.

Kesaksian mementomorime

Kumpulan semua pengakuan murtadin situs ini, FFIndonesia, yang meninggalkan Islam.

Postby mementomorime » Fri Jun 13, 2008 7:00 pm

Nero Leon wrote:hehe.... kan kukejar dikau sampai ke keranjang sampah.... :)

ps: nero ga pernah serius...


hihihi becuull, kita sering kali jumpa di keranjang sampah yak :D
mementomorime
 
Posts: 82
Joined: Mon Jun 09, 2008 6:53 pm

Postby Adadeh » Sat Jun 14, 2008 1:05 am

gaston31 wrote:coba elo baca ayat sebelumnya,
8:38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu[609]: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi[610] sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu ."

[609]. Ialah: Abu Sofyan dan sahabat-sahabatnya.
[610]. Maksudnya: jika mereka kafir dan kembali memerangi Nabi.
===
udh jelas bukan mereka diperangi krn memerangi Nabi.

Tidak benar itu.
Abu Sofyan terpaksa memimpin masyarakat pagan Quraish mengangkat senjata untuk membela diri karena Muhammad & gerombolan rampognya terlebih dulu berkali-kali melakukan usaha perampokan terhadap kafilah Quraish:
1. Usaha Perampokan atas Kafilah Quraish di al-Is, atau Ekspedisi Sif al-Bahr yang dipimpin oleh (Muslim) Hamzah ibn al-Muttalib--Maret, 623M --> gagal sebab Muhammad belum berpengalaman sebagai rampog
2. Usaha Perampokan atas Kafilah Quraish di Buwat yang dipimpin oleh (Muslim) Ubaydah b. al-Harith -- April, 623M --> gagal lagi
3. Usaha Perampokan atas Kafilah Quraish di Kharar yang dipimpin oleh (Muslim) Sa’d ibn Waqqas -- April, 623M --> lagi2 gagal dan tidak mampu pulang bawa harta rampasan
4. Usaha Perampokan terhadap Kafilah Quraish di al-Abwa/ Waddan yang dipimpin oleh Muhammad — August, 623M --> gagal oh gagal lagi, ternyata sukar juga ya merampog itu...
5. Usaha Perampokan terhadap Kafilah Quraish yang Banyak Harta di Bawat yang dipimpin oleh Muhammad—October, 623 M --> gagal lagi, gigit jari lagi, dasar perampok amatir!
6. Usaha Perampokan terhadap Kafilah Quraish di al-Ushayrah, di daerah Yanbo yang dipimpin oleh Muhammad—November, 623M --> gagal lagi, pulang dengan tangan hampa, musti latihan merampog lagi neeh!!
7. Usaha Perampokan Kafilah Quraish di Nakhla yang dipimpin oleh (Muslim) Abd Allah ibn Jahsh —December, 623M --> BERHASIL!! Muhammad menang lotre dapat harta jarahan dan uang tebusan tawanan Quraish sebesar 1.600 Dirham (1 Dirham = 1/10 Dinar; 1 Dinar adalah 4.235 gram emas)!!! Hidup Muhammad sang nabi palsu merangkap rampog!! Jangan lupa pula bahwa di Nakhla inilah Muslim untuk pertama-kalinya dalam Jihad membunuh kafir. Setelah peristiwa itulah ayat2 jihad mulai berhamburan dari mulut Muhammad, juga tidak lupa ayat2 bagi2 harta rampasan (20% buat Muhammad dan tuhan ciptaannya).

Sirat Rasul dari Ibn Ishaq dan Sejarah Nabi dari Tabari sudah jelas menerangkan bahwa Muhammadlah yang terlebih dahulu menyerang, merampok, dan membunuh masyarakat Quraish.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ahmad_doni » Sat Jun 14, 2008 9:32 am

mantap. orang pinter pasti tinggalkan islam ;)
User avatar
ahmad_doni
 
Posts: 1090
Joined: Fri Apr 20, 2007 10:57 am

Postby israel hu akbar » Sun Jun 15, 2008 5:51 pm

eh ada murtadinah baru lagi, selalu menyenangkan hati, welcome to the kapir world ya memento. keep kapir always. eh udah ngerasain roasted pig belon??? nyam
israel hu akbar
 
Posts: 249
Joined: Thu Jan 24, 2008 11:30 pm

Postby israel hu akbar » Sun Jun 15, 2008 5:59 pm

gaston31 wrote:Ada satu kejadian yang bikin gue ngeri dan bersyukur gak jadi orang islam lagi.

