.

Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA

Postby Duladi » Wed Aug 06, 2008 12:57 pm

Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA

Seringkali kita tidak menyadari, dikira, Halal-Haram berhubungan dengan dosa. Padahal bila kita mau belajar ajaran yang benar tidaklah demikian. Halal-Haram tidak menyebabkan dosa, tetapi HATI & PERBUATAN-lah yang menyebabkan kita berdosa.

HALAL-HARAM pertanggungjawabannya adalah pada diri kita sendiri.
Tetapi DOSA harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Ajaran yang mula-mula, yaitu Taurat, tidak pernah menyebut MEMBUNUH itu sebagai "HARAM", melainkan DOSA.

Sedangkan penyebutan HARAM itu hanya diterapkan pada jenis makan-makanan saja. Di mana hal itu bagi yang melanggarnya, akan mengakibatkan si pelanggar menjadi najis (kotor). Tapi ia tidak pernah dikatakan BERDOSA.

Sungguh berbeda, Najis dan Dosa.

Tetapi di kemudian hari, Islam mengacaukan pengertian itu. Islam mencampuradukkan istilah HARAM dan DOSA sebagai satu makna, untuk tujuan menggiring manusia agar fokus terhadap hal-hal yang sepele dan mengabaikan hal-hal yang besar.

Masalah makanan dipersoalkan, masalah kesucian tubuh dipersoalkan, tetapi DOSA YG SEBENARNYA diabaikan.

Pemahaman Islam akan HALAL-HARAM adalah sesat.
Sejatinya Halal dan Haram tidak menyebabkan DOSA, apalagi sampai menyebabkan seseorang masuk neraka. :lol:
Tetapi islam menyamakan HALAL=TIDAK BERDOSA dan HARAM=BERDOSA.

Di dalam ajaran Arab, Anda diajarkan untuk memfokuskan diri pada persoalan HALAL-HARAM, di mana makan daging babi haram (berdosa), tapi kalau membunuh manusia halal (tidak berdosa). Ini tipu muslihat setan.

Sebab bagaimana logikanya, membunuh manusia adalah dosa tapi dinyatakan halal oleh Islam;
sementara makan daging babi yang tidak dosa malah dijadikan ukuran keberdosaan seseorang?

SUNAT

SUNAT diperuntukkan bagi anak keturunan Abraham dari garis Yakub (bani Israel) sebagai TANDA PERJANJIAN antara Tuhan dengan umat itu bahwa mereka akan mewarisi TANAH PALESTINA. Tetapi Islam mengadopsi perihal SUNAT ini dan menjadikannya semacam ritual yang menentukan tingkat kesalehan seseorang. Makna yang sesungguhnya dari SUNAT itu tidak dipahami dengan benar oleh ajaran sesat. Padahal, penyesat itu sendiri (Muhammad) penisnya tidak disunat.

BERPUASA

BERPUASA diajarkan nabi Musa sebagai suatu cara kita untuk membujuk Tuhan dengan cara merendahkan diri di hadapan-Nya. Bila kita menghendaki sesuatu direstui oleh Tuhan, maka puasa adalah salah satu cara kita untuk meluluhkan hati Tuhan. Tapi Islam mengadopsinya dan menjadikannya semacam ritual yang menentukan tingkat kesalehan seseorang. Makna puasa yang sesungguhnya tidak dipahami dengan benar oleh ajaran sesat. Puasa sesat yang diajarkan Islam adalah agar diri kembali suci dari dosa secara otomatis. :lol:

MAKNA KESUCIAN DI MATA ISLAM

Bagi Islam, suci itu bersih secara kasat mata. Apa yang disebut suci dan saleh itu adalah tampak luar sebagaimana orang-orang munafik biasa melakukannya. Suci adalah memakai pakaian serba putih, bersorban putih, atau berjilbab putih. Suci adalah tubuh yang harum (tidak bau), seperti Muhammad yang menuangi tubuh dan ketiaknya dengan parfum.
Suci adalah bila ia rajin sujud setiap hari. Suci adalah bila dia sudah menuntaskan puasanya selama 30 hari bulan Ramadhan. Suci adalah bila dia sudah menyisihkan sebagian uang hasil korupsinya sebagai zakat untuk disedekahkan pada fakir miskin. Dan yang lebih SANGAT SUCI lagi, adalah bila dia sudah pernah menginjak tanah Mekkah dan pernah mencium batu "allah". Selama ia belum mendapat gelar haji, ia mungkin merasa kesuciannya baru separuh, belum sempurna. Itulah SUCI dalam pandangan Islam.

YANG NAJIS dan YANG BERDOSA

Kita sebagai pengikut ajaran sesat, telah dibuat rancu antara mana yang menimbulkan NAJIS dan mana yang menimbulkan DOSA.

Dikiranya, NAJIS = DOSA.

Hal-hal apa saja yang diutamakan oleh ajaran sesat?

1) Mabuk itu dosa, tapi kalau merampas harta benda orang lain tidak dosa.
2) Judi itu dosa, tapi kalau meniduri pelayan dan berzinah tidak dosa.
3) Tidak sunat itu dosa, tapi memukuli istri dan mengurungnya sampai mati tidak dosa.
4) Makan daging babi itu dosa, tapi kalau makan daging kafir terutama daging Yahudi tidak dosa.
5) Tidak sholat itu dosa, tapi kalau merusak dan membakar rumah orang lain itu tidak dosa.

Dan masih banyak lagi, ajaran-ajaran yang menyesatkan kita, yang menjauhkan kita dari HIKMAT (akal budi) yang benar.

Kenajisan berpengaruh pada kesehatan tubuh, dan hal itu bisa ditahirkan (disucikan) kembali lewat pembasuhan atau pengobatan. Contoh pentahiran yang diajarkan oleh nabi Musa:

Imamat 11
21 Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.
22 Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.
23 Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.
24 Semua yang berikut akan menajiskan kamu—setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam,
25 dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam—,
26 yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis.
27 Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam.
28 Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu.

Sesuatu yang najis bisa ditahirkan kembali melalui proses penyucian. Tetapi dosa, harus melalui pengampunan. Jadi di sinilah letak perbedaannya sesuatu yang najis dan sesuatu yang berdosa. Islam telah mengacaukan antara yang najis dan yang berdosa, dan mengaburkannya seolah yang dosa itu halal sedangkan yang najis itu dosa.

Membunuh, yang sesungguhnya merupakan dosa, dinyatakan halal oleh ajaran sesat.
Sebaliknya, makan makanan haram yang hanya menimbulkan najis, dinyatakan DOSA oleh ajaran sesat.

