.

gw jadi gila gara-gara masuk forum ini

Kumpulan semua pengakuan murtadin situs ini, FFIndonesia, yang meninggalkan Islam.

Postby curious » Thu Jul 06, 2006 4:17 am

betul kata phoenix. udah itu ye, muslim kalo imigrasi ke sini suka pake alasan ditekan pemerintah aslinya. pindah ke sini bawa bini banyak dan anak segudang. sampai keponakan juga diakuin jadi anak dia biar bisa ikut hidup enak di barat.

mana ada tuh muslim yang berlomba-lomba mau pindah ke negara islam. maunya negara barat aja. enak, banyak tunjungan dan udah itu aman (sebelum masuknya gerombolan muslim tentunya!)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Phoenix » Thu Jul 06, 2006 5:25 am

curious wrote:betul kata phoenix. udah itu ye, muslim kalo imigrasi ke sini suka pake alasan ditekan pemerintah aslinya. pindah ke sini bawa bini banyak dan anak segudang. sampai keponakan juga diakuin jadi anak dia biar bisa ikut hidup enak di barat.

mana ada tuh muslim yang berlomba-lomba mau pindah ke negara islam. maunya negara barat aja. enak, banyak tunjungan dan udah itu aman (sebelum masuknya gerombolan muslim tentunya!)


Tul curious..aneh juga..kenape para muslim koq larinya ke negara kafir kalau negara barat memperlakukan muslim lebih sadis spt kata s3c0ndch4nc3


So s3c0ndch4nc3, bilangin donk sama muslim-muslim pelarian dari arab, iraq, iran, palestina, afghanistan, pakistan, maroko..kenapa koq larinya ke negara barat gitu, kenapa nggak ke Saudi Arabia, bukankah enak jadinya mo naik haji deket???? Nggak takut diberlakukan sadis di negara barat tsb???
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Logic » Thu Jul 06, 2006 1:37 pm

Biasalah muslim... Udah dpt tunjangan aja masih teriak disadisin. Dlm pikiran mrk itu yg gak sadis adalah "semua punya elu jadi punya gue dan awas lhu kalo gak ngasi! siap2 aja bakal ada kerusuhan!". Kan udah ada contohnya di indon, di prancis, yg lain tinggal tunggu giliran ajah...
Mgkn selain punya kelainan pedophil mrk jg doyan SM... Dlm pikirannya cuma ada sadis, sadis, sadis...
User avatar
Logic
 
Posts: 551
Joined: Wed May 17, 2006 2:06 pm
Location: NOT in moslem brain...

Postby untuk apa kita hidup? » Sat Jul 08, 2006 10:51 am

Manusia adalah mahluk yang punya akal

Hilangkan kebencian terhadap agama tertentu, manusia, apapun

kita perlu belajar semua agama secara keseluruhan dengan penuh kesungguhan, Kejujuran, Objektif

setelah itu pilihan beragama ada di tangan kita?

ingat tahun 2100 nanti kita semua pasti sudah tidak ada di dunia ini
untuk apa kita hidup?
 
Posts: 16
Joined: Sat Jul 08, 2006 8:59 am

Postby Phoenix » Sat Jul 08, 2006 7:30 pm

untuk apa kita hidup?


Yang pasti kita makan untuk hidup BUKAN hidup untuk makan!
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby fren » Sat Jul 08, 2006 7:32 pm

untuk apa kita hidup? wrote:

ingat tahun 2100 nanti kita semua pasti sudah tidak ada di dunia ini


Oleh karena itu saya berencana mewariskan perjuangan anti-Islam dari website2 kepada anak-cucu-cicit-dan buyut-buyut saya... sampai Islam tamat deh!!! :twisted: :D
User avatar
fren
 
Posts: 784
Joined: Tue Nov 22, 2005 6:27 am

Postby untuk apa kita hidup? » Mon Jul 10, 2006 9:02 am

Yang pasti kita makan untuk hidup BUKAN hidup untuk makan!

kita makan untuk hidup??? sempit sekali...
makan dengan tujuan untuk hidup???
apakah tidak membosankan kita makan hanya untuk hidup???
jawaban pasti ada dalam hati nurani kita...

Oleh karena itu saya berencana mewariskan perjuangan anti-Islam dari website2 kepada anak-cucu-cicit-dan buyut-buyut saya... sampai Islam tamat deh!!!


semoga perjuangan anda tidak bertentangan dengan nurani anda

setiap yang namanya manusia akan terus mencari arti kehidupan ini
dari mana kita berasal?
kenapa kita hidup?
untuk apa kita hidup?
akan kemana setalah hidup nanti?

berbahagialah orang yang sudah menemukan jawabannya
untuk apa kita hidup?
 
Posts: 16
Joined: Sat Jul 08, 2006 8:59 am

Postby Phoenix » Mon Jul 10, 2006 5:10 pm

untuk apa kita hidup? wrote:
Yang pasti kita makan untuk hidup BUKAN hidup untuk makan!

kita makan untuk hidup??? sempit sekali...
makan dengan tujuan untuk hidup???
apakah tidak membosankan kita makan hanya untuk hidup???
jawaban pasti ada dalam hati nurani kita...


Untuk apa kamu makan kalau bukan utk hidup?

Apakah semboyan mu adalah HIDUP UNTUK MAKAN..jadi kamu hidup hanya smeata-mata untuk makan? Makan sebanyak-banyaknya?

Apakah tidak membosankan hidup hanya utk makan?

makan utk hidup bukan berarti kamu hanya makan melulu utk hidup, tetapi jika hidup untuk makan berarti kamu itu hidup HANYA utk makan...

Untuk apa kamu kerja kalau bukan utk hidup


tetapi janganlah kamu hidup utk KERJA


Semoga anda mengerti arti kata-kata diatas..kalau belum....biarlah anda mencari tahu sendiri...

LIFE HAPPY
DIE WELL....
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby untuk apa kita hidup? » Tue Jul 11, 2006 9:01 am

KITA DI DUNIA INI BUKAN HANYA SEKEDAR UNTUK HIDUP

untuk apa kita makan?
supaya kita bisa hidup
untuk apa kita hidup?
.........?????

untuk apa kita menikah?
supaya mendapat keturunan
untuk apa kita mendapat keturunan?
supaya ada penerus kita
untuk apa kita harus ada penerus?
supaya ada kehidupan di dunia ini
untuk apa ada kehidupan di dunia ini?
......?????

untuk apa kita sekolah?
supaya kita pintar
untuk apa kita pintar?
supaya kita bisa kerja
untuk apa kita bekerja?
supaya kita dapat memenuhi kebutuhan
untuk apa kita dapat memenuhi kebutuhan?
supaya kita bisa hidup
untuk apa kita bisa hidup?
.........?????


SEMUA YANG NAMANYA MANUSIA PASTI AKAN MENCARI ARTI DARI KEHIDUPAN INI, MENURUT ANDA UNTUK APA SEBENARNYA KITA HIDUP????
untuk apa kita hidup?
 
Posts: 16
Joined: Sat Jul 08, 2006 8:59 am

Postby feodor fathon FF » Tue Jul 11, 2006 8:32 pm

ha ha ha ...
bingung ..bingung ... kau dalam kukungan para pembisik rupanya ...

lihat mereka begitu berambisi memurtadkan mu ... apa gak gatel tuh ?? kik ..kik ...

jadi asli udeh murtad nih ?? seberapa dalem pengetahuan mu ttg Islam
dan seberapa dalam pengetahuan mu ttg agama orang ??

jadi mau ikutan para mentalist Indomie nih keluar dari Islam ??? sedangkan masih banyak ulama2 kristen yg masuk Islam ??...

ya udeh terserah lo aja ...masing2 menanggung dosanya sendiri dihadapan Tuhan nanti
User avatar
feodor fathon FF
 
Posts: 5105
Joined: Thu Feb 23, 2006 2:26 pm
Location: INDONESIA

Postby untuk apa kita hidup? » Sat Jul 15, 2006 11:33 am

Menurut saya, kita harus hidup karena kehidupan itu pemberian Tuhan, en Tuhan mao kita hidup supaya nanti kita bisa mengasihi sesama en pada saat penghakiman, kita di angkat en tinggal di surga en memuji Dia selalu, kan kita mahkluk ciptaanNya


kita hidup harus Mengasihi siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Pengasih
kita hidup harus berbuat Adil kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Adil
kita hidup harus berbuat Jujur kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Jujur
kita hidup harus menjaga Kebersihan hati, diri dan lingkungan, karena mengabdi kepada yang Maha Suci
kita hidup harus membawa Kedamaian kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Damai
kita hidup harus bermanfaat bagi siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Pemberi Manfaat
kita hidup harus menciptakan sesuatu yang bermanfaat, karena mengabdi kepada yang Maha Pencipta

