Page 1 of 2

Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 3:31 pm
by angky
Saat Ane sedang browsing si Munarman, ane membaca berita ini.
Rest In Peace, jadi murtadin memang butuh keberanian luarbiasa di negeri ini. :-#

Omega Suparno Memang Wajib Dibunuh Karena Murtad & Menghina Islam
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.
Kita wajib bersyukur kepada Allah, selanjutnya berterima kasih kepada Trio Mujahid Jepara -Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto- yang telah mewakili umat Islam menunaikan tuntunan ajarannya. Mereka siap mengambil resiko mengeksekusi Omega Suparno yang telah murtad, menghina Islam, dan memurtadkan kaum muslimin.
Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam. Ini dibuktikan dengan riwayat pendidikannya yang pernah mengenyam bangku sebuah pesantren di kota Kudus. Ia pun sempat kuliah di IAIN Yogyakarta. Belum rampung kuliah di perguruan Tinggi Islam ini ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta. Sampai menjelang tewasnya, ia aktif sebagai penginjil dan telah memurtadkan umat Islam yang lain. Dalam aktifitasnya tersebut tak jarang ia menyisipkan pelecehan dan penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam Islam, hukuman atas orang murtad sangat jelas. Orang murtad wajib dibunuh setelah diberi kesempatan taubat dan ia tidak mau kembali kepada Islam. Hukuman berat ini dijatuhkan atasnya karena setelah mengetahui kebenaran ia meninggalkan kebenaran tersebut dan menentangnya. Keberadaannya laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. Akidahnya telah rusak dan dikhawatirkan akan merusak akidah kaum muslimin. Sehingga orang semacam ini tak pantas dibiarkan, maka ia wajib dibunuh.
. . . Orang Murtad laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. . .
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ
“Siapa yang merubah agamanya, maka bunuhlah.” (HR. Bukhari dan Ashabus Sunan)

Disebutkan dalam Shahih Muslim, saat Mu’adz bin Jabal menemui Abu Musa di Yaman dan memperslahkan Mu’adz duduk di atas bantal yang telah disiapkannya, ia melihat ada seorang laki-laki yang terikat di sampingnya. Mu’adz bertanya; “kenapa dengan orang ini?” Abu Musa menjawab; “dahulu dia seorang Yahudi, lantas masuk Islam dan kembali lagi memeluk agama Yahudinya.”
Abu Musa mempersilahkannya duduk di atas bantalnya, namun Mu’adz menjawab; “Saya tidak akan duduk hingga dia dibunuh untuk menunaikan ketetapan Allah dan Rasul-Nya” (ia mengulang tiga kali). Maka Abu Musa memerintahkan untuk membunuh si Yahudi tersebut.“
Imam Nawawi menjelaskan tentang sikap terhadap orang murtad dari hadits di ini, “Di dalamnya: kewajiban membunuh orang murtad. Para ulama sepakat untuk membunuhnya. Tetapi mereka berbeda pendapat dalam masalah istitabah (meminta bertaubat)-nya; apakah itu wajib ataukah sunnah?”
Hadits lain yang menguatkan kesimpulan di atas adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
لَا يَحِلُّ دَمُ اِمْرِئٍ مُسْلِمٍ; يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ, وَأَنِّي رَسُولُ اَللَّهِ, إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: اَلثَّيِّبُ اَلزَّانِي, وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ, وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ; اَلْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada Ilah kecuali Allah dan aku sebagai utusan Allah kecuali karena satu dari tiga hal: Pembunuhan dibalas bunuh (qishash), duda (dan janda) yang berzina, dan orang yang meningalkan agamanya, memisahkan diri dari jama'ah.” (Muttafaq ‘Alaih)
Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam pemberitaan voa-islam kemarin (Selasa, 25 Jun 2013) dengan title “Allahu Akbar!!! Trio Mujahid Jepara Eksekusi Murtadin Penghujat Islam”, saat Ustadz Amir Mahmud mengajak dialog dan mengonfirmasi atas sepak terjangnya sesudah murtad, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di ting salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.
Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an. “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.”
Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.
Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
. . . Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia. . .
Penjelasan Ulama Tentang Orang yang Menghina Islam
Banyak keterangan dari para ulama Islam terdahulu yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap orang-orang yang menghina agamanya. Bahkan sebagiannya menukilkan kesepakat ulama dalam menyikapi orang tersebut, seperti imam al-Khathaabi. Beliau mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang pun di antara kaum muslimin yang berselisih pendapat tentang wajibnya membunuh orang yang menghina Allah dan Rasul-Nya.”
Diriwayatkan dari Husain, bahwasanya Ibnu Umar berkata, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka dia harus dibunuh.” Sampai pada perkataan beliau, “Dengan keharusan inderawi dan penglihatan, kita mengetahui bahwa jika mereka secara terang-terangan menghina Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau menghina Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam, atau menghina sesuatu dari agama Islam, berarti mereka telah merendahkan kita, menghinakan kita dan bahkan menghina agama kita. Dengan demikian, mereka telah merusak perjanjian dan membatalkan dzimmah (jaminan perlindungan) mereka. Jika mereka membatalkan dzimmah mereka, maka tidak ada keraguan lagi bahwa darah, tawanan, dan harta mereka telah halal.”
Imam Ahmad pernah mengatakan, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan melecehkannya –baik dia seorang muslim atau kafir- maka dia wajib dibunuh. Saya berpandangan bahwa dia langsung dibunuh dan tidak perlu diminta untuk bertaubat lebih dulu.”
Beliau juga mengatakan, “Setiap orang (kafir dzimmi) yang melanggar perjanjian dan membuat perkara baru di dalam Islam, maka orang seperti ini menurutku wajib dibunuh. Karena bukan untuk hal itu mereka diberi perjanjian dan jaminan perlindungan.”
Demikian juga dengan Abu Shafra' yang berkata, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hambal) perihal seorang lelaki ahli dzimmah yang mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apa yang harus dilakukan terhadapnya?” Beliau menjawab, “Jika perbuatannya itu terbukti, maka orang yang mencaci Nabi, baik dia seorang muslim ataupun kafir, dia harus dibunuh.” Dan beliau beralasan dengan hadits seorang buta yang membunuh budak wanitanya dengan beralasan, “Aku mendengar dia mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang Yahudi ahli dzimmah yang kebetulan melewati seorang muadzin, lantas ia berkata, “Bohong kamu.” Beliau menjawab, “Dia harus dibunuh, oleh karena dia telah mencerca.” (Dinukil dari Fatwa Mati Buat Penghujat, Abdul Mun'im Halimah "Abu Bashir" hal. 52-59)
. . . keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar . . .
Bila dibandingkan, kejadian penghinaan dan cacian yang dilakukan Omega Suparno tentunya itu jauh lebih dahsyat daripada apa yang ditanyakan kepada Imam Ahmad di atas. Karenanya keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar. Segenap umat Islam harus memberikan dukungan terhadap para mujahidin pemberani dan berterima kasih kepada mereka karena telah mewakili kewajiban mereka membela agama Allah. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah ... b-dibunuh/


Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh


FFI Alternative
Faithfreedompedia

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 3:39 pm
by angky
Berikut komentar munarman sang hero FPI : http://www.voa-islam.com/news/indonesia ... a-pendeta/

Munarman: Eksekusi Murtadin Jepara Harus Jadi Peringatan Para Pendeta
SOLO (voa-islam.com) – Terkait kasus eksekusi mati murtadin penginjil Omega Suparno asal kota ukir Jepara oleh Trio Mujahid Jepara yakni Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto, yang telah melecehkan Islam, Munarman SH menyatakan setuju dan hal itu satu hal yang pantas untuk dilakukan.
Karena dalam kasus tersebut, negara tidak berperan aktif untuk mencegah orang-orang yang telah jelas menghina dan menghujat agama lain, dalam hal ini agama Islam. Menurut direktur An Nashr Institut ini, apa yang dilakukan Trio Mujahid Jepara merupakan ekspresi spontanitas untuk membela Islam.
Pasalnya, jika melihat kronologi yang terjadi sebelumnya, eksekusi mati Trio Mujahid Jepara terhadap calon pendeta murtadin itu ada rentetan peristiwa yang mengiringinya. Yakni, sang murtadin tersebut telah terbukti dalam pandangan Islam melecehkan dan menghina simbol agama Islam.
...Yaa, bagus itu. Karena disitu negara tidak berperan dan orang-orang yang seperti itu biar kapok (untuk tidak menghina Islam lagi -red)...
Bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap Islam yang diajarkan oleh murtadin penginjil itu antara lain bahwa Allah itu sebenarnya tidak ada dan baru diadakan sejak adanya bangsa Arab; Al-Qur'an itu salah semua dan layak untuk injak-injak; Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa; dan sebagainya.
“Yaa, bagus itu. Karena disitu negara tidak berperan dan orang-orang yang seperti itu biar kapok (untuk tidak menghina Islam lagi -red),” kata Munarman kepada voa-islam.com sebelum mengisi talk show “Membongkar Diskriminasi HAM Terhadap Umat Islam” di masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo pada Ahad (23/6/2013).
Salah satu pimpinan pusat Front Pembela Islam (FPI) ini menghimbau para pendeta dan penginjil agar lebih berhati-hati kembali di kemudian hari. Jangan sampai umat Islam terusik dan kemudian merespokan tindakan provokatif seperti itu.
...Hal itu biar menjadi pelajaran dan peringatan bagi para pendeta. Karena jika Islam dihina dan dilecehkan, umat Islam tidak akan tinggal diam...
Kasus eksekusi mati murtadin penginjil di Jepara juga harus betul-betul menjadi pelajaran dan peringatan bagi para pendeta dalam menyampaikan ajarannya jangan sampai menyinggung unsur SARA.
Ia menambah, jangan sampai kasus seperti itu terulang kembali dan umat Islam yang dipersalahkan. Karena jika terulang kembali hujatan-hujatan dan bentuk pelecehan lainnya terhadap simbol agama Islam dalam bentuk apapun, maka umat Islam takkan diam saja.
“Hal itu biar menjadi pelajaran dan peringatan bagi para pendeta. Karena jika Islam dihina dan dilecehkan, umat Islam tidak akan tinggal diam,” tegasnya. [Khalid Khalifah


Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 5:51 pm
by DHS
Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam

Benar, wajah islam yg sejati harus dinyatakan di mana-mana agar semua orang baik muslim maupun nonmus mengetahuinya.
Hanya, hati2 kalau berdebat, jangan sekali-kali menunjukkan identitas asli. Biarlah nasib Suparno tidak terulang lagi.
Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan oleh Tuhan yang sejati.

Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 8:54 pm
by buncis hitam
Jika pancasila sudah ditegakkan dengan bener dan UU penghinaan agama sudah tidak lagi jadi aturan karena terbukti melanggar pancasila maka orang2 seperti trio mujahid jepara nantinya harus dihukum mati karena melakukan tindakan pembunuhan terhadap orang yang murtad. Karena tindakan pembunuhan terhadap orang yang murtad dari agamanya sudah termasuk pembunuhan berencana. Toh memang eksekusi mati terhadap orang2 murtad tsb sudah direncanakan. Bagaimana mungkin orang murtad yang katanya "seharusnya dihukum mati" dibunuh secara tiba2 ya kan. Jadi siap2 aja tuh trio mujahid jepara, jika nanti pancasila sudah ditegakkan dengan bener. Makanya FFI ini harus terus digencarkan ke seluruh negeri indonesia tercinta ini karena selain untuk menguak wajah islam yang sebenernya tapi juga untuk mengembalikan negara ke bentuk asalnya yaitu negara pancasila.

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 9:54 pm
by ali5196

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Mon Jul 01, 2013 7:40 am
by daniel-ntl
sori gw lupa, kalo gak salah dulu ada berita yg murtadin yg habis di bakar kuliah di IAIN trus masuk sekolah alkitab, dulu kalo gak salah ada deh beritanya di sini berikut fotonya, tapi gw lupa itu si suparno bukan? linknya juga gw lupa? kalo gak salah ada di sini, please help kalo nemu beritanya? thanks

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Mon Jul 01, 2013 9:39 am
by jonieh
Image

Image

Ustadz Said Sungkar: Trio Mujahid Jepara Adalah Pahlawan Islam

JEPARA (voa-islam.com) – Amaliah Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto yang mengeksekusi murtadin penghujat Islam mendapat dukungan dari Front Pembela Islam.

Pembina Laskar FPI Jawa Tengah, Ustadz Said Sungkar, menyatakan bahwa tindakan Trio Mujahid Jepara itu sudah sesuai dengan nas Syariat yang memberikan sanksi kepada kaum murtadin.

“Sebagai kewajiban seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan, "Man baddala dinahu faqtuluh" (Barangsiapa menukar agama maka bunuhlah dia). Karena di Indonesia tidak berlaku hukum Islam, maka daripada semua orang Islam berdosa, maka mereka mengambil alih tanggung jawab itu guna menyelamatkan umat Islam yang tidak menjalankan syariat,” jelasnya. “Memang, jika Syariat Islam berlaku maka yang berhak menentukan hukuman mati (kepada murtadin) adalah qadhi. Tapi karena tidak ada Syariat Islam, maka Syariat itu berlaku “manistatho’a.” Siapa yang mampu menjalankan, itu bisa,” tambahnya.


http://www.voa-islam.com/news/upclose/2 ... wan-islam/

Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Mon Jul 01, 2013 10:09 am
by crayon-sinchan
dari namanya saja sudah kelihatan 'pinter'nya kok muslim.. Front Pembela Islam. untuk apa agama dibela coba, seharusnya agama/kepercayaan lah yg membawa manusia dekat dengan Tuhan. bukan karena membela agama malah menjadikan manusia jauh dari Tuhan Yang Sejati

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Jul 02, 2013 7:50 am
by daniel-ntl
thank bro jonieh, atas linknya, tapi kalo gak salah ada juga linknya di sini tapi gw lupa dimana, disitu ada foto korban yg sudah terbakar?

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Jul 02, 2013 8:46 pm
by GUNTUR LANGIT
Peristiwa seperti ini akan terus berulang selama FPI masih eksis

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Aug 06, 2013 2:18 am
by odetojoy
WWOOOOWWW...

islam is the best lah pokoknya.. (buat yang otak sama daya nalarnya udah mampus) :finga:


sekali2 perlu kita undang tuh orang2 efpe'i kesini... :drinkers:


JBU

odetojoy

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Aug 06, 2013 7:20 am
by aceray
RIP bro Omega Suparno. Kamu telah menyelesaikan pertandingan imanmu. Dan meraih mahkota kehidupan yang dianugerahkan kepada mu. Congratulation ya bro, nanti kita ngobrol2 di sana ya saat ketemu nanti. :partyman: o

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Aug 06, 2013 3:21 pm
by kucinggarong
:shock:

Memang Islam adalah agama Iblis !,

Setelah membaca runut peristiwanya, ternyata Murtadin ini didatangi di rumahnya dan dikonfirmasi mengenai kepindahan agamanya. Wajar saja terjadi perdebatan agama. Eh si Muslim yang kalah langsung main bacok.


Bener-bener Islam agama Setan !



Akibat Lancang Melecehkan Islam, Murtadin Calon Pendeta Itu Di-eksekusi Mujahid

JEPARA (voa-islam.com) – Arogansi murtadin yang menabur penodaan agama menuai badai. Omega Suparno (42), seorang murtadin dari kota ukir Jepara tewas mengenaskan dieksekusi trio mujahid setelah terbukti melecehkan Islam secara provokatif. Meski terancam hukuman mati oleh hukum thaghut, trio mujahid Jepara tak gentar di jalan Allah.

Murtadin naas warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jateng ini dieksekusi setelah melakukan penodaan agama terhadap mujahidin dengan melecehkan Al-Qur'an, Allah SWT, Nabi Muhammad dan Syariat Islam. Sedangkan trio mujahid Jepara yang mengeksekusi murtadin calon pendeta itu adalah Ustadz Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31).

Ustadz Amir Mahmud adalah alumnus pesantren tauhid terbesar di kotanya yang sudah malang-melintang di dunia jihad. Usai menamatkan pendidikan di pesantren tahun 2000, ayah seorang anak ini ditugaskan dakwah di Lombok, NTB. Tahun 2001, ketika bumi Ambon bergolak, ia terpanggil untuk berjihad selama 4,5 tahun membela kaum muslimin yang tertindas.

Sony Sudarsono adalah mujahid yang sudah malang-melintang berjihad hingga manca negara. Ayah dua orang anak ini pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto, warga Semper Barat, Cililing, Jakarta Utara, adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh bersama Abu Umar. Ayah empat orang anak ini sempat menjadi buronan Densus 88 Antiteror karena jihadnya.

Eksekusi terhadap murtadin calon pendeta ini bermula pada bulan Oktober 2012, saat Ustadz Amir menerima pengaduan dari berbagai aktivis di Kudus, mengenai sepak terjang penginjil Omega Suparno setelah murtad meninggalkan Islam. Setelah murtad, jebolan pesantren Kudus yang sempat kuliah di IAIN Yogyakarta ini pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta.

Setelah data, alamat dan identitas Suparno terkumpul, Ustadz Amir berkunjung ke rumah Suparno dengan misi untuk berdialog dan mengkonfirmasi latar belakang kemurtadannya, pada Selasa sore (11/12/2012).


Mulanya, dialog berjalan biasa saja seputar perkenalan. “Njenengan leres Mas Suparno, lulusan Ma’ahid yang pindah agama?” tanya Amir. (Apakah benar anda bernama Suparno, alumnus Ma’ahid yang sudah pindah agama?). “Inggih, leres,” jawab Suparno singkat. (Iya, benar).

Namun agenda dialog yang direncanakan tak semulus rencana awal. Dikonfirmasi baik-baik, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di ting salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.

Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an. “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.

Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.

Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.

Tak ada titik temu, dialog diakhiri ketika azan magrib berkumandang. Sebelum berpisah, keduanya berjanji untuk melanjutkan dialog lagi esok harinya.

Dialog juga tak berjalan imbang, karena Supar sebagai tuan rumah mencecar Amir dengan pemaparan seperti orang pidato. “Saya gak banyak kesempatan bicara, karena Supar bicaranya gak berhenti-berhenti,” papar Amir kepada voa-islam.com sebelum Sidang di PN Jepara, Kamis (20/6/2013).

Muwati (40) adik kandung Suparno, membenarkan adanya pertemuan dialog Suparno dengan Ustadz Amir Mahmud sehari sebelum insiden eksekusi. “Nggih, rumiyen wonten tamu kalih, sanjange rencange teng Ma’ahid, tapi adik kelasipun,” ujarnya kepada voa-islam.com, Kamis (20/6/2013). (Iya, dulu ada dua orang tamu, katanya adik kelas Suparno di Ma’ahid).

Tapi ia hanya mendengar sekilas dan tidak mengikuti percakapan sampai akhir karena ada urusan lain. “Nopo sing dipermasalahke kulo boten semerap,” jelasnya. (Apa yang dibicarakan mereka saya tidak tahu).

...Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara, menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa...

Esoknya, Rabu malam (12/12/2012) Ustadz Amir bersama Sony dan Agus mengeksekusi murtadin Suparno di belakang Ruko Jember Kudus. Setelah tewas, mayat Suparno dibuang ke hutan jati di Jepara.

Selanjutnya mayat Suparno ditemukan di area petak 106 hutan jati desa Jinggotan, kecamatan Kembang, kabupaten Jepara pada Kamis (13/12/2012).

Polisi baru bisa mengungkap identitas korban sepekan kemudian, pada Rabu (19/12/2012). Setelah pengambilan sampel tes DNA dan dibawa pulang, jenazah Suparno dibawa ke Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Jepara dan langsung dimakamkan malam itu juga di makam Kristen setempat.

Akhirnya Ustadz Amir, Sony dan Agus dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di Sragen dan Kudus.

...Saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa mujahid siap dipertaruhkan...

TEGAR MELAKSANAKAN SYARIAT

Kini, Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto menjadi pesakitan di PN Jepara. Sidang pertama dengan agenda pembacaan Dakwaan digelar pada Kamis (13/6/2013). Ketiganya terancam hukuman mati, dengan jeratan pasal berlapis, antara lain: pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1), pasal 353 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 351 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1).

Meski hukuman mati mengancam di depan mata, namun ketiga mujahid muda itu tak gentar. Mereka meyakini amaliah yang dilakukannya sebagai ibadah. “Melalui amaliah ini saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin dan aktivis pemurtadan. "Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa para mujahid siap dipertaruhkan!” tegasnya.

Jihad Trio Mujahid Jepara itu mendapat dukungan dari Front Pembela Islam (FPI). Pembina Laskar FPI Jawa Tengah, Ustadz Said Sungkar, menilai tindakan mereka sudah sesuai dengan nas Syariat yang memberikan sanksi kepada kaum murtadin.

“Sebagai kewajiban seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan, "Man baddala dinahu faqtuluh" (Barangsiapa menukar agama maka bunuhlah dia).

Karena di Indonesia tidak berlaku hukum Islam, maka daripada semua orang Islam berdosa, mereka mengambil alih tanggung jawab itu guna menyelamatkan umat Islam yang tidak menjalankan syariat,” jelasnya. “Memang, jika Syariat Islam berlaku maka yang berhak menentukan hukuman mati (kepada murtadin) adalah qadhi. Tapi karena tidak ada Syariat Islam, maka Syariat itu berlaku “manistatho’a.” Siapa yang mampu menjalankan, itu bisa,” tambahnya.

Ustadz Said bahkan memuji ketiganya sebagai pahlawan pemberani yang siap dengan segala resikonya. “Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara. Tapi karena negaranya berkhianat kepada Syariat, maka mereka menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa,” tandasnya.

...Dalam agama yang dianut para terdakwa membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia...

Senada itu, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan SH menegaskan bahwa insiden eksekusi Trio Mujahid Jepara terhadap murtadin Suparno itu bukan kasus pembunuhan biasa. Pasalnya, eksekusi ini adalah respon para aktivis Islam terhadap tindakan provokasi murtadin Suparno yang melecehkan Islam dengan semena-mena. Karenanya, kasus ini tidak bisa diterapkan pasal Pembunuhan Berencana. “Ini bukan pembunuhan biasa, karena amat nyata dimulai dari provokasi kebencian terhadap agama lain oleh korban dengan menyudutkan dan menjelekkan agama lain,” tegasnya.

Michdan mengingatkan, di mata hukum, tindakan provokasi agama itu memiliki konsekuensi hukum. Dalam hukum Islam, sanksi terhadap orang yang melecehkan Allah dan Rasulullah adalah hukuman mati, dan pelaksanaannya dinilai ibadah.

“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya. [a ahmad jundullah]

Akibat Lancang Melecehkan Islam, Murtadin Calon Pendeta Itu Di-eksekusi Mujahid
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Tue Aug 06, 2013 4:40 pm
by usmanabdullah
odetojoy wrote:WWOOOOWWW...

islam is the best lah pokoknya.. (buat yang otak sama daya nalarnya udah mampus) :finga:


sekali2 perlu kita undang tuh orang2 efpe'i kesini... :drinkers:


JBU

odetojoy


org2 fpi rajin kok bro baca situs ini tapi sepertinya mereka takut debat dgn kita... buktinya si habib briziek mewek2 suruh kapolri tangkap2in admin FFI...

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Thu Aug 08, 2013 4:51 pm
by xeNium
Omega Suparno sudah meninggal? Kok gak pernah tau ya beritanya di Metro TV ataupun Global TV? Berita ini saya yakini kebenarannya karena voa-islampun sudah memberitakannya tapi kenapa saya tidak pernah dengar ada berita tentang ini ya?

Ada yang bisa klarifikasi keadaan Omega Suparno?

Oh udah meninggal, maap gak baca kebawah, cuman baca posts pertama.

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Thu Aug 08, 2013 6:13 pm
by usmanabdullah
xeNium wrote:Omega Suparno sudah meninggal? Kok gak pernah tau ya beritanya di Metro TV ataupun Global TV? Berita ini saya yakini kebenarannya karena voa-islampun sudah memberitakannya tapi kenapa saya tidak pernah dengar ada berita tentang ini ya?

Ada yang bisa klarifikasi keadaan Omega Suparno?

Oh udah meninggal, maap gak baca kebawah, cuman baca posts pertama.


Wah bro, anda dari mana aja? Terlalu sibuk dengan rutinitas? Sempatkan main nengok di mari...
Atau mungkin anda tidak tinggal di Indonesia? Mengharapkan berita ini di angkat ke media nasional? Don't be naif pal... What do u expect for? Konflik Syiah aja tidak selesai apalagi yg seperti ini, sebelum masak dan jadi konsumsi mayoritas bangsa ini berita ini sudah akan basi duluan... Paling banter sanggahan dari pihak kepolisian bahwa kasus ini sudah di proses secara hukum, percayakan kepada hukum dan biarkan hukum di tegakkan dan bla...bla...bla... Selanjutnya kita ketahui bersama di kejaksaan dan pengadilan akan berlangsung "sebagaimana mestinya"... Pelaku dihukum dengan "seadil-adilnya" And everybody happy... The end

Tahukah anda bro?
Anda yang sedari awal Nasrani tidak akan menghadapi seperti apa yang dihadapi oleh murtadin Omega Suparno.
Seorang murtadin di tengah-tengah keluarganya langsung di buang dan dianggap MATI oleh keluarganya (seperti yang di alami oleh istri saya diawal-awal kemurtadannya)
Seorang murtadin seperti Omega Suparno darahnya halal untuk di tumpahkan dan bagi pelaku yang menumpahkan darah murtadin mereka adalah 'pahlawan'

Bro, jika anda seorang kafir, nasrani sejak kecil maka berbahagialah... Keep in faith and do something for the people and the nation... Jangan hanya diam, berdiam diri dan membiarkan segala sesuatu terjadi begitu saja... Anda ada untuk menjadi kepala dan bukan ekor...

God Bless You :turban:

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Aug 09, 2013 5:44 am
by odetojoy
usmanabdullah..

org2 fpi rajin kok bro baca situs ini tapi sepertinya mereka takut debat dgn kita... buktinya si habib briziek mewek2 suruh kapolri tangkap2in admin FFI...


salam bro.. :)

memang seperti itu sih bro kenyataannya...
mereka (islam kapah) memang suka membaca tulisan2 di forum ini, tapi ga bakalan pernah mau diajak berdiskusi disini, soalnya klo udah mentok dan kepepet, mereka ga bisa menggorok leher orang bro... wakakkakakk :rolling:

JBU

odetojoy
AMS 23:26

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Fri Aug 09, 2013 10:43 am
by Penilai
“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya.


Sayangnya Indonesia adalah NEGARA DEMOKRASI bukan Negara Syariah Islam, jadi segala pelanggaran hukum diadili menurut KUHP. Betul jika berhasil digiring menjadi kasus pelecehan agama bagi si korban, tetapi tetap saja tidak menghilangkan unsur PEMBUNUHAN BERENCANA bagi para pelaku.

Jelas sekali pernyataan di atas MEMBENARKAN bahwa PEMBUNUHAN adalah Ibadah bagi Islam. :rock:

Re: Murtadin Suparno Murtad dan Wajib Di Bunuh

PostPosted: Sun Aug 11, 2013 11:26 am
by slomo
“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya.


penilai wrote:Sayangnya Indonesia adalah NEGARA DEMOKRASI bukan Negara Syariah Islam, jadi segala pelanggaran hukum diadili menurut KUHP. Betul jika berhasil digiring menjadi kasus pelecehan agama bagi si korban, tetapi tetap saja tidak menghilangkan unsur PEMBUNUHAN BERENCANA bagi para pelaku.

Jelas sekali pernyataan di atas MEMBENARKAN bahwa PEMBUNUHAN adalah Ibadah bagi Islam. :rock:


Indonesia bukan negara Demokrasi !!! Demokrasi yg ada sekarang adalah Demokrasi Semu !! Akal2an dan ngawur !!! Sebuah negara demokrasi TIDAK menerapkan kebebasan berkumpul dan berserikat TERKONDISI (bersyarat). Di Indonesia ini, mendirikan gereja, klenteng, wihara, penuh dengan syarat2, sedangkan mendirikan Mesjid semudah membalik telapak tangan.
Demokrasi Islam, "Saya boleh,,,kamu nggak boleh" (LOL)
Jika muslim tidak diijinkan mendirikan mesjid,,"melanggar hak menjalankan syariat !!!" ,,,
Jika mendirikan gereja dilarang,, "harus tahu diri lah,,,,kami kan mayoritas !!!"

Jadi, demokrasi yg diumbar selama ini adalah demokrasi Islam,,,,a.k.a bukan demokrasi, alias dekorasi demokrasi,,,,Undang2 dan peraturan demokrasi yg ditulis di atas kertas pada dasarnya BUKAN DEMOKRASI !!!