Sesuatu yang dapat menimbulkan HUKUMAN dari Tuhan, dinyatakan halal.
Sementara sesuatu yang sepele dan tidak menimbulkan HUKUMAN dari Tuhan dinyatakan dosa.

Ini semua adalah tipu muslihat Setan.

Semoga artikel ini menambah wawasan kita terhadap mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang membodohkan.

Sehingga kita tidak lagi ikut-ikutan menyatakan sesuatu yang JAHAT sebagai HALAL, sementara hal yang sepele (najis) dinyatakan DOSA. Akibatnya otak kita hanya berfokus pada hal-hal yang sepele dan memandang enteng KEJAHATAN.

Seorang pengikut ajaran sesat akan resah hatinya bila ia tanpa sadar telah menelan daging babi, tapi ia akan tetap tenang hatinya sekalipun ia baru saja membunuh tetangganya yang Yahudi.
Makan daging babi membuatnya resah dan merasa berdosa, tapi membunuh nyawa sesama tidak membuatnya resah.

Atau ia akan sangat resah bila satu hari saja ia lalai sholatnya, tetapi ia akan tetap tenang dan santai-santai saja sekalipun ia baru saja meniduri pembantunya.

Sebenarnya, ada garis pemisah yang jelas yang mestinya kita sadari, MANA HIKMAT & MANA ****.

Sekarang, untuk merangsang HIKMAT saudara, saya bertanya:

Dengan logika apa Anda sanggup menjelaskan pada saya, bahwa gara-gara tidak disunat, ia masuk neraka?

atau

Dengan logika apa Anda sanggup menjelaskan pada saya, bahwa gara-gara makan daging babi, ia masuk neraka?

Apakah orang yang makan daging babi itu LEBIH JAHAT dan LEBIH BERDOSA di mata Tuhan ketimbang orang yang MENJAGAL MANUSIA & SUKA MERAMPAS HARTA ORANG LAIN?

Apakah orang yang tidak disunat itu LEBIH JAHAT dan LEBIH BERDOSA di mata Tuhan ketimbang orang yang MENIDURI ISTRI ORANG LAIN & MEMPERBUDAK SESAMANYA?

Silakan Anda jawab dengan HATI NURANI & LOGIKA Anda!

Adakah yang **** dari ajaran Islam?

Salam,

DULADI
Last edited by Duladi on Wed Aug 06, 2008 10:43 pm, edited 3 times in total.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby doski » Wed Aug 06, 2008 2:11 pm

kalau dipikir2 dan gue liat kenyataan di muslim2 indonesia sini gitu yeh,

lupa sholat bingung, telat sholat bingung. Tapi kelakuannye selalu mikirin diri sendiri aje, sama sesama kaga peduli.

dulu waktu kuliah gue pernah semobil sama temen gue, kita lagi pada muter2 jalan nyari keperluan kost masing2, disana ada 3 muslim dan 2 kafir.

Udah telat karena si nunggu 1 muslim sholat, trus sorean baru jalan. eh baru muter2 lagi, waktu magrib,karena nanggung trus kite 2 muslim dan 2 kafir mutusin cari lagi, karena tinggal sedikit barang nyang dicari, eh di mobil tuh muslim 1 ceriwis pengen sholat, keburu waktunye abis lah, apa lah. ngedumel.

Karena bosen gue langsung nyuruh temen gue nyari masjid terdekat, eh tau kaga pas turun, banting pintu sambil ngedumel kaga jelas. Dalam hati, bujug, mau ketemu apaan sih sampe segononye. Emang die kaga tau ape kite sorenye udeh nunggu, eh kaga sadar, minta maaf kek ape kek, seakan2 kaga ada ape2 dan kite kudu ngarti die...ck..ck...
doski
 
Posts: 1348
Joined: Fri Oct 05, 2007 8:41 am
Location: maunya di SURGA bukan SYUURGA

Postby Duladi » Wed Aug 06, 2008 2:19 pm

Bila kalian yang non-Islam pada suatu ketika diejek oleh muslim, "Kenapa kamu makan daging babi?"

Jawablah: "Tunjukkan suatu ayat dari kitab kami, bahwa makan babi itu dosa!" :lol:

Bila mereka malah menunjukkan ayat-ayat dari buku Arab, katakan: "Itu khan katanya Mamad yang ****? Bisakah kau jelaskan padaku, kenapa makan babi itu dosa?" :lol:

Tanyakan pula: "Kenapa makan babi dilarang, tapi makan babu tidak?"

Tanyakan pula: "Kenapa makan babi menimbulkan dosa, tapi makan babu tidak berdosa?"

Bila mereka menyahut, "Dasar kafir tidak pernah sholat! Kalian berdosa karena tidak pernah sholat!"

Jawablah, "Kenapa tidak sholat bikin kita berdosa, sementara menyakiti hati istri pertama & rakus wanita (poligami) tidak berdosa? Karena OWO yang kau sembah itu gendeng. Kalau tidak gendeng, dia tidak akan bikin aturan-aturan tak waras itu, menyatakan makan babi dosa, tidak sunat dosa, tidak puasa dosa, tidak sholat dosa, tapi kalau melakukan perbuatan-perbuatan jahat tidak dosa."

Lanjutkan, "Kenapa kamu begitu peduli pada hal-hal yang tidak penting, sementara terhadap hal-hal yang jahat kamu cuek dan malah senang melakukannya?"

"Coba kamu jawab: Apa dasar pertimbangan logikanya, orang yang makan babi dimasukkan ke dalam neraka, apakah OWO-mu gendeng?"

"Coba kamu jawab: Apa dasar pertimbangan logikanya, orang yang tidak sujud nyembah-nyembah dirinya dimasukkan ke dalam neraka, apakah OWO-mu gendeng dan kegirangan bila ditungging-tungging?"
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Wed Aug 06, 2008 10:21 pm

Kalo anda sedikit berfikir (seandainya anda punya otak), sesungguhnya anda akan MALU untuk mengucapkan kalimat ini.
Saya tanya ke anda, HALAL-HARAM ini bahasa apa?? Jawab sendiri...
Apakah dalam bahasa Alkitab asli terdapat kata HALAL-HARAM?? Jawab sendiri...
kalau ada, saya minta anda tuliskan... (INGET, BAHASA ASLI BUKAN TERJEMAHAN!!!)


