.

Menyelami Dilema Sang Allah

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sun Apr 06, 2014 10:34 pm

buncis hitam wrote:Elo yang logikanya jeblok gak karuan sama sekali. Si qprim hanya menyatakan soal bahwa orang zaman dulu menganggap bahwa kawin ama bocah cilik itu gak bermoral, elo langsung mengatakan bahwa seharusnya alasan yang logis jika orang kawin di atas usia 30 tahun itu gak bermoral juga. Itu logika apa sih??????


Si qprim menyatakan begitu berdasarkan sumber, kan??

Sumbernya si Hesiod, Kan ??

Hesiod jelas-jelas dikutip mengacapkan dua kalimat, tapi kalimat pertama diabaikan dengan sengaja sama dia.

Itu memanipulasi sumber namanya.

SECARA INTELEKTUAL GAK BERMORAL

Mosok hal sesederhana ini harus gw jelaskan juga. ](*,)
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sun Apr 06, 2014 10:36 pm

qprim wrote:Btw, yang ini kok dilewatin gitu aja?



Ngapain gw nanggapin loe yang mau cari escape route baru.

Gw gak akan nanggapin loe soal lain sebelum urusan Hesiod selesai.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Sun Apr 06, 2014 10:39 pm

Palero,
mana jawaban penafsiran ayat selain quran itu nisbi,
tetap interpretasi quran itu tidak nisbi ... ???
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sun Apr 06, 2014 10:43 pm

Patah Salero wrote:Si qprim menyatakan begitu berdasarkan sumber, kan??

Sumbernya si Hesiod, Kan ??

Hesiod jelas-jelas dikutip mengacapkan dua kalimat, tapi kalimat pertama diabaikan dengan sengaja sama dia.

Itu memanipulasi sumber namanya.

SECARA INTELEKTUAL GAK BERMORAL

Mosok hal sesederhana ini harus gw jelaskan juga. ](*,)

Gak mengabaikan tuh. Baca lagi: Ancient Greek poet Hesiod in "Works and Days" (c. 700BC) suggests that a man should marry around the age of thirty, and that he should take a wife who is five years past puberty.
Kenapa seharusnya nikah di umur sekitar 30-an??? Ada alasannya.
Kenapa pula seharusnya nikah ama cewek yang mengalami 5 tahun setelah masa puber??? Ada alasannya.
Apa alasannya??? Wajar jika ada pertimbangan moral dan masa depan berjangka panjang.
Semua itu punya berbagai alasan.
Dan si qprim hanya menyatakan soal bahwa orang zaman dulu menganggap bahwa kawin ama bocah cilik itu gak bermoral, elo langsung mengatakan bahwa seharusnya alasan yang logis jika orang kawin di atas usia 30 tahun itu gak bermoral juga. Itu logika apa sih??????
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sun Apr 06, 2014 10:48 pm

Jadi semua itu satu2 patah salero dalam mencerna kalimat, jangan langsung dikatakan itu satu alasan yaitu "gak bermoral". Yah diketawain elo nanti. Kapir2 di sini kan gak gampang terkecoh dengan bualan konyol semacam itu. Gw harap elo kagak punya keinginan aneh2 untuk memualafkan orang laen dengan bualan konyol semacam itu. Bisa diketawain habis2an deh elo nanti. :rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby rahimii » Sun Apr 06, 2014 10:52 pm

rahimii wrote:Kebaikan yang dihasilkan dari moral duties yang berasal dari kebenaran absolut yang transenden akan berlaku universal, tidak parsial. Nilai kebaikan yang dihasilkan dari perintah moral allah agar muhammad menikahi aisyah di usianya yang masih kanak-kanak seperti yang anda paparkan diatas, masih sangat parsial. Secara universal pedofilia tidak membawa output kebaikan yang sama bagi seluruh manusia.


Patah Salero wrote:Loe ini pemikir atau HATER, sih.

Penjelasan klise kenapa Tuhan menurunkan hukum Taurat adalah untuk mengkuduskan kaum Israel. Hukum Taurat tidak berlaku Universal, kata mereka. HUKUM TAURAT HANYA BERLAKU UNTUK UMAT ISRAEL DI ZAMAN MUSA.

