.

tantangan : ttg Muhamad & Aisya

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Postby Abu Lahab » Sun Oct 07, 2007 5:46 am

Kalo si Muhammek ini hidup di Indo sekarang pasti udah kena pasal pidana berlapis, seperti pencabulan, kekerasan thd anak dibawah umur, perbuatan tidak menyenangkan,dsb.

Kira2 sang nabi islam ini sama Robot Gedhek bejatan mana ya?

Bagaimana tanggapan Tim Pembela Muslim?
Abu Lahab
 
Posts: 120
Joined: Fri Dec 30, 2005 9:08 am

Re: Menikahi Aisyahhh....

Postby NoeMoetz » Sun Oct 07, 2007 11:04 am

luther wrote:First thing:
menikahi aisyah yg berusia 6 tahun( dibawah usia 10 th), kita harus menghitung mundur waktu kita. Ketika nabi muhammad berusia sekitar 52 tahun menikahi asiyah muda. bisa dikatakan sah mengingat kejadian itu berkisar sekitar 1,5 milenium yang lalu dan kita tdk bisa mengatakan bahwa itu salah. nenek moyang kita sendiri yang hidup pada tahun 1600-an menikahi wanita yg berusia sangat muda dan itu tdk melanggar norma susila yg ada(budaya org timur) dan kita pun menjadi ada saat ini. kita cek kembali kehidupan masyarakat pada tahun penikahan nabi dengan asiyah, budaya, ekonomi, politik dan kebiasaan masyarakat setempat. Jangan jadikan suatu diskusi menjadi debat kusir. skian dan trimaksih kiranya saudara skalian mendapatkan pencerahan


Berarti perbuatan Moh engga bisa dijadikan teladan Umat Muslim sepanjang masa... Gitu khan?

Kalo bisa, (apalagi tentang hal ini), kayaknya anda ini pengikutnya Khomeini yach?
NoeMoetz
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby Eneng Kusnadi » Sun Oct 07, 2007 11:32 am

mbungurz wrote:to muslim_v

bang ada sering kali membantah refrensi yang disajikan oleh sodara-sodara "kafir" tetapi tidak mempunyai landasan untuk membantahnya... setidaknya buktikan kalo refrensi yang dipakai kafir FFI ini salah...

atau buktikanlah kalo mereka melakukkan pengambilan refrensi secara sepotong-sepotong...

dari awal posting anda hanya melakukan sanggahan berdasarkan emosi anda saja...


Nah itulah namanya Ignoramus Muslimut! :lol: :lol: :lol: gak mau tahu yang penting islam bener, yang lain salah!!!
Islam paling mulia yang lain kafir perlu dikoreksi!!!
Yang model ginian biasanya suka diusir bang Aki5196 : Kalau mau mencari situs yang memuji-muji Islam bukan disini! cari saja situs lain. Disini kita membuka kedok Islam. Demikianlah sabda bang Ali 5196
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby babenya muhammad » Sun Oct 07, 2007 3:42 pm

First thing:
menikahi aisyah yg berusia 6 tahun( dibawah usia 10 th), kita harus menghitung mundur waktu kita. Ketika nabi muhammad berusia sekitar 52 tahun menikahi asiyah muda. bisa dikatakan sah mengingat kejadian itu berkisar sekitar 1,5 milenium yang lalu dan kita tdk bisa mengatakan bahwa itu salah. nenek moyang kita sendiri yang hidup pada tahun 1600-an menikahi wanita yg berusia sangat muda dan itu tdk melanggar norma susila yg ada(budaya org timur) dan kita pun menjadi ada saat ini. kita cek kembali kehidupan masyarakat pada tahun penikahan nabi dengan asiyah, budaya, ekonomi, politik dan kebiasaan masyarakat setempat. Jangan jadikan suatu diskusi menjadi debat kusir. skian dan trimaksih kiranya saudara skalian mendapatkan pencerahan


berati si mamad bukana nabi panutan segala jaman, seperti yg dikoarkan muslim....

berarti ajaran islam mesti diupdate lagi karena ajarannya juga bisa kadaluarsa

heran ama muslim, disatu sisi menyatakan islam adalah ajaran segala jaman, tapi di sisi lain mengatakan itu dulu, sekarang ud gak berlaku
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby ganyang_itoxer's » Sun Oct 07, 2007 3:43 pm

Susah bener yah dijelasin yang pembela muhamat pedopil :lol:

Udh tau pedopil tuh salah, tetep aja dianggap bener ~_~

Maksa lagi ngebelanya ~_~ Udh di skak-mat, tetep dilawan ~_~

Cape deh~~~~
User avatar
ganyang_itoxer's
 
Posts: 67
Joined: Sun Oct 07, 2007 2:41 pm

Postby Eneng Kusnadi » Sun Oct 07, 2007 3:46 pm

ganyang_itoxer's wrote:Susah bener yah dijelasin yang pembela muhamat pedopil :lol:

Udh tau pedopil tuh salah, tetep aja dianggap bener ~_~

Maksa lagi ngebelanya ~_~ Udh di skak-mat, tetep dilawan ~_~

Cape deh~~~~

Biasa lah Argument kalah tinju belum kalah. papan catur diacak acak :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby anshori2007 » Mon Oct 08, 2007 8:04 am

muslim_v wrote:gue mau nanya....... sebutkan kesalahan2 Nabi Muhammad SAW dengan menikahi siti Aisyah...... dan kerugian Siti Aisyah dengan dinikahi nabi muhammad,,, trus gue jga mau tau siapa di anggota forum ini yang kemaren nyebutin bersedia jadi islam asalkan ada yang ngasih bocah perawan 9 tahun !!! gwe soalnya punya tawaran menarik buat dia....


