Ilustrasi Kiamat 2 agama

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?
hobit
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by hobit »

Patah Salero wrote: Kalo definisi loe tentang constrains semua faktor yang menjadi hambatan, maka kenapa gak loe masukkan juga gravitasi dan hukum genetika ??
Determinisme mengatakan bahwa apapun yang terjadi di masa depan merupakan akibat dari masa lalu. Yang berkuasa adalah HUKUM SEBAB AKIBAT. Manusia enggak punya pilihan. Karena pilihan manusiapun ditentukan oleh gennya.

Gw, dan sepengetahuan gw ajaran islam, enggak menolak bahwa constraint ini mempengaruhi pilihan-pilihan yang ada, Dalam islam hukum-hukum ini disebut sunnatullah. TAPI ENGGAK SEMUA CONSTRAIN BISA DIJADIKAN ALASAN MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.

Gw harap kita kembali ke basic bahwa free will berkaitan dengan tanggung jawab moral. Bila semua constrain diakui sebagai alasan untuk menghilangkan free will, maka seseorang yang membunuh bisa aja mengatakan bahwa "saya membunuh karena saya dilahirkan dalam keluarga yang kacau. Bukan salah saya kalau gen saya, dan lingkungan saya mengajarkan pada saya bahwa membunuh
merupakan hal yang wajar dan bukan merupakan kesalahan."


Ini kan yang penting bagi kompatibilist: Constrain mana yang dianggap bisa menjadikan seseorang gak bertanggungjawab atas perbuatannya.

Dalam Islam udah gw tunjukkan ada constrain tertentu yang diakui menjadi alasan seorang manusia enggak dituntut pertanggungjawaban atas perbuatannya: awaridh samawiyah (yang berada diluar kontrol manusia) dan ada juga awaridh muktasabah (constrain yang bisa dipengaruhi oleh manusia). Hanya hambatan-hambatan tersebut lah yang menyebabkan manusia bisa lepas dari tanggung jawab moral atas perbuatannya.
Dan tentu saja rasa malu sama tetangga, atau takut sama hantu mantan suaminya enggak bisa jadi alasan (constrain) si janda enggak MELAKUKAN APAPUN untuk menyelamatkan nyawa anaknya.
liat kelakuan patah, bahas freewill bisa lari ke gravitasi dan genetika..... habis ini entah apa lagi yang mau ditayangkan ? ?
keliatan canggih ??
nay......nanti dulu, kalau dibaca argumen salero diatas, maka dapat dilihat TERLALU BANYAK fallacy ad patahlagimendem yang dibuatnya.
aku gak tahu ini disengaja atau memang patah sudah dari sono adalah TONG KOSONG NYARING BUNYINYA aka PEMBUAL ..... :lol:

salah satu contoh :
Patah Salero wrote: TAPI ENGGAK SEMUA CONSTRAIN BISA DIJADIKAN ALASAN MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
lalu apa hubungannya dengan freewill ? (ini salah satu keahlian patah: membuah definisi yang REFERENSINYA CUMA ADA DIKELAPA SALERO DOANG) :green:
Patah Salero wrote: free will berkaitan dengan tanggung jawab moral.
.....
Constrain mana yang dianggap bisa menjadikan seseorang gak bertanggungjawab atas perbuatannya.
disini keliatan patah masih menganggap freewill ditentukan oleh tanggungjawab
tentu saja ini pemahaman yang sesat, sebab gak ada definisi wiki yang menyatakan demikian.

bahwa tangungjawab berkaitan dengan freewill itu iya, yaitu sebagai bentuk konsekuensi dari action yang diambil,
tapi freewill tidak ditentukan dari ada atau tidakadanya tanggung jawab.

contoh : ada orang idiot melihat filem orang bersetubuh, lalu orang idiot ini melihat istri salero dan lalu memaksa menyetubuhi istri salero.
nah sekarang coba patah kalau masih punya kejantanan jawab: apa yang menyebabkan/membuat orang idiot itu menyetubuhi istri salero ?

bahwa nanti di idiot itu tidak dapat dimintai pertanggung jawaban, bukan lantas itu meniadakan bahwa si idiot memilik kehendak bebas menyetubuhi istri salero, bukan ?

lalu apa itu menjadi tugas kafir untuk 'mendidik' dan membetulkan seabreg2 fallacy yang patah buat ?

nope....:green:

bagi aku, cukup aku ambil 1 (satu) saja pernyataan ngawur patah yang aku anggap salah dan aku akan kejar terus dasar argumennya seperti ini :
Patah Salero wrote: Faktor yang meniadakan free will dari dalam adalah ketidaksadaran dan kebodohan.
hobit wrote: ini conto jari2 tangan patah lebih cepat dari otaknya.
nanti kalau ditanya mana sumber referensi : kebodohan meniadakan freewill, aku haqul yakin sampai jin beranak unta, gak bakal dijawab patah... :green:
Patah Salero wrote: Apa menurut loe manusia idi0t punya free wil juga ??
YA !!
sekarang jawab pertanyaanku :
mana sumber referensi : kebodohan meniadakan freewill ..jawab kalau kamu jantan..


dannnnnn seperti biasa... kumat lagi lah si patah ....ditanya sumber bacotannya..... muter2 kek banci lagi.... :lol:
hobit
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by hobit »

aku rasa gak ada gunanya membahas freewill lagi, ketika referensi yang dipakai adalah : "KELAPA GW Bro...."
atau lari2 kek BANCI ketika ditanya sumber referensinya

aku usul ganti topik ini saja , ini juga tempoh hari patah nyilem dan tidak menjawab:
QS. Huud 11: 13 "Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al-Quran itu." Katakanlah: "(kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang yang benar."

QS. Yunus 10: 38 "Atau patutkah mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka coba datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang2 yang benar."

QS. Al-Baqarah 2: 23 "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukankepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat saja yang semisal alquran itu dan ajaklah penolong2mu selain Allah, jika kamu orang2 yg benar."
diatas itu ollohnya sipatah membuat tantangan yang mubazir( sebab gak ada gunanya...)

nah yang jadi pertanyaan :

1. kepada siapakah surah2 itu ditujukan ?
siapakah yang dimaksud dengan 'kamu' pada surah2 itu ?
2. tantangan membuat surah itu memakai tolok ukur apa ?
etika ? moral ? bunyi lolongan yang mengerikan ?


lalu apakah sesuatu yang diulang2 seperti surah ar rahman dimana terdapat ayat yang sama persis diulang2 sampai > 30 kali.
itu bisa dikatakan sebagai yang bagus, terindah, paling benar atau apalah ??
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(QS. 55:1)

Yang telah mengajarkan Al quran.(QS. 55:2)

Dia menciptakan manusia.(QS. 55:3)

Mengajarnya pandai berbicara.(QS. 55:4)

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(QS. 55:5)

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.(QS. 55:6)

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(QS. 55:7)

Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.(QS. 55:8)

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.(QS. 55:9)

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),(QS. 55:10)

di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(QS. 55:11)

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.(QS. 55:12)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:13)

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,(QS. 55:14)

dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS. 55:15)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:16)

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.(QS. 55:17)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:18)

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,(QS. 55:19)

antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.(QS. 55:20)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:21)

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(QS. 55:22)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:23)

Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.(QS. 55:24)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:25)

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.(QS. 55:26)

Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.(QS. 55:27)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:28)

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(QS. 55:29)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:30)

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.(QS. 55:31)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:32)

Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.(QS. 55:33)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:34)

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).(QS. 55:35)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:36)

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.(QS. 55:37)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:38)

Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.(QS. 55:39)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:40)

Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.(QS. 55:41)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:42)

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.(QS. 55:43)

Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.(QS.55:44)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:45)

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga.(QS. 55:46)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:47)

Kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.(QS. 55:48)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:49)

Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir.(QS. 55:50)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:51)

Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.(QS. 55:52)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:53)

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.(QS. 55:54)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:55)

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(QS. 55:56)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:57)

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(QS. 55:58)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:59)

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(QS. 55:60)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:61)

Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi.(QS. 55:62)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:63)

Kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.(QS. 55:64)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:65)

Di dalam kedua syurga itu ada dua mata air yang memancar.(QS. 55:66)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:67)

Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.(QS. 55:68)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:69)

Di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.(QS. 55:70)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:71)

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.(QS. 55:72)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:73)

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.(QS. 55:74)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:75)

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.(QS. 55:76)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:77)

Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.(QS. 55:78)
coba apa yang bisa dibanggakan dari pengulangan semacam itu ? #-o :-k ](*,)
kok seperti kaset yang mbulet begitu ? #-o
apanya yang bagus ??
wong seperti anak Tk lagi belajar membaca ](*,)

QS. Huud 11: 13
QS. Huud 11: 13 Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
Patah Salero
Posts: 2703
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by Patah Salero »

Patah Salero wrote:Bila semua constrain diakui sebagai alasan untuk menghilangkan free will, maka seseorang yang membunuh bisa aja mengatakan bahwa "saya membunuh karena saya dilahirkan dalam keluarga yang kacau. Bukan salah saya kalau gen saya, dan lingkungan saya mengajarkan pada saya bahwa membunuh merupakan hal yang wajar dan bukan merupakan kesalahan."

Ini kan yang penting bagi kompatibilist: Constrain mana yang dianggap bisa menjadikan seseorang gak bertanggungjawab atas perbuatannya.
simplyguest wrote:
Perhatikan kata2 ente yang saya besarin di atas. Sudah lihat?
Sekarang bandingin sama kata2 ente sendiri di sini :
Patah Salero wrote:Free will itu sederhana aja, koq menurut gw.

Bila ada tekanan/hambatan berarti bukan free will.
Bila tidak ada tekanan berarti termasuk free will.
SimplyGuest wrote:Yang bilang kalo ada tekanan berarti menghilangkan free will di atas ini sapa tong? Setan ya?
Udah mewek2 dikatain ngejilat ludah, ee... kok gak kapok2nya ya ngejilat ludah sampe mabok... #-o

Saya kan udah tunjukin dari kemaren2, kompatibilis memang tidak menganggap adanya constraints itu berarti meniadakan free will, makanya mereka dibilang kompatibilis.
Tapi ente malah justru ngotot bahwa "bila ada tekanan/hambatan berarti bukan free will" kan?
Kok sekarang ngomongnya beda lagi tong?
Omongan loe nunjukin loe enggak paham apa yang dimaksud kompatibilis. nih kutipan wikipedia:
  • Compatibilism
    Main article: Compatibilism
    Thomas Hobbes was a classical compatibilist.

    Compatibilists maintain that determinism is compatible with free will. It may, however, be more accurate to say that compatibilists define "free will" in a way that allows it to co-exist with determinism (in the same way that incompatibilists define "free will" such that it cannot). Compatibilists believe freedom can be present or absent in a situation for reasons that have nothing to do with metaphysics. For instance, courts of law make judgments about whether individuals are acting under their own free will under certain circumstances without bringing in metaphysics. Similarly, political liberty is a non-metaphysical concept.[citation needed] Likewise, compatibilists define free will as freedom to act according to one's determined motives without hindrance from other individuals. So for example Aristotle in his Nicomachean Ethics,[103] and the Stoic Chrysippus.[104] In contrast, the incompatibilist positions are concerned with a sort of "metaphysically free will," which compatibilists claim has never been coherently defined. Compatibilists argue that determinism does not matter; what matters is that individuals' wills are the result of their own desires and are not overridden by some external force.[105][106] To be a compatibilist, one need not endorse any particular conception of free will, but only deny that determinism is at odds with free will.[107]

    Although there are various impediments to exercising one's choices, free will does not imply freedom of action. Freedom of choice (freedom to select one's will) is logically separate from freedom to implement that choice (freedom to enact one's will), although not all writers observe this distinction.[14] Nonetheless, some philosophers have defined free will as the absence of various impediments. Some "modern compatibilists", such as Harry Frankfurt and Daniel Dennett, argue free will is simply freely choosing to do what constraints allow one to do. In other words, a coerced agent's choices are still free because such coercion coincides with the agent's personal intentions and desires.[31][108]
Ini udah dari kemaren gw bilangin, HANYA harry frankfurt compatibilist yang mengatakan bahwa coerced agent tetap punya free will. Dan alasannya karena dia membedakan free will dan free action. Compatibilist yang lain mengatakan bahwa free will ada selama enggak ada tekanan dari orang lain.

Loe sekolah di mana sih koq kutipan yang jelas dan sederhana ini gak paham-paham. Malah loe bilang compatibilis mengatakan bahwa adanya constrain tidak meniadakan free will.
Bisa paham gak loe kutipan wikipedia yang gw garis bawahi ??

Asli, cape gw ngeliat elo.
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

ckckckck...diskusi dengan Patah Salero itu seperti diskusi dengan batu hajar Aswad...gak bisa kita mengharapkan kemajuan apa-apa dari cara berfikirnya yang "tidak lurus". Semua muslim di sini sudah terbukti "tidak lurus" pola pikirnya. Berbelit-belit ke sana-ke mari, jalannya meliuk-liuk namun akhirnya tidak mencapai tujuan juga. Itu sebabnya muslim di dalam sembahyangnya selalu berkata ihdina sirotol mustaqiem, tunjukilah kami "jalan yang lurus". Mereka sadar di dalam nurani yang terdalam mereka hidup secara belat-belit yang memusingkan serta melalahkan jiwa. Jika nurani mereka yakin apa yang dijalaninya sekarang adalah jalan yang benar-benar lurus menuju tujuan yang benar, kalimat permohonan itu sejak awal kemunculan islam oleh Muhammad tidak perlu diucapkan.

Kengeyelan Patah Salero yang hanya bisa membantah berdasarkan referensi "dari kepala gue bro" adalah gejala-gejala berfikir tak lurus yang dimaksud. Main samber semua referensi tanpa memahami maksud penulis sumber dengan benar dan hati-hati sering terjadi bukan saja dalam diri Patah Salero. Bahkan si ustad Crescent Star kerap menggunakan model mencatut sumber seperti ini. Sehingga mana kala kafir membaca sumber yang diajukan, dengan mudah kafir mengcounter karena acap menemukan upaya pelintiran mereka. Sing penting ada "bau-bau" yang sedang bermain di kepala mereka di situ. Perkara nanti sumber referensi mereka dapat balik gagang menjadi sumber "malu" bagi muslim mereka berpikir sebodo amat...hehehe...sing penting lagi muhammad dan islam menjadi mulia oleh pembelaan mati-matian mereka.

Seandainya Patah Salero orang yang hidup di dalam "jalan lurus" itu, sudah dapat dipastikan pola pikirnya pun dapat dibantu menjadi lurus kembali bila belum lurus benar kecuali memang Patah Salero sudah terlahir sebagai orang cacat logik dari kandungan. Mohon maaf kepada pembaca sekalian. Janganlah terburu-buru menuduh saya melakukan ad-Hominem. Saya hanya sekedar mencoba mendeskripsikan secuil dari yang saya temukan di dalam pikiran muslim Patah Salero. :green:

Saya berani mengatakan "tidak ada muslim yang jantan untuk bersikap jujur dan menjalani hidup lurus dan pola pikir lurus". Muslim mana yang mau berusaha jujur dan mengakui apa yang di sampaikan kafir benar di hadapan kita yang kafir? Mengakui berarti mengakui islam adalah sumber aib. Manalah ada musim yang bersedia mengakui islam dan muhammad sebagai sumber aib. Jadi setiap kebenaran yang tersampai kepada mereka bila itu berasal dari kafir harus dan harus tetap salah sembari diam-diam menggunakan pemikiran itu (mencatut pola pikir kafir) untuk membangun dan mengembangkan model apologi Islam di luar sana. Ini sudah terjadi di berbagai diskusi di forum ini.

Untuk dek Patah, (ini kali pertama saya menyapamu dengan sebutan adik karena memang secara usia kau masih jauh lebih mudah dari saya-berdasar pengakuanmu bahwa kau masih mahasiswa) sampai kapan kau betah hidup di dalam dunia "yang tidak lurus" itu? Ketenangan jiwa macam apa yang kau dapatkan dari ketidak lurusanmu? Tidakkah hati kecilmu menuduhmu telah membohongi diri sendiri hanya karena demi si pembual bernama muhammad? Atau jangan-jangan hati nuranimu sudah lama mati dan kau berubah sekarang menjadi Zombie? Dapatkah kau hidup terus menerus di dalam lumpur kebohongan tanpa merasa tersiksa batinmu oleh kebohongan-kebohongan yang kau ciptakan serta kebohongan yang kau terima dari muhammad? Atau jangan-jangan seluruh sel-sel tubuhmu dibangun bukan lagi dari daging dan darah tetapi telah digantikan oleh kebohongan-kebohongan? Jika masih dari daging dan darah saya yakin kau tidak akan betah hidup di dalam dusta itu dan menumpuk dusta-dusta baru setiap harinya demi membela manusia narscistic dari gurun pasir Arabia abad ke 7. Kebetahanmu di dalam dusta islam menunjukkan sel-sel tubuhmu sampai ke darah-darahnya sekalian telah tergantikan oleh dusta. Ini dusta yang sudah mendarah daging istilahnya. Akibatnya kau tidak dapat lagi menyadari dusta-dusta itu. Seluruh indera manusiamu lumpuh. Malah indera barulah yang muncul. Indera baru yang mendeteksi dan mengirim sinyal penolakan jika hal-hal benar mendekatimu. Bagimu kebenaran menjadi hantu yang sangat menakutkan, mengerikan dan harus secepatnya dienyahkan jika itu kebenaran itu menguliti manusia pendusta gurun pasir abad ke 7 bernama muhammad. Sampai kapan kau tetap bertahan dan menjadi b0d0h seperti yang sekarang ini? :goodman:

Ilustrasi Kiamat 2 agama
Ilustrasi Kiamat 2 agama Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
Patah Salero
Posts: 2703
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by Patah Salero »

gw perlu klarifikasi dulu pernyataan gw yang dihilangkan konteksnya sama si simplyguest
  • Bila ada tekanan/hambatan berarti bukan free will.
    Bila tidak ada tekanan berarti termasuk free will.
Ketika gw ngomong ini tentunya konteksnya definisi wikipedia dan ketentuan hukum Islam bahwa seorang muslim hilang tanggung jawabnya karena ada awaridh (hambatan) tertentu.

Belakangan simplyguest bikin pernyataan
Lagian lagi2 kok pake definisi versi pale peang lo sendiri... Emangnya faktor determinism itu cuma terbatas "adanya paksaan dari seseorang", tong?
Emangnya faktor moral, sosial, psikologi si wanita itu bukan merupakan faktor determinism, tong??
Emangnya rasa takut dan malu dalam hati si wanita itu sehingga wanita itu memilih untuk menolak berzinah, bukan merupakan "tekanan/hambatan yang membatasi", TONG?
Ini pernyataan positif pertama dari simplyguest yang bisa gw komentari. Biasanya dia cuma nanya ato ngebantah doang.

Makanya gw jawab, kalo dia memasukkan rasa takut dan malu sebagai hambatan, kenapa gak sekalian menyatakan bahwa hukum gravitasi dan hukum genetika juga sebagai hambatan ??
Tapi, karena gw baik hati, sopan, jujur dan dermawan, gw ikuti definisi "hambatan" versi simplyguest ini:
makanya keluar pernyataan gw :
  • Ini kan yang penting bagi kompatibilist: Constrain mana yang dianggap bisa menjadikan seseorang gak bertanggungjawab atas perbuatannya.
Jadi, hambatan di pernyataan pertama gw mengikuti definisi wikipedia. Sementara hambatan dalam pernyataan kedua gw berdasarkan definisinya simplyguest.

Ilustrasi Kiamat 2 agama
Ilustrasi Kiamat 2 agama Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

ya ampuuuunnn....! sekarang malah mengaku jujur tetapi berhasrat menjatuhkan sympleguest menggunakan statemennya sendiri!

btw...apa ini sejenis pengakuan patah bahwa dirinya keliru?? walahualam...siapa tahu si patah sadar bahwa sel-sel tubuhnya bukan dibangun dari dusta... =D> baru langkah pertama untuk sedikit "tidak ngeyel"...

lanjut...saya sekarang memposisikan diri sebagai pemirsa saja... :lol:
hobit
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by hobit »

Patah Salero wrote: Faktor yang meniadakan free will dari dalam adalah ketidaksadaran dan kebodohan.
hobit wrote: ini conto jari2 tangan patah lebih cepat dari otaknya.
nanti kalau ditanya mana sumber referensi : kebodohan meniadakan freewill, aku haqul yakin sampai jin beranak unta, gak bakal dijawab patah... :green:
Patah Salero wrote: Apa menurut loe manusia idi0t punya free wil juga ??
YA !!

contoh : ada orang idiot melihat filem orang bersetubuh, lalu orang idiot ini melihat istri salero dan lalu memaksa menyetubuhi istri salero.
nah sekarang coba patah kalau masih punya kejantanan jawab: apa yang menyebabkan/membuat orang idiot itu menyetubuhi istri salero ?

bahwa nanti di idiot itu tidak dapat dimintai pertanggung jawaban, bukan lantas itu meniadakan bahwa si idiot memilik kehendak bebas menyetubuhi istri salero, bukan ?


sekarang jawab pertanyaanku :
mana sumber referensi : kebodohan meniadakan freewill ..jawab kalau kamu jantan..


dannnnnn seperti biasa... kumat lagi lah si patah ....ditanya sumber bacotannya..... muter2 kek banci lagi.... :lol:
User avatar
simplyguest
Posts: 1909
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by simplyguest »

Patah Salero wrote:Omongan loe nunjukin loe enggak paham apa yang dimaksud kompatibilis. nih kutipan wikipedia:
  • Compatibilism
    Main article: Compatibilism
    Thomas Hobbes was a classical compatibilist.

    Compatibilists maintain that determinism is compatible with free will. It may, however, be more accurate to say that compatibilists define "free will" in a way that allows it to co-exist with determinism (in the same way that incompatibilists define "free will" such that it cannot). Compatibilists believe freedom can be present or absent in a situation for reasons that have nothing to do with metaphysics. For instance, courts of law make judgments about whether individuals are acting under their own free will under certain circumstances without bringing in metaphysics. Similarly, political liberty is a non-metaphysical concept.[citation needed] Likewise, compatibilists define free will as freedom to act according to one's determined motives without hindrance from other individuals. So for example Aristotle in his Nicomachean Ethics,[103] and the Stoic Chrysippus.[104]
Mangkanya saya tanya berulang-ulang ke ente tong!! Ente itu aliran Hellenis bukan?
Kan definisi yang ente garis bawahin itu adalah definisi jadul dari jamannya Hellenis Aristoteles dan Stoic Era?
Sementara kompatibilis2 modern itu lebih memilih kalo freedom of action itu berbeda dengan freedom of will tong!!
In contrast, the incompatibilist positions are concerned with a sort of "metaphysically free will," which compatibilists claim has never been coherently defined. Compatibilists argue that determinism does not matter; what matters is that individuals' wills are the result of their own desires and are not overridden by some external force.[105][106] To be a compatibilist, one need not endorse any particular conception of free will, but only deny that determinism is at odds with free will.[107]
Lah, yang ente garis bawahin kan justru mendukung teorinya Frankfurt, bahwa "determinism does not matter" kan?
Artinya ketika seseorang sudah mempunyai "will" yang dihasilkan dari "result of their own desires" meskipun ada "some external force", orang itu sudah punya free will.
Artinya dengan kata lain, meskipun ada "external force" tapi selama itu tidak meng"override" "will" dari orang itu, dia punya free will kan?
Artinya "external force" itu "does not matter", selama si orang itu bisa memiliki "will" yang merupakan "result of their own desires" kan?
Patah Salero wrote:
  • Although there are various impediments to exercising one's choices, free will does not imply freedom of action. Freedom of choice (freedom to select one's will) is logically separate from freedom to implement that choice (freedom to enact one's will), although not all writers observe this distinction.[14] Nonetheless, some philosophers have defined free will as the absence of various impediments. Some "modern compatibilists", such as Harry Frankfurt and Daniel Dennett, argue free will is simply freely choosing to do what constraints allow one to do. In other words, a coerced agent's choices are still free because such coercion coincides with the agent's personal intentions and desires.[31][108]
Ini udah dari kemaren gw bilangin, HANYA harry frankfurt compatibilist yang mengatakan bahwa coerced agent tetap punya free will. Dan alasannya karena dia membedakan free will dan free action. Compatibilist yang lain mengatakan bahwa free will ada selama enggak ada tekanan dari orang lain.
HANYA Harry Frankfurt?? :shock:
Ente gak bisa baca di atas ada nama Daniel Dennett juga ??
Ente mau coba nipu2 lagi ya ???
Patah Salero wrote:Loe sekolah di mana sih koq kutipan yang jelas dan sederhana ini gak paham-paham. Malah loe bilang compatibilis mengatakan bahwa adanya constrain tidak meniadakan free will.
Bisa paham gak loe kutipan wikipedia yang gw garis bawahi ??

Asli, cape gw ngeliat elo.
Lah, kan udah saya tunjukin berulang2 kutipan wikipedia yang bilang bahwa agent yang berada dalam constraint tidak meniadakan free will? Kan udah saya tunjukin referensinya kalo coerced agent itu tetap punya free will?
Kan saya gak pake acara bilang "referensi kepala gw" seperti ente, tong?
Masa harus saya ulang2 kopas lagi sih, tong? #-o

Bukannya yang harusnya cape liat cara2 debat murahan ala "referensi kepala gw" itu justru yang baca tulisan ente tong?
Bukannya yang harusnya muak liat acara jilat2 ludah menjijikkan yang ente berulang-ulang lakuin itu justru yang baca tulisan ente tong?
Ini yang diajarin sekolah "legend"? "Referensi kepala gw" dan "jilat ludah"?
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

Patah Salero wrote:gw perlu klarifikasi dulu pernyataan gw yang dihilangkan konteksnya sama si simplyguest
  • Bila ada tekanan/hambatan berarti bukan free will.
    Bila tidak ada tekanan berarti termasuk free will.
Ketika gw ngomong ini tentunya konteksnya definisi wikipedia dan ketentuan hukum Islam bahwa seorang muslim hilang tanggung jawabnya karena
ini kan yang kau maksud dari si wiki?
  • Kehendak bebas (bahasa Inggris: free will) adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau sesuatu makhluk untuk membuat pilihan secara sukarela, bebas dari segala kendala ataupun tekanan yang ada.
Begini Patah..., Apakah menurutmu definisi wikipedia itu adalah definisi harga mati yang sudah pasti benar dan sampai kapanpun tidak akan berubah meski pengetahuan filosofis manusia semakin berkembang ke depan? Atau kaum menganggap wiki pakar filosofi itu sendiri?