Di dalam bahasa asli, memang tidak ada kata HALAL-HARAM.
Kata itu diadopsi oleh penerjemah Bibel Bahasa Indonesia dari kata (atau frase) yang artinya tidak terlalu jauh dari:

HALAL => tidak jorok/tidak kotor
HARAM => kotor, jijik, jorok

Bila kita mempelajari Taurat dengan teliti, maka tidak pernah disebutkan bahwa seseorang yang makan makanan haram akan berakibat pada DOSA.
Perkara halal-haram itu dihubungkan dengan persoalan makanan (terutama binatang). Bila orang makan makanan haram, maka ia akan menjadi najis, tapi tidak pernah orang yang najis disebut BERDOSA. Untuk mentahirkan kembali orang atau benda yang najis, dapat dilakukan dengan pembasuhan (mencuci dengan air), pembakaran dengan api atau dengan cara-cara yang sudah ditentukan. Orang yang najis tidak membutuhkan PENGAMPUNAN DOSA. Dari sinilah kita tahu bahwa NAJIS tidak ada kaitannya dengan DOSA.

Nah, bukankah dalam ajaran Anda, hal-hal seperti inilah yang dikait-kaitkan dengan DOSA?
Dan anehnya, perkara-perkara yang lebih penting, seperti membunuh, memperkosa, merampok, semuanya itu malah dihalalkan.

Yang oleh Tuhan dinyatakan DOSA, oleh Islam dinyatakan halal.
Sebaliknya, yang oleh Tuhan dinyatakan najis (bukan dosa), oleh Islam dinyatakan DOSA.

Ini adalah penyesatan setan untuk melebih-lebihkan. Hal yang tidak penting dianggap penting, sementara yang penting disepelekan. Inilah yang disebut ****.

SEKARANG SAYA BERANI MENGATAKAN
SUNGGUH HINA AJARAN AGAMA ANDA, SUDAH BERULANG KALI KALIAN MENFITNAH ISLAM. SAYA BERFIKIR BAHWA MEMFITNAH ADALAH BAGIAN DARI AJARAN AGAMA ANDA YANG DIPERBOLEHKAN.

MENYAKITI ORANG LAIN, MEMBUNUH, MEMPERKOSA DLL ITU TERMASUK DOSA ATAU TIDAK?? KALO ANDA JAWAB DOSA, ALASANNYA APA?? APAKAH ALLAH AKAN DIRUGIKAN JIKA KITA MEMBUNUH MANUSIA?? PASTI UJUNG-UJUNGNYA KITA DILARANG MENYAKITI SESAMA MANUSIA (ISTILAH ANDA AJARAN "KASIH"==> ada tanda kutipnya karena sekarang saya tidak percaya lagi dengan DONGENGAN anda yang (maaf) bullshit tentang KASIH).

LOGIKANYA (BAGI YANG MAU BERFIKIR), MENYAKITI ORANG LAIN SAJA KITA DILARANG. APALAGI MENYAKITI DIRI SENDIRI.

APA YANG DILARANG OLEH ALLAH, SEMUANYA BERTUJUAN UNTUK KEBAIKAN MANUSIA TERMASUK DALAM HAL MAKANAN. ALLAH MAHA MENGETAHUI APA KANDUNGAN DARI MAKANAN YANG IA HARAMKAN. DIA TIDAK MAU KITA MENYAKITI DIRI KITA DENGAN MEMAKAN MAKANAN YANG BERPENYAKIT....

TETAPI APAKAH ANDA MAU BERFIKIR??



Apa alasannya, MEMBUNUH, MEMPERKOSA, MERAMPOK itu DOSA? Karena perbuatan-perbuatan itu JAHAT.

Sesuatu yang jahat adalah DOSA. Kenapa Tuhan menetapkan perbuatan-perbuatan jahat itu sebagai DOSA? Karena Tuhan ingin ada KEADILAN atas dunia yang sudah diciptakan-Nya.

Tapi coba Anda nalar: Apakah makan daging babi itu JAHAT? :roll:
Siapa yang dirugikan bila Anda makan daging babi? :roll:

Bila daging babi itu ternyata merugikan kesehatan tubuh si pemakannya, apakah itu bisa disebut JAHAT? Itu bukan JAHAT, tapi TOLOL, sebab dia mengkonsumsi sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Mungkin sesudah itu dia akan jatuh sakit atau terserang suatu penyakit. Nah, apakah lantas TUHAN memasukkan orang yg sudah jadi korban ketololannya sendiri itu ke dalam neraka?

(Tapi menurut saya pribadi, alasan Tuhan melarang umat Israel makan daging babi adalah karena babi itu mencerminkan kejorokan).

Mana yang masuk akal: AJARAN TAURAT ataukah AJARAN SESAT?

Taurat menyatakan: MAKAN DAGING BABI bukan DOSA, tapi NAJIS.
Sebaliknya ajaran sesat menyatakan: MAKAN DAGING BABI itu DOSA. :shock:

Sudah jelas di sini, bahwa ajaran sesat itu penuh dengan kebodohan, sebab itu datangnya bukan dari Tuhan yang benar. Ajaran-ajarannya diciptakan hanya untuk membodohi manusia supaya menganggap yang sepele sebagai penting, dan sebaliknya menyepelekan yang penting.

Mohon maaf jika perkataan saya terkesan kasar. Saya cuma meladeni gaya bicara anda yang saya pikir sudah KETERLALUAN, setidak-tidaknya bagi yang mengaku memiliki ajaran KASIH. Seandainya yang ngomong adlah orang atheis, mungkin saya bisa memakluminya. tapi anda?? apalagi klaim KASIH anda tidak pernah anda tunjukkan.


Anda salah sangka.
Mungkin tulisan saya terkesan kasar bagi Anda karena banyak menyerang ajaran sesat, tapi saya sama sekali tidak pernah bermaksud menyakiti atau menyerang Anda secara pribadi. Cobalah untuk netral dan jangan fanatik berlebihan. Lepaskan dulu agama Anda, dan mari kita berdiri dari jauh menyaksikan ajaran itu, supaya kita dapat melihatnya dengan jernih: benar atau salah.

Selama Anda berpihak pada agama Anda, maka Anda akan selalu merasa tersakiti, walau sebenarnya tujuan saya bukan untuk menyakiti Anda. Demi Tuhan, saya berbicara keras adalah demi kebaikan Anda.

Bila Sdr merasa ajaran yg selama ini Anda anut tidak salah, silakan Anda jelaskan pada saya kebenaran-kebenarannya, dan jangan emosi. Membela agama tidak cukup hanya dengan melontarkan kata-kata: INI FITNAH! INI FITNAH! Tapi marilah Anda buktikan dengan fakta-fakta, supaya semua menjadi jelas.

