.

pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Kumpulan semua pengakuan murtadin situs ini, FFIndonesia, yang meninggalkan Islam.

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby akuadalahkafir » Wed Jul 27, 2011 8:39 am

Kalo pada nyumbang cerita.. saya juga mau sumbang cerita ah.. :green:

Pengalaman Pertama :
Dulu waktu saya kuliah di Bandung, ada 1 rumah makan namanya gang sempit yang jual babi kecap.. karena dulu masa kuliah uang buat makan-makan selalu pas-pasan dikirim-nya, maka buat beli makanan (apalagi sekelas babi) cukup sulit.. :green:

Pada suatu malam setelah menyelesaikan suatu tugas kelompok yang sangat menghabiskan waktu.. saya mengajak teman 1 kelompok yang beragama kristen untuk sedikit merayakan selesainya tugas kampus dengan makan-makan babi kecap :partyman: :green:
Kami pun berjalan ke depan kampus untuk menunggu angkot yang menuju gang sempit.. Di depan kampus kami bertemu dengan teman kami yang muslim dengan mobilnya.. dia tanya, "mau kemana bro?"

Teman saya jawab, "mau ke gang sempit bro, sedikit perayaan abis nyelesaiin tugas" :green:

Teman (muslim) bilang, "WAH! ikut dong gue.. gue juga udah lama ga kesana.."

Kami tanya, "Umm.. kira-kira elo tau gang sempit mau makan apa? :-s

Teman (muslim) jawab sambil ketawa, "Tau lah! orang kesono ngapain lagi kalo bukan makan babi kecap :green:, udah.. buruan naek, gue juga udah ga sabar"

Pengalaman Kedua :
Terus ada juga kejadian waktu pas lagi acara bazaar di gedung serba guna kampus.. saya lagi lihat-lihat barang yang dijual bersama ex-GF saya.. pas jam makan siang, kita menuju booth makanan di luar gedung, saya sudah mengincar booth nasi campur babi yang ada :green: biarlah ex-GF saya cari makanan yang halal (dia muslimah)..

Ga nyangka di situ saya liat teman saya yang muslim sedang makan nasi campur babi (diliat dari kotak makannya yang beda dari yang laen, saya intip isinya pun benar-benar nasi campur).. agak kaget :shock: soalnya beliau bukan muslim biasa.. dia udah punya gelar H. di depan namanya :green:

ex-GF saya tanya, "X (ex-GF panggil nama dia), kamu tau makan apa?"

X jawab, "Tau kok.. emangnya kenapa?"

ex-GF bilang, "itu kan haram" :shock:

X jawab sambil senyum, "ini soalnya lagi kepepet.." :finga:

Terus X lanjut makan, saya tetap membeli nasi campur babi, ex-GF saya beli nasi cap cay.. terus ex-GF minta makannya jangan di deket si X.. :green:
User avatar
akuadalahkafir
 
Posts: 424
Images: 2
Joined: Wed Jun 08, 2011 8:57 pm

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby Rasionalis » Wed Jul 27, 2011 12:19 pm

Babi adalah Binatang Pembersih dan Sensitif

...Sudah cerita tentang makan babi kecap paling mengesankan, tetapi lupa ngucapin selamat kepada Pencinta Babi Kecap terkasih. "Welcome aboard, honey. Wishing you all the best. May God always bless you."