salah satu mantan cowok gue pernah cerita soal guru ngajinya yang dengan bangga bilang ke orang-orang kalo dia udah ngebunuh orang non-islam di kapal laut ke Ambon atau Menado gitu, gue lupa, karena dia gak mau "ditobatkan" alias dijadiin islam.
=======
bersyukur murtad krn crita macam gini?
saat msh jd muslim, pernah ga diajari bunuh non-muslim krn ga mau ditobatkan? gw ga pernah tuh..


eh pertanyaan gaston diatas kl dicermati, si gaston sekarang adalah mantan muslim ya, hehe tp kok msh taqiyya terus ga bosan2nya cape deh
israel hu akbar
 
Posts: 249
Joined: Thu Jan 24, 2008 11:30 pm

Postby Busman » Mon Jun 16, 2008 12:04 am

@atas
loe aja yang gak cermat
User avatar
Busman
 
Posts: 2276
Joined: Fri Oct 19, 2007 9:26 pm

Postby mementomorime » Mon Jun 16, 2008 11:50 am

israel hu akbar wrote:eh udah ngerasain roasted pig belon??? nyam


wiihh bettuull nyammmm!!!

seringnya sih yang di mal ambassador, di fudkort lantai 4..nasi hainan pake babi panggang. wiii....
mementomorime
 
Posts: 82
Joined: Mon Jun 09, 2008 6:53 pm

Postby M-SAW » Mon Jun 16, 2008 3:50 pm

gaston31 wrote:elo bantu adadeh cari data bahwa, pd saat Islam berkuasa di Arab, tdk ada non muslim yg hidup, krn dipenggal smua, berdasar perintah ayat2 pedang!
silahkan...

HUhahahahahah
anda bener2 MUSLIM yang "ga tau" ajarannya
hiehiaehieahiaehaie
JELAS aja masih ada KAFIR sewaktu islam berkuasa??
kenapa tidak HABIS diepenggal semuanya??
kenapa coba????????????????????????????????

karena abang ga paham ajaran islam
maksud ayat 9:29 adalah:

kafir dikasih 3 opsi :

1.masuk islam
2,kalau ga mau masuk islam,maka bayar jizyah
3,kalau tidak,maka perang

nah kafir2 yang masih hidup di jaman tsb = kafir2 yang milih no 1 atau no 2.

untuk lebih jelasnya silahkan PELAJARI TAHAP2 JIHAD ini bang gaston :

liat nih,,kembaali kafir menghadirkan beraneka ragam LITERATUR islam yg otoritatif utk mendukung OPINI kami :):)
dalam link ini anda pasti mengenal siapa itu ibnu taymiyah,dan murid2nya ibnu QOyyim dan ibnu kathir,juga ada ulama klasik lainnya spt qurthubi dan suyuti.
jangan perbanyak dosa abnglah dgn MEMELENCENGKAN ajaran islam yang asli bang,nanti abang kena laknat,udah akuin aja klo islam itu KERAS bringas dll ,gak perlu murtad koq.:)


http://hikmah.sitesled.com/jihad/koleks ... _jihad.htm



    A. Kajian Terhadap Tahap-Tahap Jihad


    Para ulama’ menyebutkan bahawasanya jihad itu disyari’atkan melalui empat tahap sebagai berikut:

    1. Tahap bersabar menghadapi gangguan dan cercaan dari orang-orang musyrik dengan terus menebarkan dakwah.
    2. Diperbolehkannya untuk berperang dan tidak diwajibkan
    3. Diwajibkan berperang hanya jika kaum muslimin diserang.

    4. Diwajibkan memerangi seluruh orang musyrik meskipun mereka tidak memerangi kaum muslimin, sampai mereka mahu masuk Islam atau membayar jizyah bagi beberapa golongan yang diperselisihkan para ulama’, sebagaimana yang telah dibahas di atas.

    Dr. Ali bin Nafi’ Al-‘Ulyani berkata: “Perintah jihad ini telah ditetapkan pada tahapan jihad yang ke empat yang disebutkan dalam surat At-Taubah, iaitu memerangi seluruh kaum musyrikin sampai mereka masuk Islam dan memerangi Ahlul kitab dan Majusi sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah dengan penuh kehinaan. Ibnu Qoyyim berkata: “…..maka keadaan orang kafir setelah turun surat At-Taubah ditetapkan menjadi tiga kelompok,

    iaitu:
    Muharibin,
    Ahlu ‘Ahdin
    dan Ahlu Dzimmah.

