.

Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Postby kbg » Sun Nov 11, 2007 3:28 pm

MUHAMMAD SAW wrote:
wah wah asik banget membaca URAIAN netter KBG
top banget.PADAT dan JELAS

thx boss


Dari pengalaman saya yg telah lama mengeluti dunia diskusi-debat maca ini mengatakan:

Tidak ada gunanya membawa akar kebencian apapun, coba dalam pertemuan diskusi sesekali berpikir dari pihak Islam sama sekali tidak salah, tetapi jangan membuang nilai2 luhur dari humanisme, demokrasi dan kasih, dengan begitulah kita bisa menunjukkan bahwa ada nilai yg keliru dari paham mereka.
User avatar
kbg
 
Posts: 862
Joined: Wed Oct 11, 2006 2:41 pm
Location: http://www.kbg.co.za/

Postby MONTIR KEPALA » Tue Nov 13, 2007 1:07 pm

kbg wrote:Saya tak heran kalau apapun bisa dijadikan alasan, termasuk memberikan argumen untuk menikahi gadis kecil umur 9 taon dengan alasan rekonsiliasi, seolah2 tidak pernah bisa ada rekonsiliasi tanpa keterlibatan si gadis kecil umur 9 taon? bagi saya ini semacam tuntut balas untuk sesuatu perbuatan. dan setahu saya juga terlalu banyak ayat hadits yg mengkritik persetubuhan ini, mulai dari kritik bahwa Aisyah masih bersama bonekanya, dll. apa artinya semuanya itu? bukankah seorang Nabi yg utusan dari Allah seharusnya bisa memberikan solusi lain tanpa melibatkan seorang gadis kecil? tanpa menghilangkan masa kanak2 gadis kecil? seharusnya Allah dan Muhammad punya kebijaksanaan lain (kecuali memang kalau muslim semuanya itu menjadi kemuliaan) solusi lain tanpa melibatkan seorang Aisyah yg menjadi penyelesai untuk kasus pelik tsb? apakah ada semacam pemungutan suara terhadap Aisyah bahwa ia turut menentukan jalan tsb?

saya sudah katakan kedewasaan Aisya sangat menjadi pertimbangan Nabi. itulah kenapa ada 2 sesi pernikahan. jikalau itu tdk dipertimbangkan kenapa mesti ada 2 sesi pernikahan ? ....
Aisya memang sudah berstatus istri Nabi pada usia 6 tahunan namun justru riowayat BOneka membuktikan Aisya tdk kehilangan Masa kanak-kanaknya dan tetap bermain layaknya anak kecil. tuntutan kewajiban rumah tangga tidak diformalkan pada masa2 itu. 2 pernikahan bukti Nabi menunggu masa kesiapan Aisya untuk berumah tangga.
Tidak ada penolakan dari Aisya dari awal hingga Akhir cerita hidupnya. tidak ada penyesalan apapun. Aisya menerimanya. karena memang Aisya tidak pernah mengalami pemaksaan baik fisik maupun psikologis.

Pernikahan merupakan jalan paling efektif dan mulia untuk jalan menurut rekonsiliasi dlm sistem kesukuan kala itu. saya kasih kesempatan pada anda untuk memberikan jalan lain bg rekonsiliasi ..sok menurut anda apa yg lebih efektif selain mengikat faksi2 ke dlm hubungan kekluargaan (pernikahan).
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Nov 13, 2007 1:13 pm

kbg wrote:Dari pengalaman saya yg telah lama mengeluti dunia diskusi-debat maca ini mengatakan:

Tidak ada gunanya membawa akar kebencian apapun, coba dalam pertemuan diskusi sesekali berpikir dari pihak Islam sama sekali tidak salah, tetapi jangan membuang nilai2 luhur dari humanisme, demokrasi dan kasih, dengan begitulah kita bisa menunjukkan bahwa ada nilai yg keliru dari paham mereka.

bagus anda nasihati konco2 anda ... begitulah seharusnya berdiskusi tanpa mulut kotor tapi kebijaksanaan dan logika.
namun saya ingatkan anda jika anda memakai kebijaksanaan dan logika maka anda akan semakin terpikat pada Islam....
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby babenya muhammad » Tue Nov 13, 2007 5:09 pm

MONTIR KEPALA wrote:saya sudah katakan kedewasaan Aisya sangat menjadi pertimbangan Nabi. itulah kenapa ada 2 sesi pernikahan. jikalau itu tdk dipertimbangkan kenapa mesti ada 2 sesi pernikahan ? ....
Aisya memang sudah berstatus istri Nabi pada usia 6 tahunan namun justru riowayat BOneka membuktikan Aisya tdk kehilangan Masa kanak-kanaknya dan tetap bermain layaknya anak kecil. tuntutan kewajiban rumah tangga tidak diformalkan pada masa2 itu. 2 pernikahan bukti Nabi menunggu masa kesiapan Aisya untuk berumah tangga.
Tidak ada penolakan dari Aisya dari awal hingga Akhir cerita hidupnya. tidak ada penyesalan apapun. Aisya menerimanya. karena memang Aisya tidak pernah mengalami pemaksaan baik fisik maupun psikologis.

Pernikahan merupakan jalan paling efektif dan mulia untuk jalan menurut rekonsiliasi dlm sistem kesukuan kala itu. saya kasih kesempatan pada anda untuk memberikan jalan lain bg rekonsiliasi ..sok menurut anda apa yg lebih efektif selain mengikat faksi2 ke dlm hubungan kekluargaan (pernikahan).


gw juga mau rekonsiliasi dgn lu ? ada anak cw gak ?

alasan terus? pedofilia tetap aja pedofilia, mau alasan apapun si mamad ud pedofilia
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby M-SAW » Tue Nov 13, 2007 5:29 pm

MONTIR KEPALA wrote:bagus anda nasihati konco2 anda ... begitulah seharusnya berdiskusi tanpa mulut kotor tapi kebijaksanaan dan logika.
namun saya ingatkan anda jika anda memakai kebijaksanaan dan logika maka anda akan semakin terpikat pada Islam....


bang montir
nasehat KBG untuk abang kok gak ditanggepin??
mana nya kebijaksanaan dan logika yang abang BANGGA2kan itu?

nih aku tampilkan lagi :)

kbg wrote:
MONTIR KEPALA wrote:sedari dulu saya sebutkan bahwa pernikahan nabi kepda wanita2 selain khadijah bukanlah TRUE LOVE romantisme Nabi SAW. semua itu alat rekonsiliasi bangsanya. pernikahan dgn Iisya bukanlah semat2 ttg Aisya tapi bapaknya Aisya yg mempunyai posisi penting sedari awal bagi Nabi SAW. memiliki hubungan kekerabatan dgn Nabi akan sangat menyejukkan hati siapapun kala itu. makanya ada istilah offered themself segala. ummat kala itu multi suku dimana rasa kesukuan masih kental dan kuat. sangat sulit untuk membentuk komunitas baru yg memecah rasa kesukuan tsb. maka pernikahan sangat manjur sbg alat rekonsiliasi tsb.

Saya tak heran kalau apapun bisa dijadikan alasan, termasuk memberikan argumen untuk menikahi gadis kecil umur 9 taon dengan alasan rekonsiliasi, seolah2 tidak pernah bisa ada rekonsiliasi tanpa keterlibatan si gadis kecil umur 9 taon? bagi saya ini semacam tuntut balas untuk sesuatu perbuatan. dan setahu saya juga terlalu banyak ayat hadits yg mengkritik persetubuhan ini, mulai dari kritik bahwa Aisyah masih bersama bonekanya, dll. apa artinya semuanya itu? bukankah seorang Nabi yg utusan dari Allah seharusnya bisa memberikan solusi lain tanpa melibatkan seorang gadis kecil? tanpa menghilangkan masa kanak2 gadis kecil? seharusnya Allah dan Muhammad punya kebijaksanaan lain (kecuali memang kalau muslim semuanya itu menjadi kemuliaan) solusi lain tanpa melibatkan seorang Aisyah yg menjadi penyelesai untuk kasus pelik tsb? apakah ada semacam pemungutan suara terhadap Aisyah bahwa ia turut menentukan jalan tsb?


mohon komentarnya bang montir
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby telor » Tue Nov 13, 2007 6:23 pm

untung saja si babi momet ngga ngeluarin ayat yang menyatakan kalau homoseks dan lesbong itu legal. Kalau ada pasti deh muslim2 pada lebar pantatnya.

Kalau dah begini kejadiannya pasti deh sekarang bang momon pusing tujuh keliling gemana caranya membela nabi bangsat tsb.
User avatar
telor
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby MONTIR KEPALA » Wed Nov 14, 2007 10:38 am

babenya muhammad wrote:gw juga mau rekonsiliasi dgn lu ? ada anak cw gak ?

alasan terus? pedofilia tetap aja pedofilia, mau alasan apapun si mamad ud pedofilia

lah elu siapa gue ?... misi rekonsiliasi apa antara elu dan gue ?...mikir siah !!
apa posisi dan situasi ente sama dgn Nabi ?... mendingan sekali2 mikir nya pake OTAK SUNGGUHAN jangan pake yg lain ..!
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby babenya muhammad » Wed Nov 14, 2007 4:33 pm

gw kafir dan anti islam, tentu aja gaw mau rekosiliasi dgn lu ... *** bgt sih..... ada anak kecil gak lu ?... wah tapi sori nih gw gak mengidap kelainan pedofilia, walaupun lu kasih ga anak kecil, gw gak bisa terangsang liatnnya... sori.....

cari aja org2 yg terangsang liat anak kecil., gw sih masih normal.... otong gw gak bisa berdiri kalo liat anak kecil bugil....
emang nabi pedo lu, yg bisa memiliki hasrat sexual dgn ank kecil ???? nabi loh.....
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby curious » Wed Nov 14, 2007 4:38 pm

Sebelum si montor kabur tanpa menjawab, ini gua ulangi tantangan gua

***********************
MONTIR KEPALA wrote:gagal karena pihak lelaki menolak abu bakar akibat dia masuk Islam. abu bakar sedih. nabi hendak mengobati rasa sedih teman setianya itu.
abu bakar merasa sodara dgn Muhammad karena iman. namun Muhammad menjelaskan bahwa sodara seagama masih halal untuk menikah

bwahahahaha joke of the century
mikir dulu montor. anak baru umur 5 tahun dibatalkan pertunangannya (*BUKAN pernikahannya!!! sama spt umur 6 thn ditunangi muhammad, umur 9 tahun DINIKAHI) eehehhh babenya sedih hihihihi...... kayak udah perawan tua aja ya, tak laku-laku jadi wallflower heheheeee.....

tck tck tck... tolong tunjukkan hadist sahih mana yang bilang muhammad melamar aisya karena ingin mengobati rasa sedih teman setianya. yang banyak ditemukan adalah hadist sahih yang menunjukkan muhammad melamar perempuan yang diceraikan anak angkatnya sendiri biar bisa memberi jalan buat memuaskan nafsu bejad muhammad. yang banyak ditemukan adalah hadist sahih yang menunjukkan muhammad menyetubuhi perempuan yang suaminya dibunuh muhammad.

tolong ya, SATU saja sudah cukup : HADIST SAHIH MUHAMMAD MELAMAR AISAH dengan TUJUAN DEMI MENGOBATI RASA SEDIH TEMAN SETIAnya.
*********************************
User avatar
curious
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby kbg » Wed Nov 14, 2007 8:14 pm

MONTIR KEPALA wrote: [
saya sudah katakan kedewasaan Aisya sangat menjadi pertimbangan Nabi. itulah kenapa ada 2 sesi pernikahan. jikalau itu tdk dipertimbangkan kenapa mesti ada 2 sesi pernikahan ? ....
Aisya memang sudah berstatus istri Nabi pada usia 6 tahunan namun justru riowayat BOneka membuktikan Aisya tdk kehilangan Masa kanak-kanaknya dan tetap bermain layaknya anak kecil. tuntutan kewajiban rumah tangga tidak diformalkan pada masa2 itu. 2 pernikahan bukti Nabi menunggu masa kesiapan Aisya untuk berumah tangga.
Tidak ada penolakan dari Aisya dari awal hingga Akhir cerita hidupnya. tidak ada penyesalan apapun. Aisya menerimanya. karena memang Aisya tidak pernah mengalami pemaksaan baik fisik maupun psikologis.

Pernikahan merupakan jalan paling efektif dan mulia untuk jalan menurut rekonsiliasi dlm sistem kesukuan kala itu. saya kasih kesempatan pada anda untuk memberikan jalan lain bg rekonsiliasi ..sok menurut anda apa yg lebih efektif selain mengikat faksi2 ke dlm hubungan kekluargaan (pernikahan).


Ini memang pengecualian bagi saya,
saya memang mengecualikan jika umat Islam demi membela Muhammad harus menganggap sudah dewasa perempuan kecil yg berumur 6 taon.

setahu saya riwayat Aisyah bermain dengan boneka itu adalah pada masa ia diambil menjadi istri muhammad, apa yg dilakukan dengan perempuan kecil yg lg asik dgn boneka? membiarkannya asik dengan boneka? mungkin saja begitu. tapi bagaimana anda bisa meng-klaim bahwa sudah dewasa seorang perempuan kecil yg bermain2 bonekanya? dan sudah pula menjadi status istri (Muhrim)?

kan anda diatas sudah klaim bahwa Aisyah sudah dewasa, padahal dalam waktu yg bersamaan anda melegalkan ia bersama bonekanya.

bagaimana ia mau menolak? siapa yg harus menulis penolakannya? apakah saya harus percaya bahwa seandainya penolakan itu ada maka umat MUslim dapat mengakuinya?

Aisyah menerima tidak bisa dijadikan dasar bahwa ia sudah dewasa, bisa juga kalau ia dewasa malah hati kecilnya menolak krn menikah dengan sosok yg sudah pantas menjadi kakeknya...
kalau ia masih kecil dan kanak2 justru ia tidak tahu bagaimana menolaknya, apalagi orang tuanya seolah2 tidak berdaya oleh hanya karena alasan mimpi muhammad bahwa allah memberikannya menjadi istri dari seorang laki2 yg sudah sepatutnya menjadi kakeknya.
Last edited by kbg on Wed Nov 14, 2007 8:28 pm, edited 2 times in total.
User avatar
kbg
 
Posts: 862
Joined: Wed Oct 11, 2006 2:41 pm
Location: http://www.kbg.co.za/

Postby ahmad_doni » Wed Nov 14, 2007 8:20 pm

Alasan rekonsiliasi adalah bohong dan tidak masuk akal, karena abu bakar adalah sekutu muhammad sendiri. Mana ada rekonsiliasi antar sekutu? rekonsiliasi dilakukan dengan musuh, bukan dengan sekutu.

alasan sesungguhnya?

Muhammad mengidap kelainan seks, yaitu tertarik secara seksual kepada gadis cilik berusia 6 tahun.

sakit khan?
User avatar
ahmad_doni
 
Posts: 1090
Joined: Fri Apr 20, 2007 10:57 am

Postby telor » Fri Nov 16, 2007 12:44 pm

curious wrote:Sebelum si montor kabur tanpa menjawab, ini gua ulangi tantangan gua

***********************
MONTIR KEPALA wrote:gagal karena pihak lelaki menolak abu bakar akibat dia masuk Islam. abu bakar sedih. nabi hendak mengobati rasa sedih teman setianya itu.
abu bakar merasa sodara dgn Muhammad karena iman. namun Muhammad menjelaskan bahwa sodara seagama masih halal untuk menikah

bwahahahaha joke of the century
mikir dulu montor. anak baru umur 5 tahun dibatalkan pertunangannya (*BUKAN pernikahannya!!! sama spt umur 6 thn ditunangi muhammad, umur 9 tahun DINIKAHI) eehehhh babenya sedih hihihihi...... kayak udah perawan tua aja ya, tak laku-laku jadi wallflower heheheeee.....

tck tck tck... tolong tunjukkan hadist sahih mana yang bilang muhammad melamar aisya karena ingin mengobati rasa sedih teman setianya. yang banyak ditemukan adalah hadist sahih yang menunjukkan muhammad melamar perempuan yang diceraikan anak angkatnya sendiri biar bisa memberi jalan buat memuaskan nafsu bejad muhammad. yang banyak ditemukan adalah hadist sahih yang menunjukkan muhammad menyetubuhi perempuan yang suaminya dibunuh muhammad.

tolong ya, SATU saja sudah cukup : HADIST SAHIH MUHAMMAD MELAMAR AISAH dengan TUJUAN DEMI MENGOBATI RASA SEDIH TEMAN SETIAnya.
*********************************



Si momon dah menolak untuk menjawab tuh bro, apa kurang jelas?? pertanyaan seperti dibawah ini aja ngga di jawab, Bukannya menjawab malah ngalihin topic pembicaraan (khas muslim, ngga bakal pernah bisa menjawab tantangan dengan logika karna memang islam adalah sekte tahayul)


MONTIR KEPALA wrote:
babenya muhammad wrote:gw juga mau rekonsiliasi dgn lu ? ada anak cw gak ?

alasan terus? pedofilia tetap aja pedofilia, mau alasan apapun si mamad ud pedofilia

lah elu siapa gue ?... misi rekonsiliasi apa antara elu dan gue ?...mikir siah !!
apa posisi dan situasi ente sama dgn Nabi ?... mendingan sekali2 mikir nya pake OTAK SUNGGUHAN jangan pake yg lain ..!
User avatar
telor
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby Ahmad Reza » Sun Nov 18, 2007 9:51 pm

Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah

Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, " Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?" Saya terdiam. Dia melanjutkan," Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan padanya," Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

DELETED.............
Silahkan baca post yang sama di http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... ight=#3248

dan sanggahannya di
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... ht=#125641

Ttd
Moderator
Ahmad Reza
 
Posts: 1
Joined: Thu Nov 15, 2007 4:20 am

Postby Eneng Kusnadi » Mon Nov 19, 2007 12:18 am

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
Buang aja hadist butut!!!
Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
Karena usia aisyah masih terlalu kecil , buang lagi hadist butut ini

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Sebenarnya bukan tidak mungkin salah satu dari hadist ini benar, tapi OK lah buang saja hadist butut ini!



Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.


Kelihatannya orang orang perawi hadist ini mulai sadar kalau anak kecil dikawin itu kurang pantas, walau oleh seorang nabi, tapi OK lah kita buang lagi hadist sampah ini!

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

Aisyah dibawa perang??? sadis banget??? Dibawa perang tidak membuktikan dia berusia berapa , tidak ada pencatatan umur dan tidak ada syarat usia untuk jadi tentera muhammad

dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
Karena ayat ini tidak menyebutkan usia Aisyah secara spesifik , OK kita buang lagi hadist kurang maqbool ini

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.


Pada bukti no 7 tidak dijelaskan secara spesifik juga definisi bikr, usia apakah bikr, remaja kah? Dewasakah? (Standar dewasa pasti sudah ada)
Jadi hadist kurang sahih ini kita kepinggirkan dulu alias dibuang juga.


Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
Kalau kita lihat hadist lain justru abubakar keberatan aisyah dinihai muhammad, memang abubakar bijaksana dalam hal ini!
Terlalu banyak perkecualian untuk muhammad, yang boleh muhammad lakukan tidak boleh dialkukan oleh muslim lainnya.
jadi ayat ini kita buang juga.

kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

Muhammad perlu minta persetujuan istri?? Teory baru yah??? coba sebutkan hadistnya!!!
Dan inipun tidak membuktikan aisyah matang secara fisik dan mental!!!!



Jadi kesimpulannya muslim malu banget mengakui usia AISYAH dan sangat berusaha menutupnutupi dengan segala cara, membentur-benturkan catatan satu dengan yang lainnya yang tidak berurutan, dengan dalil-dalil yang dibuat-buat yang belum tentu berlaku pada jaman tersebut terjadi!! Hadist hadist yang diajukanpun tidak pada taraf maqbool, apalagi sahih!!!
Jadi kesimpulannya hanya satu!
MUSLIM MALU MENGAKUI USIA AISYAH
Wassalam!!!
User avatar
Eneng Kusnadi
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Busman » Mon Nov 19, 2007 2:37 am

Pada kenyataannya muslim sulit menerima kenyataan kalau junjungannya melakukan tindakan yang memalukan sehingga harus menolak fakta2 yang sudah jelas2 tertulis, muslim lebih suka hal2 yang dianggap sejalan dengan keinginan hati mereka yang mendambakan seorang figur teladan tanpa cacat, lebih baik menyingkirkan bukti2 yang ada agar junjungan mereka nampak bersih sebagaimana yang dibayangkannya.
User avatar
Busman
 
Posts: 2276
Joined: Fri Oct 19, 2007 9:26 pm

Postby telor » Mon Nov 19, 2007 1:01 pm

Haha.. ginilah tipikal muslim.
Ahmad Reza, ngga usah panjang2 trus OOT ke agama lain.
Kesimpulannya kau membantah bahwa bang momed making love dengan anak umur 9 tahun? Kalau gitu pendapatmu, maka bakarlah quranmu, karna quranmu mengatakan yang tidak benar dan sebaiknya dinyatakan sudah kadaluarsa.
Satu lagi, komplain lah allohmu itu, karna ngomong sembarangan. Bukankah isi quran berasal dari alloh?
User avatar
telor
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby KingofBandit-Jing » Tue Nov 20, 2007 9:07 am

alasan paling masuk akal karena aisah MASIH SEMPIT ITUNYA wakakakak
User avatar
KingofBandit-Jing
 
Posts: 104
Joined: Wed Jan 03, 2007 4:55 pm

Menepuk air kena muka sendiri, ini nih orangnya

Postby telor » Fri Nov 23, 2007 11:56 am

MONTIR KEPALA wrote:bagus anda nasihati konco2 anda ... begitulah seharusnya berdiskusi tanpa mulut kotor tapi kebijaksanaan dan logika.
namun saya ingatkan anda jika anda memakai kebijaksanaan dan logika maka anda akan semakin terpikat pada Islam....


Ngakak gue ngebaca komentar mu mon.
momon2, elo ngga ngerasa nimpuk kepala sendiri dengan mengeluarkan pernyataan **** seperti itu?

Sejak kapan islam cocok dengan logika.
User avatar
telor
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby M-SAW » Fri Nov 23, 2007 1:04 pm

MONTIR KEPALA wrote:bagus anda nasihati konco2 anda ... begitulah seharusnya berdiskusi tanpa mulut kotor tapi kebijaksanaan dan logika.
namun saya ingatkan anda jika anda memakai kebijaksanaan dan logika maka anda akan semakin terpikat pada Islam....


bang montir
nasehat KBG untuk abang kok gak ditanggepin??
mana nya kebijaksanaan dan logika yang abang BANGGA2kan itu?

nih aku tampilkan lagi :)

kbg wrote:
MONTIR KEPALA wrote:sedari dulu saya sebutkan bahwa pernikahan nabi kepda wanita2 selain khadijah bukanlah TRUE LOVE romantisme Nabi SAW. semua itu alat rekonsiliasi bangsanya. pernikahan dgn Iisya bukanlah semat2 ttg Aisya tapi bapaknya Aisya yg mempunyai posisi penting sedari awal bagi Nabi SAW. memiliki hubungan kekerabatan dgn Nabi akan sangat menyejukkan hati siapapun kala itu. makanya ada istilah offered themself segala. ummat kala itu multi suku dimana rasa kesukuan masih kental dan kuat. sangat sulit untuk membentuk komunitas baru yg memecah rasa kesukuan tsb. maka pernikahan sangat manjur sbg alat rekonsiliasi tsb.

Saya tak heran kalau apapun bisa dijadikan alasan, termasuk memberikan argumen untuk menikahi gadis kecil umur 9 taon dengan alasan rekonsiliasi, seolah2 tidak pernah bisa ada rekonsiliasi tanpa keterlibatan si gadis kecil umur 9 taon? bagi saya ini semacam tuntut balas untuk sesuatu perbuatan. dan setahu saya juga terlalu banyak ayat hadits yg mengkritik persetubuhan ini, mulai dari kritik bahwa Aisyah masih bersama bonekanya, dll. apa artinya semuanya itu? bukankah seorang Nabi yg utusan dari Allah seharusnya bisa memberikan solusi lain tanpa melibatkan seorang gadis kecil? tanpa menghilangkan masa kanak2 gadis kecil? seharusnya Allah dan Muhammad punya kebijaksanaan lain (kecuali memang kalau muslim semuanya itu menjadi kemuliaan) solusi lain tanpa melibatkan seorang Aisyah yg menjadi penyelesai untuk kasus pelik tsb? apakah ada semacam pemungutan suara terhadap Aisyah bahwa ia turut menentukan jalan tsb?


mohon komentarnya bang montir
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby arman » Sat Nov 24, 2007 8:57 am

:lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
arman
 
Posts: 275
Joined: Tue Jul 25, 2006 2:46 pm

PreviousNext

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users