Page 1 of 4

Pedophilia Dalam Pandangan Islam dan Muhammad!

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 4:42 pm
by Rebecca
MONTIR wrote:hadits2 semuanya bercerita AISYA dinikah Nabi Muhammad pada waktu 9 tahun .....
saya minta bukti Aisya dipaksa melakukan hubungan intim pada usia itu oleh Muhammad.

anak kecil yg dipaksa melakukan sex dgn dewasa dampak psikologisnya sangat kentara dan kuat ...berdasar data sebuah kelompok penyayang anak di Amerika rata2 mereka mengalami gangguan psikologis, traumatik mendalam hingga bunuh diri di kemudian hari.
sikap thd pedophile (yg sebagian besar seorang tokoh agamawan gereja) kaku, tegang, ketakutan yg sangat.

silakan gangguan psikologis itu bener2 terjadi pada Aisya dan sikap takut thd pedophile bener2 terjadi pada Aisya ...silakan buktikan Aisya mengalami trauma sexual abusement.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 06&start=0

Jadi menurut pandangan muslim di atas bahwa:
1. Pedophilia adalah Suatu Tindakan PEMAKSAAN secara seksual terhadap anak-anak.

2. Dampak dari Tindakan PEDOPHILIA selalu disertai dengan gangguan psikologis pada korban.

3. Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak yang tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUSU PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

4. Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN BUKANLAH KASUSU PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))


5. Atau bisa dirangkum dengan: Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN dan tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUSU PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

Jadi menurut islam berarti juga demikian:
Seseorang BISA SECARA LEGAL menikahi anak-anak di bawah umur dengan syarat TANPA PAKSAAN dan TIDAK DISERTAI gangguan psikologis pd anak tersebut!... :D :lol: ...Jika ini diterapkan dalam syariah islam, hmmmmm...maka anak-anak 6thn yang belum bersuami akan langka di luar sana. Yang menjemput sekolah anak-anak SD atau TK bukan lagi orang tua, tapi suami mereka. Tak ada lagi waktu bermain bagi anak-anak tersebut. Masa-masa bermain akan dirampas karena harus melayani suaminya di KASUR dan DAPUR!...hmmm...BETAPA indahnya syariah islam itu jika mengikuti sunnah rasul mulia tersebut!...hihihi...

Phenomena2 lain juga bakal sering ditemui seperti:
1. Banyaknya bocah-bocah kecil hamil dini sebelum waktunya.
2. Banyaknya gadis-gadis kecil tak memiliki lagi banyak waktu belajar untuk menggali talent yang dimiliki karena harus mengurus rumah tangga dan suami.
3. Banyaknya bocah-bocah kecil yang harus mengambil CUTI HAMIL selama kehamilannya. Sekali lagi ini membuktikan si anak HAMIL harus ketinggalan pelajaran di sekolah.
4. dll...phenomena-phenomena curam dan menyedihkan lainnya terutama untuk bocah2 perempuan indonesia jika tindakan muhammad menikahi aisha (6thn) TANPA PAKSAAN tersebut diikuti dan DICONTOH oleh pak haji-pak haji selepas menunaikan kehajian mereka! :cry:

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 5:04 pm
by MONTIR KEPALA
mana perbandingannya ??....mana ciri2 Pedophilia berdasarkan ilmu kedokteran ??

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 5:38 pm
by kumis
http://blog.kebunsuara.com/2005/07/01/a ... andu-seks/

Anda Penikmat Atau Pecandu Seks?
July 1, 2005 at 10:53 · Filed under General

Astaga!HidupGaya
Apakah memikirkan atau membayangkan sex setiap hari merupakan pertanda kecanduan seksual? Jawabannya, belum tentu! Jika Anda masih dapat fokus pada pekerjaan atau tugas Anda sehari-hari ketika memikirkan hal-hal seksual, berarti Anda belum dikategorikan kecanduan sex.

Kecanduan sex dapat diartikan sebagai tingkah laku akibat dorongan seksual yang luar biasa intens atau terobsesi akan sex. Pikiran orang yang bersangkutan didominasi oleh sex sehingga pekerjaan atau kehidupan sosialnya sendiri terganggu. Ini dapat mendatangkan efek yang tidak baik jika orang yang bersangkutan tidak memiliki pemikiran yang dewasa.

Masalahnya pecandu sex umumnya merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Kebanyakan dari pecandu sex akan menyangkal jika ada yang mengatakan dirinya bermasalah. Alasan yang ‘pintar’ pun kerap terucap dari pecandu sex, jika pada mereka ditanyakan alasan mengapa baginya sex adalah segalanya.

Ada beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan pertanda jika seseorang mengalami kecanduan terhadap sex. Beberapa gejala tersebut bisa berupa:

1. “Self service” yang berlebihan.
2. Menjalin hubungan dengan banyak pasangan.
3. Terobsesi dengan hal-hal yang berbau pornografi.
4. Melakukan phonesex atau cybersex secara intensif.
5. Terlibat secara mendalam dengan prostitusi.
6. Suka memamer alat genital (exhibitionism) di muka umum khususnya kepada lawan jenis.
7. Suka mengintip orang lain terutama ketika korban yang diintip sedang berhubungan sex.
8. Suka melakukan pelecehan seksual.
9. Pemerkosaan atau kekerasan seksual lainnya.
10. Terkadang disertai juga dengan perilaku Pedophilia.

Bedanya pecandu sex dan penikmat sex adalah pecandu seringkali tidak peduli jika dirinya dalam bahaya saat ingin melakukan aksi seksualnya. Penikmat sex masih bisa berpikir ‘lurus’ dan mundur jika aksi seksualnya akan mendatangkan bahaya atau malu, baik pada dirinya ataupun pada pasangannya. Sedangkan pecandu akan jalan terus dan tidak peduli dengan konsekuensinya.

Seringkali pecandu merasa malu atau bersalah setelah melakukan aksinya, tapi tetap saja ia tak bisa mengontrol hasratnya. Umumnya mereka tidak mendapatkan kepuasan berarti dari aksinya, hanya kesenangan sesaat seperti ketika orang kecanduan narkoba sedang high.

Banyak orang yang berpikir kecanduan sex seharusnya lebih mudah untuk berhenti dibandingkan kecanduan narkoba, alkohol atau merokok, sebab tidak melibatkan zat kimia pecandu.

Dalam kecanduan sex memang tidak ada zat kimia yang masuk dalam tubuh. Sebenarnya zat kimia yang membuat kita kecanduan diproduksi oleh otak kita, dengan konsumsi bahan kimia dari luar maupun tidak.

Untuk mengobati kecanduan sex, seperti juga jenis kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan.


http://www.kompas.com/kesehatan/news/0510/06/152555.htm

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 5:42 pm
by NADIA
ALMASAH SIH wrote:INI KARANGAN APA KITAB


Kayaknya CERBUNG, alias cerita bersambung yang gak nyambung :P
karena penulisnya lupa alur cerita awalnya, so jaka sembung naik ojek....Gak Nyambung Jek!!! :P :P :P

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 5:43 pm
by charles-mattel
bukti baru kalo mohamet itu penjahat kelamin:
pedofil = kecanduan seks

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 5:50 pm
by charles-mattel
ini nih yang diminta mbah montir :

Pedophilia

Pedophilia is a preference for sexual activity with young children. In Western societies, pedophilia is defined as sexual fantasy about or sexual relations with a child younger than 13 by a person 16 or older. Some pedophiles are attracted only to children, often of a specific age range or developmental stage, whereas others are attracted to both children and adults.
Although state laws vary, the law generally considers a person older than 18 to be committing statutory rape if the victim is 16 or younger. Statutory rape cases often do not meet the definition of pedophilia, highlighting the somewhat arbitrary nature of selecting a specific age cutoff point in a medical or legal definition.
Pedophilia is much more common among men than among women. Both boys and girls can be victims, although more reported cases involve girls. Pedophiles may focus only on children within their families (incest), or they may prey on children in the community. Force or coercion may be used to engage children sexually, and threats may be invoked to prevent disclosure by the victim.
Pedophilia can be treated with psychotherapy and drugs that alter the sex drive, with varying results. Such treatment may be sought voluntarily or only after criminal apprehension and legal action. Incarceration, even long-term, does not change pedophilic desires or fantasies.

kalo hidup di zaman sekarang, mohamet udah dirawat di RSJ grogol

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 8:25 pm
by Rebecca
MONTIR KEPALA wrote:mana perbandingannya ??....mana ciri2 Pedophilia berdasarkan ilmu kedokteran ??

Aku kan cuma menganalisa pemahaman muslim terutama kau mon. Aku simpulkan dari pernyataanmu: Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN dan tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUS PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

Nah, jika memang kau setuju dan selaras dengan ucapanmu yang kuquote dalam post pertama, maka kita bisa melanjutkan ke perbandingan masalah pedophilia secara medis! :D

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 9:00 pm
by santri gagal
masukan dr muslim laen

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... &start=120

p13tzm4n wrote:wajar aja. batasan dalam islam untuk menikah syaratnya adalah baligh atau keluar haid. Phedopili adalah sebutan orang barat untuk memuaskan syahwat kepada anak kecil. batasan kecil dan dewasa itu apa? apa umur? psikologi? ga jelas? apa ktp?(emang jaman yesus ktp udah ada?) islam memperjelas batasannya dengan BALIGH karena sejak saat itu scara ALAMI manusia sudah bisa berreproduksi!!! Bahkan islam mengikuti konteks secara alami. jadi sah aja! semua yang ada di alam adalah petunjuk bagi mereka yang menyadari.

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 9:30 pm
by p13tzm4n
lho itu khan alami natural dari sejak manusia sejak adanya adam dan hawa

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 9:42 pm
by p13tzm4n
di islam batasan menikah itu sejak baligh, nabi menikah pada umur 6 tahun tetapi baru dicampuri pada usia 9 tahun pada masa aisyah sudah mendapat haid. kalau anda mau mengikuti silakan saja. itu bukanlah hal yang bersifat wajib.

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 9:45 pm
by p13tzm4n
ingat hukum dan batasan phedopilia 13 tahun sendiri diciptakan oleh manusia. Nah di islam yang menentukan batasan phedopilianya adalah sang pencipta manusia jadi hebat kan Allah SWT

PostPosted: Thu Aug 23, 2007 9:47 pm
by p13tzm4n
sampai hal detail pun ada di Quran

PostPosted: Fri Aug 24, 2007 6:06 am
by Rebecca
p13tzm4n wrote:ingat hukum dan batasan phedopilia 13 tahun sendiri diciptakan oleh manusia. Nah di islam yang menentukan batasan phedopilianya adalah sang pencipta manusia jadi hebat kan Allah SWT

Nah gue kan cuma confirm doang!...Jadi menurut islam, Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN dan tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUS PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

Anda setuju kan? :D :lol:

PostPosted: Sat Aug 25, 2007 5:25 am
by Phoenix
p13tzm4n wrote:ingat hukum dan batasan phedopilia 13 tahun sendiri diciptakan oleh manusia. Nah di islam yang menentukan batasan phedopilianya adalah sang pencipta manusia jadi hebat kan Allah SWT


Jadi menurut kamu apakah sah2 aja seroang berumur 54 tahun menikah dgn seorang anak berumur 6 tahun dan menggauli umur 9 tahun?

PostPosted: Sat Aug 25, 2007 5:40 am
by Phoenix
KASUS PEDOPIL DI AMRIK:

Bayangin nih...

Si kakek berumur 48:
Image


Dan si korban, berumu 9 tahun waktu diculik dan diperkosa:

Image

Pelakunya dijatuhi HUKUMAN MATI oleh pengadilan FLorida.

Jadi kalau mau bayangin hubungan si mamad dgn Aisyah, ya kira2 lebih tua dikit dari kakek itu..dan si Aisya segitulah umurnya waktu diganyang...

Jijay kaga?? Kalau gue mau muntah dah!

PostPosted: Sat Aug 25, 2007 6:30 am
by curious
salah si kakek. tidak melakukan pendekatan ala nabi bejad muhammad. mesti ngaku-ngaku ke babenya dulu bahwa si kakek adalah utusan tuhan, seorang nabi maha mulia dan perjodohan sudah ditetapkan dalam mimpi ;)

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 11:55 am
by MONTIR KEPALA
ha ha .... gimana pun berdasarkan ciri2 pedofilia berdasar ilmu kedokteran bahwa selalu penekanannya pada SEXUAL RELATIONSHIP .... maka tak ayal lagi yg akan terjadi adalah SEXUAL ABUSE ....
dimana pasti ada KORBAN ....

tak peduli dgn paksaan atau Tidak maka tetep saja anak di bawah umur MESTI adalah KOrban karena melakukan sesuatu yg TDK dia nmengerti dgn si pedofil.

efek korban pedofil berdasar penelitian semuanya sama baik sek yg mereka LAKUKAN tanpa atau dgn paksaan ...

MATI KUTU dah !!! ha ha

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 2:41 pm
by Rebecca
GUE mau confirm ulang!..kenapa elo nggak berani jawab sih mon?...Jadi menurut islam, Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN dan tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUS PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

Anda setuju atau tidak? :D :lol:

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 3:04 pm
by Mizard
Maaf mbak prof.Ph.D.. mo ikutan.
ngomongin pedophillia jangan pakai term agama dunk. pakai istilah kedokteran dan psikologis aja.

PostPosted: Wed Aug 29, 2007 3:13 pm
by Rebecca
Jadi menurut islam, Ketertarikan secara seksual pada anak-anak dan MELAKUKAN SENGGAMA dengan anak-anak dengan TANPA PAKSAAN dan tidak disertai gangguan psikologis pada sisi korban BUKANLAH KASUS PEDOPHILIA (seperti kasus kakek muhammad - aisha (6thn))

Anda setuju atau tidak? :D :lol: