katakanlah this is the law, jangan katakan kebenaran sekedar dari intepretasi atas orang ke orang atas keadilan, Law atau hukum tidak didasarkan pada perkataan orang banyak atau perbuatan orang banyak, karena yang banyak itu belum tentu benar, adil bagi orang banyak belum tentu keadilan yang sebenarnya, sehingga kita menjadi tahu bahwa hukum atau law tidak semata-mata menegakan keadilan, tetapi usaha kita bersama untuk menciptakan hidup tanpa beban masalah yang kompleks.

Okey, nabi-nabi sebelumnya berpoligami, tetapi apakah poligami is legitimate law ? Belum tentu ! Jika istri pertama setuju lahir bathin, keluarga, anak-anak, mertua sudah di ajak berbicara dan bisa mendapatkan konsensus, keadaan ekonomi sudah sangat mapan, situasi eksternal lain sudah di ukur dan di hitung tidak menimbulkan masalah, maka poligami bisa saja legitimate, tetapi jika hal-hal itu tidak terpenuhi maka poligami adalah destruksi, atau usaha untuk menghancurkan keteraturan yang ada dalam masyarakat. Daud dan Sulaiman di hukum keras oleh Tuhan bukan karena tidak adil, karena mereka menabrak substansi law dasar ini, bahwa poligami tidak boleh dilakukan atas dasar sekedar pembenaran pada sebuah usaha untuk memenuhi desakan seksual.

Karena kompleksitasnya maka hampir sedikit sekali atau bahkan tidak ada poligami yang lulus uji kritik, baik dari istri pertama, keluarga dan anak-anak, mertua, bahkan masyarakat, poligami menimbulkan masalah yang lebih banyak dari sebuah perzinahan, tetapi bukan berarti perzinahan itu benar, perzinahan pun dilarang keras dan diberikan sangsi oleh perangkat Hukum yang lain, sehingga poligami harus tunduk pada norma-norma yang bisa mencegah manusia dari perzinahan sekaligus mengeluminasi kemungkinan penggunaan poligami sebagaib legitimasi perzinahan.

Perzinahan selalu dilakukan diam-diam, tidak ada perzinahan itu terbuka, selama zinah tersebut dapat menjadi rahasia maka zinah tersebut tidak bisa diberikan sangsi hukum. Oleh sebab itu perzinahan adalah delik aduan, atau perkara hukum yang bisa diproses atas pengaduan seseorang yang dilengkapi oleh alat bukti yang cukup (minimal 2), gossip tidak bisa menjadi acuan bagi penegak hukum untuk menyelesaikan kasus Zinah, aparatur hukum juga membutuhkan kuasa dari pengadilan untuk bisa menangkap tangan perbuatan zinah, dan kuasa pengadilan tersebut harus berasal dari UU yang merupakan amanat penderitaan rakyat untuk mencegah masyarakat dari perzinahan.

Sangsi perzinahan pun berlaku pada martial law, pada norma hukum dalam keadaan terjadinya kekerasan dan kekacauan sipil, sehingga orang tidak bisa menjadikan tawanan wanita sebagai hamba poligami atau war rape, dalam keadaan apapun zinah adalah sebuah kejahatan.

Poligami tidak bisa dijadikan alasan bagi seseorang untuk meligitimasi perzinahan, tidak bisa menjadi alasan bagi tentara untuk memperkosa tawanan wanita pada zona perang, poligami memiliki batas aturan-aturannya sendiri berdasarkan pertimbangan manfaat vs kehancuran/kekacauan yang ditimbulkannya, dan dimasa moderen ini poligami ternyata menimbulkan masalah yang lebih besar dari kehancuran yang ditimbulkan oleh perzinahan, poligami merusak tatanan harmonisasi pada sebuah keluarga yang dapat berdampak besar bagi anak-anak dan masyarakat yang harus menerima poligami sebuah perilaku yang legitimate. Poligami dibatasi oleh substansi hukum, Zinah dibatasi oleh materi hukum, itu aturan mainnya.

There is no perfect crime, tidak ada kejahatan yang sempurna, kejahatan apapun akan meninggalkan jejaknya, poligami andai kata itu benar sebuah kebenaran tidak akan meninggalkan jejak kejahatan berupa kebohongan, penipuan, kelalaian atas tanggung jawab, dan keributan atas pembagian harta waris, pada kenyataannya poligami selalu meninggalkan jejak tersebut, normatifnya poligami adalah sebuah kejahatan yang nyaris-nyaris as a perfect crime. Kalau zinah sudah jelas, jangankan mendekati, zinah adalah kejahatan yang nyata dan nyaris sangat tidak sempurna.

Apakah saya atau anda mau berpoligami, itu hak masing-masing, karena poligami bisa saja terlegitimasi dengan memutar balikan fakta dan konsideran ini dan itu, tetapi sekali lagi once crime committed maka sangsi akan diberikan, kalau manusia tidak mampu memberikan sangsi itu, maka Tuhan akan menghukum dengan Law nya, dengan hubungan kausalitas dan kompleksitas yang disebabkan oleh poligami itu sendiri, Silahkan pilih !

Apakah saya atau anda mau berzinah, itu juga hak masing-masing, tetapi jelas Perzinahan adalah kejahatan yang nyata, dan sangsinya juga demikian, lugas, keras, dan nyata, ini juga menjadi sebuah pilihan.

Yang benar adalah menjaga diri dari perzinahan dan menjauhi ide-ide legitimasi poligami dalam pikiran, hidup lurus lempang setia kepada istri dan keluarga secara seutuhnya dalam keadaan yang amat sukar sekalipun, membatasi pergaulan dengan wanita untuk mencegah terciptanya peluang desakan seksual, dan selalu dapat mempertanggung jawabkan perbuatan pada Tuhan secara jujur, apakah ada yang lebih baik dari ini, jika ada maka itu juga sebuah pilihan !

Salam...