KITA HIDUP BUKAN UNTUK SURGA TETAPI UNTUK MENGABDI KEPADA YANG MEMILIKI SURGA
TUJUAN KITA BUKAN SURGA TETAPI TUJUAN KITA MENGABDI KEPADA YANG MEMILIKI SURGA

kita hidup karena dihidupkan oleh Ruh dari yang Maha Menghidupkan


Adam ... Musa, Isa, Muhammad, adalah manusia biasa seperti kita, janganlah terlena sehingga mereka dianggap tuhan kita

http://media.isnet.org/islam/Mengapa/index.html
untuk apa kita hidup?
 
Posts: 16
Joined: Sat Jul 08, 2006 8:59 am

Postby ki_sabdopalon » Sun Jul 23, 2006 6:32 pm

untuk apa kita hidup? wrote:
Menurut saya, kita harus hidup karena kehidupan itu pemberian Tuhan, en Tuhan mao kita hidup supaya nanti kita bisa mengasihi sesama en pada saat penghakiman, kita di angkat en tinggal di surga en memuji Dia selalu, kan kita mahkluk ciptaanNya


kita hidup harus Mengasihi siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Pengasih
kita hidup harus berbuat Adil kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Adil
kita hidup harus berbuat Jujur kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Jujur
kita hidup harus menjaga Kebersihan hati, diri dan lingkungan, karena mengabdi kepada yang Maha Suci
kita hidup harus membawa Kedamaian kepada siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Damai
kita hidup harus bermanfaat bagi siapapun, karena mengabdi kepada yang Maha Pemberi Manfaat
kita hidup harus menciptakan sesuatu yang bermanfaat, karena mengabdi kepada yang Maha Pencipta

KITA HIDUP BUKAN UNTUK SURGA TETAPI UNTUK MENGABDI KEPADA YANG MEMILIKI SURGA
TUJUAN KITA BUKAN SURGA TETAPI TUJUAN KITA MENGABDI KEPADA YANG MEMILIKI SURGA

kita hidup karena dihidupkan oleh Ruh dari yang Maha Menghidupkan


Adam ... Musa, Isa, Muhammad, adalah manusia biasa seperti kita, janganlah terlena sehingga mereka dianggap tuhan kita

http://media.isnet.org/islam/Mengapa/index.html


Anda ini manusia hidup dengan mental budak dan membodohi diri sendiri.
Saya beritahu,

Saya tidak mengabdi pada Yang Maha Pengasih tetapi hati saya selalu penuh cinta kasih pada semua makhluk.
Saya tidak mengabdi pada Yang Maha Adil tetapi saya berusaha berlaku adil kepada siapapun.
Saya tidak mengabdi pada Yang Maha Jujur tetapi saya tetap jujur pada diri sendiri maupun orang lain.
Saya tidak mengabdi pada Yang Maha Suci tetapi saya selalu berusaha menjaga kesucian hati dan pikiran.
Saya tidak mengabdi pada Yang Maha Damai tetapi saya berusaha menjadikan dunia ini damai.
Saya tidak mengabdi pada Yang Memberi Manfaat tetapi saya berusaha agar tiap perbuatan saya bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun orang lain.

SAYA JADI ORANG BAIK, SAYA JADI ORANG ADIL, SAYA JADI ORANG JUJUR DSB. ITU KARENA SAYA YANG MAU BEGITU. BUKAN KARENA SURGA. BUKAN KARENA TUHAN. ATAU NASIHAT-NASIHAT ORANG TUA. SAYA MAU BEGITU KARENA PERILAKU DEMIKIAN YANG MEMBUAT HIDUP INI JADI MENYENANGKAN DAN BERHARGA. SAYA MAU BEGITU KARENA PERILAKU DEMIKIAN YANG BISA MEMBUAT DUNIA INI MENJADI TEMPAT YANG LEBIH BAIK DAN MENYENANGKAN.

PERSETAN DENGAN TUHAN YANG MAHA TAHU, MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG ITU.
KALAU ADA TETANGGA ATAU ORANG LAIN KESUSAHAN, BUKAN TUHAN YANG AKAN MENOLONG MEREKA, SAYALAH YANG AKAN MENOLONG MEREKA.
KALAU ADA ORANG LAIN SAKIT DAN BUTUH BANTUAN, BUKAN TUHAN YANG AKAN MEMBANTU MEREKA, SAYALAH YANG AKAN MEMBANTU MEREKA.
KALA.
KALAU ADA ORANG LAIN **** DAN BUTUH PENERANGAN, SAYALAH YANG AKAN MEMBERI PENJELASAN PADA MEREKA.
KALAU ADA ORANG LAIN BERTENGKAR, SAYALAH YANG AKAN MENDAMAIKAN MEREKA.

Saya tetap hidup karena saya memang menghendaki demikian. Kalau saya ingin mati, saya tinggal berangkat ke Libanon dan menunggu roket jatuh.
ki_sabdopalon
 
Posts: 188
Joined: Wed May 17, 2006 8:08 pm
Location: Jawa

Postby Phoenix » Sun Jul 23, 2006 6:45 pm

Ki Sabdo, nggak ush ke Lebanon kalau ingin mati. Berdiri aje di Bunderan HI dan tereak elo murtad dari Islam dan sudah terbebaskan dari belenggu islam. Dijamin elo pasti mati.
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby ki_sabdopalon » Mon Jul 24, 2006 7:07 pm

Phoenix wrote:Ki Sabdo, nggak ush ke Lebanon kalau ingin mati. Berdiri aje di Bunderan HI dan tereak elo murtad dari Islam dan sudah terbebaskan dari belenggu islam. Dijamin elo pasti mati.


Kamu benar sekali Phoenix.

Tetapi sebenarnya inti yang saya mau sampaikan adalah bahwa penentu masa depan kita, masyarakat dan dunia ini adalah kita sendiri. Kita bisa saja menyembah batu atau dahan pohon atau tidak menyembah apapun tetapi akhirnya yang akan berpikir dan bertindak dalam ruang dan waktu di dunia ini adalah kita sendiri dengan pertimbangan kebijaksanaan kita sendiri. Bukan Tuhan yang berpikir atau bertindak.

Namun saya mempercayai bahwa manusia adalah penjelmaan Tuhan di dunia. Manusia punya kemampuan setara dengan kemampuan Tuhan dalam batas-batas tertentu.

Kebodohan ajaran islam adalah mendasarkan pikiran dan tindakan penganutnya pada buku kuno macam quran tanpa menelaah lagi dengan pikiran yang sehat. Apalagi mereka merendahkan martabat mereka sendiri sebagai penjelmaan Tuhan menjadi budak allah(yang mengaku-aku sebagai Tuhan) dan mengikuti perintah allah dengan membabi buta.

Mereka seharusnya memahami, tanpa kehendak mereka, sebagai penjelmaan Tuhan, tak ada satupun kerikil di dunia yang akan menjadi sebuah bangunan. Tidak ada sepotong kayu pun yang akan menjadi meja kursi. Apakah mereka pikir setelah sholat tahajud minta rumah selama bertahun-tahun, kemudian karena Tuhan berkehendak, tiba-tiba bum jadilah sebuah rumah? Hanya orang yang tidak menyadari keillahiannya yang akan percaya pada hal-hal konyol seperti itu.

Manusia sebenarnya penjelmaan Tuhan. Penjelmaan dari cinta kasih dan kebahagiaan. Penjelmaan dari kedamaian. Penjelmaan dari kebajikan. Sifat-sifat luhur itu sudah merupakan sifat dasar manusia. Bukan karena pengabdian pada allah atau budha atau yesus tetapi karena memang itu sudah sifat sejati manusia. Begitu manusia mengingkari sifat-sifat sejatinya, maka manusia akan merasa resah, tidak nyaman dan selalu gelisah.
ki_sabdopalon
 
Posts: 188
Joined: Wed May 17, 2006 8:08 pm
Location: Jawa

Postby Anti_ARAB » Tue Jul 25, 2006 2:59 pm

feodor fathon FF wrote:ya udeh terserah lo aja ...masing2 menanggung dosanya sendiri dihadapan Tuhan nanti


tuh kan tipikal islam lagi
orang mau murtad diancam dengan kata2 seperti itu hahaha :lol:

dosa??so wat? gwe ga takut sama auooooo wakakakak :lol: :lol: :lol:
Anti_ARAB
 
Posts: 192
Joined: Mon Apr 10, 2006 8:43 pm
Location: LAGI BEOL DI HAJAR SAHWAT

Postby blackangel » Thu Jul 27, 2006 10:59 pm

kasian ... gitu doang jawabannya.. hik..hik..
User avatar
blackangel
 
Posts: 88
Joined: Wed Jun 28, 2006 9:00 pm

Postby untuk apa kita hidup? » Sat Jul 29, 2006 9:47 am

Tetapi sebenarnya inti yang saya mau sampaikan adalah bahwa penentu masa depan kita, masyarakat dan dunia ini adalah kita sendiri. Kita bisa saja menyembah batu atau dahan pohon atau tidak menyembah apapun tetapi akhirnya yang akan berpikir dan bertindak dalam ruang dan waktu di dunia ini adalah kita sendiri dengan pertimbangan kebijaksanaan kita sendiri. Bukan Tuhan yang berpikir atau bertindak.

perkataan anda sebagian ada benarnya, tetapi tentang penyembahan saya sendiri berusaha selalu untuk menyembah pencipta yang telah memberikan RUHNYA kepada saya, kalau anda mau menyembah batu, pohon, diri anda sendiri, atau apapun itu terserah anda, sebab perbuatan anda adalah untuk anda sendiri, dan perbuatan saya untuk saya sendiri.

Namun saya mempercayai bahwa manusia adalah penjelmaan Tuhan di dunia. Manusia punya kemampuan setara dengan kemampuan Tuhan dalam batas-batas tertentu.

memang manusia mempunyai sifat keTuhanan tetapi tetap pencipta kita lebih unggul dari pada kita, meskipun kita merupakan wakil/pengganti Tuhan di dunia ini tetapi kita tidak lebih tinggi dari pada Tuhan, dan kita tidak bisa mengelak adakalanya sesuatu terjadi diluar kemampuan kita

Kebodohan ajaran islam adalah mendasarkan pikiran dan tindakan penganutnya pada buku kuno macam quran tanpa menelaah lagi dengan pikiran yang sehat. Apalagi mereka merendahkan martabat mereka sendiri sebagai penjelmaan Tuhan menjadi budak allah(yang mengaku-aku sebagai Tuhan) dan mengikuti perintah allah dengan membabi buta.[/quoet]
entah yang **** itu anda atau ajaran islam saya tidak tahu, tetapi kita perlu objektif dalam menyikapi sesuatu.

Mereka seharusnya memahami, tanpa kehendak mereka, sebagai penjelmaan Tuhan, tak ada satupun kerikil di dunia yang akan menjadi sebuah bangunan. Tidak ada sepotong kayu pun yang akan menjadi meja kursi. Apakah mereka pikir setelah sholat tahajud minta rumah selama bertahun-tahun, kemudian karena Tuhan berkehendak, tiba-tiba bum jadilah sebuah rumah? Hanya orang yang tidak menyadari keillahiannya yang akan percaya pada hal-hal konyol seperti itu.

saya setuju dengan anda, tanpa berusaha kita tidak bisa berbuat apa apa

Manusia sebenarnya penjelmaan Tuhan. Penjelmaan dari cinta kasih dan kebahagiaan. Penjelmaan dari kedamaian. Penjelmaan dari kebajikan. Sifat-sifat luhur itu sudah merupakan sifat dasar manusia. Bukan karena pengabdian pada allah atau budha atau yesus tetapi karena memang itu sudah sifat sejati manusia. Begitu manusia mengingkari sifat-sifat sejatinya, maka manusia akan merasa resah, tidak nyaman dan selalu gelisah.

sekali lagi saya jelaskan manusia adalah Khalifah/wakil/pengganti Tuhan di dunia ini
Kematian adalah sebuah fenomena yang pasti akan kita hadapi dan kita alami. Dan kita tidak tahu kapan kematian akan menjemput kita. Sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, atau bahkan satu jam lagi (siapa tahu?). Dan menurut pendapat saya, setelah kematian kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Untuk mempertanggungjawabkan semuanya itu, kita harus mempersiapkan diri sedari sekarang.
untuk apa kita hidup?
 
Posts: 16
Joined: Sat Jul 08, 2006 8:59 am

Postby ki_sabdopalon » Sun Jul 30, 2006 7:12 pm

Kebodohan ajaran islam adalah mendasarkan pikiran dan tindakan penganutnya pada buku kuno macam quran tanpa menelaah lagi dengan pikiran yang sehat. Apalagi mereka merendahkan martabat mereka sendiri sebagai penjelmaan Tuhan menjadi budak allah(yang mengaku-aku sebagai Tuhan) dan mengikuti perintah allah dengan membabi buta.[/quoet]

entah yang **** itu anda atau ajaran islam saya tidak tahu, tetapi kita perlu objektif dalam menyikapi sesuatu.


Ajaran islam itu jelek itu sudah jelas. Saya haikul yakin dan saya tidak ****. Pikiran saya jernih dan tidak terpengaruh pada omongan siapapun betapun bagusnya kredibilitas orang itu. Kalau anda tidak sependapat dengan saya. Saran saya. Selidikilah sendiri. Baca saja buku quran dan hadis. Kalau ada yang membingungkan dan meragukan cari tahu maksudnya. Kalau diceramahi ustad, tanya sama ustad, mengapa begini, mengapa begitu ustad. Jangan melongo saja dan menerima apapun ceramah ustad itu. Baca juga artikel terjemahan di FFI. Artikel-artikel FFI akan membuat anda mengerti mengapa banyak orang menganggap islam itu jelek dari sudut pandang mereka.

saya setuju dengan anda, tanpa berusaha kita tidak bisa berbuat apa apa


Terus kenapa allah itu janji-janji kalau berdoa meminta sama dia, pasti akan dikabulkan. Padahal kenyataannya tidak ada satupun doa yang bisa terkabul, kecuali anda yang berusaha. Ndak percaya? Mari kita uji saja. Coba jungkat-jungkit sholat tahajjud dan berdoa minta lulus UAN tapi ndak usah belajar, main saja, kan allah pasti akan mengabulkan doa anda. Jangan sekali-kali belajar. Kalau belajar berarti anda tidak percaya sama allah dan kekuasaannya yang maha dsb itu. Percayalah sepenuhnya kalau allah akan meluluskan anda. Kemudian kita lihat hasilnya nanti.

Kemudian di satu sisi anda juga boleh mencoba cara lain. Anda cukup belajar yang rajin dan tekun. Ndak usah sholat apapun dan mengucapkan segala macam doa. Cukup belajar yang rajin dan tekun. Juga jangan lupa jaga kesehatan. Saya jamin, anda pasti lulus ujian UAN, mungkin dengan nilai yang tinggi.

Maksud saya di sini adalah bahwa manusia sudah diberi segala perangkat yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Seharusnya anda tidak usah lagi menjadi pengemis dengan mengemis-ngemis pertolongan kepada Tuhan. Gunakan akal sehat anda untuk mecari jalan keluar. Dalam keadaan setelah anda berkali-kali berusaha namun akal sehat anda sudah buntu dan tidak mampu membantu, anda harus pasrah dan menerima keadaan. Kalau itu berarti kematian, maka anda harus menerimanya dengan senang. Apa sih yang menakutkan dari kematian? Tidak ada. Sebagian besar orang takut pada kematian karena banyak kebohongan yang ajarkan tentang hidup setelah mati. Satu-satunya hal yang tidak menyenangkan dari kematian adalah bila masih adanya kewajiban yang belum kita selesaikan di dunia ini atau bila anda masih terlalu mencintai segala macam permainan di dunia ini.

sekali lagi saya jelaskan manusia adalah Khalifah/wakil/pengganti Tuhan di dunia ini
Kematian adalah sebuah fenomena yang pasti akan kita hadapi dan kita alami. Dan kita tidak tahu kapan kematian akan menjemput kita. Sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, atau bahkan satu jam lagi (siapa tahu?). Dan menurut pendapat saya, setelah kematian kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Untuk mempertanggungjawabkan semuanya itu, kita harus mempersiapkan diri sedari sekarang.


Makna manusia sebagai khalifah di dunia itu tidak bagus. Itu berarti manusia sebagai pemimpin dan penguasa. Manusia yang mengatur dunia ini. Mengatur bisa berarti membuat dunia ini lebih buruk keadaannya dan tidak semua manusia bisa menjadi khalifah.
Manusia sebagai penjelmaan Tuhan itu jauh lebih baik maknanya karena sebagai penjelmaan Tuhan itu berarti manusia juga memiliki sifat-sifat keTuhanan yang belum tentu dimiliki oleh manusia sebagai khalifah.

Soal pertanggungjawaban kepada Tuhan, itu adalah keyakinan anda sendiri. Okelah.
Tapi pertanyaannya adalah apa yang anda pertanggungjawabkan?
Anda tidak perlu bertanggung jawab bila anda tidak jungkat-jungkit lima kali dengan membaca-baca mantra bahasa arab.
Anda juga tidak perlu bertanggungjawab bila anda tidak berlapar-lapar ria selama satu bulan.
Tuhan tidak pernah meminta apapun pada anda. Tidak ada beban apapun yang diberikan Tuhan kepada manusia, baik itu berupa puja-puji Tuhan atau perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kemauan Tuhan. Tuhan memberikan hidup di dunia agar anda bermain-main di dunia yang sementara ini. Kalau anda sudah puas bermain dan merasa bosan, anda akan kembali dengan sendirinya kepada Tuhan. Nanti kalau anda sudah tua, segala macam makanan tidak lagi memberikan rasa dan berbagai kenikmatan tidak lagi menarik, anda akan merindukan kematian.

Namun demikian ada juga yang harus anda pertanggungjawabkan yaitu perbuatan anda yang secara langsung melukai dan menyakiti penjelmaan Tuhan yang lain sehingga yang bersangkutan demikian sakit hatinya kepada anda. Setelah kematian mungkin karena tidak terima, roh manusia yang anda sakiti akan mencari anda dan menuntut balas. Itu adalah utang dan utang harus dibayar lunas sebelum anda mencapai alam Tuhan yang penuh kedamaian.
ki_sabdopalon
 
Posts: 188
Joined: Wed May 17, 2006 8:08 pm
Location: Jawa

Postby aljazeera » Mon Jul 31, 2006 12:48 pm

“Apakah mereka dicipta tanpa sesuatu atau mereka menciptakan diri mereka sendir?” (QS ath-Thûr: 35).
User avatar
aljazeera
 
Posts: 858
Joined: Sat Jul 29, 2006 2:18 pm

Postby ki_sabdopalon » Wed Aug 02, 2006 9:55 pm

aljazeera wrote:“Apakah mereka dicipta tanpa sesuatu atau mereka menciptakan diri mereka sendir?” (QS ath-Thûr: 35).


Anda mencoba mengutip ayat-ayat quran yang dangkal untuk memahami filsafat KeTuhanan yang dalam. Itu pekerjaan sia-sia, seperti menggunakan cara menjumlah anak SD untuk memahami teori relativitas.

Baiklah saya coba jelaskan dengan cara tanya jawab karena KeTuhanan sebenarnya mudah dipahami asal pikiran anda tidak dikotori oleh kepercayaan yang bukan-bukan.

1. Adakah suatu waktu, baik di masa kini, sekarang dan akan datang dimana Tuhan tidak ada?
Jawabannya tidak ada. Tuhan selalu ada baik di masa lalu, masa kini dan masa akan datang.

2. Adakah sesuatu yang mendahului Tuhan keberadaan Tuhan?
Jawabannya tidak ada. Tuhan ada. Tidak ada sesuatupun yang mendahului dan keberadaan Tuhan juga tidak akan pernah berakhir.

3. Mungkinkah ada sesuatu ciptaan yang ada di luar Tuhan?
Tidak mungkin. Kalau ada sesuatu di luar Tuhan berarti Tuhan juga adalah ciptaan karena ada ruang kosong antara Tuhan dan ciptaannya.


4. Apakah Tuhan ada di suatu tempat tertentu di alam semesta ini?
Tidak. Alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan. Tuhan tidak berada di tempat tertentu di alam semesta ini. Alam semesta ini ada di dalam Tuhan dan Tuhan ada di dalam alam semesta. Seperti ikan yang berenang di dalam air, ikan itu diselimuti oleh air dan unsur air juga terkandung diseluruh bagian tubuh ikan, demikianlah Tuhan ibarat airnya dan ikan ibarat alam semesta ini.


Bisa mengertikan anda? Anda tidak perlu menyakini pengetahuan keTuhanan. Cukup pakai akal sehat anda, anda akan bisa memahaminya. Pengetahuan keTuhanan sedalam ini tidak akan anda dapatkan di buku quran yang dangkal itu yang memaksa anda meyakini segala sesuatu tanpa boleh mengkritisinya dengan akal sehat.

ki_sabdopalon
 
Posts: 188
Joined: Wed May 17, 2006 8:08 pm
Location: Jawa

PreviousNext

Return to MENGAPA SAYA MURTAD ?



Who is online

Users browsing this forum: No registered users