.

Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:02 am

MONTIR KEPALA wrote:yah elo pir pantesan ngotot mulu dari kemaren2 ... nabi tuh ada 2 pernikahan sama Aisya neng ... kik..kik...makin keliatan polos aja luh pir
di masa belum baligh dan di masa sudah baligh ...

jadi kalo umur nabi aja bisa selisih 3 tahunan ... itu bukti tdk ada akurasi pada angka usia seseorang pada masa itu karena kagak ada akta. segitu teh Rasul tokoh yang jadi pusat perhatian orang2.

lah apalagi mengetahui umur aisya secara akurat sulit sekali ....!! dan satu2nya sumber yg mengatakan umur aisya entu cuman keponakan Aisya sendiri di saat usianya udeh kepala 7 ....bayangin pir ...akurasinya dapat darimana ???


berarti lu mengakui hadist dan quran ga akurat?
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:15 am

audy_valentine wrote:Aku penasaran nih, Aisyah tuh waktu umur 9 taon segede apa yah? Trus kemaluannya segede apa yah lobangnya? Kalo aku liat keponakanku yang umur 9 taon, kok dipikir-pikir ya apa muat gitu lho buat nampung "burung" bandot tua berumur 50 taon


ada kemungkinan lain...
bisa jadi burungnya si mamad ukurannya di bawah rata2...
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:18 am

doski wrote:tir sering liat anak balita diperkosa, trus liat anak sd diperkosa di tv2 kaga?
dan baru ketauan setelah dirumah pas dimandiin atau saat dia mengeluh kemaluannye sakit.
ada nyang baru ketauan setelah berbulan2 kemudian bahkan beberapa taun, dan ga berani menceritakan ke orang tuannya.
kalo itu alasan ente, bagaimana dengan alasan gue?
jadi anak kecil karena ketidak tahuannya atau bahkan ancaman bisa saja dia tidak nangis minta tolong atau pulang kerumah orang tuanye trus cerita.
Kalo kejadiannye seperti ini pagimane?


MONTIR KEPALA wrote:tingal buktiin kapan Aisya mengeluh sakit ... !
tinggal buktiin kapan ada ancaman ...!
sok jangan dibikin susah ...

inget ente ngomong Aisya masih kecil ... jadi jangan sekali-kali melihat aisya sbg wanita dewasa ketika meraba psikologi dia ...!

susah amat sih pir ?..dari kemarin diminta bukti kagak nongol2 tuh bukti ..



Mon..mon.. coba lu pikir, itu anak kecil bisa berbuat apa? mau ngadu kemana?
Semua orang tua di sekelilingnya mendukung keras.
Lu kasihan ga sih sama si kecil aisah?
gw sih amit2..
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:24 am

audy_valentine wrote:
Nggak cuman Aisyah, istri si Muhammad yang punya anak cuman Khadijah! Istri lainnya nggak ada yang beranak satu pun, yang beranak malah babunya, si Mariyah, dan anaknya meninggal waktu bayi :lol: :lol:

Kali aja si bayi malang ketularan sifilis dari emaknya, kan Muhammad ketularan sifilis dari Mariyah yang emang profesinya adalah "babu sex"


Gw kyknya tau deh knp pd ga bs hamil, si mamad ini mikirnya klo mau hamil, ngembatnya waktu haid, dekat haid atau haid baru bersih...
pdhal klo mau punya anak, harus nunggu rahim evolusi dulu, kira2 9-11 hari setelah haid hari pertama.

Mamad dpt info salah dari aulohnya rupanya... :rofl: :rofl: :rofl:

Klo mariyah hamil kan gara2 di perkosa, jd kemungkinan besar lagi subur.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:39 am

LinduA wrote:Kemarin sudah masuk masukan dari saya, entah hari ini kok hilang.....

Baiklah, saya ingin mengajak anda untuk berfikir yang sehat, bagaimana mengecek benar tidaknya sebuah hadist.
Nabi Muhammad menikahi Aisyah pada umur 7 th dan menggaulinya umur 9 th.

1. Apakah tidak bertentangan dengan Al Qur'an?
a. Menikah : jelas tidak bertentangan dengan Al Qur'an.
b. Menikahi gadis yang belum dewasa: Ini bertentangan dengan Al Qur'an.
Lihat surat An Nisa' ayat 6: Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur (dewasa) untuk kawin.
Disini jelas Allah mengatakan gadis untuk menikah/kawin harus cukup umur.

2. Apakah masuk aqal sehat?
Manusia biasa saja kalau menikahi wanita yang belum dewasa sudah dikecam.
Apakah masuk aqal kalau seorang Nabi sebagai utusan dari Allah menikahi gadis yang belum dewasa? Bagi saya jelas ini tidak masuk aqal, sebagaimana juga tidak masuk aqalnya kalau Nabi Isa dikatakan sebagai anak haram (walaupun tanpa ayah).

3. Kalau ragu-ragu tanya pada ahlinya.
Ahlinya telah memberikan bukti-bukti tidak benarnya Hadist tersebut.
Ada 9 bukti ketidak benaran Nabi Muhammad menikahi gadis belum
dewasa. Tapi anda2 tidak mau membahasnya. Siapa yang Munafiq?

Karena penjelasan saya tidak masuk diotak Jarapah dan otak Babi-nya,
percuma pembahasan ini dilanjutkan dan dengan ini saya mengundurkan diri dari forum ini.


Gimana LinduA?
Dah jelas dan dah murtad belum?
Klo udah, berarti anda benar2 mahluk Tuhan yang di beri akal.
Klo belum, anda jenisnya yg tidak di beri akal (babi, anjing, pohon dll) :rofl:
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Siapa bilang Aisyah Sudah 18 Th?

Postby Foxhound » Sun Mar 08, 2009 12:48 pm

BACK TO TOPIC!!

insan_kamil wrote:The Christian missionaries of today accuse the Prophet of marrying Ayesha (ra) when she was 9 years old. Let us investigate if their accusations are correct or intended to make mischief:

The pagans of Makkah and Jews Madinah accused the Prophet of being a poet, a trickster, a forger, and every other false charge, (astagfirullah), during his lifetime, but never of being untruthful or marrying a girl who was too young.


Missionaris2 Kristen saat ini menuduh Nabi menikahi Aishah saat ia berusia 9 tahun. Mari kita selidiki tuduhan2 mereka apakah itu benar atau ditujukan untuk menyebarkan fitnah

Bangsa pagan di Mekkah dan bangsa Yahudi di Medinah menuduh nabi adalah cuma seorang penyair, penipu, pemalsu dan berbagai tuduhan lainnya (astagfirullah) saat dia hidup. Tetapi tidak pernah dituduh sebagai orang bejad yang menikahi gadis yang amat sangat muda.


Lucu kan? Yang ngomong haditsnya sendiri, yang dituduh Misionaris Kristen.... Islam memang membenci kekristenan, ndak ngapa2in juga Kristen dibilang menyerang Islam terlebih dahulu!


Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.


Andaikata hadits di atas tidak sahih, yang menuduh juga bukan Misionaris Kristen, tapi Sunan Abu-Dawud!!!


According to the traditions of the Arab culture prevailing at that time it was customary to marry once the girls reached teenage years. If that were not the case then people would have objected to these marriages. In the case of the Prophet we find no such reports of objection mentioned by anyone, more especially from the enemies of the Prophet (pbuh). These enemies would not have hesitated to object to such a marriage, but there is no such objection recorded anywhere.

Berdasarkan tradisi orang Arab pada saat itu, sudah menjadi hal yang biasa menikahi gadis yang memasuki usia remaja. Jikalau pernikahan tersebut melanggar tradisi orang Arab, tentu akan ada orang-orang yang berkeberatan. Di kasus nabi, tidak diketemukan adanya keberatan yang diajukan oleh seseorang, termasuk dari musuh-musuh nabi?


Benarkah demikian? Argumen yang sangat lemah mengingat posisi Muhammad saat itu.
Bagaimana mungkin keberatan2 musuh nabi bisa direkam dalam sejarah Quran dan hadits yang penuh manipulasi?
Dan soal melanggar tradisi orang Arab, apakah tidak ada tradisi orang Arab yang dilanggar Muhammad? Bagaimana reaksi pengikutnya?
Menikah di dalam Islam adalah menetapkan status supaya halal disetubuhi, tidak perduli siapa, umur berapa.

According to another narrative in Bukhârî (Kitâb al-Tafsir) Â’ishah
(ra) is reported to have said that at the time Surâh Al-Qamar, was revealed, “I was a young girl”. The 54th Surâh of the Qur’aân was revealed nine years before Hijrah.

The Prophet married Aishah (r.a) about 1st / 2nd Hijrah. According to a number of narratives, Aishah (ra) accompanied the Muslims in the battle of Badr, which was fought two years after hijrah, and the battle of Uhud63 which was fought a year after Badr. (i.e.-3 years after Hijrah). Moreover, it is reported in books of hadîths that the Prophet did not allow any person under the age of 15 years to take part in the battle of Uhud. Everyone below 15 years of age was sent back by the.
Prophet! A’ishah’s (ra) participation in the battle of Badr and Uhud clearly indicates that she must have been at least fifteen years or older!

This is a very significant point to remember, because if she was under the age of fifteen years, then the Prophet would not have allowed her to participate in the Battle of Uhud. Women used to accompany men to the battlefields to help them, and not to be a burden upon them.


Menurut hadits bukhari yang lain Bukhârî (Kitâb al-Tafsir)
Dikatakan bahwa Â’ishah berkata ketika Surâh Al-Qamar turun, dia adalah seorang gadis muda. Surah tersebut turun 9 tahun sebelum hijriah.

Nabi menikahi Aishah pada sekitar tahun pertama atau tahun kedua setelah hijriah. Menurut beberapa saksi, Aishah mendampingi muslim2 di perang Badr, yang terjadi dua tahun setelah hijriah, dan juga perang Uhud setahun kemudian setelah Badr. Di lain hadits disebutkan Nabi tidak mengijinkan orang-orang berumur di bawah 15 tahun mengambil bagian dalam peperangan Uhud. Semua yang di bawah umur dipulangkan oleh nabi. Partisipasi Aishah di perang Badr dan Uhud jelas mengindikasikan ia berumur paling tidak 15 tahun atau lebih.

Ini adalah point yang sangat penting untuk diingat, karena kalau dia di bawah 15 tahun, maka nabi tidak akan mengijinkan dia ikut di peperangan Uhud. Wanita diajak menemani pria di medan perang untuk membantu mereka, bukan menjadikan beban.


Perhitungan yang sangat memaksa bukan? Andaikata Aisha dinikahi umur 16 tahun, berarti surat AlQamar turun di saat Aisha berumur 5 tahun (16 - 9 (sebelum hijriah) - 2 (tahun hijriah saat Muhammad menikahi)) . Apa kah pada saat umur 5 tahun Aishah sudah mendampingi nabi sehingga dia bisa tahu surat itu turun? Atau adakah sebutan gadis muda bagi anak umur 5 tahun?

Partisipasi Aishah dilihat dari segi umur dalam perang juga tidak bisa disamaratakan. Karena apakah Aishah turun ke medan pertempuran, ataukah hanya mendampingi nabi sebagai orang yang memenuhi segala kebutuhannya? Irrelevant antara umur wanita dengan soal wanita memenuhi kebutuhan vs wanita sebagai beban. Kalau Aishah sudah sah menjadi isteri, berarti Aishah bisa dibawa Muhammad untuk melayani kebutuhannya, umur tidak menjadi masalah karena aishah tidak turun ke medan tempur.


Almost all the historians agree that Asma (ra), the elder sister of Â’ishah (ra) was ten years older than Â’ishah (ra). It is reported in Taqreeb al- Tehzeeb as well as AI-Bidayah wa al-Nihayah that Asmâ (ra) died in the 73rd year after hijrah64 when she was 100 years old. Now, evidently if Asmâ (ra) was 100 years old in the 73rd year after hijrah,
she should have been 27 or 28 years old at the time of hijrah. If Asmâ (ra) was 27 or 28 years old at the time of hijrah, Â’ishah (ra) should have been 17 or 18 years old at that time.


Hampir seluruh sejarahwan setuju bahwa Asma(ra), kakak perempuan aishah, berusia sepuluh tahun lebih tua dari Aishah. Dan tertulis di Taqreeb al- Tehzeeb dan juga AI-Bidayah wa al-Nihayah bahwa Asma(ra) meninggal 73 tahun Hijriah ketika ia berusia 100 tahun. Dan itu berarti apabila Asma(ra) berusia 100 tahun di tahun 73 hijriah, itu berarti Asma(ra) berusia 27/28 tahun pada saat hijriah, yang berarti Aishah(ra) berumur sekitar 17-18 tahun pada saat itu.


Argumen di atas kuncinya adalah umur Asma. Andaikata umur Asma waktu meninggal adalah 90 tahun. Hitungannya berubah jadi Asma berumur 17 tahun saat Hijriah, berumur 19 tahun saat Aishah mulai bergabung dengan nabi. Yang berarti aishah berumu 9 tahun.

Pertanyaannya sekarang, karena hampir seluruh sejarahwan setuju, berarti ada yang menyebabkan ada yang tidak setuju Asma meninggal saat berumu 100 thn. Dan lagi, apakah memang ada yang menghitung dengan tepat umur Asma? Umur 90 tahun, dengan umur 100 tahun, memang beda 10 tahun, tetapi itu juga berarti cuma beda 10%. Bandingkan juga dengan discrepancy-discrepancy fakta sejarah yang dibawa2 sebagai pembuktian. Apakah bukannya hal yang normal seseorang berusia lanjut ketika meninggal dihantam rata saja umurnya 100 tahun?

Tabarî in his treatise on Islâmic history, while mentioning Abu Bakr(ra) reports that Abû Bakr had four children and all four were born during the pre-Islamic period. Obviously, if Â’ishah (ra) was born in that period, she could not have been less than 14 years in 1 AH - the time she most likely got married.

On the basis of this report it seems only pragmatic to assume that Â’ishah (ra) had not only been born 8 years BEFORE hijrah, but was also a young lady, quite prepared for marriage.


Tabari di dalam catatannya akan sejarah Islam menyebutkan bahwa Abu Bakr mempunyai empat orang anak dan semuanya lahir pada jaman periode pre-Islam. Tentunya apabila Aishah lahir di periode tersebut, dia tidak akan berumur di bawah 14 tahun saat tahun pertama Hijriah ketika ia menikah.

Dengan dasar ini dapat diasumsikan lebih lanjut pula bahwa Aishah bukan saja hanya lahir 8 tahun sebelum hijriah melainkan sudah menjadi seorang gadis muda yang siap menikah.


Ini juga masih dispute. Kuncinya adalah pre-Islam period. Manakah yang dimaksud pre-Islam period? Saat Muhammad menerima wahyu? Atau saat Muhammad balik menancapkan kekuasaan Islam ke Mekah? Ataukah yang paling simple, saat tahun Hijriah dimulai, saat Muhammad diusir sehingga pindah ke Medinah. Lantas... bukankah Aisha memang lahir sebelum tahun hijriah???

According to Ibn Hajar, Fatimah (ra) was five years older than Â’ishah(ra). Fatimah (ra) is reported to have been born when the Prophet (pbuh) was 35 years old. Thus, even if this information is taken to be correct, Â’ishah (ra) could by no means be less than 14 years old at the time of hijrah and 15 or 16 years old at the time of her marriage. The above are some of the major points that go against accepting the commonly known narrative regarding Â’ishah’s (ra) age of 9 years old at the time of her marriage.”


Menurut Ibnu Hajar, Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aishah. Fatimah lahir pada saat nabi berumur 35 tahun. Jadi andaikata informasi ini benar, Aishah tidak mungkin berumur di bawah 14 tahun saat hijrah, atau 15-16 tahun pada saat menikah. Di atas (seluruh argumen) itu adalah titik2 penting yang bisa membantah apa yang selama ini dimengerti oleh orang-orang bahwa Aishah menikah di saat berumur 9 tahun.


Discrepancy demi discrepancy yang di bawa dari argumen2 di atas itu bisa menambah jumlah umur Aishah menjadi 15 tahunan memang. Fatimah lahir saat nabi berumur 35 tahun, fatimah lebih tua 5 tahun. Nabi menikah umur 53 tahun. Yang berarti saat itu Fatimah berumur 18 tahun. Dan berarti Aishah 13 tahun.

Coba kalau kita geser sedikit Fatimah lahir saat nabi berumur 36 tahun, fatimah lebih tua 6 tahun. Nabi menikah umur 52 tahun. Yang terjadi adalah Fatimah berumur 16 tahun saat Aishah menikah, dan berarti Aishah berumur 10 tahun. Cuma selisih 1 tahun juga. Selisih 1 tahun itu kan mudah terjadi dalam pencatatan sejarah umur dan tahun. Karena ada yang mengakui umur bertambah saat tahun berganti, ada yang mengakui saat tanggal tahun terulang. Andaikata tidak pun, pembulatan adalah yang paling sering kita temui kalau ada orang yang berbicara soal umur dalam catatan sejarah.
______________________________________________________________________________________________

Jadi cara muslim mengaburkan umur Aishah adalah dengan membawa tafsir2 dari perhitungan2 umur berdasarkan catatan2 orang-orang di luar Muhammad dan Aishah, mengambil celah2 discrepancy yang ada, dan kemudian menjumlahnya agar umur Aisha bisa bertambah 6-7 tahun.

Kita lihat bahwa argumen2 ini membawa kan berita2 yang ujungnya membawa perhitungan yang berbeda pula soal umur Aishah, 15 tahun, 18 tahun dst. Dan jelas sangat lemah dibandingkan dengan hadits Sunan Abu-Dawud yang jelas menulis bahwa Aishah berumur 9 tahun ketika mulai digauli.

Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.



Tetapi itulah Islam.
Perlu tafsir yang panjang2, perlu ilmu gathuk yang tidak berdasar untuk bisa menggambarkan Islam ajaran bermoral.
Tetapi cukup membawakan bukti berupa ayat Alquran dan hadits sahih tertulis apa adanya untuk berkata sebaliknya.

Agama rahmatan al Rahmatan lil Alamin... Ironi bukan?
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Postby golddragon » Sun Mar 08, 2009 2:21 pm

klo boleh memprediksi disini,...kemungkinan pedopili dan pemerkosaan tkw semua karena wanita dewasa disana pada dibungkus burga,...jadi laki2 arab nga tertarik,....
tapi liat anak gadis baru gd ama tkw indo langsung horny :-"
soal aisyah klo sudah sanih ya sudah nga perlu disangkal lagi,percuma buang2 tenaga momon,aley,lindua,...anda sudah kalah telak [-X
mending km cari bantahan dan bukti klo hadis nya nga sanih,klo bisa sih???selamat mencoba deh ,moga berhasil :-"
User avatar
golddragon
 
Posts: 379
Joined: Sun Apr 20, 2008 12:38 am

Allah bukan Pedofilia jadi mana mungkin pro pedofilia

Postby pino » Wed Nov 03, 2010 8:29 pm

sebagai seorang ibu, saya prihatin dan menangis melihat percabulan yang merajalela terhadap anak-anak. yang kebayang di otak saya, kalau ada laki-laki mesum yang berani melecehkan anak saya, saya ingin bawa parang dan menghadang laki-laki cabul itu meskipun dia labelnya kyai, pendeta, tentara atau presiden sekalipun.
gak perlu debat hukum allam atau hukum Allah. saya aja seorang manusia dan ibu jijik sama kemesuman semacam itu, apalagi Allah yang Maha Suci.
Siapa yang rela anaknya yang masih pantas bermain dinodai bandot cabul ?
pino
 
Posts: 7
Joined: Thu Mar 06, 2008 12:16 pm
Location: bandung

Anak 13 tahun dipaksa Menikah hingga Meninggal di Malam Pert

Postby pino » Wed Nov 03, 2010 9:56 pm

Ini fakta yang harus direnungkan bagi para pelaku fedofilia. Seorang anak 13 tahun di Yaman dipaksa menikah dengan pria berumur meninggal 5 hari setelah malam pertama karena kerusakan organ intim akibat pendarahan hebat setelah melakukan hubungan intim :

http://beritaaneh.com/2010/06/gadis-13- ... m-pertama/

DEMI SEKS BANDOT TUA MEMBUNUH ANAK DI BAWAH UMUR YANG TIDAK BERDOSA !
pino
 
Posts: 7
Joined: Thu Mar 06, 2008 12:16 pm
Location: bandung

Re: Allah bukan Pedofilia jadi mana mungkin pro pedofilia

Postby truthneverchange » Wed Nov 03, 2010 11:48 pm

pino wrote:sebagai seorang ibu, saya prihatin dan menangis melihat percabulan yang merajalela terhadap anak-anak. yang kebayang di otak saya, kalau ada laki-laki mesum yang berani melecehkan anak saya, saya ingin bawa parang dan menghadang laki-laki cabul itu meskipun dia labelnya kyai, pendeta, tentara atau presiden sekalipun.
gak perlu debat hukum allam atau hukum Allah. saya aja seorang manusia dan ibu jijik sama kemesuman semacam itu, apalagi Allah yang Maha Suci.
Siapa yang rela anaknya yang masih pantas bermain dinodai bandot cabul ?


maaf bu, tidak ada maksud menyinggung. klo pelakunya nabi gimana? apalagi nabi dari arab, menurut ibu gimana?
User avatar
truthneverchange
 
Posts: 1219
Joined: Fri Aug 10, 2007 1:37 pm
Location: lautan api [neraka] => http://www.youtube.com/watch?v=n-8MJ3Bivw8

Re: Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Postby pino » Thu Nov 04, 2010 9:59 am

setau saya yang namanya nabi adalah seorang utusan Allah, penyambung lidahnya Tuhan. memangnya ada Nabi yang betul-betul dari Tuhan mau mencabuli anak di bawah umur ? kalo emang ada nabi kayak gitu, berarti bukan nabi saya. semua orang bisa menganggap dirinya nabi, tapi lihat aja 'buah'nya seperti apa. kalo pohonnya jelek buahnya jelek juga dong.
pino
 
Posts: 7
Joined: Thu Mar 06, 2008 12:16 pm
Location: bandung

Re: Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Postby harahap » Sat Nov 06, 2010 4:12 pm

pino wrote:setau saya yang namanya nabi adalah seorang utusan Allah, penyambung lidahnya Tuhan. memangnya ada Nabi yang betul-betul dari Tuhan mau mencabuli anak di bawah umur ? kalo emang ada nabi kayak gitu, berarti bukan nabi saya. semua orang bisa menganggap dirinya nabi, tapi lihat aja 'buah'nya seperti apa. kalo pohonnya jelek buahnya jelek juga dong.


mungkin mahamad gak nyadar bahwa dia bakal jadi panutan, entah berapa milyar nyawa selama 1400 th,
misal 1% dosa muslim selama 1400 th dibebankan ke mahamad
entah jadi apaan tuh....
hhhhhha hhhhhhha .....
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Postby key » Wed Nov 10, 2010 3:11 am

TAK ADA satupun hadist yang menyatakan menggauli itu sebagai menyetubuhi, kecuali otak porno para kafir.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)
User avatar
key
 
Posts: 106
Joined: Wed Oct 06, 2010 1:13 pm

Previous

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users