.

Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Sun Sep 26, 2010 11:20 pm

Inget ya, topik nya cuma Sholat vs Menyembah Batu yg selama ini diisukan oleh kafir.

Ada yg menantang buktikan klo umat Islam itu ketika sholat bukan menyembah batu. Bahkan mereka mempertegas "berani gak" sholat menghadap ke arah laen?

Saya sebagai seorang muslim yg mencoba menggali ilmu di sini menjawab:

=================================================================
1. Saya pernah berada di kapal laut 3 hari dan 2 malam. Lalu saya sholat ke arah Ka'bah. Lantas saya rasakan kapal berbelok ke arah lain. Tentunya arah saya sudah bukan ke ka'bah lagi kan? Apakah sholat saya itu batal?

2. Saya juga sering melakukan perjalanan via pesawat terbang. Ketika sudah memasuki waktu sholat, saya pun bertayamum dan sholat di tempat duduk pesawat. Apakah saya nungging? Apakah saya harus menyuruh pilot untuk berputar dulu ke arah ka'bah padahal saya menuju pertengahan antara timur dan selatan a.k.a tenggara?

3. Akan datang suatu massa di mana Ka'Bah itu akan dihancurkan oleh Dzus-Suwaiqatayn. Ketika itu terjadi, tiada lagi muslim yg melafadzkan nama Allah. Si penghancur Ka'Bah itu pun mengambil sisa² dari runtuhan ka'bah, termasuk batu² yg para kafirian sangka itu adalah tuhan muslim. Yg percaya dengan Hari Akhir pasti mengetahui tentang ini dan berita ini berasal dari sabda Rasul Allah.

4. "Dan sebagian dari tanda² kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan.Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya" (QS: Fussilat (Yang Dijelaskan - Expounded) 41:37).

5. "Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang² yang yakin (75). Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) berkata "Inilah tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata "Aku tidak suka kepada yang terbenam." (76). Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata "Inilah tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat." (77). Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata "Inilah tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata "Wahai kaumku! Sungguh aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan." (78). Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang² musyrik. (79) " (QS: Al An'am (Binatang Ternak - The Cattle)

==================================================================
Dari 5 poin di atas (3 - 5) adalah untuk menekankan bahwasanya Allah sendiri menyuruh hamba-Nya untuk beriman langsung kepada-Nya. Bukan kepada batu yg ada di ka'bah (yg nantinya itu sendiri bakal dihancurkan pada hari menjelang kiamat). Bukan pula pada bintang, bulan, dan matahari yang diisukan oleh kaum pagan.

Milik Allah lah segala apa yang ada di bumi dan di langit. Ayat² nya banyak. Jadi kenapa saya harus takut untuk sholat ketika arahnya tidak bisa dipastikan?. Karena saya percaya dengan Kitabullah, makanya saya berani.

Inget yak, topiknya jelas, batasannya cukup jelas. Jangan melenceng ke yang lain². Supaya teratur dan enak ^^ :rock:
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby DHS » Mon Sep 27, 2010 12:02 am

@ atas,

Selamat datang Bro/Sis Image

Pertanyaan saya sederhana sekali:

Lha kalau arah sholat tidak masalah, buat apa ada kiblat?
Dan mengapa arah kiblat yang melenceng menjadi soalan besar bagi MUI?


Sukron in advance. O:)
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 12:17 am

DHS wrote:@ atas,

Selamat datang Bro/Sis Image

Pertanyaan saya sederhana sekali:

Lha kalau arah sholat tidak masalah, buat apa ada kiblat?
Dan mengapa arah kiblat yang melenceng menjadi soalan besar bagi MUI?


Sukron in advance. O:)


syukron juga atas sambutannya bro DHS.

okay, saya coba jawab dgn kemampuan nalar saya ya. Saya bukan hakim di sini jadi jawaban yg saya kemukakan tidaklah haq. Saya akan menjawab dengan pemikiran² yg lain.

Bismillah...

1). Buat apa ada arah kiblat? Sama halnya dengan buat apa ada pintu dalam rumah? Misalnya, ketika anda bangun tidur, anda ingin k WC, apa yg anda fikirkan pertama kali? Bukankah itu anda mencari pintu dan di mana arah pintu itu? Sehingga hasrat anda akan tujuan dan arah anda ke WC menjadi suatu kesatuan dan terlaksanalah niat anda k WC. Coba anda bayangkan anda tidak tahu di mana pintu kamar anda, apa jadinya?

2). Mengenai sewotnya MUI mengenai arah kiblat. Ya saya setuju mereka begitu sewot. Dan taukah anda di MUI itu begitu byk sekali ormas² Islam di dalamnya? Ini mirip dengan analogi spt jenderal perang dengan anak buahnya. Anak buahnya terdiri dari AL, AU, dan AD. Nah misalnya lagi perang nih, tapi ternyata koordinat musuh salah. Lantas, bukankah si jendral perang yg wajib meluruskan koordinat musuh yg benar kepada anak buahnya? Dengan begitu kekuatan dapat disatukan dengan tujuan yg jelas sehingga memiliki kekuatan daya dobrak yg besar. Bisa dibayangkan klo AL dan AU salah koordinat, apa jadinya?

Nah, esensinya bukan kepada arah kiblat nya, melainkan proses menyatukan keragaman yg ada sehingga lebih rapih dan tertata dengan baik. Jadi tidak serta merta harus ke arah ka'bah. Bahkan orang yg lagi mau sakratul maut aja bisa sholat kok tanpa ia tahu di mana arah ka'bah. Tapi ia beriman kepada Dzat yang membuatnya lemah, kepada Dzat yang membuatnya masih mampu mendengar saup² suara meskipun terbatas. Ia beriman kepada Dzat Yang Maha Esa itu.

Okay, ini penjelasan dari saya. Semoga memberikan pencerahan. Maaf bila ada salah kata.
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby duren » Mon Sep 27, 2010 12:29 am

cumi²genit wrote:Inget ya, topik nya cuma Sholat vs Menyembah Batu yg selama ini diisukan oleh kafir.

Pertanyaanku sederhana saja untuk membuktikani bahwa ente ga menyembah batu ireng ..
Dari dua buah pilihan dibawah ini , tolong jawab dengan tegas sikap yang akan ente lakukan BILA berhadapan dengan batu jelek Hajar Aswad

MEMBUANGNYA atau MENCIUMNYA .. :green:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 12:36 am

fayhem wrote:Bukankah ada pengecualian dalam sholat ?

kalo kondisi itu berakhir ya kembali lagi ngadep batu


Bismillah...

Yak... teppppppattt sekaliii.... dengan begitu bisa dibilang TIDAK 100%. Artinya karena ia memiliki pengecualian, makanya tuduhannya menjadi gak bulat kekuatannya. Misalnya anggaplah kondisi pengecualian itu 30%, nah bukankah jelas Allah tetap menerima 30% itu? Sehingga sempurnalah sholatnya 70% yg normal + 30% yg pengecualian kondisi. Nah, mari radikal lagi. Orang ini terlahir cacat. Bahkan angka proporsi 70:30 langsung berganti menjadi 0:100 (nilai ekstrem). Toh gak ada yg ngelarang dia sholat dalam keadaan berbaring entah kemana pun arahnya.

Karena iman. Ia percaya kepada Dzat Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yg ia kerjakan.

OOT nya: bisa kah anda mengoperasikan komputer tanpa bantuan kursor di monitor anda? Kemana pun arah kursor, mata anda akan ikut bukan? Begitu pun sebaliknya, apa pun yg ingin anda operasikan di komputer, anda menyuruh si kursor ini untuk memandu anda bukan?

Sekian, terima kasih atas tanggapannya ^^. Maaf jika ada salah kata.
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 12:55 am

duren wrote:Pertanyaanku sederhana saja untuk membuktikani bahwa ente ga menyembah batu ireng ..
Dari dua buah pilihan dibawah ini , tolong jawab dengan tegas sikap yang akan ente lakukan BILA berhadapan dengan batu jelek Hajar Aswad

MEMBUANGNYA atau MENCIUMNYA .. :green:


Makasi atas balasannya...

Bismillah...
Kenapa anda hanya menawarkan 2 opsi? Okay, anda ingin mengetes keimanan saya? Baiklah..
Awal Mei silam, tahun 2010 ini, saya umroh. Coba anda tebak, apakah saya berdesak²an untuk mencium batu langit itu? Mencium batu Hajar Aswad dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. (Poin 1). Nah, poin 2 nya, taqwa. Apa arti dari taqwa? Yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Poin 3, tidak pernah tertulis di Al-Quran harus mencium batu itu sebagai perintah-Nya untuk membedakan yg taqwa ataupun tidak. Itu (mencium batu) adalah perbuatan Rasul-Nya.

So, dengan keimanan dan ketaqwaan yang Insya Allah bisa saya pelihara hingga nafas terakhir, saya berani acuh terhadap batu itu.

Nah, the next question is, kenapa byk umat setelah zaman kenabian justru mencium batu itu layaknya mentuhankan batu itu, mpe ada yg nangis², pingsan, dll ?

Saya coba kaji ya. Pelan² aja baca nya. Jgn pke emosi... ^^
1. Kadar iman seseorang tentunya beda².
2. Semakin lemah iman seseorang, semakin mudah ia terpengaruh.
3. Iblis telah bersumpah kpd Allah swt bahwa ia akan menyesatkan setiap keturunan Adam agar mereka menjadi penghuni neraka.

Iblis dan tipu daya nya akan menang terhadap seseorang dengan iman yg rendah.

Lantas, kita bagikan 2 golongan orang² yg mencium hajar aswad.
1. Org yg mengikuti SUNNAH Rasul. Sunnah adalah setiap perkataan rasul, perbuatan rasul, dan perbuatan yg dilakukan para sahabat rasul yg tidak dilarang oleh rasul. Itu artinya sunnah. Nah, jika di compare dengan yg lebih berhaq, maka sunnah akan kalah dengan wajib.
2. Org yg terperdaya oleh bujukan iblis untuk meminta sesuatu kepada batu itu. Nah, ini layaknya benang tipis. Ketika melakukan perjalanan umroh / haji, pembimbing selalu menekankan bahwa JANGAN PERNAH sekali² meminta sesuatu kepada batu itu, tapi minta lah langsung kepada Allah. Sehingga praktik musyrik pun dapat dihindarkan, insya Allah.

OK, jadi saya mewakilkan kepada golongan yg pertama. Yaitu menganggap mencium batu itu adalah sunnah. Tidak berdosa bila tidak dikerjakan. Dan berpahala bila dikerjakan. Jadi adakah nilai wajibnya? 0 besar.

============================================================================
Analoginya. Kenapa para gitaris yg bawain lagu nge-bit, kepala nya pake angguk² ? Dan ketika anda melakukan hal yg sama, apakah anda harus angguk²an kepala juga? Rasanya gimana kalo angguk² dan apa rasanya klo gak? Apakah menurunkan kualitas musik anda?

Sekian, maaf bila ada kata² yg kurang berkenan ^^
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby abbadul » Mon Sep 27, 2010 1:11 am

ngadep tembok .... ngadep pan*at orang didepanya pahalanya kecil
coba kalau langsung di arab sono ...... 1.000X lipat
kenapa 1.000X ? ........ karena nggak melalui tembok atau pan*at orang !
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby DHS » Mon Sep 27, 2010 1:23 am

cumi²genit wrote:Bismillah...
1). Buat apa ada arah kiblat? Sama halnya dengan buat apa ada pintu dalam rumah? Misalnya, ketika anda bangun tidur, anda ingin k WC, apa yg anda fikirkan pertama kali? Bukankah itu anda mencari pintu dan di mana arah pintu itu? Sehingga hasrat anda akan tujuan dan arah anda ke WC menjadi suatu kesatuan dan terlaksanalah niat anda k WC. Coba anda bayangkan anda tidak tahu di mana pintu kamar anda, apa jadinya?

Wismilak...

Buat apa nyari2 pintu kalau menuju ke WCnya untuk buang hajad tidak ada masalah?

Lalu bagaimana perkecualian sholat anda di pesawat diterapkan ke dalam analogi anda? Jika pintu itu begitu penting, maka dalam kondisi darurat di mana anda tidak dapat menemukan arah pintu, TERPAKSA hajad anda ditunaikan di kamar tidur? :stun:

Maaf Bro/Sis, analogi anda justru bertentangan dengan pernyataan anda. :(


2). .....Nah, esensinya bukan kepada arah kiblat nya, melainkan proses menyatukan keragaman yg ada sehingga lebih rapih dan tertata dengan baik. Jadi tidak serta merta harus ke arah ka'bah. Bahkan orang yg lagi mau sakratul maut aja bisa sholat kok tanpa ia tahu di mana arah ka'bah. Tapi ia beriman kepada Dzat yang membuatnya lemah, kepada Dzat yang membuatnya masih mampu mendengar saup² suara meskipun terbatas. Ia beriman kepada Dzat Yang Maha Esa itu..

Wismilak ....

Jadi fungsi pintu memang ga penting kan? :yawinkle:

Maaf jika ada salah kata.

Salah kata, tinggal pencet Backspace doang. No problem Sis. :goodman:
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby duren » Mon Sep 27, 2010 1:30 am

cumi²genit wrote:Lantas, kita bagikan 2 golongan orang² yg mencium hajar aswad.
1. Org yg mengikuti SUNNAH Rasul. Sunnah adalah setiap perkataan rasul, perbuatan rasul, dan perbuatan yg dilakukan para sahabat rasul yg tidak dilarang oleh rasul. Itu artinya sunnah. Nah, jika di compare dengan yg lebih berhaq, maka sunnah akan kalah dengan wajib.
2. Org yg terperdaya oleh bujukan iblis untuk meminta sesuatu kepada batu itu. Nah, ini layaknya benang tipis. Ketika melakukan perjalanan umroh / haji, pembimbing selalu menekankan bahwa JANGAN PERNAH sekali² meminta sesuatu kepada batu itu, tapi minta lah langsung kepada Allah. Sehingga praktik musyrik pun dapat dihindarkan, insya Allah.

OK, jadi saya mewakilkan kepada golongan yg pertama. Yaitu menganggap mencium batu itu adalah sunnah. Tidak berdosa bila tidak dikerjakan. Dan berpahala bila dikerjakan. Jadi adakah nilai wajibnya? 0 besar.

Judul trit ini adalah TANTANGAN kepada diri anda sendiri agar BERANI BERSIKAP TEGAS untuk mengutamakan meminta langsung kepada Allah. dan menomer duakan maka sunnah akan kalah dengan wajib..

Kalau anda memang tidak menyembah batu .. beranikah anda MEMBUANG HA ??

Setelah anda mbacot panjang lebar di poin 1 dan 2
Mengapa anda tiba tiba menganggap ada pahala ( bold biru ) CUMA dengan mencium batu.
Apakah anda MEYAKINI mencium batu bisa mendatangkan pahala ??

Kalau anda memang tidak menyembah batu .. apa yang terjadi dengan keimanan anda bila Amrik memusnahkan mekkah dengan nuklir ?? :green:
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby HILLMAN » Mon Sep 27, 2010 1:32 am

Selamat datang mas Cumi2genit.

Saya ingin bertanya pada anda mengenai shalat di atas kapal yang anda tahu melenceng dari qiblat. Dapat saya katakan shalat anda (maaf) batal karena :

1. Hadits Sahih Muslim
Diriwayat Ibnu Umar RA, tuturnya: "Rasulullah Saw itu bertasbih diatas kendaraannya ke arah mana saja ia mengarah dan shalat witir diatasnya, namun beliau tidak melakukan shalat fardhu".


2. Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Dari Jahir bin Abdilah RA, la berkata: "Rasulullah Saw pernah shalat di atas kendaraannya sesuai dengan kendaraannya mengarah. Apabila ingin melakukan yang fardhu, beliau turun lalu menghadap kiblat".


3. Kitab Fathul Bari Ibnu Hajar
Ibnu Hajar mengatakan "Hadits ini menunjukkan bahwa berpaling dari arah kiblat dalam shalat fardhu adalah tidak boleh. Ini adalah ijmak. la diperbolehkan ketika sangat takut".

Tentunya kita sama mengetahui bahwa menghadap kiblat adalah syarat sahnya shalat, maka ia tidak gugur kecuali dalam keadaan sangat takut atau saat shalat sunnah dalam bepergian sebagaimana telah saya kutipkan dalilnya di atas.

Banyak dalil yang lain, namun sementara saya kutip yang di atas terlebih dahulu. Mohon tanggapan anda, terima kasih.

Salam bagi semua yang berpikir.
User avatar
HILLMAN
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 2:09 am

HILLMAN wrote:Selamat datang mas Cumi2genit.

Saya ingin bertanya pada anda mengenai shalat di atas kapal yang anda tahu melenceng dari qiblat. Dapat saya katakan shalat anda (maaf) batal karena :

1. Hadits Sahih Muslim
Diriwayat Ibnu Umar RA, tuturnya: "Rasulullah Saw itu bertasbih diatas kendaraannya ke arah mana saja ia mengarah dan shalat witir diatasnya, namun beliau tidak melakukan shalat fardhu".


2. Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Dari Jahir bin Abdilah RA, la berkata: "Rasulullah Saw pernah shalat di atas kendaraannya sesuai dengan kendaraannya mengarah. Apabila ingin melakukan yang fardhu, beliau turun lalu menghadap kiblat".


3. Kitab Fathul Bari Ibnu Hajar
Ibnu Hajar mengatakan "Hadits ini menunjukkan bahwa berpaling dari arah kiblat dalam shalat fardhu adalah tidak boleh. Ini adalah ijmak. la diperbolehkan ketika sangat takut".

Tentunya kita sama mengetahui bahwa menghadap kiblat adalah syarat sahnya shalat, maka ia tidak gugur kecuali dalam keadaan sangat takut atau saat shalat sunnah dalam bepergian sebagaimana telah saya kutipkan dalilnya di atas.

Banyak dalil yang lain, namun sementara saya kutip yang di atas terlebih dahulu. Mohon tanggapan anda, terima kasih.

Salam bagi semua yang berpikir.


Makasi berat atas tanggapannya bro Hillman...
Saya coba jawab...

Bismillah...
Mari kita berpikir dengan jernih. Pada masa rasul, kendaraan paling canggih adalah onta bukan? Ataupun hewan lain yg dapat ditunggangi dan dikendalikan semau kita. Untuk itu, nilainya menjadi kuat harus ke arah kiblat (sekali lagi, arah hanya panduan (hubungan horizontal), sedangkan iman adalah hubungan vertikal). Jadi, saya tidak berani memvonis bahwa yg terjadi pada masa itu adalah salah. Andaikata saya hidup pada masa itu pun, saya akan berhenti untuk yg fardhu.
Nah untuk masalah kendaraan sejenis onta (hehehe), contohnya mobil pribadi. Kita bisa berhenti mencari mesjid, padang rumput, ataupun tempat yg memungkinkan untuk sholat. Sama dengan onta bukan?

Lantas, bagaimana dengan org yg terjebak di kapal laut, pesawat yg arahnya tidak bisa diubah seenak dia? Mari kita berpikir dan kita korek lebih jauh hadist² di atas. Jgn takut salah karena keberagaman karena sesungguhnya dibalik keberagaman ada kekuatan persatuan. Okay?

Begini, jikalah kita pakai kondisi spt zaman onta ketika kita berada di kapal laut / pesawat, bukankah dengan sendirinya kita telah meninggalkan sholat fardhu itu? Apa hukumnya bila meninggalkan yg fardhu? "Ah, itu kan nabi naek onta, saya kan naek pswt, udahlah bolos aja sholatnya." Begitu kah? Kalau iya, berarti kita gak boleh naek pesawat / kapal laut yg timing nya dapat menghabiskan waktu sholat. Bukan begitu? Lantas bagaimana dengan perjalanan ke arab dari indonesia yg makan waktu > 9 jam menggunakan pesawat?

Trus, "ahh,, kan bisa pke jadwal yg sekiranya kita bisa sholat dulu di darat.". Okay, good point. Tapi ketika dihadapkan dengan situasi yg jelas² tidak memungkinkan, misalnya: harus tepat waktu karena meeting di kota X penting, bos perusahaan transportasinya gak nyediain waktu utk sholat (pasti bosnya yahudi), apa yg harus kita lakukan sbg muslim? Apakah kita harus mematuhi aturan yahudi itu? Bagaimana dengan hukum yg fardhu? Apa ia kalah dengan kepentingan duniawi?

Nah, itulah. Wawasan Islam akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Tapi hal yg menjadikannya indah adalah Islam memudahkan kita dalam segala hal dan ia tidak pernah mengajarkan umat-Nya untuk mempersekutukannya atau takut terhadap hal lain (consistency).

Ambil lah yg mudah, tinggalkan yg susah. Bukankah Allah menyukai hal yg mudah? Ada ayatnya neh, ane lupa.

Oia, tentang batal/sah sholat yg arah medianya berubah². Okelah katakan saya batal begitu mengetahui arahnya berubah. Lalu, hal yg normalnya, saya ulangi lagi sholatnya dari awal dengan arah yg benar. Lalu pada rakaat k 2, eh, arah kapal berubah lagi, saya ulangi lagi. Skrg mari kita ciptakan sebuah kondisi di mana anda disekap dalam sebuah ruangan yg diputar² secara terus menerus 24 jam non-stop. Sholat kah anda?

Dan taukah anda, sebelum arah kiblat disahkan ke arah ka'bah, arah kiblat sholat adalah mengarah ke mesjid Qiblatain? Ada cerita mengenai ini, saya diceritakan oleh pembimbing umroh saya waktu itu. Jadi ada 2 masa arah kiblat umat muslim. Pertama di mesjid Qiblatain, kemudian berubah ke ka'bah. Silahkan cari referensi di internet atau sumber lain.

Sekian, mohon maaf jika ada kata yg salah dan kurang berkenan. Wassalamualaikum.
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 2:16 am

abbadul wrote:ngadep tembok .... ngadep pan*at orang didepanya pahalanya kecil
coba kalau langsung di arab sono ...... 1.000X lipat
kenapa 1.000X ? ........ karena nggak melalui tembok atau pan*at orang !


Bismillah...
Pahalanya 70ribu kali bila di Mesjid Nabawi dan 100ribu kali bila di Masjidil Haram. Bukan karena masalah pantat, tapi karena itu adalah Tanah Suci (makanya disebutkan Tanah Haram karena haram hukumnya non muslim berada di wilayah ini ataupun ada muslim yg melakukan perbuatan maksiat sekecil apa pun). Bukan hanya perbuatan baik yg diganjar berkali² lipat, tapi perbuatan buruk juga diganjar berkali² lipat.

Gak melalui pantat org juga salah karena memang bukan masalah pantat. Wong barisan paling belakang imam juga mendapatkan 100ribu pahala koq. Berapa pantat tuh yg dilewati klo anda mau mempermasalahkan halangan² yg ada?

Sekian, semoga bermanfaat. ^^
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 2:28 am

DHS wrote:Wismilak...

Buat apa nyari2 pintu kalau menuju ke WCnya untuk buang hajad tidak ada masalah?

Lalu bagaimana perkecualian sholat anda di pesawat diterapkan ke dalam analogi anda? Jika pintu itu begitu penting, maka dalam kondisi darurat di mana anda tidak dapat menemukan arah pintu, TERPAKSA hajad anda ditunaikan di kamar tidur? :stun:

Maaf Bro/Sis, analogi anda justru bertentangan dengan pernyataan anda. :(

Jadi fungsi pintu memang ga penting kan? :yawinkle:

Salah kata, tinggal pencet Backspace doang. No problem Sis. :goodman:


Yup... ente sekali lagi benar. Antara pintu ke WC dgn penerapan sholat di pesawat, ente benar. Dengan terpaksa hajat ditunaikan di tempat itu. Bener kan? Hayooo... Iya donk ah... :D

Begini, jadinya yg sholat di pesawat itu adalah pengecualian, sah2 aja. Begitu juga dgn buang hajat. Haruskah di WC pribadi? Gak tuh, wong deso ada yg di kakus yg ada ikan lele nya malah, sangking kebeletnya. Nah analogi pintu saya rasa sudah tepat sasaran. Di mana? Iya donk, bukankah untuk buang hajat harus di tempat yg benar? Ada airnya, ada pembersihnya (baik air, tisu, rumput, dll). Kakus dan WC adalah tempat yg benar (tujuan utama utk buang hajat). Kalau gak melalui pintu (sekali lagi, ini bila di rumah pribadi yah, jgn disempitkan pemikirannya, coz bisa aja lewat hutan menuju kakus), gimana bisa menuju tempat yg benar?

Btw, ane cwo loh... bukan sis ^^.
Tq 4 ur reply... ^^
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby cumi²genit » Mon Sep 27, 2010 2:38 am

duren wrote:Judul trit ini adalah TANTANGAN kepada diri anda sendiri agar BERANI BERSIKAP TEGAS untuk mengutamakan meminta langsung kepada Allah. dan menomer duakan maka sunnah akan kalah dengan wajib..

Kalau anda memang tidak menyembah batu .. beranikah anda MEMBUANG HA ??


Bennnnarrr sekaliiiii.... Tau gak? Andaipun itu batu bisa dicopot, ane ogah bawa nya ke rumah. NGapain?? Mending tempatnya ane pke beli cpu baru... :axe:

duren wrote:Setelah anda mbacot panjang lebar di poin 1 dan 2
Mengapa anda tiba tiba menganggap ada pahala ( bold biru ) CUMA dengan mencium batu.
Apakah anda MEYAKINI mencium batu bisa mendatangkan pahala ??


bukan cium batu nya bro, please deh ah, tapi karena rasul yg melakukannya. Itu sunnah, bukan cium batu nya. okay???
anda terjebak dgn pola pikir klasik ini. masa iya dgn cium batu doank dpt pahala. Bukan itu nya. Tapi tangkaplah esensinya.

duren wrote:Kalau anda memang tidak menyembah batu .. apa yang terjadi dengan keimanan anda bila Amrik memusnahkan mekkah dengan nuklir ?? :green:

bruakakakkakakkak... ane kgk takut bro. Serius deh sumpah. Wong tanda² hari kiamat aja Ka'Bah bakal dihancurin kok. Jadi ane slow aja karena memang bukan itu yg kami sembah. Tapi Dzat yang memberi kami, termasuk anda kemampuan untuk berfikir. Serius deh, ane jadi ngakak... hehehhee. Coba deh baca nomor 3 di thread awal ane. Udah ane jelasin kan?
Hehehe... jgn ngelucu ah... dah mo pagi... sign out dulu yak... kerja rodi time ^^

Makasi atas tanggapannya. Semoga sukses hari ini.
Salam damai ^^
cumi²genit
 
Posts: 38
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:13 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby duren » Mon Sep 27, 2010 3:09 am

duren wrote:Setelah anda mbacot panjang lebar di poin 1 dan 2
Mengapa anda tiba tiba menganggap ada pahala ( bold biru ) CUMA dengan mencium batu.
Apakah anda MEYAKINI mencium batu bisa mendatangkan pahala ??
cumi²genit wrote:bukan cium batu nya bro, please deh ah, tapi karena rasul yg melakukannya. Itu sunnah, bukan cium batu nya. okay???
anda terjebak dgn pola pikir klasik ini. masa iya dgn cium batu doank dpt pahala. Bukan itu nya. Tapi tangkaplah esensinya.

Waduh ..ente buta atau ngantuk ni

Lihat dunk tulisan safa tuh yang bold biru
cumi²genit wrote: Dan berpahala bila dikerjakan.


Slim slim ..dasar lah dikaw ni pencari pahala dengan mencium batu \:D/
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby duren » Mon Sep 27, 2010 3:25 am

duren wrote:Judul trit ini adalah TANTANGAN kepada diri anda sendiri agar BERANI BERSIKAP TEGAS untuk mengutamakan meminta langsung kepada Allah. dan menomer duakan maka sunnah akan kalah dengan wajib..

Kalau anda memang tidak menyembah batu .. beranikah anda MEMBUANG HA ??
cumi²genit wrote:Bennnnarrr sekaliiiii.... Tau gak? Andaipun itu batu bisa dicopot, ane ogah bawa nya ke rumah. NGapain?? Mending tempatnya ane pke beli cpu baru... :axe:

Ga usah ngalor ngidul slim
Cukup jawab yang tegas

BUANG atau CIUM O:)
User avatar
duren
 
Posts: 11124
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Postby yvptgxj » Mon Sep 27, 2010 7:12 am

cumi²genit wrote:Ada yg menantang buktikan klo umat Islam itu ketika sholat bukan menyembah batu.


Asal mula motivasi sholat ke arah kabah & mencium hajar aswad gimana sih? Dan apa motivasinya?

cumi²genit wrote:okay, saya coba jawab dgn kemampuan nalar saya ya. Saya bukan hakim di sini jadi jawaban yg saya kemukakan tidaklah haq.


Bisa dijelaskan haq itu apa?

cumi²genit wrote:Saya akan menjawab dengan pemikiran² yg lain.

Bismillah...


No komen.
yvptgxj
 
Posts: 1851
Joined: Fri Mar 06, 2009 8:58 pm

Re: Kami sholat bukan menyembah batu... Baca ini...

Postby Kaperarezoo » Mon Sep 27, 2010 7:30 am

Maaf sebelumnya yaa..Tolong dibantu yaa..Kalau menurut mas yg dimaksud dengan menyembah sesuatu itu yg gimana sih..Misalnya nyembah pohon..Txs..
Kaperarezoo
 
Posts: 292
Joined: Wed Sep 22, 2010 10:19 am

Next

Return to Ttg ALLAH



Who is online

Users browsing this forum: No registered users