    Lalu Ahlul ‘Ahdi wash Shulhi tergabung ke dalam negara Islam, maka orang kafir tinggal dua macam saja iaitu Muharibin dan Ahludz Dzimmah. (Zaadul Ma’ad III/160)

    Beliau menerangkan lebih lanjut: “Saya katakan; dikeranakan surah Baro’ah (At-Taubah) yang menetapkan hukum jihad untuk tahap terakhir adalah surah yang terakhir turun, maka para ulama’ salaf menganggap bahawa hukum terakhir jihad ini sebagai nasikh (penghapus) hukum jihad pada tahapan-tahapan jihad sebelumnya. Ibnul ‘Arobi berkata: “Firman Alloh yang berbunyi:


    فإذا انسلخ الأشهر الحرم …….


    Ayat ini menasakh seratus empat belas ayat. (Ahkamul Qur’an karangan Ibnul ‘Arobi I/201). Dan mereka yang mengatakan bahawa ayat ini sebagai nasakh adalah: Adl-Dlohah bin Muzahim (Ibnu Katsir IV/55), Ar-Robi’ bin Anas (Al-Baghowi I/168), Mujahid, Abul ‘Aliyah (Fathul Qodir karangan Asy-Syaukani I/191), Al-Hasan ibnul Fadl (Al-Qurthubi XIII/73), Ibnu Zaid (Al-Qurthubi II/339), Musa bin ‘Uqbah Ibnu ‘Abbas, AL-hasan, ‘Ikrimah, Qotadah (Fathul Qodir I/497), Ibnul Jauzi dan ‘Atho’ (Al-Baghowi III/122).

    Hal itu juga dikatakan oleh Ibnu Taimiyah(al-Ihtijaj bil Qodar karangan Ibnu Taimyah hal. 36), Asy-Syaukani (Fathul Qodir karangan Asy-Syaukani I/275), Al-Qurthubi (Tafsir Al-Qurthubi II/331) dan sekumpulan ulama’ pada berbagai masa. Shodiq Hasan Al-Bukhori mengatakan: “Adapun riwayat tentang berdamai dan meninggalkan orang-orang kafir apabila mereka tidak memerangi, hal itu telah mansukh atas kesepakatan seluruh kaum muslimin.”[1]


    Asy-Syaukani berkata: ”Adapun menyerang dan memerangi orang-orang kafir serta membawa mereka masuk ke dalam Islam atau membayar jizyah atau bunuh adalah merupakan perkara yang sudah jelas sekali dalam Islam…… Sedangkan dalil-dalil yang menyebutkan berdamai dan membiarkan orang-orang kafir jika mereka tidak memerangi, semua itu telah mansukh menurut ijma’ kaum muslimin.” (As-Sailul Jarror IV/519)

    Ibnu Taimiyah berkata:”Semua orang yang telah mendengar dakwah Rosul saw. Untuk masuk Islam yang beliau bawa, lalu ia tidak memenuhi dakwah tersebut, maka sesungguhnya orang tersebut wajib diperangi


    حتى لا تكون فتنة ويكون الدين كله لله

    Dan kerana Alloh mengutus nabi-Nya dan memerintahkannya untuk mendakwahi semua makhluk untuk masuk Islam dan Allah belum mengizinkan untuk membunuh dan memerangi seorang pun, hingga setelah beliau hijroh ke Madinah Alloh mengizikan kaum muslimin untuk berperang dengan firman-Nya:


    أذن للذين يقاتلون بأنهم ظلموا وإن الله علي نصرهم لقدير

    Kemudian setelah itu Alloh mewajibkan kepada kaum muslimin untuk berperang dengan firman-Nya


    كتب عليكم القتال وهو كره لكم

    “Diwajib kan atas kalian untuk berperang sedangkan perang itu tidak kalian sukai.” (Majmu’ Fatawa XXVIII/349-350)[2]

    Namun apakah dengan demikian kaum muslimin tidak boleh kembali mengamalkan ayat-ayat sebelum diwajibkannya perang jika kaum muslimin tidak mampu untuk melaksanakan kewajiban jihad dikeranakan kelemahan dan jumlah yang sedikit pada kaum muslimin.

    Oleh kerana itulah Az-Zarkasyi menyatakan bahawasanya tahapan-tahapan jihad tidaklah mansukh, akan tetapi tahapan-tahapan tersebut tetap dilaksanakan sesuai dengan keadaan pada waktu tahapan tersebut disyariatkan. Dan beliau mencela terhadap orang yang menyatakan bahawa tahapan-tahapan tersebut telah mansukh ketika beliau mengatakan:” Dan sebahagian ulama’ membahagi nasakh itu menjadi tiga macam:…… ketiga: sesuatu diperintahkan dikeranakan oleh suatu sebab, lalu sebab itu hilang. Seperti ketika dalam keadaan lemah dan berjumlah sedikit diperintahkan untuk bersabar dan memaafkan orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhir dengan tidak melakukan amar ma’ruf, nahi munkar, jihad fii sabiilillah dan yang lain kemudian dinasakh dengan perintah untuk melaksanakan amar ma’ruf, nahi munkar, jihad dan yang lainnya.

    Sebenarnya ini bukanlah nasakh, akan tetapi nasii’ (perintah untuk meninggalkan) sebagaimana yang difirmankan Alloh: ( أو ننسها ) sedangkan mansa’nya (yang diperintahkan untuk ditinggalkan) adalah perintah perang sampai kaum muslimin menjadi kuat.

    Dan ketika dalam keadaan lemah, hukum yang berlaku adalah wajib sabar menanggung gangguan.
    Dengan demikian maka jelaslah kelemahan pendapat sebahagian dari para mufassirin pada ayat yang memberikan keringanan bahawasanya ayat tersebut telah termansukh oleh ayatus saif, padahal sebenarnya tidaklah mansukh akan tetapi mansa’, yang bererti suatu perintah yang dikeranakan suatu sebab tertentu pada suatu masa yang mengharuskan untuk membarlakukan hukum tersebut kemudian berganti kepada hukum yang lain kerana penyebabnya telah berubah. Ini bukanlah nasakh, kerana nasakh adalah menghapuskan sebuah hukum sehingga hukum tersebut tidak boleh dilaksanakan selamanya.” (Al-Burhan karangan Az-Zarkasyi II/41-42)

    As-Suyuthi membawakan perkataan Az-Zarkasyi tersebut di dalam kitab Al-Itqon, akan tetapi ia tidak mengatakan bahawa perkataan tersebut adalah perkataan Az-Zarkasyi padahal beliau mengatakan di dalam kitabnya Al-Iklil bahawa ayatus saif telah menasakh ayat-ayat yang memerintahkan untuk memaafkan, berlapang dada dan berdamai. (Lihat Al-Itqon karangan As-Suyuthi III/66)

    Sebenarnya Az-zarkasyi benar ketika mengatakan bahawa tahapan-tahapan jihad tersebut diperlakukan sesuai dengan keadaan ketika hukum tersebut diperintahkan, akan tetapi beliau salah ketika melemahkan perkataan para salaf yang mengatakan bahawa tahapan-tahapan tersebut telah mansukh, kerana nasakh menurut mereka bukanlah nasakh yang beliau maksud yakni menghapus suatu hukum sehingga tidak boleh dilaksanakan selamanya. Akan tetapi nasakh menurut salaf lebih luas dari pada seperti itu, kerana sesungguhnya nasakh menurut salaf mencakup taqyid, bayan, takhshish dan yang semacamnya. Maka tidaklah benar kalau beliau menghukumi salaf dengan menggunakan istilah muta’akhirin dan ini adalah sebuah kelalaian beliau tentang maksud nasakh menurut salaf. Ibnu Taimiyah berkata tentang pengertian nasakh menurut salaf:”….dan salaf tidaklah menerima pertentangan terhadap suatu ayat kecuali dengan ayat lain yang memberikan penafsiran dan menasakhnya, atau dengan sunnah Rosululloh saw.yang memberikan penafsiran.

    Kerana sesungguhnya sunnah Rosul itu memberikan penafsiran, memperkuat dan mengungkapkan kembali yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dan para salam menamakan setiap nas yang bertentangan dengan suatu ayat sebagai nasikh bagi ayat tersebut. Maka Nasikh menurut mereka mencakup segala yang menghapus segala erti batil yang terkandung dalam suatu ayat walaupun sebenarnya erti tersebut bukanlah yang dimaksud oleh ayat tersebut dan walaupun secara dhohir ayat tersebut tidak menunjukkan kepada erti tersebut bahkan pengertian tersebut tidak difahami dari ayat tersebut, namun pengertian tersebut difahami oleh sebahagian orang. Maka salaf menamakan penghapusan terhadap kerancuan-kerancuan tersebut dengan nasikh, dan penamaan ini tidaklah diambil dari mereka semua. Hal itu asalnya adalah bisikan setan lalu Alloh memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat-Nya, lalu bisikan-bisikan setan yang berupa perkiraan terhadap pengertian ayat yang tidak sesuai dengan erti sebenarnya. Mereka menamakan penghapusan terhadap bisikan-bisikan tersebut dengan nasakh, sebagaimana mereka menamakan ayat :


    فاتقوا الله مااستطعتم


    “Bertaqwalah kepada Alloh semampu kalian.”

    sebagai nasikh untuk ayat yang berbunyi:


    فاتقوا الله حق تقاته


    “Bertaqwalah kepada Allh dengan sebenar-benar taqwa.”

    Dan firman Allloh yang berbunyi:


    لا يكلف الله نفسا إلا وسعها


    “Alloh tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.”

    Sebagai nasikh untuk ayat yang berbunyi:


    إن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله فيغفر لمن يشاء و يعذب من يشاء


    Dan lain-lain yang semacam dengan itu yang mana di sini bukan tempat penjabarannya.” (Majmu’ Fatawa XIII/3)[3]

    Abdul Akhir Hammad menukil perkataan Asy-Syaukani dalam kitab As-Sailul Jarror V/519: ” Menyerang orang-orang kafir dan ahli kitab serta membawa mereka masuk kepada agama Islam atau membayar jizyah atau bunuh, hal ini merupakan perkara yang sangat jelas dalam agama … Adapun tentang meninggalkan dan membiarkan mereka jika mereka tidak memerangi, hal ini adalah sudah mansukh secara ijma’.” Lalu beliau berkata:” Dan sungguh disayangkan, sampai-sampai jihadud daf’i pun sebahagian orang melarangnya, dan masa kelemahan menjadi alasan dalam berpangku tangan, setiap kali ada sebuah kelompok kebenaran berjihad melawan kelompok sesat yang diperintahkan di dalam nas-nas untuk diperangi, tiba-tiba ada orang yang mencela mereka dengan alasan kita berada pada masa kelemahan sebagaimana masa Mekah, dan jihad pada masa lemah tidaklah sah, hal ini adalah jelas-jelas batil.

    Sesungguhnya agama ini telah sempurna dan nikmat Alloh pun telah lengkap dan kita dituntut untuk melaksanakan perintah terakhir dari Rosululloh sebagaimana yang telah kami terangkan di atas. Masa Mekah telah selesai dan tidak ada lagi kata kembali ke masa tersebut. Dan sesungguhnya inti permasalahannya adalah bahawasanya orang lemah yang tidak mampu melaksanakan jihad ia tidak wajib berjihad, namun dia tidak berhak melarang orang lain yang melihat pada dirinya mempunyai kekuatan untuk berjihad kemudian dia berjihad. Dan juga bahawasanya kemampuan adalah syarat wajib bukan syarat sah. Orang yang tidak mempunyai kemampuan, ia tidak wajib berjihad, namun jika ia memaksakan diri untuk berjihad, hal ini pun juga tidak apa-apa. Bahkan ia akan mendapatkan pahala insya’alloh sebagaimana yang terjadi pada cerita sahabat ‘Ashim bin Tsabit ketika diutus Rosululloh s.a.w. memimpin para sahabatnya, tiba-tiba mereka diserang oleh sekitar seratus pasukan pemanah ……..

    Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori no. 3045 dan Abu dawud no.2660 dari Abu Huroiroh. Dalam riwayat tersebut disebutkan, bahawa ‘Ashim berkata:” Adapun saya, tidak akan mahu menjadi tawanan orang kafir…… Maka mereka mengadakan perlawanan sampai mereka berhasil membunuh ‘Ashim oleh tujuh orang dengan menggunakan tombak…...” Asy-Syaukani dalam mengomentari hadits ini dalam kitab Nailul Author mengatakan:”Hadits ini menunjukkan bahawasanya orang yang tidak berdaya melawan musuh boleh mempertahankan diri agar tidak menjadi tawanan musuh……” Ibnu Qudamah berkata Dalam kitab Al-Mughni X/544 : “Jika kemungkinan besar menurut perkiraan mereka, mereka akan hancur jika tetap bertahan da akan selamat jika mereka mundur, maka lebih baik mereka mundur, meskipun boleh juga mereka bertahan untuk mencari mati syahid……”[4]




    --------------------------------------------------------------------------------

    [1] Ahammiyatul Jihad hal. 147-149

    [2] Waqfat ma’ad duktur hal.43-44

    [3] Ahammiyatul Jihad hal. 147-149

    [4] Tahdzib Syarhul ‘Aqidah Ath-Thohawiyah hal. 360-361


Last edited by M-SAW on Tue Jun 17, 2008 8:14 pm, edited 1 time in total.
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby M-SAW » Tue Jun 17, 2008 8:07 pm

tambahan utk bang gaston
ini ASLI dari MUSLIM FFI yang MENGAMININ TAHAP JIHAD DIATAS :)

bandingkan 3 opsi dia dgn 3 opsi yang gue paparkan diatas


http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=



Pembawa Pedang wrote:Ternyata Quran juga mengimani 3 in 1.

Ini tercakup pada QS 9 : 29

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.


3 in 1 tidak mungkin dipisahkan satu dgn yg lainnya tak beda jauh dgn yesus.

1. Harus Masuk Islam

2. Bayar Jizyah

3. Diperangi. Dibunuh dan diusir.


Mari sama2 kita imani 3 in 1.



gimana nih bang?? ternyata bang gaston bukan cuman MELAWAN ULAMA terkenal,tp abang juga melawan rekan MUSLIM di FFI ini

iaheiheaiahaehiaehihaie
parah bangettttttttttt
PALING lucu meliat sesama muslim gontok2an tanpa harus diadu domba
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby M-SAW » Tue Jun 17, 2008 8:25 pm

setelah tadi dari muslim ffi
skrg kita tambah lagi yah
kali ini bang gaston "DITEGUR" oleh muslim lainnya nih :)

tambahan lagi bang...
ini ada juga dari situs islam yang "MENEGUR" bang gaston31 :)

http://www.islam-qa.com/en/ref/34830

    Ruling on physical jihad
      Is it obligatory for every Muslim to go out for jihad? Or is jihad mustahabb and not obligatory?.

      Praise be to Allaah.


    Physical jihad is the pinnacle of Islam, and some scholars regarded it as the sixth pillar of Islam.

    The Muslims have neglected jihad for a long time, so they deserve the punishment of Allaah, to be humiliated, belittled and defeated. That humiliation will never be lifted from them until they come back to their religion as the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “When you enter into the ‘aynah transaction, hold the tails of oxen, are content with farming, and give up jihad, Allaah will cause humiliation to prevail over you, and will not withdraw it until you return to your commitment to Islam.” Narrated by Abu Dawood, 2956; classed as saheeh by al-Albaani in Saheeh Abi Dawood.

    [Translator’s note: ‘Aynah transaction means to sell a product for a known price with deferred payment and then buy it back from the purchaser for a lesser price, so the purchaser will still have to pay the difference in the future]

    One of the strangest things to note is that we are living in a time when some of the Muslims are embarrassed to quote the verses and ahaadeeth on jihad in front of their kaafir friends. Their faces turn red because they are too shy to mention the rulings on the jizyah, slavery and killing prisoners of war. They wish that they could erase these verses and ahaadeeth from the Qur’aan and Sunnah so that they would not be criticized by this world with its backward principles despite its claims to be civilized. If they cannot erase them then they try to misinterpret them and distort their meanings so that they suit the whims and desires of their masters. I will not say so that they suit their whims and desires, for they are too weak to have their own whims and desires, and too ignorant. Rather it is the whims and desires of their masters and teachers among the missionaries and colonialists, the enemies of Islam.”

    ‘Umdat al-Tafseer, 1/46.

    The result of that is that we hardly hear anything nowadays apart from the following phrases: world peace … peaceful coexistence … safe borders … a new world order … the calamities of war…

    Those who proclaim the verses and ahaadeeth of jihad nowadays are subject to a number of accusations. They are called terrorists, extremists, enemies of peace and bloodthirsty, and are accused of wanting to destroy twentieth century civilization.

    This is the unfortunate reality in which the Muslim ummah is living nowadays. That is because we have given up supporting our religion and doing the duties that Allaah has enjoined upon us.

    Allaah has commanded us to support His religion and to wage jihad against His enemies.

    There are so many verses that enjoin jihad against the mushrikeen and fighting them until all submission is for Allaah alone; they clearly state that it is obligatory and is prescribed and is compulsory. Allaah says (interpretation of the meaning):

    “Jihaad holy fighting in Allaah’s Cause) is ordained for you (Muslims) though you dislike it, and it may be that you dislike a thing which is good for you and that you like a thing which is bad for you. Allaah knows but you do not know”

    [al-Baqarah 2:216]

    Rulings on jihad

    The scholars (may Allaah have mercy on them) have mentioned the rulings on jihad and have stated that jihad is of two types:

    1 – Taking the initiative in fighting

    This means pursuing the kaafirs in their lands and calling them to Islam and fighting them if they do not agree to submit to the rule of Islam.

    This kind of jihad is fard kifaayah (a communal obligation) upon the Muslims. Allaah says (interpretation of the meaning):

    “And fight them until there is no more Fitnah (disbelief and polytheism, i.e. worshipping others besides Allaah), and the religion (worship) will all be for Allaah Alone [in the whole of the world]. But if they cease (worshipping others besides Allaah), then certainly, Allaah is All-Seer of what they do”

    [al-Anfaal 8:39]

    “Then when the Sacred Months (the Ist, 7th, 11th, and 12th months of the Islamic calendar) have passed, then kill the Mushrikoon (see V.2:105) wherever you find them, and capture them and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush. But if they repent [by rejecting Shirk (polytheism) and accept Islamic Monotheism] and perform As-Salaah (Iqaamat-as-Salaah), and give Zakaah, then leave their way free. Verily, Allaah is Oft-Forgiving, Most Merciful”

    [al-Tawbah 9:5]

    “and fight against the Mushrikoon (polytheists, pagans, idolaters, disbelievers in the Oneness of Allaah) collectively as they fight against you collectively. But know that Allaah is with those who are Al-Muttaqoon (the pious”

    [al-Tawbah 9:36]

    “March forth, whether you are light (being healthy, young and wealthy) or heavy (being ill, old and poor), and strive hard with your wealth and your lives in the Cause of Allaah. This is better for you, if you but knew”
    [al-Tawbah 9:41]

    It was narrated from Ibn ‘Umar that the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “I have been commanded to fight the people until they bear witness that there is no god but Allaah, and that Muhammad is the Messenger of Allaah, and establish regular prayer, and pay zakaah, If they do that then their blood and wealth is safe from me, except by the laws of Islam, and their reckoning will be with Allaah.”

    Narrated by al-Bukhaari, 24; Muslim, 29.
    ...
    ....
    ....
    ...


gue QUOTE lagi ah ,,takutnya gak kebaca ama bang gaston31

"
One of the strangest things to note is that we are living in a time when some of the Muslims are embarrassed to quote the verses and ahaadeeth on jihad in front of their kaafir friends. Their faces turn red because they are too shy to mention the rulings on the jizyah, slavery and killing prisoners of war. They wish that they could erase these verses and ahaadeeth from the Qur’aan and Sunnah so that they would not be criticized by this world with its backward principles despite its claims to be civilized. If they cannot erase them then they try to misinterpret them and distort their meanings so that they suit the whims and desires of their masters. I will not say so that they suit their whims and desires, for they are too weak to have their own whims and desires, and too ignorant. Rather it is the whims and desires of their masters and teachers among the missionaries and colonialists, the enemies of Islam.”
"

gmn bang.... maaf yah klo abang kena TEGURAN ama muslim tsb

hxhixhixhixhixhxi
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby israel hu akbar » Tue Jun 17, 2008 8:37 pm

sorangan wrote:
Adadeh wrote:Dictionary of Islam
halaman 243-248

Image


Hhhh sedih gue, tinggal di Indonesia ngga bisa dapet buku-buku kaya gini nih!!!
Eh! Makasih buat mementomorime yang udah bikin kesaksian disini.
Dan Selamat selamat selamat! (tiga kali, sunnah nabi)


tenang bro, log in aja ke www.arabicbible.com, disana banyak buku2 ttg islam dan kristen yg udah dibuat dengan .pdf dan dpt didownload, try it bro and good luck
israel hu akbar
 
Posts: 249
Joined: Thu Jan 24, 2008 11:30 pm

Postby israel hu akbar » Tue Jun 17, 2008 8:43 pm

Busman wrote:@atas
loe aja yang gak cermat


brarti gosip ttg gaston ga bener dong oom busman :D
israel hu akbar
 
Posts: 249
Joined: Thu Jan 24, 2008 11:30 pm

Postby M-SAW » Thu Jul 03, 2008 6:49 pm

kok bang gaston31 gak mampir kesini
payah nih si abang
KERJA nya hit n run aja

selalu aja memposting "SIGI" ayat YUNUSnya itu\
giliran di cecar,psti ngacir
tapi nanti besok2 bisa dgn pedenya lagi mostingan ayat yunus basi itu


MUHAMMAD SAW wrote:tambahan utk bang gaston
ini ASLI dari MUSLIM FFI yang MENGAMININ TAHAP JIHAD DIATAS :)

bandingkan 3 opsi dia dgn 3 opsi yang gue paparkan diatas


http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=



Pembawa Pedang wrote:Ternyata Quran juga mengimani 3 in 1.

Ini tercakup pada QS 9 : 29

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.


3 in 1 tidak mungkin dipisahkan satu dgn yg lainnya tak beda jauh dgn yesus.

1. Harus Masuk Islam

2. Bayar Jizyah

3. Diperangi. Dibunuh dan diusir.


Mari sama2 kita imani 3 in 1.



gimana nih bang?? ternyata bang gaston bukan cuman MELAWAN ULAMA terkenal,tp abang juga melawan rekan MUSLIM di FFI ini

iaheiheaiahaehiaehihaie
parah bangettttttttttt
PALING lucu meliat sesama muslim gontok2an tanpa harus diadu domba
:roll: :roll:
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby gaston31 » Fri Jul 04, 2008 10:35 am

lho.. nungguin gw tho? hehe

PP wrote:Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

3 in 1 tidak mungkin dipisahkan satu dgn yg lainnya tak beda jauh dgn yesus.

1. Harus Masuk Islam

2. Bayar Jizyah

3. Diperangi. Dibunuh dan diusir.

Mari sama2 kita imani 3 in 1.

dr opsi diatas, mereka msh bisa kan hidup di Arab dgn agama yg dianutnya yaitu dgn bayar jizyah. klo ga mau bayar ya pergi atau diusir atau dideportasi. ada yg salah?
yg jelas mereka tidak serta merta dibunuh hanya krn beda keyakinan! dan tidak ada ceritanya arab steril dr non-muslim!
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby becak » Fri Jul 04, 2008 11:29 am

Gimana hukum yg sama di lakukan di negara2 Kafir !! gimana perasaan anda ?
User avatar
becak
 
Posts: 991
Joined: Wed Apr 02, 2008 8:25 pm
Location: Ka'bah Umum @ [Team Haha Hihi]

Postby AkuAdalahAing » Fri Jul 04, 2008 11:51 am

LEBIH BAIK TERLAMBAT DARIPADA TELAT !!!

SELAMAT YA mementomorime
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby AkuAdalahAing » Fri Jul 04, 2008 12:37 pm

becak wrote:Gimana hukum yg sama di lakukan di negara2 Kafir !!

GILE LU !!! itukan melanggar HAM !!!

becak wrote:gimana perasaan anda ?

gua pasti merasa DIDZOLIMI, maka gua akan lapor ke HAM !!!


Gimana ??? PUAS ???
User avatar
AkuAdalahAing
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby audy_valentine » Fri Jul 04, 2008 3:34 pm

Nero Leon wrote:
ahmad_doni wrote:mantap. orang pinter pasti tinggalkan islam ;)


orang pintar minum tolak angin.


Mau minum obat kok mesti pinter segala? Minum Bintangin!
User avatar
audy_valentine
 
Posts: 2672
Joined: Sun Feb 17, 2008 2:51 am
Location: wherever I live

Postby becak » Fri Jul 04, 2008 9:55 pm

Wahhhh ada harimau lagi malas2 an !! salah satu sifat harimau kalo abisss makan, tidurrrr nya lamaaaaaaaaa bangetttttttttt !! Ini harimau tapi kumisnya kumis kucing !! xixixiixixixi
User avatar
becak
 
Posts: 991
Joined: Wed Apr 02, 2008 8:25 pm
Location: Ka'bah Umum @ [Team Haha Hihi]

Postby ironi kehidupan » Sat Jul 05, 2008 3:45 pm

PP wrote:Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

3 in 1 tidak mungkin dipisahkan satu dgn yg lainnya tak beda jauh dgn yesus.

1. Harus Masuk Islam

2. Bayar Jizyah

3. Diperangi. Dibunuh dan diusir.

Mari sama2 kita imani 3 in 1.

gaston31 wrote:dr opsi diatas, mereka msh bisa kan hidup di Arab dgn agama yg dianutnya yaitu dgn bayar jizyah. klo ga mau bayar ya pergi atau diusir atau dideportasi. ada yg salah?

Menurut gua sih udah jelas SALAH

gaston31 wrote:yg jelas mereka tidak serta merta dibunuh hanya krn beda keyakinan! dan tidak ada ceritanya arab steril dr non-muslim!

Apalagi sampai dibunuh = Salah^2
ironi kehidupan
 
Posts: 184
Joined: Fri Jun 13, 2008 1:01 am

PreviousNext

Return to MENGAPA SAYA MURTAD ?



Who is online

Users browsing this forum: No registered users