Page 1 of 5

IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 3:09 am
by cintagendis
Moderator, mungkin postingan saya ini kurang sesuai ada di bagian "MENGAPA SAYA MURTAD?". Ini mengenai ibu saya. Saya sendiri udah murtad dari kapan2 tau.

Ibu dari Cirebon - Madura (tahu sendiri dong agamanya apa), istri satu2nya dari bapak asal Bandung-Garut. Hidup baik2 aja standar orang pada umumnya.
Mengapa Ibu saya bilang menjelang murtad? Ini dia:

1. Beliau bilang gini ke keluarga kami: Lebih baik menjadi KR**ST*N daripada jadi yang sekarang. Perbuatannya banyak yang hina.
Biar saya jelaskan bahwa ibu saya ngga tahu ada faithfreedom. Jangan bayangin ibu saya buka2 internet. Not her type lah internet itu.

Setelah saya amati dan pikirkan hampir setahun ini, ucapan itu terlontar karena akumulasi dari kebencian ibu melihat kelakuan saudara2 seagamanya yang razia sana-sini sambil mukul, mata dibalas mata, gigi balas gigi. Istilahnya: Orang muslim kalau ribut, ga akan kelar sampe akherat karena bales2an.
Plus, mereka juga phobia dan curigaan terhadap segala sesuatu.
Ibaratnya, kalau orang kristen miara semut, bukan cuma Kristennya yang ditindas, semut piaraannya juga dibunuh karena takut si semut menyebarkan ajaran sesat. Kalau kita bilang, kan semut ga bisa ngomong?
Islam akan menjawab: Tapi kan dia piaraan Kristen dan mungkin beragama Kristen? (Ga nyambung dengan apa yang ditanyakan. Tahu sendirilah logikanya)

2. Ibu menyuruh kami anak2nya mencari agama lain. Ini ucapannya: Kalian kenapa sih ngga coba ikut XX (tetangga) ke gereja. Atau siapa kek, ke wihara, kelenteng, apa aja. Cukup sampe kami (ayah/ibu) aja.
Ucapan ini mungkin masih berhubungan dengan poin pertama.

Reaksi anak2nya?
1. Kakak selalu diam (mungkin karena muslim dan bersuami muslim)
2. Saya (sorak sorai bergembira, bergembira semua)

Demikianlah sharing dari saya.

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 4:14 am
by ali5196
terims! Salam buat ibumu ... =D>

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 4:35 am
by fractal daun
@cinta gendis...

kesaksian anda dong, dituliskan juga,,
kenapa anda murtad dari agama damai ??
:heart:

salam kenal dan selamat bergabung dengan keluarga besar FFI.... :supz:

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 4:41 am
by ekapuri
@cintagendis
Kelihatannya ibu anda bukan lagi menjelang murtad, tapi sudah murtad. Anda beruntung, saya ikut senang.

Saya jadi ingat ibu saya sendiri, cuma apa yang terjadi pada ibu saya kebalikan dari ibu anda. Ibu saya dulunya kristen, tapi menjadi islam gara-gara saya dulu waktu saya masih sebagai muslimah fanatik. Tiga tahun setelah ibu saya jadi islam (tapi belum belajar apapun mengenai islam, baru shahadatnya saja), eeh gantian saya yang malah murtad (saya bersyukur sekali bisa murtad). Semenjak saya murtad, saya sering menyesali kenapa saya minta ibu saya mengucapkan shahadat. Sekarang saya ingin membuat ibu saya murtad, tapi sukarnya minta ampun.

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 5:11 am
by cintagendis
fractal daun wrote:@cinta gendis...

kesaksian anda dong, dituliskan juga,,
kenapa anda murtad dari agama damai ??
:heart:

salam kenal dan selamat bergabung dengan keluarga besar FFI.... :supz:


Kenapa saya murtad..hmmm, jujur aja karena pengaruh pergaulan. Hehe.
Gini, kata keluarga dari kecil saya ini tukang protes dan nekat. Saya suka banget baca, buku bacaan apa aja. Mau fiksi, misteri, Qur'an, Alkitab, Tripitaka, dll. Semua saya baca. Yah kebayang kan, jadinya membandingkan.

Dari perbandingan pribadi, saya tahu bahwa saya ga bisa untuk tidak murtad. Takut? Ngga. Saya pernah ngobrol soal kebejatan Soeharto dan ibu bekep mulut saya karena ketakutan (lagian ngomongnya di rumah depan temen2), saya menampik dan marah. "Biar suruh si Harto jemput aku ke sini. Lebih baik dibunuh daripada bilang yang nista itu baik hanya karena takut." Kira2 gitu dan ibu nangis >> lebih karena saya ngelawan.

Ketika diingatkan soal dosa karena mengkritisi Qur'an dan turunan2nya, sempet juga digituin. Jawaban saya: Mending aku nyembah knalpot atau suruh Tuhan dateng detik ini juga seret aku ke neraka. Karena neraka itu pasti mulia jika bikinan Tuhan/Nabi seperti itu.
Akhirnya ortu sih lebih ngalah ke saya karena tahu sifat saya yang buruk itu>> maklum statusnya anak.
Dan saya bebas mengikuti apa kata hati saya.

Sempet mendalami Islam lagi (kuliahnya) karena terdorong mantan pacar (muslim) yang baiiiik banget, anak salah seorang dekan IAIN (sekarang UIN). Tapi endingnya yah...tetep saya dengan kekeraskepalaan saya. Walau dengan bimbingan si mantan itu, saya rada lebih bisa memahami sisi2 Islam yang "manusiawi", tapi ttp ada hal2 yang tidak terjawab.

Menurut hati saya, "Ajaran ini lebih baik jangan dianut, cukup dipahami baik buruknya netral. Kalau diikuti, mungkin akan ada kepentingan pribadi saya yang terancam. Karena begitu sulitnya menemukan muslim yang ngga cupet sehingga interaksi dengan mereka lebih banyak bahayanya"

Mantan saya pengecualian. Sungguh. Jujur aja kepada dia segala keburukan Islam menurut kita, kritisi...dia akan tanya dengan sabar kenapa. Lalu menjelaskan dengan sabar. Kalau ga setuju, gpp. Ngga mengubah kemesraan.

CUMA: DARI entah berapa ratus/ribu muslim yang saya kenal seumur hidup saya, berapa yang bisa bereaksi seperti beliau? Saya pribadi baru nemu ini satu. Selebihnya, rekan2 tahu sendiri kan banyakan mana?
Tahu sendiri kan hukum Islam? Bertanya = mempertanyakan = meragukan = menghina =.......(isi sendiri) >> INSECURE tingkat akut, sehingga mudah tersinggung.
Ini yang saya sebut bahaya.

Ga seru ah cerita saya mah, karena ga pake pergumulan batin. Hehehehe. Tapi demikianlah.

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 5:18 am
by cintagendis
ekapuri wrote:@cintagendis
Kelihatannya ibu anda bukan lagi menjelang murtad, tapi sudah murtad. Anda beruntung, saya ikut senang.

Saya jadi ingat ibu saya sendiri, cuma apa yang terjadi pada ibu saya kebalikan dari ibu anda. Ibu saya dulunya kristen, tapi menjadi islam gara-gara saya dulu waktu saya masih sebagai muslimah fanatik. Tiga tahun setelah ibu saya jadi islam (tapi belum belajar apapun mengenai islam, baru shahadatnya saja), eeh gantian saya yang malah murtad (saya bersyukur sekali bisa murtad). Semenjak saya murtad, saya sering menyesali kenapa saya minta ibu saya mengucapkan shahadat. Sekarang saya ingin membuat ibu saya murtad, tapi sukarnya minta ampun.


Ibu, saya bilang menjelang karena masih bilang beliau Islam. Masih sembahyang dan merayakan ini itu. Beliau berani jujur mengenai apa2 yang dipahaminya sebagai kekejaman, namun ga berani keluar.

Mengenai Ibu Mas/Mbak Ekapuri, mungkin Ibunya males ganti2 lagi kali? Mungkin (seperti yang dibilang ibu saya): Apapun ajaran yang saya anut, udahlah, yang penting sayanya baik dan ga jahat ke orang. :)
Mungkin....

Re:

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 5:22 am
by cintagendis
ali5196 wrote:terims! Salam buat ibumu ... =D>


Makasih:)
Pengen disampein salamnya, tapi Ibu saya punya penyakit akut kalau terima salam dari temen saya, SELALU bilang gini:

Co or ce? Pacaran yaaaaa? Anak mana? Kenal di mana?
Terus terpaksa ada penjelasan panjang lebar ](*,)

Disampein dalam hati aja >> serius amat yak? :D

Re: Re:

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 6:15 am
by kuncipintu
cintagendis wrote:
Makasih:)
Pengen disampein salamnya, tapi Ibu saya punya penyakit akut kalau terima salam dari temen saya, SELALU bilang gini:

Co or ce? Pacaran yaaaaa? Anak mana? Kenal di mana?
Terus terpaksa ada penjelasan panjang lebar (*,)

Disampein dalam hati aja >> serius amat yak? :D


bilang saja kenal dari faithfreedom., biar tambah penasaran...
Kalau beliau malas internetan, downloadkan aja pdfnya. (tanya suhu2 yg tahu link nya).

Sy awal 2011 nemu ffi. Shock ngliat kenyataan agama ini yg dulu sy kira damai. Sngguh beruntunglah saya dilahirkan sbg kafir..

Selamat sis gendis, salam kenal semua..
GBUs
-netter baru ffi.

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 7:46 am
by mikimos
Selamat untuk gendis & ibunya :partyman:


miki

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 8:22 am
by je_prince97
Salam untuk Gendis, selamat atas kemurtadanmu (udah lewat kali ya 8-[ hehehe), dan selamat untuk ibumu. Biar kebenaran sejati meliputi kamu sekeluarga. Buat saya, ini yang paling saya suka, "As for me and my house, we WILL serve the Lord."

Salam damai, maju terus pantang mundur, merdeka! :supz:

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 9:12 am
by Donut
:rolling: :rolling: :rolling:
ngeri lihat perilaku cewe seperti ini. ngga kuat dah !
Selamat bergabung ya, senang lihat anda.
Sebenarnya dengan perilaku seperti kamu, harusnya teman kamu banyak yang murtad.

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 1:20 pm
by sixpackguy
cintagendis wrote:Mengapa Ibu saya bilang menjelang murtad? Ini dia: ...


Turut mengucapakan selamat utk cintagendis =D> , akal dan hati nuranimu sudah menjauhkan anda dari cengkraman agama Syaiton.

Membaca kisah dgn ibumu, saya teringat testimony dr seorang muslimah murtadin di faithfeedom.org yg membagi kesaksiannya kepada Alisina.
http://www.faithfreedom.org/Testimonial ... A50301.htm
Imam muslim yg menjadi panutan si muslimah malah menyuruh si gadis untuk meninggalkan Islam.
'As a matter of fact, he has known that Islam is false for some time. He said he was too old (70 years) to change his life and so he kept on preaching sermons in mosques. Of course, he chose some more or less peaceful verses from the Quran. But it was not all! I will just quote what he said. ā€œIā€™m old. My life is coming to an end. But you, Aisha, are young. Run, girl, run before it is too late!ā€'

Ada sedikit kesamaan kisah antara cerita diatas dgn ibumu dan anak2 nya.
Anda sudah menemukan kebenaran, akan lebih bahagia seandainya bisa menuntun ibumu menemukan kebenaran yg sama...

Peace... O:)

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 2:49 pm
by mamadkafirun
Selamat untuk sist Gendis untuk kemurtadannya dan saya percaya pelan-pelan hati ibu sist pasti akan dilembutkan Tuhan yang sejati dan keluar dari agama bar bar :partyman:
Anda termasuk salah satu perempuan hebat yang berani mengkritisi islam dan mengambil keputusan yang sangat tepat untuk keluar dari lubang durjana yang dipoles dengan sebuah ideologi yang dinamakan agama islam =D>

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 2:57 pm
by walet
Saya senang, banjir murtad gak terbendung.
Kalau gak salah 2 minggu ini dah ada 4 murtadin lapor ya?

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 3:06 pm
by kalangkilang
walet wrote:Saya senang, banjir murtad gak terbendung.
Kalau gak salah 2 minggu ini dah ada 4 murtadin lapor ya?

:finga:

seperti sigi saya, ucp.php?i=profile&mode=signature

[font=rockwell]They Must Be Stopped..
We Must Defeat Islam and We Can Do It.[/font]

--Brigitte Gabriel--

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 4:11 pm
by I Want You
mantab dehhhh ..... =D> =D> =D>

perlahan tapi pasti , sudah makin banyak yang murtad . :green:

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 10:33 pm
by DHS
Selamat .... dan selamat datang buat Sis Gendis!!!!! =D>

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 10:58 pm
by cintagendis
Hehehehe makasih semua. Makasih banget. Seneng juga bisa gabung di sini. Pengen banget bisa diskusi langsung dengan Ali Sina >> ngimpi. Kapan ya bisa undang beliau untuk chat conference dengan kita2 (termasuk yang pro Is)?

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 11:20 pm
by Tanpa Nama
@cintagendis,

Selamat murtad untuk anda dan ibu anda. :partyman:
Kalau bisa, coba anda print bahan-bahan dari resource centre FFI, terutama tentang sex dan wanita dalam Islam, karena kalau dilihat dari cerita anda, ibu anda hanya tahu tentang kekerasan Islam saja.


Best regards,


Tanpa Nama

Re: IBU SAYA MENJELANG MURTAD

PostPosted: Sat Jul 09, 2011 11:52 pm
by tulipputut
@cintagendis
Boleh tahu kenapa anda ambil nama cinta gendis?
Gendis itu dlm bahasa jawa gula,
CINTAGENDIS...anda suka yg manis2 ya??
or....justru karena murtad anda yg jadi maniiisss....gitu? :lol:

Selamat ya, jadi kafir yg hidup di Indonesia ini banyak tantangannya,
semoga kuat dan bertahan sampai akhir!

salam tulip