Saya, ini saya sendiri lho....tidak terlalu sepakat dengan definisi wikipedia tersebut. Khususnya pada bagian kalimat terakhir yang berbunyi "bebas dari segala kendala ataupun tekanan yang ada". Bagi saya pribadi ini tidak sesuai dengan kehendak bebas itu sendiri. Saya heran pada penulis wiki tersebut koq bisa-bisanya si penulis memperkosa makna kehendak bebas dengan potongan kalimat penyangkalan itu?

Kita tahu...dan mungkin semua orang tahu bahwa apa yang disebut dengan KEHENDAK itu ada di dalam diri setiap manusia. Bukan berada di luar diri manusia. Kehendak tidak tampak dari luar. Kehendak merupakan bagian dari yang dipikirkan, diinginkan, dicita-citakan, direncanakan di dalam pikiran. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat membatasi apa yang terjadi di dalam pikiran manusia selain dari indoktrinasi yang mengarah pada cuci otak atau membuat orang jadi gila. KEHENDAK BABAS berbicara dalam wilayah manusia normal, bukan wilayah orang gila atau orang idiot. Sekali lagi harap diingat, itu adalah wilayah orang normal.

Orang gila kehilangan kemampuan itu sesuai dengan definisi wiki dan kita juga yang normal pasti sepakat untuk itu. Kehendak bebas tidak ada sangkut pautnya dengan kendala atau tekanan. Mengatakan kehendak bebas punya sangkut paut dengan kendala dan tekanan menurut saya perkosaan dan penghinaan besar bagi kehendak bebas itu sendiri. Sekalipun orang berada di dalam tekanan, orang tetap dapat memikirkan apa yang terbaik menurutnya sesuai dengan keinginannya. Ketika orang menghadapi tekanan politik yang represif, misalnya, apakah orang akan kehilangan kehendak bebasnya untuk berfikir dan suatu saat ketika tekanan tersebut berkurang atau mencapai kulminasi yang ekstrim akan meledak?

Patah...kamu itu terlalu naif...salah satu bukti bahwa kehendak bebas itu tetap tidak bisa dipasung dapat kita lihat dari ungkapan "Kesabaran ada batasnya". Orang yang mendapat tekanan atau menemukan kendala kemungkinan masih bisa mengkompromikan kehendaknya dan memperlunaknya agar terlihat lebih bijak dan sopan di mata umum, tetapi namun kendak masih disimpan, di "adem" kan. Atau menunggu saat mengekspresikannya bila waktunya tiba dan tepat. Pada waktu yang tepat kehendak bebas akan keluar seperti letusan bom, meledak keluar dan bisa mengarah ke hal ekstrim. Itu yang pernah terjadi di era rezim Suharto. Akumulasi dari kehendak bebas yang mengalami kendala menurut si wiki diekspresi dalam rupa-rupa tuntutan kepada rezim Suharto. Sejak awal ketika KEHENDAK BEBAS rakyat yang menilai perbuatan Suharto menyimpang dari harapan mereka tetapi yang dipasung rezim tidak berarti sama sekali mati atau berubah menjadi bukan freewill. Kehendak bebas tetaplah kehendak bebas sampai kapanpun. Kehendak bebas tidak dapat dinihilisasi oleh constrain (batasan atau kendala). Kehendak bebas tetap ada di dalam pikiran normal manusia. Pemasungan terhadap kehendak bebas oleh berbagai tekanan sama artinya penghinaan terhadap kemanusiaan! Mereka yang melakukan itu menganggap manusia lain hanyalah binatang tak berfikir.

Islam juga sama halnya seperti rezim totalitarian yang menganggap manusia sebagai binatang!

Berikutnya, saya mau katakan padamu agar kau tidak mencampur adukkannya dengan action dan memfallacy-kannya. Action adalah tindakan yang tampak diluar yang didorong oleh kehendak bebas. Kehendak bebas manusialah yang menentukan action apa yang akan diambilnya.

Namanya kehendak bebas, tentu bebas menentukan dan mengambil pilihan-pilihan sesuai dengan alam berfikir manusia itu sendiri. Tentu saja tingkat kehendak bebas ditentukan sejauh mana pengertian manusia itu tentang lingkungan di luar dirinya dan dirinya sendiri. Orang bisa saja menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih hal-hal yang benar, bermanfaat bagi dia dan orang lain, tetapi juga bisa salah dalam membuat pilihan dan apabila actionnya yang bekerja maka kerugianlah yang dideritanya, baik secara materi, mental bahkan mendatangkan kerugian dipihak lain.

Kehendak bebas tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan pikiran-pikiran tertentu untuk mengendalikan pikiran-pikiran dan kehendak bebas manusia. Islam keliru ketika mengatakan segala kehendak bebas manusia telah ditentukan oleh Tuhan. Itu bohong besar! Karena cenderung ketika dianalisa maka akan berujung pada penghinaan terhadap Tuhan. Mengapa? Karena jika demikian, kehendak bebas manusia untuk memilih yang jahat pada gilirannya akan menuntut Tuhan untuk bertanggung jawab atas perbuatan manusia jahat! Jelas ini penghinaan bagi Tuhan yang diciptakan Islam!

Kehendak bebas adalah kehendak bebas! Tuhan menganugrahkan kehendak bebas sonder pre-design. Ini kehendak bebas murni, suatu mekanisme tanpa cacat cela. Tidak ada software khusus pengendalinya. Kekuasaan manusialah pengendalinya. Karena memang sejak awal Tuhan sendiri menciptakan demikian. Manusia diciptakan-menurut berbagai kitab suci-dengan tujuan sebagai Tuan atas bumi, sebagai kalifah (pemimpin) meminjam terminologi islam, dari ciptaan lain. Karena manusia adalah Tuan atas semua ciptaan, maka sang Pencipta menganugrahkan "sesuatu" yang khas untuk Tuan. Sama seperti Tuhan sebagai Tuan dari surga dengan segala Kehendak-Nya, maka manusia pun dibuat dengan segala kehendaknya agar dengan kehendaknya dia sanggup memimpin segala ciptaan tersebut di Bumi. Kalau tidak, manusia hanyalah binatang yang tidak memiliki kuasa apapun terhadap ciptaan lain.

