.

Tuduhan Pedofilia Tidak Berdasar, Aisyah Sudah 18 Th

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Postby babenya muhammad » Tue Aug 12, 2008 9:07 am

lah kok muter2?
sekarang gw minta ayat2 haditsnya yg mengisahakan aisha sudah akil balik sewaktu di rudal si mamad?

dasar akil balik untuk berhungan seks aja, ud salah satu kekonyolan ajaran islam, apalg belum akil balik

karen dalam islam gak mengenal kedewasaan fisik dan mental, masak anak kecil boleh di embat ? dasar ajaran syeton.......
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby serraphim0n » Wed Aug 13, 2008 5:48 am

ya2 nabi pedofilia
serraphim0n
 
Posts: 310
Joined: Fri Jul 25, 2008 6:28 pm

Postby doski » Wed Aug 13, 2008 8:59 am

kayanye montir udeh kaga masuk lagi nih, kite liat bawa ape lagi die habis ini. wakakakakak
doski
 
Posts: 1348
Joined: Fri Oct 05, 2007 8:41 am
Location: maunya di SURGA bukan SYUURGA

Postby LinduA » Fri Sep 12, 2008 10:12 am

Para peserta forum, untuk mendiskusikan berapa umur Aisyah ketika dinikahi Nabi Muhammad, yang kesemuanya berdasarkan Hadist, kita perlu mengetahui sejarah Hadist itu sendiri.
Menurut sejarah, Hadit ditulis sekitar 80 ~ 100 tahun setelah Nabi Muhammad meninggal. Periwayat-periwayat Hadist sangat banyak sehingga Hadist banyak kualitasnya, tergantung dari Periwayatnya.
Saya sendiri tidak begitu saja bisa menerima Hadist tanpa bertanya kepada ahlinya. Lain dengan Al-Qur'an yang ditulis sejak Nabi Muhammad masih hidup.
Bantahan terhadap Hadist (baik Shahih maupun yang lainnya) tentang pernikahan Aisyah dengan Nabi Muhammad, dapat kami ambil dari daarut - tauhid sebagai berikut :

BUKTI 1 : Pengujian terhadap SUMBER (Periwayat)
Sebagian besar riwayat yg memberitakan hal ini yg tercetak di Hadist yg semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn 'Urwah, yg mencatat atas otoritas dari Bapaknya, yg mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatatat Hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tidak ada seorangpun yg di Medinah, dimana Hisham ibn'Urwah tinggal sampai usia 71 th baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan yg kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Madinah ke Iraq pada usia tua.
Tehzibu'l - Tehzib, salah satu buku yg cukup terkenal yg berisi catatan para periwayat Hadist, menurut Yaqub ibn Shibah mencatat: 'Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya bisa diterima,

kecuali apa2 yg dia ceritakan setelah pindah ke Iraq" (Tehzibu'l - tehzi'b, Ibn Hajar Al-asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th Century Vol 11. p.50)
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang2 Iraq (Tehzibu'l - tehzi'b, Ibn Hajar Al-asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami,Vol. 11,p.50)
Mizami'l-ai'tidal, buku lain yg berisi uraian riwayat hidup para periwayat Hadist Nabi saw mencatat : "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yg. mencolok" (Mizanu'l-aiti'dal, Al-Zahbi, Al-Maktabatei'l-atriyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol 4 p.301).
KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, shg. riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

Masih ada 8 bukti yang lain (dari catatan daarut-tauhid) yang akan saya sampaikan pada kiriman selanjutnya.

Catatan kaki pribadi saya : Hadist bisa saya terima bila memenuhi syarat
sebagai berikut : - tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, bisa diterima dengan aqal yang sehat dan kalau ragu ditanyakan kepada ahlinya.
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby japra » Fri Sep 12, 2008 10:44 am

LinduA wrote:-del-

Catatan kaki pribadi saya : Hadist bisa saya terima bila memenuhi syarat
sebagai berikut : - tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, bisa diterima dengan aqal yang sehat dan kalau ragu ditanyakan kepada ahlinya.


dalam al-quran tertulis -- muhammad bole mengawini wanita siapapun yg disukainya. soal umur gak ditulis. jadi JELAS TIDAK bertentangan.

soal hadist yg gak bisa diterima AKAL SEHAT anda. itu urusan anda sendiri. yg pasti HADIST itu SAHIH. kalo gak bisa ngakuin hadist SAHIH. darimana anda bisa naik haji ? aturan sholat ? apakah hal2 tsb cuma ada didalam hadist ???

lagian kalo anda masih PUNYA AKAL SEHAT -- masih juga ngikutin NABI yg GAK PUNYA AKAL SEHAT.
User avatar
japra
 
Posts: 820
Joined: Wed Feb 14, 2007 5:53 pm
Location: bali mester

Postby LinduA » Sun Sep 14, 2008 10:21 am

Sdr. JAPRA,
Aneh ya, anda menyerang pribadi saya. BUKANNYA menanyakan BUKTI2 lainnya? AKAL YANG SEHAT mestinya menanyakan BUKTI lainnya, bukan menyerang pribadi yang masing2 pribadi mempunyai karakter yang berbeda.
Tolong pakai AKAL SEHAT anda.
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby sinar » Sun Sep 14, 2008 3:25 pm

LinduA wrote:Para peserta forum, untuk mendiskusikan berapa umur Aisyah ketika dinikahi Nabi Muhammad, yang kesemuanya berdasarkan Hadist, kita perlu mengetahui sejarah Hadist itu sendiri.
Menurut sejarah, Hadit ditulis sekitar 80 ~ 100 tahun setelah Nabi Muhammad meninggal. Periwayat-periwayat Hadist sangat banyak sehingga Hadist banyak kualitasnya, tergantung dari Periwayatnya.
Saya sendiri tidak begitu saja bisa menerima Hadist tanpa bertanya kepada ahlinya. Lain dengan Al-Qur'an yang ditulis sejak Nabi Muhammad masih hidup.
Bantahan terhadap Hadist (baik Shahih maupun yang lainnya) tentang pernikahan Aisyah dengan Nabi Muhammad, dapat kami ambil dari daarut - tauhid sebagai berikut :


Emang AL QUran dibuat berapa tahun setelah Muhammad meninggal?

Tahukah Anda Al Quran belum berumur 100 tahun? Karena baru distandarisasi di Mesir pada tahun 1924.
Sumber:
http://www.submission.org/miracle/writing.html

Kalau Anda ga percaya ama Hadis, berarti Anda ga sholat, ga bilang Amin, ga sunat (kl anda cowo) dsb dsb soalnya di Quran yang katanya lengkap kagak ada tuh semuanya?

Lalu yang disebutkan disini adalah hadist sahih bukan sembarang comot hadist.

Anda tahu bagaimana Quran diturunkan untuk menyenangkan Nabi Muhammad sampai Aisyah bilang kalau Quran diturunkan pas kalau Muhammad butuh. Contohnya saat Muhammad ketahuan menyetubuhi budak Hafsa (Tentu aja berzinah karena tanpa kawin).

Selengkapnya:
http://faithfreedom.frihost.net/wiki/Allah_Mencela_Jika_Budak_Wanita_Tidak_Disetubuhi
User avatar
sinar
 
Posts: 874
Joined: Mon May 19, 2008 4:34 am
Location: Europe

Postby LinduA » Mon Sep 15, 2008 9:15 am

Sinar....Sinar....Sama juga dengan japra.
Kenapa kok tidak menanyakan BUKTI yg saya ajukan? Masih ada 8 BUKTI lainnya yang siap untuk diluncurkan. Kalau hanya untuk mendiskusikan asal debat, untuk apa ya?
Anda bisa membedakan nggak, antara Distandarisir dan DITULIS?.
Al-Qr'an itu ditulis sejak jaman Nabi Muhammad masih hidup (dikulit, batu dsb), kemudian dikumpulkan dan dicetak pada jaman kekhalifahan Umar dan Ustman. Karena anda tidak bisa membaca Al-Qur'an, wajar saja kalau anda tidak mengerti apa yang dimaksud dengan distandarisasi.
Justru perhatikanlah kitab anda sendiri! Menurut sejarah, Al-Kitab itu DITULIS sekitar 100 tahun setelah Nabi Isa meninggal.
Nah, apakah bukti-bukti yang saya kumpulkan perlu dilanjutkan? Kalau anda-anda takut, ya nggak perlu dilanjutkan lagi forum ini.
Saya akan menanggapi pertanyaan-pertanyaan japra dan anda tentang diri saya kalau BUKTI2 yang lain disetujui untuk diteruskan. Oke?!
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby babenya muhammad » Mon Sep 15, 2008 9:35 am

bukti apaan ???

kalo hadits sahih ud mengakui hal itu, mau membuktikan apa lg ??????

ud banyak di bahas di sini, muslim itu memiliki standard ganda, dr hadits yg sama muslim memberikan dukungan terhadap islam, TAPI dalam hadits yg sama pula kisah kepedofilian muhammad dibantah muslim

apa gak malu menjilat ludah sendiri ??

gini poinnya, kalo gak mau mengakui hadit, jgn memakai hadits, giliran isi hadits yg merugikan islam, di bantah isi hadits itu , apa tidak mau berdebat dgn cara itu ?

kemunafikan muslim2 macam anda ud pernah dibahas, coab search lg, atau gw kasih lagi link untuk di baca, capek para kafir ngeladenin muslim2 dgn alasan yg sama melulu

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby LinduA » Mon Sep 15, 2008 9:42 am

Sinar...Sinar....
Masih bersinarkah engkau? Setelah saya buka sumber tentang penulisan Al-Qur'an yang anda minta untuk melihatnya, jelas tertulis Al-Qur'an sudah lengkap ditulis pada waktu Nabi Muhammad meninggal. Silahkan anda cek lagi!
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby LinduA » Mon Sep 15, 2008 10:18 am

Makin rame aja. OK, akan saya jawab tentang Hadist yang anda-anda tanyakan.
Sebelumnya saya ingin menanyakan ke anda-anda yang ada (baik Muslim maupun non-Muslim), siapakah diantara kalian yang merasa sebagai Manusia sempurna, tidak pernah bersalah dan tidak pernah berdosa?Kalau anda merasa menjadi manusia yang sempurna, tidak pernah bersalah dan tidak berdosa, maka saya anggap anda-anda adalah orang yang TIDAK WARAS!. Tapi kalau anda merasa sebagai manusia yang tidak sempurna, pernah bersalah dan berdosa, anda-anda adalah manusia normal.
Periwayat Hadist adalah manusia-manusia biasa, yang tentunya tidak sempurna, punya salah dan punya dosa. Jangankan periwayat Hadist, Nabi-pun juga pernah bersalalah(contoh: Nabi Musa).
Jadi wajar kalau kalau ada Hadist, baik itu sahih maupun yang lemah, harus dicek dulu. Itulah apa yang saya sampaikan, bagaimana cara mengeceknya. Tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, masuk aqal-sehat dan kalau ragu-ragu, tanyakan kepada ahlinya.
Tidak seperti anda-anda yang hatinya sudah penuh kebencian, yang tidak masuk akalpun ditelan mentah-mentah. Tapi untuk kepentingan sendiri, yang nggak masuk akalpun, diterima.
Kelihatannya anda-anda tidak ingin mau membaca BUKTI-BUKTI yang lain, jadi percuma diskusi diteruskan.

