Page 7 of 8

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Tue Oct 01, 2013 7:19 am
by Utbahbinabuwaqqash
Baitul Makmur wrote:pantaslah hidup kalian tersesat sejak masih pra sekolah,
macam seks bebas tanpa nikah tidak disarankan, tapi tidak dilarang juga, maka kumpul kebo lah pilihan kalian, luar biasa.

lg ngomongin nabimu yg cabul itu ya?
Doi ga pernah sekolah
Doi pelaku seks bebas,
dgn tante2.....? Oke
dgn janda2....? ho oh jg
dgn anak kecil....? Yes!
dgn budak...? Oke!
Semuanya bebas, ga perlu nikah! ga perlu penghulu! Cukup muhammad dan perempuan yg mau digenjotin doi aja
dalam waktu bersamaan lagi!
Seks bebas bukan??
Bukan kumpul kebo lg namanya
Tapi kumpul kebo kambing ayam dogy pigy
Alias kumpul ternak
Luar biasa nabimu itu ...hi...hi...hi...hi

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Fri Oct 18, 2013 7:23 pm
by FHLI
@ subhanallah :
Terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya. Saya masih bingung dengan cara anda menangkap kalimat yang sederhana tersebut.

"(Qs 70:40) Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki (semua) timur (masyaariq) dan (semua) barat (maghaaribi), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa."


Jelas kalimat tersebut menunjukkan ada dua pihak yaitu AKU & TUHAN YANG MEMILIKI TIMUR DAN BARAT. Kalimat tersebut menunjukkan pihak pertama (AKU) bersumpah DENGAN pihak kedua (TUHAN YANG MEMILIKI TIMUR & BARAT). Jika memang kalimat tersebut menunjukkan satu pihak maka seharusnya tertulis :

" Maka AKU bersumpah DEMI DIRIKU SENDIRI yang memiliki (semua) timur (masyaariq) dan (semua) barat (maghaaribi), sesungguhnya AKU benar-benar Maha Kuasa."


Saya beri contoh Kitab sebelah bagaimana TUHAN bersumpah :
Kejadian 22:16 kata-Nya : "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri - demikianlah firman TUHAN-: "
Yesaya 45:23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali.
Yeremia 22:5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Amos 6:8 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya,-demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam-
Bila seorang manusia bersumpah, untuk pengokohan baginya yang mengakhiri segala bantahan, maka biasanya manusia tersebut akan bersumpah demi orang yang lebih tinggi daripadanya. Karena tidak ada yang lebih tinggi daripada TUHAN, maka biasanya TUHAN bersumpah demi DIRINYA SENDIRI. (Ibrani 6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya)

subhanallah wrote:
"KAMI" disini saya pahami sebagai Allah SWT beserta makhluknya yang ikut serta atas perintahNya, dalam hal ini adalah para malaikat.


Dengan penjelasan anda tersebut berarti anda menyatakan bahwa MAKHLUK juga termasuk MAHA KUASA, karena ayat tersebut berbunyi : "sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa". Tanpa sadar anda telah menyamakan allah swt dengan makhluknya.

Menemukan Kebenaran Universal
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Fri Oct 18, 2013 7:42 pm
by FHLI
subhanallah wrote:
Kita perhatikan, meskipun Allah SWT yang paling berkuasa, Maha Berkuasa, tapi Allah SWT tidak mengklaim seluruh kejadian sesuai sunnatullah ini hanya "hasil kerja" Allah SWT semata.
Kalaulah sifat sombong itu diperbolehkan, tentulah hanya Allah SWT yang berhak dan boleh menyombongkan diri, karena keMahaKuasaanNya.
Tapi Allah SWT yang Maha Mulia, mencontohkan sifat "rendah hati", yang seharusnya kita manusia yang benar2 sangat lemah ini, tidak pernah menyombongkan diri atas kemampuannya yang sedikit ini.


Pernyataan anda ini tidak sesuai dengan pernyataan quran tentang allah swt. Quran menyatakan allah swt adalah: khairul mâkerin, (Penipu daya terbesar) 3:54, al mutakabbir (Yang sombong, takabur) 59:23, al jabbâr (Yang memaksa, penindas, tiran) 59:23, al qahhâr (Yang menaklukkan) 13:16, 14:48, 38:65, 39:4, 40:16, al khâfid (Yang merendahkan) 95:5,almudhell (Yang menghina) 3:26, almumit (Yang mematikan) 3:156, 7:158, 15:23, 57:2, almuntaqim (Pembalas dendam) 32:22, 43:41, 44:16, al mua’khkhir (Yang menangguhkan) 71:4 dan ad-dârr (Yang menimpakan kemudharatan) 6:17.
Yang manakah yang harus dipercaya, pernyataan anda atau quran ?

Menemukan Kebenaran Universal
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Oct 19, 2013 6:50 pm
by FHLI
subhanallah wrote:
Dalam pemahaman saya, kata ganti "NYA" tersebut untuk Allah SWT. Sedangkan "Kami" adalah Allah SWT bersama makhluknya yang punya andil dalam pelaksanaan perjalanan tsb. "Dia" juga mengacu kepada Allah SWT. Bagi saya ayat ini adalah pelajaran buat manusia, bahwa seharusnya keyakinan seperti itulah yang ada dalam hati saya, dan saya tidak meragukan tentang perjalanan itu


Dengan penjelasan anda ini menunjukkan allah swt tidak mengerti tentang TATA BAHASA, karena tidak dapat membedakan kata ganti orang pertama (KAMI) dengan kata ganti orang ketiga (DIA). Saya berikan contoh :
A(pihak pertama) sedang berbicara dengan B(pihak kedua) tentang C(pihak ketiga), sebagai berikut :
"QS 17:1
Maha Suci Allah (C), yg telah memperjalankan hamba-Nya (C) pd suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami (A) berkahi sekelilingnya agar Kami (A) perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami (A). Sesungguhnya Dia (C) adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.-"

Jadi yang sedang berbicara adalah A, dalam hal ini dipakai kata ganti orang pertama jamak (KAMI), yang diajak berbicara adalah B (tidak disebutkan dalam ayat tersebut siapa yang diajak berbicara atau ayat tersebut berbicara pada yang sedang membacanya), dan yang dibicarakan adalah C (yaitu Allah, Nya, Dia). Jadi jelas bahwa A (KAMI) bukanlah C (Allah, Nya, Dia). Jadi jelas ayat tersebut menunjukkan DUA INDIVIDU YANG BERBEDA, yaitu A (KAMI) dan C (Allah, Nya, Dia). Jika ayat tersebut menunjukkan individu yang sama sesuai tata bahasa yang benar seharusnya berbunyi :
"QS 17:1
Maha Suci Allah, yg telah memperjalankan hamba-Nya pd suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah IA berkahi sekelilingnya agar IA perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) NYA. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.-"

Silakan anda belajar lagi tata bahasa yang benar atau tanyakan langsung pada ahli bahasa.

Menemukan Kebenaran Universal
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Mon Oct 21, 2013 8:40 pm
by FHLI
prisca wrote:
perintah itu ditujukan kepada Abraham dan bagi saya pribadi ini sesuai dengan akal budi dan nurani saya, karena Abraham akan dijadikan Bapa dari orang2 beriman, yg artinya imannya haruslah melebihi org2 yg menyebutnya sebagai bapa orang beriman. dan lagipula perintah itu masuk akal, karena Abraham sudah menerima janji dari Tuhan bahwa :

”Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat” (Kejadian 15:18)


kenapa sya bilang ini masuk akal? karena satu2nya keturunan Abraham yg masih tinggal bersamanya saat perintah itu turun adalah Ishak, anak Sara. dan inilah yg Tuhan janjikan tentang "keturunan" itu:

Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”


jadi, apakah menurut anda, bagi orang yg taat seperti Abraham akan meragukan janji yg telah Tuhan ucapkan? I don't think so :-k


@ subhanallah
Sebagai tambahan untuk penjelasan dari Prisca :
Abraham melakukan hal tersebut bukan berdasarkan iman yang buta, tetapi berdasarkan janji-janji dari TUHAN sebelumnya seperti yang dijelaskan oleh Prisca di atas. Ini saya berikan alasan Abraham mau melakukan hal tersebut :
Ibrani 11:17-19 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan :"Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu (Kejadian 21:12)." Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Atau mungkin anda berkata "perintah itu berlaku untuk umat sebelum saya, tidak berlaku lagi buat umat saya", tapi bukankah Tuhan anda "pernah" memerintahkan sesuatu yang tidak sesuai dengan akal budi dan hati nurani anda, kepada umat sebelum anda
Secara kasarnya, Tuhan anda "pernah" memerintahkan "kekejaman" atau "kesadisan" kepada umat sebelum anda, apakah Tuhan ini yang tetap anda sembah sampai sekarang? Bagaimana bisa? Apakah Tuhan anda sekarang "bertobat" dan tidak mengulangi lagi perintah "sadis" kepada umat anda?
Saya ingin tahu bagaimana anda mengimani Tuhan anda, dengan segala keluhuran akal budi dan hati nurani anda, semoga anda berkenan sharing disini :)


apa yg anda harapkan untuk saya katakan?
perintah tersebut punya latar belakang peristiwa sendiri2 yg langsung bisa diketahui jika anda membaca kisah dalam kitab tersebut secara keseluruhan. dan perintah "sadis" dan "kejam" yang anda katakan itu juga adalah bentuk dari proses penggenapan janjiNya.

Setiap orang akan diuji sesuai tingkatan iman dan pengenalannya akan TUHAN secara pribadi. Apa yang dialami Abraham, tidak dapat diterapkan pada orang lain karena setiap orang berbeda tingkatan iman, pengenalan akan TUHAN dan pengalamannya dengan TUHAN dalam kehidupan masing-masing.

Menemukan Kebenaran Universal
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Feb 01, 2014 2:07 pm
by sundamurtat
Hmmm, baru jalan2 lagi ke thread ini, dan aku baca lagi dari awal.. Ternyata saya melewatkan beberapa jawaban bung subhanowoh.. Meskipun kecil kemungkinan bung subhanowoh datang lagi ke FFI, tapi saya coba argumen lagi jawaban2nya..

subhanallah wrote:
Anda mungkin perlu membaca juga artikel dari website yang sama:
http://hizbut-tahrir.or.id/2008/03/20/s ... ng-murtad/

sundamurtat wrote:
Saya sudah baca itu berkali2 mas, Lucu sekali ya cara islam memandang orang murtad, ya emang dasar kumpulan manusia2 sok benar, jadi ketakutan2nya tidak sadar membuahkan aturan yg membatasi kebebasan seseorang untuk memilih keyakinan.. Paling poll memang dihukum mati, kalau untuk alasan bisa dibikin2 lah, mudah saja untuk bilang itu penistaan lah, pengkhianatan lah, dll, ya jelas aja orang2 akan takut untuk murtad.. Tutur kata anda boleh santun, tapi penyakit virus islam sewaktu-waktu membuat hati anda penuh kebencian, sehingga hati anda tidak akan tersentuh sama sekali bahkan membiarkan pemenggalan orang orang2 murtad, padahal org tersebut hanya sedang berupaya mencari kebenaran. Bagi saya orang2 yg murtad yg dihukum mati adalah pahlawan luar biasa yg memiliki keteguhan keyakinan yg tinggi. Bayangkan, setelah murtad, diajak masuk islam lagi gak mau, dan tahu hukumannya adalah mati ketika menolak tapi tetap rela memilihnya.


subhanowoh wrote:Saya rasa soal membunuh orang yang murtad dari Islam ini tidak lagi saya perinci di sini, sudah terlalu melebar dari topik.

o yah?? emang topik yg sedang kita bicarakan apa?? Kebenaran universal?? membunuh org yang keluar dari islam bukan bagian dari kebenaran universal?? atau coba anda perinci di thread lain kalau anda mau..

subhanowoh wrote:Tapi percayalah bahwa perintah bunuh itu tidaklah tanpa kondisi dan disamaratakan. Saya fahami, dan bisa jadi clue bagi anda, pertama, di Al Qur'an yang merupakan sumber hukum utama umat Islam tidak ada perintah bunuh untuk orang murtad, adanya adalah kabar hukuman dari Allah SWT kelak di akhirat kecuali dia bertobat.

dan sebaliknya, di alkirun yang merupakan sember hukum utama umat islam tidak ada perintah untuk tetap berbuat baik pada org yg murtad. kalau owoh saja menghukum di akhirat pada orang murtad.. untuk apa muslim masih berbaik2 pada org murtad, tul gak??
trus gunanya hadis yg katanya hukum kedua umat islam apa?? katanya menjelaskan perkara syariat yg rinciannya tidak ada di alkirun? trus bagaimana dengan kejadian2 di negara2 islam tulen seperti arap saudi, malaysia, iran, irak, aljazair, tunisia, maroko, adghanistan, pakistan, dll yg menerapkan hukuman mati, atau paling tidak menerapkan aturan ketat pelarangan murtad?? siapa yang tanggung jawab?? kamu? habip rizik? sby? mui? quraish shihab?? paling muslim cuma bisa tutup mata saja sambil berkilah "ajaran islam yg benar tidak seperti itu"

subhanowoh wrote:Kedua, anda harus mempertimbangkan kondisi saat itu adalah kondisi perang antara umat Islam dan kaum kafir. Ketiga, orang murtad ada yang berbalik (kembali) jadi menyerang/memerangi Islam, ada yang tidak.

berikan pada saya batasan "kondisi perang" dan "memerangi islam" yang jelas, jangan bebacot teritoris doang.. Kalau sebaliknya, ada org yg mualaf dan berbalik memerangi agama lamanya, hukumannya gimana, kafir boleh bunuh tuh orang ga? trus bagaimana dengan kejadian2 di negara2 islam tulen seperti arap saudi, yaman, oman, mesir, malaysia, iran, irak, aljazair, tunisia, maroko, adghanistan, pakistan, dll yg menerapkan hukuman mati, atau paling tidak menerapkan aturan ketat pelarangan murtad?? Apa orang2 yg sudah kadung dihukum terbukti secara adil sedang memerangi islam dan sedang dalam peperangan?? Kalau sudah begitu siapa yang tanggung jawab?? kamu? habip rizik? sby? mui? quraish shihab?? paling muslim cuma bisa tutup mata saja sambil berkilah "ajaran islam yg benar tidak seperti itu"

subhanowoh wrote:Keempat, Al Qur'an jelas2 menyebutkan bahwa tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam (QS. 2:256).

omongan manis mulut doang percuma om.. tidak ada paksaaan, tapi tetap berusaha menghalang2i kalau mau keluar, atau memberikan perbedaan perlakuan yg mencolok terhadap kafir. coba kamu baca resource center yg membahas dualisme/standard ganda dalam islam.. begitulah cara islam menipu umat.. menyembunyikan hal yg bertolak belakang dan memunculkan hal yg seolah baik.. Padahal, coba kamu telusuri asbabun nuzul QS 2 : 256, itu turun saat mamat memenangkan suatu peperangan, dan kafir yg takluknya bernegosiasi, mamat mengabulkan utk membiarkan mereka tetap kafir.. jadi relevan ga konteksnya dengan hukuman mati atas kemurtadan??

subhanowoh wrote:Kelima, saat diupayakan perdamaian dengan adanya perjanjian hudaibiyyah (di penghujung dakwah Rasulullah, sekitar 4 tahun sebelum Rasulullah SAW wafat), dibebaskan kedua belah pihak siapa yang ingin mengikuti Muhammad SAW, siapa yang mengikuti Quraisy.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Hudaibiyyah

terus sebelum2nya apa dibebaskan juga?? kenapa pula mesti harus ada perjanjian Hudaibiyyah dulu?? emangnya beragama bukan hak dasar?? seolah2 kafir harus minta ijin mamat dulu kalau mau tetap kafir?
Ibarat suharto, sudah membantai PKI dan kroni2nya, memenjarakan ribuan orang pendukungnya, mengintimidasi keluarganya dalam hak politik, terus (misalnya) puluhan tahun kemudian mencabut aturannya tersebut dan memberikan kebebasan pada mereka semua, suharto mesti dianggap pahlawan oleh PKI gituh??

subhanowoh wrote:Mungkin kejadiannya akan sama jika seandainya anda murtad dari agama anda saat ini dan masuk Islam, kemudian anda berbalik menjelek2kan agama anda sebelumnya dan juga memerangi pengikut2nya secara terang2an, bahkan mengajak orang lain untuk ikut serta mendukung anda. Bagaimana nasib anda? :)
Itulah yang terjadi pada orang2 murtad di jaman Rasulullah :)

nggak, kalau saya seperti itu, saya akan aman2 saja.. bahkan meskipun di indonesia sudah ada uu penistaan agama, belum pernah tuh saya dengar ada org islam dipenjara karena penistaan agama kafir, meskipun sudah terang2an buktinya ada kalau para muallaf itu menghina agama sebelumnya.. Paling sederhana, cek buku "saya memilih islam", tidak sedikit yg menjelek2an kristen, hindu, buddha, dan lenggang kangkung begitu saja.. ngaca, gimana kalau murtadin yg melakukannya? gerombolan FPI + muslim2 tulul siap2 saja beraksi.. muslim2 yg moderat macam anda paling cuma bisa mingkem aja tutup mata.

sundamurtat wrote:
Kalau begitu mohon maaf juga, saya tegaskan kami tidak bisa menerima kebenaran kabar dari quran.. Karena dalam kitab kami dan pemuka2 agama terdahulu kami ajarkan, yang kami yakini benar, tidak ada yang menyatakan hal tsb. Ilmu Tuhan kami sungguh Maha Luas, dan dia tidak mengajarkan kepada kami seperti yang muslim2 dongengkan.

subhanowoh wrote:Sejarah manusia selalu berulang, kalimat2 semacam ini pun pernah disampaikan oleh kaum kafir terdahulu :)
Berikut ini cuplikan kabar dalam Al Qur'an atas peristiwa waktu itu :
[2:170] Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

lohhh, emangnya elu2 muslim sekarang bukan mengikuti perbuatan bapak ibumu, kakek nenekmu, nenek monyongmu?? Emang sekarang kamu ngerasa sudah tahu apapun dan ngerasa dapat petunjuk?? petunjuk dari siapa?? dari owoh?? kenapa harus dari owoh petunjuknya??
karena owoh sendiri yg bilang kalau petunjuk dari owoh sendirilah satu2nya yang benar
owoh melalui qurannya bilang kalau owoh itu benar karena quran itu benar
mamatnya si tukang karang kuran bilang mamat benar karena owoh di quran mengatakan mamat benar.
jadi kenapa owoh benar, mamat benar, quran benar?? karena ketiganya sudah sepakat saling membenarkan..

subhanowoh wrote:[5:104] Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

[10:78] Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua".


[Alkorong 5:104] Apabila dikatakan kepada para muslim: "Marilah mengikuti ajaran baru yang lebih rasional dan sesuai hati nurani". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati dari islam". Dan apakah orang2 muslim itu akan mengikuti islam mereka walaupun islam banyak kekacrutan dan tidak (pula) mereka tahu sedalam2nya tentang islam?.

[Alkorong 10:78] Para muslim berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari islam dan owoh, dan supaya kalian mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kafir seperti kalian"

Menemukan Kebenaran Universal
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Feb 01, 2014 2:43 pm
by sundamurtat
sundamurtat wrote:
Anda mau mencoba ga jatuh cinta terhadap Tuhan yang kami yakini? Pasti ada "sesuatu" yang bisa membuat anda jatuh cinta meskipun sebelumnya anda tidak suka dengan Tuhan yang kami yakini. Apalagi jika setelah itu berserah diri kepada Tuhan kami, dengan penuh keikhlasan dan keimanan kepada Tuhan kami, apa yang tidak mungkin jika hanya Tuhan kamilah pelindung dan penolong kita?
Semoga anda benar2 bisa memahami esensi maksud saya :)


subhanowoh wrote:Apa itu "sesuatu" yang bisa membuat saya jatuh cinta melebihi cinta saya pada Tuhan saya saat ini?

mau tahu aja, apa mau tahu bangetttt??
pilih aja, mau buddha, hindu, kristen, atheis.. murtad dulu, baru anda bisa tahu gimana rasanya jatuh cinta sama "tuhan" lain..
mestilah, masa anda pengen tahu apa yang bisa membuat sushi lebih enak dari tahu gejrot tapi ga pernah mau nyicip sushi..

sebaliknya saya bertanya, coba anda buka thread, apa yang membuat anda sekarang sangat mencintai tuhan anda (si owoh) saat ini?

sundamurtat wrote:
Saya akui ada kondisi yang membuat quran seolah2 lebih hebat dalam hal ini. Tapi sekali lagi itu bukan karena kekuasaan owoh.. Tradisi, sugesti, dan metode keyakinan yang diterapkanlah yg paling berpengaruh. Muslim diajarkan bahwa membaca quran adalah amalam berpahala tinggi, sehingga banyak yg berlomba2 menghafalnya sedari kecil. Di banyak madrasah, hafal quran menjadi syarat kelulusan/naik kelas, mau tidak mau generasi2 baru penghafal quran pasti muncul dan bertebaran.

subhanowoh wrote:Mungkin memang itulah kondisi hebatnya Al Qur'an, bukan "seolah2", tapi anda mungkin masih berusaha menolak kenyataan itu :)
Dari pernyataan anda ini, apakah berarti di agama anda, kitab suci anda tidak diistimewakan pengikutnya seperti kami umat Islam mengistimewakan Al Qur'an?
Apakah berarti umat anda tidak punya tradisi, sugesti dan metode keyakinan kepada kitab sucinya seperti kami?
Apakah bagi anda membaca kitab suci anda bukan amalan berpahala tinggi, sehingga tidak ada yang berlomba2 menghafalnya sedari kecil?
Jika sama dengan kami dalam memperlakukan kitab sucinya, kenapa beda hasilnya?
Kalau menurut anda bukan Allah SWT yang menjaga Al Qur'an tapi umat Islam, apa berarti umat kalian bahkan tidak menjaga kitab sucinya?
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita ini kan sama2 manusia, bahkan menurut kafirin FFI kan lebih pintar daripada umat Islam, tapi ternyata umat Islam yang lebih tergerak hatinya dan berniat menghafal kitab sucinya.
Bukankah jelas sekali peran Tuhan dalam hal ini :)

kenapa anda begitu naif.. pliss, sekarang saya tanya apakah anda hafidz atau setidaknya rutin menghafal quran ga?? jika ya jujur pada saya, sedari kecil melakukannya apakah awalnya disuruh oleh orang tua/guru agama bukan??
Atau setelahnya apakah anda benar2 terbebas dari motif iming2 pahala besar buat yg ngapalin quran (meski bodong paham)??
jika quran itu kitab ajaib dan orang2 menghapalnya bukan karena semua hal yg tadi.. Mestinya hal yg sama bisa terjadi bagi : anak2 yg lahir di keluarga kafir, tidak pernah tahu quran, tidak pernah diperintah ortunya baca quran tiba2 tergerak mulutnya pengen komat kamit baca itu kitab..

subhanowoh wrote:Mohon maaf, Muhammad SAW buta huruf jadi beliau tidak bisa menuliskannya kembali. Tapi saya 100% yakin Muhammad SAW pasti bisa melafalkan ayat demi ayat Al Qur'an mulai surat 1 sampai 114 Al Qur'an. Jangankan Muhammad SAW, permintaan ini anda sampaikan kepada imam Masjidil Haram, saya yakin beliau pun mampu memenuhinya :)
Saat Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT, beliau langsung hafal, dan kemudian disampaikan kepada sahabat untuk dicatat, jika anda bisa mempercayainya :)
Apakah pernah tersiar kabar bahwa Muhammad SAW minta dituntun dari catatan2 para sahabat untuk mengingatkan kembali hafalan beliau? :)


tettooottt#, anda sebelumnya suruh saya ngebandingin sama JK rowling, apa dia bisa nulis kembali bukunya jika semua naskahnya hancur?? kalau apple to apple bandingin jumlah kata/kalimat, mungkin JK Rowling juga sanggup..
lagi2 anda menyampaikan tantangan retoris yg sulit dilakukan dan dibuktikan. Sekarang kalau semua naskah quran dibakar dan tidak tersisa satupun, imam masjidil haram sanggup menuliskannya kembali dengan sempurna?? seyakin itu?? kalau ada yg salah, siapa yang bisa bilang salah?? naskah pembandingnya kan sudah tidak ada.. Kalau ada hafidz lain yg menulis berbeda, siapa yg dianggap benar? naskah pembandingnya kan sudah tidak ada.. y sudah untuk hal ini anda andalkan iman dan kenaifan anda saja.. Saya ga bisa melakukan apa2 untuk membuktikannya.

sundamurtat wrote:
btw saya rasa klaim anda mengenai hafidz quran yg sempurna hanya tantangan retoris.. Saya pernah mendengar sendiri waktu smp di lomba hafidz quran, kadangkala mereka salah sekata dua kata atau gugup (tidak lancar) saat melafalkan quran tanpa text yg kemudian diluruskan oleh ustadz yg menjadi juri. Mungkin pernyataan ini anda buktikan saja sendiri, coba minta seorang hafidz untuk menuliskan kembali quran di hadapan anda, tanpa bantuan koreksi dari siapapun. Dan setelah selesai silakan bandingkan dengan aslinya, seberapa banyak kesalahan yg dia buat.. Saya sih yakin pasti ada salah, tapi kalaupun tidak ada salah, yg saya tepuk tangani tetap si hafidz yg punya kemampuan memory luar biasa, bukan pada qurannya..


subhanowoh wrote:Coba anda melebarkan konteks Islam ini lebih dalam skala mendunia :)
Saya rasa si hafidz itu dan anda sama2 dianugerahi Tuhan memory yang luar biasa, tinggal masalah niat dan keimanan atas kitab sucinya yang istimewa :)


maksudnya mendunia?? go internasional kayak agnes monica gituh??
nah itu anda sendiri nyadar, berarti kafir pun sebenernya bisa sanggup ngapalin quran, dan muslim pun sebetulnya bisa ngapalin kitab kafir.. tinggal masalah niat dan usahanya aja.. bukan berarti kitab itu artinya ajaib.

sundamurtat wrote:
Aduh, kenapa muslim susah sekali ya mencerna siratan kalimat dari kafir.. Ya jelas lah saya juga tidak b ego menganggap novel harry potter nyata. Yang saya tekankan adalah anda dan muslim2 salah jika anggapan suatu kitab/buku menjadi dianggap suci hanya karena bisa dihafal oleh ribuan bahkan jutaan orang..


subhanowoh wrote:Saya rasa logika anda terbalik, bukan "suatu kitab/buku menjadi dianggap suci hanya karena bisa dihafal oleh ribuan bahkan jutaan orang", tapi kami mengafalnya KARENA suatu kitab/buku itu suci dan istimewa. Kami memuliakan kitab suci kami :)


BINGOO... Anda dong yg logikanya kebalik2.. Nah itu anda sadar, sebelumnya bukannya anda sendiri yg menganggap quran itu ajaib dengan bukti banyak penghafal yg menjaga quran dari koreksi..

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Feb 01, 2014 3:21 pm
by sundamurtat
subhanowoh wrote:Yah, indah itu dilihat dari salah satu sudut pandangnya. Selain itu pasti juga kandungan maknanya, dan ilmu2 yang terkandung didalamnya yang baru dipahami dan bisa dibuktikan sekarang. Ada juga yang melihat dari jumlah kata2 dalam Al Qur'an, ada kecocokan dengan ilmu pengetahuan masa kini.
Wallahu a'lam bishshowab... tapi cuma Al Qur'an yang bisa di"begitu"kan, meskipun bagi anda mungkin dicocok2kan, tapi bukti ada "sesuatu" yang beda dibanding kitab lain, bukankah ini spesial? :)
Coba anda kaji, adakah "sesuatu" yang bisa di"begitu"kan dalam kitab suci anda sebagaimana Al Qur'an? Dari jumlah kata misalnya? :)

masa seehhhh?? coba ceritain donk yang keajaiban jumlah kata2 itu.. :rofl:
trus yang kecocokkan dengan ilmu pengetahuan masa kini juga ceritain contohnya donngg, kafir pengen tahu.. :lol: :-k

subhanowoh wrote:Dari pernyataan anda ini, kesan saya menyiratkan bahwa anda sekarang tidak lagi yakin akan berita bagus dulu soal Soeharto.
Perubahan keyakinan itu berdasar fakta dan berita dari sumber terpercaya ataukah "katanya" yang jadi fitnah?
Begitu juga tentang kabar kejujuran Muhammad SAW, keyakinan anda tidak mengakui itu berdasar apa?

fakta dan berita dari sumber terpercaya, itu tergantung anda sendiri yg menilainya.. anda pun tentu hanya yakin benar berdasarkan "katanya" yang anda telan mentah2 sendiri..

Kabar suharto, bisa jadi sebagian berita kebaikannya benar. Tapi esensinya setelah secara politik dia tumbang dan bermunculan berita miring tentangnya yang terbukti, hal itu tidak bisa dibantah lagi, meski saya tetap tidak menafikkan kebaikan yg pernah dilakukannya.
begitupun mamat, bisa jadi kabar kejujuran mamat benar.. tapi apa itu kejadian yg terbukti insidental saja pra kenabian ataukah di keseluruhan hidupnya?

subhanowoh wrote:Silakan kita tunggu di posting anda berikutnya, apakah nantinya ayat2 anda akan diimani oleh komunitas FFI ini sebagaimana muslim mengimani ayat2 Al Qur'an karena terbukti kebenarannya.

quran bukan terbukti kebenarannya, tetapi quran dipaksa untuk dianggap terbukti benar oleh umatnya.. betul tidakk??

sundamurtat wrote:
Mau saya tunjukkan ayat2 quran yg tidak terbukti kebenarannya?

subhanowoh:
Saya sebagai manusia menyadari bahwa ilmu yang saya miliki sangatlah terbatas.
Dulu pernah manusia dengan ilmu pengetahuannya meyakini 100% bahwa bumi ini adalah pusat tata surya, dan matahari mengitarinya.
Orang yang menyatakan berbeda pendapat dengan ini dinyatakan bersalah dan bahkan dihukum mati karenanya.
Pada kenyataan berikutnya setelah ilmu pengetahuan berkembang, ternyata pendapat orang yang dihukum mati itulah yang benar.
Ilmu pengetahuan manusia sangatlah terbatas bukan? :)
Apakah ada jaminan bahwa ilmu pengetahuan manusia sekarang, yang menyatakan ada ayat2 Al Qur'an yang tidak terbukti kebenarannya, memang benar2 tidak terbukti? Bagaimana jika suatu saat kebenaran ilmu pengetahuan sekarang berubah lagi?
Sedangkan bagi umat Islam, Tuhannya manusia lah yang menjamin ayat2 Al Qur'an adalah benar, jadi saya yakin 100% benar, dan jika tidak/belum sekarang, suatu saat akan terbukti kebenarannya :)

terus kenapa anda berani2nya bilang bahwa quran sudah benar2 terbukti kebenarannya, sedangkan untuk diuji seluruhnya saja anda tidak berani.. dan kenapa harus mengatakan belum tentu bila sekarang tidak terbukti, di masa depan (yang belum pasti) bisa jadi terbukti?? apa kebenaran quran itu tergantung ruang dan waktu?

sundamurtat wrote:
Kehebatan mamat yang paling saya akui adalah dia membuat ayat bahwa dia nabi terakhir, dan islam sudah disempurnakan Tuhan.. Kalau saja mamat ga bikin ayat itu, islam sudah end sejak lama, Lia Eden sudah bisa masuk jajaran 500 Rasul, dan mungkin saya akan mengaku jadi yang ke 501.

subhanowoh :
Bagaimana jika ayat itu memang benar2 wahyu dari Tuhannya manusia, yang berarti memang Muhammad SAW ditetapkan Tuhan sebagai nabiNya yang terakhir dan ajaran2Nya sudah disampaikan semua (sempurna) oleh nabiNya kepada manusia?
Jika Muhammad sendiri yang membuat ayat itu, apa untungnya buat dia sebagai nabi terakhir?

Naiff.. untungnya, ga akan ada yg mencoba menggantikan dia secara politis. jama mamat masih hidup saja, ada orang yang ngaku nabi langsung diburu dan dibunuh.. mau diceritain ga??

subhanowoh wrote:Silakan, anda dengan keyakinan anda, saya dengan keyakinan saya :)

kalau sudah begini aja, baru lakum dinukum waliyadin... sebelumnya anda menyuruh2 saya berpikir ulang tentang keyakinan saya :)

subhanowoh wrote:Ok Bung, kapan2 saya sempatkan mampir ke thread2 itu.
Saya sendiri berusaha mereferensikan link2 yang netral untuk mengabarkan Islam kepada anda :)

mana nihh, udah berbulan2, boro2 komen, mampir aja nggak. menurut hadist, salah satu tanda orang munafik adalah apabila ia berjanji, maka ia mengingkari

subhanallah wrote:
Kalaupun nenek saya pernah berbohong, dan saya menyaksikannya, cukuplah itu.
Nenek saya sudah meninggal, saya menghormatinya, dan tentunya saya tidak perlu memberitakan aibnya kepada anda.

sundamurtat wrote:
bukankah bisa jadi orang2 jaman dulu juga tidak bercerita tentang kebohongan/kejanggalan muhammad karena untuk menghormatinya?

subhanowoh wrote:Saya rasa kalimat ini hanya pengandaian anda saja yang tidak ada buktinya :)
Padahal kita sama2 tahu bahwa banyak sekali kafir Quraisy yang sangat tidak menghormati bahkan sangat membenci dan memusuhi Muhammad SAW, tapi tidak menemukan kebohongan/kejanggalan Muhammad SAW yang bisa diceritakan, kecuali fitnah2 yang dicari2 (bahkan sampai sekarang) untuk menghasut orang lain atas kenyataan kebenaran beliau :)

masa sih ga ada kebohongan mamat yg bisa diceritakan?? bukannya kalau ada, udah pasti muslim menolaknya.. bukannya saat mamat ngaku2 dapat wahyu aja udah dianggap tukang kibul??

pasal 1. mamat ga pernah boong,
pasal 2. kalau mamat diberitain boong, liat pasal 1

subhanowoh wrote:Kalau kita perhatikan saat ini banyak kok orang yang seperti anda, anda tidak sendirian, dan itu sepertinya sudah membudaya di masyarakat kita.
Saya sendiri juga dulu begitu, bohong meskipun yang ringan2 saja, kadang untuk menghindar saja, yang tidak sampai menyakitkan hati orang lain, hanya saya dan Tuhan yang tahu.
Iya, hanya Tuhan yang tahu, dan saya pikir2 sebenarnya itu memalukan, saya malu pada Tuhan saya yang selalu menyaksikan kebohongan "kecil" saya.
Sebisa mungkin saya tinggalkan kebiasaan itu, karena apapun yang saya tutupi dari orang lain, tetap disaksikan oleh Tuhan saya.
Bagaimana kelak saya berkilah ketika ditanya soal ini oleh Tuhan pencipta saya di hari pengadilan?
Muhammad SAW dan para penganut2 Islam di masa2 awalnya pastilah jauuuh lebih tinggi dari saya soal keimanannya kepada Allah SWT, dan mereka begitu cinta pada Allah SWT melebihi apapun dan begitu takut pada azabNya.
Sangat masuk akal bagi saya kalau umat pendahulu saya tidak berani berbohong lagi dihadapan Tuhannya :)

ya ya ya..
pasal1. pokoknya mamat ga pernah boong
pasal2. kalau mamat boong, liat kembali pasal 1

subhanowoh wrote:Iya, memang tidak seterkenal setelah beliau menjadi nabi, setidaknya kaumnya (Quraisy) sudah mengenal beliau.
Sampai berumur 40 tahun menjelang Muhammad menjadi nabi, orang Quraisy mengenal Muhammad sebagai orang yang berbudi luhur, berakhlak mulia, jujur, terpercaya, dan digelari al-amin. Kalau saja Muhammad tidak mengabarkan diri sebagai rasul Allah SWT, tentulah predikat itu tetap diakui oleh seluruh orang Quraisy. Masalahnya Muhammad SAW diperintah Tuhannya untuk mengabarkan Islam, dan sejak itu sebagian besar kaum Quraisy berbalik menyebutnya pendusta, dan sebagian kecil mempercayai dan tidak meragukannya karena kejujurannya yang sudah sejak dulu :)

capek saya ngomongnya..
pasal1. pokoknya mamat ga pernah boong
pasal2. kalau mamat boong, liat kembali pasal 1

subhanowoh wrote:Ya itu manusiawi sekali bukan? Pastilah kita juga memilih yang terbaik untuk pasangan kita.
Yang jelas, beliau berdua terpikat karena akhlak dan keimanan masing2 yang mulia.
Khadijah juga ahli kitab yang sangat shalihah, berondong muda pun (yang mengutamakan akhlak dan keimanan) yang mengenal keluhurannya juga pasti terpikat :)

wawwwww... terserah anda deh.. coba kalau mamah dedeh jadi janda, anda lamar dia..

sundamurtat wrote:
oot dikit-- jadi sebelum mamat jadi nabi, dia udah bantu2 ibadah kafir quraish? rumah owoh dan hajar aswat yang terhormat dibantu mamat untuk dinistakan kafir quraish yg nyembah berhala?

subhanowoh:
Pemahaman saya soal kafir Quraisy, mereka bukannya tidak menghormati Ka'bah, mereka tahu itu baitullah. Mereka juga bukannya tidak mengenal Allah SWT. Mereka juga mewarisi dan menjalankan agamanya Ibrahim AS.
Jika mereka ditanya siapa Tuhannya Ibrahim, mereka menjawab Allah, dan mereka mengakui Allah adalah benar Tuhan.
Tapi, disamping menTuhankan Allah, mereka juga menTuhankan berhala2 yang mereka letakkan di sekitar Ka'bah (jelas mereka memuliakan Ka'bah untuk penempatan tuhan2 bikinan mereka), dan itu turun-temurun sampai seakan2 itulah kebenaran.
Muhammad SAW muda membantu Quraisy dalam perbaikan ka'bah, tentu bukan dalam hal ibadah jahiliyah dan berhalanya. Muhammad SAW muda dengan bijaksana menyelesaikan perselisihan antara mereka soal siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Kalaulah tidak ada Muhammad SAW muda, tentulah saat itu sudah terjadi perang antara mereka :)

difoto dulu yang ini ah, saya ntar compare dengan cerita masa jahiliyah di resource center yahh..

subhanowoh wrote:Yah, memang kalau soal keyakinan dan pengimanan pastilah terkait histori sebelumya. Apalagi masalah terkait hal yang ghaib yang diberitakan dan tidak mungkin bisa dicapai oleh panca indera, tidak akan bisa dibuktikan.
Kalau anda melihat Muhammad SAW pembohong, ya pasti semua ajaran Islam hanya bualan semata bagi anda.
Tapi kalau melihat track record Muhammad SAW yang jujur, dan yakin bahwa beliau pasti tetap jujur saat mengabarkan Islam, pastilah semua ajaran Islam akan terlihat kebenarannya, dan saya meyakini yang itu :)

hal yang sama harusnya anda terapkan, apakah paulus pembohong?? apakah siddharta gautama pembohong?? apakah murid2 Yesus semuanya pembohong?? kalau anda melihat semuanya pembohong, ya pasti semua ajaran kafir hanya bualan semata bagi anda.

Bagi umat Islam yang mengakui kebenaran Muhammad SAW, dan membenarkan kabar dari TuhanNya melalui Al Qur'an (QS. 33:40) yang artinya:
[33:40] Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Jelas sekali bagi umat Islam bahwa Muhammad SAW adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, siapapun yang mengaku nabi setelah Muhammad SAW pastilah PALSU.
Sekali lagi jika anda meragukan kejujuran Muhammad SAW, pasti anda juga meragukan kebenaran kabar dari beliau.
Bagi orang2 yang meragukan Muhammad SAW bisa saja berfikir kemungkinan bahwa Lia Eden bisa saja memang benar2 nabi, tapi bagi umat Islam jelas Lia Eden PASTI bukan nabi :)

ya deh.. susah kalau lagi2 anda bilang, pokoknya quran yang bilang begitu.. sudah jadi titik itu, ga bisa diperdebatkan lagi.. Tapi implikasinya anda jangan berani2 menyuruh kafir membandingkan adakah manusia lain yg lebih baik dari si mamat, kalau dijembrening pun anda pasti bakal menolaknya..

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Feb 01, 2014 3:57 pm
by sundamurtat
subhanowoh wrote:Saya juga sudah menyatakan di atas, kalau memang umat Islam memperlakukan kitab sucinya sedemikian mulia, lalu apakah tradisi, sugesti, dan metode keyakinan agama anda tidak memperlakukan kitab suci anda semulia itu?
Apakah Tuhan anda membiarkan itu?

karena kafir tidak menganggap bahwa cara memuliakan kitab suci adalah dengan menghafalnya mati2an..

subhanallah wrote:
...
Saat ayat diwahyukan Allah SWT kepada Muhammad SAW, beliau memerintahkan sahabat yang ditunjuknya untuk mencatatnya (karena beliau sendiri tidak faham baca-tulis, dan ini juga menjadi bukti kebenaran Al Qur'an).
Jadi tidak benar jika anda menyatakan bahwa "ayat2 quran yg mulai dituliskan dalam mushaf jauh setelah ayat pertama turun".

oh yahh?? aat al alaq 1-5 itu turun, emangnya maat udah punya sahabat, dan sahabatnya langsung menuliskan?? ceritain dongg
subhanowoh wrote:sundamurtat wrote:
Maka dari itu sangat disayangkan tidak ada catatan waktu/kronologi turunnya ayat, sengajakah atau memang mamat belum diberikan ilmu pengarsipan sederhana yg bagus??.. Logikanya awal2 mamat mendapatkan wahyu, dia belum mendapatkan pengikut yg banyak.. Sebetulnya saya sendiri tak bisa membuktikan, katakanlah saya memang menuduh saja. Tapi Sayangnya muslim2 pun hanya mengklaim kebenaran berdasarkan cerita dan riwayat muslim sendiri, yang notabene bisa dimanipulasi untuk kepentingan politis.. Apakah anda pernah mendengar ulasan2 buruk tentang Suharto pada zaman orde baru? Seandainya Soeharto tidak terguling, mungkin sampai sekarang Suharto mati, kisah2 gelapnya tidak akan muncul ke permukaan..
Bukti autentik yg bisa diteliti, dan dijadikan dasar, tapi sayangnya sudah hilang adalah mushaf2 yg sudah dibakar utsman..
Ga tahu yaa, kalau penjahat sih biasanya suka menghilangkan bukti2 dokumen yg nantinya jadi bahan yg memberatkan..

subhanowoh:
Yah, lebih dari 1400 tahun yang lalu, di antara orang2 yang hidup di gurun2 pasir, dengan serba keterbatasan, kemudian ada perintah dari Rasulullah SAW dan kemauan para sahabat untuk mencatatkan wahyu2 Allah SWT supaya tidak hilang dan terlupakan. Bukankah ini luar biasa? Pengarsipan seperti apa lagi yang anda harapkan? :)

naskah aslinya yg dalam lembaran2 tersebut ada atau nggak?? ditandatangani mamat bahwa itu mushaf sah atau nggak?? ada catatan redaksi asbabun nuzul, dan tanggal turun ga??
Ga ada?? udah dibakar?? kenapa??

subhanowoh wrote:Wah, kepentingan politis apa lagi? Muhammad SAW berjuang menyiarkan Islam semata memenuhi perintah Allah SWT. Kekuasaan dan kekayaan bukan tujuannya. Beliau yang saat itu adikuasa sebanding presiden saat ini, tapi Muhammad SAW tidak bergelimang harta meskipun beliau bisa kalau mau. Alas tidur beliau saja jerami, sampai2 Umar RA pernah menangis terharu menyaksikan kezuhudan pemimpinnya.

