.

Menyelami Dilema Sang Allah

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby angky » Wed Apr 09, 2014 6:34 pm

Patah Salero wrote:Gw udah bosen ngeliat pembelaan anak-anak FFI soal Aturan umur di yahudi. Silahkan baca aja deh disini. Gw gak aakan komen lebih lanjut. mau terima, terserah. Gak mau terima gak ada masalah.

http://jwa.org/encyclopedia/article/leg ... ing-to-age

Three stages of development define the rabbinic legal status of girls: minor (ketannah or tinoket), maiden (na’arah) and adult (bogeret), according to Niddah 5:7. Maidenhood (na’arut) lasts for only six months before full legal majority is attained (BT Niddah 65a; Sefer ha-Bagrut 3: lines 8–11; Rambam, Ishut 2:12). Both time and physiological development influence the definition of the stages. A girl remains a minor until she reaches the age of twelve years and two pubic hairs have sprouted. This age was probably chosen because the majority of girls have begun to develop pubic hair by that age and it has remained relatively stable for puberty in the Mediterranean area. Throughout her minority and maidenhood she is under the absolute authority of her father. He has legal right to anything which she finds, her handiwork and money given for her marriage by the groom or his family (Mishnah Ketubbot 4:4; Rambam Ishut 3:11. As a minor he may sell her as a maidservant, usually with the understanding that she would become the wife of the master or of his son. In the event that she did not marry one of them, she was released at the appearance of two pubic hairs (Mishnah Kiddushin 1:2). The father has biblical authority to marry her to the Jewish man of his choice from the day of her birth (Niddah 5:4). The marriage is binding and may only be broken by the death of her spouse or by the acceptance of the writ of divorce (get) by her father. The legal bond created by the marriage contracted by her father remains intact even after the death of her husband if he has no offspring. If her spouse dies without offspring and he has brothers through his father, the girl becomes a yevamah, who is subject to levirate marriage (yibbum) to her brother-in-law or release from the obligation through halizah. Her consent is not considered necessary for her marriage or yibbum if her father arranged the marriage. Although Rav (third century C.E.) (or R. Elazar according to another tradition) said the father should not marry off his daughter until she says, “I want that man” (BT Kiddushin 41a), this statement had no legal effect and marriage arrangements were generally made for economic or social benefits.

If the father has married off his daughter while she was a minor and she was then either widowed or divorced, the father loses his right to contract another marriage on her behalf. At marriage, she left his legal domain, reshut, transferred to her husband’s legal domain and cannot return to her father’s legal dominion although she may return to his household. She is considered an orphan in her father’s lifetime (JT Yevamot 1:2, 2d). It is possible that this condition was initiated in order to prevent unscrupulous fathers from repeatedly contracting marriage followed by divorce. If the father died, no legal guardian, including the girl’s mother or brothers, could contract a biblically binding marriage for her. They could, however, contract a rabbinically binding marriage while the girl was a minor which would also subject her to the laws of yibbum.



Bukankah kutipan diatas sejalan dengan apa yang sudah ane terangkan pertama kali?? Ane sungguh bingung dengan bung, yang memiliki dua kekurangan besar yaitu gagal mencerna kalimat dan gagal memahami kalimat dalam bahasa asing (sekaligus gagal mencernanya juga), Maaf bung.

Patah Salero wrote: Di Indonesia ada gak ATURAN YANG MENGATUR USIA MINIMAL MENIKAH BAGI LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN ??

Ada bung, usia menikah sebaiknya pada usia dewasa. Aturan kan??

Patah Salero wrote:Kalau ada, dan ada orang yang melawan aturan tersebut tentu AKAN GW LAPORKAN KE POLISI karena telah melanggar undang-undang.


Bung sering kali salah memahami kalimat yang bung tuliskan sendiri, sehingga bawah sadar bung menjadi bersikeras terhadap pendapat lawan diskusi. ATURAN belum tentu undang undang. Hukum/aturan yang dikenal di indonesia ada hukum positif ada juga hukum adat keduanya diakui dan dapat dipakai. Ane tergelitik menanggapi, karena ane melihat ada kesalahan dalam memahami dan cara pikir bung dalam memberikan argumen.

Menyelami Dilema Sang Allah
Mirror 1: Menyelami Dilema Sang Allah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Joe Andmie » Thu Apr 10, 2014 12:03 am

Mahasiswa98 wrote:Sepengetahuan saya, ada 1 moslem yang kemudian di tampar guru agamanya gara gara bertanya ada hadist nabi yang meminta menyusui orang dewasa. alhamduladi ternyata dikemudian hari moslem ini mendapatkan hidayah dari Tuhan dan menjadi pengikutNya.
Cara Tuhan memang ajaib sampai sampai ada manusia yang kemudian di celikan dengan logika sederhana namun sangat kuat sehingga sadar ada kesesatan dalam islam.

nah ini yang saya tidak sanggup meminta menyusui Bro :rolling:
masa saya sudah dewasa harus mimik cucu dari wanita dewasa :rolling:
gak ah gak mau masih banyak susu kemasan yang bisa saya beli kok

Salam.


Ditempat bro muslimahnya telah nenek2 kali, coba model serupa Zainab, disambar pantang menantu.
Rupanya bro takut ditampar , sebab ada tertulis barang siapa berhasrat didalam hati, sudah cukup menjatuhkan moralnya.
Tapi Pencipta kita yang memberikan kedua mata kita tak melarang kita memandang keelokan ciptaNYA bukan, seg yg diciptakanNYA adalah sempurna. Terutama kita, yang serupa dengan DIA.
Salam juga bro.Ternyata penggemar YouTube juga ya.
User avatar
Joe Andmie
 
Posts: 1761
Images: 1
Joined: Mon Jul 04, 2011 6:48 pm
Location: DIBAWAH POHON KELAPA SAWIT

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Thu Apr 10, 2014 12:50 am

keeamad wrote:@Palero
Jawab singkat dan tegas saja:

1. muhamad saw TIDAK MELAKUKAN PEDOFIL

2. muhamad saw MELAKUKAN PEDOFIL, TAPI Hal tsb TIDAK DIANGGAP SUATU PELANGGARAN MORAL,
TIDAK DIANGGAP KEBEJADAN, TIDAK DIANGGAP PENYIMPANGAN (or what ever istilah negatif lainnya),
OLEH UMAT MUSLIM .... ???
Patah Salero wrote:
Tentu yang numero uno, brur

Terbukti kan kalo muslim macam lo itu tampak sekali kalo tidak:
2. Fenifu
1. Balul
dan terakhir khusus buat lo - dan muslim lainnya,
TUKANG JILAT LUDAH .....

Awalnya lo bilang:
Patah Salero wrote:Brow... Tunjukkan SATU AJA..., Gw ulangi SATU AJA Teks sebelum abad 18 masehi, DARI AGAMA APAPUN, dan/atau dari kebudayaan apapun, yang melarang seorang dewasa berhubungan seks dengan anak di bawah umur.
Patah Salero wrote: Layakkah kita menggunakan cara pandang kita SAAT (red: Ini) untuk menilai apa yang dilakukan Muhammad 1500 tahun yang lalu ?? .
Kibou wrote:Juri dan wasit adalah hati nurani kamu Bro Patah.

Apakah hati nurani Bro Patah setuju dengan Abu Bakar bahwa pedofilia itu tidak salah? Tolong jawab jujur.

Patah Salero wrote:Udah gw bilang, gw bukan juri yang adil untuk kasus pedofilia ini. Karena gw dibesarkan di lingkungan yang menganggap pedofilia salah.


=============================

muhammad lo dalam beberapa hadis berhubungan sex dengan BINATANG.
Lo menyanggah dengan dalil:
TUNJUKKAN TEX AGAMA YANG MELARANG Manusia Berhubungan Sex dg Binatang - bukan Penafsiran,
karena kalo Cuma INTERPRETASI, itu HUKUM NISBI .....

Lalu lo menyanggah lagi dengan mengatakan:
Pantaskah kita menilai tindakan muhammad 1500 tahun lalu - yg ngesex dengan binatang,
kita nilai dengan cara PANDANG SAAT INI ... ???

Setelah ditanya kibou,
Apakah Zoophilia itu salah?
Lo jawab:
Udah gw bilang, gw bukan juri yang adil untuk kasus Zoophilia ini. Karena gw dibesarkan di lingkungan yang menganggap Zoophilia salah
Berarti lo mengakui:
1. Nabi muhammad MEMANG Melakukan Zoophilia
2. Tapi Karena Tidak ada tex yg melarang, Lo MEMAAFKAN nabi muhamad
3. Dan Walau lo tahu Zoophilia itu SALAH,
KARENA LO DIBESARKAN dalam lingkungan yg menganggap Zoophilia itu salah,
Tetap saja lo MENGANGGAP TINDAKAN muhammad tidak salah,
SEBAB CARA PANDANG SAAT INI TIDAK PANTAS UNTUK MENILAI TINDAKAN 1500 TAHUN YG LALU ....

==================

Bisa lihat dimana lo - utamanya MENJILAT LUDAH SENDIRI .... ?
Selain tampak sekali nte FENIFU DAN BALUL SEKALIGUS .... ?

==================

muhammad lo dalam beberapa hadis berhubungan sex dengan MAYIT.
Lo menyanggah dengan dalil:
TUNJUKKAN TEX AGAMA YANG MELARANG Manusia Berhubungan Sex dg MAYIT - bukan Penafsiran,
karena kalo Cuma INTERPRETASI, itu HUKUM NISBI .....

Lalu lo menyanggah lagi dengan mengatakan:
Pantaskah kita menilai tindakan muhammad 1500 tahun lalu - yg ngesex dengan binatang,
kita nilai dengan cara PANDANG SAAT INI ... ???

Setelah ditanya kibou,
Apakah Necrohilia itu salah?
Lo jawab:
Udah gw bilang, gw bukan juri yang adil untuk kasus Necrophilia ini. Karena gw dibesarkan di lingkungan yang menganggap Necrophilia salah
Berarti lo mengakui:
1. Nabi muhammad MEMANG Melakukan Necrophilia
2. Tapi Karena Tidak ada tex yg melarang, Lo MEMAAFKAN nabi muhamad
3. Dan Walau lo tahu Necrophilia itu SALAH,
KARENA LO DIBESARKAN dalam lingkungan yg menganggap Necrophilia itu salah,
Tetap saja lo MENGANGGAP TINDAKAN muhammad tidak salah,
SEBAB CARA PANDANG SAAT INI TIDAK PANTAS UNTUK MENILAI TINDAKAN 1500 TAHUN YG LALU ....



==================

Bisa lihat dimana lo - utamanya MENJILAT LUDAH SENDIRI .... ?
Selain tampak sekali nte FENIFU DAN BALUL SEKALIGUS .... ?

==================

Faktanya:
muhammad menikahi aisya saat usia 6 tahun:
dan dia melakukan GESEKAN KELAMIN DI PAHA AISYA sampai usia 9 tahun.
hingga fatwa ulama arab menerbitkan istilah syari nya (muafakat or what ever lah) .....

LO ANGGAP ITU BUKAN FEDOFILIA .....?
Berdasarkan apa .... ?
HUKUM nabi lo .... ?
Atau Hukum Lo Saat ini ... ?

Kalo lo pake hukum nabi lo,
JELAS LO BILANG BUKAN FEDOFILIA,
tapi kalo lo pake HUKUM LINGKUNGAN LO SEKARANG,
Jelas Lo Bilang TINDAKAN ITU SALAH DAN FEDOFILIA ....

Standar ganda,
dan CUMA islam yg menerapkan standar ganda ...

Makanya umatnya JADI (Mau Tidak Mau),
PADA DOYAN JILAT LUDAH .....

Selain menjadi Fenifu dan Balul .....

:turban:
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Kibou » Fri Apr 11, 2014 2:51 pm

Mengapa manusia harus jadi manusiawi? Mengapa manusia tidak jadi manusia aja?

Apa jadinya jika perilaku seseorang selaras dengan standar yang berasal dan bergantung kepada opini dirinya sendiri? Itu artinya dia adalah manusia. Tidak kurang dan tidak lebih.

Ghandi adalah manusia. Pol Pot juga manusia.
Bunda Teresa adalah manusia. Dukun AS juga manusia.

Istilah manusiawi yang saya maksud adalah apa yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai
istilah humane.

http://www.oxforddictionaries.com/defin ... ish/humane

Humane = Having or showing compassion or benevolence

Dengan kata lain, seseorang menjadi manusiawi jika perilakunya selaras dengan suatu standar yang tidak berasal ataupun bergantung pada opini manusia. Karena itu disebut obyektif. Standar tersebut kita kenal (bagi mereka yang intuisi moralnya berfungsi semestinya) sebagai Kebaikan dan Cinta-Kasih.

Karena itulah kita bisa katakan secara obyektif:

Ghandi itu manusiawi tapi Pol Pot tidak manusiawi.
Bunda Teresa itu manusiawi tapi Dukun AS tidak manusiawi.

Semua manusia adalah manusia, tapi tidak semua manusia itu manusiawi. Tidak ada manusia yang gagal menjadi manusia. Kalau manusia yang gagal menjadi manusiawi sih banyak.


Salam sejahtera bagi semua.
User avatar
Kibou
 
Posts: 1359
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby gema » Fri Apr 11, 2014 3:51 pm

Termasuk si Mamad adalah Manusia nyang tidak Manusiawi. :finga:
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Fri Apr 11, 2014 4:14 pm

@keeamad

Tolong tunjukkan hadis SHAHIH tentang necrophilia, Zoophilia dan menggesekkan alat kelamin ke paha Aisha.

Kalo gak, omongan loe gw anggap sampah dan bakalan gw buang ke bantar gebang.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Fri Apr 11, 2014 4:19 pm

Patah Salero wrote:@keeamad

Tolong tunjukkan hadis SHAHIH tentang necrophilia, Zoophilia dan menggesekkan alat kelamin ke paha Aisha.

Kalo gak, omongan loe gw anggap sampah dan bakalan gw buang ke bantar gebang.

Elo kagak tau ya maksudnya keeamad apaan??? Kenapa elo kagak ngerewind dari omongan elo tentang FRISBI??? Atau elo jangan2 takut yeee, ngomong itu lagi??? Dasar pengecut elo.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Fri Apr 11, 2014 4:21 pm

@Palero,
ada tuh, coba lo searching tritnya adadeh ....
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Fri Apr 11, 2014 4:25 pm

@Palero,
ada tuh, coba lo searching tritnya adadeh ....

http://www.youtube.com/watch?v=XbM0whdZCmE
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Fri Apr 11, 2014 4:52 pm

@atas

maksud loe gw harus berdebat sama youtube ??
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Fri Apr 11, 2014 4:53 pm

@ BH

Maksud loe apaan sih frisbi-frisbian. gak ngerti aku.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Fri Apr 11, 2014 4:58 pm

Patah Salero wrote:@ BH

Maksud loe apaan sih frisbi-frisbian. gak ngerti aku.

Yang elo anggap sebagai kebeneran subjektif elo istilahkan apa coba hah??? FRISBI bukan namanya??? Ingat omongan elo itu. Kenapa sepertinya elo mau menyangkal omongan elo sendiri hah???
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Fri Apr 11, 2014 4:59 pm

Patah Salero wrote:@ BH

Maksud loe apaan sih frisbi-frisbian. gak ngerti aku.

Siapa yg nyuruh lo debat sama youtube ... ???

Kalo ada hadits shahh yg gw kutip,
lalu gw nyuruh lo debat sama buku hadist ... ???

Youtube to adalah data, gak ada bedanya dengan buku2x hadist ...
Kalo emang salah,
LO SANGGAH AJA TONG ....
:rolling:
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Fri Apr 11, 2014 5:04 pm

Kibou wrote:Mengapa manusia harus jadi manusiawi? Mengapa manusia tidak jadi manusia aja?

Apa jadinya jika perilaku seseorang selaras dengan standar yang berasal dan bergantung kepada opini dirinya sendiri? Itu artinya dia adalah manusia. Tidak kurang dan tidak lebih.

Ghandi adalah manusia. Pol Pot juga manusia.
Bunda Teresa adalah manusia. Dukun AS juga manusia.

Istilah manusiawi yang saya maksud adalah apa yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai
istilah humane.

http://www.oxforddictionaries.com/defin ... ish/humane

Humane = Having or showing compassion or benevolence

Dengan kata lain, seseorang menjadi manusiawi jika perilakunya selaras dengan suatu standar yang tidak berasal ataupun bergantung pada opini manusia. Karena itu disebut obyektif. Standar tersebut kita kenal (bagi mereka yang intuisi moralnya berfungsi semestinya) sebagai Kebaikan dan Cinta-Kasih.

Karena itulah kita bisa katakan secara obyektif:

Ghandi itu manusiawi tapi Pol Pot tidak manusiawi.
Bunda Teresa itu manusiawi tapi Dukun AS tidak manusiawi.

Semua manusia adalah manusia, tapi tidak semua manusia itu manusiawi. Tidak ada manusia yang gagal menjadi manusia. Kalau manusia yang gagal menjadi manusiawi sih banyak.


Salam sejahtera bagi semua.


Kenapa ngebandingin pol pot sama Ghandi. Urusan gitu anak kecil juga tau.

Coba jawab pertanyaan ini, kalo benar ada moralitas yang objektif, pasti gak akan susah ngejawabnya.

contoh kasus.
Rumah saya terbakar. Di dalamnya ada ibu saya yang sudah berumur 85 tahun dan dementia serta bayi perempuan saya yang baru lahir. Keduanya berada di ruangan yang berjauhan jaraknya.
Berdasarkan perhitungan rasional, kemungkinan saya hidup bila menyelamatkan SALAH SATU dari keduanya adalah 50 %. Tapi peluang saya hidup menurun hingga hanya 10 % bila saya berusaha menyelamatkan keduanya.

Apa yang harus saya lakukan ?? adakah panduan moral yang objektif ??
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Fri Apr 11, 2014 5:09 pm

@Palero,
gampang banget ....

Gw bertindak cepat dengan menyelamatkan bayi lebih dulu,
waktu yg butuhkan lebih cepat,
karena bayi lebih ringan dan tenaga serta waktu yg gw pakai,
relatif tidak terlalu banyak ....

Setelah bayi itu aman,
kemudian baru gw selamatkan orang tua,
dengan sisa waktu dan tenaga yg relatif masih banyak .....

Kalo emang gak sempat,
atau gw malah menjadi korban kebakaran itu,
gak masalah,
yang penting niat, usaha dan tindakan nyata gw dulu ....

Itu panduannya bro ....
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Fri Apr 11, 2014 5:42 pm

palero wrote:Kenapa ngebandingin pol pot sama Ghandi. Urusan gitu anak kecil juga tau.

Coba jawab pertanyaan ini, kalo benar ada moralitas yang objektif, pasti gak akan susah ngejawabnya.

contoh kasus.
Rumah saya terbakar. Di dalamnya ada ibu saya yang sudah berumur 85 tahun dan dementia serta bayi perempuan saya yang baru lahir. Keduanya berada di ruangan yang berjauhan jaraknya.
Berdasarkan perhitungan rasional, kemungkinan saya hidup bila menyelamatkan SALAH SATU dari keduanya adalah 50 %. Tapi peluang saya hidup menurun hingga hanya 10 % bila saya berusaha menyelamatkan keduanya.

Apa yang harus saya lakukan ?? adakah panduan moral yang objektif ??

Kayak gini aja pake nanya. Ini masalahnya bukan siapa yang harus kita selamatkan. Tapi ini masalahnya adalah konsekuensi atau apapun yang akan terjadi saat kita melakukan sesuatu. Di mana sering-kali kita sulit menentukan apapun yang akan terjadi setelah kita melakukan sesuatu, meskipun kita sudah menghitung dan mengenali probabilitasnya. Namun tetep saja, menyelamatkan salah satu meskipun yang laennya matek itu adalah bukan suatu hal yang salah. Namun seperti yang dibilang oleh keeamad, yang penting usaha itu merupakan suatu moral yang baek.

Nih pertanyaan yang mudah buat elo deh, palero. Chika, wanita dewasa berumur 20 tahun, single, belum pernah menikah. Tuti, seorang perempuan berusia 6 tahun. Sang palero ingin menikah dengan seseorang, manakah yang seharusnya dipilih, chika atau tuti???? Panduan moral seperti apa yang seharusnya diikuti???? Ini pertanyaan gampang loh. :rofl: :rofl: :rolling:
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Fri Apr 11, 2014 5:47 pm

Patah Salero wrote:Kenapa ngebandingin pol pot sama Ghandi. Urusan gitu anak kecil juga tau.


Bro anak kecil udah tahu hubungan sex blom? apa jika belum tahu dipakasan menjadi tahu seperti kasus Aisyah? masih main boneka loh Bro \:D/
gampang nih Bro oke monggo silahken.
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Fri Apr 11, 2014 7:09 pm

keeamad wrote:@Palero,
gampang banget ....

Gw bertindak cepat dengan menyelamatkan bayi lebih dulu,
waktu yg butuhkan lebih cepat,
karena bayi lebih ringan dan tenaga serta waktu yg gw pakai,
relatif tidak terlalu banyak ....

Setelah bayi itu aman,
kemudian baru gw selamatkan orang tua,
dengan sisa waktu dan tenaga yg relatif masih banyak .....

Kalo emang gak sempat,
atau gw malah menjadi korban kebakaran itu,
gak masalah,
yang penting niat, usaha dan tindakan nyata gw dulu ....

Itu panduannya bro ....


Berarti pandangan loe bertentangan dengan Ayn Rand. Salah seorang yang menyatakan bahwa moralitas objektif itu ada dan rasional.

Survival as the Ultimate Value

Menurut Ayn Rand setiap orang harus bertanggung jawab atas keselamatan dirinya. Inilah moral yang bener. Jadi, bila loe tau bahwa keselamatan loe terancam (50 %), tindakan yang bermoral adalah menyelamatkan diri sendiri.

paham, gak ?? Ini adalah pandangan orang yang menganggap moralitas objektif itu ada.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Rosul » Fri Apr 11, 2014 7:14 pm

@PS

UD KEBIASAAN NIH, SENGAJA MELEWATKAN PEKERJAAN RUMAH

TOLONG DIJAWAB DONG !


Rosul wrote:Bagi NURANI Patah Salero Kalimat Allah dlm Surah 65:4 dengan Tafsiran utamanya oleh para alim ulama besar di atas itu BENAR ATAU TIDAK ?
AMBIL CONTOH MISAL NANTI ENTE PUNYA ANAK GADIS INSYA ALLAH DI UMUR 5 TAHUN SUDAH DIKAWINKAN & BERHUBUNGAN SEX YG SAH DENGAN BAPAK2 BERUMUR 50 TAHUN, BAKALAN RIDHO TIDAK ?

BELUM LAGI FATWA2 IJIN NIKAH PEDOFIL DI NEGARA SYARIAH PD ZMAN MODERN INI , APAKAH BENAR ATAU SALAH ?


JADI BUKANKAH BERARTI IJIN BERPEDOFIL ADALAH HUKUM ALLAH YG KEKAL&BENAR UTK SEGALA ZAMAN DARI DULU SAMPE SEKARANG ? ( bkn seperti klaim ente hanya berlaku di zaman dulu sja)





Patah Salero wrote:Tau amenorrhea, gak ?? Itu, tuh. Perempuan-perempuan muda yang SEHARUSNYA sudah haid, tapi belum haid juga. Nah, mereka ini harus punya payung hukum juga, kan ?? Ayat ini untuk mengatur masa iddah perempuan yang gak normal begitu.
AH MASA ? :rofl:

MANA TAFSIRAN ULAMA PEGANGAN ENTE? INGET LOH SBG UMAT TENTU HARUS IKUT PENDAPAT ALIM ULAMA.



Patah Salero wrote:Seperti gw bilang sebelum-sebelumnya, penafsiran ulama tidak mengikat. Ayat itu TIDAK PASTI mengatur perkawinan buat anak perempuan pra-pubertas. Ayat itu bisa ditafsirkan mengatur masa iddah perempuan yang seharusnya telah mengalami haid tapi belum mengalaminya juga.
TAFSIRAN ULAMA2 BESAR DARI IBN KATHIR & JALALYN ( DUA2NYA PALING BANYAK DIPAKAI DI PESANTREN2) PLUS MAUDUDI TELAH SEFAHAM BAHWA NIKAH PEDOFILIA DIHALALKAN ALLAH, APA MAKSUD ANDA PARA ULAMA BESAR INI SUDAH TERSESAT KRN MEMPROPAGANDAKAN PEDOFILIA?

TOLONG KASIH TAFSIRAN ULAMA BESAR PEGANGAN ANDA MANA? ATW JGN2 AKHI PS MERASA ILMU TAFSIRNYA SUDAH SEJAJAR ATW BHKN LEBIH DARI ULAMA2 BESAR YG SY REFRENSIKAN ?
:-"





Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad)


TAFSIRAN ULAMA2 BESAR DARI IBN KATHIR & JALALYN ( DUA2NYA PALING BANYAK
Mirror 1: TAFSIRAN ULAMA2 BESAR DARI IBN KATHIR & JALALYN ( DUA2NYA PALING BANYAK
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
Rosul
 
Posts: 308
Joined: Thu Jan 23, 2014 5:22 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Fri Apr 11, 2014 8:06 pm

PS gaK takut sama nabinya tapi takut sama ROSUL BARU FFI KAYAKNYA WKWKWKKWKWKWWKKW PERTANYAAN DI SKIP TERUS :rolling:
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



Who is online

Users browsing this forum: No registered users