...Ketika saya baru mulai bekerja di satu ibukota provinsi, saya berkenalan dengan keluarga peternak babi. Mereka tinggal di pinggir kota kecil yang hanya 30 km. Suami isteri itu bertampang bule karena memang berdarah campuran. Kedua anaknya sudah jadi warga negara asing di Eropa. Semua babi peliharaannya juga cantik berkulit bule kemerah-merahan asal Australia.
...Oleh karena pacar saya jauh di kota lain, maka malam libur lebih sering saya habiskan di peternakan itu. Karena anak-anak dari ibu-bapak itu jauh, maka kedatangan saya selalu disambut dengan hangat. Lama-lama saya pun merasa seperti pulang ke rumah ayah-ibu sendiri.
...Di pagi hari, seusai sarapan roti pakai ham dan minum susu, saya ikut membersihkan kandang sambil bercengkerama dengan om WB. Pekerjaannya tidak berat. Hanya menyemprotkan air bertekanan tinggi dari arah dalam mendorong kotoran ke dalam selokan di pinggir. Bila kotorannya agak bandel, maka harus digunakan sikat ijuk yang mirip garu. Permukaan lantai juga sudah memang dibuat miring ke arah itu.
...Satu hal yang segera saya tangkap adalah bahwa babi adalah binatang pembersih. Mereka selalu buang hajat di pinggir selokan itu, dan tidak mau meniduri kotorannya. Babi lebih pembersih dari kerbau, yang dagingnya halal, yang suka berkubang di kotorannya sendiri.
...Setelah selesai pembersihan kandang, disambung dengan memandikan babinya dengan cara menyabun dan menyikat seluruh tubuhnya, yang dilakukan setiap hari Minggu. Para babi yang sudah pernah saya sikat jadi mengenal dan menyambut kedatangan saya dengan dengusan ramahnya. Memang tidak semeriah dan seheboh sambutan anjing.
...Yang agak repot adalah memandikan induk babi beserta anak-anaknya yang sangat lucu-lucu. Ketika sedang menyikat salah satu, yang lain berebutan minta disikat juga. Ada yang menyodok babi yang sedang disikat dan tidak jarang yang kurang sabaran menyodok tangan atau pantat saya. Sungguh pekerjaan yang menyenangkan, sehingga tidak terasa sudah tiba waktu makan siang.
...Suatu pagi ketika kami baru mau memasuki satu kandang, berpapasan dengan pekerjanya yang laki-laki remaja. Tanpa basa-basi, pekerja itu om WB tampar. "Kurang ajar! Udah dilarang, kamu ulangi lagi," katanya.
...Ketika sudah di dalam kandang, saya tanya mengapa pembantu itu dia tampar. "Tadi ketika dia jalan di tengah kandang, ada babi yang menggeram marah pada dia. Berarti dia belum lama memukul babi itu," ujarnya. Hmmm. Baru pertama kali itu saya sadari bahwa babi juga mirip anjing kalau disakiti.
...Dari pengalaman itu, saya jadi tidak berniat menjadi peternak babi, walau tingkat return-nya termasuk tinggi. Bila saya beternak babi, setiap kali menjualnya, setelah sekian lama mereka mendengus kesenangan ketika saya mandikan dan sikat, akan sangat pedih membayangkan mereka sedang menuju penyembelihan. Juga akan menjadi dilemma bagi saya untuk memakan daging babi, terutama babi panggang dan babi kecap.
...Menjual anak anjing doberman, karena sudah kebanyakan, yang hanya tiga bulan di hadapan saya, selalu diliputi rasa sedih. Padahal mereka selalu saya jual kepada orang yang saya test dulu memang penyayang anjing. Apalagi menjual binatang yang akan disembelih, sungguh saya tidak sanggup.
User avatar
Rasionalis
 
Posts: 1069
Joined: Sun Dec 19, 2010 12:29 am
Location: Whereever I want to be

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby freax » Wed Jul 27, 2011 12:50 pm

akuadalahkafir wrote:ex-GF saya tanya, "X (ex-GF panggil nama dia), kamu tau makan apa?"

X jawab, "Tau kok.. emangnya kenapa?"

ex-GF bilang, "itu kan haram" :shock:

X jawab sambil senyum, "ini soalnya lagi kepepet.." :finga:

Terus X lanjut makan, saya tetap membeli nasi campur babi, ex-GF saya beli nasi cap cay.. terus ex-GF minta makannya jangan di deket si X.. :green:

walaupun HARAM, yang penting HARUM =P~ =P~ =P~


:rock: freax
User avatar
freax
 
Posts: 300
Joined: Tue Apr 13, 2010 9:29 pm

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby nadia ghazali » Wed Jul 27, 2011 1:22 pm

Rasionalis wrote:Satu hal yang segera saya tangkap adalah bahwa babi adalah binatang pembersih. Mereka selalu buang hajat di pinggir selokan itu, dan tidak mau meniduri kotorannya. Babi lebih pembersih dari kerbau, yang dagingnya halal, yang suka berkubang di kotorannya sendiri.


Rasionalis wrote:Tadi ketika dia jalan di tengah kandang, ada babi yang menggeram marah pada dia. Berarti dia belum lama memukul babi itu," ujarnya. Hmmm. Baru pertama kali itu saya sadari bahwa babi juga mirip anjing kalau disakiti


om ras...saya benar2 surprise...dgn yg dibold dan underlined
gak heran ..orang yg makan daging babi dan pelihara anjing mayoritas cerdas2 hehhehe

Nadia setuju jg...kl kita sering berinteraksi dgn binatang yg lucu2...gak tega rasanya makan daging mrk
Nadia ada teman yg pernah melihat sapi disembelih
kita kan tahu kl cara sembelih sapi dgn cara islam yg katanya 'holol' adalah sangat biadab dan tdk berperikebinatangan
kata temanku si sapi melenguh2 kayak menangis...mungkin tahu wktnya akan tiba..disiksa dulu dgn tata cara padang pasir yg biadab
sampai skrg teman saya kagak berani makan daging sapi..katanya kasian ...setiap kali ingat kejadian sapi yg menangis
teman kafir... dan berusaha menhindari makan daging krn merasa iba.
nadia ghazali
 
Posts: 1141
Joined: Fri Nov 19, 2010 9:48 am

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby pigsy » Wed Jul 27, 2011 3:05 pm

Kesaksian PBK jadi ramai dengan "kesaksian" netter lain tentang B2.
Jadi ingin juga menambahi cerita-ceritanya. Boleh khan?

Sebelumnya, saya ikut bersuka atas keputusan PBK batal mualaf.

Kisah yg ingin saya ceritakan ini sudah lama, tapi masih berbekas dalam kenangan saya. Dulu ketika pertama kali bekerja, saya bekerja di sebuah Bank Swasta. Tak jauh dari kantor, ada sebuah warung bakmie (bakmie lho, bukan warung mie jadi sudah pasti mengandung Ba) ala Medan. Ciri khasnya netter tahu khan, mienya keriting, tambah tauge dan sawi, pakai daging babi panggang warna merah karena pakai saus angkak yg diiris tipis, kita juga bisa minta garingan (krupuk kecil dari hasil gorengan minyak babi yang dipotong kotak-kotak dadu kecil. Kadang kami yang non muslim titip kepada OB agar membeli bakmie Medan ini buat makan siang.

Salah seorang rekan perempuan yang kebetulan satu bagian dengan saya sering ikut nitip beli, dan ketika makan sangat menikmati sekali. Dia muslimah yang rajin sholat dan puasa. Akhirnya dengan niat baik saya sampaikan agar lain kali tidak usah titip beli bakmie Medan lagi. Dia heran dan bertanya, memangnya kenapa? Saya jelaskan, bahwa buat seorang muslimah itu haram, karena daging merah itu daging babi. Tapi reaksi dia sungguh di luar dugaan, dengan serius dia bilang; "wah harusnya kamu nggak usah kasih tahu saya, bakmienya khan enak banget. Sekarang saya nggak bisa beli lagi deh sebab sudah tahu kalau itu mengandung babi, jadi haram deh" katanya. :shock: OBnya sebetulnya juga muslim, dan dia tahu kalau bakmie medan itu mengandung babi, tapi dia tidak pernah beritahu kepada rekan saya tersebut :-k

Cerita yang lain,

tahun 1991, saya bekerja di pulau Belitung. Suatu ketika kawan sekampung minta dibuatin sate babi karena sudah lama tidak ketemu makan enak tersebut. Saat sate sudah matang, saya letakkan satu piring penuh sate di meja makan dengan ditutupin tudung saji. Tidak berapa lama kemudian datang kawan muslim dari tempat kerja di tengah hutan. Saat itu kami sedang mempersiapkan hutan untuk lahan perkebunan karet dan kelapa sawit. Tanpa bertanya, dia langsung ambil sate itu dan makan dengan lahap. Saya yang melihat langsung teriak, eeeehhhh mika ndak koang makan itu (kamu tidak boleh makan itu), itu sate daging "sapi pendek"!!! Karena saya kuatir kalau saya bilang daging babi, sebab di kampung saya nyebut babi aja orang sudah jijik.

Maksudnya apa? Dia bertanya. Sambil dia mengunyah sate, saya jelaskan bahwa itu sate babi, tapi ......... reaksinya bikin kaget. Selesai saya bicara, dia ambil lagi sate lebih banyak dan bilang;" nyaman segile" (bahasa belitong, maksudnya enak sekali).

Ada ada saja.
User avatar
pigsy
 
Posts: 220
Joined: Tue Sep 09, 2008 9:48 am

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby papierkorb » Wed Jul 27, 2011 3:45 pm

emang sapi kakii pendek euuuenak tenan :green:
User avatar
papierkorb
 
Posts: 552
Joined: Wed Mar 30, 2011 6:24 pm

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby swatantre » Thu Jul 28, 2011 12:21 am

Urun posting, ah...

@Bang Rasionalis. Terima kasih utk sharingnya. Hal paling menyentuh saya ialah babi ternyata tak kalah cerdas dari anjing, punya sensitivitas terbukti dengan masih bisa mengenali siapa orang yang telah menyakiti dia. Makin tahu hal begini, saya jadi makin tak berselera utk makan babi. Sejak dulu juga begitu. Tapi yang sekarang lebih karena rasa perikebinatangan. Dan lebih menyesal lagi jika ingat dulu2 suka makan B1. Sebenarnya bukan saya fanatik suka, tapi justru lebih merupakan aktualisasi jiwa pemberontakan saya terhadap kondisi sekeliling yg makin 'ngislam'. Saya ingin tunjukkan bahwa ini lho, eloe bisa ngislam gw juga bisa anti islam lebih lagi (dg melakukan hal2 yg dilarang islam tapi yg tentu tidak melawan hukum...). Selain itu juga cara saya pribadi utk menguji kebenaran azab awloh. Sampai sekarang saya tidak pernah mengalami sakit yang diakibatkan karena nerjang makanan haram. Tapi, seiring kondisi perlawanan thd islamisasi yg kian solid, jg rasa sensitivitas perikebinatangan saya yg makin kuat, saya pun mundur dari jagad kuliner per-asu-an. Apalagi, peruntukan anjing itu ialah utk 'kawan' manusia, seperti jadi binatang penjaga dan teman 'curhat'. Percaya atau tidak -ini justru diugkapkan oleh para kakek dan nenek keluarga saya- bahwa anjing itu bisa mengerti emosi manusia, bila sedang sedih, marah, juga bisa ngerti 'bahasa' batin dan keinginan seperti pernah bila dimintai menemani nenek ke kamar mandi di waktu malam, misalnya. Jadi, anjing memang utk menjadi 'kawan', bukan dimakan yang mana itu merupakan 'bagian'nya binatang ternak. Tambah lagi setelah tahu bahwa, karena bukan ternk maka anjing pun tidak diternakkan. Lalu, dari mana stok dagingnya? Yang jelas, banyak sekali kita mendengar kejadian anjing dibikin mabok/diracun ringan/obat tidur/bius utk kemudian dikarungi. Utk dijual lagi? Kemungkina besar iya? Utk dikoleksi? Saya sangsi. Utk disembelih? Utk jawaban ini, saya merasa ada titik nyambungnya...

Ohya, nitip tanya, babi ozi sama babi pribumi beda jenis ya? Babi luar kok kayanya lebih merah...

@Nadia
Ternyata, binatang apapun itu punya rasa/kesadaran (seprimitif apapun itu), seperti ketika terncam hendak disembelih, ya? Mendengar cerita2 dan foto ttg penyembelihan hewan, saya jadi menoleh ke alternatif vegan nih...
Di negara2 kafir, tingkat konsumsi daging tinggi, tapi cara penyembelihan jagalannya manusiawi, bahkan pake dibius dulu. Pokoknya, binatang yg hendak dijagal merasa kesakitan harus sesedikit dan sesebentar mungkin. Prinsipnya persis seperti napi hukuman mati yg ditembak, mengarahnya harus ke jantung sejitu mungkin supaya oksigen terhenti secepat mungkin dan syaraf mati secepat mungkin. (Mungkin prinsip HAM ini juga dikenal dalam Islam dg begitu banyaknya kasus pemancungan sehingga si korban pancung tak merasa kesakitn, ya...?). Sayangnya, aturan dan tradisi Islam sangat strict utk tidak memakan darah dalam binatang jagalan, sehingga ya hewan jagala digorok nadinya (leher), diteteskan darahnya sampai habis/kering. Ini juga berlaku pada kerbau, kambing, unta, ayam. Gimana gak menderita? Lebih manusiawi aturan manusia kafir!

@Pigsy
Saya juga punya cerita yang sama dg cerita pertama. Seorang Muslim Bali. Katanya, makanan haram boleh dimakan bila kepepet, atau tidak dalam keadaan tahu/diberi tahu. :stun: Munafik sekali ya, aturan kok plin plan...
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby Dudekh » Thu Jul 28, 2011 8:33 am

pecinta_babi_kecap wrote:Akhirnya, dengan banyak teriakan dan airmata, meskipun perlu waktu lama, kami putus (Itu juga putus dengan tuduhan saya tidak setia, alias saya punya pacar lagi. Dia buat email dan kirim ke semua teman2 di kompleksnya kalau saya yang duluan cari pacar baru, sampai pergi menginap berdua di bandung =D> ckckcck hebat banget tuduhannya).

Tapi saya tidak peduli, saya memang punya pacar tapi setelah dia putuskan saya (setelah saya di'gencet'nya di pintu dan diteriaki di depan banyak orang kalau saya perempuan murahan - kemana sikap baik dan tulusmu selama ini wahai mantan? ).

perlakuan yg islami sekali
kalau pertanyaan yg saya warnai biru itu sudah nemu jawabnya di forum ini kan sist?

selamat buat sist PBK tdk sempat terjebak dalam islam
User avatar
Dudekh
 
Posts: 1022
Joined: Wed Jul 21, 2010 2:48 pm

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby nadia ghazali » Thu Jul 28, 2011 9:38 am

swatantre wrote:@Nadia
Ternyata, binatang apapun itu punya rasa/kesadaran (seprimitif apapun itu), seperti ketika terncam hendak disembelih, ya? Mendengar cerita2 dan foto ttg penyembelihan hewan, saya jadi menoleh ke alternatif vegan nih...
Di negara2 kafir, tingkat konsumsi daging tinggi, tapi cara penyembelihan jagalannya manusiawi, bahkan pake dibius dulu. Pokoknya, binatang yg hendak dijagal merasa kesakitan harus sesedikit dan sesebentar mungkin. Prinsipnya persis seperti napi hukuman mati yg ditembak, mengarahnya harus ke jantung sejitu mungkin supaya oksigen terhenti secepat mungkin dan syaraf mati secepat mungkin. (Mungkin prinsip HAM ini juga dikenal dalam Islam dg begitu banyaknya kasus pemancungan sehingga si korban pancung tak merasa kesakitn, ya...?). Sayangnya, aturan dan tradisi Islam sangat strict utk tidak memakan darah dalam binatang jagalan, sehingga ya hewan jagala digorok nadinya (leher), diteteskan darahnya sampai habis/kering. Ini juga berlaku pada kerbau, kambing, unta, ayam. Gimana gak menderita? Lebih manusiawi aturan manusia kafir!

Benar..dan terus terang inilah salah satu faktor yg membuat Nadia angkat topi dgn pola pemikiran kafir barat
mrk bukan orang2 yg suka pamer ttg nilai spiritual spt pengikut si mamad..ttp basic kemanusiaan dan ke peribinatangan sangat dihormati mrk
Manusia makin hari semakin beradab..dlm arti mrk belajar dr kesalahan masa lalu
Mrk tahu kl apa yg dilakukan dulu bukanlah baik dan sudah saatnya diperbaiki
Begitu juga cara pemotongan ternak
Manusia tdk bisa 100% bebas dr konsumsi daging...tp at least binatangnya tdk merasa terancam/ketakutan kayak sapi/kambing yg akan digorok seturut cara padang pasir purba
makanya kafir2 disini mulai banyak makan makanan oriental terutama yg Japanese foods yg sarat dgn makanan laut dan sayur
itu artinya ..manusia semakin mengerti dan sayang dgn binatang
bahkan utk memasak kepiting aja...kepiting mesti ditidurkan dulu dgn membekukan kepiting di freezer..hahahha..ini emang lucu ya
Tp lama2..nadia bisa mengerti jg. Memasak kepiting langsung atau yg udah dibekukan sebelumnya ..tdk membuat hidup Nadia tersiksa
Jd kl emang custom/adatnya..kepiting ditidurkan dulu br dimasak..ya ikutin aja..namanya jg dimana bumi dipijak..disitu langit dijunjung
bukan malah keras kepala kayak pengungsi2 dr padang pasir itu yg mau memotong ternak dgn cara keji krn itu perintah 'awloh'..ttp pada saat yg sama tdk merasa berdosa mencuri atau membom orang lain...kl dipikir2 aneh kan pola pikir orang terbelakang? yg gak penting...dipaksa2kan..ttp yg penting dan menyangkut akhak manusia yg beradab malah ditelantarkan

ohya babi australia ada bau dikit krn ternak babi dikasih makanan special
pertama dtg kesini ..merasa aneh...tp lama2 terbiasa jg
tp gmnpun babi asia paling enak hehehehe
cuman tingkat hiegenis disini sangat tinggi...jgn berani penjual daging menjual daging ditempat terbuka tanpa ada mesin pendingin...
bisa langsung didenda dan dimasukkan penjara..krn bisa menyebabkan food poisoning pada pembeli
bahkan makanan cepat saji kayak food court jg sering di check dgn termometer utk menguji apa panas atau dinginnya sesuai dgn peraturan yg diberlakukan oleh dept kesehatan atau tdk. Petugas kesehatan bisa tiba2 nongol dan check. kl ketahuan..wah mati deh
kl ada customer yg sakit ...wah jd urusan besar
nadia ghazali
 
Posts: 1141
Joined: Fri Nov 19, 2010 9:48 am

Re: pecinta_babi_kecap Batal Mualaf

Postby MasTom » Thu Jul 28, 2011 9:31 pm

nadia ghazali wrote:cuman tingkat hiegenis disini sangat tinggi...jgn berani penjual daging menjual daging ditempat terbuka tanpa ada mesin pendingin...
bisa langsung didenda dan dimasukkan penjara..krn bisa menyebabkan food poisoning pada pembeli
bahkan makanan cepat saji kayak food court jg sering di check dgn termometer utk menguji apa panas atau dinginnya sesuai dgn peraturan yg diberlakukan oleh dept kesehatan atau tdk. Petugas kesehatan bisa tiba2 nongol dan check. kl ketahuan..wah mati deh
kl ada customer yg sakit ...wah jd urusan besar


maksudnya, walaupun daging halal
kalau yang nyimpan dan memasaknya jorok
tetap saja penyakitan

muhammad melarang makan babi
karena die orangnya jorok,
lha gimana mo sehat...
BAB saja ceboknya pake batu 3 biji
:snakeman: :snakeman:
MasTom
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Previous

Return to MENGAPA SAYA MURTAD ?



Who is online

Users browsing this forum: No registered users