Sampai kini, saya terus berdoa buat Saudara agar Saudara mendapatkan pencerahan dari Tuhan.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby doyan9thn » Wed Aug 06, 2008 10:34 pm

bro Dulali....thank alot bro. jujur gue baru "ngeh" setelah baca tulisan anda ini. saya begitu diberkati dengan pejelasan anda ini.

iblis itu licik sekali. pola nipu manusia dari zaman adam sampai detik ini tetap sama.

untuk muslim....cepatlah sadar bro. anda telah ditipu iblis mentah2. lekaslah murtad sebelum terlambat.
doyan9thn
 
Posts: 254
Joined: Thu May 01, 2008 5:51 am
Location: dalam kabah dekat batu hitam

Postby Luv_Pink » Wed Aug 06, 2008 11:29 pm

artikel yang bagus banget, aku jadi makin ngerti islam yg sebenarnya gimana.

kadang sering melongo sih, liat muslim sampe segitunya membahas haram dan halal. sampe hati2 bgt menggunakan produk2 makanan dalam kemasan, kalo ga ada cap halal, ga mau beli. atau isu KFC ga halal dikonsumsi, ataupun adjinomoto ternyata ga hahal. dan masih banyak lagi...

emg kenapa kalo konsumsi yg ga halal? mati mendadak? dosa besar kah?
User avatar
Luv_Pink
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby Luv_Pink » Wed Aug 06, 2008 11:30 pm

kalo emg muslim sampe segitunya membahas haram dan halal, harusnya MUI membikin fatwa korupsi = haram.. bisa bersih deh negara ini dari tikus berdasi
User avatar
Luv_Pink
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby ali5196 » Thu Aug 07, 2008 12:51 pm

Artikel ini gua masukin resource centre:

ISLAMIC HARAM & HALAL
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 456#376456
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Duladi » Thu Aug 07, 2008 11:15 pm

HALAL, HARAM, NAJIS semuanya berasal dari bahasa Arab. sehingga yang paham dengan makna dari 3 kata ini adalah orang arab (Islam).
sedangkan anda??
Anda sudah MENJIPLAK istilah dalam ISLAM, tetapi malah NGOTOT untuk memberikan definisi yang berbeda dari istilah ini.
Padahal anda sendiri mengakui kalo istilah itu tidak ada dalam bahasa asli bible...
kalo anda mau membuat definisi yang lain, silahkan tetapi Jangan MENJIPLAK istilah yang sudah ada dalam ISLAM.


HARAM, bahasa Ibraninya tame’, artinya TIDAK BERSIH (unclean).
Sedangkan Halal, bahasa Ibraninya tahor, artinya BERSIH (clean).

Sedangkan di Arab, kata itu mengalami perluasan makna, di mana kata HARAM diartikan sebagai "dilarang" dan HALAL sebagai "dibolehkan".

Sangka ajaran sesat, apapun yang haram pasti menimbulkan DOSA. Padahal Taurat tidak pernah memberikan pemahaman seperti itu.

TUHAN memberikan larangan kepada umat Israel, di mana larangan itu ada 2 macam:

1) Larangan yang bila dilanggar dapat menyebabkan DOSA
2) Larangan yang bila dilanggar dapat menyebabkan NAJIS

Analoginya seperti berikut:

Orang tua membuat suatu larangan bagi anaknya:

1) Jangan kau pukul adikmu, nanti kuhukum kamu (dlm bahasa Tuhan, ini disebut DOSA)
2) Jangan minum air comberan, nanti tubuhmu sakit (dlm bahasa Tuhan, ini disebut NAJIS)

Nah, ada 2 jenis larangan, yang satu bila dilanggar dapat menimbulkan HUKUMAN dan yang satu lagi bila dilanggar tidak menimbulkan hukuman tapi dapat mencelakai diri sendiri.

Nah sekarang mari kita gunakan logika.
Ajaran sesat mengajarkan bahwa anak yang melanggar larangan minum air comberan akan dihukum oleh "orang tua" (=OWO). Apakah ini bisa diterima akal sehat? Semisal anak itu membandel dan melanggar larangan orang tuanya, dia minum air comberan. Akibatnya, si anak menjadi korban kecerobohannya sendiri, dia minum air comberan, akibatnya dia sakit, perutnya mules dan harus diopname di rumah sakit. Tetapi si anak juga harus menanggung hajaran-hajaran dan gebukan-gebukan dari "orang tua" sebagai hukuman atas pelanggarannya. Apakah "orang tua" seperti ini dapat dikatakan sebagai orang tua yang waras? Atau, malah justru ia lebih pantas disebut "ORANG TUA GILA"? Nah, sadarilah, OWO, tuhannya Islam itu adalah "tuhan palsu yang gila".

Memang, ada sebagian orang tua yang perilakunya tidak bijaksana seperti ini. Orang tua yang seperti ini tentu bukan orang tua yang baik. Orang tua yang baik akan memberi peringatan dan pengarahan bila terjadi suatu pelanggaran seperti di atas, dan bukannya malah menambah penderitaan anaknya. TUHAN tentu saja akan berperilaku sebagai orang tua yang baik dan bukannya malah berperilaku seperti orang tua yang dungu.

OWO melarang umatnya makan babi, dan orang yang melanggarnya, akan dihukum di neraka! Nah, ini waras atau tidak?

Justru kesannya, OWO telah menjadi pelindung binatang babi agar tidak dibantai oleh manusia untuk dimakan dagingnya!
Dan uniknya, malah kalau membunuh manusia (kafir), OWO malah girang dan merestui perbuatan itu!

Rupanya, OWO lebih sayang pada babi ketimbang pada manusia! :evil:

Silakan saudara renungkan.

Anda sudah MENJIPLAK istilah dalam ISLAM, tetapi malah NGOTOT untuk memberikan definisi yang berbeda dari istilah ini.
Padahal anda sendiri mengakui kalo istilah itu tidak ada dalam bahasa asli bible...
kalo anda mau membuat definisi yang lain, silahkan tetapi Jangan MENJIPLAK istilah yang sudah ada dalam ISLAM.


Istilah-istilah teologis itu asalnya dari Taurat Yahudi, yang kemudian dijiplak secara berbeda maknanya oleh orang-orang yang terkemudian.

Pada mulanya, orang Arab tidak mengenal istilah HALAL-HARAM. Mereka tidak punya HUKUM (PERATURAN) seperti halnya orang-orang Israel. Yang memperkenalkan istilah itu adalah orang-orang Yahudi yang tinggal menetap di Arab. Sebagaimana orang-orang Arab, orang-orang Yahudi pun menurut perkembangannya ikut berlaku munafik dan memaknai kata HALAL (tahor) dan HARAM (tame') untuk pedoman kesalehan dan kesucian.

Perkara sunat pun, yang mula-mula dimaksudkan sebagai TANDA IKATAN PERJANJIAN di antara Tuhan dengan Abraham, dimaknai sebagai TANDA KESUCIAN DIRI. Penyimpangan-penyimpangan inilah yang di kemudian hari dikoreksi oleh para nabi (pasca pembuangan ke Babel) dan terakhir oleh Yesus. Bukan sunat penis yang membuat manusia suci, tapi sunat hati dan sunat telinga!