kalau jaman sekarang, itu namanya PENCITRAAN kali yah.. well, saya bisa saja terkesima bila pemimpin saya seperti itu, tapi kalau dia melakukan kegolbokan, tetap harus dikatakan golbok

subhanowoh wrote:Pak Harto dan keluarganya secara diam2 sudah jadi perbincangan di masyarakat, tapi tidak ada yang berani mengungkap terang2an karena takut kena "ciduk". Begitu kekuasaannya berakhir barulah orang2 berani mengungkapnya. Bukankah demikian?
Sementara Muhammad SAW jadi perbincangan di masyarakatnya karena sifat2 terpujinya, yang justru berusaha ditutup2i dan difitnah oleh kaum kafir Quraisy. Beda bukan? :)

nah sekarang kalau ada yg mengkritik mamat dan kebijakan2nya, bukannya selalu berusaha ditutup2 muslim dan selalu cari2 alasan pembenaran??

subhanowoh wrote:sundamurtat wrote:
O yahh?? Jadi mamat ikut dalam penyusuna quran?? Utsman manggil rohnya mamat untuk bantu nyusun quran dari lembaran2 ayat yg bececeran yach?? Darimana anda tahu owoh sudah mentapkan urutan ayat dalam quran? di lembaran2 mushaf setahu saya ga ada indexnya

Logika anda begitu mungkin karena anda mengira ayat2 Al Qur'an turun dan setelah itu dicatat, selesai, begitu saja.
Anda mungkin melupakan bahwa ayat2 itu juga selalu dibaca dan dibaca lagi dalam setiap sholat dan di waktu2 luang, sejak Muhammad SAW masih hidup.
Artinya, urutan ayat yang dibaca itu tentulah tidak berdasar urutan waktu turunnya, tapi Rasulullah Muhammad SAW sudah mengajarkan urutan2nya kepada umatnya :)

masa?? ada hadistnya kalau mamat sudah ngajarin urutan2nya?? atau ini cuma bualan anda saja?? bukannya si usman setengah mati berdebat mengenai penyusunan quran, ayat2 mana ditaroh gabung dengan surat mana, dsb..

subhanowoh wrote:Saya cuma berusaha memberikan referensi yang netral bagi anda.
Banyak sekali ditemukan referensi di internet, dari site2 muslim, tapi kalau saya sodorkan itu kepada anda mungkin anda akan bilang "ah, itu kan kata orang muslim", atau "ya jelas saja, site muslim ya isinya baik2in Islam".
Saya nilai site wikipedia cukup netral, karena dikembangkan terbuka, dan dasar2 penulisannya dicantumkan, lebih bersifat dokumentasi secara ilmiah.
Kalau yang anda sodorkan ke saya RC di FFI ini, ya pertama kali yang terfikir bagi saya adalah "ah itu kan penilaian sepihak kaum kafir saja", dan itu coba saya hindari untuk memberikan referensi2 kepada anda :)

site wikipedia tidak netral, karena kalau ada hal yg menyinggung muslim, dan kemudian muslim protes, wikipedia bisa merevisinya..

subhanowoh wrote:Memang "katanya", karena kejadiannya lebih dari 1400 tahun yang lalu. Cerita yang turun-temurun, bukan sekedar dongeng dan imajinasi saja, tapi periwayatan atas suatu peristiwa yang pernah terjadi.
Apalagi kalau terdokumentasi dalam kitab Al Hadits, saya yakin pencatat/perawinya menggunakan metode yang tidak hanya sekedar "katanya" untuk menguji kebenarannya :)

"katanya" kalau bagus dianggap sahih.. "katanya" kalau jelek dianggap palsu..

subhanowoh wrote:Iya, saya yakin.
Hadits Qudsi adalah wahyu dari Allah SWT kepada Muhammad SAW, tetapi ditegaskan Allah SWT bahwa itu bukan bagian dari Al Qur'an.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits_Qudsi

Justru Hadits Qudsi ini makin memperjelas bagi saya bahwa Islam bukanlah buatan Muhammad.
Ngapain Muhammad susah2 membikin ayat2 Al Qur'an, membikin hadits2 Qudsi, dan hadits2 lainnya (tindakan dan ucapan beliau).
Bukankah itu mempersulit diri sendiri?
Keyakinan salah ini benar2 berbalik 180 derajat, jika kita meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan sejati, dan Muhammad SAW adalah utusanNya.
Apakah anda mau saya tantang juga untuk membuat hadits Qudsi? ;)

Oh yahh?? jadi sebetulnya quran itu perkataan owoh bukan sih?? kalau setiap perkataan owoh tidak menjadi bagian dari quran, kok bisa??
emangnya owoh saat ngomong ke mamat selalu bilang di endingnya ya, "hey ini gw ngomong, masukin ke ayat quran", "hey ini gw ngomong lagi, tapi jangan masukkin quran"
Apa hubungannya, kenapa anda menantang saya untuk membuat hadits qudsi??

subhanowoh wrote:Silakan, siapa saja kan bebas berdiskusi disini :)
Mohon maaf, saya memang tidak pernah mengkaji Injil secara mendalam. Saya membacanya kebanyakan dari internet, site2 semacam FFI ini.
Di kalimat yang saya garisbawahi pertama, mohon maaf jika bagi saya Al Qur'an lebih terjamin kemurnian dan keasliannya, karena para sahabat langsung menuliskan ayat2 yang turun kepada Muhammad SAW. Catatan mereka yang tersebar dikumpulkan, dan akhirnya terangkum dalam (hanya) 1 Al Qur'an.
Untuk kalimat yang saya garisbawahi berikutnya, apakah benar Injil bukan panduan mutlak bagi orang Kristen?
Mungkin itu juga perbedaan dengan kami umat Islam. Kami sangat memuliakan Al Qur'an, dan meyakini keaslian dan kebenarannya. Al Qur'an adalah panduan mutlak bagi kami yang utama, dan Al Hadits adalah panduan kami berikutnya. Arah dan tujuan hidup kami sudah sangat jelas sesuai Al Qur'an dan Al Hadits :)


ya ya ya, kalau anda saya suruh baca argumen di resource center penyusunan quran, jungkir balik anda akan tetap berpegang pada :
1. muhammad, quran, dan owoh tidak pernah salah
2. kalau muhammad, quran, dan owoh salah, liat pasal 1

subhanowoh wrote:Saya bayangkan bagaimana kegalauan dan kegelisahan dalam hidup saya jika tidak punya panduan mutlak yang jelas :)

naas sekali nasib manusia, kalau cara pandang anda seperti itu.. berarti secara default manusia lahir kosong tidak membawa panduan mutlak yang jelas ya?? dan setiap orang tidak peduli lahir di mana, kapan, dan sama siapa, harus belajar bahasa arap, belajar quran, paham quran dan menerimanya sebagai satu2nya panduang mutlak yg jelas ya??

subhanowoh wrote:Soal Kasih, serta rasionalitas dan cara pandang kosmis yang universal, apakah ini benar2 universal pemahamannya oleh semua manusia?
Jika ada perselisihan paham antar manusia, rasionalitas dan cara pandang siapa yang dianggap paling benar? :)

yang pasti bukan rasionalitas dan cara pandang quran [-o<

subhanowoh wrote:Semoga logika anda ini tidak hanya sebagai pembenaran atas keyakinan anda selama ini, yang anda tahu kekurangan2nya, tapi anda tidak mau tahu, dan anda menutup diri atas kelebihan2 lain yang anda terima, tapi anda tetap berusaha meyakini bahwa kelebihan2 itu tetaplah salah.
Ya semua itu pasti hasil dari perenungan kita, insyaAllah kebenaran akan terlihat nyata :)

kata2 ini sesungguhnya lebih tepat untuk anda dan muslim2 sendiri.. kebenaran bahwa islam adalah salah sudah terlihat nyata kok

sundamurtat wrote:
Terkadang salah benar dan baik buruk itu relatif, tapi quran memutlakkanya dengan sepihak. Dan begitulah mental quran membentuk juga mental muslim:
- Mental pasrah, tidak mau berkembang, belajar ilmu cukup ilmu quran saja, ilmu Tuhan yg sebenarnya, yang sudah lengkap dan sempurna.
- Mental ngeyel dan tidak terima kenyataan. Quran benar karena quran bilang kalau quran itu benar.
- Mental berkutat di hal2 remeh.. Bahkan satu huruf quran pun akan menjadi dosa bagi orang yg salah melafalkan/menuliskan..
- Mental lebay.. Bila ada kalimat quran yg sebetulnya super biasa2 bahkan menjurus aneh dan berantakan tidak jelas, tetap harus dianggap muslim sebagai kalimat yang indah dan penuh makna.

subhanowoh:
Pendapat ini akan berbalik 180 derajat jika kita meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan sejati, dan Muhammad SAW adalah utusanNya, dan Al Qur'an adalah benar wahyu Allah SWT :)

tunggu saya dapet hidayah dari owoh dulu yaa.. atau coba kamu bantu mintain hidayah dari owoh buat saya..

Ga peduli tindakannya merugikan orang lain atau tidak..? Mungkin saya paham yang anda maksud, lain kali bolehlah kita diskusikan :)

lain kalinya kapan om??

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat Feb 01, 2014 4:07 pm
by sundamurtat
subhanowoh wrote:Yang saya maksudkan adalah kaum kafir congkak dan bangga berikrar sebagai kafir, bukan hanya dengan merendahkan kami umat muslim, tapi dengan congkak berani menghina, menghujat, dan menantang2 hukuman dari Tuhan kami.
Saya cuma membayangkan, jika benar kami kaum muslim berTuhankan Allah SWT yang benar2 Tuhan sejati, azab apa yang akan ditimpakan Allah SWT atas mereka? Semoga mereka bertobat dan Allah SWT mengampuninya.
Jika anggapan kaum atheis adalah benar, sungguh beruntung kita manusia tidak perlu mempertanggungjawabkan dosa2 kita selama di dunia. Berbuatlah sesukanya di dunia ini tanpa ada punishment apapun kelak. Enak bukan?
Tetapi jika Tuhan benar2 ada, siapa yang bisa menolong kita selain Dia kelak di hari pembalasan?
Sudah banyak kabar gembira ataupun peringatan azab Allah SWT yang sampai kepada kita. Masihkah Allah SWT kelak mau mengampuni kita setelah kita baru menyadari kesalahan kita yang terlambat?
Sungguh bagi saya ini sangat mengerikan jika membayangkan azab Allah SWT kelak di neraka :-&
Andaikan di neraka ada jam2 istirahat, tapi saya rasa hukuman di neraka akan terus berjalan setiap detiknya, tanpa istirahat sedetik pun, entah itu selama berapa milyar tahun dunia :-&
Kaum kafirin FFI, dengan segenap akal budi dan hati nurani anda, tidak takutkah anda? :)

terus, kalau tuhan itu ada, kenapa harus owoh??
saya ga takut sama sekali azab owoh, yakin aja nggak..

subhanowoh wrote:Bukankah dengan faham demokrasi dan liberal, akhirnya manusia terlalu bebas sehingga terlihat seperti binatang?
Kebebasan seperti inikah yang sesuai dengan akal budi dan hati nurani manusia? Universalkah?
Sehingga zaman sekarang kaum nudist berkeliaran dengan bebas, tanpa malu mirip binatang, dan dilindungi undang2 liberal?

tidak juga, anda jangan menerjemahkan liberal sebagai bebas sebebas2nya.. Tapi menekankan pada pemikiran, cara hidup itu dinamis. semua hal baik dan buruk akan kembali juga.. Budaya telanjang dan sex bebas sudah terbukti menimbulkan masalah kenapa harus tetap ditiru? saya tidak mendukungnya kok. Tapi saya akan melarangnya bukan atas ajaran quran, tapi pemikiran rasionalitas dan nurani manusia yg saya punya.

subhanowoh wrote:Amerika, Eropa, Jepang, Singapura adalah peradaban liberal yang kongkrit, sangat berkesan di mana pemikiran dan rasionalitas berkuasa
Muslim2 yg tidak angkat senjata dianggap muslim dhimmi, boleh bekerja, beribadah asal sesuai aturan, bahkan mendapatkan tunjangan sosial di negara kafir.

Lihatlah peradaban liberal yang anda banggakan itu, seperti yang saya tulis di atas, apakah bukan peradaban yang memalukan, bahkan lebih "binatang" dari jahiliyah arab dahulu?

jadi peradaban yg tidak memalukan itu yg bagaimana? yg membunuhi murtadin?

subhanowoh wrote:Keharmonisan hidup berdampingan muslim-non muslim sudah pernah terjadi di masa Rasulullah Muhammad SAW di Madinah. Kebebasan berkeyakinan bagi siapa saja, asal saling menghargai dan tidak saling memerangi. Di posting sebelumnya pernah saya sampaikan bahwa pengadilan Islam tidak pasti memenangkan kaum muslim, tapi umat agama lainpun akan memperoleh keadilannya. Hukum islam menaungi siapa saja, dan keadilan serta perlindungannya dirasakan siapapun juga bahkan hewan sekalipun :)

kalau di masa pemerintahan kafir dan ajaran kafir, hal itu bisa terjadi juga bahkan jauh lebih kongkret ga cuma katanya, kenapa saya harus memilih syariah islam??

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Fri Feb 07, 2014 11:20 pm
by TomatoPaste
sundamurtad wins by TKO

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sun Feb 09, 2014 11:32 am
by slomo
Baitul Makmur wrote:pantaslah hidup kalian tersesat sejak masih pra sekolah,
macam seks bebas tanpa nikah tidak disarankan, tapi tidak dilarang juga, maka kumpul kebo lah pilihan kalian, luar biasa.

Utbahbinabuwaqqash wrote:lg ngomongin nabimu yg cabul itu ya?
Doi ga pernah sekolah
Doi pelaku seks bebas,
dgn tante2.....? Oke
dgn janda2....? ho oh jg
dgn anak kecil....? Yes!
dgn budak...? Oke!
Semuanya bebas, ga perlu nikah! ga perlu penghulu! Cukup muhammad dan perempuan yg mau digenjotin doi aja
dalam waktu bersamaan lagi!
Seks bebas bukan??
Bukan kumpul kebo lg namanya
Tapi kumpul kebo kambing ayam dogy pigy
Alias kumpul ternak
Luar biasa nabimu itu ...hi...hi...hi...hi


Hahahaha !!! Kemana lu Baitul ??? Udah meledak ya ???

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Fri May 09, 2014 7:23 pm
by keeamad
ayat quran itu dari alloh swt lewat perantara jibril ....
hadist qudsi itu dari alloh - yg berbicara, langsung ....


Adakah orang lain yg pernah menyaksikan - secara langsung,
bahwa jibril dan/atau alloh itu SEDANG BERBICARA (datang) Kepada muhammad .... ???


Dan apakah hadis qudsi juga tercantum dalam laut mampuzh ... ???

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Sat May 10, 2014 10:41 am
by snipey
ada Quran ada hadits, semua menyatakan siapa sebenarnya Allah SWT dan Muhammad. Masak masih mau dibantah....trus mau percaya apa? Bible?

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Mon Jul 07, 2014 4:25 pm
by Frontalishm
Kisah saya hampir sama dengan anda saya pernah menjadi Atheis. semakin saya mencari tahu semakin saya menemukan keraguan dalam Islam, saya berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keimanan saya mulai dari bertanya pada seseorang yg "Mungkin" lebih mengerti Islam, membaca buku, mendengarkan ceramah agama bahkan berdoa memohon pada Tuhan agar diberikan petunjuk atas apa yg saya rasakan namun semua sia-sia. Setahun lamanya akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan Islam karena saya merasa mungkin Tuhan memang sudah tak menginginkan saya menjadi hambanya, atau mungkin Tuhan memang tidak ada? Akhirnya saya mulai meninggalkan Shalat dan berhenti membaca AlQuran, walaupun saya menginggalkan Islam namun bukan berarti saya hidup seenaknya tanpa batasan, saya tetap menjauhi apa yg dilarang dalam Islam, seperti Mabuk, Zina, Judi dsb (karena memang saya tak terbiasa dengan itu.) saya tetap menjalani hidup saya seperti biasa, saya tak memberi tahu siapapun tentang jalan yg saya ambil termasuk keluarga. walaupun saya merasa sedikit tenang hidup tanpa beban tanpa dogma yg membelenggu serta aturan2 yg kadang saya tak mengerti namun sebenarnya saya merasa ada yg lain yg saya rasakan, saya merasa kehilangan sesuatu yg berharga dalam hidup, hampa dan tak tentu arah. saya menganggap ini hal yg normal karena baru saja memilih jalan yg tak pernah terpikirkan sebelumnya dan saya merasa akan terbiasa nantinya. mungkin anda berpikir kenapa saya tak mencoba mempelajari agama lain dari pada menjadi seorang Atheis? Ya saya pernah. saya pernah mempelajari Alkitab, berdiskusi dengan teman2 Nasrani (Katholik&Protestan), mempelajari ajaran budha, ikut bermeditasi... namun saya tetap tidak menemukan sebuah kepuasan bathin serta logika yg saya yakini. Konsep ketuhanan yg absurd, sejarah yg simpang siur, aturan dengan hukum yg lemah dsb. kesimpulan saya adalah tidak ada yg sempurna di dunia ini termasuk juga Agama dan Kitab sucinya. 4 tahun saya menjalani hidup sebagai seorang Atheis dan saya merasa kosong, hampa, hingga suatu malam saya merasa sangat merindukan Tuhan kembali, Tuhan yg dulu saya yakini, yg saya sebut namanya setiap saya berdoa, Tuhan tempat saya meminta... singkat cerita setelah melalui masa bimbang saya memutuskan untuk kembali kepada Allah dalam Islam namun dengan sedikit berbeda, Ya saya mengimani AlQuran namun tak semua ayat saya percayai, hanya ayat yg menurut saya benar untuk diterapkan, saya tak mempercayai mahzab, takdir, sunnah, karma, kafir, jihad, kewajiban haji, dsb serta beberapa hadist walaupun itu sahih sekalipun. Lho kok bisa??? why not? saya adalah tokoh utama dalam kisah hidup saya karena saya yg akan bertanggung jawab atas diri saya diakhirat kelak, kenapa saya harus takut? lagi pula saya tidak menyebarkan pada siapapun tentang keyakinan saya ini. saya yakin jika yg saya jalani ini salah pasti Tuhan akan memberikan saya petunjuk untuk merubahnya, dan jika tetap tak ada petunjuk ya tentunya berati benar. kenapa saya lebih memilih kembali pada Islam? karena bagi saya (no offense), Islam sedikit lebih logic dr pada ajaran lain, terutama dalam hal tauhid (ketuhanan) dan lebih tegas dalam aturan hukum. walau bagaimana pun saya tidak menganggap ajaran yg paling benar adalah Islam dan hanya orang Islam yg masuk surga. selain Alquran saya juga mengimani Taurat, Injil dan Alkitab, karena tertulis dalam Alquran bahwa kitab2 tersebut adalah kitab dari Allah juga, Alquran hanya sebagai pelengkap (bukan terlengkap) saya tidak menyebut Kafir terhadap yg bukan Islam, bagi saya mereka hanya non muslim. Kafir adalah orang2 yg membuat kerusakan di bumi ini. saya takjub dengan ajaran budha karena mereka sangat mengedepankan kebaikan sesama manusia. BTW saya suka dengan forum ini, walaupun ada beberapa yg menghujat namun bagi saya adalah sebuah pembelajaran dan semakin meyakinkan bahwa memang tidak ada yg sempurna di dunia ini....

Oh ya... mengenai saya saat ini ini usia saya 28 tahun, saya bekerja sebagai staff IT di sebuah perusahaan swasta dan saya belum menikah.
Mirror 1: Menemukan Kebenaran Universal
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Tue Jul 08, 2014 11:11 am
by JockyJoe
Berarti anda belum menjadi orang Islam, karena tidak menjalankan alkoran 100pct.. \:D/
Mirror 1: Menemukan Kebenaran Universal
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Tue Jul 08, 2014 12:00 pm
by kotak pandora
gue komen dikit ahh. demen ngekomenin muslim model ginian.

Frontalishm wrote: Ya saya pernah. saya pernah mempelajari Alkitab, berdiskusi dengan teman2 Nasrani (Katholik&Protestan), mempelajari ajaran budha, ikut bermeditasi... namun saya tetap tidak menemukan sebuah kepuasan bathin serta logika yg saya yakini. Konsep ketuhanan yg absurd, sejarah yg simpang siur, aturan dengan hukum yg lemah dsb. kesimpulan saya adalah tidak ada yg sempurna di dunia ini termasuk juga Agama dan Kitab sucinya.


kalo ama kitab kafir kritis tapi,
bandingkan dengan ini :
Frontalishm wrote: Ya saya mengimani AlQuran namun tak semua ayat saya percayai, hanya ayat yg menurut saya benar untuk diterapkan, saya tak mempercayai mahzab, takdir, sunnah, karma, kafir, jihad, kewajiban haji, dsb serta beberapa hadist walaupun itu sahih sekalipun.


ama quran langsung deh otaknya jadi koplo.

Frontalishm wrote:Lho kok bisa??? why not?


ya iyalah krn islam membuat otakmu tumpul bin majal.

Frontalishm wrote: saya adalah tokoh utama dalam kisah hidup saya karena saya yg akan bertanggung jawab atas diri saya diakhirat kelak, kenapa saya harus takut?


pemberani tetapi ke islam langsung nyalinya ciut.
Frontalishm wrote:lagi pula saya tidak menyebarkan pada siapapun tentang keyakinan saya ini. saya yakin jika yg saya jalani ini salah pasti Tuhan akan memberikan saya petunjuk untuk merubahnya, dan jika tetap tak ada petunjuk ya tentunya berati benar.


fallacy. kalo ngak ada yg negor kamu akan kesalahanmu bukan berarti kesalahamu itu jadi benar. gini aja ****. islammu membuatmu jadi beeego

Frontalishm wrote:kenapa saya lebih memilih kembali pada Islam? karena bagi saya (no offense), Islam sedikit lebih logic dr pada ajaran lain, terutama dalam hal tauhid (ketuhanan)


gimana tahuid menjadi logic? katamu agama itu dr awal tulisanmu adalah absurd. lo taqqiya ya.
Frontalishm wrote:dan lebih tegas dalam aturan hukum.


penggal kepala ama tangan lebih logic ya bagimu.
Frontalishm wrote:walau bagaimana pun saya tidak menganggap ajaran yg paling benar adalah Islam dan hanya orang Islam yg masuk surga.


kamu berarti meragukan islam. lah ngapain masih di islam?
Frontalishm wrote:selain Alquran saya juga mengimani Taurat, Injil dan Alkitab, karena tertulis dalam Alquran bahwa kitab2 tersebut adalah kitab dari Allah juga,


katanya udah mempelajari, tapi yg ginian ngak ngerti juga bahwa itu adalah cuap cuap kosongnya muhammad aja. lo mau aja dikibulin penjahat pedofil. hihihihi

Frontalishm wrote: Alquran hanya sebagai pelengkap (bukan terlengkap) saya tidak menyebut Kafir terhadap yg bukan Islam, bagi saya mereka hanya non muslim
kamu udah merasa kamulah muslim yg asli padahal kamu sebenarnya muslim jadi jadian yg lagi galau akan islam tp ngak bisa keluar dr kenikmatan islam yg membolehkan poligami. kamu muslim pengecut.
muslimkaffah akan mengatakan quran adalah kitab terhebat yg pernah ada didunia ini. lah kamu menclo menclo.
Frontalishm wrote: Kafir adalah orang2 yg membuat kerusakan di bumi ini.

muhammad banyak melakukan kerusakan. apakah muhammad termasuk kafir? jawab ya.
Enak bangat kamu membenarkan omongan muhammad pedofilmu tentang kafir ahh. kamu cek dulu omongan penjahat muhammad baru kamu tulis disini. pantas ngak muhammad ngomong kafir perusak dunia sedangkan dia sendiri lebih merusak.
Frontalishm wrote: saya takjub dengan ajaran budha karena mereka sangat mengedepankan kebaikan sesama manusia.


takjub tapi ngak direken malah ajaran tahuid yg lebih ditakjubi. muter muter terus kyk gasing otakmu.

Frontalishm wrote: BTW saya suka dengan forum ini, walaupun ada beberapa yg menghujat namun bagi saya adalah sebuah pembelajaran dan semakin meyakinkan bahwa memang tidak ada yg sempurna di dunia ini....


forum ini tidak ada menghujat. kalo ada coba paparkan disini. dasar muslim pengecut.
Frontalishm wrote:Oh ya... mengenai saya saat ini ini usia saya 28 tahun, saya bekerja sebagai staff IT di sebuah perusahaan swasta dan saya belum menikah.
Mirror 1: Menemukan Kebenaran Universal
Follow Twitter: @ZwaraKafir

tingkatkan imanmu melalui poligami spy makin kaffah keislamanmu.

@muslimasli
apakah netter di atas termasuk segolonganmu, muslimasli atau golongan lain muslimpalsu. tolong verifikasinya ya.
Mirror 1: Menemukan Kebenaran Universal
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Fri Oct 17, 2014 12:17 pm
by qprim
Saya sempat lihat subhanallah muncul lagi di thread lain.

Masih bisa melanjutkan diskusi di sini? Sayang nih.....

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Tue Oct 21, 2014 12:39 pm
by kuisa
TomatoPaste wrote:sundamurtad wins by TKO

tko apanya? hanya karena sundamurtad yang gelagapan menulis terakhir? menurut saya sebuah diskusi tidak selalu butuh pemenang, mungkin saja mereka masing2 menang untuk dirinya sendiri, yang paling penting adalah masing2 bisa menjelaskan argumen dan pandangannya dengan tepat dan membuat orang lain menangkap apa yang ingin disampaikan.

Terlepas isi diskusi keduanya, Pak Subhan jauh lebih bermartabat dan mengagumkan dibandingkan idolamu yang bahkan tidak bisa menulis Muhammad SAW, ALLAH SWT, AlQuran dengan benar.



sundamurtad wrote:hal yang sama harusnya anda terapkan, apakah paulus pembohong?? apakah siddharta gautama pembohong?? apakah murid2 Yesus semuanya pembohong?? kalau anda melihat semuanya pembohong, ya pasti semua ajaran kafir hanya bualan semata bagi anda.

Pilhan kristen sebetulnya cuma 2, jika paulus dinyatakan tidak bohong, sama saja dengan mengatakan yang bohong adalah Yesus. :-$ jangan bilang siapa2 ya.

Re: Menemukan Kebenaran Universal

PostPosted: Tue Oct 21, 2014 3:41 pm
by kotak pandora
kuisa wrote: :-$ jangan bilang siapa2 ya.

Bilang aja mas daripada dibilang fitnah lo.

Setelah absen, datang dengan PD yg tinggi. Kita lihat sekuat apa nih orang.
Mirror 1: Menemukan Kebenaran Universal
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir