Page 1 of 1

Orang2 Afrika penentang Perbudakan Arab-Muslim

PostPosted: Fri Mar 20, 2009 12:31 am
by ali5196
http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Josephine_Bakhita

Image
SANTA JOSEPHINE BAKHITA (1869 – February 8, 1947)

Bakhita lahir dari sebuah keluarga petinggi di Olgossa, sebuah desa di DARFUR, Sudan barat. Ayahnya adalah kakak seorang kepala suku. Pada usia 7 ia diculik pedagang2 budak Arab Muslim dan selama 8 thn dijualbelikan 5 kali di pasar2 budak El Obeid dan Khartoum. Trauma penculikannya sampai mengakibatkannya melupakan namanya sendiri dan namanya sekarang adalah nama yg diberikan para pedagang budak (bakhita, kata Arab bagi rejeki). Ia dipaksa masuk Islam.

Bakhita menderita brutalitas amat sangat selama masa perbudakannya. Pada suatu saat, putera majikannya memukulinya sedemikian parah sampai ia tidak bisa bergerak di tempat tidurnya yg terbuat dari rumput. Tapi penyiksaan yg paling berat adalah ketika majikan keempatnya, seorang pejabat militer Ottoman, yg memperlakukannya spt hewan ternak dgn menandakan tubuhnya dgn tatto dan luka2 silet. Dlm otobiografinya dlm bhs Italia, ia mengingat bgm sebuah piring berisi tepung, piring berisi garam dan silet dibawah oleh seorang wanita yg menyilet kulitnya begitu dalam serta mengisi luka2 itu dgn garam dan tepung agar luka2nya permanen. Lebih dari 60 luka2 silet terdapat pada dada, perut dan lengannya.

Pemilik terakhirnya adalah seorang diplomat Italia, Callisto Legnani. Ia diperlakukan dgn baik dan dipekerjakan sbg pengasuh anak temannya, Mimmina Michelis. Th 1888, Bakhita & Mimmina ditititpkan pada biara Canossia di Venezia, sementara keluarga Michielis pindah ke Laut Merah utk urusan dagang. Th 1890 ia dibaptis.

Ketika Michielis kembali utk menjemput mereka, Bakhita ingin tinggal di biara. Signora Michieli memaksanya utk kembali tetapi sekolah Bakhita mengatakan bahwa mengingat pengadilan Italia telah MENGHAPUS PERBUDAKAN jauh sebelum Bakhita lahir (berbeda dgn Muslim yg sampai sekarangpun, abad 21, OGAH menghapus perbudakan), Bakhita tidak bisa dianggap sbg budak di mata negara dan oleh karena itu ia boleh memilih sendiri dimana ia ingin menetap. Bakhita, utk pertama kalinya, bisa menentukan nasibnya sendiri. Ia memilih utk tinggal di biara Canossia. Di biara, ia membantu para biarawati utk menjadi misionaris di Afrika.

Dlm hari2 terakhirnya, ia mengingat2 kembali masa2 pahitnya sbg budak. Ketika tidak sadarkan diri, ia sering berteriak "Ampun ... ampun tuan ... longgarkan rantai berat ini ... beraaaattt ..." Josephine wafat February 8, 1947. Ribuan orang datang utk memberinya penghormatan terakhir.

October 1, 2000, ia diangkat menjadi SANTA Josephine Bakhita. Ia dipuji sbg santa Afrika dijaman modern ini, yg menentang perbudakan dan penindasan.

PostPosted: Fri Mar 20, 2009 12:53 am
by ali5196
viewtopic.php?f=56&t=31694&p=461619#p461619

Image

Novelis kontroversial Sudan, KOLA BOOF (Foto), terlahir "Naima Bint Harith" di Omdurman, ibu Afrika, ayah ARab Mesir. Orang tuanya di-eksekusi karena menentang perbudakan orang hitam oleh Arab ketika Naima masih kecil. Sbg penulis, Kola Boof mengungkapkan kebencian terhdp Arab dan menolak ISLAM. http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html


Mengomentari perintah Mahkamah INternasional bagi penangkapan presiden Sudan, Al-Bashir, Kola Boof, mengatakan kpd wartawan Pravda:

"SAYA MALU MENJADI ORANG AFRIKA DI THN 2009 ini. FAKTA BAHWA PEMIMPIN2 UNI AFRIKA, 1000 TAHUN KEMUDIAN, MASIH JUGA TERUS MENDUKUNG PERBUDAKAN DAN GENOCIDE, dan fakta bahwa lelaki2 kulit hitam diseluruh dunia TEGA MEMBUNUH IBU2 MEREKA SENDIRI--WANITA2 HITAM PRIBUMI--UTK MENJADI MULATTO, yi ARAB DAN MUSLIM, ADALAH BUKTI BAHWA BANGSA KULIT HITAM TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENDAPAT RAHMAT TUHAN. Pengkhianatan kami yg merendahkan nenek moyang kami menunjukkan ludesnya integritas bangsa kami. [...] Pemerintah Khartoum harus ditumbangkan dan pada akhirnya, mau tidak mau, bangsa kulit hitam HARUS MEMUTUSKAN SEMUA HUBUNGAN DGN KALIFAT IMPERIALIS ARAB MUSLIM."

PostPosted: Fri Mar 20, 2009 1:13 am
by ali5196
Image
One of the many fruits of William Wilberforce's life long crusade against the slave trade was that Samuel Ajayi Crowther, who was born in 1807 (the year Great Britain abolished the slave trade) in Yorubaland (modern Western Nigeria) was rescued by a British naval squadron. When Samuel was just thirteen years old, he was captured by Muslim slave traders for transport across the Atlantic, but rescued by the Navy. Samuel received an education in Sierra Leone, where he was converted to Christ, and after further education in England he was ordained as a minister of the Church of England for service with the Church Missionary Society.

Liberated Slaves

Image
Newly liberated slaves in Zanzibar.

Samuel participated in the expedition up the Niger River Valley to overcome the ravages of the slave industry still entrenched there. Of the 145 Europeans on that expedition, 130 were struck down with Malaria, and 40 died. Yet the expedition succeeded in establishing a Missionary Center at Fourah Bay for training liberated slaves to evangelise West Africa. It was built on the very place where a slave market had once stood. The rafters of the roof were made almost entirely from the masts of old slave ships.

Samuel Crowther was one of the first four students to graduate from Fourah Bay's College, Sub-Saharan Africa's first university. In 1864, Samuel Crowther was ordained as the first African Bishop of the Church of England in an overflowing Canterbury cathedral. Today there are eighteen times more Anglicans worshipping in church every Sunday in Nigeria than there are in Great Britain. http://www.christianaction.org.za/artic ... lavery.htm

PostPosted: Fri Mar 20, 2009 1:27 am
by ali5196
...

PostPosted: Wed May 16, 2012 3:43 am
by ali5196