.

Ismail Bukan Anak Yang Dikurbankan

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Postby mykus » Tue Mar 06, 2007 4:07 pm

Memang Ishak yang akan di sebut kerana dia tinggal bersama Abraham, manakala Ismail tidak.

orang yang melihat Ishak bersama Abraham juga pasti akan berfikir hanya itu anak Abraham, lebih2 lagi jika orang yg baru pertama kali melihatnya.

lihatlah nabi2 dari keturunan Ishak, mereka sering kali di cerca oleh kaumnya sendiri sehingga ada yang terbunuh. kaum ini sangat degil dan hina.

berbanding Ismail, yang Allah janjikan sebuah bangsa yang besar, tidak perlukan nabi2 lagi kerana bangsanya sangat patuh kepada Allah. sehingga akhirnya sesat juga lalu lahirlah Muhammad sebagai nabi terakhir.
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby tongtong » Tue Mar 06, 2007 4:12 pm

yang berani menyebut nama anak yang dikorbankan adalah alkitab, al qur'an mana berani menyebutnya, dasar penulisnya bencong arab, berani nulis anak dikorbankan, tetapi ga berani dengan tegas nulis namanya.
tongtong
 
Posts: 3596
Joined: Wed Jan 24, 2007 10:52 am

Postby mykus » Tue Mar 06, 2007 4:18 pm

Al-Quran bukan nya di baca dengan maksud tersurat aja, tetapi juga tersirat. kalau kamu gak pandai membaca Al-Quran, harus belajar dulu. Al-Quran ada di dalamnya tertulis dengan jelas dan berani, Nabi Muhammad itu adalah rahmat seluruh alam. bukan manusia aja tapi seluruh alam ini. sangat berani kan?

Kaum dari Ishak adalah yahudi sehingga turunnya Yesus, tetapi malangnya dia juga hendak di bunuh oleh kaumnya sendiri. Tapi yang peliknya, kaum yahudi tetapi dengan agamanya yahudi tetapi kaum lain yang mengganggapnya tuhan.

Kaum dari Ismail adalah Arab sehingga turunnya Muhammad, dia juga hampir di bunuh kaumnya sendiri tetapi akhirnya seluruh kaumnya menganuti ajarannya. Memang benar janji Allah, Dia menjadikan keturunan Ismail sebuah bangsa yang besar.
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby tongtong » Tue Mar 06, 2007 4:22 pm

mykus wrote:Al-Quran bukan nya di baca dengan maksud tersurat aja, tetapi juga tersirat. kalau kamu gak pandai membaca Al-Quran, harus belajar dulu. Al-Quran ada di dalamnya tertulis dengan jelas dan berani, Nabi Muhammad itu adalah rahmat seluruh alam. bukan manusia aja tapi seluruh alam ini. sangat berani kan?

Kaum dari Ishak adalah yahudi sehingga turunnya Yesus, tetapi malangnya dia juga hendak di bunuh oleh kaumnya sendiri. Tapi yang peliknya, kaum yahudi tetapi dengan agamanya yahudi tetapi kaum lain yang mengganggapnya tuhan.

Kaum dari Ismail adalah Arab sehingga turunnya Muhammad, dia juga hampir di bunuh kaumnya sendiri tetapi akhirnya seluruh kaumnya menganuti ajarannya. Memang benar janji Allah, Dia menjadikan keturunan Ismail sebuah bangsa yang besar.


dasar keturunan bencong arab, membelokkan masalah ke hal2 lain, kalau mohammad emang jantan, pasti dia berani menulis bahwa yang dikorbankan adalah ismael bukan ishak.
tongtong
 
Posts: 3596
Joined: Wed Jan 24, 2007 10:52 am

Postby tongtong » Tue Mar 06, 2007 4:27 pm

mykus wrote:Al-Quran bukan nya di baca dengan maksud tersurat aja, tetapi juga tersirat.


tersurat ataupun tersirat tak penting, yang pasti al qur'an tak menyebut satu katapun tentang siapa yang dikorbankan, kok tiba2 muncul nama ismael, edan tenan.
tongtong
 
Posts: 3596
Joined: Wed Jan 24, 2007 10:52 am

Ismael....

