.

Menyelami Dilema Sang Allah

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sat Apr 05, 2014 7:43 pm

Satu pertanyaan buat patah salero kalo elo berani jawab dan bukan pengecut:
Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Rosul » Sat Apr 05, 2014 8:15 pm

Patah Salero wrote: Ini juga mau gw tanya. Usia Maria (Bunda yang Mulia Yesus) ketika menikah dengan Yusuf adalah 14 tahun. Sementara usia minimum bagi perempuan yang akan menikah di Indonesia adalah 16 tahun. Menurut elo, mana yang sesuai dengan kebenaran Absolut transenden ?? :green: Haruskah Indonesia merubah umur minimum perempuan yang akan menikah menjadi 14 tahun ??


INI BUKAN MASLAH BATASAN UMUR (TAHUN) TAPI BATASAN UMUR FISIOLOGIS , ANAK UMUR 6-9 TAHUN SANGAT DIRAGUKAN UTK BISA MELAKUKAN HUBUNGAN SEX SECARA FISIK MAUPUN MENIKMATINYA SECARA MENTAL .

MARIA MENIKAH YUSUF PD UMUR 14 TH ?? PERIWAYATAN SAHIH DARIMANA ? DARI INJIL ATAU DARI DONGENG2 SETELAH ZAMAN INJIL ?



Patah Salero wrote:Omongan loe trus terang agak ketinggian buat gw. Tapi apa gunanya omong tinggi kalo enggak bisa diterapkan dalam kondisi ril. Gw ambil contoh saangaaaattt klasik: HUKUM MAKAN BABI.

Yahudi mengatakan makan babi dilarang Tuhan, dengan alasan bla..bla..bla..
Kristen mengatakan makan babi tidak dilarang Tuhan, dengan alasan bla...bla...bla...
Karena Yahudi dan Kristen mengaku menyembah Tuhan yang sama, maka kedua pernyataan tersebut bertolak belakang.
Dan secara logika dua pernyataan yang bertolak belakang TIDAK MUNGKIN sama-sama benar. Salah satu PASTI salah.



KAN SITU SUDAH NGAKU GAK KOMPETEN UTK BISA MENILAI BENER ATW SALAHNYA SUATU TINDAKAN PEDOFILIA, ARTINYA ANDA PUN SECARA GAK LANGSUNG NGAKU GAK KOMPETEN UTK BISA MENILAI TINDAKAN NABI ANDA BENER ATAU SALAH

JADI KAMI HARUS MEMBENARKAN PENDAPAT ANDA DLM MENILAI MASALAH PEDOPILIA YG ANDA AKUI SENDIRI TIDAK KOMPETEN ?


MASALAH SEORANG ANAK KECIL YG HARUS MELAKUKAN HUBUNGAN SEX WALAU FISIK BELUM SIAP DISAMAKAN DG LARANGAN MAKAN BABI ?? SERIUS NIH ?

ENTE PUNYA ANAK PEREMPUAN ? ATAU BAYANGKAN MISALKAN WAKTU IBU ANDA MASIH KECIL UMUR 6 TH / 9TH DIPAKSA BERHUBUNGAN SEX DG LAKI2 UMUR 50 TAHUN , ENTE BAHAGIA MISAL IBU ENTE DIBEGITUKAN ??

APA ENTE MAU MASALAH IBU ENTE DISAMAKAN DG MASALAH BABI ???



DITAMBAH MASALAH MAKAN BABI BUKAN MASALAH MORAL TPI LBIH KPD RITUAL, KECUALI HATI NURANI ANDA TERGORES SAAT ADA BABI DISEMBELIH, APA BABI MASIH BERSAUDARA DG ANDA MUNGKIN ?




.

Menyelami Dilema Sang Allah
Mirror 1: Menyelami Dilema Sang Allah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
Rosul
 
Posts: 308
Joined: Thu Jan 23, 2014 5:22 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Sat Apr 05, 2014 8:28 pm

Patah Salero wrote: Ini juga mau gw tanya. Usia Maria (Bunda yang Mulia Yesus) ketika menikah dengan Yusuf adalah 14 tahun. Sementara usia minimum bagi perempuan yang akan menikah di Indonesia adalah 16 tahun. Menurut elo, mana yang sesuai dengan kebenaran Absolut transenden ?? :green: Haruskah Indonesia merubah umur minimum perempuan yang akan menikah menjadi 14 tahun ??



PS pura pura buta atau memang sedang taqiya? :lol:
Maria mengalami persetubuhan yah PS wkwkwkw wkwk
sumpah gw ngakak gak habis habis sama Moslem 1 ini
sudah kepepet semua senjata nembak kaki sendiri hahaha ahahhahha hahahaha ahaha
:rolling: :rolling:
aduh kasihan dengan PS ini, mungkin bayangan PS, Aisyah cuma dilihat lihat sama muhamad :rofl:
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sat Apr 05, 2014 8:53 pm

Patah Salero wrote: Ini juga mau gw tanya. Usia Maria (Bunda yang Mulia Yesus) ketika menikah dengan Yusuf adalah 14 tahun. Sementara usia minimum bagi perempuan yang akan menikah di Indonesia adalah 16 tahun. Menurut elo, mana yang sesuai dengan kebenaran Absolut transenden ?? :green: Haruskah Indonesia merubah umur minimum perempuan yang akan menikah menjadi 14 tahun ??



Mahasiswa98 wrote:PS pura pura buta atau memang sedang taqiya? :lol:
Maria mengalami persetubuhan yah PS wkwkwkw wkwk
sumpah gw ngakak gak habis habis sama Moslem 1 ini
sudah kepepet semua senjata nembak kaki sendiri hahaha ahahhahha hahahaha ahaha
:rolling: :rolling:
aduh kasihan dengan PS ini, mungkin bayangan PS, Aisyah cuma dilihat lihat sama muhamad :rofl:


Coba loe cari di postingan gw itu dimana gw menyebut-nyebut soal persetubuhan ??

Dan loe buat kesalahan kedua, gagal mencerna maksud pertanyaan. Gw membandingkan tradisi Yahudi dengan aturan di Indonesia, Gw mau Tahu, mana yang lebih diridhoi Tuhan Israel.

Kenapa loe nyosor ke Muhammad SAW ?? Jaka sembung, booo...
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sat Apr 05, 2014 8:54 pm

Patah salero emang pengecut. Ayo jawab ini:
Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Sat Apr 05, 2014 8:56 pm

Mahasiswa98 wrote:PS pura pura buta atau memang sedang taqiya? :lol:
Maria mengalami persetubuhan yah PS wkwkwkw wkwk
sumpah gw ngakak gak habis habis sama Moslem 1 ini
sudah kepepet semua senjata nembak kaki sendiri hahaha ahahhahha hahahaha ahaha
:rolling: :rolling:
aduh kasihan dengan PS ini, mungkin bayangan PS, Aisyah cuma dilihat lihat sama muhamad :rofl:


Patah Salero wrote:Coba loe cari di postingan gw itu dimana gw menyebut-nyebut soal persetubuhan ??

Dan loe buat kesalahan kedua, gagal mencerna maksud pertanyaan. Gw membandingkan tradisi Yahudi dengan aturan di Indonesia, Gw mau Tahu, mana yang lebih diridhoi Tuhan Israel.

Kenapa loe nyosor ke Muhammad SAW ?? Jaka sembung, booo...


Jawab dengan tegas Bro

APAKAH BUNDA MARIA ADALAH KORBAN PEDOFILIA???

YA ATAU TIDAK ?
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sat Apr 05, 2014 9:00 pm

Mahasiswa98 wrote:Jawab dengan tegas Bro

APAKAH BUNDA MARIA ADALAH KORBAN PEDOFILIA???

YA ATAU TIDAK ?


mana gw tau. Dan gak penting bagi gw.

yang penting bagi gw saat ini, dan sesuai dengan topik di trit ini adalah KEBENARAN OBJEKTIF TRANSENDENTAL YANG TAK BERUBAH. :green:

Sorry kalo gw enggak ngejawab pertanyaan yang gak ada hubungannya dengan itu.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sat Apr 05, 2014 9:02 pm

mana gw tau. Dan gak penting bagi gw.

yang penting bagi gw saat ini, dan sesuai dengan topik di trit ini adalah KEBENARAN OBJEKTIF TRANSENDENTAL YANG TAK BERUBAH. :green:

Sorry kalo gw enggak ngejawab pertanyaan yang gak ada hubungannya dengan itu.

Dan pertanyaan ini ada hubungannya:
Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.

Mana jawaban elo, pengecut????
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sat Apr 05, 2014 9:04 pm

buncis hitam wrote:Patah salero emang pengecut. Ayo jawab ini:
Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.


Loe gak menyimak dari awal, yah...

Pertanyaan pertama gw pasti: adakah teks wahyu yang mengatur hal itu (dalam hal ini perzinaan) ??
Coba gw test pengetahuan keislaman loe, ada gak ayat Quran atau hadis yang melarang perzinaan ??

Kalau ada berarti aturan perzinaan itu bagi gw kebenaran absolut. kalau enggak ada, bisa berubah sewaktu-waktu.
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sat Apr 05, 2014 9:09 pm

PS wrote:Loe gak menyimak dari awal, yah...

Pertanyaan pertama gw pasti: adakah teks wahyu yang mengatur hal itu (dalam hal ini perzinaan) ??
Coba gw test pengetahuan keislaman loe, ada gak ayat Quran atau hadis yang melarang perzinaan ??

Kalau ada berarti aturan perzinaan itu bagi gw kebenaran absolut. kalau enggak ada, bisa berubah sewaktu-waktu.

Jadi pedofil yang merupakan perzinahan salah apa bener?????
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Mahasiswa98 » Sat Apr 05, 2014 9:14 pm

Patah Salero wrote:mana gw tau. Dan gak penting bagi gw.

yang penting bagi gw saat ini, dan sesuai dengan topik di trit ini adalah KEBENARAN OBJEKTIF TRANSENDENTAL YANG TAK BERUBAH. :green:

Sorry kalo gw enggak ngejawab pertanyaan yang gak ada hubungannya dengan itu.



Oke deh biar gampang ane ganti pertanyaanya deh.

APAKAH AISYAH KORBAN PEDOFILIA?

JAWAB YA ATAU TIDAK

gampang nih pertanyaanya yah gak Bro?
pasti bisa kan menjawabnya.
silahkan.
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby buncis hitam » Sat Apr 05, 2014 9:33 pm

Emangnya gw ini bego2 amat bisa dikibulin sama si patah salero yang merupaka manusia penakut. Ditanya begini:
Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.

Langsung ngeles dengan hebatnya:
Loe gak menyimak dari awal, yah...

Pertanyaan pertama gw pasti: adakah teks wahyu yang mengatur hal itu (dalam hal ini perzinaan) ??
Coba gw test pengetahuan keislaman loe, ada gak ayat Quran atau hadis yang melarang perzinaan ??

Kalau ada berarti aturan perzinaan itu bagi gw kebenaran absolut. kalau enggak ada, bisa berubah sewaktu-waktu.

Padahal, gw tanya begituan itu juga karena usahanya dia untuk membenerkan bahwa pedofil adalah FRISBI dengan nyangkut2 perintah soal makan babi di alkitab. Padahal kalo dia konsisten, maka sudah seharusnya dia menuntut perintah larangan berzinah dihapuskan. Namun ternyata gak berani sama sekali. DASAR PENGECUT CUT CUT.
Jadi pertanyaan gw nih tolong dijawab, patah salero:
Jadi pedofil yang merupakan perzinahan salah apa bener?????
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby fire » Sat Apr 05, 2014 9:52 pm

bingung juga ama si patah ini.... pertanyaan si buncis item ntuh kan kagak susah2 banget.... orang waras manapun pasti bisa ngejawab dah!!!.... kecuali si patah yang seperti kagak waras.....

gue jawab dah! cukup 2 kata aja... :

Jadi berzinah itu suatu saat bisa naek kelas jadi tindakan yang bermoral dan mulia yaaa????? Jelaskan secara logis.


KAGAK BISA.!

ntuh,... mudah kan..????
User avatar
fire
 
Posts: 708
Joined: Sat Apr 10, 2010 11:59 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby rahimii » Sat Apr 05, 2014 11:42 pm

rahimii wrote:Bro patah, saya pikir anda tidak mengerti apa yang saya coba sampaikan. Bahkan anda secara sangat mencolok mencoba memaksakan pedofilia sebagai sebuah perbuatan bermoral yang memiliki tingkat kebenaran berdasarkan kondisi, kultur atau perkembangan sosial di zaman tertentu, mengingat nabi yang anda puja pernah mempraktekkannya. Terlihat juga bahwa anda secara serampangan menyamakan pengertian moral absolut dan moral objektif. Saya ulangi sekali lagi. Moral objektif berarti satu perbuatan tetap tidak bermoral meskipun individu, masyarakat atau budaya lain menganggapnya sebaliknya. Moral objektif eksis diluar opini manusia. Oleh karenanya, moralitas objektif hanya dapat dilandaskan dan bersumber dari sesuatu yang transenden diluar manusia. Ciptaan tidak punya definisi pada dirinya sendiri.

Sesuatu yang transenden ini setidaknya harus memiliki tiga kriteria persyaratan agar hukum moral itu dapat menjadi objektif. Yang pertama, otoritas transenden yang absolut dan tidak berubah. Kedua, standard transenden yang absolut dan tidak berubah. Ketiga, kebenaran transenden yang absolut. Hanya satu keberadaan yang dapat memenuhi kriteria tersebut, yaitu TUHAN yang aspek kebenarannya melampaui segala zaman dan tidak berubah. TUHAN yang tidak memiliki kewajiban moral untuk dilakukan, TUHAN yang adalah sumber moral objektif dimana seluruh kebaikan dan kebenaran melekat dalam karakternya. Kebaikan dan kebenaran dalam karakter moral itu adalah nature nya, sehingga hanya yang baik akan dihasilkan daripadanya.


Patah Salero wrote:KEBENARAN TRANSEDEN YANG ABSOLUT...hmm sangat menarik.

Omongan loe trus terang agak ketinggian buat gw. Tapi apa gunanya omong tinggi kalo enggak bisa diterapkan dalam kondisi ril. Gw ambil contoh saangaaaattt klasik: HUKUM MAKAN BABI.

Yahudi mengatakan makan babi dilarang Tuhan, dengan alasan bla..bla..bla..
Kristen mengatakan makan babi tidak dilarang Tuhan, dengan alasan bla...bla...bla...
Karena Yahudi dan Kristen mengaku menyembah Tuhan yang sama, maka kedua pernyataan tersebut bertolak belakang.
Dan secara logika dua pernyataan yang bertolak belakang TIDAK MUNGKIN sama-sama benar. Salah satu PASTI salah.

Pertanyaan gw: bisakah kita menemukan yang mana kebenaran absolut dari dua pernyataan yang bertentangan itu. Tolong sertakan juga dalam analisis elo aspek KEBENARAN TRANSEDEN ABSOLUT DAN TAK BERUBAH.


rahimii wrote:Oleh karena TUHAN ini adalah seluruh kebaikan dan kebenaran, maka semua yang mungkin TUHAN dapat berikan dan izinkan terjadi kepada manusia, adalah hanya apa yang akan membawa kebaikan kepada kita pula. Meskipun pada awalnya mungkin kebaikan itu menjadi output akhir dari satu peristiwa yang kita anggap jahat pada awalnya. Dengan kata lain, TUHAN dapat “mengizinkan” ketidakbaikan jika hanya dari ketidakbaikan itu pada akhirnya akan menghasilkan output yang baik kepada seluruh manusia. Setiap definisi harus ditarik kembali kepada TUHAN, sang pemberi definisi. Pertanyaannya, kebaikan universal apa yang dapat dihasilkan dari perilaku bejat pedofil yang kompatibel dengan segala zaman, sehingga pedofilia memiliki definisi terhadap makna kebenaran bagi sang pemberi definisi? Sebelum menjawab juga harus diingat, standard moral objektif sang transenden haruslah tidak berubah-ubah agar tidak berkontradiksi dengan atributnya yang maha dalam segalanya.


Patah Salero wrote:Kalo yang loe maksud kebaikan apa yang dihasilkan dari perkawinan Muhammad SAW dan Aisyah, maka loe udah pasti hijau banget dalam Ilmu keislaman. Aisyah termasuk lima besar orang yang meriwayatkan hadis dari Muhammad.
Adz-Dzahabi mengatakan yang paling banyak meriwayatkan hadits dari kalangan sahabat Radiyallahu anhum ajma'in, adalah:
1. Abu hurayrah meriwayatkan 5.374 hadits
2. Ibnu Umar : 2.630 hadits
3. Anas : 2.276 hadits
4. Aisyah : 2.210 hadits
5. Jabir : 1.540 hadits
6. Abu sa'id : 1.170 diatas 586 hadits
7. Umar : 537 hadits
8. Abdullah bin umar 700 hadits
9. Ummu salamah : 378 hadits
10. Al-barra' bin 'azib : 305 hadits
11. Abu dzar : 281 hadits
12. Sa'ad : 271 hadits
13. Abu umamah : 250 hadits
14. Sahl bin Sa'ad : 188 hadits
15. Ubadah : 181 hadits
16. Imron : 180 hadits
17. Mua'dz : 157 hadits
18. Abu ayyub 155 hadits
19. Tsaman : 164 hadits
20. Jabir bin samrah : Sda (164 hadits)
21. Abu bakar Ashiddiq : 132 hadits
22. usamah : 182 hadits
23. Tsauban : 172 hadits
24. Samroh bin jundab 132 hadits
25. Nu'man bin Basyir : 142 hadits
26. Abu mas'ud : 102 hadits
27. Jarir : 100 hadits
28. Ibnu Abi Aufa : 95
http://noternative.blogspot.com/2013/12/jumlah-hadits-yang-diriwayatkan-para.html

Kalau membandingkan jumlah hadis yang diriwayatkan para istri Muhammad, maka Aisyah tetap yang paling OK:
http://ahsyaf.wordpress.com/2011/07/19/kontribusi-siti-aisyah-dalam-periwayatan-hadits-pada-musnad-ahmad-bin-hanbal/

Image
note:az-zhahabi mungkin melaporkan jumlah hadis yang lebih kecil untuk menghilangkan pengulangan. Data dari az-zahabi dikutip dari berbagai kitab hadis, sementara data diatas hanya dari satu kitab, yaitu sunan Ahmad.

Sebagaimana bisa loe lihat dalam tabel diatas, jumlah TOTAL hadis yang diriwayatkan oleh SEMUA ISTRI KECUALI AISYAH ADALAH 441, Jumlah Total seluruh hadis yang diriwayatkan istri-istri Nabi berjumlah 2875. Itu artinya Aisyah meriwayatkan sekitar 85 % dari total hadis yang diriwayatkan istri-Istri Nabi.

Gw rasa disini loe mulai paham apa manfaat perkawinan Aisyah. Tapi kalo belum paham juga akan gw bantu. Aisyah adalah salah satu sumber informasi paling penting tentang kehidupan pribadi Muhammad SAW. Tidak bisa digantikan. Menunda perkawinannya dengan Muhammad SAW akan mengurangi informasi yang akan diserapnya


rahimii wrote:Anda meminta teks wahyu sebagai bukti resmi jika pedofilia adalah benar larangan dari tuhan. Sekali lagi, saya “takjub” dengan logika berpikir anda yang saling bertabrakan satu sama lain. Banyak hal-hal yang tidak baik jika dilakukan manusia, tidak tercantum pelarangannya secara terang benderang dalam teks wahyu kitab suci tertentu yang di klaim turun dari surga. Termasuk salah satunya pedofilia. Tapi apakah dengan mengikuti alur argumentasi demikian, membuat pedofilia menjadi bermoral dibawah standard moral objektif TUHAN? Bagaimana caranya mengetahui pedofilia adalah kejahatan di mata TUHAN meski tidak ada teks wahyu yang melarangnya? Saya akan beritahu anda caranya.

Beberapa kebenaran moral dapat diungkapkan kepada manusia melalui apa yang kita sebut sebagai pengungkapan ilahi (divine revelation) seperti melalui wahyu nabi yang otoritasnya didukung oleh mukzizat atau kemampuan supranatural. Kontras dengan itu, kebenaran moral yang lain dari TUHAN dan kehendaknya, dapat pula kita kenali dari pengungkapan umum (general revelation) yaitu kesimpulan dari tatanan alam dan sosial manusia. Hidup dan sejarah manusia merupakan perwujudan pengungkapan umum, dimana TUHAN dengan caranya menyingkapkan kepada kita kebenaran-kebenaran tertentu lewat pelajaran kehidupan. Nah, apa yang sejarah dan pelajaran kehidupan manusia telah ungkapkan tentang pedofilia? Hanya satu, bahwa pedofilia adalah bentuk kesakitan jiwa dan kejahatan bagi kemanusiaan, terkhusus anak-anak.


Patah Salero wrote:Ini juga mau gw tanya. Usia Maria (Bunda yang Mulia Yesus) ketika menikah dengan Yusuf adalah 14 tahun. Sementara usia minimum bagi perempuan yang akan menikah di Indonesia adalah 16 tahun. Menurut elo, mana yang sesuai dengan kebenaran Absolut transenden ?? :green: Haruskah Indonesia merubah umur minimum perempuan yang akan menikah menjadi 14 tahun ??


wah..jangan menilai saya terlalu tinggi bro.. saya sama seperti anda, hanya belajar dari pemilik kebijaksanaan yang telah mewariskan begitu banyak harta karun pengetahuan untuk kita gali. Terus terang, saya tidak akan menanggapi pertanyaan dan statement anda disini, karena saya merasa akan membawa kita semakin melenceng dari topik semula. Saya merasa tidak ada hubungan antara apa yang anda tanyakan dengan apa yang kita bahas di trit ini. Saya melihat tidak ada alasan untuk mempertentangkan antara aturan memakan makanan tertentu dengan moralitas objektif. Atau hubungan antara usia maria dengan nilai moral pedofilia. Saya tidak berminat membahas moral objektif dalam yudaisme atau kekristenan, tapi saya ingin pembahasan dari wawasan keislaman tentangnya. Saya minta agar anda cermat dalam menangkap maksud, mencerna tulisan. Kalau boleh saya kasi saran, pahami dulu apa pengertian hukum moral dan moralitas. Bagaimana meletakkannya secara utuh secara objektif yang transendental. Kebaikan yang dihasilkan dari moral duties yang berasal dari kebenaran absolut yang transenden akan berlaku universal, tidak parsial. Nilai kebaikan yang dihasilkan dari perintah moral allah agar muhammad menikahi aisyah di usianya yang masih kanak-kanak seperti yang anda paparkan diatas, masih sangat parsial. Secara universal pedofilia tidak membawa output kebaikan yang sama bagi seluruh manusia. Nah, silahkan jelaskan bagaimana allah islam menjelaskan apa itu kebaikan dalam kerangka moral yang objektif. Mungkin berangkat dari sana kita akan melihat apakah pengetahuan islam saya benar masih hijau seperti yang anda klaim.
rahimii
 
Posts: 311
Joined: Sun Mar 06, 2011 6:33 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby gema » Sat Apr 05, 2014 11:57 pm

Ngakak habis ane lihat ulah si PS. Ditanya si Aisyah korban pedhofil or kagak dia jawab dengan Aisyah termasuk lima besar orang yang meriwayatkan hadis dari Muhammad. Lengkap dengan urutan hadits berikut no halamanya.

Putar terus PS..!!! sampe fara kafirun kelimpungan. ikut gayanya si M.Ali bertinju (jurus putar2x) :lol: :lol:
User avatar
gema
 
Posts: 1097
Joined: Sun Sep 08, 2013 10:27 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Sun Apr 06, 2014 1:43 am

patah saleor,
nte gak jawab postng gw?
EMANG BEDA Interpretasi dan Penafsiran itu apa sih ...?

Sesuai PERNYATAAN BUNCIS HITAM - dan juga Rosul,
ADAKAH LARANGAN TEGAS MANUSIA KAWIN DENGAN MAYIT ... ?

Bukan BERDASARKAN Interpretasi dan Penafsran ayat lo,
NTAR NISBI ... !!!

Ada Gak ... ???

LALU KALO BEGITU,
Perkawinan DENGAN MAYIT Suatu Saat Akan Menjadi Legal, Halal dan Normal di kalangan islam,
HANYA KARENA MAYORITAS DAN LINGKUNGANNYA,
Mempunyai Kebiasaan Melakukan Hal tsb ... ???
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Teposeliro » Sun Apr 06, 2014 2:01 am

salam Bro Kibou.
Terima kasih atas tanggapannya
mengenai premis satu, dari kacamata objektif akan dikatakan Moral Objektif memang ada tanpa peduli adanya Tuhan atau tidak, hal ini bisa diperdebatkan oleh yang beragama dengan mengatakan itu berasal dari Tuhan dsbnya. Tapi secara realita pernyataan secara umum seharusnya seperti itu. Saya dan mungkin Anda ingin berbicara bahwa Moral itu sudah build in pada manusia. Jadi beragama atau tidak Moral Objektif sebenarnya ada pada tiap manusia.
Sehingga Premis keduanya yah menjadi lebih berarti sebagai Moral Objektif akan makin terbentuk ketika kita bisa berpikir jernih, mengevaluasi suatu ajaran Moral Objektif tersebut. Segi pendidikan itulah yang mengantarkan manusia untuk menjadi lebih baik setiap saat. Karenanya memang akan timbul kewajiban karena hal tersebut Kewajiban karena adanya kesadaran diri terhadap Moral Objektif tersebut.

Berarti para pemikir tersebut meyakini bahwa keteraturan dan keselarasan sosial memiliki nilai moral yang obyektif, sehingga mereka juga meyakini adanya kewajiban moral obyektif yaitu menjaga dan melestarikan keteraturan dan keselarasan sosial. Apakah Bro Teposeliro setuju?


Ya memang seperti itu.

Menyelami Dilema Sang Allah
Mirror 1: Menyelami Dilema Sang Allah
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
Teposeliro
 
Posts: 96
Joined: Wed Mar 26, 2014 1:47 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby Patah Salero » Sun Apr 06, 2014 4:32 am

rahimii wrote:Kebaikan yang dihasilkan dari moral duties yang berasal dari kebenaran absolut yang transenden akan berlaku universal, tidak parsial. Nilai kebaikan yang dihasilkan dari perintah moral allah agar muhammad menikahi aisyah di usianya yang masih kanak-kanak seperti yang anda paparkan diatas, masih sangat parsial. Secara universal pedofilia tidak membawa output kebaikan yang sama bagi seluruh manusia.


Loe ini pemikir atau HATER, sih.

Penjelasan klise kenapa Tuhan menurunkan hukum Taurat adalah untuk mengkuduskan kaum Israel. Hukum Taurat tidak berlaku Universal, kata mereka. HUKUM TAURAT HANYA BERLAKU UNTUK UMAT ISRAEL DI ZAMAN MUSA.

Kalau loe termasuk orang yang bisa menerima pembenaran hukum taurat tersebut diatas, kenapa loe menolak pembenaran gw mengenai hikmah perkawinan Aisyah ??

Kalo loe termasuk golongan HATERS (ciri-ciri haters: omongannya gak bisa dipegang dan gak konsisten), gw paling bisa bilang: massalaahh bwt loooo...
Patah Salero
 
Posts: 2702
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby keeamad » Sun Apr 06, 2014 8:04 am

Pertanyaan gw - dan netter lainnya, yg paling esensial,
knafa selalu lo skip ... ?

Apa beda Penafsiran dan Interpretasi ... ?

Knapa kalo Interpretasi quran,
menjadi bukan hukum nisbi,
tapi penafsiran ayat2x ajaran lain,
lo anggap nisbi ... ?


Standar ganda atau tipikal tukang jilat ludah sendiri ... ?

BTW.
Berdasarkan tulisan lo diatas,
HUKUM TAURAT HANYA BERLAKU UNTUK BLA BLA BLA ....
Bukankah itu klaim muslim sendiri ... ???
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Menyelami Dilema Sang Allah

Postby 12345678901 » Sun Apr 06, 2014 8:36 am

gema wrote:Ngakak habis ane lihat ulah si PS. Ditanya si Aisyah korban pedhofil or kagak dia jawab dengan Aisyah termasuk lima besar orang yang meriwayatkan hadis dari Muhammad. Lengkap dengan urutan hadits berikut no halamanya.

Putar terus PS..!!! sampe fara kafirun kelimpungan. ikut gayanya si M.Ali bertinju (jurus putar2x) :lol: :lol:


si ps mau bikin kapeer puyeng tujuh keliling .. sufaya sama kaya dia yang kena ayan ... gemeteran n puyeng puyeng
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



Who is online

Users browsing this forum: No registered users