Page 10 of 14

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sat Nov 21, 2009 10:06 am
by O176
Harusnya nama web nya diganti aja jadi web orang2 penghuni neraka yg kekal abadi.
tunggulah azab yg keras dari Tuhan.
bersenang2lah kalian sampai nyawa kalian dicabut dgn tiba2 oleh Allah.
barulah kalian tertawa sampai puas di neraka.
udah banyak koq contoh2 org yg murtad dari dulu.....
dan sekarang udah berkembang biak lagi....
c u in hell.....

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sat Nov 21, 2009 10:55 am
by sultanmataram
O176 wrote:c u in hell.....

Wah... kamu muslim yah? dah nunggu di hell? kok ga masuk surga bareng memet?

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sat Nov 21, 2009 10:58 am
by bad_religion
by O176 » Sat Nov 21, 2009 10:06 am
Harusnya nama web nya diganti aja jadi web orang2 penghuni neraka yg kekal abadi.
tunggulah azab yg keras dari Tuhan.
bersenang2lah kalian sampai nyawa kalian dicabut dgn tiba2 oleh Allah.
barulah kalian tertawa sampai puas di neraka.
udah banyak koq contoh2 org yg murtad dari dulu.....
dan sekarang udah berkembang biak lagi....
c u in hell.....

:rolleyes: ...nggak auloh...nggak pengikutnya nyumpahin orang yg jahat2 melulu,intimidasi melulu...eh yg kena azab malah pengikut islam(tsunami aceh,gempa yogya,gempa tasik,gempa padang)...
dasar auloh sang pengazab...
:snakeman:

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 12:03 am
by poligami
O176 wrote:c u in hell.....

Sok aja kamu duluan.. :lol: :rolling: :lol:
HAHAHAHAHAHHA....

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 9:47 am
by tekiro
Muslim go to hell

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 5:01 pm
by bangun
@suara_hati

Mohon maaf sebelumnya jika pernyataan / obrolan ringan saya ini kurang arif / bijaksana.
Sebelum saya bertanya, saya akan jelaskan dulu bahwa saya tidak akan mempermasalahkan anda muslim / bukan muslim , juga tidak membahas buku2 / kitab2 yg pernah anda baca, tapi saya akan bertanya tentang yang anda katakan / anda tulis yaitu "suara HATI", "NURANI". saya hanya ingin menyarankan , "coba renungkan dengan syarat ( tidak usah memakai referensi ) apalagi ( katanya / kata orang)".
1. Bab Hati , yang sebenar nya itu ada dimana ? karena kalau dada anda di belah, yang ada daging hati.
2. Kata Hati Nurani , tolong Jelaskan nurani dalam bahasa Indonesia !
3. Saya akan bertanya, Sebelum Nurani / Hati Bisa bertanya Apa namanya / dimana pertanyaan itu ada nya ?
sebagai salah satu contoh. = Otak / Nalar / Ilmu , pada saat kita kehilangan sesuatu barang, lantas kita lupa dimana barang tersebut. Dimanakah Kepandaian otak / ingatan otak / ilmu otak / ( ingatan ) KETIKA ANDA LUPA, Lalu Siapakah yg MENGEMBALIKAN ingatan anda?
4.Jangan dulu mempermasalahkan hati nurani Muhammad, Ibrahim, Lia Eden, Gulam Ahmad, Atau nurdin CS dan Osama , saya akan bertanya apakah anda sudah kenal dengan yang namanya hati Nurani? yang ada pada diri anda . Contoh : Dari mana datang nya curiga ? dari mana datang nya Resah? dari mana datang nya Gundah ? Dari mana datang nya Gembira ? Sebelum masuk kedalam nurani anda dan mengkondisikan lalu merefleksikan ke rasa anda.

Jadi kalo boleh saya sarankan kenali dulu Apa itu hati, juga nurani , secara bahasa, ataupun dalam arti sesungguhnya. Contoh = Pada saat anda beraktivitas, selanjutnya anda tidur, dan pada saat anda tidur anda bermimpi tentang salah-satu aktivitas anda tadi. Ketika anda terjaga, anda bisa ingat mimpi anda, tapi sebaliknya bisakah anda cita-citakan / rencanakan untuk membuat suatu impian dalam tidur anda ? pertanyaannya , Siapa ? / Apa Mimpi itu ? ... yang jelas bukan hati bukan nurani. tapi itu diri anda. Siapakah anda ? .. kalo anda sendiri tidak tau arti tentang nurani , kata hati yang anda miliki sendiri, mana mungkin anda bisa menafsirkan suatu tulisan, tentang nurani orang, lantas anda sebut salah, atau bahkan anda yakini, karena anda tidak tau hati, nurani anda pada saat ini benar atau salah. Kalau ingin tau tentang hati nurani orang lain yang di tulis dalam buku / kitab, kenali dulu Hati nurani anda .

Sebagai contoh lain tolong di jawab kalau mampu,

Pohon jambu : kita mulai dari akar , maka akan kita sebut akar jambu
lalu ke batang, akan kita sebut batang jambu, lalu ranting dan daun akan kita sebut ranting dan daun jambu, begitupula buah nya, akan kita sebut buah jambu. Lantas , mana yg di sebut jambu ?

pada saat kita pegang buah jambu , kita akan melihat kulit dari buah jambu, lalu kita kupas dan melihat daging buah jambu, lalu biji buah jambu,... Jadi Mana yg di sebut jambu ? begitupun diri anda. Bulu... anda ... kulit... anda... daging dan otot ... anda... tulang... anda... sumsum... anda... darah... anda. ... Lalu yang disebut anda yg mana ? yang menimbulkan nangis ? yang menimbulkan marah ? yang menimbulkan tertawa ? yang menimbulkan fitnah ? yang bisa berencana ? yang bisa membatalkan ? Wujud anda yg nyata yang mana ? secara mata saya sudah sebut tadi satu persatu ( bulu,daging, tulang Dll / tubuh) pertanyaan saya masih jauh lagi tentang diri anda . Yang menginstruksikan tubuh , otak, hati, DIMANA ADANYA ? seperti pertanyaan saya tadi JAMBUNYA MANA ? Lantas diri anda yg sebenar nya yang mana ? atau kata lain ,Hidup ( sejati ) yang bertempat di dalam jasad / tubuh anda itu siapa ? apakah CASPER ? ... kalau anda belum tau jawaban pertanyaan pertanyaan diatas, tidak usah dulu membuat suatu penilaian tentang hati nurani orang lain, apalagi melalui buku/ tulisan, lantas anda tafsirkan. Jadi jangan dulu jauh menilai / berbicara tentang suatu agama, atau kepercayaan, keyakinan, tapii saya sarankan, yakinkan dulu, kenali dulu , siapa diri ANDA ? :heart: dari dulu orang betawi sudah menyarankan dan sampai kini masih disarankan juga " TAU DIRI LO " <-- artinya nya : orang betawi, menyuruh agar kita, mengenali diri kita, kalau anda sudah kenal. saya yakin, anda tidak akan pusing / bimbang... juga.. tidak akan ada masalah dengan idiologi, agama, pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ? :heart: , contoh lagi... : Suku / Saudara kita di baduy, dia begitu yakin tidak butuh Listrik, Komputer, Title Sarjana , Disiplin Ilmu, atau Technology Mutakhir, mereka merasa cukup / bersyukur atas dirinya sendiri, juga kepada alam yang telah disediakan oleh Pencipta Alam, tidak pernah berpikir neko-neko tentang dunia luar, dari mulai jaman belum ada lampu sampai sekarang ada BlackBerry, mereka gak ngiler, gak tau kalau anda, mungkin pengen ini pengen itu kaya nobita, setiap apa apa yang anda lihat dan anda senangi, dan anda akan bilang, itu manusiawi, Lantas orang baduy disebut apa ? apa bukan manusia seperti anda juga ? bedanya orang baduy.... dari sisi keyakinan bahwa "Jika mereka ( orang baduy ) merubah tatanan manusia seutuhnya, Juga alam seutuhnya, Dunia ini akan Cepat musnah ( Hancur ) / tidak seimbang / tidak selaras dengan rencana Pencipta." contoh : manusia yang tidak besyukur / TIDAK MENGENAL DIRINYA, akhirnya dipusingkan oleh perbuatannya sendiri. dengan membuat situ gitung, Konvensi di Bali ( tentang Pemanasan Global ) , GreenPeace, Gerakan ramah lingkungan, padahal itu semua akibat / hasil karya para cendikiawan , professor2, penemu2, yang katanya terdepan. sedang orang baduy, jangankan mengebor sumberdaya alam, misal minyak, apalagi mengebor buat air minum, dll. mereka ( orang baduy ) untuk penerangan saja cukup dengan minyak yang diolah dari buah kelapa .... (cukup) , tidak ada limbah, gas buang , dll . bahkan tidak akan habis sumbernya, selama masih menanam pohon kelapa begitu pun rumah, tidak pake paku besi ( hasil tambang ) , tidak pake semen, bahkan tidak membuat bata merah, yang sifat nya eksplorasi, jadi alam tetap seimbang, itulah contoh yang diberikan pencipta melalui Suku baduy untuk kita, yang katanya pandai, mengerti, professor, cendikia, tetapi semua hasil olah pikir nya menjadi bencana/ boomerang.

bersambung....

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 5:11 pm
by robint
@atas,

apakah seseorang yg menyetujui dan bergabung dlm suatu ajaran yg mengajarkan kebencian kpd sesama manusia yg tidak bersalah apa2 hanya krn dia tidak menyembah Tuhan yg kamu sembah, apa masih bisa disebut punya hati nurani?

kamu tolong keliling2 disini dulu dan crosscek balik apakah memang benar ada dlm literatur islam, semua hal2 jahat yg disebutkan disini . Jika ya, tanyalah hati nurani mu sendiri.

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 6:40 pm
by Lost In Imagination
@Bangun

Blah :green:

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 10:20 pm
by poligami
bangun wrote: pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ? :heart: ,

Omong Kosong..!!! Netral apaan..
Perusakan gereja, pelarangan beribadah, pemaksaan syariat Islam jelas selalu terjadi di negeri ini.
Sungguh memalukan orang yg membangga-banggakan slogan kosong itu. #-o

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 10:44 pm
by up1234go
bangun wrote:pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ?,


Ini bukan jaminan komunitasmu benar. Bagaimana kalau kalimat tersebut dijadikan motto dari pengikut buddha? JUSTRU LEBIH COCOK!

poligami wrote:Omong Kosong..!!! Netral apaan..
Perusakan gereja, pelarangan beribadah, pemaksaan syariat Islam jelas selalu terjadi di negeri ini.


Muhammad melalui Islam lah pelakunya!

poligami wrote:Sungguh memalukan orang yg membangga-banggakan slogan kosong itu.


Kalau dipakai oleh islam, jelas kurang cocok karena banyak penipuannya.

Seharusnya slogan itu milik agama lain

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 10:49 pm
by bangun
Omong Kosong..!!! Netral apaan..
Perusakan gereja, pelarangan beribadah, pemaksaan syariat Islam jelas selalu terjadi di negeri ini.
Sungguh memalukan orang yg membangga-banggakan slogan kosong itu. #-o


Owh ya betul .. pertanyaan nya kenapa anda/kalian tidak melakukan hal yg sama ? ( pemaksaan, perusakan, pelarangan), atau orang lain yg tidak melakukan yang seperti anda katakan entah itu seiman / tidak seiman, bahkan yg tidak punya iman. Diawal tulisan saya, saya kan banyak bertanya, kenapa tidak anda jawab dulu? "tentang hati dan nurani" (baca dulu donk), sedangkan pernyataan anda tentang slogan tidak menjawab pertanyaan saya. saya akan menjawab slogan yg tertulis, setelah anda menjawab pertanyaan² saya, santai aja lah.. apakah kalau anda membenarkan tulisan saya, anda akan menyediakan surga untuk saya ? begitupun kalau anda menyalahkan saya, apa anda akan menyediakan neraka untuk saya ?... santai aja lahhh.... :heart:

Re:

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 11:02 pm
by bangun
up1234go wrote:Ini bukan jaminan komunitasmu benar. Bagaimana kalau kalimat tersebut dijadikan motto dari pengikut buddha? JUSTRU LEBIH COCOK!


Justru itu yg saya maksud, motto tersebut tidak hanya untuk 2 arah, tetapi saya berharap penganut paham / agama / kepercayaan manapun bisa mengucapkan kalimat tersebut diatas. toh kalimat tersebut tidak mengacu atau menyuruh mengimani kepercayaan / agama tertentu , tetapi memberikan kebebasan, kepada setiap manusia untuk saling menghormati, apa yg di yakininya. jadi Slogan tersebut tidak membicarakan KONFLIK² yang terjadi secara sejarah maupun yang terjadi sekarang ini, tetapi lebih menitik beratkan kebebasan untuk berkeyakinan, sebaliknya tidak membicarakan tentang oknum dan konflik. santai aja lahhh...

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 11:19 pm
by bangun
bad_religion wrote: :rolleyes: ...nggak auloh...nggak pengikutnya nyumpahin orang yg jahat2 melulu,intimidasi melulu...eh yg kena azab malah pengikut islam(tsunami aceh,gempa yogya,gempa tasik,gempa padang)...
dasar auloh sang pengazab...
:snakeman:


emang kapan sih kamu ketemu / denger auloh / tuhan nyumpahin orang2 yg jahat ? atau mengintimidasi. hebat deh kamu... udah ketemu tuhan / auloh. Terus kamu denger juga yah dari auloh.
Owhhh... jadi adzab / bencana itu dateng nya dari auloh yah ??

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 11:37 pm
by AkuAdalahAing
bangun wrote: pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ? :heart: ,

Saya setuju sekali... perkataan anda di atas adalah rule yang netral =D>

brobang, apakah kalimat di atas terdapat di alquran ???

thanks atas pencerahannya.

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Sun Nov 22, 2009 11:44 pm
by poligami
bangun wrote: Diawal tulisan saya, saya kan banyak bertanya, kenapa tidak anda jawab dulu? "tentang hati dan nurani" (baca dulu donk),

Sudah saya baca dan (maaf) menurut saya tulisan anda bertele-tele. O:)

bangun wrote: apakah kalau anda membenarkan tulisan saya, anda akan menyediakan surga untuk saya ? begitupun kalau anda menyalahkan saya, apa anda akan menyediakan neraka untuk saya ?... santai aja lahhh.... :heart:

Tolong perjelas maksudnya ? Ko seperti bermain Tuhan ?

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Mon Nov 23, 2009 12:29 am
by bangun
poligami wrote:Sudah saya baca dan (maaf) menurut saya tulisan anda bertele-tele. O:)


ternyata sampai sekarang pertanyaan saya belum di balas / di jawab, jadi maaf saya tidak melanjutkan dulu percakapan kita. ( maaf ) okelah kalo begitu santai aja lah...

poligami wrote:
Tolong perjelas maksudnya ? Ko seperti bermain Tuhan ?


justru itu yg banyak saya lihat / baca di forum ini, banyak yg membuat pernyataan bahkan menghakimi, melecehkan, menghukum, menghina, seperti kita yang jadi Tuhan yang akan Menyediakan surga dan neraka.
Santai saja lah...

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Mon Nov 23, 2009 12:50 am
by poligami
bangun wrote:ternyata sampai sekarang pertanyaan saya belum di balas / di jawab, jadi maaf saya tidak melanjutkan dulu percakapan kita. ( maaf ) okelah kalo begitu santai aja lah...

HAHAHAHAH...
Okelah kalo tidak mau berdiskusi, saya tidak memaksa. O:)
Rileks dulu AHH.. :finga:

bangun wrote: justru itu yg banyak saya lihat / baca di forum ini, banyak yg membuat pernyataan bahkan menghakimi, melecehkan, menghukum, menghina, seperti kita yang jadi Tuhan yang akan Menyediakan surga dan neraka.
Santai saja lah...

Bukan menghakimi, tetapi kebanyakan itulah realitas wajah Islam yg sesungguhnya.
Hampir semuanya bersumber dari Quran, hadis, dan buku2 hasil karya muslim itu sendiri.. O:)
Rileks dulu AHH.. :finga: :finga: :finga:

PostPosted: Mon Nov 23, 2009 1:41 am
by up1234go
up1234go wrote:Ini bukan jaminan komunitasmu benar. Bagaimana kalau kalimat tersebut dijadikan motto dari pengikut buddha? JUSTRU LEBIH COCOK!


bangun wrote:Justru itu yg saya maksud,


bangun wrote: motto tersebut tidak hanya untuk 2 arah, tetapi saya berharap penganut paham / agama / kepercayaan manapun bisa mengucapkan kalimat tersebut diatas.


bangun wrote:toh kalimat tersebut tidak mengacu atau menyuruh mengimani kepercayaan / agama tertentu , tetapi memberikan kebebasan, kepada setiap manusia untuk saling menghormati, apa yg di yakininya.


bangun wrote:jadi Slogan tersebut tidak membicarakan KONFLIK² yang terjadi secara sejarah maupun yang terjadi sekarang ini,


bangun wrote:tetapi lebih menitik beratkan kebebasan untuk berkeyakinan, sebaliknya tidak membicarakan tentang oknum dan konflik. santai aja lahhh...


Ini terlalu umum.

Ustad abu bakar wasir, Hizbut Tahrir, FPI, FUI, PITI, CAIR, HIZBULLAH, MUSLIM BROTHERHOOD, Presiden Ahmadinejad dan para mullah dari iran, Mufti Yerusalem Amin al-Husseini, Shaik Abd-al-Aziz Ibn Abd-Allah (The walking Qur'an), dll ... pastinya juga pernah mengatakan bahwa islam agama damai.

Metode seperti diatas juga dimiliki agama lain bahkan komunitas atheis/agnostik/perenial.

Jadi, tidak ada yang istimewa disini.

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Mon Nov 23, 2009 11:11 am
by sultanmataram
bangun wrote: pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ? :heart: ,

Pengalaman : Aku nyembah tuhan di agamaku kok di cibir duluan sama orang muslim ya?

Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)

PostPosted: Mon Nov 23, 2009 12:00 pm
by up1234go
bangun wrote:pola pikir yg berujung pada " Agama mu untukmu, Agamaku Untukku, Aku tidak akan menyembah yg kamu sembah, kamu tidak akan menyembah yang aku Sembah" <-- Rule yang netral bukan ? :heart: ,


Bagaimana kalau dia murtad dari islam lalu memilih memilih atheis dan melakukan kesaksian di Televisi khusus atheis? Masih kah rule diatas digunakan (tentunya dengan menambah sedikit kalimat disana)