Muhammad (53th) kawin dengan bocah imut Aisyah (6th).
Dalam kalangan islam sendiri pendapat mengenai masalah ini terbagi menjadi tiga:
1. Kelompok yang Mempercayai dan mengamini tindakan muhammad yang menikahi aisah pada usia 6 tahun dan mengaulinya pada usia 9 tahun
2. Kelompok yang melakukan pembelaan bahwa aisah sudah haid dan boleh "digauli"
3. Kelompok yang menganggap cerita itu hanya Dongeng belaka (tidak ada pernikahan antara aisah dan muhammad)

Menurut Hadist (Sahih al Bukhari) yg saya kutip ini:
Volume 7, Book 62, Number 64:
Narrated 'Aisha:

that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).

---- terjemahan:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )

Bukhari vol. 7, #88:

"Narrated Urwa: "The prophet wrote the (marriage contract) with Aisha while she was six years old and consummated his marriage with her while she was nine years old and she remained with him for nine years (i.e. till his death).""

Bukhari vol. 5, #234 says:

"Narrated Aisha: The prophet engaged me when I was a girl of six. We went to Medina and stayed at the home of Harith Kharzraj. Then I got ill and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of the house. I was breathless then, and when my breathing became all right, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who said, "Best wishes and Allah's blessing and a good luck." Then she entrusted me to them and they prepared me (for the marriage). Unexpectedly Allah's messenger came to me in the forenoon and my mother handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of age."

FROM THE HADITH OF SAHIH MUSLIM VOLUME 2, #3309

Aisha reported: Allah’s Messenger married me when I was six years old, and I was admitted to his house at the age of nine….
Ingat bahwa 'nabi' Muhamad dikatakan sbg:

"And surely thou hast sublime morals" (Q.68:4).
“Indeed in the Messenger of Allah you have a good example to follow"(Q.33:21).

We sent thee not, but as a Mercy for all creatures.Wammaa arsalnaaka illaa rahmatal lil- aalameen! (Q.21:107).

Verily this is the word of a most honorable Messenger, (Q.81.19)

Nah, apakah patut seseorang yg dikatakan 'contoh yang paling bagus dan paling terhormat utk segala jaman' mau saja mengikuti tradisi yg tidak pantas 'utk segala jaman' ?

Ingat bahwa Abu Bakr, ayah Aisha, sempat protes pada Muhamad. Tapi langsung di fait accomply oleh Muhamad. Kata Muhamad, wong Allah yang nyuruh gua.
Menyedihkan bahwa Muslim tidak lagi bisa membedakan mana yg baik dan mana yg buruk. Gua rasa kalau si Muhamad meniduri kambingpun, Muslim akan OK-OK saja. Apa kata nabi deh.

Muslim = YESMEN TOTAL !!

Terjemahan Ali Audah, Cetakan keduapuluh delapan terbitan Litera AntarNusa, ISBN:979-8100-02-6)

Halaman 151:
Muhammad Melamar Aisyah
......
Masa berkabung terhadap Khadijah itu pun sudah pula berlalu. Terpikir olehnya akan beristri, kalau-kalu istrinya itu kelak akan dapat juga menghiburnya, dalam mengobati luka dalam hatinya, seperti dilakukan Khadijah dulu. Tetapi dalam hal ini ia melihat pertaliannya dengan orang-orang Islam yang mula-mula itu harus makin dekat dan perlu dipererat lagi. Itu sebabnya ia segera melamar putri Abu Bakr, Aisyah. Oleh karena waktu itu ia masih gadis kecil yang baru berumur tujuh tahun, maka yang dilangsungkan baru akad nikah, sedang perkawinan berlangsung dua tahun kemudian, ketika usianya mencapai sembilan tahun.

Halaman 206:
Perkawinan Nabi dengan Aisyah:
......
Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya dengan Aisyah bt. Abu Bakr, yang waktu itu baru berusia sepuluh atau sebelas tahun [note: ini orang membual kok nggak cross check dulu ya. di hal 151 dia bilang sendiri umur 9, terus malu barangkali mengakui yang sebenarnya, diganti umur 11]. Ia adalah seorang gadis yang lemah-lembut dengan air muka yang manis dan sangat disukai dalam pergaulan. Ketika itu ia sedang menjenjang remaja putri, mempunyai kegemaran bermain-main dan bersukaria. Pertumbuhan badannya baik sekali.
Pertama ia pindah ke tempatnya yang sekarang di samping tempat Sauda di sisi mesjid, ia melihat Muhammad adalah seorang ayah yang penuh kasih-sayang, seorang suami yang penuh cinta-kasih. Ia tidak keberatan ikut bermain-main dengan barang-barang mainannya itu.....

Kesimpulan:
Alasan perkawinan: MENGHIBUR HATI
Usia Aisyah: 9 Tahun - masih anak kecil, masih main boneka.
Kalangan umat muslim sendiri terpecah dua dalam hal perkawinan Muhammad (54 th) dengan Aisha (6 th).

Satu kalangan dengan gagah mengatakan bahwa memang benar Muhammad mengawini Aisha pada umur 6 th menidurinya pada umur 9 th karena memang tercatat demikian dalam beberapa hadist Sahih (Bukhari dan Muslim) dan berupaya membela habis-habisan alasan Muhammad meniduri Aisha pada usia 9 th dengan mengesampingkan seluruh nilai moral dan hati nurani yang ada, misalnya umur 9 th sudah matang secara fisik atau sudah mens yang artinya sudah siap utk ditiduri tanpa memperhatikan sisi psikologisnya sama sekali.

Kalangan lain, mungkin karena lebih memperhatikan nilai2 moral dan hati nurani, berupaya mati-matian menyanggah bahwa Muhammad menikahi Aisha pada usia 6 th dengan mengajukan hipotesa2 bahwa Aisha waktu itu sudah berumur paling tidak 16 th, dan dengan sendirinya menyanggah kesahihan hadist yang sudah dinyatakan sahih.

Kedua pendapat tersebut di atas sama2 merupakan upaya untuk membersihkan "cacat" yang ada, tetapi upaya kedua kalangan tsb tidak menolong.

Jika memang benar Muhammad mendiuri anak 9 th yang masih bermain dengan bonekanya, maka nilai moral yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad sangat "menjijikan" dan tidak bisa diterima oleh siapa saja yang masih bermoral dan berhati nurani. Seorang Nabi selayaknya memberikan standard nila moral yang tinggi dan bukan terbawa arus pada saat itu.

Jika ternyata Muhammad mengawini Aisha bukan pada umur 6 th spt yang tercatat dalam hadist2 sahih, maka bagaimana kesahihan hadist2 tsb dapat dipertanggunjawabkan. Dengan sendirinya Al Quran juga layak dipertanyakan kesahihan, keaslian, dan keabsahannya.

Tetapi untuk topik ini, kita akan mempertanyakan nilai2 moral apa yang hendak diajarkan oleh Nabi Besar kepada umat muslim dengan:


1.Mencontohkan mengawini anak ingusan berusia 6 th dan menidurinya pada usia 9 th.

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 065.

Narrated By 'Aisha:
That the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)."

Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3310.
'Aisha (Allah be pleased with her) reported: Allah's Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.


2.Menyatakan bahwa "legitnya" Aisha yang berumur 9 th secara fisik, seperti tharid (hidangan roti dan daging), tidak ada bandingannya.

Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:

Narrated Abu Musa:
Allah's Apostle said, "Many amongst men reached (the level of) perfection but none amongst the women reached this level except Asia, Pharaoh's wife, and Mary, the daughter of 'Imran. And no doubt, the superiority of 'Aisha to other women is like the superiority of Tharid (i.e. a meat and bread dish) to other meals."


3.Menganjurkan untuk mengawini anak2 gadis perawan yang masih ingusan sehingga bisa meraba2 mereka dan bermain2 dengan mereka.

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.

Narrated By Jabir bin 'Abdullah :
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with her and she with you?'

Jika kita telusuri diskusi tentang ini biasanya Muslim tanggung akan berdalih bahwa pada Usia 9 th Aisah sudah besar dan sudah menstruasi (alias sudah matang untuk digauli secara seksual tanpa melihat pribadi yg masih kekanak kanakan yg dibuktikan pula dalam Haditz bahwa Aishah masih senang bermain boneka. Jadi jelas Aimnya hanyalah pada Sexual Intercourse yg dirasionalkan Halal. Dan bagi mereka yg tidak mengerti Bahasa Inggris dan hanya bisa Bahasa Indonesia dan ARAB bisa membuka resources tentang ISLAM di http://hadith.al-islam.com/bayan/ind


Menurut hadist2 SAHIH berikut ini, Aisah dinikahi Muhammad pada usia 6 tahun dan ditiduri/digauli pada usia 9 th.

Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."


Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.062.064
Narrated 'Aisha: that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).


Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.062.065
Narrated 'Aisha: that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)." what you know of the Quran (by heart)'


Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.062.088
Narrated 'Ursa:
The Prophet wrote the (marriage contract) with 'Aisha while she was six years old and consummated his marriage with her while she was nine years old and she remained with him for nine years (i.e. till his death).


Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 05.058.236
Narrated Hisham's father:
Khadija died three years before the Prophet departed to Medina. He stayed there for two years or so and then he married 'Aisha when she was a girl of six years of age, and he consumed (sic – consummated) that marriage when she was nine years old.

Apakah "consummated the marriage" berarti melakukan hubungan intim? Jawabnya YA.

Argumentasi dari Muslim bahwa pada usia 9 th Aisha sudah haid juga tidak tepat karena menurut hadist2 yang sahih pada usia tsb Aisha masih belum haid.

Dari sumber hadist yang sahih, kita bisa melihat bahwa pada usia 9 th saat digauli, Aisha masih belum akil baliq. Bahkan dari hadis2 tsb pada usia sekitar 14-15 saat perang Khaybar, Aisha masih belum haid karena masih bermain dengan boneka. Dalam aturan hukum Islam yang ketat pada jaman Nabi, bermain boneka hanya diperbolehkan bagi anak2 kecil yang belum akil baliq. Kesimpulannya, Aisha belum akil baliq pada usia 9 th saat digauli, bahkan pada usia 14-15 pun saat perang Khaybar dia belum haid.

Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."


Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 08.073.151
Narrated 'Aisha:
I used to play with the dolls in the presence of the Prophet, and my girl friends also used to play with me. When Allah's Apostle used to enter (my dwelling place) they used to hide themselves, but the Prophet would call them to join and play with me. (The playing with the dolls and similar images is forbidden, but it was allowed for 'Aisha at that time, as she was a little girl, not yet reached the age of puberty.) (Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)


Sunan Abu Dawud. Book 36. General Behavior. Hadith 4914.
Narrated By 'Aisha, Ummul Mu'minin : When the Apostle of Allah (pbuh) arrived after the expedition to Tabuk or Khaybar (the narrator is doubtful), the draught raised an end of a curtain which was hung in front of her store-room, revealing some dolls which belonged to her.

He asked: What is this? She replied: My dolls. Among them he saw a horse with wings made of rags, and asked: What is this I see among them? She replied: A horse. He asked: What is this that it has on it? She replied: Two wings. He asked: A horse with two wings? She replied: Have you not heard that Solomon had horses with wings? She said: Thereupon the Apostle of Allah (pbuh) laughed so heartily that I could see his molar teeth.


Alasan bahwa Muhammad mengawini Aisha adalah untuk memperkuat tali persaudaraan dengan "saudara angkatnya" Abu Bakr juga tidak valid karena Abu Bakar jelas keberatan karena mereka adalah saudara angkat. Tetapi Muhammad tetap memaksa dan mengatakan tidak menjadi masalah padahal dia pernah menolak tawaran dari Hamza, saudara angkatnya juga, untuk menikahi puterinya:

Menurut hadist berikut Abu Bakr keberatan saat Muhammad melamar Aisah.

Sahih Bukhari. Volume 7. Book 62. No. 18
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.062.018
Narrated 'Ursa:
The Prophet asked Abu Bakr for 'Aisha's hand in marriage. Abu Bakr said "But I am your brother." The Prophet said, "You are my brother in Allah's religion and His Book, but she (Aisha) is lawful for me to marry."

Abu Bakr sebenarnya tidak salah karena dalam tradisi bangsa Arab persaudaran walaupun saudara angkat sama artinya dengan saudara kandung. Demikian juga dengan anak angkat. Adalah tabu mengawini anak saudara angkat atau isteri anak angkat menurut moral bangsa2 Arab pada waktu itu.

Muhammad sendiri pun menolak saat di tawarin untuk menikah dengan anak Hamza (yang juga adalah saudara angkat spt halnya Abu Bakr) dengan alasan bahwa anak Hamza adalah keponakan angkatnya (seperti halnya Aisha juga adalah keponakannya):

Sahih Bukhari. Volume 7, Book 62, Number 37:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.062.037

Narrated Ibn 'Abbas:
It was said to the Prophet, "Won't you marry the daughter of Hamza?" He said, "She is my foster niece (brother's daughter). "

Memang ada kontroversi mengenai berapa usia Aisha waktu dinikahi Muhammad.
Tapi secara tradisi, umumnya menerima bahwa usia Aisha waktu dinikahi Muhammad
adalah 9 th.

Khomeini membuat peraturan usia minimal pernikahan adalah 9 th, kerena ingin meng
"imitasi" Muhammad. Dan bagi dia, sah-sah saja.

Tapi sebenarnya, berapapun usia Aisha, serang kakek yang jadi panutan, apapun motif
nya, tidaklah etis menikahi gadis se usia cucunya(bahkan cicit?). Kalo tujuannya
mau menolong, bukankah lebih baik diangkat anak.

Muhammad mirip oom-oom yang doyan ABG.
Plus perkara Aisya tidak protes :
-kalau protes keluarganya akan dipermalukan atau dimusuhi atau Abu Bakr kehilangan jabatan atau : Aisya dibunuh (ingat bahwa nabi paling nggak tahan kritik) !
-kalau Aisya protes, tidak ada Sahabat nabi yg berani mencatatnya dlm hadis, nanti mereka yang akan dibunuh
- Aisya mengalami stockholm syndrome, ingat kasus2 korban sandera jadi suka sama sang penyandera (contoh : Yvonne Ridley)
- Aisya demen juga kekuasaan nabi ... kenapa kagak ? Jadi RATU !

Kalau anda denger berita pemuka agama non-islam nidurin anak (dewasa sekalipun), anda akan marah, merasa jijik dan merasa nggak pantas.

Nah, kenapa kalau nabi--- yg moralnya harus 1000 kali lebih mulia dari para pemuka agama non-islam---naksir anak umur 6 thn malah dibenarkan ? Bahkan kalau AIsya umur 24 tahunpun, NGGAK PANTES TAHU, KAWIN GONTA GANTI dan ORGY SEGALA ...
Anda seorang Muslim mengelak: Nabi Muhammad tidak menikah dengan anak umur 9 thn.
Jawabanmu kok tidak sama dengan isi hadis sahih?

Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

Dan biasa bermain dengan boneka2nya.
Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.

Kagak kuat menerima kenyataan yah bahwa nabimu memang seorang fedofil alias punya selera seksual yang menyimpang gara2 kelainan jiwa? Mana ada orang dewasa yang doyan menyetubuhi anak2 di bawah umur yang masih doyan main boneka? Jangan bilang hadis2 di atas bohong kalau tidak bisa membuktikan. Lagipula kita sudah tahu bagaimana menilai kesahihan hadis berdasarkan ilmu pengetahuan agama Islam:
Ilmu pengetahuan tentang Hadist
Ada lagi Muslim yang berkata: Muslim sama sekali tidak mempermasalahkan kenapa Nabi Muhammad SAW menikah dengan Aisyah.
Bohong. Mungkin elo yang sama2 fedofil kayak si Mohamek memang tidak mempermasalahkan penyimpangan seksual menjijikan seperti ini. Tapi Muslim2 lain yang masih normal merasa sangat terganggu bathinnya. Mereka tahu memperkosa anak ingusan adalah dosa besoar sekali segede gajah purba. Karena itu pula thread ini (Anda tahu Muhamad (umur 53) menikah dgn anak umur 9 tahun? - Faithfreedom) dikunjungi sampai (so far) 4890 kali dan thread lain yang serupa (Nilai Moral Nabi Yg Meniduri Gadis 9 Th – Indonesia Faithfreedom) dikunjungi sampai (so far) 36406 kali.

Orang yang masih memiliki hati nurani pasti merasa gundah mengetahui kakek2 usia 53 tahun menggenjoti anak ingusan usia 9 tahun. Hanya Muslim yang membutakan mata hati dan pikiran saja seperti elo yang sanggup untuk tidak mempersalahkan hal ini. Pokoknya bagi Muslim kayak elo semua yang dilakukan si Mo HALALALAL saja. Mau memperkosa, merampok, membunuhi, menipu, bohong, menyiksa, dll, pokoknya semua halal karena yang melakukannya si Mo.
Baca Mujizat Terbesar Muhammad adalah Sex
Ada Muslim yang nyeletuk: Muhammad menikahi gadis usia 9th tidak melanggar hukum!
Kalau gitu pakai UU anti pornografi dari RI aja.
http://www.lbh-apik.or.id/ruu-pornografi.htm

Pasal 11
(1) Setiap orang dilarang membuat tulisan, suara atau rekaman suara, film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu, puisi, gambar, foto, dan/atau lukisan yang mengeksploitasi daya tarik aktivitas anak-anak yang melakukan masturbasi, onani dan/atau hubungan seks.
Baru bikin tulisan yang merangsang anak secara seksual aja sudah dilarang, apalagi kegiatan menyetubuhi anak itu sekalian.

Pasal 29
(3) Setiap orang dilarang menyuruh anak-anak untuk melakukan masturbasi, onani,atau gerakan tubuh yang menyerupai kegiatan masturbasi atau onani.
Baru menyuruh anak melakukan onani saja sudah dilarang, apalagi menyetubuhi anak itu sekalian.

Berapakah batasan usia anak menurut Pemerintah Indonesia?
16. Anak-anak adalah seseorang yang belum berusia 12 (dua belas) tahun
17. Dewasa adalah seseorang yang telah berusia 12 (dua betas) tahun keatas.

Sekarang bandingkan dengan hukum dari negara kafir USA:
Child Sexual Molestation Law and Legal Definition
The National Center on Child Abuse and Neglect defines child sexual assault as: "Contacts or interactions between a child and an adult when the child is being used for sexual stimulation of the perpetrator or another person when the perpetrator or another person is in a position of power or control over the victim." Sexual abuse has been defined to include inappropriate physical contact, making a child view sexual acts or pornography, using a child in making pornography, or exposing an adult's genitals to a child.
terjemahan:
Definisi Resmi dan Hukum tentang Pelecehan Seksual terhadap Anak
Pusat Nasional Pelecehan dan Pelantaran Anak menjabarkan penyerangan seksual terhadap anak sebagai berikut: "Hubungan fisik dan interaksi antara seorang anak dan orang dewasa di mana anak itu digunakan untuk rangsangan seksual oleh pelaku atau orang lain pada saat pelaku atau orang lain menguasai sang korban." Penjabaran pelecehan seksual termasuk kontak fisik yang tidak senonoh, membuat anak melihat tindakan seksual atau pornografi, menggunakan anak untuk membuat pornografi, atau mempertontonkan alat kelamin orang dewasa kepada seorang anak.

Jadi sudah jelas, jika si Mamat (53 tahun) hidup di Indonesia dan menyetubuhi Aisyah (9 tahun), maka dia sudah melanggar UU anti porno dan layak dijebloskan penjara. Sebaiknya dirajam sekalian sampai mampus. Mulai merajamnya dari alat kelaminnya dulu, yaa?

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
Ngga usah nanya dasar hukum....!!! Gimana kalo menurut hukum loe sendiri,..??
Kalo anak loe umur 9 tahun di lamar ama bandot tua umur 53 tahun...trus udah punya istri pula....?????
Loe restui,...loe tolak....apa loe maki-2 si bandot tua yg horny and maniac sex
Ada lagi celetukan: Baru bangun tidur ya...cuci muka dulu bos...
UUD pornografi RI tahun berapa bos..Ngga mungkin elo menyalahkan orang yg ngga pake helm ditahun 70an...sedang UU helm tahun 80an...
Mikir dikit bos...
Hukum itu dibuat oleh manusia biasa yang tahu bahaya pedofilia dan pentingnya memberikan perlindungan pada anak2 terhadap orang2 dewasa yang punya kelainan jiwa dan selera seksual yang menyimpang terutama pedofilia. Hukum buatan manusia biasa Indonesia yang waras saja ternyata lebih ampuh dalam melindungi keamanan anak2 kecil daripada hukum Sharia Islam. Jika hukum Sharia diterapkan, entah berapa banyak anak2 perempuan kecil Indonesia yang bakal jadi korban pelecehan seksual dikawinkan dengan orang dewasa. Ribuan? Ratusan ribu?

Karena kamu ngotot tidak melihat kesalahan apapun dari hubungan seksual pria dewasa dengan anak perempuan kecil, maka hanya ada dua penjelasan atas sikapmu ini:
1. Kamu sendiri adalah pedofil. Hanya orang yang mengidap penyakit kelainan jiwa dan penyimpangan seksual pedofilia saja yang dapat terangsang secara seksual kalau melihat anak kecil.
2. Islam adalah agama sesat pembunuh hati nurani. Cara memeriksa hati nurani sudah dijelaskan oleh netter Islambuster: gimana rasanya kalo anak loe umur 9 tahun di lamar ama bandot tua umur 53 tahun...trus udah punya istri pula....?????

Orang seperti kamu ini seharusnya dikurung dalam penjara agar anak2 orang lain, termasuk anak2mu sendiri, aman dari incaran nafsu seksual yang menyimpang. Sungguh menjijikan.
Sahih Muslim Book 008, Number 3310: 'A'isha mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM TAHUN dan saya masuk rumahnya ketika saya SEMBILAN TAHUN.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64 Diriwayahkan 'Aisha: bahwa nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM dan ia melaksanakan perkawinan itu saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian ia tinggal bersama nabi selama sembilan tahun (yi sampai kematiannya)-.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65 Diriwayahkan 'Aisha: bahwa nabi menikahinya saat ia ENAM TAHUN dan ia melaksanakan perkawinan saat ia SEMBILAN TAHUN. Hisham mengatakan : Saya diberitahu bahwa 'Aisha tinggal bersama nabi selama 9 tahun ...'

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88 Diriwayahkan 'Ursa: Nabi menulis kontrak perkawinan dengan 'Aisha saat ia ENAM TAHUN dan melangsungkan perkawinan dengannya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia tinggal dengan nabi selama 9 tahun ...

Ini hadis yang secara eksplisit menunjukkan umur Aisha pada saat perkawinannya.
Sahih Bukhari 5.236. Diriwayatkan ayah Hisham: Khadijah wafat 3 tahun sebelum nabi berangkat ke Medinah. Ia tinggal disana selama 2 tahun dan ia menikahi 'Aisha ketika ia gadis ENAM TAHUN dan ia melangsungkan perkawinan ketika ia SEMBILAN TAHUN.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4915 and Number 4915 Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Rasulullah (saw) menikahi saya saat saya tujuh atau enam. Ketika ia tiba ke Medinah, beberapa wanita mendatangi. Menurut versi Bishr: Umm Ruman datang kepada saya saat saya bermain di ayunan. Mereka membawa saya, mempersiapkan dan mendandani saya. Saya lalu dibawa ke Rasulullah (saw) dan ia tinggal bersama saya ketika saya SEMBILAN ....

NIH bukti lagi bahwa Syariah memang mengijinkan SEX DGN ANAK KECIL.

Ghada Jamshir, pejuang hak2 wanita asal Bahrain menyerang fatwa mullah utk sex dgn anak kecil :
http://www.memritv.org/Search.asp?ACT=S9&P1=978

" ...Dgn kata lain, QURAN BERPIHAK PADA KESENANGAN LELAKI DAN MELECEHKAN HAK WANITA DAN ANAK2

... "Bukannya Shari'ah Islam mensahkan perkawinan mut'ah ? Bukannya Shari'a mensahkan mut'ah berdasarkan prinsip2 : ‘Kenikmatan dari sentuhan seksual dgn pahanya’ ? Dianjurkan agar lelaki mendapat : ‘Kenikmatan dari sentuhan sexual. Kenikmatan dari sentuhan sexual dgn dadanya. KENIKMATAN DARI GADIS KECIL !!!’

Anda tahu artinya ‘kenikmatan dari gadis kecil’ ? Ini berarti bahwa mereka bisa mendptkan kenikmatan seksual dari anak2 perempuan berumur DUA, TIGA ATAU EMPAT TAHUN !!!

"Mari saya jelaskan apa yg dimaksud dgn "Kenikmatan sentuhan sexual dgn pahanya". INI SAMA DGN PELECEHAN HAK AZASI ANAK2 !! Ini berarti penyerangan sexual terhdp perempuan.

Apa lagi arti ‘kenikmatan dari sentuhan sexual dgn pahanya’ ? Ini berarti kenikmatan seksual DARI ANAK2. Berapa umur anak2 itu ? SATU TAHUN, SATU TAHUN SETENGAH ATAU BEBERAPA BULAN ??

"Bisakah anda bayangkan seorang lelaki dewasa mengadakan sex dgn gadis2 balita ? Dan bukannya kalian yg mengatakan kpd saya bahwa Shari'ah mensahkan perbuatan2 ini ?

Naskah lengkapnya di :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=1209

Dari mana yah kira2 para mullah mendapatkan dasar peraturan Syariah ini kalau nggak dari Muhamad sendiri ? Atau mungkin .... hmmmmm ... dari YAHUDIIIIIiiiii pastinya !! Yah, YAHUDI yg menyuruh Muhamad kawin dgn anak kecil !!

D6. From Ibn Hisham page 682:
....that he heard Aisha [one of Muhammad's wives] say: "The apostle died in my bosom during my turn: [the night Muhammad was to spend sleeping with her] I had wronged none in regard to him. It was due to my ignorance and extreme youth that the apostle died in my arms."

Muhammad telah mengambil hidup kekanakan dari Aisha dan berakhir ditangannya Aisha waktu giliran bersetubuh.

Ternyata Muhammad kena double kualat, karena perbuatannya terhadap wanita dan Yahudi.
1. mati diracun oleh wanita Yahudi membuktikan bahwa dia adalah Nabi palsu
2. Mati ditangan anak dara yang telah disetubuhi. membuktikan dia sebagai nabi palsu yang paling immoral/bejat.

( Its a classical case of an old man died of heart attack while having sex )

I feel sorry for Muslims yang engga sadar betapa mereka sudah tertipu oleh Islam ajaran ciptaan seseorang yang bejat/immoral ngaku nabi.

Buku ini TANPA MALU-MALU mengakui AISYAH itu UMURNYA 7 TAHUN waktu di nikahi oleh MUHAMAD.
Judul : Mengapa Nabi SAW berpoligami
Diterjemahkan dari JUDUL asli : women in the eyes and heart of muhamad
Karya : Dr.Ali Syariati
Terbitan school Publication ,Teheran (Iran)
Penerbit di Indonesia : PENERBIT MISBAH
Email : [email protected]

Dari mana Penulis itu mendapatkan umur 7 tahun? Tentu dari hadits seperti berikut ini :

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
'A'isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

[Anda mau setuju atau tidak setuju,itu bukan urusan saya.Yang JELAS Hadits2 yang kami kutip tentang UMUR aisyah 6 dan 7 tahun itu BENAR adanya,BUKAN HADITS PALSU atau hadits yang DITAMBAH2in,terbukti dengan adanya pihak MUSLIM yang menyebut umur aisyah 7 tahun waktu dinikahin NABI.dan penulis juga mempercayai umur 7 tahun pada waktu dulu belumlah dewasa,tetapi masih anak2,ini sekaligus juga untuk membantah muslimers yang berargumen ‘jaman dulu itu walau umur 7 tahun,tapi sdh dewasa loh ‘. Seperti biasa, Kalau keberatan, Proteslah ke email tsb )

Baik, langsung saja saya kutipkan cerita dari buku tsb dari Halaman 78

Di sisi lain, Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, adalah gadis pertama yang lahir dalam keadaan Islam. Kualitas inilah yang membuatnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding-kan selainnya, dan telah memotivasi para sahabat dan teman-teman seperjuangan Rasulullah untuk menjadikannya sebagai istri Rasulullah. Hanya kelembutan hati nurani (dan bukan akal ataupun logika) yang mampu memahami keluruhan usulan itu. Manakala bunga pertama mekar di taman, manakala buah pertama matang di kebun, maka semua itu merupakan hasil usaha keras si tukang kebun. Hati manusia akan menyadari bahwa bunga atau buah pertama itu murni milik si tukang kebun dan kekayaan yang hanya layak dimiliknya.

Abu Bakar adalah figur manusia yang penuh kelembutan, kesetiaan dan kecintaan yang meluap kepada Rasulullah. Dia sangat mengharapkan Rasulullah untuk mengawini anak perempuan-nya itu. Tetapi, waktu itu Aisyah baru berusia 7 tahun, sedangkan Muhammad saw telah berusia di atas 50 tahun. Di rumah beliau ada Fatimah yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Di luar rumahnya musuh-musuh berkeliaran, seperti Abu Jahal, sementara kehidupan beliau masih terkungkung dengan kepahitan, kekerasan dan penderitaan. Yang paling beliau butuhkan pada situasi semacam itu adalah pasangan jiwa (soulmate) untuk berbagi suka dan duka. Dan beliau merasa bahwa putri Abu Bakar yang baru berusia 7 tahun itu kurang cocok untuk situasi yang demikian.

Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, Muhammad saw pada akhirnya meminangnya (dan baru dua tahun kemudian mereka hidup bersama). Maka, anak perempuan pertama yang lahir dalam keadaan memeluk Islam dan merupakan barisan pertama generasi Islam itu menjadi istri Rasulullah. Dengan perkawinan tersebut, Muhammad dan Abu Bakar telah menjalin ikatan kekerabatan. Sosiologi Baduwi dan kesukuan mengakui bahwa ikatan kekerabatan pada zaman dan situasi waktu itu merupakan bentuk ikatan yang paling kuat untuk menyatukan dua manusia.

Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang masih gadis ketika dinikahi, dan satu-satunya yang kecantikan dan kefemininannya menarik hati Nabi Muhammad. note : Kecantikan opo? wong masih ingusan......

Meski demikian, kecantikannya itu bukan merupakan alasan utama kebersamaan mereka, karena bagaimana mung-kin kecantikan seorang gadis kecil berusia 7 tahun mampu membangkitkan perasaan sese-orang yang telah berusia 50 tahun.

Perkawinan mereka lebih merupakan per-paduan simbolis yang dikaitkan dengan kela-yakan yang bisa diterima akal. Tidak tepat menganggap hasrat dan cinta sebagai alasan perkawinan itu. Baru dua tahun kemudian ketika berada di Madinah mereka memulai hidup ber-sama.
Kita mesti menyadari bahwa cinta Muhammad saw terhadap Aisyah tepat seperti apa yang diungkapkan oleh penulis kontemporer Mesir, Muhammad Husayn Haykal: "...Berkembang setelah perkawinannya dan bukan sebelumnya. Sulit dipercaya Muhamad jatuh cinta pada gadis kecil berusia 7 tahun. Jadi tak bisa dinyatakan bahwa perkawinan itu hanya karena cinta semata."

Dengan kata lain, perkawinannya dengan perempuan yang paling muda dan paling cantik di antara istri-istri Muhammad adalah demi kepentingan sosial dan politis semata ...
User avatar
anshori2007
 
Posts: 240
Joined: Thu Sep 27, 2007 2:01 pm
Location: Surga 72 Bidadari Betis Transparan

Postby gaston31 » Mon Oct 08, 2007 9:59 am

eh Neng, emng ce kluar rambut kmaluannya umur brp seh?
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby mbungurz » Mon Oct 08, 2007 11:02 am

gaston31 wrote:eh Neng, emng ce kluar rambut kmaluannya umur brp seh?

sejarah membuktikan bahwa semakin lama semakin cepat aqil baligh pada wanita.... klo jaman mbak gw mens itu kira-kira umur 15-17taun.... nah sekarang anak umur 7-8 taun udah mens.... kalo dulu mungkin umur 25-27 baru mens...
User avatar
mbungurz
 
Posts: 293
Joined: Tue Jul 31, 2007 11:15 pm

Postby mbungurz » Mon Oct 08, 2007 11:02 am

gaston31 wrote:eh Neng, emng ce kluar rambut kmaluannya umur brp seh?

sejarah membuktikan bahwa semakin lama semakin cepat aqil baligh pada wanita.... klo jaman mbak gw mens itu kira-kira umur 15-17taun.... nah sekarang anak umur 7-8 taun udah mens.... kalo dulu mungkin umur 25-27 baru mens...
User avatar
mbungurz
 
Posts: 293
Joined: Tue Jul 31, 2007 11:15 pm

Postby mbungurz » Mon Oct 08, 2007 11:03 am

gaston31 wrote:eh Neng, emng ce kluar rambut kmaluannya umur brp seh?

sejarah membuktikan bahwa semakin lama semakin cepat aqil baligh pada wanita.... klo jaman mbak gw mens itu kira-kira umur 15-17taun.... nah sekarang anak umur 7-8 taun udah mens.... kalo dulu mungkin umur 25-27 baru mens...
User avatar
mbungurz
 
Posts: 293
Joined: Tue Jul 31, 2007 11:15 pm

Postby Eneng Kusnadi » Mon Oct 08, 2007 2:19 pm

Gimana mod apakah topik ini masih mau dilanjutkan?
Menunggu argument dari muslim rasanya sudah tidak mungkin sebab dari pertama pun tidak ada argument yang diajukan. Sehingga topik ini akan melebar karena memang berusaha di OOT kan.
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Previous

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron