.

Qur'an, Muhammad, Pedophilia & Hiprokisitas Penentangnya

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Qur'an, Muhammad, Pedophilia & Hiprokisitas Penentangnya

Postby faiz » Fri Oct 27, 2006 4:27 am

Sebenarnya topik ini sudah diangkat diforum ini dalam segmentasi yang berbeda, tapi karena perdebatannya lebih banyak posting-postingan sampah (sebuah posting yang lebih layak ditulis oleh anak sd Tk dan sederajat), maka saya kembali membuka hal ini di forum ini mudahan diskusi ini bermanfaat dan tanpa kata-kata cemoohan dan postingan sampah.

bagian pertama adalah Qur'an itu sendiri dan jawaban atas tuduhan pedhopilia.

bagian kedua membersihkan nama muhammad saw dari tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.

saya harap moderator lebih adil dan bisa mengatur jalannya diskusi dengan cara menghapus komentar-komentar yang tidak perlu dan mengganggu jalannya diskusi, terimakasih.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby faiz » Fri Oct 27, 2006 5:10 am

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(65:4)

Menurut Ibnu jarir ayat ini turun berkaitan dengan wanita yang belum haidh dan sudah berhenti haidh yang dipertanyakan masa iddahnya karena surat 2:226-237 tidak memberikan gambaran mengenai masa iddah mereka, hadits ini adalah hadits shoheh.

Akan tetapi para pengkritik Islam nampaknya lupa bahwa harus dibedakan aa itu tradisi dan apa itu produk Islam, pernikahan anak-anak adala pernikahan yang bersumber dari tradisi budaya arab, dan Qur'an turun secara bertahap, hingga mucncul ayat berikutnya yang membatalkan ketentuan tersebut, yaitu:



Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).(4:6)

Ibnu Katsier berkata mengenai ayat ini:

The age of puberty, according to Mujahid. The age of puberty according
to the majority of scholars comes when the child has a wet dream. In his Sunan, Abu Dawud recorded that `Ali said, "I memorized these words from the Messenger of Allah , "There is no orphan after the age of puberty nor vowing to be silent throughout the day to
the night". In another Hadith, `A'ishah and other Companions said that the Prophet said, "The pen does not record the deeds of three persons: the child until the age of puberty, the sleeping person "until waking up, and the senile until sane" Or, the age of fifteen is considered the age of adolescence. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn Umar said,
I was presented in front of the Prophet on the eve of the battle of
Uhud, while I was fourteen years of age, and he did not allow me to take part in "that battle. But I was presented in front of him on the eve of the battle of Al-Khandaq (The Trench) when I was fifteen years old, and he allowed "me (to join that battle).

Umar bin `Abdul-`Aziz commented when this Hadith reached him, " This
is the difference between a child and an adult." There is a difference of opinion over whether pubic hair is considered a sign of adulthood, and the
correct opinion is that it is. The Sunnah supports this view, according to a Hadith collected by Imam Ahmad from `Atiyah Al-Qurazi who said, We were presented to the Prophet on the day of Qurizah, whoever had pubic
hair was killed, whoever did not was left free to go, I was one of those who did not, so I was left free.'' The Four Sunan compilers also recorded similar to it. At-Tirmidhi said, "Hasan Sahih.'' Allah's statement,
(http://www.tafsir.com/default.asp?sid=4&tid=10463)

Memang ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa boleh menikahi anak kecil akan tetapi pernikahan tersebut baru bisa disempurnakan ketika die berusia dewasa, akan tetapi pernyataan tersebut terbentur dengan hadit ini:


"Artinya : ‘Wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat, dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya’. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana izinnya ?’ Beliau menjawab : ‘Ia diam’.” [Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]

bagaimana mungkin seorang anak kecil dimintai pendapat sedangkan akalnya saja tidak mampu menganalisa konsekuensi dari jawabannya tersebut ?, jadi pernyataan ini adalah batal, lalu bagaimana dengan status hukum ayat tersebut ?, jawabannya adalah ayat tersebut jelas tidak kontradiktif dengan kenyataan bahwa memang ada wanita yang tidak mengalami masa menstruasi walaupun sudah memasuki usia produktif

Primary amenorrhoea is the absence of menstruation in a woman by the
age of 16. Also, as pubertal changes precede the first period,
menarche, women who have no sign of thelarche or pubarche and thus are
without evidence of initiation of puberty by the age of 14 have
primary amenorrhoea. (Reference: Speroff L et al, Clinical Gynecologic
Endocrinology and Infertility, 1999)
http://en.wikipedia.org/wiki/Amenorrhea
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Fri Oct 27, 2006 5:18 am

Silahkan baca http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c.php?t=53

dan tak perlu mengulang-ulang.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Fri Oct 27, 2006 5:39 am

Muhammad seorang pedhopilia ?

Aisyah berkata : Rasulullah Saw bertunangan denganku waktu aku berumur enam tahun. Kami pergi ke madinah dan tinggal dirumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Kemudian aku mendapat sakit dan rambutku jatuh rontok. Ketika rambutku tumbuh lagi dan ibuku Um Ruman, datang kepadaku ketika aku sedang bermain ayunan dengan teman-temanku. Dia memanggilku dan aku menghadapnya, tidak mengetahui apa yang dia akan lakukan terhadapku.Dia memegangku dengan tangannya dan membuatku berdiri didepan pintu rumah.Nafasku terengah engah saat itu, ketika nafasku mulai membaik, dia mengambil air dan membasuk wajah dan kepalaku dengannya. Kemudian dia memasukkan aku kedalam rumah, didalam rumah aku melihat wanita-wanita Anshar yang berkata, "Keinginan yang baik semoga Allah merestui dan semoga selalu dalam kebaikan", Kemudian ibuku memerikan aku kepada mereka, dan mereka mempersiapkan aku untuk pernikahan, Rasulullah datang kepadaku sore harinya secara tidak terduga pada waktu dhuha kemudian ibuku menyerahkan aku kepadanya, dan pada saat itu aku berumur sembilan tahun[i]



Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah menikahi aku semasa aku berumur enam tahun dan tinggal bersamaku semasa aku gadis berusia sembilan tahun. Aisyah menyambung lagi: Kami telah berhijrah ke Madinah dan aku demam panas selama sebulan sehinggalah rambut aku mencecah hingga paras bahu. Ketika itu ibu kandungku Ummu Rumaan datang berjumpa aku yang sedang berada atas buaian bermain bersama teman-temanku lalu dia memanggilku dan aku segera berjumpa dengannya iaitu dalam keadaan aku tidak mengetahui apa yang hendak dia lakukan terhadapku. Ibuku memegang tanganku iaitu membawa aku untuk masuk ke dalam rumah sehinggalah dia memberhentikan aku di pintu dan aku melepaskan lelahku sehingga keadaanku menjadi tenang. Selepas itu ibuku membawa aku masuk ke dalam rumah. Aku dapati ramai wanita Ansar, mereka menyambut kami dengan mesra serta mendoakan untuk pengantin supaya diberi kesenangan dan keberkatan. Ibuku menyerahkan aku kepada mereka lalu mereka membasuh kepalaku dan menghiaskan diriku secantik mungkin. Rasulullah s.a.w tidak mendatangiku secara tiba-tiba tetapi mereka iaitu perempuan-perempuan Ansar menyerahku kepada baginda ketika waktu Dhuha.[ii]



Hadits-hadits diatas menjadi sangat kontroversial dan menjadi bahan tudingan serta serangan kaum misionaris dan orientalis yang menyebutkan bahwa Muhammad seorang pedofilia dan mempunyai akhlak yang tercela. Tuduhan-tuduhan itu sangat tidak beralasan sebab mereka menjustifikasi suatu persoalan tanpa mengadakan penelitian terlebih dahulu yang menjadi pokok persoalan dan argumentasi yang berdasarkan pada asumsi-asumsi menurut takaran apa yang ada pada masyarakat mereka. Mereka menjadikan nilai dinegara-negara mereka menjadi tolak ukur untuk menjustifikasi apa saja yang ada didunia ketiga yang diwakili umat Islam, bagaimana mungkin jika hukum rajam atau hukum cambuk yang mencegah seseorang untuk melakukan hubungan seksual diluar nikah yang sangat merugikan kedudukan kaum wanita mereka katakan sebagai aturan yang melanggar Hak asasi manusia, namun disisi lain seorang laki-laki dewasa yang menikahi wanita yang sudah mencapai tahap pubertas dianggap sebuah pemerkosaan terhadap hak asasi manusia, sungguh standar yang amat tidak jelas. Sehingga bisa dikatakan jika seseorang lelaki berhubungan seksual dengan wanita berusia 17 tahun di amerika tidak melanggar hukum, akan tetapi jika ada lelaki yang menikahi gadis berumur 15 tahun maka ia bisa dianggap melanggar hukum, mana yang anda akan pilih jika masyarakat anda memakai standar ini.



Kembali lagi mengenai hadits diatas, jika kita melihat kembali mengenai hadits-hadits yang berhubungan dengan pernikahan diatas maka kita akan banyak sekali menemukan pertentangan didalamnya kadang dikatakan bahwa aisyah dipinang rasul pada usia 6 tahun baru dinikahi pada usia 9 tahun, diriwayat lain dikatakan usia pernikahan nabi dengan aisyah diwaktu umur 6 tahun baru berkumpul umur 8 tahun, bahkan jika dilacak pada riwayat lain pernikahan Aisyah dilakukan pada usia tujuh tahun, riwayat lain usia 7 tahun menikah, dan ada pula riwayat lain yang mengatakan rasul meminang Aisyah pada usia 9 tahun dan menikah dengannya pada usia sebelas tahun.



Yang saya ingin katakan adalah begitu banyak pertentangan antara hadits satu dengan hadits yang lainnya sehingga kita tidak dapat mengambil kesimpulan yang pasti kapan Rasulullah Saw menikahi Aisyah ra dengan tepat. Sehingga banyak sekali perbedaan pendapat tentang kapan usia pernikahan Aisyah sebenarnya bukan saja dari kalangan muslim akan tetapi juga dikalangan non muslim yang mengadakan penelitian khusus tentang pernikahan Aisyah. Nabia Abbot seorang orientalis menyatakan :



Tidak ada kejelasan mengenai kapan pernikahan itu dilaksanakan. Menurut beberapa riwayat, hal itu berlangsung dibulan syawal tahun satu hijriah, beberapa riwayat mengatakan beberapa bulan setelah hijrah di Madinah, akan tetapi menurut riwayat lain baru terjadi setelah perang badar, kemudian riwayat lain menyatakan bulan syawal tahun kedua hijriah. Tidak didalam riwayat yang memberikan komentar mengenai disparitas umur Muhammad dan Aisyah atau waktu pengantin wanita ditawarkan.[iii]



Jadi memang tidak ada kesepakatan yang jelas mengenai kapan Muhammad menikahi Aisyah,apakah enam atau sembilan tahun atau bahkan sebelas tahun. Hal ini ditambah kecurihaan beberapa ulama Islam terhadat sanad hadits yang bernama Hisam bin Urwah yang banyak meriwayatkan hadits tersebut. Beberapa ulama memberi catatan khusus mengenai sosok Hisam bin Urwah ini



Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ". [iv]

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq". [v]

Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok".[vi]



Sementara riwayat pernikahan Aisyah yang bersumber dari dirinya semuanya berasal dari orang orang irak, ini yang membuat hadits ini dikritik keabsahannya.Inilah yang kemudian menjadi bahan perdebatan yang tidak hanya terjadi dikalangan ulama Islam saja akan tetapi juga dikalangan peneliti Islam yang non muslim.



Disamping itu banyak riwayat yang menyebutkan kontroversi hadits mengenai umur Aisyah ini, sebab umur Aisyah diprediksi lebih dari sembilan tahun. Beberapa riwayat memperkuat pendapat ini



Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ".[vii]

Jika Statement Ibn Hajar adalah faktual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.



Riwayat lainnya juga mengatakan Aisyah menikah pada usia 14 tahun



Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ". [viii]

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).


Berdasarkan riwayat ini seharusnya umur Aisyah adalah 10 tahun ketika dilamar dan menikah pada usia antara 13-14 tahun.

Saya tidak ingin melanjutkan perdebatan mengenai kesahihan hadits ini atau tidak, akan tetapi yang saya ingin katakan adalah sejauh ini memang terjadi perdebatan mengenai kapan Aisyah menikah dengan Rasulullah Saw, akan tetapi semua Ulama sepakat Aisyah menikah pada usia yang sangat muda ketika baru beranjak baligh atau memasuki masa puber, jika hal ini memang menjadi kesepakatan maka perbedaan mengenai berapa sebenarnya usia Aisyah sewaktu menikah tidaklah menjadi penting, sebab usia sembilan tahun adalah batas dimana seseorang sangat mungkin mencapai usia puber


Bagaimanapun juga Pubersitas adalah tahapan yang memungkinkan seseorang untuk menikah tidak hanya seorang wanita akan tetapi juga laki-laki.Masa puber adalah masa dimana seseorang mulai memasuki masa transisi menuju kedewasaan yang mudah sekali dilihat dari berbagai ciri yang menyertainya.

puberty (pyū'bərtē) , period during which the onset of sexual
maturity occurs. It usually takes place between the ages of 10 and 15 in both sexes but sometimes occurs as early as 7 or 8 years of age in females.
http://www.answers.com/puberty

Puberty normally occurs in a series of five stages (Tanner stages) that typically begin within the ages of 8 and 13 for girls and 9 and 14 for boys. Puberty is consider early (precocious puberty) if it occurs before the age of 8 years in girls and 9 years in boys. Children who begin puberty early should have a full evaluation by their Pediatrician and will often need to see a Pediatric Endocrinologist. A prompt evaluation is necessary, because untreated, early puberty can lead to short stature in adults.
http://www.keepkidshealthy.com/welcome/ ... _puberty.h tml

In girls, puberty may start as early as 8 years of age, but it usually starts around 11 years of age. In boys, it begins around 12 years as age, but may start as early as 9 years of age. This is a process that goes on for several years. Most girls are physically mature by about 14 years of age. Boys mature a year or two later.
http://www.aafp.org/afp/990700ap/990700d.html

Puberty that starts before 8 years of age in a girl or before 9 years in a boy has been widely accepted as precocious. The age for girls was established by a small number of studies in the United States conducted in the mid 1900s and a 1969 English study of white girls—all of which placed the mean age of breast development at approximately 11 years, with very few girls reaching puberty before 8 years.
http://www.contemporarypediatrics.com/c ... leDetail.j sp?id=364745

Puberty is the growth process associated with appearance of both primary and secondary sexual characteristics in children. It occurs between 8 and 14 years of age in girls and 9 and 14 years of age in boys.
http://www.patient.co.uk/showdoc/40024607/

Mengenai pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah pada usia 7 tahun, harus dipahami bahwa hal itu memang sudah menjadi budaya pada masa sebelum Islam, memang Rasulullah Saw menikahi Aisyah pada usia 7 tahun akan tetapi Rasulullah Saw kemudian baru berkumpul dengan Aisyah pada usia sembilan tahun, dan pada saat itu memang syariat belum diturunkan oleh karenanya yang Rasulullah lakukan memang belum dilarang oleh Allah SWT akan tetapi Allah tetap menjaga Rasulullah SAW dengan cara membuat Rasulullah SAW baru berkumpul dengan Aisyah ketika beliau memasuki usia baligh atau masa puber.



Fakta bahwa tidak ada penolakan sama sekali antara pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra merupakan salah satu bukti bahwa pernikahan dengan wanita yang memiliki usia sangat dini merupakan bagian dari budaya masyarakat arab diwaktu itu, orientalis bernama Nabia Abbot menegaskan hal itu



Tidak ada versi cerita memberi komentar terhadap perbedaan umur pernikahan antara Muhammad dan Aisyah atau pada umur waktu pengantin wanita diajukan.(Nabia Abbott, Aishah, The Beloved of Mohammed,op cipt, p. 7)


Praktek Rasulullah yang tidak mengikuti budaya masyarakat dimasa tersebut yang langsung berkumpul ketika menikah dengan wanita yang dinikahinya walaupun masih dibawah usia puber, dan baru melakukannya ketika Aisyah memasuki usia puber atau baligh, menyiratkan kepada kita semua bahwa apa yang ditawarkan Muhammad merupakan praktek yang tertinggi yang dilakukan diantara kebudayaan masyarakat diwaktu itu. W. Montgomery Watt menegaskan hal ini

Dari sudut waktu Muhammad, dimana, perjanjian dari penghianatan dan hawa nafsu tidak dapat dijaga. Zaman dimana dia hidup tidak dapat menemukan kecacatan moralnya dari jalan manapun. Pada kebalikannya, sebagian aksi mengkritik yang dilakukan oleh masyarakat barat modern menunjukkan standar Muhammad lebih tinggi dari pada zaman dimana dia hidup.(W. M. Watt, Muhammad: Prophet and Statesman, (Oxford University Press, 1961), p. 229)


dari semua data diatas kita dapatkan bahwa pubersitas bisa dimasuki anak wanita pada usia 9 tahun dimana usia itu adalah usia Aisyah ketika dinikahi.

Lalu kita kemudian mencari definisi pedhopilia sebagai bahan masukan apakah Muhammad SAW (naudzubillah) masuk dalam kategori tersebut ?, maka definisi pedhopilia adalah:

ped·o·phil·i·a (pĕd'ə-fĭl'ē-ə, pē'də-) pronunciation
n.

The act or fantasy on the part of an adult of engaging in sexual activity with a child or children.
http://www.answers.com/topic/pedophilia

* noun: sexual activity of an adult with a child
http://www.rhymezone.com/r/rhyme.cgi?Word=pedophilia

pedophilia:

The act or fantasy on the part of an adult of engaging in sexual activity with a child or children.
http://www.bartleby.com/61/79/P0147900.html

pedophilia

Sexual fondness and activity of adults with children.pedophilia is a form of paraphilia (deviant sexual behaviour).

(12 Dec 1998)
http://cancerweb.ncl.ac.uk/cgi-bin/omd? ... on=Search+ OMD

dari definisi ini kita dapatkan seseorang yang disebut pedhopilia adalah seorang yang berhubungan seksual dengan anak kecil, sementara Aisyah dengan usia 9 tahun amat mungkin bukan seorang anak lagi akan teapi wanita dewasa, karena definisi anak adalah:

1. A person between birth and puberty.
2. A person who has not attained maturity or the age of legal
majority.
http://www.answers.com/topic/child

so berangkat dari sini kita mulai menyelidiki kemungkinan-kemungkinan apakah Rasulullah seorang pedhopilia (naudzubillah) dan Aisyah adalah seorang korban kekerasan seksual.

Kalau Rasulullah seorang pedhopilia, maka seharusnya beliau memenuhi keriteria ini:

http://www.polfed.org/magazine/08_2001/ ... ophile.htm

"Low self esteem. Many pedophiles, although by no means all, do not have a great sense of capacity for adopting a sexual demeanor towards adults or those of their own age or older. They feel unhappy and fearful at the prospect of sexual behaviour with adults and hence turn to children due to the fact that they are unable to have the strength of personality to seek adults for sexual demeanor. When considering treatment therefore it is important to establish and develop a higher sense of self-esteem in such individuals."

Lalu apakah rasulullah seperti ini ?:

do not have a great sense of capacity for adopting a sexual demeanor towards adults or those of their own age or older.

faktanya Rasulullah SAW menikahi khadijah sebelum menikahi Aisyah dan bertahan lama, jadi tuduhan rasulullah seorang pedhopilia adalah sangat konyol.

ciri lain dari seorang pedhopilia adalah:

"Lack of impulse control. Many pedophiles find it extremely difficult
to deal with the impulsive nature which inclines them towards sexual
behaviour to children. They simply cannot control their need for
engaging children in sexual practices. They might be said to suffer
from an obsessive-compulsive condition. Here again treatment would
involve developing better impulse control and of course redirecting
the sexual inclinations."
(Understanding the Pedophile Psyche, courtesy of the Police Federation
of England & Wales)

jika muhammad seorang pedophilia tentu saja tidak perlu menunggu 3
tahun untuk berkumpul dengan aisyah, logika bahwa muhammad seorang pedophila seudah terbantah dengan ciri-ciri pehopilia itu sendiri yang 180 derajat berbeda dengan apa yang terjadi pada diri muhammad dengan aisyah sebenarnya sudah membuktikan argumentasi yang menuduh muhammad berkumpul dengan aisyah sewaktu masih anak-anak belum dewasa atau baligh gagal.

Aisyah seorang korban kekerasan seksual ?.

Bila di misalkan Muhammad saw adalah seorang pedhopilia maka kita harus mengatakan bahwa Aisyah adalah seorang korban kekerasan seksual,yang definisinya adalah:

Patterns of abusive behavior may result in the physical or mental
impairment of the child or even death. Small children are especially
vulnerable to physical injury such as whiplash or shaken infant
syndrome resulting from battery. Abused children are more likely to
experience generalized anxiety, depression, truancy, shame and guilt,
or suicidal and homicidal thoughts or to engage in criminal activity,
promiscuity, and substance abuse.
http://www.answers.com/child%20abuse

so aisyah like child abuse victim ?, of course not, aisyah seorang
wanita yang menjadi sumber rujukan bagi sahabat lainnya seorang yang
paling banyak meriwayatka hadits-hadits nabi, apa dalam diri aisyah
terdapat ciri-ciri korban kekerasan terhadap anak-anak ?, pada point
ini kembali harus menemui kegagalan didalam argumentasinya.

Aisyah memasuki usia puber ketika pernikahan disempurnakan.

Dalam memasuki masa puber maka terdapat perubahan yang luar biasa pada tubuh pada saat itulah tubuh mengalami goncangan dan bagi yang baru mengalaminya akan merasakan rasa sakit.

PMS or "premenstrual syndrome" is a group of changes you may see and feel before your period. You may have headaches, dizziness, or feel sick to your stomach before your period. You may feel like crying more, feel a little sad, and feel more emotional about everything. PMS may cause you to retain (hold onto) water. Retaining water means that your body tries to keep more body fluid in before and during your period. This may make your breasts tender and cause you to feel bloated, restless, or grumpy. You can help control PMS by doing these things:
http://www.healthtouch.com/bin/EContent ... cid=HTHLTH

Nah pada saat inilah Aisyah ra mengalami perubahan ersebut dan merasakan dirinya dalam keadaan sakit.

Narrated Aisha:

The Prophet engaged me when I was a girl of six (years). We went to Medina and stayed at the home of Bani-al-Harith bin Khazraj. Then I got ill and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of the house. I was breathless then, and when my breathing became Allright, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who said, "Best wishes and Allah's Blessing and a good luck." Then she entrusted me to them and they prepared me (for the marriage). Unexpectedly Allah's Apostle came to me in the forenoon and my mother handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of age.
Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 234

dari sini kita dapat menyimpulkan Rasulullah bukanlah seorang pedhopili dan Aisyah bukanlah seorang anak ketika disempurnakan pernikahannya.



[i] Translation of Sahih Bukhari, Merits of the Helpers in Madinah (Ansaar), Volume 5, Book 58, Number 234

[ii] HR. Bukhari, Muslim, Nasa'i, Al Bayan CD

[iii] Nabia Abbott, Aishah-The Beloved of Mohammed, Al-Saqi Books, London, 1985, page 7

[iv] Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50

[v] Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50

[vi] Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301

[vii] Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978

[viii] Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Fri Oct 27, 2006 5:41 am

Silahkan baca http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c.php?t=53

dan tak perlu mengulang-ulang.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Fri Oct 27, 2006 5:46 am

HIPOKRISITAS NILAI PARA PENGKRITIK ISLAM.


setelah saya bahas tentang pedhopilia dan Islam perlu nampaknya kita membahas standar nilai pera pengkritiknya.

jadi saya bingung dengan orang-orang yang membatasi anak-anak berdasarkan usia apalagi tanpa malu-malu mengatakan bahwa agama kristen melarang menikahi usia dibawah umur, faktanya amerika serikat, dimana penduduknya mayoritas kristen sampai akhir abad kesembilan belas masih mempraktekkan usia menikah dengan batas usia 10 tahun.
http://www.ageofconsent.com/comments/numberone.htm

bahkan diamerika dibagian new hampshire pernikahan pada usia 13 tahun masih diperbolehkan sampai sekarang.

New Hampshire: A female between the age of 13 and 17 years and a male between the age of 14 and 17 years can be married only with the permission of their parent (guardian) and a waiver. A female below the age of 13 and a male below the age of 14 are not allowed to marry under any conditions. If both parties are nonresidents of NH and are below the age of 18 they cannot be married in NH under any conditions.
http://www.coolnurse.com/marriage_laws.htm

jadi sebenarnya yang menjadi masalah adalah kebodohan dalam memahami apa itu usia perkawinan apa itu anak-anak, bahkan ketika mengatakan usia yang lebih tua tidak pantas menikahi usia yang lebih muda, pada kenyataannya itu adalah salah satu bentuk pernikahan yang ideal,

Ketika perbedaan usia jauh, umpamanya melewati limabelas sampai duapuluh tahun, hasilnya mungkin lebih membahagiakan.Pernikahan orang yang lebih tua dan tentu saja laki-laki yang tua yang menikahi wanita yang sangat muda,seringkali lebih sukses dan lebih harmonis.
Theodor H. Vandevelde, Ideal Marriage : Its Physiology and Technique, Greenwood Publishing Group, 1980, p. 243. (http://www.amazon.com/gp/product/031322 ... 3639?n=283 155)

jadi permasalahannya adalah mindset, ketika kristen berkata oo tidak kami tidak ada istilah mengawini anak kecil, pada kenyataannya tidak ada hal itu, "TIDAK ADA BATASAN MENIKAH DIDALAM BIBLE YANG TEGAS", HAL INI JUGA BERARTI BIBLE TIDAK MENGANGGAP MASALAH MENIKAHI BAHKAN DENGAN ANAK KECIL UMUR 3 TAHUN SEKALIPUN.
didalam bible termaktub:

Numbers 31:17-18 "Now kill all the boys [innocent kids]. And kill every woman who has slept with a man, but save for yourselves every girl who has never slept with a man."

apa yang dimaksud wanita yang belum pernah tidur dengan laki-laki ?
Said Rabbi Joseph, "Come and take note: A girl three years and one day old is betrothed by intercourse. And if a Levir has had intercourse with her, he has acquired her. And one can be liable on her account because of the law prohibiting intercourse with a married woman. And she imparts uncleanness to him who has intercourse with her when she is menstruating, to convey uncleanness to the lower as to the upper layer [of what lies beneath]. If she was married to a priest, she may eat food in the status of priestly rations. If one of those who are unfit for marriage with her had intercourse with her, he has rendered her unfit to marry into the priesthood. If any of those who are forbidden in the Torah to have intercourse with her had intercourse with her, he is put to death on her account, but she is free of responsibility [M.Nid. 5:4].
Sanhedrin 7/55B
http://www.infidels.org/library/modern/ ... m.html#132

R. Nahman bar Isaac said. "They made the decree that a gentile child should be deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15], so that an Israelite child should not hang around with him and commit pederasty [as he does]."
For said R. Zira, "I had much anguish with R. Assi, and R. Assi with R. Yohanan, and R. Yohanan with R. Yannai, and R. Yannai with R. Nathan b. Amram, and R. Nathan b. Amram with Rabbi [on this matter]: 'From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15]'? And he said to me, 'On the day on which he is born.' But when I came to R. Hiyya, he said to me, 'From the age of nine years and one day.' And when I came and laid the matter before Rabbi, he said to me, 'Discard my reply and adopt that of R. Hiyya, who declared, "From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15]? From the age of nine years and one day."'
[37A] Since he is then suitable for having sexual relations, he also is deemed unclean with the flux uncleanness [of Lev.15]."
Said Rabina, "Therefore a gentile girl who is three years and one day old, since she is then suitable to have sexual relations, also imparts uncleanness of the flux variety."
That is self-evident!
Abodah Zarah 36B-37A
http://www.infidels.org/library/modern/ ... m.html#133

artinya bible tegas-tegas menyatakan bahwa wanita yang berada diatas usia 3 tahun bisa melakukan hubungan seksual

Jadi baik barat yang sekuler maupun penganut kristen dan yahudi perlu belajar banyak mengenai definisi batasan umur pernikahan dar Islam, karena Islam telah lebih dari 14 abad mengemukakan batasan-batasan tersebut.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Fri Oct 27, 2006 5:59 am

Silahkan baca http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c.php?t=53

dan tak perlu mengulang-ulang.
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Adadeh » Sat Oct 28, 2006 11:03 pm

Pria dewasa yang tertarik secara seksual pada anak perempuan di bawah umur (belum menstruasi dan belum menginjak usia remaja) adalah pria yang mengidap kelainan seksual yang disebut pedofilia.

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas)
(Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

Pria dewasa normal tidak akan terangsang secara seksual dengan anak perempuan berusia 9 tahun:
Hadis Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun

Sudah jelas bahwa Muhammad adalah pedofil. Suka atau tidak, sumber Islam sendiri yang menyatakan demikian. Yang meragukan kesahihan hadis, sebaiknya mempelajari terlebih dahulu kriteria hadis sahih menurut Islam:
http://www.sunnipath.com/resources/Ques ... 02867.aspx
terjemahannya sudah tersedia di sini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 2203#22203
kutipan:
Ini adalah daftar kriteria untuk menetapkan sebuah Hadis yang bisa dianggap Sahih:
a) Tidak bertentangan dengan Qur’an atau Hadis Sahih lainnya.
b) Punya mata rantai penyampaian kisah yang lengkap
c) Tiada Ellah (cacat2). Sebenarnya terdapat banyak Hadis2 yang cacat oleh ahli Islam terkemuka seperti At-Termizhi dan Ad-Daraqutani.
d) Dan setiap Pencerita di dalam mata rantai haruslah Adil (moral baik), Jujur dan Dabit (punya daya ingat kuat).

Karena isi Hadis sahih di atas tidak bertentangan dengan Qur'an, maka sudah jelas Islam memang mengadopsi, menghalalkan budaya jahiliyah pedofilia dan mengabadikannya sekaligus sebagai sunnah nabi. Sejak masa Muhammad 1400 tahun yang lalu sampai detik ini sudah tidak terhingga banyaknya korban gadis2 kecil yang dikawini pria dewasa Muslim. Tidak usah malu mengakuinya, memang begitulah ajaran nabi palsu yang punya kelainan jiwa dan selera seks menyimpang.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby faiz » Thu Nov 02, 2006 5:34 am

Pria dewasa yang tertarik secara seksual pada anak perempuan di bawah umur (belum menstruasi dan belum menginjak usia remaja) adalah pria yang mengidap kelainan seksual yang disebut pedofilia.


susah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi.

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)




betul hadits itu sebenarnya berbunyi:
bawah umur (belum menstruasi dan belum menginjak usia remaja) adalah pria yang mengidap kelainan seksual yang disebut pedofilia.[/quote]

susah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi.

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.

sementara yang didalam kurung adalah penafsiran dari ibnu hajar atsqalani ketika membandingkan keharaman boneka antara hadit yang menghalalkan dan mengharamkan, akan tetapi pendapat ini salah secara total dari segi syriat maupun dari sisi medis, sebab memang isyah bermain boneka sejk umur 9 tahun akan tetapi ketika perang khaibar terjadi justru aisyah juga bermain boneka.

dari Aisyah (ia berkata) : Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam datang
dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadits beliau merobek tirai yang terpancang di pintunya{ Kemudia Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda : ?Apa ini hai Aisyah ??. Saya menjawab :?Boneka perempuan saya?. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda : ?Apakah ini ?? Saya katakan : ?Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahwa Sulaiman 'alaihissalam mempunyai kuda yang bersayap ? Beliaupun tertawa.?(HR abu dawud dan Nasa'i)

aisyah kita pahami menikah pada tahun kedu hijrih dari perhitungan ini bisa kita daptkan Aisyah berusia 14 tahun waktu itu dn masih bermain boneka, karenanya argumen ibnuhajar itu batal dengan sendirinya, pendapat ini juga didukung oleh pernyataan ulama lainnya yang mengatakan:

Al Hafidz berkata : Penetapan dengan dalil ini ada perbincangan, akan tetapi kemungkinannya adalah karena Aisyah waktu peristiwa perang Khaibar berusia 14tahun dan waktu peristiwa perang Tabuk sudah baligh. Dengan demikian, ini menguatkan riwayat yang mengatakan hal itu terjadi pada peristiwa Khaibar danmengumpulkannya dengan pendapat Al khathabi.

jadi Aisyah sudah baligh ketika bermain boneka.

Sudah jelas bahwa Muhammad adalah pedofil. Suka atau tidak, sumber Islam sendiri yang menyatakan demikian. Yang meragukan kesahihan hadis, sebaiknya mempelajari terlebih dahulu kriteria hadis sahih menurut Islam:
http://www.sunnipath.com/resources/Ques ... 02867.aspx
terjemahannya sudah tersedia di sini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 22203#2220 3
kutipan:
Ini adalah daftar kriteria untuk menetapkan sebuah Hadis yang bisa dianggap Sahih:
a) Tidak bertentangan dengan Qur’an atau Hadis Sahih lainnya.
b) Punya mata rantai penyampaian kisah yang lengkap
c) Tiada Ellah (cacat2). Sebenarnya terdapat banyak Hadis2 yang cacat oleh ahli Islam terkemuka seperti At-Termizhi dan Ad-Daraqutani.
d) Dan setiap Pencerita di dalam mata rantai haruslah Adil (moral baik), Jujur dan Dabit (punya daya ingat kuat).

Karena isi Hadis sahih di atas tidak bertentangan dengan Qur'an, maka sudah jelas Islam memang mengadopsi, menghalalkan budaya jahiliyah pedofilia dan mengabadikannya sekaligus sebagai sunnah nabi. Sejak masa Muhammad 1400 tahun yang lalu sampai detik ini sudah tidak terhingga banyaknya korban gadis2 kecil yang dikawini pria dewasa Muslim. Tidak usah malu mengakuinya, memang begitulah ajaran nabi palsu yang punya kelainan jiwa dan selera seks menyimpang.


melompat-lompat seperti biasa saya tahu maksudnya mengatakan bahwa ucapan imam ibnu hajar dipandang orag pintar ini sebagai bagian dari hadits padahal bukan, dan antara argumentasi serta referensi tidak nyambung sama sekali, persis seperti biasanya, konklusi tanpa referensi.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Thu Nov 02, 2006 5:51 am

faiz wrote:susah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi.

speaking for yourself ;)
muslim faiz wrote:
sementara yang didalam kurung adalah penafsiran dari ibnu hajar atsqalani ketika membandingkan keharaman boneka antara hadit yang menghalalkan dan mengharamkan, akan tetapi pendapat ini salah secara total dari segi syriat maupun dari sisi medis, sebab memang isyah bermain boneka sejk umur 9 tahun akan tetapi ketika perang khaibar terjadi justru aisyah juga bermain boneka.

Aisha bermain boneka SEJAK umur 9? Jadi waktu umur 0-8 dia TIDAK PERNAH bermain boneka dan tiba-tiba pada umur 9 tahun dia MULAI bermain boneka... hmm... interesting. ada referensinya. (comment : sudah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi)


Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... ri/073.sbt. html#008.073.151

Narrated 'Aisha:
I used to play with the dolls in the presence of the Prophet, and my girl friends also used to play with me. When Allah's Apostle used to enter (my dwelling place) they used to hide themselves, but the Prophet would call them to join and play with me. (The playing with the dolls and similar images is forbidden, but it was allowed for 'Aisha at that time, as she was a little girl, not yet reached the age of puberty.) (Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)

Hadist yang dibahas adalah hadist aisha bermain boneka bersama teman-temannya. Tafsir dalam kurung tidak ada hubungannya dengan PERANG KHAIBAR. tidak usah mengarang-ngarang.

faiz wrote:
dari Aisyah (ia berkata) : Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam datang
dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadits beliau merobek tirai yang terpancang di pintunya{ Kemudia Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda : ?Apa ini hai Aisyah ??. Saya menjawab :?Boneka perempuan saya?. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda : ?Apakah ini ?? Saya katakan : ?Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahwa Sulaiman 'alaihissalam mempunyai kuda yang bersayap ? Beliaupun tertawa.?(HR abu dawud dan Nasa'i)


Hadist itu membuktikan walaupun aisha sudah menikah dengan muhammad, dia hanyalah seorang gadis kecil yang diperbolehkan bermain boneka. Adalah terlarang bagi muslim untuk memiliki gambaran (SUWAR) seperti yang ditegaskan oleh al-Qaadee 'Iyaad. Anak perempuan kecil dikecualikan dari larangan ini untuk melatih mereka bagaimana caranya memelihara anak dan mengurus rumah tangga.

faiz wrote:aisyah kita pahami menikah pada tahun kedu hijrih dari perhitungan ini bisa kita daptkan Aisyah berusia 14 tahun waktu itu dn masih bermain boneka

tidak ada bukti konkrit bahwa Aisah sudah berusia 14 tahun saat itu. BUKTI PLEASE (comment:susah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi}

__________________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Thu Nov 02, 2006 6:27 am

speaking for yourself Wink
muslim faiz wrote:sementara yang didalam kurung adalah penafsiran dari ibnu hajar atsqalani ketika membandingkan keharaman boneka antara hadit yang menghalalkan dan mengharamkan, akan tetapi pendapat ini salah secara total dari segi syriat maupun dari sisi medis, sebab memang isyah bermain boneka sejk umur 9 tahun akan tetapi ketika perang khaibar terjadi justru aisyah juga bermain boneka.

Aisha bermain boneka SEJAK umur 9? Jadi waktu umur 0-8 dia TIDAK PERNAH bermain boneka dan tiba-tiba pada umur 9 tahun dia MULAI bermain boneka... hmm... interesting. ada referensinya. (comment : sudah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi)


Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... ri/073.sbt. html#008.073.151

Narrated 'Aisha:
I used to play with the dolls in the presence of the Prophet, and my girl friends also used to play with me. When Allah's Apostle used to enter (my dwelling place) they used to hide themselves, but the Prophet would call them to join and play with me. (The playing with the dolls and similar images is forbidden, but it was allowed for 'Aisha at that time, as she was a little girl, not yet reached the age of puberty.) (Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)

Hadist yang dibahas adalah hadist aisha bermain boneka bersama teman-temannya. Tafsir dalam kurung tidak ada hubungannya dengan PERANG KHAIBAR. tidak usah mengarang-ngarang.

faiz wrote:


dari Aisyah (ia berkata) : Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam datang
dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadits beliau merobek tirai yang terpancang di pintunya{ Kemudia Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda : ?Apa ini hai Aisyah ??. Saya menjawab :?Boneka perempuan saya?. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda : ?Apakah ini ?? Saya katakan : ?Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahwa Sulaiman 'alaihissalam mempunyai kuda yang bersayap ? Beliaupun tertawa.?(HR abu dawud dan Nasa'i)


Hadist itu membuktikan walaupun aisha sudah menikah dengan muhammad, dia hanyalah seorang gadis kecil yang diperbolehkan bermain boneka. Adalah terlarang bagi muslim untuk memiliki gambaran (SUWAR) seperti yang ditegaskan oleh al-Qaadee 'Iyaad. Anak perempuan kecil dikecualikan dari larangan ini untuk melatih mereka bagaimana caranya memelihara anak dan mengurus rumah tangga.

faiz wrote:

aisyah kita pahami menikah pada tahun kedu hijrih dari perhitungan ini bisa kita daptkan Aisyah berusia 14 tahun waktu itu dn masih bermain boneka

tidak ada bukti konkrit bahwa Aisah sudah berusia 14 tahun saat itu. BUKTI PLEASE (comment:susah memang berdebat dengan orang yang bermodal otot tapi minim referensi}


bener-bener gak nyambung, ok deh lewat aja, baca lagi ok terus bantah point per point.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Thu Nov 02, 2006 6:35 am

nggak bisa membantah, malah menuduh nggak nyambung.. classic!!!!

__________________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Thu Nov 02, 2006 6:44 am

tolong kasih unjuk saya point yang tidak saya bantah ok, saya pergi dulu kita lanjutkanlain kali ok.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Thu Nov 02, 2006 8:44 am

sudah saya bantah tulisan anda tentang hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151 .

Dan berikut ini masih banyak referensi dari sumber islam sendiri yang mendukung pendapat bahwa aisha masih seorang anak kecil ketika dinikahi muhammad.

Aisha belum akil balig ketika dinikahi Muhammad dan ketika Muhammad berhubungan seks dengannya.

Islamist suka mengklaim bahwa Aisha telah mencapai usia akal balig ketika Muhammad menikahinya dan menyetubuhinya. Namun mereka tidak pernah memberikan bukti yang dapat diverifikasi bahwa Aisha sesungguhnya memang telah akil balig ketika Muhammad menikahi dan menyetubuhinya, dan biasanya hanya mengklaim tradisi dan kebiasaan praktek sebagai bukti. Tentu saja ini adalah tidak benar, seperti yang dibuktikan oleh hadist-hadist dan tafsir oleh cendekiawan hadist Islam yang terkemuka, Imam Al-Hafiz Ibn Hajar Al-‘Asqalani, Commander of the Faithful in Hadith, Qadi of Egypt, penarang tafsir Sahih Bukhari, Fateh al-Bari.

Untuk membuktikan bahwa Aisha belum akil balig ketika Muhammad menikahi dan menyetubuhinya, kita harus mengerti penjelasan Ibn Hajar tentang izin bermain boneka bagi anak-anak gadis kecil yang belum akil balig. Dengan menggunakan exegesis ini pada hadist tentang Aisha bersiap untuk menikah atau hadist tentang pertama kali dia berhubungan seks dengan Muhammad, akan bisa dibuktikan bahwa dia memang belum akil balig pada waktu kejadian peristiwa-peristiwa tersebut.

Hanya anak-anak kecil yang belum akil balig yang diperbolehkan bermain dengan boneka.
Inilah yang dikatakan cendekiawan hadist terkemukar, Shaykh al-Islam Imam Al-Hafiz Ibn Hajar Al-'Asqalani, Commander of the Faithful in Hadith, Qadi of Egypt, mengenai anak-anak gadis kecil dan bermain dengan boneka.
Sahih Bukhari Volume 008, Book 073, Number 151

Diriwayatkan oleh Aisha: Aku biasanya bermain dengan boneka di depan nabi, dan teman-temanku juga biasanya bermain denganku. Ketika rasul allah datang, mereka biasanya menyembunyikan ddiri, tetapi nabi memanggil mereka untuk bergabung dan bermain denganku. (Bermain dengan boneka-boneka dan gambaran-gambaran serupa adalah terlarang, tetapi diizinkan bagi Aisha saat itu, karena dia seorang gadis kecil, belum mencapai usia akil balig) (Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)

Bagaimana kita tahu bahwa Ibh Hajar membuat exegesis “Bermain dengan boneka dan gambaran serupa adalah terlarang, tetapi diizinkan bagi Aisha pada saat itu, karena dia seorang gadis kecil, belum mencapai usia akil balig”?
Karena rujukan kepada Fateh-al-Bari dan karena jika kita melihat terjemahan Sahih bukhari 8:151 lainnya, pesan yang sama tertulis juga.

Terjemahan alternatif 1:
http://www.themuslimwoman.com/beware/Gi ... gDolls.htm

Diriwayatkan oleh Aisha (RA) yang berkata: Aku biasanya bermain dengan boneka-boneka di depan nabi. Dan Aku mempunya teman-teman bermain yang bermain bersamaku. Mereka akan bersembunyi (merasa malu) dari nya apabila dia masuk. Tetapi dia akan memanggil mereka bergabung denganku dan mereka kan bermain denganku, (Sahih Bukhari & Muslim)

[Sang penterjemah lalu menyertakan beberapa bahasan tentang berbagai versi terjemahan hadist ini sebelum dia menyinggung Ibh Hajar & Fath-al-Bari]
Al-Haafidh Ibn Hajar berkata dalam Fath al-Baaree (Fath al-Baaree, no. 6130, Kitaab: al-Adab, Baab: al-Inbisaat ilaa an-Naas): Hadist ini telah digunakan sebagai bukti tentang diizinkannya memiliki (suwar) boneka-boneka dan mainan-mainan dengan tujuan untuk permainan anak-anak gadis kecil bermain dengannya. Ini telah dikecualikan secara khusus dari larangan umum untuk memiliki gambaran (suwar).


Terjemahan alternatif 2:
Tetapi jika gambaran-gambara dan boneka-boneka ini adalah mainan untuk anak-anak kecil, Sunnah menunjukkan bahwa itu diizinkan. Dalam al-Saheehayn, diriwayatkan bahwa Aisha berkata, “Aku biasanya bermain dengan boneka di depan nabi dan aku mempunya beberapa teman perempuan yang bermain bersamaku…” al-Bukhaari, 6130; Muslim, 2440. Ibn Hajar berkata: Hadist ini menunjukkan diizinkannya memilliki gambaran gadis-gadis (yaitu boneka) dan mainan-mainan untuk permainan anak-anak perempuan kecil. Ini adalah pengecualian dari larangan umum untuk memiliki gambaran. Ini dinyatakan oleh Iyaad dan diriwayatkan oleh mayoritas. Mereka megizinkan penjualan boneka-boneka untuk gadis-gadis kecil untuk mengajar mereka dari usia muda bagaimana caranya memelihara rumah dan anak-anak mereka. Ibn Hibbaan menyatakan bahwa adalah diizinkan bagi anak-anak perempuan muda untuk bermain dengan mainan.

Terjemahan alternatif 3:
http://www.bilalphilips.com/books/eemaan/eemaan05.htm


Alternative translation 3:
Aisha berkata, “Aku biasanya bermain dengan boneka-boneka di hadapan nabi dan teman-teman perempuan ku juga biaanya bermain bersamaku. Jika rasul allah masuk, mereka bersembunyi darinya. Jadi dia memanggil mereka untuk bermain denganku.” Dalam tafsir klasik tentang Sahih al Bukhari berjudul Fat-h al-Baaree, Ibn Hajar al-Asqalaanee menurut sebagai berikut: Hadis ini digunakan sebagai bukti pengizinan membuat boneka dan mainan dengan bentuk manusia dan binatang dengan tujuan untuk permainan anak-anak gadis kecil. Kategori ini telah dikecualikan dari larangan umum tentang pembuatan gambaran. Iyaad menyatakan ini secara tegas dan bahwa itulah pandangan sikap mayoritas cendekiawan. Dia kemudian menyatakan bahwa mereka mengizinkan penjualan mainan untuk anak-anak gadis kecil untuk melatih mereka dari masa muda dalam hal urusan rumah tangga dan mengurus anak-anak mereka.

Perhatikan kemiripan tafsir Ibn Hajar dalam Fateh al-Bari dalam keempat versi hadist tersebut. Kata-kata yang digunakan berbeda karena penterjemahnya berbeda-beda tetapi makna utama nya tidak berubah – hanya anak-anak gadis kecil (belum akil balig) yang diizinkan bermain boneka.

Bagaimana kita tahu bahwa anak-anak gadis kecil itu belum akil balig? Karena tradisi dan hukum Islam menyatakan begitu.

Contohnya:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... st_21.html
Gadis-gadis mencapai akil balig dan masa dewasa ketika mereka mengalami ketiga tanda di atas. Namun, mereka mempunyai tanda keempat, yaitu mestruasi (haid). Jika seorang gadis mengalaminya, dia adalah wanita walaupun jika dia berumur 12 tahun.


http://www.alinaam.org.za/social/myaaisha.htm http://www.lightuponlight.com/islam/mod ... le&sid=151
Islam dan Usia Akil Balig.
Islam mengajarkan secara jelas bahwa masa dewasa dimulai ketika seseorang mencapai akil balig.

Situ-situs Islam memberikan bukti bahwa dalam Islam, jika seorang gadis mencapai akil balig, dia berhenti menjadi seorang gadis dan menjadi seorang wanita. Karena itu, anak-anak gadis kecil mestilah belum akil balig menurut tradisi dan hukum Islam.

Berikut ini adalah tafsir menurut cendekiawan hadist yang memperkuat poin ini:
http://www.themuslimwoman.com/beware/Gi ... gDolls.htm

Al-Qaadee Iyaad menyatakan posisinya secara tegas dan menyebarkannya sebagai sikap pandang mayoritas (Jumhoor) cendekiawan-cendekiawan; dan bahwa mereka menyatakan pengizinan penjualan mainan/boneka (al-lu’ab) untuk anak-anak gadis kecil, untuk melatih mereka dari masa kanak-kanak tentang tanggung jawab rumah tangga dan memelihara anak. Al-Khataabee berkata: ….sudah dimengerti bahwa bermain dengan boneka (al-banaat) tidaklah sama dengan menyenangkan diri dengan gambaran-gambaran lain (suwar) dalam hal ancaman (wa’eed) hukuman yang disebutkan. Satu-satunya alasan mengapa izin diberikan kepada Aisha adalah karena dia belum, pada saat itu, mencapai usia akil balig.

http://www.themuslimwoman.com/beware/Po ... fDolls.htm

Abu Ubaid berkata: Kami tidak melihat alasan lain untuk pengizinan bermain dengan boneka, kecuali kenyataan bahwa mainan-mainan adalah sumber penyenangan diri bagi anak-anak kecil. Jadi, jika mainan /boneka itu dimiliki orang dewaas, pastilah dibenci (makhrooh)

__________________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Fri Nov 03, 2006 10:39 pm

Islamist suka mengklaim bahwa Aisha telah mencapai usia akal balig ketika Muhammad menikahinya dan menyetubuhinya. Namun mereka tidak pernah memberikan bukti yang dapat diverifikasi bahwa Aisha sesungguhnya memang telah akil balig ketika Muhammad menikahi dan menyetubuhinya, dan biasanya hanya mengklaim tradisi dan kebiasaan praktek sebagai bukti. Tentu saja ini adalah tidak benar, seperti yang dibuktikan oleh hadist-hadist dan tafsir oleh cendekiawan hadist Islam yang terkemuka, Imam Al-Hafiz Ibn Hajar Al-‘Asqalani, Commander of the Faithful in Hadith, Qadi of Egypt, penarang tafsir Sahih Bukhari, Fateh al-Bari.


Sebenarnya saya sudah jawab diatas tapi saya ulang kembali, imam ibnu hajar adalah salah satu pengarang syarah bukhari terkemuka fathul bahri tidak diragukan lagi, akan tetapi sebagai salah satu penafsir hadits bukan berarti pendapatnya itu hadits tersendiri, tafsir qur'an adalah bagian terpisah dari qur'an sendiri, begitu juga tafsir hadits adalah bagian terpisah dari hadits itu sendiri, setiap penafsiran bisa benar bisa salah, walaupun itu adalah seorang ahli sekalipun. Bahkan Einstein yang terkemuka didalam ilmu fisika sekarang teori relativitas yang dikemukakannya sedang digugat kebsahannya, jadi bukan fisikanya yang salah akan tetapi pendapat einstein yang salah, tapi hal itu tidak akan merendahkan kemampuan einstein sendiri dalam segi kepakarannya didalam fisika, begitu juga imam ibnu hajar atsqalani.

selanjutnya semua yang anda kutip itu adalah pendapat ulama mengenai hadits mengenai aisyah ini, tapi tidak semua ulama sependapat dengan imam ibnu hajar seperti an nasai yang membolehkan bermain boneka tanpa batasan usia, alasannya adalah hadits dibawah ini:

dari Aisyah (ia berkata) : Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam datang
dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadits beliau merobek tirai yang terpancang di pintunya{ Kemudia Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda : ?Apa ini hai Aisyah ??. Saya menjawab :?Boneka perempuan saya?. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda : ?Apakah ini ?? Saya katakan : ?Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahwa Sulaiman 'alaihissalam mempunyai kuda yang bersayap ? Beliaupun tertawa.?(HR abu dawud dan Nasa'i)

dihadits tersebut jelas bahwa Aisyah masih bermain boneka pada waktu perang khaibar dan tabuk, menurut hitungan, jika aisyah menikah dengan nabi pada tahun 1 hijriah, diusia 9 tahun maka dia beruia sekitar 15-16 tahun karena perang khaibar terjadi pada tahun 7 hijriah. lebih jelasnya tahun perang khaibar dapat dilihat pada link dibawah ini:

http://www.google.co.id/url?sa=U&start= ... Ot8Yv65ns=

http://www.google.co.id/url?sa=U&start= ... e865SNuV4=

http://www.google.co.id/url?sa=U&start= ... VcPXaywgo=

sementara pada perang tabuk aisyah seharusnya berusia sekitar 17-18 tahun karena perang tabuk terjadi pada tahun 9 hijriah.

http://www.google.co.id/url?sa=U&start= ... HNT8WRNUg=

http://www.google.co.id/url?sa=U&start= ... l9ikEaoVc=

Lalu anda mau mengambil kesimpulan wanita yang berusia 15 - 18 tahun belum puber !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, mending banyak belajar lagi sono.

tanggapan yang lebih bijak datang dari abdul aziz bin baz yang mengatakan:

(Syaikh Bin Baz) Oleh karena itu, jika hal ini telah dipagami, maka
meninggalkan gambar-gambar (boneka) itu adalah lebih selamat karena padanya ada perkara yang meragukan. Mungkin penetapan Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam bagi Asiyah itu sebelum munculnya perintah beliau untuk menghapus gambar-gambar. Dengan begitu hadits Aisyah ini menjadi mansukh dengan datangnya larangan dan perintah penghapusan gambar itu, kecuali yang terpotong kepalanya atau dihinakan, sebagaimana madzab Al baihaqi, Ibnul
Jauzi dan Ibnu Bathal. Dan mungkin juga ini dikhususkan dari pelarangan itu (sebagaimana pendapat jumhur) untuk kemaslahatan pendidikan. Ini karena permainan itu merupakan bentuk penghinaan atas gambar (boneka). Jadi kemungkinan ini maka lebih aman untuk meninggalkannya, sebagaimana pengamalansabda Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam dari Al Hasan bin Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ?anhu :? Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu.? (HR Ahmad 1/200, Disahihkan oleh Ahmad Syakir dalam tahqiqnya terhadap Musnadz 3/169, Ath Thayalisi hal 163 no 1178 dan AL Albanimensahihkan dalam jamius Shaghir 3372 dan 3373, pent).

jadi jelas tidak semua ulama sepakat dengan pendapat ibnu hajar, serta ulama-ulama lain yang berpendapat dengan ibnu hajar.

Jadi jelas bahwa Aisyah ketika bermain boneka berusia antara 9-18 tahun dimana usia-usia tersebut adalah usia baligh atau puber.

Wallahu a'lam bishowab
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Sat Nov 04, 2006 3:31 am

faiz wrote:
I
selanjutnya semua yang anda kutip itu adalah pendapat ulama mengenai hadits mengenai aisyah ini, tapi tidak semua ulama sependapat dengan imam ibnu hajar seperti an nasai yang membolehkan bermain boneka tanpa batasan usia, alasannya adalah hadits dibawah ini:

dari Aisyah (ia berkata) : Rasulullah Shallallahu ?alaihi wasalam datang
dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadits beliau merobek tirai yang terpancang di pintunya{ Kemudia Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda : ?Apa ini hai Aisyah ??. Saya menjawab :?Boneka perempuan saya?. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda : ?Apakah ini ?? Saya katakan : ?Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahwa Sulaiman 'alaihissalam mempunyai kuda yang bersayap ? Beliaupun tertawa.?(HR abu dawud dan Nasa'i)

dihadits tersebut jelas bahwa Aisyah masih bermain boneka pada waktu perang khaibar dan tabuk, menurut hitungan, jika aisyah menikah dengan nabi pada tahun 1 hijriah, diusia 9 tahun maka dia berusa sekitar 15-16 tahun karena perang khaibar terjadi pada tahun 7 hijriah.
Lalu anda mau mengambil kesimpulan wanita yang berusia 15 - 18 tahun belum puber !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, mending banyak belajar lagi sono.


tetapi mayoritas cendekiawan (jumhoor) al-Qaadee 'Iyaad berpendapat bahwa hanya ANAK GADIS KECILyang diperbolehkan bermain boneka, yaitu anak gadis yang belum akil balig.

anda rupanya conveniently ignoring apa yang saya kutip tentang pendapat jumhoor al-qaadee iyaad. tolong baca lagi. dan ini sumber islam lainnya yang mendukung pendapat yang sama:

http://www.themuslimwoman.com/beware/Gi ... gDolls.htm

Al-Qaadee Iyaad menyatakan posisinya secara tegas dan menyebarkannya sebagai sikap pandang mayoritas (Jumhoor) cendekiawan-cendekiawan; dan bahwa mereka menyatakan pengizinan penjualan mainan/boneka (al-lu’ab) untuk anak-anak gadis kecil, untuk melatih mereka dari masa kanak-kanak tentang tanggung jawab rumah tangga dan memelihara anak. Al-Khataabee berkata: ….sudah dimengerti bahwa bermain dengan boneka (al-banaat) tidaklah sama dengan menyenangkan diri dengan gambaran-gambaran lain (suwar) dalam hal ancaman (wa’eed) hukuman yang disebutkan. Satu-satunya alasan mengapa izin diberikan kepada Aisha adalah karena dia belum, pada saat itu, mencapai usia akil balig.

http://www.themuslimwoman.com/beware/Po ... fDolls.htm

Abu Ubaid berkata: Kami tidak melihat alasan lain untuk pengizinan bermain dengan boneka, kecuali kenyataan bahwa mainan-mainan adalah sumber penyenangan diri bagi anak-anak kecil. Jadi, jika mainan /boneka itu dimiliki orang dewas, pastilah dibenci (makhrooh)


http://www.themuslimwoman.com/beware/Po ... fDolls.htm
Pemiliki Boneka oleh Anak Perempuan Kecil. Menurut Aisha, bahwa dia berkata: Rasul Allah kembali dari perak Tabook atau Khaibar (periwayat hadist ragu-ragu apakah dia diberi tahu Tabook atau Khaibar). Ada satu tirai yang menutupi sahwah (kamar kecil di depan rumah)nya. Angin meniupkan tirai itu ke samping dan memperlihatkan boneka-boneka Aisha. Dia (SAW) berkata: Apa itu, O Aisha? Dia menjawab: Boneka-bonekaku. Dia (SAW) bekata: Apa yang ada di atasnya? Dia menjawab: Dua sayap. Dia (SAW) bertanya (terkejut): Kuda bersayap dua?” Dia menjawab: Tidakkah kau dengar bahwa Sulaiman mempunyai kuda bersayap? Dia berkata: Lalu dia (SAW) tertawa hingga aku bisa melihat gigi gerahamnya. [Abu Daawood, An-Nasaa'iee as-Sunan al-Kubraa, Albani berkata bahwa rantai periwayat an-Nasaa'ee adalah sahih. Mengenai rantai periwayat Abu Dawood, Albani juga menyatakannya sebagai sahih.

Shaykh Muhammad Shams al-Haqq al-'Adheem Aabaadee, dalam tafsirnya tentang Sunan Abu Dawood berkata :Hadist ini dan yang sebelumnya (Hadist #20) dipakai sebagai bukti pengizinan pemilikan bonek-boneka dan mainan-mainan dengan tujuan untuk permainan anak-anak gadis kecil. Izin ini merupakan pengecualian khusus dari larangan umum pemilikan gambaran (suwar). Sikap pandang ini telah dinyatakan dengan tegas oleh al-Qaadee 'Iyaad, dan dia mengutipnya sebagai pendapat Jumhoor (mayoritas kaum cendekiawan). Dia juga menyatakan bahwa Jumhoor mengizinkan penjualan mainan (boneka) untuk anak-anak gadis kecil, untuk melatih dan menyiapkan mereka dari masa kecil untuk urusan rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka.

maka anda sendiri sudah menyimpulkan bahwa AISAH pada saat berusia aat perang tabuk atau mungkin perang khaibar MASIH BELUM AKIL BALIG karena masih bermain boneka. Dan itu adalah 6 atau 7 tahun setelah PERNIKAHAN nya (disetubuhi muhammad). Maka jelaslah sudah ketika disetubuhi muhammad, aisha belum akil balig dan itu membuat muhammad seorang PEDOPHILE.

Aisha belum akil balig ketika disetubuhi Muhammad
Tabari IX:131
Ibuku datang kepadaku ketika aku sedanng diayun-ayunkan di ayunan antara dua dahan dan menurunkan aku. Perawatku mengambil alih dan menyeka mukaku dengan air dan mulai menuntun aku. Ketika aku sampai di pintu dia berhenti supaya aku bisa menarik nafas. Aku dibawa masuk ketika Muhamamd duduk di atas tempat tidur di rumah maki. Ibuku menyuruhku duduk di pangkuannya. Lelaki-lelaki dan wanita-wanita lain berdiri dan pergi keluar. Nabi menyetubuhi aku di rumahku ketika aku berumur sembilan tahun. Tidak ada onta ataupun kambing yang disembelih bagiku.”
Hadist ini memberi kesan bahwa Muhammad berhubungan seksual dengan Aisha di rumahnya pada hari perkawinannya. Namun apakah kejadian ini benar-benar terjadi pada hari perkawinannya? Ini dibuktikan oleh hadist Sahih Bukhari di bawah ini. Perhatikan miripnya ceritanya, walaupun hadist Bukhari 5:234 menguraikan lebih jauh bahwa kejadian ini terjadi pada hari perkawinan Aisha.

Sahih Bukhari Volume 005, Book 058, Number 234

Diriwayatkan oleh Aisha: Nabi bertunangan denganku ketika aku seorang gadis berumur enam tahun. Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Aku lalu jatuh sakit dan rambutku rontok. Kemudian rambutku tumbuh kembali dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku sedang bermain ayunan dengan beberapa teman gadisku. Dia memanggil aku, dan aku pergi kepadanya, tidak tahu apa yang mau dilakukannya padaku. Dia menangkap tanganku dan menyuruh aku berdiri di depan pintu rumah. Aku kehabisan nafas, dan ketika nafasku membaik, dia membawa air dan menyeka muka dan kepalaku dengannya. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah aku melihat beberapa wanita Ansar yang berkata, “Salam baik dan berkat Allah dan bernasib naik.” Lalu dia menyerahkan aku kepada mereka dan mereka menyiapkan aku (untuk perkawinan). Tanpa aku harapkan, nabi allah datang padaku di sore hari dan ibuku menyerahkan aku padanya, dan pada waktu itu aku seorang gadis berumur sembilan tahun.

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
Aisha melaporkan bahwa rasul allah menikahinya ketika dia berumur tujuh tahun, dan dia membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika dia berumur sembilan tahun, dan boneka-bonekanya ada bersamanya; dan ketika dia (nabi) mati dia berumur delapan belas tahun.

Perhatikan bahwa menurut Sahih Muslim Aisha masih punya boneka ketika dia dibawa Muhammad ke rumahnya sebagai pengantin. Menggunakan penjelasan Ibn Hajar tentang bermain boneka, jelaslah sudah bahwa Aisha belum akil balig ketika dia menjadi pengantin.

Maka sudah banyaklah bukti dari hadist bahwa Aisha belum akil balig ketika Muhammad pertama kali menyetubuhinya pada hari perkawinannya.

__________________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 4:56 am

Faiz, emangnya kamu tidak setuju lelaki berusia 53 tahun menikahi anak perempuan usia 6 tahun dan lalu menidurinya sewaktu anak itu berusia 9 tahun? Mohon dijawab secara jujur, sebab saya ingin tahu apa alasan kau menyangkal keras pesan2 Hadis sahih yang sudah diutarakan saya, Curious, NoMind, dll.

Curious, hat off for your excellent argument, as always. :D
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby curious » Sat Nov 04, 2006 5:12 am

faiz wrote:sementara pada perang tabuk aisyah seharusnya berusia sekitar 17-18 tahun karena perang tabuk terjadi pada tahun 9 hijriah.
Lalu anda mau mengambil kesimpulan wanita yang berusia 15 - 18 tahun belum puber !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, mending banyak belajar lagi sono.


dari mana datangnya SEHARUSNYA itu?

di atas anda mengatakan
dihadits tersebut jelas bahwa Aisyah masih bermain boneka pada waktu perang khaibar dan tabuk, menurut hitungan, jika aisyah menikah dengan nabi pada tahun 1 hijriah, diusia 9 tahun maka dia beruia sekitar 15-16 tahun karena perang khaibar terjadi pada tahun 7 hijriah.


jadi menurut anda:
1. aisha berumur 15-18 tahun pada saat perang tabuk atau perang khaibar, pada tahun ke tujuh hijrah.

2. yang berarti dia berumur sekitar 8 - 11 pada tahun pertama hijrah saat dia dikawini muhammad (pada bulan shawwal thn 1 hijrah).

yang jadi masalah adalah pada umur 8 -11 tahun itu, sudah akil balig belum dia?
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby faiz » Sat Nov 04, 2006 5:51 am

Mayoritas bukan bagian dalam pengambilan keputusan akan tetapi dasar argumentasilah yang menjadi patokan, kalau dalam satu negara mayoritasnya mengatakan 1+1=8 apakah hasil itu menjadi benar ?, makanya anda musti banyak-banyak baca metodologi ilmiah sebelum mengambil kesimpulan suatu kasus.

maka anda sendiri sudah menyimpulkan bahwa AISAH pada saat berusia aat perang tabuk atau mungkin perang khaibar MASIH BELUM AKIL BALIG karena masih bermain boneka. Dan itu adalah 6 atau 7 tahun setelah PERNIKAHAN nya (disetubuhi muhammad). Maka jelaslah sudah ketika disetubuhi muhammad, aisha belum akil balig dan itu membuat muhammad seorang PEDOPHILE.


menurut mas jadi umur 18 tahun wanita belum puber ?????, mending ente maki-maki aje penulis buku ini:

Primary amenorrhoea is the absence of menstruation in a woman by the
age of 16. Also, as pubertal changes precede the first period,
menarche, women who have no sign of thelarche or pubarche and thus are without evidence of initiation of puberty by the age of 14 have
primary amenorrhoea. (Reference: Speroff L et al, Clinical Gynecologic
Endocrinology and Infertility, 1999)

Aisha belum akil balig ketika disetubuhi Muhammad
Tabari IX:131
Ibuku datang kepadaku ketika aku sedanng diayun-ayunkan di ayunan antara dua dahan dan menurunkan aku. Perawatku mengambil alih dan menyeka mukaku dengan air dan mulai menuntun aku. Ketika aku sampai di pintu dia berhenti supaya aku bisa menarik nafas. Aku dibawa masuk ketika Muhamamd duduk di atas tempat tidur di rumah maki. Ibuku menyuruhku duduk di pangkuannya. Lelaki-lelaki dan wanita-wanita lain berdiri dan pergi keluar. Nabi menyetubuhi aku di rumahku ketika aku berumur sembilan tahun. Tidak ada onta ataupun kambing yang disembelih bagiku.”
Hadist ini memberi kesan bahwa Muhammad berhubungan seksual dengan Aisha di rumahnya pada hari perkawinannya. Namun apakah kejadian ini benar-benar terjadi pada hari perkawinannya? Ini dibuktikan oleh hadist Sahih Bukhari di bawah ini. Perhatikan miripnya ceritanya, walaupun hadist Bukhari 5:234 menguraikan lebih jauh bahwa kejadian ini terjadi pada hari perkawinan Aisha.

Sahih Bukhari Volume 005, Book 058, Number 234

Diriwayatkan oleh Aisha: Nabi bertunangan denganku ketika aku seorang gadis berumur enam tahun. Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Aku lalu jatuh sakit dan rambutku rontok. Kemudian rambutku tumbuh kembali dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku sedang bermain ayunan dengan beberapa teman gadisku. Dia memanggil aku, dan aku pergi kepadanya, tidak tahu apa yang mau dilakukannya padaku. Dia menangkap tanganku dan menyuruh aku berdiri di depan pintu rumah. Aku kehabisan nafas, dan ketika nafasku membaik, dia membawa air dan menyeka muka dan kepalaku dengannya. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah aku melihat beberapa wanita Ansar yang berkata, “Salam baik dan berkat Allah dan bernasib naik.” Lalu dia menyerahkan aku kepada mereka dan mereka menyiapkan aku (untuk perkawinan). Tanpa aku harapkan, nabi allah datang padaku di sore hari dan ibuku menyerahkan aku padanya, dan pada waktu itu aku seorang gadis berumur sembilan tahun.

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
Aisha melaporkan bahwa rasul allah menikahinya ketika dia berumur tujuh tahun, dan dia membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika dia berumur sembilan tahun, dan boneka-bonekanya ada bersamanya; dan ketika dia (nabi) mati dia berumur delapan belas tahun.

Perhatikan bahwa menurut Sahih Muslim Aisha masih punya boneka ketika dia dibawa Muhammad ke rumahnya sebagai pengantin. Menggunakan penjelasan Ibn Hajar tentang bermain boneka, jelaslah sudah bahwa Aisha belum akil balig ketika dia menjadi pengantin.

Maka sudah banyaklah bukti dari hadist bahwa Aisha belum akil balig ketika Muhammad pertama kali menyetubuhinya pada hari perkawinannya.


kayaknye udeh dibahas diatas deh, saya ulang dikit yah, saya tahu anda memang agak lelet memahami tulisan-tulisan saya, mungkin karena banyak begadang mengantuk, atau .....

Anda terus-terus mengulang asumsi Ibnu hajar karena beliau hanya mengeluarkan pendapat mengenai dua hadits yang berbeda, lalu dia ambil kesimpulan tanpa melihat data-data lainnya, kemungkinan hadits dari annasa'i ini belu sampai kepadanya, hal itu biasa dikalangan ahli hadits dan mazhab, tapi tidak ada satupun bukti dari hadits yang mengatakan bahwa aisyah pada saat itu belum baligh, karena umur 9 tahun wanita juga bisa memasuki masa puber.

puberty (pyū'bərtē) , period during which the onset of sexual
maturity occurs. It usually takes place between the ages of 10 and 15 in both sexes but sometimes occurs as early as 7 or 8 years of age in females.
http://www.answers.com/puberty

Puberty normally occurs in a series of five stages (Tanner stages) that typically begin within the ages of 8 and 13 for girls and 9 and 14 for boys. Puberty is consider early (precocious puberty) if it occurs before the age of 8 years in girls and 9 years in boys. Children who begin puberty early should have a full evaluation by their Pediatrician and will often need to see a Pediatric Endocrinologist. A prompt evaluation is necessary, because untreated, early puberty can lead to short stature in adults.
http://www.keepkidshealthy.com/welcome/ ... _puberty.h tml

In girls, puberty may start as early as 8 years of age, but it usually starts around 11 years of age. In boys, it begins around 12 years as age, but may start as early as 9 years of age. This is a process that goes on for several years. Most girls are physically mature by about 14 years of age. Boys mature a year or two later.
http://www.aafp.org/afp/990700ap/990700d.html

Puberty that starts before 8 years of age in a girl or before 9 years in a boy has been widely accepted as precocious. The age for girls was established by a small number of studies in the United States conducted in the mid 1900s and a 1969 English study of white girls—all of which placed the mean age of breast development at approximately 11 years, with very few girls reaching puberty before 8 years.
http://www.contemporarypediatrics.com/c ... leDetail.j sp?id=364745

Puberty is the growth process associated with appearance of both primary and secondary sexual characteristics in children. It occurs between 8 and 14 years of age in girls and 9 and 14 years of age in boys.
http://www.patient.co.uk/showdoc/40024607/

mengenai kemungkinan aisyah sudah baligh dan muhammad bukan seorang pedhopilia sudah saya tulis diatas saya pikir tidak perlu diulang lagi, saya memakai pembuktian terbalik, jadi kalau tetap tidak percaya silahkan bantah satu persatu ok.

dari mana datangnya SEHARUSNYA itu?

di atas anda mengatakan



mending cuci muka dulu sono, pertanyaan aneh, masa musti diulang lagi.

jadi menurut anda:
1. aisha berumur 15-18 tahun pada saat perang tabuk atau perang khaibar, pada tahun ke tujuh hijrah.

2. yang berarti dia berumur sekitar 8 - 11 pada tahun pertama hijrah saat dia dikawini muhammad (pada bulan shawwal thn 1 hijrah).

yang jadi masalah adalah pada umur 8 -11 tahun itu, sudah akil balig belum dia?


Gak bisa ngitung yah dari mana ambil angka 8 tahun ? 15 - 7 tahun ?, masa ngitung aja gak becus, saya bilang saat 1 hijriah Aisyah berusia 9 tahun dengan itu pada waktu 7 hijriah = 15 tahun, jadi pengurangannya salah mas.

masalah akil baligh sudah saya jawab diatas dengan pembuktian terbalik, jadi silahkan bantah point per point ok.
User avatar
faiz
 
Posts: 261
Joined: Thu Aug 24, 2006 4:35 am

Postby curious » Sat Nov 04, 2006 6:08 am

faiz wrote:Mayoritas bukan bagian dalam pengambilan keputusan akan tetapi dasar argumentasilah yang menjadi patokan, kalau dalam satu negara mayoritasnya mengatakan 1+1=8 apakah hasil itu menjadi benar ?, makanya anda musti banyak-banyak baca metodologi ilmiah sebelum mengambil kesimpulan suatu kasus.

apa lu kira mayoritas cendekiawan tidak menggunakan argumentasi ketika mengambil keputusan itu? dan hanya si muslim faiz yang pintar sekali menggunakan argumentasi sedangkan jumhoor al-Qaadee 'Iyaad hanyalah sekelompok old farts muslim yang menggunakan dengkulnya dalam mengambil keputusan?

menurut mas jadi umur 18 tahun wanita belum puber ?????, mending ente maki-maki aje penulis buku ini:

buat apa memaki penulis buku itu. ente saja yang salah argument. yang dimasalahkan sekarang adalah berapa usia Aisha pada saat DISETUBUHI muhammad, bukan usianya pada saat PERANG KHAYBAR atau perang TABUK.

jika ingin memasalahkan umur 18 sudah puber belum, silahkan buktikan umur aisha saat disetubuhi adalah 18 tahun! dan tak usah TERUS MENERUS COPY PASTE, pake otak dan argument anda sendiri , yang sepertinya tidak anda miliki!

Gak bisa ngitung yah dari mana ambil angka 8 tahun ? 15 - 7 tahun ?, masa ngitung aja gak becus, saya bilang saat 1 hijriah Aisyah berusia 9 tahun dengan itu pada waktu 7 hijriah = 15 tahun, jadi pengurangannya salah mas.


duhhhh!!!!
makin membuktikan bahwa si muslim faiz cuma bisa copy paste dan tidak bisa berpikir!
emangnya muhammad dituduh pedophile karena menyetubuhi bininya TUJUH TAHUN SETELAH PERKAWINAN??? pake otak donk, jangan dengkul dan photo copy machine mulu!!!!
yang dimasalahkan adalah UMUR BININYA ketika disetubuhi pada tahun pernikahan alias TAHUN PERTAMA HIJRAH.

Jika spet anda bilang umur aisah 15-18 tahun pada saat perang tabuk atau perang khaibar (7 tahun setelah hijrah) , maka umurnya pada saat disetubuhi pada TAHUN PERTAMA HIJRAH adlaah 15 - 7 = 8.

gitu saja susah dimengerti si muslim faiz rupanya!!!!!
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Next

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users