[/quote]
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby japra » Mon Sep 15, 2008 11:11 am

kalo ahlinya aja ragu2 -- nanya ke siapa tuh ahlinya ????

soal ga masuk akal. sorga + awloh + 72 bidadari aja ga masuk akal tonk..... lucu deh kamu... :lol: :lol: :lol:
User avatar
japra
 
Posts: 820
Joined: Wed Feb 14, 2007 5:53 pm
Location: bali mester

Postby babenya muhammad » Mon Sep 15, 2008 11:17 am

LinduA wrote:Makin rame aja. OK, akan saya jawab tentang Hadist yang anda-anda tanyakan.
Sebelumnya saya ingin menanyakan ke anda-anda yang ada (baik Muslim maupun non-Muslim), siapakah diantara kalian yang merasa sebagai Manusia sempurna, tidak pernah bersalah dan tidak pernah berdosa?Kalau anda merasa menjadi manusia yang sempurna, tidak pernah bersalah dan tidak berdosa, maka saya anggap anda-anda adalah orang yang TIDAK WARAS!. Tapi kalau anda merasa sebagai manusia yang tidak sempurna, pernah bersalah dan berdosa, anda-anda adalah manusia normal.
Periwayat Hadist adalah manusia-manusia biasa, yang tentunya tidak sempurna, punya salah dan punya dosa. Jangankan periwayat Hadist, Nabi-pun juga pernah bersalalah(contoh: Nabi Musa).
Jadi wajar kalau kalau ada Hadist, baik itu sahih maupun yang lemah, harus dicek dulu. Itulah apa yang saya sampaikan, bagaimana cara mengeceknya. Tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, masuk aqal-sehat dan kalau ragu-ragu, tanyakan kepada ahlinya.
Tidak seperti anda-anda yang hatinya sudah penuh kebencian, yang tidak masuk akalpun ditelan mentah-mentah. Tapi untuk kepentingan sendiri, yang nggak masuk akalpun, diterima.
Kelihatannya anda-anda tidak ingin mau membaca BUKTI-BUKTI yang lain, jadi percuma diskusi diteruskan.

[/quote]

munafik sekali dgn jawaban seperti ini, bantah aja link ud gw kasih diatas ?

malahan anada berkirah dgn penulis hadits juga manusia.....

kalo anda meragukan isi sebuah hadits, kenapa anda gak meragukan isi hal2 yg lainnya ??????

munafik bukan, apabila sebuah hadits yg mengisahkan kebejatan sang nabi, maka anda membantah isi hadits tersbut, dan apabila hadits tersebut mendukung keislaman anda maka anda menrima isi hadits tersebut... inilah cara org mencari PEMBENARAN, bukan KEBENARAN

jd marilah sedikit konsisten dalam berdebat, jgn memiliki standard ganda, dan berkelit dgn penulis hadits adalah manusia

anda meragukan isi hadist.....ok...ok... aja, tapi ragukan juga isi hadits yg mendukung keislaman anda, misalkan ttg tata cara sholat, mungkin cara sholat tidak seprti itu, melainkan mesti jingkrak2 atau salaing menepuk pantat

Kelihatannya anda-anda tidak ingin mau membaca BUKTI-BUKTI yang lain, jadi percuma diskusi diteruskan.


hah...hah.... sekrang bagaiman kala kafir memberikan bukti ttg isi hadits yg mendukung keislaman anda, apa anda akan menerimanya ????

ud banyak muslim seperti anda, bila di berikan bukti ttg keejanggalan isi hadit yg mendukunu keislaman, mak akan berkelit, lebih tau mana kafir dgn org yg hidup dijaman itu ?

beranikah anda menerima bukti tttg kesalahan hadits yg mendukung islam ?????
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby LinduA » Wed Sep 24, 2008 1:46 pm

Kemarin sudah masuk masukan dari saya, entah hari ini kok hilang.....

Baiklah, saya ingin mengajak anda untuk berfikir yang sehat, bagaimana mengecek benar tidaknya sebuah hadist.
Nabi Muhammad menikahi Aisyah pada umur 7 th dan menggaulinya umur 9 th.

1. Apakah tidak bertentangan dengan Al Qur'an?
a. Menikah : jelas tidak bertentangan dengan Al Qur'an.
b. Menikahi gadis yang belum dewasa: Ini bertentangan dengan Al Qur'an.
Lihat surat An Nisa' ayat 6: Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur (dewasa) untuk kawin.
Disini jelas Allah mengatakan gadis untuk menikah/kawin harus cukup umur.

2. Apakah masuk aqal sehat?
Manusia biasa saja kalau menikahi wanita yang belum dewasa sudah dikecam.
Apakah masuk aqal kalau seorang Nabi sebagai utusan dari Allah menikahi gadis yang belum dewasa? Bagi saya jelas ini tidak masuk aqal, sebagaimana juga tidak masuk aqalnya kalau Nabi Isa dikatakan sebagai anak haram (walaupun tanpa ayah).

3. Kalau ragu-ragu tanya pada ahlinya.
Ahlinya telah memberikan bukti-bukti tidak benarnya Hadist tersebut.
Ada 9 bukti ketidak benaran Nabi Muhammad menikahi gadis belum
dewasa. Tapi anda2 tidak mau membahasnya. Siapa yang Munafiq?

Karena penjelasan saya tidak masuk diotak Jarapah dan otak Babi-nya,
percuma pembahasan ini dilanjutkan dan dengan ini saya mengundurkan diri dari forum ini.
LinduA
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby kimi07 » Wed Sep 24, 2008 3:22 pm

@ Lindua
jgn tutup mata dunk, jelas2 Muhamad sering melakukan, hal2 yg bertentangan dengan quran

cth :
menikah lebih dr 4 (walau tentu saja, klo kita Punya Allah di saku kita, smua bisa di approve)

begitu juga dengan yg lainnya,
smua bisa dilakukan oleh sang nabi, karena abslute power yg dia miliki
User avatar
kimi07
 
Posts: 2287
Joined: Fri Dec 07, 2007 7:59 pm
Location: in the Father's Heart

Postby babenya muhammad » Wed Sep 24, 2008 9:19 pm

^maksud si lindua, anggota DPR gak mungkin korupsi lah, wong mereka yg membuat undang2 anti korupsi....

susah otak muslim kalo ud di doktrin quran, logikanya jd aneh
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Bukti aisha belum pubertas dan anak-anak.

Postby berani_murtad » Sat Sep 27, 2008 10:09 pm

Aisyah binti Abubakar Al Sidiq (Menikah 622/623M, Umur:Tunangan 6 th, Nikah: 9 tahun)

Hadis Sahih Muslim vol.2 book 8 no.3451 p.747; Bukhari vol.3 book 34 ch.4 no.269 p.154; vol.3 no.853 p.29; Sahih Muslim vol.2 book 7 no.2958 p.651; Sahih Muslim vol.2 footnote 1918 p.748 mengatakan bahwa: kemungkinan ‘Aisha dinikahi Muhammad sebelum Sauda, namun ‘Aisha tidak memasuki Rumah Muhammad hingga Sauda di nikahi Muhammad


Aisyah dinyatakan diperistri pada bulan syawal, tujuh bulan setelah hijrah dari mekah ke meddinah. Riwayat-riwayat banyak menuturkan bahwa Aisyah adalah istri kesayangan Nabi hingga Nabi wafat dipangkuannya. Ketika Muhammad wafat, dia berumur 18 tahun dan Aisah meninggal diumur 57 tahun.


Dalam Al-Kutub At-Tis’ah, riwayat Hadits yang disandarkan kepada ‘Âisyah berjumlah 5965. Hadits riwayat ‘Âisyah terdapat di semua kecuali di dua tema Sahih Al-Bukhari, di Sahih Muslim terdapat dalam 43 tema, di Sunan An-Nasaiy, terdapat dalam 41 tema, diAt-Tirmizi terdapat dalam 38 tema, di Ibn Majah terdapat 30 tema, di Abû Dawud terdapat 29 tema, di Ad-Darimiy terdapat dalam 20 tem dan di Al-Muwatta’ memuat 20 tema.


Dalam kalangan islam sendiri pendapat mengenai usia pernikahan Aisyah terbagi menjadi 3:

Kelompok yang Mempercayai dan mengamini tindakan muhammad yang menikahi aisah pada usia 6 tahun dan mengaulinya pada usia 9 tahun
Kelompok yang melakukan pembelaan bahwa aisah sudah haid dan boleh "digauli"
Kelompok yang menganggap cerita itu hanya Dongeng belaka (tidak ada pernikahan antara aisah dan muhammad)

Bukti-Bukti Hadis SAHIH Bahwa Aisyah menikah umur 9 Tahun

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64:

Diceritakan oleh Aisha:

Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )


Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65

Diriwayahkan 'Aisha:

‘bahwa nabi menikahinya saat ia ENAM TAHUN dan ia melaksanakan perkawinan saat ia SEMBILAN TAHUN. Hisham mengatakan : Saya diberitahu bahwa 'Aisha tinggal bersama nabi selama 9 tahun ...'


Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88

Diriwayahkan 'Ursa:

Nabi menulis kontrak perkawinan dengan 'Aisha saat ia ENAM TAHUN dan melangsungkan perkawinan dengannya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia tinggal dengan nabi selama 9 tahun...


SAHIH MUSLIM #3309 aisha meriwayahkan:

Rasulluah menikahiku ketika aku berumur 6 tahun dan kerumahnya di usia 9

Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3310.

'A'isha mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM TAHUN dan saya masuk rumahnya ketika saya berusia SEMBILAN TAHUN’.

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:

'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) wafat, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.

Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:

Aisyah berkata. “Rasulluah mengawiniku saat usiaku 7 tahun” (Periwayat Sulaiman berkata: ‘atau 6 tahun’). Ia berhubungan badan dengan ku saat aku berusia 9 tahun’

Ibn-i-Majah vol.3 no.1876 hal.133

Aisha baru berusia enam tahun ketika menikah, dan ketika usianya sembilan tahun barulah ia dibawa ke rumah Muhamad.

Detail mengenai kapan Ia menikah dan beberapa lama Nabi dimedinah di sampaikan sebagai berikut:

Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236.

Diriwayatkan ayah Hisham:

Khadijah wafat 3 tahun sebelum nabi berangkat ke Medinah. Ia tinggal disana selama 2 tahun dan ia menikahi 'Aisha ketika ia gadis ENAM TAHUN dan ia melangsungkan perkawinan ketika ia SEMBILAN TAHUN.


Mubarakfury, halaman 185:

… Rasulullah … menikah dengan Aisyah ….. Ketika itu Aisyah berumur enam tahun. Kemudian pada bulan Syawal tahun pertama hijrah, beliau mulai menggaulinya, di Madinah. Ketika itu Aisyah berumur sembilan tahun.

Abbas Jamal, halaman 21:

Umur Aisyah waktu itu baru menginjak 7 tahun … tetapi beliau baru serumah dengan Aisyah sebagai suami istri setelah terjadinya hijrah ke Madinah kurang lebih tiga tahun kemudiannya. Bagi Aisyah puteri Abu Bakar yang masih lugu ……

Bukhari vol. 5, #234 says:
Juga dituliskan yang kurang lebih sama artinya di sahih Muslim no. 2547

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. menikahiku pada saat aku berusia enam tahun dan beliau menggauliku saat berusia sembilan tahun. Aisyah ra. melanjutkan: Ketika kami tiba di Madinah, aku terserang penyakit demam selama sebulan setelah itu rambutku tumbuh lebat sepanjang pundak. Kemudian Ummu Ruman datang menemuiku waktu aku sedang bermain ayunan bersama beberapa orang teman perempuanku. Ia berteriak memanggilku, lalu aku mendatanginya sedangkan aku tidak mengetahui apa yang diinginkan dariku. Kemudian ia segera menarik tanganku dan dituntun sampai di muka pintu. Aku berkata: Huh.. huh.. hingga nafasku lega. Kemudian Ummu Ruman dan aku memasuki sebuah rumah yang di sana telah banyak wanita Ansar. Mereka mengucapkan selamat dan berkah dan atas nasib yang baik. Ummu Ruman menyerahkanku kepada mereka sehingga mereka lalu memandikanku dan meriasku, dan tidak ada yang membuatku terkejut kecuali ketika Rasulullah saw. datang dan mereka meyerahkanku kepada beliau.


Nabi pun sempat memuji "legitnya" Aisha adalah seperti tharid (hidangan roti dan daging) yang tidak ada bandingannya.

Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623

dirawayahkan Abu Musa:

Rasullulah berkata, ’Banyak para lelaki mencapai (tingkat) kesempurnaannya namun tidak diantara para wanita mencapai tingkat itu kecuali Asia, Istri dari Pharaoh dan Mary anak dari Imran dan tidak diragukan lagi superioritas Aisah dari wanita-wanita lainnya ia bagaikan keunggulan rasa dari Tharid (sejenis Dagind dan Roti yang renyah) dibandingkan dengan makanan lainya.


Aisah saat itu masih belum Puber, masih main Ayunan, main boneka:

Tabari IX:128

Ketika Nabi mengawini Aisha, ia sangatlah muda dan belum siap untuk melakukannya.

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151

Dinyatakan 'Aisha:

Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)


Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915

Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:

Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang,

menurut versi Bishr: Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.


Ia pun masih suka main boneka ketika Nabi pulang dari perang

Sunan Abu Dawud. Book 36. General Behavior. Hadith 4914.

Diriwayatkan oleh Aisha, Ummul Mukmin: ketika Rasullulah tiba dari ekspedisi ke Tabuk atau Khaibar (periwayat ragu), tirai lemari penyimpanan barang aisa terangkat dan terlihat beberapa boneka kepunyaannya

Nabi berkata: Apa ini? Ia menjawab: bonekaku, diantaranya ada mainan kuda dengan sayap dari potongan kain, dan nabi berkata: Apa ini? Ia menjawab: kuda. Nabi berkata: apa yang ada padanya? Ia mejawab: dua sayap. Nabi bertanya: Kuda dengan dua sayap? Ia menjawab: Tidak engkau pernah mendengar bahwa Sulaiman mempunyai kuda bersayap? Ia berkata: Setelah itu Rasullulah tertawa begitu lebarnya sehingga kudapat melihat hingga gigi gerahamnya


Alasan Muhammad mengawini Aisha adalah untuk memperkuat tali persaudaraan dengan "saudara angkatnya" Abu Bakr

Terjemahan Ali Audah, Cetakan keduapuluh delapan terbitan Litera AntarNusa, ISBN:979-8100-02-6) Halaman 151:

Muhammad Melamar Aisyah


...... Masa berkabung terhadap Khadijah itu pun sudah pula berlalu. Terpikir olehnya akan beristri, kalau-kalu istrinya itu kelak akan dapat juga menghiburnya, dalam mengobati luka dalam hatinya, seperti dilakukan Khadijah dulu. Tetapi dalam hal ini ia melihat pertaliannya dengan orang-orang Islam yang mula-mula itu harus makin dekat dan perlu dipererat lagi. Itu sebabnya ia segera melamar putri Abu Bakr, Aisyah. Oleh karena waktu itu ia masih gadis kecil yang baru berumur tujuh tahun, maka yang dilangsungkan baru akad nikah, sedang perkawinan berlangsung dua tahun kemudian, ketika usianya mencapai sembilan tahun.


Halaman 206:

Perkawinan Nabi dengan Aisyah:

...... Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya dengan Aisyah bt. Abu Bakr, yang waktu itu baru berusia sepuluh atau sebelas tahun [note: di hal 151, dikatakan berumur 9]. Ia adalah seorang gadis yang lemah-lembut dengan air muka yang manis dan sangat disukai dalam pergaulan. Ketika itu ia sedang menjenjang remaja putri, mempunyai kegemaran bermain-main dan bersukaria. Pertumbuhan badannya baik sekali. Pertama ia pindah ke tempatnya yang sekarang di samping tempat Sauda di sisi mesjid, ia melihat Muhammad adalah seorang ayah yang penuh kasih-sayang, seorang suami yang penuh cinta-kasih. Ia tidak keberatan ikut bermain-main dengan barang-barang mainannya itu..


Alasan itu tidak valid karena Abu Bakar sebelumnya menyatakan keberatannya dengan pernikahan ini karena mereka adalah saudara angkat. Padahal Nabipun pernah menolak tawaran dari Hamza, ‘saudara angkatnya’ juga, untuk menikahi puterinya:

Sahih Bukhari. Volume 7. Book 62. No. 18

Diriwayatkan Ursa:

Nabi meminta Abu bakar untuk memperkenankan Ia menikahi Aisha. Abu bakar berkata ‘Namun Aku kakak mu’ Nabi menjawab.’ Kau kakakku di agama Allah dan di kitabnya, namun dia (aisah) diperkenankan bagiku untuk mengawininya’


Abu Bakr sebenarnya tidak salah karena dalam tradisi bangsa Arab persaudaran walaupun saudara angkat sama artinya dengan saudara kandung. Demikian juga dengan anak angkat. Adalah tabu mengawini anak saudara angkat atau isteri anak angkat menurut moral bangsa2 Arab pada waktu itu. Namun Nabi Muhammad sendiri pun menolak saat di tawari untuk menikah dengan anak Hamza (yang juga adalah saudara angkat seperti halnya Abu Bakr) dengan alasan bahwa anak Hamza adalah keponakan angkatnya (Padahal Aisha juga adalah keponakannya):

Sahih Bukhari. Volume 7, Book 62, Number 37:

Diriwayatkan Ibn ‘Abbas:

Di katakan kepada Nabi, ‘Kenapa tidak mengawini anaknya Hamza?’ Ia berkata, ‘Ia (anak perempuan Hamza) adalah keponakan angkatku.’
berani_murtad
 
Posts: 2574
Joined: Sat May 19, 2007 3:11 pm
Location: Surga 72 bidadari

Postby berani_murtad » Fri Oct 03, 2008 12:05 pm

mana neh muslim yang membela tentang usia aisha, kok tidak ada yang menanggapi tulisan diatas.
berani_murtad
 
Posts: 2574
Joined: Sat May 19, 2007 3:11 pm
Location: Surga 72 bidadari

Postby death_of_anger » Mon Nov 17, 2008 7:52 pm

Al Qur'an wrote:apakah kau lebih percaya ama tulisan kapir dibandingkan dengan HADIST ???????

menurut hadist, muhammad menikahi aisyah pada umur 6 tahun dan "menidurinya" pada ussia 9 tahun lhooooo...xixixixixi
coy menikahi itu beda sama meniduri maka jangan kebanyakan nonton bokep jadi pikirannya kalo nikah mesti ML
User avatar
death_of_anger
 
Posts: 141
Joined: Mon Oct 27, 2008 9:15 pm

Re:

Postby iamthewarlord » Sun Mar 08, 2009 1:00 am

MONTIR KEPALA wrote:emang hadits sahih artinya apa pir ??.....

ini ada hadits ..dua-duanya sahih ....gimana menyikapi 2 perbedaan angka selisih 3 ini pir ?...

http://hadith.al-islam.com/bayan/Displa ... nd&ID=1348
SAHIH MUSLIM Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. adalah bukan orang yang tinggi sekali dan tidak pula pendek dan tidak juga putih sekali dan tidak berwarna coklat serta tidak pula berambut terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Beliau diutus Allah ketika berusia empat puluh tahun dan menetap di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Beliau wafat ketika berusia enam puluh tahun sementara di rambut kepala dan janggut beliau tidak lebih dari dua puluh helai uban

http://hadith.al-islam.com/bayan/Displa ... nd&ID=1349
SAHIH MUSLIM Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. wafat pada usia enam puluh tiga tahun


slim, lu baca tulisan si Montje ini dah harusnya murtad dari Islam.
Error tuh Islam.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

PreviousNext

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users