Kalau loe termasuk orang yang bisa menerima pembenaran hukum taurat tersebut diatas, kenapa loe menolak pembenaran gw mengenai hikmah perkawinan Aisyah ??

Kalo loe termasuk golongan HATERS (ciri-ciri haters: omongannya gak bisa dipegang dan gak konsisten), gw paling bisa bilang: massalaahh bwt loooo...


Baiknya buka trit baru saja bila anda punya keberatan tentang agama sebelah, tidak usah meracau kesana kemari mengaburkan topik. Saya janji akan aktif hadir di trit anda itu. Moralitas objektif transenden adalah moralitas yang digantungkan kepada kebenaran absolut TUHAN. Untuk itu dibutuhkan hanya satu TUHAN, dan TUHAN itu haruslah tidak berpikiran ganda, tidak ada konflik standard pada dirinya. Jadi, inti pertanyaan trit ini adalah apakah TUHAN demikian itu adalah allahnya islam? Saya baca komen-komen anda yang lain juga, menyasar kemana-mana. Hukum logika dan hukum moral anda campur aduk secara serampangan. Hukum logika adalah analisa kebenaran, sementara hukum moral adalah klaim sintetik. Tolong dibedakan ya. Lebih bijaksana bila fokus kepada persoalan yang ditanyakan, gak usah ngalor ngidul kesana kesini bawa argument tinggi-tinggi (sorry, balikin ke anda sesekali boleh ya..) padahal belum tentu mengerti. Silahkan saja tunjukkan letak ketidakkonsistenan saya terhadap tema utama trit nya..sekalian merenung apakah anda sendiri telah bersikap konsisten dalam mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban dan mencerna kalimat dan maksud.
rahimii
 
Posts: 311
Joined: Sun Mar 06, 2011 6:33 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sun Apr 06, 2014 11:07 pm

Gila deh bener ngomong sama patah salero sama dengan ngomong sama bayo lubis di forum murtadin kafirun. Kayak ngomong sama anak cacat mental, padahal anak cacat mental aja masih bisa mencerna omongan orang laen. Jelaslah patah salero ialah bayo lubis.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Sun Apr 06, 2014 11:27 pm

Patah Salero wrote:Saran gw, loe datangi rumah sakit umum daerah elo. Daftar di bagian psikiatrinya. tanyakan apa ciri-ciri pelaku pedofilia. Jangan loe tanya apakah Muhammad SAW pelaku pedofilia. Sebab, kalo dokternya muslim pasti jawab Muhammad bukan pelaku pedofilia, Dan kalo dokternya non-muslim ada kemungkinan jawab Ya.. Muhammad pelaku pedofilia.
Itu kalo loe benar-benar tertarik sama jawaban yang objektif. Kalo loe cuma mo mencari-cari kekurangan Muhammad, apa lagi yang gw bisa bilang selain: Emang masalah buat lo..!!



Dokter Moslem: Jelas sekali akan menjawab Iya, tanya kenapa? PEDOFILIA= Bersyawat dengan Anak anak pra pubertas, dan melakukan hubungan badan dengan Anak pra pubertas.

Dokter Non Moslem: TIdak diragukan lagi saya katakan nabi islam adalah PEDOFILIA, tanya kenapa? jawabannya adalah KARENA SAYA TELAH MENINGGALKAN AJARAN MANUSIA ITU, (mantan Moslem rupanya) :green:
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Teposeliro » Mon Apr 07, 2014 2:33 am

Patah Salero wrote:@atas
Gw gak akan bosen-bosennya mengulang kembali kutipan wikipedia yang dibawa-bawa si Qprim
Ancient Greek poet Hesiod in "Works and Days" (c. 700BC) suggests
that a man should marry around the age of thirty,
and
that he should take a wife who is five years past puberty.
Kedua kalimat pake kata should bro. Apa loe udah mulai rabun ??
Jangan ngomong tinggi soal filsafat lah, kalo logika dasar tingkat SMU belum lulus.


qprim » Sun Apr 06, 2014 9:31 pm
Trima kasih bro buncis karena sudah membantu menanggapi postingnya sdr. PS yang "mencerahkan" ini.
Patah Salero wrote:Koq ketawa Om ???
Untuk penyegaran kita sajikan lagi kutipan wikipedianya
Ancient Greek poet Hesiod in "Works and Days" (c. 700BC) suggests that a man should marry around the age of thirty, and that he should take a wife who is five years past puberty.
Waktu kuliah pernah belajar logika, gak Om ?? Lupa yah fungsi AND dan OR ?? atau harus gw sajikan disini tabel kebenarannya ??
HUA HA HA HA HA................. :rofl: :rofl:
Ternyata PS ini makin lama makin lucu. Terima kasih sdr. PS, anda membuat weekend saya jadi menyenangkan :rolling: :rolling:
Kirain mau ngasih argumen apa, gak taunya cuma ribut soal kata AND dan SHOULD. Anda tau arti kata suggests? Anda tau beda makna dan nuansa antara kata MUST dengan SHOULD? Anda tau bagaimana mengartikan kedua kata tersebut dalam beragam model kalimat yang berbeda?

Pake ngoceh2x soal logika segala. Les Inggris dulu sana yg bener. Bro Angky, mau nggak patungan sama saya supaya PS ini bisa les Inggris sampe khatam?


Kayanya kalau orang itu belajar bahasa inggris dengan baik pasti bisa membedakan arti should tersebut, dan arti kata suggest. Melihat seperti ini qprim yang benar dan ps ga ngerti artinya.
Lagi pula bicara logika dengan statement suggest dan should itu yang aneh.
trus yang dibicarakan logika apa?
anggap tidak ada kata suggest atau kita ingin menilai suggest tersebut
pernyataannya
P= a man should marry around the age of thirty (emang salah kalau menikah diatas 30 alias di umur 40?? atau 20?? kenapa 30 mungkin dianggap usia matang secara psikis dan jiwa deh kalau gitu anggap itu usia minimum deh, kalau dibawah itu ada pengecualian ga? yang tergantung sikon jadi kita anggap kalau diatas 30 benar dan dibawah itu salah)
Q= He should take a wife who is five years past puberty ( wajib 5 tahun diatas masa pubertas, gimana kalau 10 boleh kan? salah ? tidak tentunya karena ada alasannya, tapi tidak dibawah itu, jadi disini ada masa minimum)
jadi sebenarnya seorang laki laki sebaiknya menikah minimum 30 karena secara moral dia sudah mandiri dan mampu bertindak sebagai suami dan ayahdemikian pula dengan sang wanita.
dengan demikian ada pernyataan tambahan R= seseorang sudah mandiri dan dapat menjalankan fungsi dan perannya.
mari kita buktikan dengan logika
jika P maka R itu artinya bener dong. perlu dibuatkan tabelnya bung PS?
Jika Q maka R juga harus bener kan bung PS?
nah barulah keduanya digabung maka akan terlihat jawabannya.
jadi kalau ada seorang laki laki yang bisa menjalakan fungsinya sebagai ayah dan suami walaupun umurnya belum 30 katakan 25 tetap secara moral benar. demikin pula kalau dibawah itu. tapi seorang anak kecil yang masa pubernya aja belum nyampe yah mau digimanakan juga udah salah kan. Kalau ada belajar logika, disitu juga dipelajarikan faktor kesalahan dari logika. heheh

Menyelami Dilema Sang Allah
Mirror 1: Menyelami Dilema Sang Allah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
Teposeliro
 
Posts: 96
Joined: Wed Mar 26, 2014 1:47 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Mon Apr 07, 2014 11:50 am

@Palero
Jawab singkat dan tegas saja:

1. muhamad saw TIDAK MELAKUKAN PEDOFIL

2. muhamad saw MELAKUKAN PEDOFIL, TAPI Hal tsb TIDAK DIANGGAP SUATU PELANGGARAN MORAL,
TIDAK DIANGGAP KEBEJADAN, TIDAK DIANGGAP PENYIMPANGAN (or what ever istilah negatif lainnya),
OLEH UMAT MUSLIM .... ???
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby GoodSniper » Mon Apr 07, 2014 1:12 pm

Mahasiswa98 wrote:pertanyaan gw masih sama Bro:

APAKAH AISYAH KORBAN PEDOFILIA?

tolong dijawab Bro karena itu gampang sekali.


Patah Salero wrote: ya, emang gampang sekali. jawabannya bukan.

Semua definisi pelaku pedofilia mencirikan adanya syahwat yang terus menerus kepada anak-anak pra pubertas.


ooh..menurut si Patah..Aisyah bukan korban pedofilia..tetapi ia mendapat karunia dari Aulo untuk merasakan penetrasi rudal mamad pada waktu dini..terkait dengan PAUD..hasilnya ia 5 teratas dalam periwayatan hadist.., Aulo maha bijaksana...

ibarat sindiran politik sekarang: Biar Mamad Pedofilia yang penting tata bahasanya tetap santun... :vom:
GoodSniper
 
Posts: 724
Joined: Wed Apr 20, 2011 4:38 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby gema » Mon Apr 07, 2014 1:22 pm

Mahasiswa98 wrote:pertanyaan gw masih sama Bro:

APAKAH AISYAH KORBAN PEDOFILIA?

tolong dijawab Bro karena itu gampang sekali.

ya, emang gampang sekali. jawabannya bukan.

Patah Salero wrote:Semua definisi pelaku pedofilia mencirikan adanya syahwat yang terus menerus kepada anak-anak pra pubertas.


Belagu amat ngelesnya, syahwat terus menerus afanya.. Kalau sudah ada rasa konak/hasrat seksual sama anak-anak dah dikatakan phedopile namanya.

http://dictionary.reference.com/browse/pedophile?qsrc=2446
pedophile
Use Pedophile in a sentence
ped·o·phile
[ped-uh-fahyl or, esp. British, pee-duh-] Show IPA
noun Psychiatry.
an adult who is sexually attracted to young children.= hasrat seksual orang dewasa/bandot tua pada anak-anak.
Also, especially British, pae·do·phile [pee-duh-fahyl] Show IPA .
Also, pedophiliac.

Origin:
1950–55; pedo-1 + -phile, or directly < Greek paidóphilos ‘loving children’
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby JANGAN GITU AH » Mon Apr 07, 2014 2:05 pm

JANGAN GITU AH wrote::lol:
PS, andai tidak ada satu pun teks kitab suci sebelum abad 18 mengatakan perbuatan pedofilia bukanlah perbuatan amoral, apa menurutmu perkawinan Muhammad vs Aisya pada usia 9 thn itu merupakan perbuatan yang pantas diteladani? Ingat lho, Muhammad diklaim sebagai teladan sempurna. Seorang teladan sempurna selayaknya memang benar-benar sempurna di sepanjang segala masa. Gak peduli kapan pun masa itu akan datang! Kesempurnaan tentunya tidak akan dapat dikalahkan waktu. Iya kan? Kesempurnaan akan bertahan terus!

Ah, iya...sayang sekali, di salah satu postmu ada saya baca sebuah statemen darimu, kau katakan bahwa dirimu setuju bahwa pedofil bukanlah perbuatan bermoral. CMII kalau saya salah mengartikan kata-katamu di situ. Apakah Muhammad masih dapat dikatakan bermoral berdasarkan statemen tersebut? Masih ya?

Ah iya juga, menurutmu masih. Untuk mempertahankan "menurutmu ini" maka kau menanyakan bukti teks sebelum abad 18. Koq bisa ya punya sikap ambigu? bicara yang tegas dong, milih mana?

Kau kasak kusuk mempermasalahkan stadar moral, penilai standar moral dan berusaha mempertentangkan satu sama lain. Padahal seperti yang dikatakan Sdr. Goodsniper, dan saya setuju dengan dia, jika Muhammad adalah seorang nabi, selayaknya kehadiran beliau dapat memperbaiki kondisi moral masyarakat jaman itu sebagai jaman jahiliyah. mengapa kau harus membela standar moral kaum Jahiliyah Arab abad ke 7 demi mengurangi tekanan kritik atas moralitas Muhammad? Bukankah moralitas kaum jahiliyah dinilai sangat buruk oleh Islam?

Seorang nabi tentunya diharapkan mampu membawa angin segar perubahan pada budaya yang dipandang salah melalui sikap yang berbedadari yang dilakukan kaum jahiliyah. Bukan malah menyetujui secara tak langsung perbuatan pedofilia yang kau anggap lumrah dilakukan masyarakat jahiliyah melalui Aisyah?

Ada apa sebenarnya yang bergejolak dibenakmu, dik PS?


Patah Salero wrote:Gw rasa udah gw bilang berulang kali bahwa menurut muslim, bila suatu statemen didukung dengan tegas Teks WAHYU, maka kebenarannya akan absolut. Kalau enggak ya nisbi. Yang gw maksud nisbi, pernyataan itu benar bagi orang yang mengatakannya. Misalnya, karena tidak ada pernyataan yang tegas dari wahyu, maka anggapan gw bahwa pedofilia perbuatan tidak bermoral hanya bener bagi gw aja. Gw gak akan menganggap bahwa pendapat gw itu kebenaran absolut. Dan karena pendapat gw itu gak absolut, maka gw gak akan menganggap orang yang melakukan perbuatan tersebut, apalagi dari kultur yang jauh berbeda dengan gw, sebagai orang tidak bermoral.


hihi....kebiasaan lama kumat...gagal dalam mencerna komentar orang,
nafsu amat sih mau ngegolin kasus pedofil ini agar naik kelas? :shock:

Saya kutib ulang ini dari pertanyaan saya:

andai tidak ada satu pun teks kitab suci sebelum abad 18 mengatakan perbuatan pedofilia bukanlah perbuatan amoral, apa menurutmu perkawinan Muhammad vs Aisya pada usia 9 thn itu merupakan perbuatan yang pantas diteladani?


ditunggu ya?!
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Joe Andmie » Mon Apr 07, 2014 11:20 pm

Mahasiswa98 wrote: TIdak diragukan lagi saya katakan nabi islam adalah PEDOFILIA, tanya kenapa? jawabannya adalah KARENA SAYA TELAH MENINGGALKAN AJARAN MANUSIA ITU, (mantan Moslem rupanya) :green:


Sedikit saya tambahkan, hasrat sexsual tak melulu harus melalui hubungan intim.
ambil contoh , goyang inul sudah bikin habib berisik gairah sampai ejakulasi.
Kalau ada yang suka sama gadis balita, udah dia kata apapun saja .
Yang bikin saya tambah bingung , perintah menyusui pria dewasa.
Kalau Bro ditempat tugas ada muslimah, coba minta disusui ini perintah nabi ente . :rolling:
User avatar
Joe Andmie
 
Posts: 1761
Images: 1
Joined: Mon Jul 04, 2011 6:48 pm
Location: DIBAWAH POHON KELAPA SAWIT

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Tue Apr 08, 2014 2:21 am

Mahasiswa98 wrote: TIdak diragukan lagi saya katakan nabi islam adalah PEDOFILIA, tanya kenapa? jawabannya adalah KARENA SAYA TELAH MENINGGALKAN AJARAN MANUSIA ITU, (mantan Moslem rupanya) :green:

Joe Andmie wrote:Sedikit saya tambahkan, hasrat sexsual tak melulu harus melalui hubungan intim.
ambil contoh , goyang inul sudah bikin habib berisik gairah sampai ejakulasi.
Kalau ada yang suka sama gadis balita, udah dia kata apapun saja .
Yang bikin saya tambah bingung , perintah menyusui pria dewasa.
Kalau Bro ditempat tugas ada muslimah, coba minta disusui ini perintah nabi ente . :rolling:

:rolling:
Halo Bro Joe.
Sepengetahuan saya, ada 1 moslem yang kemudian di tampar guru agamanya gara gara bertanya ada hadist nabi yang meminta menyusui orang dewasa. alhamduladi ternyata dikemudian hari moslem ini mendapatkan hidayah dari Tuhan dan menjadi pengikutNya.
Cara Tuhan memang ajaib sampai sampai ada manusia yang kemudian di celikan dengan logika sederhana namun sangat kuat sehingga sadar ada kesesatan dalam islam.

nah ini yang saya tidak sanggup meminta menyusui Bro :rolling:
masa saya sudah dewasa harus mimik cucu dari wanita dewasa :rolling:
gak ah gak mau masih banyak susu kemasan yang bisa saya beli kok

Salam.
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby gema » Tue Apr 08, 2014 10:45 am

Mahasiswa98 wrote:nah ini yang saya tidak sanggup meminta menyusui Bro :rolling:
masa saya sudah dewasa harus mimik cucu dari wanita dewasa :rolling:
gak ah gak mau masih banyak susu kemasan yang bisa saya beli kok

Salam.


Beli susu kaleng caf "Nona" aja Bro..
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby angky » Tue Apr 08, 2014 10:46 am

JANGAN GITU AH wrote:andai tidak ada satu pun teks kitab suci sebelum abad 18 mengatakan perbuatan pedofilia bukanlah perbuatan amoral, apa menurutmu perkawinan Muhammad vs Aisya pada usia 9 thn itu merupakan perbuatan yang pantas diteladani?


Sedikit koreksi : di nikahi pada usia 6 tahun, DITIDURI pada usia 9 tahun.......hadist yg menceritakan nya shahih semua lho, kong pepe dan ustad CS pun meng amini nya.

Menyelami Dilema Sang Allah
Mirror 1: Menyelami Dilema Sang Allah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby qprim » Tue Apr 08, 2014 11:42 am

Patah Salero wrote:Ngapain gw nanggapin loe yang mau cari escape route baru.

Gw gak akan nanggapin loe soal lain sebelum urusan Hesiod selesai.


Kita mau ngomong soal Hesiod ya? Sekarang, coba cermati reply saya sebelumnya.

qprim wrote:Tapi oklah, saya menghargai jerih payah anda yang sudah berpikir keras untuk membuat dua pertanyaan yang saling "berhubungan". Jadi kita lanjutin deh diskusinya.

Sekarang giliran saya yang nanya boleh ya? Masak cuman anda yang nanya......
Apakah kondisi dimana ada seorang laki2x yang menikahi gadis kecil di bawah umur dengan seorang laki2x dewasa yang belum menikah bisa diperbandingkan secara setara dari sudut pandang moralitas ? Tolong jelaskan, rasanya teman2x kafirun di sini juga tertarik untuk memahami alur berpikir anda soal moralitas.

Monggo, silahkan.......


Katanya ahli logika, coba dicerna baik-baik reply saya itu. Emang di situ saya ngajak diskusi soal apa? Jelas-jelas saya mengajak untuk melanjutkan diskusi soal pernyataan Hesiod. PS ini gak paham, pura-pura gak paham, atau gak berani jawab?

Namanya diskusi boleh dong tanya jawab. Dan tolong fokuskan diskusi pada soal moralitas. Kita hormati sama2x bro rahimii sebagai TS. Atau PS ini sebenernya bukan mau diskusi, melainkan mau les privat secara gratis ke para kafirun tentang cara bernalar?

Kalau anda, Patah Salero, merasa diri sebagai ahli logika, silahkan buka thread baru untuk mendiskusikan logika. Saya akan terlibat aktif di situ. Untuk start awal, anda bisa tanggapi replynya bro teposeliro.
User avatar
qprim
 
Posts: 259
Joined: Wed Nov 09, 2005 4:01 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Kibou » Tue Apr 08, 2014 12:06 pm

Mahasiswa98 wrote:Bro Kibou numpang tanya. apakah Nilai Nurani manusia adalah pasti sama? sejak manusia diciptakan sampai manusia terakhir adalah sama dan tidak berubah?
katakanlah nilainya 10 (paling tinggi) mulai dari awal sampai akhir?


Terima kasih Bro Mahasiswa.

Saya bingung mau menjawab sebagai murid filsafat, ataukah sebagai orang yang sudah ditebus Kristus?

Kalau sebagai kristen, jawaban saya dapatkan di Genesis 3. Tidak usah saya ulas supaya tidak OOT yah Bro.

Kalau sebagai murid filsafat, terus terang saya tidak tahu jawaban pastinya. Tapi saya rasa intuisi moral itu bisa kita analogikan dengan intuisi logika/matematika.

Tentunya ada manusia-manusia yang intuisi logika demikian hebat, mereka bisa memperkenalkan manusia lain kepada kalkulus (Sir Isaac Newton dan G.W. Leibniz).

Tentunya juga ada manusia-manusia yang intuisi moralnya demikian hebat, mereka bisa memperkenalkan manusia lain kepada ajaran-ajaran Kasih. Misalnya Zoroaster dan Siddarta Gautama.

Dengan demikian, saya mau sumbang lagi pemikiran:

Saya sudah ajukan pemikiran bahwa belief yang dihasilkan intuisi moral itu sifatnya properly basic, tentunya dengan kondisi bahwa intuisi moral tersebut (sebagai salah satu kemampuan kognitif manusia) sedang berfungsi sebagaimana mestinya, tidak dalam kondisi dysfunction atau malfunction. Ini disebut Plantinga sebagai proper function.

Konsep proper function menjadi sangat penting dalam menentukan moral dan etika manusia.

Saya coba ilustrasikan sbb:

Analogikan intuisi moral seperti sebuah organ fisik seperti penciuman. Untuk bisa berfungsi, organ penciuman memerlukan input (bau atau aroma) dan bisa menghasilkan output dari input yang bersangkutan.

Organ penciuman saya mendapat input bau kotoran kucing yang sangat menyengat, dan sebagai output dalam diri saya timbul rasa mual, rasa jijik, rasa ingin menjauhi sumber bau tersebut secepat mungkin.

Kalau kita kembali ke intuisi moral, input bisa (tapi tidak terbatas pada) berupa penggambaran suatu peristiwa (state of affairs). Misalnya:

P = Seorang pria memperkosa, menyiksa, dan membunuh anak kecil.

Setelah menangkap penggambaran P secara abstrak, maka dalam diri Budi timbul rasa mual, rasa jijik, dan sebagai output susulan timbul belief pada diri Budi bahwa P itu tidak baik, tidak pantas, dan tidak boleh ditiru apalagi diteladani.

Jadi dari input P, keluar output belief bahwa P itu salah, tidak semestinya dilakukan.

Tapi bagaimana jika ada orang yang juga mendapat input P, tapi menghasilkan output yang berbeda?

Robot Gedek menangkap P, dan timbul dalam dirinya sexual arousal, dan bahkan kepuasan. Timbul output belief dalam diri Robot Gedek bahwa P itu menyenangkan, membahagiakan.

Sekarang barulah terlihat betapa pentingnya menilai intuisi moral melalui kacamata proper function.

Karena kini kita bisa mempertanyakan, antara Budi dan Robot Gedek, manakah yang intuisi moralnya berfungsi sebagaimana mestinya? Apakah Budi? Ataukah Robot Gedek? Atau tidak keduanya (moral relativism)?

Nanti kalau ada waktu luang saya lanjutkan lagi...
User avatar
Kibou
 
Posts: 1359
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Tue Apr 08, 2014 5:20 pm

@Palero,
selain nabi muhamad,
siapakah 24 nabi lainnya - dari adam, idris, nuh, hud, soleh, ibarhim, luth, ismail, iskak, yakub, yusuf, ayub, suaib, musa, harun, zulkilfli, daud, sulaiman, ilyas, ilyasa, yunus, zakaria, yahya dan isa,

YANG PUNYA ISTRI ANAK PEREMPUAN UMUR 6 TAHUN .... ???

Ke 2:
SIAPA SAJA PEMIMPIN islam - raja, pangeran, sultan, syaikh, ustad, ulama, habib BESAR DAN TERNAMA,
yang MEMPUNYAI ISTRI Resmi ANAK2X (dibawah usia 12 tahun setidaknya) ....

ke 3:
Kalo nanti lo punya anak perempuan, lalu ada Ulama / Ustadz kakek2x berumur 50 tahun,
MEMINTA ANAK PEREMPUAN LO YANG MASIH BERUMUR 6 TAHUN untuk MENJADI ISTRI KE SEKIANNYA,
LO TERIMA APA TIDAK PERMINTAAN BELIAU ... ?

Dia berjanji, sebelum anak lo usia 9 tahun,
DIA CUMA AKAN MENGGESEK-GESEKKAN PELIRNYA KE JEPITAN PAHA ANAK LO DAN DIA CUMA AKAN MENYEDOT Mulut - dan mungkin vegi, ANAK LO DOANG ....

Lo terima ... ?!
KALO TIDAK, Sebutkan alasannya ....!?


BTW.
Lo telah dengan ikhlas dan REDONYA Merelakan IBU LO DIHUKUM MATI KARENA - alasan,
MENJALANKAN / MENEGAKKAN SYARI islam ....

Maka TENTUNYA LO HARUS Menjalankan Sunah dan Syari islam Lain yg berupa;
MENGAWINKAN BOCAH PEREMPUAN LO DENGAN LAKI2X BANDOT ....


Iya apa betul ... ???

@Palero,
Mirror 1: @Palero,
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



Who is online

Users browsing this forum: No registered users