.

Eksposisi: At Taubah

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 10:34 am

At Taubah, adalah surat di dalam Alquran yang diturnkan no 2 paling akhir. Tidak didahului dengan Bismillah, karena isi suratnya tidak menggambarkan lagi Allah yang maha pemurah dan penyayang.

At taubah jelas tidak lagi mengenal "Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku"

Meskipun dibantah berkali2 oleh muslim bahwa ini hanya berlaku saat perang, surat tertulis secara eksplisit mengatakan sebaliknya. Hanya muslim yang ingin menafsirkan Islam itu agama baik yang ngotot tiada henti tanpa bukti. Saya akan cantumkan ayat per ayat karena saya lihat setiap topic di sini hanya membahas penggal demi penggal.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 1-6

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 10:37 am

Terjemahan Mukadimah oleh Depag wrote:Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat dari surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.


Ayat 1-6 adalah sub bagian pertama At Taubah dengan sub judul:
PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN
Orang Islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin

Terjemahan ayat 1 wrote:1. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).


Jelas bahwa ayat ini adalah dari Allah sendiri, perintah kepada kaumnya melalu Rasulnya. Muslim suka menerjemahkan bahwa ayat ini adalah untuk apabila terjadi perang atau diperangi. Tetapi kita akan lihat di bawah bahwa surat ini memerintahkan untuk mengobarkan perang.

Terjemahan ayat 2 wrote:2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir[627].

[627]. Sebelum turunnya ayat ini ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin. Di antara isi perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka'bah. Allah SWT membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberikan kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.


Ayat 2 menunjukkan bahwa kaum Islam tidak diperangi, melainkan diperintahkan untuk membatalkan perjanjian secara sepihak oleh Allah sendiri

Terjemahan ayat 3-4 wrote:3. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya

[628]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.

[629]. Maksud yang diberi tangguh empat bulan itu ialah: mereka yang memungkiri janji mereka dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun mereka yang tidak memungkiri janjinya maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa yang ditentukan dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tiada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrikin.


Ayat 4 adalah ayat yang paling sering digunakan muslim untuk menangkis bahwa ayat memerangi hanya untuk orang yang memerangi. Tetapi itu adalah muslim-muslim yg bicara tanpa fakta, berpendapat tanpa melihat. Jelas bahwa apa yang saya garis bawahi di atas adalah perkecualian bagi orang musyrik yang tidak memusuhi. Tetapi yang saya tebali sesudahnya, perjanjian bagi mereka ditetapkan sampai habis masa waktunya. Penjelasan dari terjemahan dari Depag menulis bahwa bagi orang yang tidak memungkiri janjinya, alias tidak memusuhi Islam, perjanjian damai diteruskan sampai masa berakhir perjanjian. Sesudah berakhir, tiada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrikin.

Terjemahan ayat 5 wrote:5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

[630]. Yang dimaksud dengan bulan Haram disini ialah: masa 4 bulan yang diberi tangguh kepada kamu musyrikin itu, yaitu mulai tanggal 10 Zulhijjah (hari turunnya ayat ini) sampai dengan 10 Rabi'ul akhir.

[631]. Maksudnya: terjamin keamanan mereka.


Ayat 5, ini adalah perintah Allah kepada seluruh kaum muslim. Membunuh semua orang Musyrik di mana saja mereka dijumpai. Perintah ini hanya tidak berlaku jika kaum muysrik tersebut bertobat, sholat dan zakat. Seperti kita ketahui, umat non muslim tidak membayar zakat, melainkan jizyah. Jadi sholat dan zakat berarti menjadi muslim.

Terjemahan ayat 6 wrote:6. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.


Ayat ini, juga digunakan oleh muslim untuk menangkis dengan argumen "Islam diperintahkan untuk melindungi". Benarkah demikian? Perintah ini diikuti dengan supaya ia "sempat mendengar firman Allah".. apakah maksudnya, tentu dakwah. Kalau menolak untuk di "dakwah"? Apa kira-kira akibatnya?
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 7-15

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 10:54 am

Ayat 7-15 menjelaskan mengenai Kenapa Perjanjian Damai Dibatalkan!

7. Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam[632]? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

[632]. Yang dimaksud dengan dekat Masjidilharam ialah: Al-Hudaibiyah, suatu tempat yang terletak dekat Makkah di jalan ke Madinah. Pada tempat itu Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan kaum musyrikin dalam masa 10 tahun.


Ayat 7 juga seolah2 menunjukkan bahwa At Taubah tidak berlaku bagi orang yang berlaku lurus. Tetapi jelas Muhammad tidak mungkin menyerbu dua kekuatan sekaligus. Perjanjian yang akan berakhir 4 bulan, dengan perjanjian yang masih ada dalam masa 10 tahun, tentu akan membuat Muhammad menyerbu yang akan habis masa perjanjiannya. Dan kita semua tahu, apakah ada yang tersisa dari yang disebut kaum 'musyrik' sesudahnya di tanah Arab?

Terjemahan Ayat 10-11 wrote:8. Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).
9. Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.


Ayat 8 dan 9, berisi tuduhan terhadap orang2 'musyrik', dan meskipun orang-orang 'musyrik' tersebut sudah berusaha bersikap baik, bahkan menyenangkan hati kaum muslim dengan bibirnya, Muhammad atas nama Allah menuduh bahwa hati mereka menolak.

Orang Islam seringkali membandingkan At Taubah dengan cerita pembantaian Amalek oleh Israel. Tetapi Amalek membantai terlebih dahulu orang Israel di barisan belakang ketika Israel sedang tidak berdaya kelelahan mengungsi keluar dari Mesir. Sedangkan At Taubah, membatalkan perjanjian kepada orang 'musyrik' yang belajar untuk menyenangkan hati kaum Muhammad.

Terjemahan Ayat 10-11 wrote:10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

11. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.


Ayat 10, adalah salah satu ayat juga yang digunakan muslim untuk membantah. Bahwa At Taubah, dipergunakan hanya untuk orang-orang yang melampaui batas. Lucu bukan, di lain kesempatan, muslim akan menuntut saya menggunakan seluruh perikop, di lain kesempatan menuntut melihat hanya satu ayat saja.

Jika diperhatikan secara satu perikop ayat 10 tidak berarti At Taubah hanya untuk orang2 yang melampaui batas, melainkan, "Orang2 yang melampaui batas" adalah sebutan bagi "kaum musyrik". Dan hanya bisa tidak disebut "kaum musyrik" apabila melalui apa yang disebut dengan ayat 11, bertobat, sholat dan zakat. Jadi seagama, agama apakah itu? Islam tentunya. (Perhatikan kembali ayat 5)

12. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.


Ayat 12, bagi saya agak samar, tetapi secara eksplisit juga jelas bahwa memerangi kafir juga berlaku bagi yang sudah mengadakan perjanjian damai dan mencerca Islam. Bagian 'mencerca Islam' ini yang sangat mudah dikondisikan... karena tanpa melakukan apapun... Orang Islam menganggap bahwa ajaran Kristen itu mencerca Islam.

13. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.


Ini adalah perilaku yang terus terbawa ke jaman modern. Menggunakan agama, untuk memobilisasi pasukan. Cara yang harus diakui efektif. Ayat ini juga sering digunakan oleh muslim menjelaskan bahwa At Taubah hanya digunakan untuk yang memerangi terlebih dahulu.

Muhammad memang 'diusir' keluar terlebih dahulu, karena jelas orang-orang yang mengusir menganggap bahwa Muhammad menentang kepercayaan mereka, dan itu dianggap mereka memerangi. Pernahkah terbersit di pemikiran orang Islam, ketika mereka mengusir orang agama lain (bahkan dari tempat mereka sendiri), berhakkan orang agama lain tersebut memerangi balik dengan cara yang sama dengan disebut di At Taubah? Inilah yang disebut Islam tidak mengenal golden rule. dan kenapa saya sering berkata ,"Islam TIDAK TAHU MALU"

14. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
15. dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana


Ayat 14-15, adalah ayat-ayat triumphalist. Yang sangat kontradiktif dengan kenyataan empiris. Coba kalau kita tanyakan lagi kepada muslim, kenapa negara sekecil Israel dikeroyok 6 negara Islam tidak pernah kalah perang dan selalu menang. Kita akan dapat jawaban2 yang menggelikan. Jelas kalau ini adalah isi dari perkataan Tuhan sendiri, ada yang salah dengan tuhannya. Bandingkan dengan nubuatan dan janji Tuhannya orang Israel
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 16: Ujian Iman

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 11:18 am

Ujian keimanan

16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Agak bingung baca ini, "Allah belum mengetahui (dalam kenyataan)" berarti Allah orang Islam, tidak melihat hati... Allah orang Islam butuh lihat perbuatan nyata. Meskipun kontradiktif dengan "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." saya melihat bahwa konsep iman ini masih agak sama dengan konsep kekristenan, "Iman tanpa perbuatan adalah mati". Bedanya:

Iman di sini adalah iman jihad, yang menuntut perbuatan jihad. Seringkali konsep jihad ini diterjemahkan oleh para ulama yang muncul ditelevisi dengan jihad yang bermacam2 bentuknya. Tetapi benarkah demikian?

Jihad tercantum di At Taubah dalam konteks memutuskan perjanjian damai. Dalam surat yang tidak mengucapkan 'bismillah'

Ketika bicara ayat2 poligami, halal dan haram... muslim akan menuntut kita bicara dalam konteks
Ketika bicara ayat2 At Taubah... muslim pura-pura lupa dengan konteks
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 17-24

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 11:34 am

Kita akan menemukan hal-hal yang sangat menarik di sini :lol:

Orang-orang yang layak memakmurkan masjid

17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.


Orang kafir, tidak berhak mengurus mesjid, tidak berhak membangun mesjid, tidak berhak melakukan pekerjaan untuk Islam, karena pekerjaan mereka adalah sia2, dan mereka hidup kekal di neraka. Itu adalah perkataan Allah sendiri. Apakah karena At Taubah kitab perang? Ooo jadi Allah SWT mengajarkan kobarkan kebencian kalau itu perang?


Perhatikan wahai muslim... jangan sampai ada orang kafir yang membangun mesjidmu... rubuhkanlah masjid Istiqlal...


19. Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim[633].

[633]. Ayat ini diturunkan untuk membantah anggapan bahwa memberi minum para haji dan mengurus masjidilharam lebih utama dari beriman kepada Allah serta berhijrah di jalan Allah.

20. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
21. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
22. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.


Terjemahan depag memberikan alasan bahwa ayat ini diturunkan untuk membantah anggapan bahwa memberi minum orang yang kehausan dan membantu mengurus mesjid lebih utama dari beriman. Kalau kita pakai logika kita, apa benar demikian? Tentunya ayat ini turun karena yang membantu memberi minum dan mengurus mesjid bukan orang Islam (beriman kepada Allah)


Di mata Allah, orang2 yang membantu memberi minum haji kehausan, lebih rendah daripada orang 2 yang beriman kepada Allah (apapun itu ajarannya) dan berhijrah dan berjihad (termasuk membunuhi kafir)


Termasuk... orang yang berhijrah, tetapi tidak mau menolong orang kafir dan orang yang beriman kepada ajaran Allah, diantaranya berpoligami, dan memerangi kafir dan orang-orang yang berjihad seperti Amrozy dan Osama Bin Laden dan teroris2 Mumbay.... lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.... dibandingkan dengan orang kafir yang memberi minum kepada seorang muslim yang sedang kehausan.

Yang golongan pertama (berjihad), mendapatkan surga dan seluruh kesenangannya berupa 72 bidadari. Yang golongan kedua (memberi minum yang kehausan) mendapatkan siksaan neraka yang kekal.


23. Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

24. Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Dan ini adalah ayat yang cukup terkenal, yang mengajarkan muslim tidak menjadikan wali (di antaranya diartikan "berteman", "bekerja bagi", "diwakili oleh") dari orang2 kafir. Dan siapa yang melakukannya demikian, mereka termasuk orang zalim... orang zalim hukumannya juga neraka.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 25-35

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 11:56 am

Umat Islam mendapat kemenangan dalam pelbagai pertempuran


25. Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.
26. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
27. Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendakiNya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
28. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis[634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam[635] sesudah tahun ini[636]. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin[637], maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[634]. Maksudnya: jiwa musyrikin itu dianggap kotor, karena menyekutukan Allah.

[635]. Maksudnya: tidak dibenarkan mengerjakan haji dan umrah. Menurut pendapat sebagian mufassirin yang lain, ialah kaum musyrikin itu tidak boleh masuk daerah haram baik untuk keperluan haji dan umrah atau untuk keperluan yang lain.

[636]. Maksudnya setelah tahun 9 hijrah.

[637]. Karena tidak membenarkan orang musyrikin mengerjakan haji dan umrah, karena pencaharian orang-orang muslim boleh jadi berkurang.



Ayat ini dikatakan menjanjikan bahwa umat Islam akan mendapatkan kemenangan dalam pelbagai pertempuran. Kemenangan yang setelah kalahpun tetap diartikan kemenangan bagi mereka :lol: ... ini adalah kenapa hampir seluruh umat Islam punya sifat triumphalist.

Pasukan dengan jumlah sedikit menang atas yang banyak, banyak dijumpai dari cerita2 peperangan di seantero dunia. Karena jumlah memang tidak selalu menentukan kemenangan. Tetapi di AlQuran ini diklaim sebagai ridho Allah dan kemudian digunakan untuk memobilisasi dan meningkatkan moral peperangan umat muslim.

Sesudah mengobarkan perang terhadap kaum musyrik, dan menerapkan eksklusifitas, Muhammad menghadapi masalah perekonomian yang akan timbul akibat dilarangnya umat2 kepercayaan lain melakukan hijrah ke mekah. Dan itu diatasinya dengan "Jangan kuatir, Allah tidak akan tinggal diam"... dan perampokan, perampasan sampai akhirnya pemerkosaan mewarnai ridho Allah terhadap pasukan muslim.


Dan siapakah yang harus diperangi oleh umat muslim?

29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

[638]. Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.


Perintah ini jelas... memerintahkan muslim untuk memerangi orang-orang Kristen. Muslim yang menyangkal akan berkata bahwa At Taubah hanya ayat ketika perang. Tetapi ini adalah perkataan Allah yang memerintahkan untuk 'memerangi'.. bukan 'berperang melawan ketika diperangi'... dan perintah ini hanya berakhir apabila orang Kristen mau membayar jizyah, patuh terhadap Islam dalam keadaan tunduk

30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
[639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.
32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
33. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.


Ayat di atas ini adalah tuduhan Islam kepada Yahudi dan Kristen. Andaikata ini dilakukan sama terhadap Islam... kira-kira, apakah yang akan terjadi? Islam tidak mengenal Golden Rule

34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."


Membaca ayat ini, saya jadi tertawa. Saya jadi teringat dengan olok2 yang terjadi antara saya dengan seorang netter dimana saya terpaksa memberikan uang seribu setelah kaca mobil digedor oleh orang yang meminta sumbangan bagi mesjid mereka di tengah jalan. Tetapi bukankah uang saya haram bagi pembangunan mesjid tersebut? (lihat ayat 17)

Orang Yahudi memang gemar menabung dan hemat, dan saya bisa bayangkan, tentunya kejadian yang saya alami tidak beda jauh dengan orang-orang Yahudi jaman itu, ditodongi sumbangan mulu. Dan mereka kemudian disumpahi akan dibakar dengan emas perak mereka di neraka.

Sedangkan bagaimana dengan Muhammad dan pengikutnya??? Oohhhh benar, mereka sangat dermawan, membagikan harta emas dan perak mereka di antara kaumnya.... hasil rampasan dari perang terhadap orang-orang Yahudi tersebut.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 36-37

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 12:37 pm

36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

[640]. Lihat no. [119].

[641]. Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

37. Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu[642] adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

[642]. Muharram, Rajab, Zulqaedah dan Zulhijjah adalah bulan-bulan yang dihormati dan dalam bulan-bulan tersebut tidak boleh diadakan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh mereka dengan mengadakan peperangan di bulan Muharram, dan menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang dihormati untuk pengganti bulan Muharram itu. Sekalipun bulangan bulan-bulan yang disucikan yaitu, empat bulan juga. Tetapi dengan perbuatan itu, tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perdagangan terganggu.


Tidak banyak yang bisa saya lihat dari ayat ini selain larangan memulai peperangan di bulan yang sudah ditentukan. Umat Islam tetap boleh berperang di bulan haram untuk melawan musuh. Tetapi sehabis bulan haram tersebut, peperangan bisa dimulai lagi. Tetapi ada satu yang menarik, Allah ternyata juga mengharamkan bilangan2 tertentu. Haram dan halal di dalam Islam, memang aneh-aneh di luar kewajaran
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 38 - 43

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 12:53 pm

KISAH PERANG TABUK
Perintah untuk berjihad



38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

39. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Ini, adalah perintah secara tertulis, explisit dari Allah kepada kaum muslim. Diartikan bermacam-macam oleh muslim untuk menghindar dari kewajiban berperang, atau berusaha menipu diri bahwa Islam itu baik. Tetapi bukankah alasan itu menunjukkan "rasa berat dan ingin tinggal di tempat?" dan ingat wahai muslim.Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain


40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].


Jikalau kaum muslim tidak ingin menolong dan meneruskan cita-cita Muhammad, Allah telah menolongnya dengan tentara yang kita tidak melihatnya, dan AlQuran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah, dan kalimat allah orang muslim yang maha perkasa itulah yang tinggi -----> meskipun buntutnya Israel lawan tentara yang kita tidak melihatnya juga Israel yang menang

41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

42. Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri[644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

[644]. Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu.

43. Semoga Allah mema'afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?


"Jadi berangkatlah, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu", itulah perintah Allah terhadap muslim. Muslim juga menggunakan ini untuk mengartikan berjihad yang baik. Berjihad dengan uang melawan kemiskinan... tetapi benarkah itu berzihad? Kalau itu berjihad, kenapa ada zakat?

Berjihad dengan harta dan dirimu adalah menggunakan harta dan dirimu untuk mengobarkan perang dengan kafir, bukankah itu konteks At Taubah? Jadi penjelasan muslim bahwa At Taubah adalah hanya berlaku saat perang, tidak ada dan terbukti. Dari awal hingga sekarang, At taubah memerintahkan untuk mengobarkan peperangan, bukan menangkis perang.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 44-57

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 1:05 pm

Hanya orang munafiklah yang tidak mau berperang

di atas adalah judul perikop 44-57

44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.


Orang yang tidak berperang, adalah orang yang ragu-ragu terhadap imannya kepada Allah. Muslim sejati, harus beriman kepada perkataan Allah mereka. Dan itu adalah maju berperang terhadap kafir dan kaum musyrik.

46. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."
47. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
48. Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.


Ayat 46-48 menggambarkan bahwa Muhammad atas nama Allah tidak menyukai orang-orang yang karena berbagai alasan menolak untuk berperang. Jikalau muslim2 yang menolak memerangi kafir hari ini hidup di jaman Muhammad, apa kira-kira nasib mereka?

Kalau muslim berkata jaman sudah berbeda, darimana secara bersamaan mereka mengklaim Islam lestari sepanjang jaman. Dan dari perikop ini, di bagian manakah kita melihat Islam sebagai rahmat bagi semesta alam?

49. Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah." Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah[645]. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

[645]. Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.


Terjemahan dan tafsir menunjukkan bahwa ada yang menolah pergi berperang, dalihnya adalah khawatir tergoda wanita-wanita Romawi. hmmm... Kira-kira bagaimana apabila dailh mereka adalah karena mereka tidak ingin membunuh orang tidak bersalah?

ok, itu adalah asumsi. Tetapi ayat ini menjelaskan bahwa perintah Allah untuk memerangi kafir di manapun mereka berada adalah mutlak. Dan keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.

50. Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
51. Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."
52. Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan[646]. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu."

[646]. Yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid.


Ayat ini adalah ayat yang ditujukan bagi yang pergi berjihad tentang apa itu orang yang tidak mau pergi berjihad. Orang - orang seperti Amrozi cs, jelas tidak salah sebagai seorang muslim. Mereka memandang para muslim lainnya yang tidak sepaham, persis dengan ayat di atas. Dan bagi mereka, yang menunggu hanya dua, menang atau mati syahid.

Memerangi orang kafir dimanapun mereka berada, sampai menang atau mati syahid adalah ajaran sebenarnya dari Islam.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Ayat 53-57

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 1:15 pm

Ayat 53-57 sebenarnya masih satu perikop dengan bagian yang di atas, tetapi saya pisah karena ada hal yang sangat menarik.

53. Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan[*] diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.

54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.


Ayat-ayat ini jelas membantah tafsir ulama2 di televisi bahwa berjihad itu bisa dengan melawan kemiskinan! Ayat 53 ditujukan untuk orang-orang muslim yang menolak pergi berperang. Jadi harta yang digunakan untuk sumbangsih, tidak ada artinya di mata Allah! Melainkan semangat pergi berperang terhadap orang kafir, itulah yang benar menurut AlQuran.

Muslim akan berkelit dengan menunjukkan bahwa ayat 54 adalah penjelasan. Bahwa itu adalah untuk orang yang tidak atau malas mengerjakan sembahyang, bahwa mereka sebenarnya enggan menafkahkan harta mereka. ITU ADALAH PEMBODOHAN!!! Ayat 54 jelas bukan penjelasan, melainkan suatu tuduhan klasik ala Islam bagi mereka yang disebut orang munafik karena enggan pergi berperang.

55. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.


Dan ingatkah kita? Bagaimana Amrozi cs enggan makan makanan penjara karena mereka tidak mau makan nafkah dari pemerintah kafir? Ayat di atas itu adalah ilham bagi mereka. Bahwa harta benda orang munafik yang enggan berperang adalah haram bagi mereka.

56. Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

57. Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.


DAN PERHATIKAN WAHAI MUSLIM2 YANG MENENTANG JIHAD PARA MUJAHIDIN!!
Kalian, bukanlah golongan yang diridhoi allah seperti yang disebut ayat 56. Kalian hanya orang2 munafik, yang bersumpah demi nama Allah saja (termasuk bersyahadat), dan kalian menganggap bahwa kalian satu golongan (masuk surga) dengan kaum2 mujahidin. Padahal kalian bukanlah dari golongan mereka... kalian adalah orang-orang yang penakut!

Di atas, bukan perkataan saya, itu perkataan Allah melalui rasulnya Muhammad.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

PENUTUP 123-129

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 1:40 pm

Ayat-ayat selanjutnya bicara soal aturan zakat sedekah dan ijin bagi yang tidak pergi berperang. Tetapi dari 57 ayat pertama di atas saja, kita sudah bisa melihat apa sih Islam itu sebenarnya. Sisanya banyak sekali yang berhubungan dengan larangan berbuat baik terhadap kaum Musyrik dan juga kutukan bagi orang munafik yang enggan berperang.

Larangan berdoa bagi kaum Musyrik
113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.


dan di bagian penutup:

123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.


Muslim, wajib mengobarkan perang terhadap kafir di sekitarnya dengan keras.

124. Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.


Dan mereka harus menerima surat At Taubah ini untuk menambahkan imannya dengan rasa gembira. Ketika mendapati surat ini yang penuh kekerasan terhadap orang kafir, kristen, musyrik... Muslim harus menerimanya dengan penuh sukacita tanpa rasa ragu karena atas ridho allah wajib mengobarkan perang terhadap kafir

125. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit[666], maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

[666]. Maksudnya penyakin bathiniyah seperti kekafiran, kemunafikan, keragua-raguan dan sebagainya.


Dan bagi anda muslim yang ragu-ragu, anda hanyalah berpenyakit dan munafik! dengan turunnya surat At Taubah, anda yang ragu-ragu dan munafik masuk ke dalam golongan kafir.. bukan kaum muslim sejati lagi

126. Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji[667] sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

[667]. Yang dimaksud dengan ujian disini ialah: musibah-musibah yang menimpa mereka seperti terbukanya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka dan sifat mereka menyalahi janji.


Sekali atau dua kali setiap tahun, muslim 'munafik' diuji, mereka dipertemukan dengan teman2 mereka yang kafir dan seterusnya. (yang katanya suka menipu dan mengkhianati). Tidakkah mereka bertaubat dan mengambil pelajaran? Itu adalah perintah Allah kepada muslim. Ambillah pelajaran, karena kafir itu suka tipu daya dan pengkhianat, jadi perangilah!

127. Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."


Dan itulah surat At Taubah yang diturunkan oleh Allah SWT sendiri yang konon maha pengasih dan penyayang, mengobarkan perang terhadap seluruh orang kafir yang tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah SWT, yang diberikan kepada mereka Alkitab. Yang menghukum kaum muslim yang enggan pergi berperang, yang mengategorikan mereka sebagai munafik dan layak mendapat siksa neraka yang kekal.

Itukah yang kalian sembah? Semoga bertemu dengan allah seperti itu di surga dengan jutaan bidadarinya dan milyaran budak, 72 bidadari, 80.000 budak bagi setiap orang.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Bigman » Sat Mar 07, 2009 2:30 pm

Sorry Bang Fox !
@All muslim ada Pengajian Agama Islam nih !!!
Baca dong, kalo ada yang salah koreksi !!!

Trim's.
User avatar
Bigman
 
Posts: 3240
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Sat Mar 07, 2009 3:48 pm

sarapanbabidottv wrote:baguslah kemajuan...

ntar klo dah khatam simpulin yah terus baru ajak muslim debat...
biar gak malu-maluin...
:lol: :lol: :lol:


@Babi, gimana, mau debat di sini? Kalau ya bikin nick baru, karena nickmu biasanya hilang lenyap sebelum matahari terbit.
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby belajarsejarah » Tue Mar 10, 2009 1:44 am

Ayat-ayat Narcis :snakeman:
User avatar
belajarsejarah
 
Posts: 533
Joined: Mon Feb 02, 2009 2:13 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Tue Mar 10, 2009 5:54 pm

mau tanya nih pir ...
kalo surat Attaubah itu diturunkan untuk hal yg bersifat kasuistis atawa dogmatis ?
Head Fixer
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Postby up1234go » Tue Mar 10, 2009 6:37 pm

Dari istilah bahasa yang diucapkan, sdr. Head Fixer ternyata seorang intelek.

Semoga ke intelekannya tidak nyungsep/drop secara tiba-tiba.
up1234go
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby rainy » Tue Mar 10, 2009 6:47 pm

Head Fixer wrote:mau tanya nih pir ...
kalo surat Attaubah itu diturunkan untuk hal yg bersifat kasuistis atawa dogmatis ?


good question ......

kalau ayat - ayat al quran yang buruk / jahat / bertentangan dengan akal sehat dan hati nurani ===> muslim bilang ayat - ayat kasuistis, padahal argumen itu hanya untuk menutupi KETIDAKMAUAN dan KETIDAKSETUJUANNYA untuk menaati perintah allah swt. (termasuk ayat - ayat tentang poligami, hukum waris, perbudakan, harta rampasan perang, pembunuhan, murtad dll)

Mungkin mas fixer perlu mendefinisikan terlebih dahulu apa itu KASUiSTIS dan DOGMATIS ?
Bilamana suatu ayat disebut KASUISTIS ?
Bilamana suatu ayat disebut DOGMATIS?
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Tue Mar 10, 2009 7:16 pm

gue udeh ngasih pertanyaan bagus...sayang gue gak dapat jawaban bagus ..malah dicerca pertanyaan baru ... cape dech ..
dalam dunia Islam dikenal yg namanya ILLAT HUKUM,
kamu mau tau apa itu illat hukum ?... nih baca sendiri ...!

"Yang dimaksud dengan jiwa yang melatarbelakangi sesuatu ketentuan hukum disebut Illat Hukum atau kausa hukum"
http://almanaar.wordpress.com/2007/10/17/illat-hukum/

illat hukum akan digunakan dalam menghadapi ayat2 yang sebab turunnya kasuistik. jadi kalo ada ayat kasuistis harus dicari dulu jiwa dari hukum2 yang terkandung di dalamnya. situasinya sama tidak ? .. kejadiannya percis tidak ?..
jika situasi sama maka hukum sama dan sebaliknya.
jadi kalo maksa2 muslim menerapkan suatu kebijakan Tuhan akan kasus tertentu dalam menghadapi kasus yg sama sekali berbeda itu namanya *** ... :finga:
Head Fixer
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby rainy » Tue Mar 10, 2009 7:29 pm

Head Fixer wrote:"Yang dimaksud dengan jiwa yang melatarbelakangi sesuatu ketentuan hukum disebut Illat Hukum atau kausa hukum"

ok.... so..

Head Fixer wrote:jadi kalo maksa2 muslim menerapkan suatu kebijakan Tuhan akan kasus tertentu dalam menghadapi kasus yg sama sekali berbeda itu namanya *** ... :finga:


ok..... jadi apa definisi dari ayat - ayat KASUISTIS dan DOGMATIS?

Mas fixer kan tahu pentingnya mendefinisikan istilah tertentu untuk menyamakan persepsi diantara dua pihak yang berdiskusi.
Untuk mas fixer dan muslim lainnya, isilah titik - titik dibawah ini :
1. Dalam islam, Suatu ayat disebut ayat KASUISTIS apabila ...................
2. Dalam islam, Suatu ayat disebut ayat DOGMATIS apabila ...............

setelah mas mendefinisikan istilah tersebut dalam satu atau beberapa kriteria tertentu baru kita lanjutkan diskusi ini, ok?
User avatar
rainy
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Tue Mar 10, 2009 7:57 pm

kasuistis itu sebuah ayat turun untuk menjawab/menerangkan aturan dalam kasus tertentu yang terjadi yg melatar belakangi turunnya. misal ya attaubah ini menyangkut perjanjian hudaibiah yakni antara kafir Quraisy dan sekutunya bersama dgn muslim. ayat tsb concern pada kasus perjanjian yg terjadi saat itu antara muslim kala itu dgn kafir kala itu. jd kalo kita mau mengambil suatu hukum di dalamnya, jiwa masalah tsb harus dipetakan dulu dan difahami dan disamakan dgn masalah baru, apakah sejiwa atau tidak.

sedangkan ayat2 dogmatis, adalah ayat2 yg murni turunya berfungsi secara universal dan tdk lekang oleh waktu. misal ajaran mengasihi fakir miskin, perintah sholat, dan hukum2 yang bersifat bukan menjawab kasus parsial dan temporal.
Head Fixer
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot]