.

BEGINILAH SEHARUSNYA AKHLAQ HUBUNGAN DENGAN NON MUSLIM

a/l ttg hak2 kaum dhimmi, kafir, minoritas non-Muslim, murtadin, musryikun dlm Islam.

Postby ceceps01 » Mon Mar 12, 2007 12:35 pm

mendingan kalo sembahyang ucapin begini aja:

PLINTAT-PLINTUT...
PLINTAT-PLINTUT...
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby ibnu_ramlee » Mon Mar 12, 2007 3:13 pm

Bukannya itu bacaan sholat Lu..hey cecep
:D :D :D :D :D :D

Bersiap-siaplah...
Kerajaan PLINTAT-PLINTUT sudah dekat.........
HUA HA..HA...HA..HA..

Kalo yg comment OOT gini makin keliatan kafir ini menutup hidayah buat dirinya sendiri...
User avatar
ibnu_ramlee
 
Posts: 131
Joined: Sun Nov 12, 2006 2:00 pm
Location: Indonesia

Postby ibnu_ramlee » Mon Mar 12, 2007 3:21 pm

Panggilan untuk berpuasa hanya untuk orang-orang yang beriman...

Ini sudah saya jelaskan, bung...
Sesuai Surat Al Baqoroh...
User avatar
ibnu_ramlee
 
Posts: 131
Joined: Sun Nov 12, 2006 2:00 pm
Location: Indonesia

Postby watashi_wa_muslim » Tue Mar 13, 2007 10:29 am

Aduh jadi pingin komentar nih.

Sebenarnya Islam itu kan rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam) mengajrkan kasih sayang kepada semua makhluk. Terus mungkin teman-teman pada nanya kalau gitu gimana dengan tindakan teroris, gimana dengan larangan mengucapkan selamat atas perayaan hari raya umat lain. Untuk itu dapat dijawab seperti ini (ini jawaban saya lho, meskipun nanti juga ada tuquoqe (ngutip dari siapa ya?... tahu ah glap)).

Dalam islam tidak ada larangan bermuamalah dengan non Muslim dengan tetap berpegang pada prinsip "tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kamu tolong menolong dalam hal keburukan dan kejahatan". Nah prinsip ini yang harus dipegang teguh.

Mengapa kemudian muncul larangan mengucapkan selamat atas perayaan hari raya umat lain? Ini juga terkait kaidah dalam Islam yang melarang untuk menjadikan agama sebagai bahan senda gurau dan basa-basi. Ucapan selamat itu, meskipun si pengucap tidak meyakini setidaknya mengandung dua hal:
1. sebagai basa basi dalam beragama (tuh, agama adalah sesuatu yang sakral, kenapa harus dibasa-basikan) atau istilah kerennya mudahanah
2. atau bahkan tindakan yang hipokrit (apaan tuh.. aku juga gak tahu.) Lha wong dia gak yakin atas perayaan itu ngapain harus ngucapin selamat kan gitu.
3. pembenaran terhadap apa yang dilakukan atau dengan kata lain menganggap sesuatu yang batil itu sebagai hal yang benar dan ini juga bertentangan dengan kaidah di dalam Islam. Yang batil harus dikatakan batil dan yang haq harus dikatakan haq.

Mengenai kenapa warung harus tutup selama bulan Ramadhan? Itu adalah salah satu bentuk toleransi sebagaimana juga ketika di Bali merayakan Nyepi. Bahkan tidak hanya warung yang tutup lampu pun harus dimatikan atau dihidupkan tapi tidak terlalu terang. Kalau dilihat, sebenarnya Negeri-negeri yang mayoritas muslim lebih toleran dalam hal ini, lihat saja untuk perayaan hari besar selain Islam pasti tanggal merah atau dengan kata lain libur di sebagian besar negara-negar Islam. Sedangkan di negara yang muslim adalah minoritas, sepengetahuan saya (dari hasil baca-baca) yang katanya "sangat toleran" umat islam setelah shalat Id harus masuk kerja lagi jika hari itu bukan hari libur. Seperti cerita dari saudara saya di Amerika, dan Inggris padahal di kedua negara tersebut bisa dikatakan penduduk yang Muslim telah menduduki lima besar :) dari segi jumlahnya (kayak apa aja)

Terus agak melenceng sedikit nih, (eh gak jadi ding).

Lalu gimana dengan terorisme? Nah ini sepertinya harus dijawab dengan jawaban jangan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Dari hanya segelintir umat Islam yang melakukan tindakan terorisme (yang padahal apa yang mereka katakan jihad itu kalau dilihat dari kacamata Islam belum memenuhi syarat untuk berjihad dalam artian jihad yang berupa perang) maka langsung dikatakan Islam itu adalah teroris. Jika kita memang hendak menggunakan logika yang sama, apakah boleh kita sebut bahwa Kristen adalah penjajah karena bukankah yang melakukan penjajah adalah negara-negara Kristen (seperti Belanda, Spanyol) atau lainnya. Atau dalam lingkup pembicaraan yang lebih sempit kita sebut bahwa Kristen adalah pengadu domba (karena dalam sejarah kita, Belanda yang mayoritas Kristen yang melakukan politik devide et impera (maksudnya kali jembatan Ampera yah). Kalau orang yang waras tentu akan menjawab tidak.

Lalu mungkin muncul lagi pertanyaan nah di dalam Al Quran dan Al Hadits kan ada ayat-ayat tentang Jihad yang berupa jihad perang? Nah untuk itulah sekali lagi saya ingatkan bahwa untuk memahami Al Quran dan Al Hadits tidak dengan serta merta membaca terjemahannya tapi juga harus dipahami dengan pemahaman seperti bilamana (sastra lama banget) pemahaman para shahabat Nabi ketika ayat itu diturunkan. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan menuntut ilmu tentang Islam yang shahih. Untuk bisa dijadikan renungan.......


----------
Bertobatlah, karena kiamat sudah dekat (niru-niru aja lu) :)
watashi_wa_muslim
 
Posts: 1
Joined: Fri Mar 09, 2007 5:01 pm

Postby CostaNostra » Wed Mar 14, 2007 12:58 pm

Pengen juga ah...

Dalam islam tidak ada larangan bermuamalah dengan non Muslim dengan tetap berpegang pada prinsip "tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kamu tolong menolong dalam hal keburukan dan kejahatan". Nah prinsip ini yang harus dipegang teguh.


Betul....berikan yang baik kepada muslim dan berikan kejahatan/keburukan kepada non muslim.

Mengapa kemudian muncul larangan mengucapkan selamat atas perayaan hari raya umat lain? Ini juga terkait kaidah dalam Islam yang melarang untuk menjadikan agama sebagai bahan senda gurau dan basa-basi. Ucapan selamat itu, meskipun si pengucap tidak meyakini setidaknya mengandung dua hal:
1. sebagai basa basi dalam beragama (tuh, agama adalah sesuatu yang sakral, kenapa harus dibasa-basikan) atau istilah kerennya mudahanah
2. atau bahkan tindakan yang hipokrit (apaan tuh.. aku juga gak tahu.) Lha wong dia gak yakin atas perayaan itu ngapain harus ngucapin selamat kan gitu.
3. pembenaran terhadap apa yang dilakukan atau dengan kata lain menganggap sesuatu yang batil itu sebagai hal yang benar dan ini juga bertentangan dengan kaidah di dalam Islam. Yang batil harus dikatakan batil dan yang haq harus dikatakan haq.


Betul lagi....Berikan Penghargaan hanya kepada Muslim

Mengenai kenapa warung harus tutup selama bulan Ramadhan? Itu adalah salah satu bentuk toleransi sebagaimana juga ketika di Bali merayakan Nyepi. Bahkan tidak hanya warung yang tutup lampu pun harus dimatikan atau dihidupkan tapi tidak terlalu terang. Kalau dilihat, sebenarnya Negeri-negeri yang mayoritas muslim lebih toleran dalam hal ini, lihat saja untuk perayaan hari besar selain Islam pasti tanggal merah atau dengan kata lain libur di sebagian besar negara-negar Islam. Sedangkan di negara yang muslim adalah minoritas, sepengetahuan saya (dari hasil baca-baca) yang katanya "sangat toleran" umat islam setelah shalat Id harus masuk kerja lagi jika hari itu bukan hari libur. Seperti cerita dari saudara saya di Amerika, dan Inggris padahal di kedua negara tersebut bisa dikatakan penduduk yang Muslim telah menduduki lima besar Smile dari segi jumlahnya (kayak apa aja)