Postby Tuvong » Tue Mar 06, 2007 5:25 pm

:lol: kan quran tu buku citak rompak....hampir separuh nama-nama nabi dari Taurat dan Injil di rompak dan jalan ceritanya pun berputar belit di dalam quran...tu la sebab quran tak berani dan tak tahu yang mana satu anak yang abraham korban kan....sampai cerita Yesus Kristus pun sudah di putar belit di dalam quran itu la islam tidak tahu jalan cerita yang sebenarnya... mereka percaya cerita yang di citak rompak oleh nabi mohammad.....Tidak hairan Yesus sudah jelas memberi pesan supaya manusia berhati-hati dengan ketadangan Nabi Palsu yang menyesatkan ramai orang.
Tuvong
 
Posts: 420
Joined: Thu Jun 15, 2006 9:18 pm
Location: Kota Kinabalu

ishak dong

Postby pod-rock » Tue Mar 06, 2007 6:06 pm

Saya lupa linknya, yg saya ingat ini dari Jaringan Islam Liberal.

Ismail atau Ishak?

Oleh Abd Moqsith Ghazali (kalau penulisnya dari sini http://islamlib.com/id/index.php?page=a ... thor&id=36)


Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Karena itu, umat Islam, kristiani, dan kaum Yahudi mengimani bahwa penyembelihan itu bukan mitos yang perlu dijebol, tapi fakta yang harus diimani. Begitulah. Hanya para ulama Islam berbeda pandangan tentang siapa yang hendak disembelih di antara putera-putera Ibrahim. Ada yang menyebut Ismail, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Hajar (Perjanjian Lama [PL] menyebutnya Hagar), isteri kedua. Dan ada pula yang menyatakan Ishak, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Sarah (PL menyebutnya Sarai atau Sara), isteri pertama. Perlu diketahui bahwa Ismail lebih tua dari Ishak. Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Qur`an al-Karim (Juz IV hlm. 16) menjelaskan bahwa Ismail lahir saat Ibrahim berumur 86 tahun. Sementara Ishak lahir ketika Ibrahim berumur 99 tahun--menurut PL 100 tahun.

Al-Qurthubiy dalam al-Jami' li Ahkam al-Qur`an (Jilid VIII, hlm. 87) mengemukakan perihal perbedaan pandangan itu. Ada yang menyatakan bahwa yang diperintahkan untuk dikurbankan adalah Ismail. Pendapat ini dikemukakan oleh sejumlah sahabat Nabi dan tabi'in, seperti Abu Hurairah, Abu Thufail, Amir bin Watsilah, Sa'id ibn al-Musayyab, Yusuf bin Mihran, Rabi' bin Anas, dan Muhammad ibn Ka'b al-Quradhiy. Pendapat ini konon didasarkan pada sebuah data historis yang menjelaskan bahwa penyembelihan tersebut berlangsung di Mekah (dahulu bernama Bakkah), sehingga yang hendak disembelih tersebut pasti Ismail, karena Ishak sepanjang hidupnya tidak pernah sampai ke sana. Mereka mengajukan bukti tambahan. Tanduk hewan kurban, pengganti Ismail, di gantung di Ka'bah. Sekiranya Ishak yang mau disembelih, maka tanduk itu kiranya tak digantung di Ka'bah, mungkin di tempat lain seperti Baytul Maqdis. Lepas dari argumen yang disodorkannya, terang bahwa pendapat pertama ini yang paling banyak dipercaya.

Sementara yang lain berpendapat bahwa anak yang diminta untuk disembelih, tidak lain, adalah Ishak bin Ibrahim. Pendapat ini diikuti oleh sejumlah sahabat dan tabiin. Dari kalangan sahabat tercatat nama-nama seperti Abdullah ibn Abbas, Abdullah bin Mas'ud, Umar bin Khaththab, Jabir, Abdullah bin Umar, dan Ali bin Abi Thalib. Dari kalangan tabi'in yang berpendapat demikian di antaranya, Alqamah, Sya'biy, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Ka'ab al-Ahbar, Qatadah, Masruq, Ikrimah, Qasim bin Abi Bazzah, Atha`, Abdurrahman bin Sabith, al-Zuhry, al-Sadiy, Abdullah bin Abi al-Hudzail, dan Malik bin Anas. Pendapat ini bukan hanya didasarkan pada hadits, tapi juga asumsi kesejarahan. Kelompok kedua ini mengakui bahwa tanduk domba yang disembelih itu digantung di Ka'bah, tapi--menurut mereka--itu dibawa Ibrahim dari negeri Kan'an, tempat tingal Ishak.

Sayangngnya, sekalipun pendapat kedua ini memiliki argumentasi yang kuat, tetap saja ia kalah populer dengan pendapat pertama. Jangan-jangan, pendapat yang kedua ini tertolak hanya karena ia didukung atau (malah) merujuk pada Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama disebut bahwa Ishak lah yang akan dikurbankan, dan bukan Ismail. Tuhan berfirman kepada Ibrahim, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu" (Kejadian, 22: 2]. Pada sumber inilah, seluruh umat Yahudi dan Nashrani mengacu, sehingga tak terlalu tampak perselisihan pendapat di antara mereka.

Berbeda dengan Perjanjian Lama, Alquran tidak menuturkan dengan tegas tentang siapa yang hendak disembelih Ibrahim tersebut. Dari sinilah kiranya perbedaan pendapat itu bermula. Mungkin ada yang meng-copy PL bahwa Ishak lah yang hendak disembelih. Ada yang menyangkal bahwa yang mau disembelih itu Ismail, bukan Ishak. Anehnya, hadits yang menjelaskan hal ini pun cukup beragam. Suatu waktu Nabi menyebut Ismail. Kala yang lain berkata Ishaq. Pada hemat saya, ini merupakan bukti betapa tidak mudahnya melakukan verifikasi terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi pada zaman lampau. Sejumlah kisah yang disajikan Alquran tak sepenuhnya bisa dan boleh di cek secara ilmiah, menyangkut akurasi dan validitas datanya. Sebab, terlalu banyak orang yang berkeberatan jika Alquran diperlakukan secara demikian.


Kutipan diatas:
Anehnya, hadits yang menjelaskan hal ini pun cukup beragam. Suatu waktu Nabi menyebut Ismail. Kala yang lain berkata Ishaq.

Berarti betul si Moh ini cuma asal njeplak aja seinget dia, kadang dia bilang ishak, lain kali inget O iya ya, kan gua mengaku dari keturunan ismail, jadi bilang Ismail dong.
User avatar
pod-rock
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby Nurlela » Tue Mar 06, 2007 7:39 pm

mykus wrote:Al-Quran bukan nya di baca dengan maksud tersurat aja, tetapi juga tersirat. kalau kamu gak pandai membaca Al-Quran, harus belajar dulu. Al-Quran ada di dalamnya tertulis dengan jelas dan berani, Nabi Muhammad itu adalah rahmat seluruh alam. bukan manusia aja tapi seluruh alam ini. sangat berani kan?

Kaum dari Ishak adalah yahudi sehingga turunnya Yesus, tetapi malangnya dia juga hendak di bunuh oleh kaumnya sendiri. Tapi yang peliknya, kaum yahudi tetapi dengan agamanya yahudi tetapi kaum lain yang mengganggapnya tuhan.

Kaum dari Ismail adalah Arab sehingga turunnya Muhammad, dia juga hampir di bunuh kaumnya sendiri tetapi akhirnya seluruh kaumnya menganuti ajarannya. Memang benar janji Allah, Dia menjadikan keturunan Ismail sebuah bangsa yang besar.


Jelas anda tidak dapat menyebutkan ismail adalah yang dikurbankan,
sedangkan alkitab dengan jelas menyebutkan ishak-lah yang dikurbankan.
Saya menilai anda sudah kalah berdebat dalam forum ini, orang bodohpun bisa menilai anda tidak dapat menyebutkan ismail yang dikurbankan dan anda tidak dapat mempertahankan argumentasi anda, jawaban anda mbulet (ngalor-ngidul) bahasa jawanya, seperti al-quran anda yang banci, karena tidak bisa menyebutkan dengan tegas ismail yang dikurbankan. Al-quran tidak dibaca dengan tersurat tapi tersirat, kayak mainan sulap saja, kalau berdebat seperti ini sama saja berdebat dengan orang gila. Stop .... percuma berdebat dengan orang gila.
User avatar
Nurlela
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 8:12 am

Orang yang tidak mau berpikir akan berkata demikian, inilah juga yang di sebut oleh Allah terhadap orang kafir. Jadi umat Islam sudah tau perkataan ini akan keluar dari mulut kamu.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman". Mereka menjawab: "Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang **** itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya)." (Al-Baqarah 2:13)
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby Nurlela » Wed Mar 07, 2007 10:00 am

mykus wrote:Orang yang tidak mau berpikir akan berkata demikian, inilah juga yang di sebut oleh Allah terhadap orang kafir. Jadi umat Islam sudah tau perkataan ini akan keluar dari mulut kamu.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman". Mereka menjawab: "Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang **** itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya)." (Al-Baqarah 2:13)
Dalam topik ini jelas anda tidak dapat menyanggah bahwa ishaklah yang dikurbankan, bukan ismail.
Ini tidak terbantahkan, jawaban anda melenceng jauh dari topik yang dibahas.
User avatar
Nurlela
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby tongtong » Wed Mar 07, 2007 10:38 am

mykus wrote: Orang yang tidak mau berpikir akan berkata demikian, inilah juga yang di sebut oleh Allah terhadap orang kafir. Jadi umat Islam sudah tau perkataan ini akan keluar dari mulut kamu.


apanya yang dipikir? al qur'an aja ga berani menyebut kalau ismael yang dikorbankan kok, emangnya kamu lebih pinter dari mohammad?

mykus wrote: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman". Mereka menjawab: "Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang **** itu?" Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya)." (Al-Baqarah 2:13)


ayat itu apa hubungannya dengan masalah yang sedang dibicarakan? : ismael bukan anak yang dikorbankan.

wong gemblung, bawa ayat yang ga ada hubungannya dengan apa2.
tongtong
 
Posts: 3596
Joined: Wed Jan 24, 2007 10:52 am

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 4:30 pm

darsuki wrote:Jelas Ishak adalah anak tunggal, karena ishak adalah anak dari istri yang sah yaitu Sarah, ishak anak tunggal, anak perjanjian ahli waris Abraham, sedangkan ismail hanyalah anak seorang pembantu, anak gundik, jadi tidak berhak atas waris Abraham. Jelas alkitab didalam kitab kej. 22:2 menyebutkan yang dikurbankan adalah ishak, sedangkan al-quran tidak bisa menyebutkan ismail-lah yang di-kurbankan, jangan oot .... terus.


jika aku hanya mau mengambil terjemahan bahasa inggeris, hagar bukan gundik tetapi isteri yang sah. gundik dan isteri membawa 2 perkataan yang berbeza, kamu telah menipu aku.

So after Abram had been living for ten years in the land of Canaan, Sarai took Hagar, her Egyptian servant, and gave her to Abram for his wife. (kejadian 16:3)
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 4:45 pm

jadi dengan mengatakan anak yang tunggal adalah Ishak, padahal sebelum Ishak sudah ada Ismail anak yang sah. Maka kalimah itu sudah salah sama sekali. jadi ayat ini tidak dapat di terima keasliannya. jadi penyembelihan Ishak dapat di sanggah.
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby Nurlela » Wed Mar 07, 2007 9:44 pm

darsuki wrote:

Jelas Ishak adalah anak tunggal, karena ishak adalah anak dari istri yang sah yaitu Sarah, ishak anak tunggal, anak perjanjian ahli waris Abraham, sedangkan ismail hanyalah anak seorang pembantu, anak gundik, jadi tidak berhak atas waris Abraham. Jelas alkitab didalam kitab kej. 22:2 menyebutkan yang dikurbankan adalah ishak, sedangkan al-quran tidak bisa menyebutkan ismail-lah yang di-kurbankan, jangan oot .... terus.


mykus wrote:jika aku hanya mau mengambil terjemahan bahasa inggeris, hagar bukan gundik tetapi isteri yang sah. gundik dan isteri membawa 2 perkataan yang berbeza, kamu telah menipu aku.

So after Abram had been living for ten years in the land of Canaan, Sarai took Hagar, her Egyptian servant, and gave her to Abram for his wife. (kejadian 16:3)


Ha..ha..ha, anda masih belum mau menyerah juga, saya kira anda sudah menyerah kalah, bandel juga anda nampaknya, sampai-sampai anda bertapa mencari-cari alkitab terjemahan inggris segala.
Saya tidak menipu atau berbohong, buat apa saya menipu anda, memang Sarah/Sarai memberikan hagar kepada Abraham hanya sebagai gundik, tidak masuk akal Sarai sebagai nyonya mau memberikan hagar, pembantunya, kepada Abraham suaminya untuk diambil sebagai istri yang sah.
Alkitab saya dengan tegas menyebut hagar hanya seorang gundik, bukan istri yang sah, karena dalam bahasa aslinya memang disebut gundik.
Ini ayatnya :
Kej 16:1 Hata, maka Sarai, istri Abram itu, tiada beranak, maka adalah padanya seorang sahaya perempuan Mesir, yang bernama Hagar.
2 Maka kata Sarai kepada Abram, sesungguhnya Tuhan telah menahani adinda daripada beranak, sebab itu hendaklah kiranya kakanda bersetubuh dengan sahaya adinda, kalau-kalau adinda beroleh anak daripadanya. Maka diluluskan Abram permintaan Sarai itu.
3 Maka setelah sepuluh tahun lamanya Abram telah mendiami negeri Kanaan itu, diambil oleh Sarai isteri Abram, akan Hagar, sahaya Mesir itu, diberikannya kepada Abram, suaminya akan gundiknya.
Jadi jelas-jelas Sarai memberikan Hagar kepada Abram hanya untuk bersetubuh dan mempunyai anak, karena Sarai pada waktu itu belum bisa mengandung, jadi hagar diberikan oleh Sarai kepada Abram hanya sebagai seorang gundik bukan sebagi istri yang sah. Inisiatif mengambil hagar bukan dari Abram, tapi Sarai yang memberikan hagar, pembantunya, untuk dijadikan gundik suamimya Abram.
Kalau sampai Sarai memberikan hagar pembantunya untuk dijadikan istri sah suaminya, berarti keturunan hagar akan mendapat hak waris, sama seperti keturunannya, apa Sarai sudah gila, orang Jawa bilang ( Opo wis edan ) !! Sarai tidak **** bro .......

Skak mat, anda sudah KeoK.
User avatar
Nurlela
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 10:26 pm

jadi ada satu lagi percanggahan di dalam bible mu, satu terjemahan mengatakan istri, satu lagi hanya sebagai gundik. jelas ada kesalahan.

aku juga tau apa maksudnya wife, apa maksud istri, apa maksud gundik. maksud gundik dan istri berbeda. jangan menipu aku dengan maksud perkataan itu. Kue seng wis edan.

Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Kej 16:3)

jelas di sebut istri, bukan gundik. memang Ismail mempunyai hak waris tetapi Yahudi telah menafikannya.
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby parlin » Wed Mar 07, 2007 10:31 pm

mykus wrote:Al-Quran bukan nya di baca dengan maksud tersurat aja, tetapi juga tersirat. kalau kamu gak pandai membaca Al-Quran, harus belajar dulu. Al-Quran ada di dalamnya tertulis dengan jelas dan berani, Nabi Muhammad itu adalah rahmat seluruh alam. bukan manusia aja tapi seluruh alam ini. sangat berani kan?



yah.. ditanya.. kok malah dijawab yang laen seh..
emang topik ini nanya tentang muhamad ya..
lantas kl km pandai baca quran, emang ada ya disitu dituliskan ismail yang dikorbankan..
he.. he.. kasih tau dong ke kita..

Nabi Muhammad itu adalah rahmat seluruh alam. bukan manusia aja tapi seluruh alam ini. sangat berani kan?


kok pake tanda tanya sih nulisnya..
apa kamu ragu ya.. atw minta persetujuan dr kami..
he.. he.. kl alam mimpi / dunia khayalan.. mungkin aja..

Memang benar janji Allah, Dia menjadikan keturunan Ismail sebuah bangsa yang besar.


betul sih keturunan ismael adalah sebuah bangsa yang besar..
tp kan masih ada sambungannya.. :P

tentang ismail dikatakan :
"Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya"

ini juga terbukti.. lihatlah bagaimana bangsa arab itu..
parlin
 
Posts: 50
Joined: Fri Feb 02, 2007 2:06 pm

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 10:47 pm

memang sarah mengatakan Ismail tidak boleh menjadi waris, tetapi Allah mengatakan setiap anak Ibrahim adalah waris. mana satu kamu mau ikut? cakap sara atau Allah?

“tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya (Abraham), demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu (Kejadian 15:4).


"Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, (Ulangan 21:15)

maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung. (Ulangan 21:16)

Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan." (Ulangan 21:17)
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby mykus » Wed Mar 07, 2007 10:57 pm

darsuki wrote:
Ha..ha..ha, anda masih belum mau menyerah juga, saya kira anda sudah menyerah kalah, bandel juga anda nampaknya, sampai-sampai anda bertapa mencari-cari alkitab terjemahan inggris segala.
Saya tidak menipu atau berbohong, buat apa saya menipu anda, memang Sarah/Sarai memberikan hagar kepada Abraham hanya sebagai gundik, tidak masuk akal Sarai sebagai nyonya mau memberikan hagar, pembantunya, kepada Abraham suaminya untuk diambil sebagai istri yang sah.
Alkitab saya dengan tegas menyebut hagar hanya seorang gundik, bukan istri yang sah, karena dalam bahasa aslinya memang disebut gundik.
Ini ayatnya :
Kej 16:1 Hata, maka Sarai, istri Abram itu, tiada beranak, maka adalah padanya seorang sahaya perempuan Mesir, yang bernama Hagar.
2 Maka kata Sarai kepada Abram, sesungguhnya Tuhan telah menahani adinda daripada beranak, sebab itu hendaklah kiranya kakanda bersetubuh dengan sahaya adinda, kalau-kalau adinda beroleh anak daripadanya. Maka diluluskan Abram permintaan Sarai itu.
3 Maka setelah sepuluh tahun lamanya Abram telah mendiami negeri Kanaan itu, diambil oleh Sarai isteri Abram, akan Hagar, sahaya Mesir itu, diberikannya kepada Abram, suaminya akan gundiknya.
Jadi jelas-jelas Sarai memberikan Hagar kepada Abram hanya untuk bersetubuh dan mempunyai anak, karena Sarai pada waktu itu belum bisa mengandung, jadi hagar diberikan oleh Sarai kepada Abram hanya sebagai seorang gundik bukan sebagi istri yang sah. Inisiatif mengambil hagar bukan dari Abram, tapi Sarai yang memberikan hagar, pembantunya, untuk dijadikan gundik suamimya Abram.
Kalau sampai Sarai memberikan hagar pembantunya untuk dijadikan istri sah suaminya, berarti keturunan hagar akan mendapat hak waris, sama seperti keturunannya, apa Sarai sudah gila, orang Jawa bilang ( Opo wis edan ) !! Sarai tidak **** bro .......

Skak mat, anda sudah KeoK.



kenapa kamu menipu aku tentang terjemahan ayat itu? aku check sendiri ayat itu di laman web alkitab.

terjemahan bahasa :
http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter ... e=clearsky

terjemahan inggeris :
http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter ... e=clearsky
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

Postby Nurlela » Thu Mar 08, 2007 8:07 am

Siapa yang menipumu, buat apa aku menipumu, jelas alkitab saya mengatakan kej. 16:3 disebut gundik, bukan istri. Alkitab saya adalah terbitan LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) tahun 1968, itu yang benar, sebab dalam bahasa aslinya memang diartikan gundik bukan istri, kalau kamu bisa mendapatkan alkitab terbitan seperti yang saya sebutkan diatas, hagar disebut gundik bukan istri.
Anda selalu berkilah jelas-jelas seperti yang tertulis didalam kej 21:12 .....sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Jadi memang satu-satunya ahli waris yang tunggal adalah ishak ( the only one ) bukan ismail, bukan adik-adik ishak atau orang lain. Jelas ini tidak terbantahkan.
Skak mat anda sudah keok.
User avatar
Nurlela
 
Posts: 994
Joined: Wed Feb 14, 2007 8:50 am
Location: Earth

Postby mykus » Thu Mar 08, 2007 8:25 am

aku tidak berkilah, aku hanya memahami apa yang kitab kamu sendiri katakan. jadi permasalahan sama ada gundik atau isteri itu, umat kristen masih lagi bingung dan tidak konsisten. dalam bahasa inggeris di sebut wife, dalam bahasa indonesia (terjemahan baru) di sebut isteri tetapi dalam bahasa indonesia (terjemahan lama) di sebut gundik. mana satu yang benar? kalau begitu berikan aku 3 bahasa alkitab yang diterbitkan tahun 1968, Inggeris, Bahasa Indonesia dan Bahasa melayu. mana tau ada perkataan concubine (gundik) dalam terjemahan Inggeris.

kalau jawab exam pun bisa salah, mana bisa kalau ada anak yang lain, anak kedua di sebut anak tunggal. gak bisa, salah sekali. paling tidak, di sebut anak kedua atau anak yang bongsu.

“tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya (Abraham), demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu (Kejadian 15:4).

lihat Allah berkata kepada Abraham, di saat itu dia gak punya anak lagi, baik Ismail atau Ishak. dia kata, anak kandungmu yang akan menjadi ahli warismu. Ismail itu anak kandung Abraham, bukan anak angkat. yang di katakan anak kandung itu, ialah mempunyai DNA yang sama, pertalian darah yang sama, keturunan yang sama.

satu ayat Allah menyebut warismu adalah anak kandungmu, satu ayat yang akan disebut keturunanmu adalah Ishak. memang orang yahudi hanya menyebut Ishak keturunannya, tapi mereka tidak dapat menafikan Ibrahim itu anak kandung (waris) Abraham.

masakan Allah menafikan firmannya sendiri : -

"Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, (Ulangan 21:15)

maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung. (Ulangan 21:16)

jadi kitabmu itu mempunyai kontradiksi, satu ayat cakap begini, satu ayat cakap begini. mana satu yang betul?
mykus
 
Posts: 442
Joined: Fri Feb 16, 2007 7:55 pm

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users