Mengatakan kehendak bebas hilang karena mendapat benturan dari constrain jelas upaya untuk mendudukkan manusia sama dengan kedudukan binatang! Sama saja melawan tujuan penciptaan yang dibuat Tuhan sang Maha Karya itu!
User avatar
simplyguest
Posts: 1909
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by simplyguest »

Patah Salero wrote:gw perlu klarifikasi dulu pernyataan gw yang dihilangkan konteksnya sama si simplyguest
  • Bila ada tekanan/hambatan berarti bukan free will.
    Bila tidak ada tekanan berarti termasuk free will.
Ketika gw ngomong ini tentunya konteksnya definisi wikipedia dan ketentuan hukum Islam bahwa seorang muslim hilang tanggung jawabnya karena ada awaridh (hambatan) tertentu.
Lah, jadi yang ente maksud itu sebenernya :
  • Bila ada tekanan/hambatan berarti bukan TANGGUNG JAWABNYA.
    Bila tidak ada tekanan berarti termasuk TANGGUNG JAWABNYA.
Gitu?

Itu kan berarti ente yang DOGOL yang menyamakan definisi FREE WILL = RESPONSIBILITY, tong!!

Makanya saya ulang2 tanya sebelumnya, ente itu paham gak sih kalo definisi FREE WILL tidak sama dengan RESPONSIBILITY?
Ente paham gak sih kalo FREE WILL dan RESPONSIBILITY itu berbeda??

Kalo kenyataannya yang dogol itu ente karena mencampuradukkan definisi RESPONSIBILITY dengan FREE WILL, kok malah nyalahin dan nuduh2 orang lain yang tidak memahami "referensi kepala" peang lo tong?
Patah Salero wrote:Belakangan simplyguest bikin pernyataan
  • Lagian lagi2 kok pake definisi versi pale peang lo sendiri... Emangnya faktor determinism itu cuma terbatas "adanya paksaan dari seseorang", tong?
    Emangnya faktor moral, sosial, psikologi si wanita itu bukan merupakan faktor determinism, tong??
    Emangnya rasa takut dan malu dalam hati si wanita itu sehingga wanita itu memilih untuk menolak berzinah, bukan merupakan "tekanan/hambatan yang membatasi", TONG?
Ini pernyataan positif pertama dari simplyguest yang bisa gw komentari. Biasanya dia cuma nanya ato ngebantah doang.
HAAHHH?? Itu kan pertanyaan yang udah saya ulang sebelumnya? :shock:
Itu kan inti dari pertanyaan saya sebelumnya di sini :
simplyguest wrote:Kalo ente konsisten, berarti si wanita yang MENOLAK zinah dengan dokter cabul ente itu juga tetap dalam tekanan kan?
Bisa saja dia malu kalau dia harus berzinah, takut melanggar hukum agama dan manusia, takut anaknya kecewa karena melihat ibunya sudah berzinah, merasa jijik harus berzinah dengan dokter cabul, dan hal2 lainnya yang mungkin cuma bisa dirasakan seorang wanita.

Emangnya ente udah gak punya hati ya, kok gak kepikir hal2 di atas sih??
=================
Patah Salero wrote:Makanya gw jawab, kalo dia memasukkan rasa takut dan malu sebagai hambatan, kenapa gak sekalian menyatakan bahwa hukum gravitasi dan hukum genetika juga sebagai hambatan ??
Tapi, karena gw baik hati, sopan, jujur dan dermawan, gw ikuti definisi "hambatan" versi simplyguest ini:
makanya keluar pernyataan gw :
  • Ini kan yang penting bagi kompatibilist: Constrain mana yang dianggap bisa menjadikan seseorang gak bertanggungjawab atas perbuatannya.
Yang membahas hubungan constraint dengan RESPONSIBILITY itu sapa, tong?
Kita kan lagi membahas hubungan constraint dengan FREE WILL kan?
Kalo ternyata ente menyamakan FREE WILL = RESPONSIBILITY, itu kan berarti ente yang DOGOL.
Pale lo yang gak paham kalo free will itu berbeda dengan resposibility, tong!!
Patah Salero wrote:Jadi, hambatan di pernyataan pertama gw mengikuti definisi wikipedia. Sementara hambatan dalam pernyataan kedua gw berdasarkan definisinya simplyguest.
Bentar.... jadi menurut pale lo gini ya :
  • Bila ada tekanan/hambatan (definisi versi wikipedia) berarti bukan free will.
    Bila tidak ada tekanan/hambatan (definisi versi simplyguest) berarti termasuk free will.
AHAHAHAHA.... :rofl: LOGIKA DOGOL DARIMANA LAGI INI????
Haduuuhh... sumpah sampe sakit perut saya ketawanya ini... :rolling:

Logika dari sekolah "legend" mana ini yang mengambil definisi yang berbeda dalam sebuah perbandingan?...
Ente itu bener2 udah gak punya malu deh kayaknya ya tong... sampe2 gak sadar berusaha jungkir balik dengan merubah2 definisi sesuka ente, bahkan sampe merubah2 definisinya sendiri....
HAHAHAHAHA.... :lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

Dammn....freewill=responsibility..!

logik yang benar-benar tiarap...!

responsibility adalah bagian dari kode etik moral yang ditetapkan oleh masyarakat untuk mengarahkan freewill manusia pada tujuan yang lebih baik, yang diterima oleh masyarakat!

responsibility juga menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan Penciptaannya. responsibility menjadikan manusia benar-benar Tuan atas ciptaan.

bayangkan ini...seekor binatang beol di mana saja dan kapan saja tanpa perlu membersihkan kotorannya...menunjukkan bahwa tidak ada satu hal pun yang perlu dipertanggung jawabkan binatang itu.

berbeda dengan manusia, ia harus beol pada tempat tertentu yang sudah disediakan....manusia harus menyediakan tempat khusus untuk beol sebagai bagian dari tanggung jawabnya menjaga lingkungan! Kalau tidak maka manusia yang tidak mengerti tanggung jawabnya akan menjadi serupa dengan binatang. Itu sebabnya kita sering melihat tulisan di pasar-pasar berbunyi "yang kencing dan beol di sini adalah binatang"! :lol:

Tetapi apakah orang-orang yang mengencingi tembok pasar dan beol di sana adalah orang yang tidak punya kehendak bebas? Tetap punya! Yang dia tidak punya adalah rasa tanggung jawab!

Ada banyak orang cenderung melupakan bahwa pada hakekatnya kehendak bebas itu sendiri berasal dari otak manusia! Jika manusia punya otak (tidak sama dengan otak binatang) maka manusia itu pun punya kehendak bebas. Otak binatang hanya bekerja menurut pikiran primitive. Para ahli neurology menyebut pikiran primitive adalah insting jasmani. Binatang digerakkan berdasarkan pemenuhan pikiran primitive, sementara itu manusia disamping memiliki pikiran primitive juga memiliki pikiran intelketuil. Mana yang dikembangkan oleh manusia si pemiik otak akan terlihat dari cara hidupnya.

Islam adalah paham yang berkutat di dalam pengembangan pikiran primitive. Itu sebabnya islam banyak mengulas libido seksuil manusia. Bahkan sampai-sampai ke dunia lain juga tidak luput menjadi topik hangat dalam islam. Lihat saja surga islam yang dipenuhi libido sebagai indikator pengembangan pikiran primitive. Hal lain yang dapat kita catat adalah berkaitan dengan pembunuhan yang diizinkan. Ini pun adalah pikiran primitive dari orang-orang jaman purba yang belum mengenal peradaban modern yang anti dengan pembunuhan atas alasan apapun.

Sementara kafir sibuk mengembangkan pikiran intelektualitasnya, muslim sibuk mengembangkan libido jasmaninya. Apakah yang begini sebagai petunjuk agama yang menyempurnakan? Tidak! Islam hanyalah bagian dari pikiran primitive manusia! Itu saja!

Ilustrasi Kiamat 2 agama
Ilustrasi Kiamat 2 agama Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
User avatar
simplyguest
Posts: 1909
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by simplyguest »

Dimana-mana kalo buat pernyataan perbandingan :
  • If A, then B
    If not A, then not B
A di pernyataan pertama harus sama dengan A di pernyataan kedua, begitu juga B.
Bukannya macam logika dogol ala sekolah "legend"nya pale lo yang bilang A di pertama berbeda dengan A di kedua.... :lol:
Patah Salero wrote:Jadi, hambatan di pernyataan pertama gw mengikuti definisi wikipedia. Sementara hambatan dalam pernyataan kedua gw berdasarkan definisinya simplyguest.
Hambatan/constraint di definisi wikipedia yang mana sih yang pale lo maksud? :-k
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

Si Palelo sibuk berteori tanpa menggunakan nalar, hingga setiap statemen-nya saling tabrakan satu sama lain...

sewaktu tabrakan fatal ditunjukkan, si Palelo gak punya malu, gak jantan untuk mengakui kalau dia telah menabrak sana-sini. Main tabrak lari!
hobit
Posts: 882
Joined: Fri Dec 23, 2011 8:39 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by hobit »

Patah Salero wrote: Jadi, hambatan di pernyataan pertama gw mengikuti definisi wikipedia. Sementara hambatan dalam pernyataan kedua gw berdasarkan definisinya simplyguest.
artinya itu sudah ada sedikit kemajuan pada patah .... dibanding jawaban : penyataan gw mengikuti definisi KELAPA GW brow...... :vom:
walaupun masih setengah2 ....dan kayaknya cenderung kesetengah sinting ....:green:

apa bukan setengah sinting namanya, ketika seseorang dengan seenak udelnya ngomong...
kalo konsidi a pakai definisi 1, lalu kalo kondisi b pakai definisi 2.... :lol:

rupanya kata2 :PLIN PLAN tidak ada dalam kamus patah..

yang aku salut dari patah, adalah ketebalan muka temboknya ketika dengan entengnya mengutarakan argumen yang luar biasa PLIN PLANnya itu dan
menganggap itu sebagai hal yang biasa ......

tafi masih untung patah mau menjawab walaupun dengan jawaban yang setengah sinting seperti itu......
lah pertanyaan enteng aku, tentang sumber referensi argumen mendemnya, sama sekali gak digubris sipatah...... :lol:
User avatar
simplyguest
Posts: 1909
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by simplyguest »

JANGAN GITU AH wrote:Si Palelo sibuk berteori tanpa menggunakan nalar, hingga setiap statemen-nya saling tabrakan satu sama lain...

sewaktu tabrakan fatal ditunjukkan, si Palelo gak punya malu, gak jantan untuk mengakui kalau dia telah menabrak sana-sini. Main tabrak lari!
Udah gitu, malah koar2 nuduh orang lain yang nabrak, alias MALING TERIAK MALING.... :lol:
Bener2 memang mental muslim sejati... =D>
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5266
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by JANGAN GITU AH »

PS wrote:Jadi, hambatan di pernyataan pertama gw mengikuti definisi wikipedia. Sementara hambatan dalam pernyataan kedua gw berdasarkan definisinya simplyguest.
hobit wrote:artinya itu sudah ada sedikit kemajuan pada patah .... dibanding jawaban : penyataan gw mengikuti definisi KELAPA GW brow......
walaupun masih setengah2 ....dan kayaknya cenderung kesetengah sinting ....
Dia mengatakan itu setelah saya tabokin congornya... :lol:

Barangkali dia takut hal yang sama terulang kembali seperti yang terjadi pada perdebatan panas masalah Piagam Madinah yang membuktikan Muhammad lah pelanggar Piagam Madinah! Setelah bukti jelas baru dia sedikit mengakui kekeliruannya tetapi sembari membuang muntahan baru dengan pengakuan yang sangat memalukan "JUARA DEBAT SMA". :rolling: di situ...si setengah sinting ini (minjam istilah bro hobit) mengaku pula tidak terlalu memahami Islam, dan mengaku selalu gagal mengikuti test masuk UIN Syarif Hidayahtullah... :rolling: Entah tujuannya supaya pembaca kasihan padanya atau bagaimana?
hobit wrote:yang aku salut dari patah, adalah ketebalan muka temboknya ketika dengan entengnya mengutarakan argumen yang luar biasa PLIN PLANnya itu dan
menganggap itu sebagai hal yang biasa ......
Kita sama-sama salut atas keberanian mental muslim sekelas Patah Salero. Hanya itulah kelebihan musim, yaitu "PATANG MALU MESKI SALAH" dan satu lagi "PANTANG MENGAKU SALAH"!
jga wrote:Si Palelo sibuk berteori tanpa menggunakan nalar, hingga setiap statemen-nya saling tabrakan satu sama lain...

sewaktu tabrakan fatal ditunjukkan, si Palelo gak punya malu, gak jantan untuk mengakui kalau dia telah menabrak sana-sini. Main tabrak lari!
simpleguest wrote:Udah gitu, malah koar2 nuduh orang lain yang nabrak, alias MALING TERIAK MALING.... :lol:
Bener2 memang mental muslim sejati... =D>
Di mana-mana tempat muslim menunjukkan patron yang sama...MALING TERIAK MALING!

tapi yang dikatakan si Palelo ini memang sesuai dengan islam, bro
Ketika gw ngomong ini tentunya konteksnya definisi wikipedia dan ketentuan hukum Islam bahwa seorang muslim hilang tanggung jawabnya karena ada awaridh (hambatan) tertentu.
islam memang membebaskan manusia dari tanggung jawab atas tindakannya ketika ia berada di bawah tekanan. Contohnya ketika seorang muslim harus menyangkali imannya karena situasi tidak memungkinkan demi keselamatan diri. Muhammad sendiri mengijinkan para algojonya untuk berbohong kalau mereka membenci muhammad demi mendapat kepercayaan non muslim, sehingga dengan mudah mereka menjalankan agenda tersebunyi yang disiapkan mencelakai target. Itu yang dilakukan para algojo muhammad saat menipu Ka'af bin Ashraf untuk membunuhnya!

Bagi islam semua bisa bersifat relatif bergantung tujuan apa yang hendak disasar! Apakah ini kemunafikan? Ah tidak juga. Ini bukan kemunafikan dalam Islam. Lebih tepatnya adalah PENIPUAN YANG DILEGALKAN!

Yang menjadi soalan sekarang, si Palelo memang sedang mengajarkan kepada kita bahwa ISLAM BOLEH MENIPU! DI SINI FAKTANYA...PALELO SEDANG MENUNJUKKAN KEPADA PEMBACA BAHWA ISLAM MENGAJARKAN PENIPUAN!

DENGARKAN SEKALI LAGI!

PATAH SALERO SEDANG MENGAJARKAN KEPADA KITA DAN KEPADA PEMBACA DI LUAR SANA BAHWA ISLAM ADALAH PENIPUAN!

Ia tidak menyadari perbuatannya yang terang-terangan ini!

Dan untuk ulasannya ini saya dan kita patut bersyukur bahwa ada muslim bernama Patah Salero yang berbaik hati mengungkapkan kebusukan Islam, agama yang dianutnya sendiri!

NB: smiley dihapus karena sekarang ffi hanya mengijinkan penggunaan sebayak 5 smiley per post
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by keeamad »

Dan untuk semua itu, patah salero telah MENGUNGKAPKAN dengan jelas kenapa Muhammad saw dan umatnya - hingga kini, banyak melakukan tindakan keji seperti MEMPERKOSA, MERAMPOK DAN MEMBUNUH ....

Itu karena ADANYA hambatan dari dalam diri sendiri yang dianggap bisa menghilangkan FREE WILL,
dan apa bila free will muslim telah hilang, alloh swt tidak bisa MENUNTUTNYA atau Menghukumnnya ...

Kasusnya seperti ini.
Karena muhammad malas, tidak punya ketrampilan apa2x (kecuali perang dan menipu),
lalu dia jatuh miskin sementara istrinya banyak, keinginannya berlimpah harta dan gila hormat,
maka dengan ALASAN tidak bisa MENAHAN NAFSU SYAHWAT DAN SERAKAHNYA itu,
muhammad dan umat muslim melakukan semua tindakan keji tsb ....

Logika falacy Patah menjelaskan, bahwa TEKANAN/HAMBATAN YANG PALING BESAR adalah Memerangi diri sendiri,
maka ketidakmampuan seseorang untuk MELAWANY NAFSUNYA ADALAH Kebodohan .....

Dan DARI Kebodohannya itu - mau saja untuk mengikuti hawa nafsunya sendiri,
UMAT MUSLIM TIDAK ANGGAP TIDAK PUNYA Free Will,
dan Umat muslim yang boddoh2x itu tidak akan dihukum alloh swt nya .....

Moral : Pantesan umat muslim banyak yg boddoh2x - seperti kasus bom bunuh diri dan yg banyak menjadi kriminal di negara2x eropam atau menjadi juru sweeping FPI untuk dinikmati sendiri mirasnya atau gambar2x pornonya ....,
dan terbukti umat muslim yang relatif pintar2x, tidak menjadi PEMERKOSA, PERAMPOK DAN PEMBUNUH ....
Karena dia TELAH SANGGUP Melawan Keboddohannya dengan Free Will nya ....

Begitu kira2x keslmpulan dari logika falacy patah salero

Ilustrasi Kiamat 2 agama
Ilustrasi Kiamat 2 agama Mirror
Mirror Rss Feed
Faithfreedom forum static
Patah Salero
Posts: 2703
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by Patah Salero »

JANGAN GITU AH wrote:Dammn....freewill=responsibility..!

logik yang benar-benar tiarap...!

responsibility adalah bagian dari kode etik moral yang ditetapkan oleh masyarakat untuk mengarahkan freewill manusia pada tujuan yang lebih baik, yang diterima oleh masyarakat!

responsibility juga menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan Penciptaannya. responsibility menjadikan manusia benar-benar Tuan atas ciptaan.

bayangkan ini...seekor binatang beol di mana saja dan kapan saja tanpa perlu membersihkan kotorannya...menunjukkan bahwa tidak ada satu hal pun yang perlu dipertanggung jawabkan binatang itu.

berbeda dengan manusia, ia harus beol pada tempat tertentu yang sudah disediakan....manusia harus menyediakan tempat khusus untuk beol sebagai bagian dari tanggung jawabnya menjaga lingkungan! Kalau tidak maka manusia yang tidak mengerti tanggung jawabnya akan menjadi serupa dengan binatang. Itu sebabnya kita sering melihat tulisan di pasar-pasar berbunyi "yang kencing dan beol di sini adalah binatang"! :lol:

Tetapi apakah orang-orang yang mengencingi tembok pasar dan beol di sana adalah orang yang tidak punya kehendak bebas? Tetap punya! Yang dia tidak punya adalah rasa tanggung jawab!
Enggak urusan apakah orang yang memiliki free will juga memiliki rasa tanggung jawab atau enggak.
Yang jadi bahasan dari awal adalah: apakah orang yang memiliki free will dituntut pertanggungjawaban atas perbuatannya ??
Ini dulu yang loe pikirkan dalam-dalam sedalam mungkin.
User avatar
keeamad
Posts: 6947
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by keeamad »

@Patah Salero:
Sekarang jawab dari stetmen nte sendiri:
ORANG YANG MENGIKUTI HAWA NAFSUNYA YG Tdk TERKENDALI, ORANG BODDOH ATAU TIDAK ... ?
User avatar
simplyguest
Posts: 1909
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Ilustrasi Kiamat 2 agama

Post by simplyguest »

Patah Salero wrote:Enggak urusan apakah orang yang memiliki free will juga memiliki rasa tanggung jawab atau enggak.
Yang jadi bahasan dari awal adalah: apakah orang yang memiliki free will dituntut pertanggungjawaban atas perbuatannya ??
Ini dulu yang loe pikirkan dalam-dalam sedalam mungkin.
Yang jadi bahasan dari awal adalah: apakah FREE WILL = RESPONSIBILITY atau tidak?
Ini dulu yang perlu pale peang loe pikirkan dalam2 sedalam mungkin...
:-"
Post Reply