Halal-Haram, yang semula ditujukan pada jenis hewan-hewan tertentu yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, yang pada hakikatnya tidak berakibat pada DOSA, oleh orang-orang munafik dinaikkan derajatnya menjadi DOSA. Sebaliknya, hal-hal yang lebih utama dan lebih diwanti-wanti oleh Tuhan, di antaranya KESEPULUH PERINTAH seperti yang tertulis pada lempengan 2 batu, malah diabaikan dan dianggap sebagai pelanggaran yang sepele.

Pikiran manusia lebih fokus pada perkara-perkara tak penting, yang kasat mata dan mudah dilihat, dan menjadikannya sebagai TANDA KESALEHAN & KESUCIAN DIRI. Mereka juga tidak segan-segan melakukan pengucilan atau penghukuman terhadap orang yang dianggap tidak suci (atau tidak saleh) karena melanggar PANTANGAN-PANTANGAN HALAL-HARAM tadi. Sebaliknya, orang yang suka berbuat kejahatan, berbuat mesum dan berbuat tidak adil tidak pernah dipersoalkan.

Ini sama seperti seorang ustadz yang mempersoalkan santrinya karena makan babi, tapi dia tidak pernah mempersoalkan kebejatan dirinya sendiri yang suka menyodomi santrinya. Padahal dengan akal budi kita tahu, bahwa sodomi lebih bejat dan lebih jahat ketimbang makan babi. :evil:

Realitanya, memang, kebebalan orang Yahudi menular pada orang-orang Arab. Dan dengan bantuan roh setan, Muhammad menetapkan pemahaman-pemahaman yang menyimpang itu sebagai AJARAN OWO. Yang dosa dihalalkan, sementara yang najis dijadikan DOSA.

Dalam islam:

MERAMPOK MUSLIM = HARAM
MINUM ALKOHOL = HARAM


[Catatan: Kenapa saya tulis "Merampok Muslim"? Sebab dalam islam, merampok muslim itu dilarang tapi kalau merampok kafir dibolehkan]

Dalam ajaran Islam, sesuatu yang HARAM bila dilakukan/dilanggar berakibat pada DOSA.
Maka,

Minum Alkohol = Merampok Muslim = DOSA.

Padahal, yang benar tidak demikian.
Menurut ajaran yang benar:
Perbuatan Jahat, bila dilakukan akan berakibat pada DOSA.
Sesuatu yang Haram, bila dikonsumsi akan mengakibatkan NAJIS.

Tentu saja minum alkohol bukanlah sesuatu yang dapat menyebabkan dosa, tetapi MERAMPOK, siapapun yang jadi korbannya, adalah jahat, dan itulah DOSA.

Anda, sebagai pengikut ajaran sesat, dilarang minum alkohol, tapi dianjurkan minum darah kafir! Bukankah ini gila?

saudaraku...
Mudah-mudahan anda menulis semua FITNAH ini hanya karena KEBODOHAN anda dengan islam, bukan karena KEDENGKIAN anda terhadap agama yang mulia ini..

saya persilahkan anda membuktikan FITNAH yang anda tuliskan itu...


Saya tidak memfitnah. Bukankah benar, bahwa Islam sangat peduli terhadap perkara-perkara NAJIS dan meningkatkan statusnya menjadi DOSA, sebaliknya, Islam menutup mata terhadap perkara-perkara JAHAT dan menyepelekan DOSA?

Coba, apa yang diajarkan Muhammad kepadamu?

Dia mengajarkan kamu untuk MEMUKULI ISTRIMU dan MENGURUNGNYA sampai mati.

QS 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

QS 4:15
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

Dia mengajarkan kamu untuk mencari nafkah dengan MERAMPOK!

Quran 8:69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dia memberi lampu hijau padamu, untuk sewaktu-waktu MEMBANTAI KAFIR di manapun, termasuk mereka yang berada di sekitar tempat tinggalmu! (Tidak heran bila orang-orang gila seperti Amrozi cs bermunculan)

QS 9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 8:12
Ingatlah, ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yg telah beriman”. Kelak aku akan jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka PENGGALLAH KEPALA MEREKA dan PANCUNGLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA

QS 66:9
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

QS 9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Muhammad tidak sekedar memberi perintah, tapi dia sendiri pun menerapkannya. Muhammad pun tidak sekedar mengajarkan kebejatan-kebejatan, tapi dia sendiri pun melakukannya. Di dalam Quran, dia mengajarkan kamu untuk meniduri perempuan-perempuan kafir yang berhasil kamu tawan:

QS 23:5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Sewaktu Muhammad merampok kota Kaybar, dia melihat istri Kinana yang cantik, maka pada hari itu juga, di hari yang sama setelah seluruh keluarganya dibantai habis, Muhammad meniduri perempuan Yahudi itu dengan tidak ada perasaan bersalah sedikit pun.

Bagi Muhammad, menyetubuhi perempuan manapun dan siapapun yang dia sukai untuk kesenangan syahwatnya, adalah TIDAK DOSA, tetapi kalau makan-makanan yang haram adalah DOSA BESAR.

Di dalam dongeng Isra Miraj, Muhammad mengarang cerita bahwa dia telah melihat neraka. Jibril menjelaskan balasan bagi mereka yang tidak menaati perintah OWO sebagai berikut:

Balasan bagi orang yang malas sholat!
Kepalanya dipukul dengan benda keras hingga pecah dan dilakukan dengan berulang-ulang.
Balasan bagi orang yang tidak berpuasa!
Maka badannya akan dililit oleh ular yang besar dan lama-kelamaan akan dimakan kepalanya.
Balasan bagi orang yang memakan makanan Haram!
Maka perutnya akan membesar karena telah meminum air nanah yang busuk dan darah yang diambil dari neraka.
Balasan bagi orang yang suka berzinah!
Maka kemaluannya akan ditusuk oleh tombak panas yang berasal dari neraka. Di sini jelas, bahwa yang dimaksud adalah Perempuan yang berzinah, dan bukan laki-laki yang berzinah. Sebab "kemaluan yang ditusuk" mengarah pada kelamin wanita. Kalau kemaluan pria, tentu saja bukan ditusuk, tapi dipotong!

Jelas sekali, Muhammad sangat peduli pada SHOLAT, PUASA, MAKANAN HARAM, dan KETIDAKSETIAAN ISTRI kepada SUAMI. Sebaliknya, apakah Muhammad peduli pada KEJAHATAN-KEJAHATANNYA SENDIRI?

Justru yang terlihat sebagai fakta adalah: Muhammad sangat mendukung apa-apa yang disenangi PRIA! Muhammad adalah pendukung sejati KESENANGAN-KESENANGAN PRIA! Itulah salah satu kelebihannya, sehingga dia berhasil menggaet orang-orang bejat dan orang-orang barbar Arab untuk mau mendukungnya.

Demikianlah, Islam ajaran sesat ini, telah mengubah apa yang oleh Taurat dinyatakan NAJIS menjadi DOSA, sementara hal-hal yang JAHAT (dosa yang sesungguhnya) malah dihalalkan, bahkan nabinya sendiri adalah TELADAN TERBAIK untuk contoh perbuatan-perbuatan jahat tersebut.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby islam_watcher » Thu Aug 07, 2008 11:37 pm

thanks a lot bro duladi atas tulisannya. tulisan2 spt ini sangat bagus sekali utk membantu kita non muslim memahami cara berpikir muslim yg seolah-olah mengagungkan "HALAL-HARAM" tapi tdk malu utk "BERBUAT DOSA, CTHNYA BERDUSTA, MEMBUNUH, MENEROR, MERUSUH, MEMBAKAR".

gua jd inget celotehan beberapa tmn muslim gua yg menanyakan apakah gua sunat atau tidak sambil tertawa-tawa seolah-olah mengejek gua kalo enggak sunat itu dosa. sambil tertawa dlm hati gua sih ngomong "EMANG GUA PIKIRIN MO GUA SUNAT MO ENGGAK YG PENTING GUA ENGGAK NGERUGIIN ORANG LAIN", sekalipun gua memang sdh sunat sejak kecil. lsg saja gua berpikir, koq aneh banget ya otak2 muslim ini, hal2 sepele bahkan pribadi kayak sunat aja dilebih-lebihkan, pdhl sunat jg bukan ajaran islam, masih contekan dr yahudi.
User avatar
islam_watcher
 
Posts: 1517
Joined: Sun Oct 21, 2007 2:16 pm

Postby Joevai » Fri Aug 08, 2008 12:04 am

Ya lu makan aja semua temen2 lu tu! babi n anjing!!. Heh! Di dalam ajaran Islam merampok n ngebunuh tu dilarang alias haram.Haram=gak boleh dilakuin,kalo dilakuin hukumnya dosa. Soal segelintir org Islam ngebunuh,itu urusan org bersangkutan n Alloh yg akan ngehukumnya berdasarkan penilaianNYA.Jgn lu samaratakan smua org Islam gitu.Soal ayat di qur'an nyuruh bunuh kafir,tu emank konteks keadaan nya waktu diturunkan tu ayat,kafir2 sangat terang2an ngebantai org Islam.N tu ayat terus berlaku sampe kiamat.Tp jgn takut,semua ada syaratnya.Syaratnya ya itu td kalo kafir udah semena mena kpd org Islam maka wajib orang Islam melawannya.Ni biar lu ngarti,sholat wajib kpd org Isam,syaratnya muslim tu dah baligh,maka wjb dia sholat.Ibadah haji wajib,kalo dia dah mampu ngejalaninnya.
Joevai
 
Posts: 183
Joined: Tue Aug 05, 2008 6:54 am
Location: Bandung

Postby M-SAW » Fri Aug 08, 2008 12:12 am

Joevai wrote:Ya lu makan aja semua temen2 lu tu! babi n anjing!!. Heh!

sabar jgn kayak kemasukan setan gitu
:)

Soal ayat di qur'an nyuruh bunuh kafir,tu emank konteks keadaan nya waktu diturunkan tu ayat,kafir2 sangat terang2an ngebantai org Islam.

ah masa
bisa kasih BUKTI,saya takut anda ngomong ini karena HAWA NAFSU saja.sabar boss,,istikfar

Syaratnya ya itu td kalo kafir udah semena mena kpd org Islam maka wajib orang Islam melawannya..

ah yang bener
jangan boong ah
bagaimana kalau kita bahas disini :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... a0c8b90f70

lebih baik kita BERDISKUSI daripada mencaci maki bukan?

saya tunggu loh :)
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby OLLOH » Fri Aug 08, 2008 10:10 am

Joevai wrote:Ya lu makan aja semua temen2 lu tu! babi n anjing!!. Heh! Di dalam ajaran Islam merampok n ngebunuh tu dilarang alias haram.Haram=gak boleh dilakuin,kalo dilakuin hukumnya dosa. Soal segelintir org Islam ngebunuh,itu urusan org bersangkutan n Alloh yg akan ngehukumnya berdasarkan penilaianNYA.Jgn lu samaratakan smua org Islam gitu.Soal ayat di qur'an nyuruh bunuh kafir,tu emank konteks keadaan nya waktu diturunkan tu ayat,kafir2 sangat terang2an ngebantai org Islam.N tu ayat terus berlaku sampe kiamat.Tp jgn takut,semua ada syaratnya.Syaratnya ya itu td kalo kafir udah semena mena kpd org Islam maka wajib orang Islam melawannya.Ni biar lu ngarti,sholat wajib kpd org Isam,syaratnya muslim tu dah baligh,maka wjb dia sholat.Ibadah haji wajib,kalo dia dah mampu ngejalaninnya.


sabarr..sabarr...jalan2 dulu di FFI ini terutama resource center biar islam abangan kaya anda ini diberi hidayah & dibukakan matanya
OLLOH
 
Posts: 470
Joined: Fri Apr 04, 2008 9:51 am

Postby Poring » Fri Aug 08, 2008 10:26 am

DALAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sebagai seorang kafir saya speechless.. standing aplause buat Duladi... saya baru tahu kalau konsep halal dan haramnya Islam itu sangat jauh berbeda dengan konsep haram dan halalnya Taurat...
memang tepat apa yang sempat dikatakan oleh nas ini:
sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan

Sya ga tahu apakah tanggapan aa yang diberikan oleh para netter muslim jikalau membaca topik ini...
User avatar
Poring
 
Posts: 113
Joined: Thu Apr 24, 2008 10:05 am
Location: Bumi Khatulistiwa

Postby robint » Fri Aug 08, 2008 11:01 am

mas Duladi,

tahnk you berat... kritis sekali dan membawa pencerahan betapa dalamnya sodara2 kitayg muslim udah tersesat karena hasutan Alo

@muslims:

apa hubungan makan daging babi kenapa kita jadi masuk neraka.....

nih gw bantu jawab yah ... menurut gw itukarena melanggar ketaatan, jadi karena kita ga taat kepada Alo maka kita masuk neraka...

cuma kalo dipikir lebih jauh kenapa mesti ada ketaatan seperti itu ?jawabannya gak pernah ada yg jelas ....

selama ini muslim bilang babi itu haram karena penyakitan .. tp gimana dng babi hiigienis ?
anjing itu haram karena apa , salah satu alasan yg ada diotak gw adalah karena anjing diman best friend .. krn dipake sbg penjaga.. but .. gak masuk akalnya jadi , kenapa kalo man best friend kejilat anjing mesti dibasuh air/pasir 7 kali ???

Gw sebut Tuhan sempurna karena logika gw menemukan keganjilan dalam usaha memahami firmanNya ... tp soal ALo itu sempurna... hmm muslim perlu buktikan kesempurnaan ayat Qoran dgn logika .

Pls jawab yah pertanyaan mas Duladi .. again supaya kafirun bisa terdiam dan terpojok ..bukan kaya sekarang semua muslim FFI ,tampak terpojok bagai h**** A*** mojok dikaba .........
robint
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Postby Duladi » Sat Aug 09, 2008 11:55 am

saudaraku yang saya hormati...
ternyata anda tidak membaca tulisan saya yang terdahulu.
saya sederhanakan bahasanya ya...
kalo masih belum paham, saya tidak bisa bilang apa-apa lagi

HALAL, HARAM, NAJIS====> ISTILAH ISLAM

TAME', TAHOR=====>ISTILAH YAHUDI.

Kalo anda mau menggunakan istilah Islam, maka definisi yang anda pake harus sama dengan definisi ISLAM...


Silakan saudara renungkan sendiri: Dari mana ORANG ARAB itu tahu adat LARANG-MELARANG makan binatang haram, kalau bukan dari TAURAT YAHUDI?

Semua aturan HALAL-HARAM yang diajarkan Islam adalah meniru-niru Taurat, tapi dengan PEMAHAMAN yang MENYIMPANG.

Apa yang diadopsi Islam, ajaran sesat itu, bukan AJARAN MURNI-nya, tapi HASIL PEMAHAMAN MANUSIA-MANUSIA BELAKANGAN yang condong menafsirkannya secara keliru. Umpamanya: Makan makanan haram akan mengakibatkan tubuh menjadi najis, tapi oleh orang-orang Yahudi belakangan ditafsirkan makan makanan haram akan mengakibatkan orang itu berdosa. Padahal, Taurat dengan jelas membedakan NAJIS & DOSA. (Hal inilah yang kemudian dikoreksi oleh Tuhan lewat firmanNya melalui perantaraan nabi Yesaya, nabi Yeremia dan nabi Yehezkiel, dan terakhir Yesus, bahwa segala aturan-aturan lahir itu tidak berguna bagi kesucian dan keselamatan seseorang.)

Persoalan halal-haram yang semula dimaksudkan untuk kesehatan atau kebersihan tubuh umat, kemudian ditafsirkan sebagai LAMBANG KESUCIAN atau KESALEHAN DIRI.

Sebaliknya, hukum Tuhan yang terutama, seperti HORMATI ORANG TUAMU, JANGAN MENCURI, JANGAN MEMBUNUH, semua itu diabaikan dan dianggap sebagai pelanggaran biasa.

Nah, PENYIMPANGAN PEMAHAMAN atas AJARAN TAURAT inilah yang kemudian DIADOPSI oleh ISLAM.

Kemunafikan orang-orang Yahudi, diadopsi oleh Islam.

Islam telah mengadopsi "AJARAN" MANUSIA, dan bukan AJARAN MURNI TAURAT.

Dengan perkataan lain, Islam telah menjiplak yang salah!

Kalau memang Islam itu ajaran yang murni dari Tuhan, kenapa yang dijiplak malah yang salah, dan bukannya mengadopsi ajarannya yang murni? Kenapa yang dijiplak oleh Islam adalah kemunafikan-kemunafikan Yahudi, dan bukan Taurat-nya? Kenapa Islam ikut-ikutan memberlakukan sunat, tapi tidak mengetahui makna sesungguhnya dari sunat? Kenapa Islam ikut-ikutan memberlakukan pelarangan makan makanan tertentu, tapi tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari pelarangan itu, malah menjadikannya sebagai ukuran kesucian?

Apa yang diajarkan oleh Islam saat ini, adalah buah dari kesesatan cara berpikir orang-orang Yahudi.

Contoh lain kesesatan Yahudi yang diadopsi Muhammad: Masalah KIBLAT!

Tuhan lewat perantaraan Musa, tak pernah menyuruh umatNya sujud pada benda tertentu atau sujud ke arah tertentu. Yang menyuruh umat Yahudi sujud ke arah bati suci di Yerusalem adalah Raja Sulaiman, itu pun atas inisiatif pribadinya sendiri, dan bukan atas perintah Tuhan. Hal ini kemudian menjadi tradisi di antara orang-orang Israel. Ternyata, "tradisi" ini ditiru oleh Muhammad dan dijadikan FIRMAN OWO.

ini juga sudah saya jelaskan pada tulisan sebelumnya...
analogi anda kurang tepat saudaraku,
kalau anda sedikit berfikir, INSYA ALLAH, Allah akan memudahkan jalan bagi anda menuju HIDAYAH...

SAYA COBA JELASKAN ULANG DAH... (sambil geleng-geleng kepala )
1.ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA (BADAN, KAKI, KEPALA DLL).
sampe sini paham??
2. ALLAH MELARANG KITA BERBUAT ZOLIM KEPADA CIPTAANNYA..
sampe di sini paham??
.
.
.loading
.
.
kalo udah ngerti, saya lanjut:
3. SAYA CIPTAANNYA, ANDA CIPTAANNYA, SELURUH MANUSIA ADLAH CIPTAANNYA...
sampe sini paham??
kalo paham saya lanjut...
4. Menyakiti orang lain DILARANG karena kita MENYAKITI ciptaan ALLAH.

pertanyaanya??
BAGAIMANA DENGAN MENYAKITI DIRI SENDIRI??...


Menyakiti diri sendiri, yang rugi siapa? Diri sendiri ataukah orang lain?

Bila ia menyakiti diri sendiri, dan dia tersakiti oleh perbuatannya sendiri itu, lalu apakah logis, setelah mati, Tuhan menyakitinya lagi? Saya rasa, OWO bukan Tuhan, tapi SETAN, yang doyan menyiksa manusia.

Hubungan Pencipta dengan Ciptaan, adalah ibarat Orang tua dengan Anak. Hubungan SETAN (OWO) dengan MANUSIA tidak layak disamakan sebagai hubungan PENCIPTA dengan CIPTAAN.

Adakah orang tua yang ingin mempunyai anak, tapi setelah anaknya lahir, anaknya dijadikan bulan-bulanan penganiayaan? Kecuali itu orang tua yang sinting?

Tentu saja Tuhan yang menciptakan kita, JAUH LEBIH MULIA & JAUH LEBIH BAIK daripada orang tua manusia.

Di sini, saya tidak sedang mengarang-ngarang. Saya hanya membandingkan AJARAN TAURAT dengan AJARAN SESAT.

Taurat tidak pernah menyebut pelanggaran atas makan makanan haram sebagai DOSA, apalagi sampai mengutuk si pelanggar masuk neraka, seperti yang diajarkan dalam ajaran sesat Islam.

Dan dengan AKAL BUDI, kita tahu, bahwa AJARAN TAURAT itulah yang LOGIS.

Dibaca dari tulisan Anda di atas, Anda hendak menyatakan di dalam ajaran sesat, MENYAKITI ORANG LAIN itu DOSA, sebagaimana menyakiti diri sendiri. Anda salah! Justru dalam ajaran sesat, MENYAKITI DIRI SENDIRI itu DOSA, tetapi MENYAKITI ORANG LAIN TIDAK DOSA! Lihatlah dari apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh nabimu. Apakah menyakiti orang lain = menyakiti diri sendiri?

Anggaplah makan makanan haram itu sama dengan menyakiti diri sendiri. Nabimu bilang, orang yang makan makanan haram kelak akan disiksa di neraka.

Sebaliknya, menyakiti orang lain, seperti menyiksa Kinana sampai mati demi mengorek di mana harta kekayaannya disembunyikan, membunuh wanita penyair hanya karena tidak tahan dengan kritikan-kritikannya, semua itu dalam pandangan ISLAM, bukanlah DOSA!

Makan makanan haram dosa dan akan disiksa di neraka, tapi kalau menyakiti sesama manusia dan bahkan membunuhnya, tidak dosa! Heran, tidak? Adakah Tuhan mengajarkan ajaran sebodoh ini?

Silakan renungkan.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Adadeh » Sat Aug 09, 2008 12:05 pm

Ikut nyumbang nih bang Dul:

HARAM dan HALAL dalam ISLAM

Adalah haram untuk menikahi wanita penyembah berhala dewasa tapi halal untuk menikahi Muslimah yang masih ingusan.

Adalah haram untuk mencuri sebutir telur dari seorang Muslim, hukumannya adalah potong tangan dan kaki, tapi halal untuk merampok kafilah2 dagang non-Muslim, dan hadiahnya adalah barang jarahan perampokan.

Adalah haram untuk menggorok binatang di dalam nama lain selain Tuhan tapi halal untuk menggorok non-Muslim dalam nama Tuhan.

Adalah haram untuk berteman dengan seorang Yahudi atau seorang Kristen tapi halal untuk membunuhnya saat mereka tidur dan halal pula untuk meniduri istri2 dan anak2 wanita mereka.

Adalah haram untuk menonton televisi beradegan hot tapi halal untuk menonton pemancungan dan perajaman.

Adalah haram bagi wanita untuk menunjukkan wajahnya pada orang namahram tapi halal bagi pria untuk menelanjangi dan memeriksa seorang wanita sebelum membelinya di pasar budak.

Adalah haram untuk utang buat beli rumah bagi keluargamu tapi halal untuk membeli seorang wanita di pasar budak untuk memuaskan nafsu berahimu.

Adalah haram untuk memperdagangkan minuman beralkohol tapi halal untuk memperdagangkan manusia.

Adalah haram untuk mendengar musik tapi halal untuk mendengar jeritan2 para wanita dan anak2 yang melihat para suami, ayah dan kerabat2 prianya dipenggal kepalanya.

Adalah haram untuk bertaruh dalam pacuan kuda tapi halal untuk mencuri kuda dari non-Islam sebagai mata pencaharian.

Adalah haram bagi seorang wanita untuk punya lebih dari seorang suami tapi halal bagi para suami untuk punya lebih dari seorang istri.

Adalah haram bagi seorang suami untuk menyakiti hati istri dengan cara lebih menyayangi istrinya yang lain, tapi halal bagi suami untuk menyakiti semua istri2nya dengan memiliki dan meniduri budak2 dan tawanan2 perang wanita.

Adalah haram bagi seorang istri untuk menolak ajakan seksual suami bahkan pada saat berada di atas pelana onta, tapi halal bagi suami untuk memukuli istrinya dengan cambuk dan tongkat jika istri menolaknya.

Adalah haram untuk menyakiti hati seorang Muslim yang tak bersalah, tapi halal untuk memenggal semua masyarakat non-Muslim yang tak berdosa dan menjual para wanita dan anak2 mereka sebagai budak.

Adalah haram untuk menyerang dan menyakiti para wanita dari pihak musuh tapi halal untuk memperbudak dan memperkosa mereka.

Adalah halal untuk merajam seorang wanita dengan mengubur badannya di dalam sebuah lubang sampai batas bahunya untuk mempertahankan “hijab”-nya tapi haram untuk merajamnya di atas tanah dan merusak “hijab”-nya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Maher-Shalal » Thu Aug 14, 2008 1:32 am

Duladi wrote:Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA


Bener, mbah Duladi. Islam terobsesi banget dengan ritual2 fisik tapi secara roh mereka mati total.

Markus 7:6-8
"Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
User avatar
Maher-Shalal
 
Posts: 1364
Joined: Mon Mar 17, 2008 4:49 pm
Location: Between heaven and hell

Re: Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA

Postby Duladi » Thu Oct 28, 2010 9:23 pm

"Tidak akan masuk surga jasad yang diberi makan barang haram." (HR. Imam Tirmidzi; hadits hasan)
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Islam tidak bisa membedakan NAJIS & DOSA

Postby Duladi » Wed Dec 07, 2011 1:36 pm

Muslim: Hei kafir, apa kamu tak takut masuk neraka?
Kafir: Emangnya ada apa?
Muslim: Penismu masih ada kulupnya, khan?
Kafir: Iya.
Muslim: Nah, buang tuh kulup, supaya kau tidak masuk neraka.
Kafir: Trus, setelah itu?
Muslim: Ikut aku, cari cewek di Puncak, trus kita nikahi dulu mereka sebelum kita ajak tidur.
Kafir: Itu menyakiti istri kita.
Muslim: Gak usah pikirin, yg penting perbuatan kita halal.
Kafir: Kenapa kamu berpikir kulup yg menutupi penis bisa membuatku ke neraka, tapi perbuatan jahatmu terhadap istrimu tidak? Mending berkulup tapi tidak berbuat jahat, daripada tanpa kulup tapi jahat. Munafik!!!
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users