.

Islam menghina kebebasan agama lain

a/l ttg hak2 kaum dhimmi, kafir, minoritas non-Muslim, murtadin, musryikun dlm Islam.

Islam menghina kebebasan agama lain

Postby ali5196 » Tue May 09, 2006 2:31 am

Last edited by ali5196 on Tue May 30, 2006 8:55 pm, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Sola Gracia » Wed May 17, 2006 7:47 am

Supaya orang2 Islam pada nggak murtad, perkeraslah suara azan dan khotbah2 para ustadz di loudspeaker2 di mesjid...biar pada ingat sama Sang Nabi dan nggak lupa bangun pagi2 buat sholat setiap hari :lol:
Sola Gracia
 
Posts: 177
Joined: Tue May 16, 2006 8:38 pm

Postby DianAZ » Tue Feb 13, 2007 7:46 pm

Sola Gracia wrote:Supaya orang2 Islam pada nggak murtad, perkeraslah suara azan dan khotbah2 para ustadz di loudspeaker2 di mesjid...biar pada ingat sama Sang Nabi dan nggak lupa bangun pagi2 buat sholat setiap hari :lol:



Ha... ha haa :lol: , sebenarnya yang membuat para Islam lari dari ajaran Kuran itu bukan karena "loudspeaker" di mesjid kurang keras atau kurang sering bersuara... pukul 3 pagi di bulan Ramadan gue lagi enak-enak tidur dibangung, sore hari pulang kantor baru mau tenang dan istirahat sebentar loudspeaker sudah 'nyanyi' ditambah hari-hari tertentu pengajian kaum wanita. :wink: :wink:

Yang membuat para Islam (yang sungguh-sungguh mencari TUHAN dan hidup sesuai dengan sifat-sifat Tuhan: hidup rukun dan damai serta jujur) angkat kaki adalah perbuatan para true-Islam (yang benar-benar mengikuti ajaran Kuran). Contoh, cerita di ini gadis Kristen di Pakistan dipaksa menjadi Islam setelah ibunya ibunya meninggal dunia melalui aniaya fisik dan akhirnya dibunuh

Setiap orang dianugerahkan oleh Pencipta suatu hati nurani, apapun agama atau tidak beragama sekalipun, didalam hati sanubari kita, kita bisa menilai apa itu baik atau jahat, benar atau salah, .... nah kalau peristiwa seperti gadis ini dan penyalahan hak wanita dan HAM lainnya terjadi terus-menerus di depan mata pengikut ajaran Muhammad, maka tidaklah mengherankan lambat atau cepat mereka (yang hati nuraninya masih normal) akan angat kaki alias 'murtad' dari Islam.

Kisah gadis yang menderita di atas hanyalah satu dari berpuluh-puluh ribu peristiwa menyedihkan terhadap kaum minoritas Pakistan dan telah berlangsung lama, 12 tahun lalu saya pribadi telah mengetahui pelanggaran-pelangaran HAM di Pakistan ini. Hak-hak minoritas di Pakistan lebih rendah dari para pembantu di Indonesia. Sungguh menyedihkan!! :cry: :cry:
DianAZ
 
Posts: 388
Joined: Wed Mar 01, 2006 4:05 pm

Postby babenya muhammad » Fri Feb 23, 2007 12:09 am

LOGIKANYA : Loe mau tau di dalam goa ada apa yah loe masuk goa.... terus kalok loe pengen tau isi goa loe denger cerita orang.. yang siap2 kena boongin... hehehe ternyata loe BEGOK yah .....


hehe..... pake logika bisa kemana-mana bung

LOGIKANYA : lu lihat org terjun ke jurang, apa lu mau ikut org itu terjun ke jurang ??????, biar lu bisa tau berapa dalam jurang itu...........
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby yabedabedoo » Fri Feb 23, 2007 12:20 am

babenya muhammad wrote:
LOGIKANYA : Loe mau tau di dalam goa ada apa yah loe masuk goa.... terus kalok loe pengen tau isi goa loe denger cerita orang.. yang siap2 kena boongin... hehehe ternyata loe BEGOK yah .....


hehe..... pake logika bisa kemana-mana bung

LOGIKANYA : lu lihat org terjun ke jurang, apa lu mau ikut org itu terjun ke jurang ??????, biar lu bisa tau berapa dalam jurang itu...........


atau logika : lihat Yesus mati disalib .. lalu loe ikut juga mau lihat bisa mati nggak bila disalib ...
User avatar
yabedabedoo
 
Posts: 586
Joined: Fri Dec 22, 2006 1:11 pm

Postby murtad mama » Fri Feb 23, 2007 6:16 am

to yabedabedoo:

aku ket sering liat postingan awak yg nyampag + OOT ke Kristian tak sedar diri dan karut rupanya minda awak, rupanya awak tak baca topics di thread ini rupanya

tolong mod spy tulisan nyampa si yabedabedoo dibuang ke junk,biar sadar diri
User avatar
murtad mama
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby babenya muhammad » Fri Feb 23, 2007 8:08 am

atau logika : lihat Yesus mati disalib .. lalu loe ikut juga mau lihat bisa mati nggak bila disalib ...


biarkin aj bung noor_al_maseeh, emang org ud di bilangin logikanya islam bisa kemana-mana

atau logika : lihat si momo SAW ngerudal anak 9 tahun, .. lalu loe ikut juga, mau lihat apa seteleh mati masuk ke surga ...
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby yahdi akbar » Sat Mar 03, 2007 12:55 am

Islam tidak pernah memaksa orang selain muslim untuk masuk islam, tetapi yang dianjurkan islam hanyalah mengajak tampa harus memaksa. pada surat al qafirun dijelaskan bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku. maka jelaslah bahwa islam tidak pernah mengajarkan untuk memaksa orang selain islam untuk masuk islam.
yahdi akbar
 
Posts: 4
Joined: Tue Feb 27, 2007 1:50 pm

Postby Adadeh » Sat Mar 03, 2007 5:29 am

yahdi akbar wrote:Islam tidak pernah memaksa orang selain muslim untuk masuk islam, tetapi yang dianjurkan islam hanyalah mengajak tampa harus memaksa.

Bohong besar. Baca sendiri pemaksaan masuk Islam yang dilakukan Muhammad:
PEMBUNUHAN KARENA PENYEBARAN ISLAM

Di bukunya yang berjudul "Jurisprudence in Muhammad’s Biography", ilmuwan Azhar bernama Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti (http://www.bouti.com/bouti_e_profile.htm) berkata sebagai berikut (hal. 134, edisi ke 7):
“Perang Suci, seperti yang dikenal di dalam Hukum Islam, adalah perang yang menyerang. Ini merupakan tugas bagi setiap Muslim di usia berapapun jika mereka memiliki kekuatan militer. Inilah arti dari Perang Suci. Maka Rasul Allah berkata:
Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2 sampai mereka semua mengaku tiada Tuhan selain Awloh dan Muhammad adalah RasulNya, dan mereka melakukan sembahyang dan membayar Zakat. Jika mereka melakukan hal itu, darah dan harta benda mereka selamat dari ku.
(lihat Bukhari Vol. I, p. 13).

Ilmuwan Saudi Dr. Muhammad al-Amin di bukunya yang berjudul, "The Method of Islamic Law” dengan jelas berkata:
“Tiada kafir yang boleh disisakan di tanah mereka seperti yang diucapkan oleh Muhamad: ‘Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2…”

Perampokan Kafilah Quraish di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M
Ini adalah perampokan pertama yang dipimpin Zayb b. Haritha. Dia ditemani 100 tentara bersenjata lengkap. Dia mengikuti kafilah dan menyerangnya tiba2. Ternyata serangannya sukses. Para pemimpin kafilah melarikan diri dan Zayd membawa semua harta rampasan dan 2 tawanan ke Medina. Barang jarahan berharga 100.000 Dirham. Muhammad mengambil seperlima (yakni 20.000 Dirham yang tentunya merupakan harga yang sangat besar pada saat itu). Setiap tentara menerima 800 Dirham. Furat jadi tawanan. Orang2 Muslim berkata, “Jika kau masuk Islam, Rasul Allah tak akan membunuhmu.” Dia lalu masuk Islam dan dibebaskan pergi.[ Tabari, vol vii, p.99]

Penyerangan Atas B. Qudah di Dhat Atlah oleh Amr b Ka’b al-Ghifari—July, 629M
Muhammad mengirim Amr b. Ka’b al-Ghifari yang memimpin 15 tentara untuk menyerang orang2 Bani. Qudah di Dhat Allah, di perbatasan Syria. Setelah tiba di sana, Amr meminta para penduduk untuk masuk Islam. Para kafir menolak. Lalu Amir mengepung pihak musuh. Tapi dia mendapat perlawanan keras dari mereka. Di pertempuran ini pihak Muslim dikalahkan. Pihak musuh berhasil membunuh semua tentara Muslim kecuali seorang yang berhasil melarikan diri dan kembali ke Medina.

Penyerangan Atas Mu’tah oleh Zayd ibn Haritha—September, 629M
Mu’tah adalah desa kecil di dekat al-Balqa di Damascus, Syria. Muhammad menunjuk Zayd b. Haritha untuk memimpin tentara ini, memerintahkan dia untuk meminta penduduknya masuk Islam dan membunuh mereka jika menolak Islam. Muhammad berkata, “Semoga Allah membelamu dan semoga kau kembali pulang dengan keadaan suci dan membawa barang jarahan.” [Ibn Sa’d, vol.ii, p.159]

Kisah Penaklukan Mekah oleh Muhammad - January, 630M
Ketika Muhammad dan pengikutnya hendak menyerang Mekah untuk menundukkan tempat itu di bawah kekuasaan Islam, beberapa prajuritnya menangkap Abu Sufyan, salah satu tokoh masyarakat kota Mekah. Mereka membawa Abu Sufyan ke hadapan Muhammad. Muhammad berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan. bukankan ini saatnya bagimu untuk percaya bahwa tiada Tuhan selain Awloh?” Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.” Muhammad lalu berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?” Abu Sufyan menjawab: “Demi Tuhan, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.” ‘Abbas yang hadir di situ bersama Muhammad memberitahu Abu Sufyan: “Waspadalah kau ini! Terimalah Islam dan mengaku bahwa Muhammad adalah Rasul Awloh sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.” Lalu Abu Sufyan pun menyatakan beriman pada Islam dan menjadi seorang Muslim.
Sumber: Ibn Hisham, part 4, p. 11 ("Biography of the Prophet’) dan juga "The Chronicle of the Tabari", part 2, p. 157

Safwan b. Umayyah, seorang Quraish dan musuh besar Muhammad pergi ke Jeddah untuk menetap di Yemen. Ketika dia mendengar berita kemenangan Muhammad, dia hampir saja bunuh diri dengan terjun ke laut. Orang2 mendekati Muhammad dan menceritakan hal ini kepadanya. Dia mengampuni Umayyah dan memberikan Umayyah sorbannya sendiri sebagai tanda pengampunannya. Umayr pergi dan bertemu Umayyah dan menunjukkan sorban Muhammad itu kepada Umayyah. Muhammad memberi waktu 4 bulan bagi Umayyah untuk mengambil keputusan masuk Islam atau mati. Akhirnya Umayyah masuk Islam. Istrinya yang bernama Fakhitah bt. Al-Walid juga jadi Muslim.

Dua tahun setelah Muhammad menaklukkan Mekah dan memberikan pengampunan umum kepada masyarakat pagan Mekah, dia membatalkan pengampunan ini sewaktu dia mengirim dua utusannya yakni Abu Bakr dan Ali untuk mengumumkan kepada kaum pagan di Mekah bahwa mereka akan menghadapi hukuman mati jika tidak masuk Islam (Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah).

Serangan atas Bani Jadhimah di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M
Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:
Dikisahkan oleh ayah Salim:
Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, "Saba'na! Saba'na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).” Khalid terus-menerus membunuh dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”O Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.”


Muhammad berkata, "Bunuh orang2 selama kau tidak mendengar Muadhdin (panggilan sembahyang Islam) atau melihat sebuah mesjid.”[Ibn Sa’d, vol. ii, p.182]

Pemaksaan Memeluk Agama dan Jizya Atas Orang2 Kristen dan Yahudi —December, 631M
Ketika Muhammad mencapai Tabuk, dia mengancam para pemimpin daerah itu. Dia mengirim surat kepada Yuhanna b. Ru’bah (John), pangeran Kristen di Ayla dan meminta Yuhanna untuk masuk Islam, kalau tidak mau diserang. Yuhanna dengan cepat tunduk dan melakukan perintah Muhammad memeluk Islam. Muhammad tetap memaksanya bayar pajak Jizya sebanyak 300 Dinar (US$15.000) per tahun (yakni 1 Dinar per kepala karena terdapat 300 orang penduduk di situ). Dalam peristiwa ini, orang2 tua dibunuh dan anak2 dijadikan tawanan perang. Muhammad juga memerintahkan Yuhanna untuk membayar uang tanda hormat kepada kawan2 dekat Muhammad seperti Zayd, Khalid, Maslama, dll.

Perlakuan yang sama juga diterapkan kepada masyarakat Yahudi di Makna, Adhruh dan Jarba (benteng tua di jalan yang dibuat orang Romawi dari Busra ke Laut Merah). Mereka dipaksa masuk Islam. Mereka harus bayar pajak dan dengan ini Muhammad menjanjikan perlindungan dan bantuan bagi sesama Muslim. Muhammad menentukan pajak sebesar ¼ dari apapun yang mereka hasilkan.

Perampokan dan Pemaksaan Agama terhadap B. Nakha di Mudhij, Yemen oleh Ali—October, 631 M
Muhammad meminta masyarakat Bani Nakha untuk masuk Islam atau mati. Awalnya suku B. Nakha tidak mau masuk Islam. Pertempuran pun terjadi dan tentara Ali membunuh 20 orang. Pada akhirnya tentara B. Nakha kalah, menyerah dan lalu masuk Islam. Pasukan Muslim menjarah apapun yang bisa mereka ambil seperti harta benda, wanita, anak2, unta, dan kambing. [Ibn Sa’d, p.210]

Pemaksaan Agama di Najran, Yemen Utara oleh Khalid b. Walid—February, 632M
Semua masyarakat Najran berasal dari suku B. al-Harith. Setibanya di Najran, Khalid mengumumkan ancaman, memberi masyarakat Najran waktu 3 hari untuk memilih masuk Islam atau mati.
Khalid mengumumkan, Wahai orang2, terimalah Islam, dan kau akan selamat.” [ Tabari, vol.ix, p.82]

Hadis yang berisi pemaksaan agama lewat penindasan, perampasan dan pembunuhan:
Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573:
Dikisahkan oleh Abu Ma'bad,:
(budak milik Ibn Abbas) Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke Yemen, “Pergilah kau kepada orang2 Kitab. Ketika kau tiba di sana, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka mentaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di waktu siang dan malam. Dan jika mereka mentaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk melakukan hal itu, maka janganlah mengambil barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”


pada surat al qafirun dijelaskan bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku. maka jelaslah bahwa islam tidak pernah mengajarkan untuk memaksa orang selain islam untuk masuk islam.

Lah, elo lagi mau aja ditipu Muhammad. Andaikata sekalipun tadinya Muhammad menjanjikan tiada paksaan dalam beragama, hal itu pun sudah disangkalnya sendiri (jilat ludah atau makan muntah sendiri) dengan mengeluarkan ayat sakti:
2:193
Dan perangilah mereka itu, SEHINGGA tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

PERANGI TERUUUS SAMPAI TIADA FITNAH (SHIRK - tafsir Ibn Kathir) DAN SAMPAI KETAATAN HANYA UNTUK ALLAH. Siapakah yang tidak taat sama Allah? Ya, buanyak banget: kafir, murtadin, keresten, zoroaster, pagan, hindu, buddha, pokoknya semua non-Muslim laaah. Semua non-Muslim melakukan shirk/fitnah karena tidak taat pada Allah sehingga elo sebagai Muslim haru memerangi kami semua. Pinternya si Mamat main adu domba kafir vx. Muslim, yaa? Yang tadinya damai2 aja, disuruhnya berperang satu sama lain guna memuaskan nafsu perangnya.

Nah kembali pada ayat kebanggan Muslim apologis 2:256 itu tadi. Sekarang manakah yang harus dituruti: Ayat 2:256 atau ayat 2:193? Dua2-nya terdapat di surah yang sama neeeh.... Silakan para pencinta nabi palsu mengajukan jawaban yang tegas.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Ttg SYI'AH, KAFIR, MURTADIN, MUSYRIKUN dll



Who is online

Users browsing this forum: Bing [Bot]