.

Siapa Sebenarnya Yang Disembelih Abraham?

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Siapa Sebenarnya Yang Disembelih Abraham?

Postby Rainn Forestha » Wed May 10, 2006 11:52 am

Emak saya numpang tanya, apa benar Abraham itu nyaris DUA kali menyembelih anaknya? Setahu saya, khan cuma Ishak yang siap dikorbankan. Tapi kenapa tahu-tahu ada yang haqul yakin Ismael nyaris disembelih ?
Maaf, saya baru di sini, jadi gak tahu apa topik ini pernah dibahas apa belum. Anyway, ada yang bisa bantu ?
Mohon jangan asal jawab...


Thx all
User avatar
Rainn Forestha
 
Posts: 668
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Postby curious » Wed May 10, 2006 12:41 pm

menurut perjanjian lama, ishak lah yang mau dikorbankan bapaknya abraham. versi islam adalah ismael. kalo tidak salah sebenarnya nama Ismael tidak ditulis jelas di ayatnya, hanya disebut anak ibrahim, begitu. tapi muslim menganggap ismael yang dimaksud.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby moe » Wed May 10, 2006 12:56 pm

Muslim bilang Pokoknya Ismael
qqqqq
User avatar
moe
 
Posts: 618
Joined: Sat Mar 18, 2006 12:46 pm

Postby DARAH DAN DOA » Wed May 10, 2006 7:33 pm

YANG DISEMBELIH YA KAMBING/DOMBA TULEN ATUUUUUUUHHHHHHHHHH :D
TP YA KAN TIAP VERSI BEDA2 KL MENURUT ALKITAB BEGITU ISHAK MO DISEMBELIH ADA ORG YG BAWAIN KAMBING/DOMBA SAMBIL TEREAK2 WAH JANGAN PAK, NI SAYA BAWAIN KAMBING/DOMBA. :lol:

VERSI ISLAM AU AH GELAP 8)

T
DARAH DAN DOA
 
Posts: 191
Joined: Mon Feb 20, 2006 6:06 pm
Location: U.I.S.R

Postby simson » Fri May 19, 2006 11:27 am

YANG JELAS BUKAN ISKAN DAN ISMAIL.....TAPI SEEKOR DOMBA. TAHU MAKNA SEMUA ITU.........DOMBA ADLAH LAMBANG YESUS YANG DISEBUT ANAK DOMBA ALLAH.

KOK DISEBUT ANAK DOMBA ALLAH........KENAPA TAK DISEBUT ANAK KAMBING ALLAH.

CIRI DOMBA:TAK ADA TANDUK........DIA LEBIH SENANG DAMAI.
CIRI KAMBING: BERTANDUK.........DIA LEBOH SUKA MENYERUDUK (BERKELAHI).

MOGA DAPAT MENJADI PENCERAHAN BAGI FFI NETTER DISINI.


SAYA CINTA INDONESIA.

GOD BLESS YOU
User avatar
simson
 
Posts: 52
Joined: Tue May 16, 2006 4:17 pm

Postby Rainn Forestha » Sun May 21, 2006 12:27 pm

Heheh, memang bukan salah satu dari keduanya yang akhirnya disembelih (makanya saya tulis 'nyaris' dan 'siap'). Cuma yg menjadi inti keheranan saya adalah kenapa umat muslim yakin benar kalo yang nyaris disembelih itu Ismael, (padahal katanya di Quran cuma disebut anak Ibrahim) mengingat jarak/perbedaan usia antara Ismael dan Ishak pun cukup lumayan (kalau tidak salah belasan tahun) ?
User avatar
Rainn Forestha
 
Posts: 668
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Postby Kaddihan » Wed May 24, 2006 10:37 pm

Rain
Emak saya numpang tanya, apa benar Abraham itu nyaris DUA kali menyembelih anaknya? Setahu saya, khan cuma Ishak yang siap dikorbankan. Tapi kenapa tahu-tahu ada yang haqul yakin Ismael nyaris disembelih ?
Maaf, saya baru di sini, jadi gak tahu apa topik ini pernah dibahas apa belum. Anyway, ada yang bisa bantu ?
Mohon jangan asal jawab...


Thx all


:) lam kenal dulu , eqe orang baru diforum ini , semoga forum ini jadi media pembelajaran bagi kita aamiin :)

curious

menurut perjanjian lama, ishak lah yang mau dikorbankan bapaknya abraham. versi islam adalah ismael. kalo tidak salah sebenarnya nama Ismael tidak ditulis jelas di ayatnya, hanya disebut anak ibrahim, begitu. tapi muslim menganggap ismael yang dimaksud.


saya akan beragumentasi dengan Al-qur'an Insya Allah .

Moe
Muslim bilang Pokoknya Ismael
qqqqq


yah benar menurut Islam adalah nabi Ismail as , bukan nabi Ishak

perhatikan kutipan2 saya dibawah ini

Yaa Tuhanku , anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh . [37:100]

Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar [37:101]

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim , Ibrahim berkata : "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu , maka fikirkanlah apa pendapatmu !" Ia menjawab "Hai bapakku , kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar [37 : 102]


anak nabi Ibrahim pada kutipan diatas adalah nabi Ismail as , darimana Islam berpendapat itu adalah nabi Ismail ? yakni dari ayat 101 dan ayat 102
diayat 100 nabi ibrahim meminta kepada Allah supaya dianugrahkan anak yang saleh tapi Allah menjawab dan memperkenankannya dengan menganugrahkan anak yang amat penyabar

kenapa bukan Ishaq ? , karena Allah tidak menggelar Ishaq dengan penyabar tapi anak yang saleh
perhatikan ayat berikut ini

Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak , seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh [37:112]


kesimpulan :
Nabi Ismail = anak penyabar
Nabi Ishaq = anak saleh

perhatikan lagi ayat berikut ini :

Dan (ingatlah kisah) Ismail , Idris dan Zulkifli , semua mereka termasuk orang-orang yang sabar [21:85]


Dan kami anugrahkan kepada Ibrahim , Ishaq dan Yakub , dan kami jadikan kenabian dan alkitab pada keturunannya, dan kami berikan kepadanya balasan didunia ; dan sesungguhnya dia diakhirat , termasuk golongan orang-orang yang saleh [29 : 27]


jadi amat jelas bagi Muslim bahwa yang disembelih itu adalah nabi Ismail as , bukan nabi Ishaq as .

:) boleh tahu gimana ceritanya di PL rekan Curious ?

Demikian tanggapan salah dan janggal minta dimaafkan

@Kaddihan
Wa kaanal insaanu aktsaru syai'in jadala
Kaddihan
 
Posts: 33
Joined: Wed May 24, 2006 11:20 am

Postby curious » Thu May 25, 2006 5:49 am

Kaddiman
Saya ikut dulu cara berpikir anda dengan membedakan anak SALEH dan anak SABAR.

Menurut anda:
Nabi Ismail = anak penyabar
Nabi Ishaq = anak saleh

QUESTION: Apakah SALEH dan SABAR itu mesti mutually exclusive? Tidak bisakan anak yang SALEH juga SABAR?
Ataukah anak yang SALEH pasti TIDAK SABAR? dan
anak yang SABAR pasti tidak SALEH?
Anak yang TIDAK SALEH pasti SABAR? dan
anak yang SABAR pasti TIDAK SALEH?

Kaddihan wrote:boleh tahu gimana ceritanya di PL rekan Curious ?

Tentu saja. Di PL tidak ada keraguan dan tidak perlu bermain dengan kata-kata.

22:1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

22:3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Kaddihan » Thu May 25, 2006 2:18 pm

Curious
Kaddiman Saya ikut dulu cara berpikir anda dengan membedakan anak SALEH dan anak SABAR.

Menurut anda:
Nabi Ismail = anak penyabar
Nabi Ishaq = anak saleh

QUESTION: Apakah SALEH dan SABAR itu mesti mutually exclusive? Tidak bisakan anak yang SALEH juga SABAR?
Ataukah anak yang SALEH pasti TIDAK SABAR? dan
anak yang SABAR pasti tidak SALEH?
Anak yang TIDAK SALEH pasti SABAR? dan
anak yang SABAR pasti TIDAK SALEH?


:) rekan curious tidak memahami ilmu balagoh dan mantiq dalam Al-Qur'an

Curious :)
Saleh itu sifat yang nakirah weeh ngerti nggak yah :)
Saleh itu sifat yang nakirah (umum] sementara sifat sabar adalah sifat yang makrifat (Khusus)
dalam tatanan sistematika bahasa Arab pembedaan umum dan khusus memberikan figur yang berbeda dari sisnilah Islam menentukan yang disembelih itu adalah nabi Ismail as sejalan dengan topik kita ini
intinya kita bertanya
berapa anak nabi Ibrahim ? , jawabnya 2
siapakah keduanya ? Ismail dan Ishaq
Siapakah Ismail , jawabnya anak yang sabar
siapakah Ishaq , jawabnya anak yang saleh
siapakah yang disembelih , jawabnya anak yang penyabar

selanjutnya dalam ilmu mantiq ada rumus kullu kulli , kullu ba'di , pemahamannnya begini , umpamanya
setiap-tiap bola pasti bulat tapi tidak setiap-tiap bulat belum tentu bola
bisa jadi kelereng , globe , lingkaran dll
karena ini dua sifat yang balagoh nya berbeda satu umum satunya lagi khusus
artinya tiap-tiap penyabar pasti saleh tapi tidak setiap-tiap saleh belum tentu penyabar

kesimpulannya :
orang saleh belum tentu sabar
orang sabar sudah pasti saleh

:) makasih rekan Curious akan kitipan PL nya
saya dah baca , ada beberapa pertanyaan terbit dari hati saya setelah membaca , tap nantilah saya tuliskan disini , kita selesaikan dulu pembahasan kita ini mana tahu rekan Curious masih ada yang belum jelas tentang pendapat Muslim siapa yang disembelih

Demikian tanggapan , salah dan janggal minta dimaafkan
@ Kaddihan
Wa kaanal insanu aktsaru syai'in jadala
Kaddihan
 
Posts: 33
Joined: Wed May 24, 2006 11:20 am

Postby curious » Thu May 25, 2006 2:52 pm

Maaf, saya tidak mengerti istilah istilah yang berbahasa arab.
kesimpulan anda:
orang saleh belum tentu sabar
orang sabar sudah pasti saleh

Siapakah anak yang saleh: Ishaq
Siapakah anak yang sabar: Ismael.

Menurut [37:101] Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar - Ibrahim sudah tahu anaknya ini si Ismael itu seorang yang sabar, karena sudah dikabarkan allah. Buat apa anaknya mesti mengatakan insya allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar?

JUSTRU si Ishaq yang dikatakan anak yang saleh [37:112] yang PERLU MEMBUKTIKAN pada bapaknya bahwa dia itu juga anak yang BUKAN HANYA SALEH, tapi juga telah menjadi SABAR.

Bukankah lebih masuk akal bahwa Ishaq yang ingin bapaknya mendapatkan dia juga adalah anak SABAR, seperti Ismael yang bapaknya telah tahu sabar
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Rainn Forestha » Thu May 25, 2006 3:18 pm

Anak Abraham gak cuman dua. Di Genesis 25: 2 disebutkan pula nama 6 anak Abraham dari Keturah. Semasa hidupnya, Abraham memberi hadiah pada anak-anaknya dari Hagar dan Keturah dan juga menyuruh mereka pergi jauh ke Timur, jauh dari Iskak. Tapi sesudah ia mati, ia meninggalkan segala sesuatunya untuk Ishak. Genesis 25 : 5-6
Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang ambigu, tidak ada permainan kata.

Saya mantap bahwa memang Ishaklah satu-satunya yang disiapkan Abraham untuk disembelih, karena kalau tidak, tentulah Ismael disebut terlebih dahulu untuk nyaris disembelih. (Mengingat di Genesis nama Ismael dan keturunannya pun disebut secara terbuka, berarti kalau memang dia pastilah Tuhan menyebut nama Ismael).

Jadi logikanya, bila dalam Bible telah dinyatakan secara jelas Ishak yang diminta Tuhan untuk disembelih (dan dia belasan tahun lebih muda dari Ismael) berarti jelaslah memang hanya Ishak yang nyaris disembelih. (Pula ternyata quran tidak menyebut nama, hanya permainan kata yang dipaksakan sebagai Ismael.)
Lagipula, sejak mula Abraham sudah menuruti permintaan Sarah, istrinya, untuk 'membuang' Hagar dan Ismael, tentulah Tuhan tahu tidak akan sulit bagi Abraham bila diminta oleh Tuhan untuk 'mengorbankan' Ismael.
Sementara Ishak adalah anak perjanjian yang dinanti bertahun-tahun oleh Abraham dan Sarah, sehingga akan sangat berat bagi Abraham untuk melakukan tindakan iman berupa mengorbankan anak yang sudah dijanjikan tersebut. Sehingga jelas, Tuhan meminta Ishak (karena bila Abraham melakukannya berarti menunjukkan pernyataan iman percaya Abraham pada Tuhan), bukan Ismael yang telah jelas-jelas telah diusir atas permintaan Sarah.
User avatar
Rainn Forestha
 
Posts: 668
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Postby MuridMurtad » Thu May 25, 2006 4:04 pm

Ini sih dari segi logika :

Kalau untuk ujian iman Ibrahim (seperti anggapan Yahudi ) membunuh anak yang sudah lama didambakan dan baru lahir sesudah Sarah mau mendekati ajal lebih berat ketimbang membunuh anak seorang budak yang masih muda dan mungkin bisa melahirkan kembali .

Tapi Muslim ingin menggeser ujian iman itu bukan untuk Ibrahim tapi untuk Ismael. Dengan menganjurkan bapaknya melaksanakan mimpinya berarti Ismael lebih arif dari Ibrahim, apalagi dari Ishak.

Tapi masalahnya cerita itu (sebelum ada ayat Quran) tidak ada dalam masyarakat Arab. Cerita itu jelas keluar dari tradisi Yahudi (terlepas dongeng atau bukan). Bahkan kata Ishmael dan Ibrahim sendiri bukan bahasa Arab. Ketika cerita itu menjadi tradisi Yahudi sejak ratusan tahun yang lalu, itu untuk konsumsi Yahudi sendiri dan bukan untuk melawan Islam (kerena islam belum ada), jadi untuk apa Yahudi memalsukan cerita ?

Sebaliknya ketika Islam berbenturan dengan Yahudi, tentu sangat beralasan untuk menempatkan Ishmael sebagai jagoannya -kerena mereka meyakini Ishmael adalah leleluhur Arab - maka dengan demikian islam mendapat legitimasi sebagai keturunan yang lebih beriman.

Jadi siapakah yang lebih logis dan berkepentingan untuk memalsukan cerita ? Tentu saja Muslim . Tapi dalam hal ini Quran tidak begitu terlibat kerena tidak menyebutkan nama.
--
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby jafar » Thu May 25, 2006 6:01 pm

Cerita Ishak dan Ismail secara gamblang dan terbuka panjang lebar ada di Alkitab.
Ishak adalah anak yang dijanjikan oleh Allah kepada Ibrahim dan Sarah. Rekan curious telah memaparkan ayat-ayat tentang siapa sebenarnya yang nyaris disembelih, yaitu : ISHAK.

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Tidak ada keraguan lagi memang ISHAK yang nyaris jadi korban.

Soal anak saleh itu Ishak dan anak sabar itu Ismail, pendapat tersebut hanya permainan kata-kata seorang penyair.

Menurut saya seorang yang saleh adalah seorang yang benar-benar tunduk dan taat kepada segala aturan dan peraturan yang diberikan Allah kepada dia. Dan kesalehan menuntut kesabaran akan janji Allah kepada orang tersebut.

Justru orang yang sabar diragukan kesalehannya. Contoh kasus, muh sabar menunggu sampai gerombolan rampoknya besar jumlahnya. Sembari menunggu kelompoknya menjadi besar, dia tetap melakukan perampokan terhadap saudagar-saudagar Yahudi. Setelah gerombolannya besar dan terkenal akan kekejamannya baru muh dan gangnya berani masuk ke mekah mengusir, membunuh dan merapmpok harta orang-orang yang tidak menyukai dia.

Simple aja. Sabar ya muh sampai banyak anggota ntar tak pateni kabeh yang gak suka ama kamu.

He......he.........he.........

Syalom
Jafar
jafar
 
Posts: 245
Joined: Mon May 22, 2006 4:36 pm

Postby davidstar777 » Thu May 25, 2006 6:21 pm

P. Lama: Kejadian

Sara mengizinkan Abraham untuk mengawini Hagar

16:1. Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

Hagar memandang rendah Sara

16:4. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."

Sara menindas Hagar

16:6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
16:7. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
16:8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."
16:9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."

Janji Tuhan kepada Ismael dan keturunannya

16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya."
16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."


Hagar melahirkan Ismael

P. Lama: Kejadian: 16
16:15. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dan Abraham menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
16:16 Abraham berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
17:23. Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.
17:24 Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya.
17:25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.
17:26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Janji Tuhan kepada Sara agar mempunyai anak

P. Lama: Kejadian: 17
17:15. Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"
17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Janji Tuhan kepada keturunan anak anak Abraham

17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."

Sara melahirkan Ishak

P. Lama: Kejadian: 21
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
21:3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
21:4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
21:6 Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
21:7 Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya."
21:8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.

Sara menjadi marah

21:9. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.

NB : Di sini ada sesuatu hal yg menurut saya pribadi merasa aneh , mengapa pada saat Ismael dan Ishak sedang bermain membuat Sara menjadi marah ? apakah Ismael menggangu adik nya ?

Hagar dan Ismael di usir

21:10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
21:11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.


21:13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu."
21:14. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
21:16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

Tempat Hagar dan Ismael menetap di padang gurun Paran


21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
21:20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Ishak akan di korbankan


21:34 Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.

P. Lama: Kejadian: 22
22:1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
22:3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Domba jantan sebagai pengganti Ishak untuk di korbankan

22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Abraham dan Ishak tinggal di Bersyeba

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.



Kesimpulan yg dikorbankan ternyata Ishak
masa Ismael sudah di usir mau di korbankan , kelamaan nyarinya coy :D
User avatar
davidstar777
 
Posts: 108
Joined: Mon May 08, 2006 12:11 am

Postby Kaddihan » Fri May 26, 2006 12:30 am

Curious
Maaf, saya tidak mengerti istilah istilah yang berbahasa arab.
kesimpulan anda:
orang saleh belum tentu sabar
orang sabar sudah pasti saleh

Siapakah anak yang saleh: Ishaq
Siapakah anak yang sabar: Ismael.


Sifat Saleh (baik) adalah umum , berbakti , hormat , sabar , dermawan , dll .
Sifat Sabar adalah khusus, salah satu dari bagian Saleh

Saleh ….. boleh jadi orang yang berbakti atau hormat atau sabar atau dermawan , dll atau seluruhnya

Sabar ….. pilihannya cuman satu yakni Saleh

Karena pentingnya kata-kata ini dan merupakan kebalagohan Al-Qur’an dari situlah umat Islam memahami yang disembelih adalah Nabi Ismail as

Menurut [37:101] Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar - Ibrahim sudah tahu anaknya ini si Ismael itu seorang yang sabar, karena sudah dikabarkan allah. Buat apa anaknya mesti mengatakan insya allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar?


Penunjukan karakter , balagoh Al-qur’an memberikan pemahaman , demikianlah memang sistematika bahasa Arab rekan Curious

JUSTRU si Ishaq yang dikatakan anak yang saleh [37:112] yang PERLU MEMBUKTIKAN pada bapaknya bahwa dia itu juga anak yang BUKAN HANYA SALEH, tapi juga telah menjadi SABAR
Bukankah lebih masuk akal bahwa Ishaq yang ingin bapaknya mendapatkan dia juga adalah anak SABAR, seperti Ismael yang bapaknya telah tahu sabar


anda memaksakan analisa rekan Curious supaya orang saleh mesti sabar , sementara dermawan , bakti , hormat . tidak mesti sabar baru saleh , orang sabar pasti saleh , orang hormat pasti saleh , orang dermawan pasti saleh , sama hal dengan yang kita bicarakan sebelumnya ,

sekali lagi demikianlah balagohnya Al-qur’an rekan Curious dan lagian 3 kata sabar dan 3 kata saleh pada kutipan ayat –ayat Al-qur’an dengan surah yang berbeda bukan tidak ada tujuan , jelas ada , ada maknawi (siratan) disana , Allah mengisyaratkan kepada ummat tentang nabi Ismail as dan nabi Ishaq as.

Demikian tanggapan , argumentasi saya dalam hal ini sudah maksimal , rekan pembuat topic khusunya dan rekan2 yang lain pada umumnya ingin mengetahui alasan Islam meyakini nabi Ismail lah yang diqurbankan oleh ayahnya nabi Ibrahim as , itulah jawaban saya perkara berterima atau tidak terpulang kepada kita semua .


Dan Insya Allah Curious dan rekan2 sekalian , nampaknya sudah banyak para rekan2 yang lain memberikan rujukan cerita Ishak di PL , saya akan bertanya 1 saja dulu yakni

Anak nabi Ibrahim anaknya dua orang , kenapa tuhan katakan ambillah anakmu yang tunggal , kenapa demikian ?

Demikian tanggapan , salah dan kurang mohon dimaafkan
@kaddihan
Wa Kaanal Insaanu aktsaru syai'in jadala
Kaddihan
 
Posts: 33
Joined: Wed May 24, 2006 11:20 am

Q

Postby curious » Fri May 26, 2006 6:40 am

Terimakasih atas usaha anda menjelaskan prospektif pihak muslim.
saya yakin original poster Rainn Forestha sudah jelas bahwa argument pihak muslim hanyalah permainan kata belaka, sedangkan dari pihak kristen jelas sekali berdasarkan kitab Genesis.

kaddiman wrote:Anak nabi Ibrahim anaknya dua orang , kenapa tuhan katakan ambillah anakmu yang tunggal , kenapa demikian ?


Pada saat itu memang anak Abraham ada dua. Namun yang dijanjikan Tuhan hanyalah satu, yaitu ISHAQ. Ismael adalah anak haram yang terjadi karena Sara menyuruh suaminya tidur dengan hambanya, bukan kehendak Tuhan. Karena itu, ketika Tuhan menyuruh Abraham mengambil Anak Tunggalnya, Tuhan merujuk kepada anak yang dijanjikan, yaitu Ishaq.

Penjelasan MuridMurtad sangat bagus dan masuk akal. Pikirkanlah :D
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Phoenix » Fri May 26, 2006 6:58 am

Keduluan Davidstar..gpp koq...

Gue juga mau nulis:

Pake nalar aje..bukannya saat Allah meminta ABraham utk mengorbankan anaknya, IShak, Ismael itu sudah diusir?? Jaid gak mungkin 100% tu yang disuruh dikorbankan itu Ismael..

Makanya jangan aneh kalau msulim merasa dari keturunan ismael, yang tingkahnya sperti keledai liar..selalu sirik sama keturunan Ishak...he..he..he..

Lihat aje si ismael kayaknya nakalnya ujubilah sampe si Sara sebel... nggak ibu nggak anak sama aje..dikasih ati ngerogo ampela...
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby curious » Fri May 26, 2006 7:03 am

Yeap. Selain yang dikatakan Davidstar dan Phoenix, apa yang dikatakan Rainn Forestha juga sangat masuk akal. Disuruh membuang Ismael saja, Abraham mau. Membuang sudah sama artinya tidak peduli lagi dia mau hidup seperti apa, mau sengsara, atau mati juga sudah terserah deh. Jadi apa bedanya disuruh mengorbankan lagi? Kan memang sudah "dikorban"kan alias di kick out dari hidupnya Abraham.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Kaddihan » Fri May 26, 2006 7:12 pm

Curious
Pada saat itu memang anak Abraham ada dua. Namun yang dijanjikan Tuhan hanyalah satu, yaitu ISHAQ. Ismael adalah anak haram yang terjadi karena Sara menyuruh suaminya tidur dengan hambanya, bukan kehendak Tuhan. Karena itu, ketika Tuhan menyuruh Abraham mengambil Anak Tunggalnya, Tuhan merujuk kepada anak yang dijanjikan, yaitu Ishaq.


Janji Allah anak Ibrahim hanyalah satu dan kenyataannya dua , hmh … sunguh bertentangan dengan kemahaan Allah yang memiliki segala kehendak .
Begitukah Allah rekan Curious ?

Janji Allah sirna , dengan adanya hubungan Ibrahim dengan siti Hajar , jadi pengertiannya anak terlahir hanya karena hubungan suami istri , Allah tidak punya kehendak disana , apakah rekan curious kita terlahir karena kehendak ayah ibu kita ?

Jika anak yang terlahir tidak dari nikah , apakah Allah juga menganggap anak itu tidak ada dalam garis keturunan rekan curious ? , kalao andai iya, Allah memandang tidak ada garis keturunan tentu Tuhan mengatakan dalam bible anda , tolong tunjukkan ayat yang mengatakan demikian !

Terimakasih sebelumnya
Kaddihan
Wa Kaanal Insaanu aktsaru syai’in jadala
Kaddihan
 
Posts: 33
Joined: Wed May 24, 2006 11:20 am

Postby curious » Fri May 26, 2006 7:35 pm

Kaddihan wrote:Janji Allah anak Ibrahim hanyalah satu dan kenyataannya dua , hmh … sunguh bertentangan dengan kemahaan Allah yang memiliki segala kehendak .
Begitukah Allah rekan Curious ?

Anda salah mengartikan apa yang saya katakan tentang janji Yahwe kepada Abraham. Janjinya bukan menjanjikan MEMBERI HANYA SATU ANAK (yang ternyata menjadi dua seperti kata anda. Sebenarnya anak Abraham ada lebih dari dua seperti yang dikatakan Rainn Forestha). Janjinya adalah untuk melindungi dia dan keturunannya (bangsa pilihan)dan bahwa keturunannya akan menjadi banyak seperti dikatakan dalam kitab Kejadian (Genesis) Bab 15. Tidak ada kejadian yang bertentangan dengan kemahana Allah. Malah sebaliknya, walaupun usia Abraham dan Istrinya Sarah sudah tua, mereka masih juga bisa dikarunia dengan anak kandungnya Ishaq.

Kaddihan wrote:Janji Allah sirna , dengan adanya hubungan Ibrahim dengan siti Hajar , jadi pengertiannya anak terlahir hanya karena hubungan suami istri , Allah tidak punya kehendak disana , apakah rekan curious kita terlahir karena kehendak ayah ibu kita ?

Dari mana anda mengambil kesimpulan janji Tuhan sirna? Janji itu tetap ada dan digenapi dengan lahirnya Ishaq.

Kaddihan wrote:Jika anak yang terlahir tidak dari nikah , apakah Allah juga menganggap anak itu tidak ada dalam garis keturunan rekan curious ? , kalao andai iya, Allah memandang tidak ada garis keturunan tentu Tuhan mengatakan dalam bible anda , tolong tunjukkan ayat yang mengatakan demikian !

Kesimpulan ini anda ambil dari mana? Janji Tuhan adalah buat keturunan Abraham dan SARAH, bukan dengan budaknya Sarah yang bernama Hagar. Di mana mana saja anak haram raja tidak akan mendapat tahta bapaknya. Begitu pula si anak haram ismael, tidak mendapat apa yang dijanjikan Tuhan kepada bapaknya Abraham. Semoga ini jelas bagi anda.
Last edited by curious on Fri May 26, 2006 8:02 pm, edited 1 time in total.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Next

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users