Betul lagi....eh gak jadi....Pertanyaan bos....kenapa tindakan toleransi harus berasal dari non muslim ? Kalau dibalik gimana ? Misalnya kenapa bukan muslim yang bertoleransi kepada non muslim supaya bisa makan dengan bebas apa saja yang dia mau pada bulan puasa ? Atau misalnya umat non muslim boleh mendirikan gereja disebelah masjidil haram ? kan non muslim sudah memberi contoh seperti di Vatikan ?
Lalu gimana dengan terorisme? Nah ini sepertinya harus dijawab dengan jawaban jangan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Dari hanya segelintir umat Islam yang melakukan tindakan terorisme (yang padahal apa yang mereka katakan jihad itu kalau dilihat dari kacamata Islam belum memenuhi syarat untuk berjihad dalam artian jihad yang berupa perang) maka langsung dikatakan Islam itu adalah teroris. Jika kita memang hendak menggunakan logika yang sama, apakah boleh kita sebut bahwa Kristen adalah penjajah karena bukankah yang melakukan penjajah adalah negara-negara Kristen (seperti Belanda, Spanyol) atau lainnya. Atau dalam lingkup pembicaraan yang lebih sempit kita sebut bahwa Kristen adalah pengadu domba (karena dalam sejarah kita, Belanda yang mayoritas Kristen yang melakukan politik devide et impera (maksudnya kali jembatan Ampera yah). Kalau orang yang waras tentu akan menjawab tidak.

Lalu mungkin muncul lagi pertanyaan nah di dalam Al Quran dan Al Hadits kan ada ayat-ayat tentang Jihad yang berupa jihad perang? Nah untuk itulah sekali lagi saya ingatkan bahwa untuk memahami Al Quran dan Al Hadits tidak dengan serta merta membaca terjemahannya tapi juga harus dipahami dengan pemahaman seperti bilamana (sastra lama banget) pemahaman para shahabat Nabi ketika ayat itu diturunkan. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan menuntut ilmu tentang Islam yang shahih. Untuk bisa dijadikan renungan.......


Nah ini yang menarik.....kalau ada cemooh dari non muslim jawabannya selalu
klise bahwa untuk memahami Al Quran dan Al Hadits tidak dengan serta merta membaca terjemahannya tapi juga harus dipahami dengan pemahaman seperti bilamana (sastra lama banget) pemahaman para shahabat Nabi ketika ayat itu diturunkan
seharusnya kan pernyataan itu ditujukan kepada saudara muslim anda yang menggunakan ayat-ayat itu untuk melegalisasi pembunuhan yang mereka lakukan......
Oh iya mumpung belum lupa.....sekalipun ada banyak negara kristen melakukan kejahatan kepada manusia yang lain satu hal yang membedakannya dengan islam TIDAK PERNAH ADA YANG MELEGALISIRNYA DENGAN KITAB SUCI, yang ada malah kesadaran bahwa tindakan yang salah pada masa lampau itu HARUS diperbaiki....

Jadi sebenarnya anda nimbrung untuk memberikan penegasan bahwa UMAT MUSLIM NARCIS ABIIIIISSSS.......
MUSLIM KEPINGIN JAGAT RAYA INI BERPUSAT KEPADA ISLAM....NTAR KESAMPAIAN KALO ADA ULAR TUMBUH KUMISNYA
CostaNostra
 
Posts: 52
Joined: Thu Jul 13, 2006 1:33 pm

Postby BOMBASTIC » Thu Mar 15, 2007 9:31 am

pertanyaan:
arti puasa sebenarnya apa sih mas kalo begitu....?


jawaban:

Panggilan untuk berpuasa hanya untuk orang-orang yang beriman...

Ini sudah saya jelaskan, bung...
Sesuai Surat Al Baqoroh...


gak nyambung babar blas rek...
User avatar
BOMBASTIC
 
Posts: 736
Joined: Thu Jul 13, 2006 10:56 am
Location: HEAVEN

Postby suka damai » Thu Mar 15, 2007 10:44 am

ibnu_ramlee wrote:Anda jangan keliru.. kan saya udah bilang orang Islam itu imannya berbeda-beda kekuatannya. Kalo soal puasa juga orang Islam banyak koq yg nggak tergoda biarpun orang2 disekelilingnya pada makan (misalnya dia lagi puasa sunat senin-kamis).

Ini masalah kondisi psikis, tidak semua orang Islam itu terbiasa berpuasa, nah, karena itu sebaiknya yg non menghormatinya dengan tidak seliweran..

Nggak ada sih ayat atw hadits yg melarang, tapi kenapa anda tidak mengambil inisiatif menghormati yg lagi puasa..?


sdr ramlee...salam perkenalan buat anda :

Anda mengatakan bahwa Islam sangat toleransi dgn yang lain.
Setelah saya membaca postingan yg ada disini,.....pernyataan anda yg diatas tadi sudah berlawanan dgn suasana kehidupan sehari2 antara moslem dgn non moslem.
Bayangkan : Pada saat Kristen merayakan Natal, keluar fatwah MUI yg melarang umat Islam mengucapkan salam Natal atau ikut memeriahkan Natal.
Pada saat Islam puasa, Islam meminta non moslem menghormati orang2 moslem yg lagi puasa. .....dll.....dll......Bukankah hal tersebut diatas sudah secara langsung menunjukkan Islam sangat tdk toleransi ????, atau secara langsung telah membantah ucapan anda sendiri,.......bahwa Islam sangat toleransi dgn......agama lain.???.
Mohon anda jelaskan pernyataan anda....bahwa Islam sangat....bla....bla...bla.......
suka damai
 
Posts: 43
Joined: Mon Jan 29, 2007 9:40 am
Location: SINGAPORE

Postby ceceps01 » Thu Mar 15, 2007 11:51 am

Lho,

ngga toleransi bagaimana?

Apakah cuma diminta menghormati puasa dan dibilang haram hari rayanya tidak dianggap toleran, padahal kafir harusnya tidak boleh hidup.
User avatar
ceceps01
 
Posts: 1937
Joined: Mon Nov 13, 2006 2:23 pm

Postby luv_nice » Thu Mar 15, 2007 12:10 pm

Ya, betul.
Islm sangat toleran. Kita yg kafir tuh hrusnya dibunuh. Jadi terimakasih deh buat mayoritas islam...kalau sekedar gak dikasih ucapan selamat ya gak papa. Sudah sangat toleran kok muslim...hehehehe
luv_nice
 
Posts: 695
Joined: Tue Aug 15, 2006 11:08 am

Postby MadinaSyarif » Sun Apr 08, 2007 6:34 pm

MET PASKAH SEMUANYA...YANG NASRANI MAKSUDNYA
MadinaSyarif
 
Posts: 146
Joined: Thu Feb 08, 2007 8:14 pm

Postby M-SAW » Mon Apr 09, 2007 2:44 pm

MadinaSyarif wrote:MET PASKAH SEMUANYA...YANG NASRANI MAKSUDNYA


wah..wah...
kamu ini muslim atau bukan?
bukankan islam mengajarkan isa itu tidak MATI dan bangkit di hari ke 3?
kenapa anda malah 'mengakuin"nya ?? dgn mengucapkan selamat?
hehehe lucu sekali
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby MadinaSyarif » Sat Apr 14, 2007 5:53 pm

SAYA TIDAK PERCAYA NABI ISA AS BANGKIT SECARA FISIK PADA HARI KETIGA, TAPI SAYA PERCAYA MUNGKIN PARA PENGIKUT NABI ISA BANGKIT SECARA SPIRITUAL DAN MENTAL PADA HARI KETIGA TERSEBUT.

TAPI SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT PASKAH PADA YANG MERAYAKANNYA, BUKAN PADA YANG TIDAK MERAYAKANNYA..TIDAK PERDULI APAKAH YANG MERAYAKAN TERSEBUT PERCAYA ATAU TIDAK.
MadinaSyarif
 
Posts: 146
Joined: Thu Feb 08, 2007 8:14 pm

pada2

Postby Yesuz_horny » Sat Apr 14, 2007 6:11 pm

emang yg non muslim yg minoritas.. mestinya ngalah aja.. mau dimintain duit kek.. kalo berani lawann kalo ga.. kasih..

masih mending di Indonesia, walau mayoritas nya islam.. tapi pemerintahnya ga pilih kasih soal kesempatan bekerja berusaha dsb.. kalau ke Malaysia... pilih kasih..

ya kalo THR pengusaha2 non muslim nya ga mao kasih duit ya mendingan cari usaha di negara lain yang lebih sejuk buat non muslimnya... kayak keluarga Salim yang cabut ke Singapura.. kan enak.. aman mereka disana...

temen gua jg, non pri dah pindah ke Kanada setelah kerusuhan itu.. dia bilang di Indonesia kurang aman buat usaha...

Ayo! siapa mau nyusul!!!!
Yesuz_horny
 
Posts: 1
Joined: Sat Apr 14, 2007 5:44 pm

Re: pada2

Postby Eneng Kusnadi » Sat Apr 14, 2007 8:52 pm

Yesuz_horny wrote:emang yg non muslim yg minoritas.. mestinya ngalah aja.. mau dimintain duit kek.. kalo berani lawann kalo ga.. kasih..

masih mending di Indonesia, walau mayoritas nya islam.. tapi pemerintahnya ga pilih kasih soal kesempatan bekerja berusaha dsb.. kalau ke Malaysia... pilih kasih..

ya kalo THR pengusaha2 non muslim nya ga mao kasih duit ya mendingan cari usaha di negara lain yang lebih sejuk buat non muslimnya... kayak keluarga Salim yang cabut ke Singapura.. kan enak.. aman mereka disana...

temen gua jg, non pri dah pindah ke Kanada setelah kerusuhan itu.. dia bilang di Indonesia kurang aman buat usaha...

Ayo! siapa mau nyusul!!!!


Nah Moderator bisa tolong pindahkan ke cara berpikir muslim? Teng Kyu!
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby tjap_momed_aseli » Fri Apr 20, 2007 2:36 am

he... mau kasih pendapat jujur. Harusnya post-post semacam yang dipost ibnu ramlee ini lebih banyak lagi. Jadi seengganya ana bisa lebih mengerti jalan pemikiran muslim. Gue ga begitu nyimak tanggapan-tanggapan dari yang lain, cuma tulisan beliau saja.

Baiknya gue denger langsung dari muslim sejati seperti ini, gimana pemikiran-pemikirannya.

Jelas, dari diri gue muncul satu pemikiran juga. Kalau seseorang diajarkan makan tahi itu salah semenjak lahir, maka dia engga bakalan makan tahi.

Kalau seseorang diajarkan makan tahi itu baik dan ditanamkan ke dalam dirinya kuat-kuat, maka dia akan memakan tahi dengan lahap dan menista orang yang engga makan tahi, apapun yang dibilang orang sekitar dan fakta yang menyatakan tahi itu engga baik.

So tertarikkah gue memakan tahi? Jelas engga.
User avatar
tjap_momed_aseli
 
Posts: 409
Joined: Sun Aug 06, 2006 9:05 pm

Postby MadinaSyarif » Sun Apr 22, 2007 6:16 pm

tjap_momed_aseli wrote:he... mau kasih pendapat jujur. Harusnya post-post semacam yang dipost ibnu ramlee ini lebih banyak lagi. Jadi seengganya ana bisa lebih mengerti jalan pemikiran muslim. Gue ga begitu nyimak tanggapan-tanggapan dari yang lain, cuma tulisan beliau saja.

Baiknya gue denger langsung dari muslim sejati seperti ini, gimana pemikiran-pemikirannya.
.


wah dunia anda begitu kotak-kotak...sepi dong
muslim pasti gene...yang lain gak sejati
agnostik pasti gini.....
kristen pasti gini....
katolik pasti gini......
MadinaSyarif
 
Posts: 146
Joined: Thu Feb 08, 2007 8:14 pm

Postby tjap_momed_aseli » Sun Apr 22, 2007 7:56 pm

MadinaSyarif wrote:wah dunia anda begitu kotak-kotak...sepi dong
muslim pasti gene...yang lain gak sejati
agnostik pasti gini.....
kristen pasti gini....
katolik pasti gini......


Sorry yah. Gue orangnya open minded. Gue engga suka pilih-pilih teman. Tapi pandangan gue berubah terhadap muslim. Permasalahannya bukan pada muslimnya sendiri, tapi ajaran yang mereka junjung. Bukankah muslim sendiri berdasarkan ajaran islam yang mengkotak-kotakkan manusia menjadi muslim dan kafir :

Kalau Moslem atau Kafir kaya ente ya jelas ada bedanya...


Bila suatu saat nanti permasalahan rasial sudah engga ada di muka bumi ini, masih tersisa permasalahan lain, permasalahan muslim dan kafir.

Kewajiban tentang bagaimana seorang muslim harus bersikap terhadap kafir, sungguh jauh berbeda dengan bagaimana muslim harus bersikap terhadap muslim. Siapa yang mengkotak-kotakan?

Inget aja, tiada asap tanpa api. Kalau gue dibedakan seperti ini dan dipandang kayak binatang, gue juga akan memandang orang yang memandang rendah gue seperti binatang.

Sampai di sini, mungkin di antara kita ada yang bertanya, bagaimana hukumnya
seorang Muslim meminta bantuan dari non-Muslim dalam masalah2 yang tak berhu-
bungan dengan masalah agama? Untuk masalah ini kita harus mengerti
bahwa tak ada bahayanya bila Muslimin, pada tingkat pribadi maupun pemerintah,
meminta pertolongan dari non-Muslim dalam hal-hal teknikal yang tak ada
hubungannya dengan masalah agama---misalnya dalam masalah kedokteran,
teknik, pertanian, dll. Pada saat yang sama, tentunya kaum Muslimin sangat
diharapkan utk mandiri dalam lapangan-lapangan tsb.

Kita melihat bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Salam sendiri pernah mempekerjakan Abdullah
bin Uraiqit, seorang polytheist, untuk menjadi penunjuk jalan sewaktu berhijrah
dari Makkah ke Madinah. Jadi, kita boleh meminta tolong kepada non-Muslim
dengan syarat bahwa mereka dapat dipercaya.


ada baiknya para muslim mulai mempertimbangkan meminta pertolongan kepada psikiater kapir :lol:

eniwei, satu pertanyaan, adakah islam mengatur spesifik gimana cara berhubungan dengan umat hindu, konghucu, budha dan semacamnya seperti layaknya dengan nasrani dan yahudi? :roll:
User avatar
tjap_momed_aseli
 
Posts: 409
Joined: Sun Aug 06, 2006 9:05 pm

Postby santri gagal » Wed Apr 25, 2007 11:14 am

ABU AMMAR wrote:Cur.....Ancur.....!!! Emang ada yang salah dari himbauan MUI tsb..?
Kristen harusnya paham, kami tidak butuh ucapan selamat hari raya dari anda. Dan andapun hendaknya tidak usah berharap banyak kami akan merayakan dan mengucapkan selamat natal. Mau natalan ya..monggo toh..ajaklah kaum anda sendiri untuk merayakannya...tanpa perlu mengajak orang dari agama lain ikut-ikutan hadir ke geraja. Sialnya bila orang dari agama lain nggak mau hadir ke natalan trus dibilang nggak toleransi. Kasihan bener....Toleransi beragama jangan diartikan sesempit itu dong Cur....Bisa ancur tatanan negeri ini kalau semua orang berpikiran kerdil seperti ini.
Kalau MUI membuat himbauan tsb ya sudah pasti tujuannya adalah untuk menjaga aqidah umat Islam di negeri ini agar jangan tercampur aduk antara hal-hal yang boleh dan dilarang agama.



iya bener bgt nih kata si om, kita harus toleransi,
kalo ana lagi puasa napa warung ente kudu tutup, asal nda nyolok mata nda akan kami razia koq.
User avatar
santri gagal
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Previous

Return to Ttg SYI'AH, KAFIR, MURTADIN, MUSYRIKUN dll



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron