.

Kelicikan mohamad dibalik perkawinannya dengan zaenab

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Postby MONTIR KEPALA » Wed Aug 15, 2007 2:39 pm

pemulihan wrote:Satu kasus aneh terjadi ketika Muhamad mengunjungi Zeid ketika ia tidak sedang di rumah. Zainab, isteri Zeid menyambut di depan pintu dengan pakaian rumah. Muhamad terkagum oleh kecantikannya sehingga berucap,”Terpujilah Allah yang merubah hati lelaki!” Zainab mendengar hal ini, kemudian ketika suaminya pulang, Zainab meminta diceraikan agar Muhamad dapat menikahinya. Ini hampir menjadi skandal, namun tiba-tiba turun firman dari Allah kepada Muhamad, Sura 33:37:

ha ha ha .... ini sungguh aneh jalan ceritanya ...
ayat 33:37 itu turun ketika perceraian Zaid dan Zainab sudh berusia 3 bulan lebih (akhir masa iddah bagi Zainab).
itu cerita bohong ... Zainab dlm keadaan janda ketika turun ayat tsb
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby pemulihan » Wed Aug 15, 2007 3:51 pm

Nah itu dia.

Ayat tiba2 turun setelah zainab bercerai dan setelah semuanya terjadi.

Tau ngga apa yg aneh :)
pemulihan
 
Posts: 375
Joined: Fri Aug 03, 2007 1:25 pm

Postby Mr_GEJROT » Wed Aug 15, 2007 3:58 pm

Siapa yang mengulang? Justru ente membuat adonan yang sama yang sudah gue kemas dalam 8 poin sebelumnya. Kelima poinmu itu perulangan, kecuali poin 6 (nggak gue masalhin). Udahlah ente jangan manuver yang enggak2, sudah jelas kok poin2 yang saya sampaikan, tinggal tanggepin aja.

Jadi gue tinggal nanggepi yang poin 5 mu :

Jelas ente sangat berasumsi kalau nabilu keberatan karena masalah menceraikan zaid dan zaenab. Potongan kalimat dalam ayat 33 : 37 ini “....tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka...”sangat jelas sekali membuktikan bahwa perkawinan orang tua dengan anak angkat sangat ditentang oleh kaum nabilu saat itu. Bahkan saat inipun kalau ada yang melakukan seperti nabilu, dinilai kurang pantas, tidak elok, tidak semestinya terjadi dan tidak patut untuk diteladani. Kondisi itu yang memberatkan muhamad dan disimpan dalam hatinya. Pertentangan antara keinginan yang besar untuk menikahi zaenab dan reaksi penilaian masyarakat terhadap dirinya. Makanya solusinya auoh mengeluarkan “ayat kawin” untuk meloloskan keinginan nabilu. Bukan masalah cerainya. Kalau keberatan masalah cerai, tentunya ada penjelasan lanjut masalah ini dalam ayat tersebut. Tolong buktikan dalam ayat tersebut yang menyatakan keberatan mohamad karena menceraikan zainab dan zaid? Lah kamu sendiri sudah menyinggung tentang inces, apa keterkaitan masalah inces ini? Bukan dengan perceraian tapi dengan perkawinan.
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby MONTIR KEPALA » Wed Aug 15, 2007 4:51 pm

baca atuh ayatnya dari awal ....
sebelum kejadian Zaid nikah zama Zainab status Zaid sudah disinggung sebelumnya
    [33:4] Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu . Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan .
    [33:5] Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu . Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

HUkum anak angkat sudah tersebar di kalangan muslim semuanya.
33:37 hanyalah PENGUAT karena Nabi sbg Panutan.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Mr_GEJROT » Wed Aug 15, 2007 9:52 pm

Auohmu itu lebih tahu dari pada ente (dlm kacamata muslim), maka ente jangan banyak asumsi. Sudah jelas digambarkan oleh auohmu, bahwa para mukmin saat itu sangat keberatan adanya perkawinan antara bapak angkat dengan menantu (keberatan bukan masalah cerainya zaid dan zaenab), hal itu yang membuat mohamad ketakutan kawin dengan zaenab, itu yang dirasakannya, dipertegas di ayat itu...dan kamu takut kepada manusia...., padahal di dalam hatinya menyembunyikan rasa demen bin kebelet dengan zaenab. Makanya auoh perlu mendeklarasikan….bahwa “tidak ada keberatan orang mukmin untuk kawin dengan istri2 anak angkat….”. Maka diberilah mereka “ayat kawin” . Memang auoh ini selalu jitu dan cespleng memberikan solusi bagi nabi, apalagi kalau sudah memasuki kawasan aurat. Wow paten deh! Walaupn dibalik itu ditunjukan adanya kemunafikan nabilu.

Kalau ente menganggap solusi untuk nabi, bapak kawin sama menantu ini menjadi teladan, gue sarankan sebaiknya dijadiin topic yang hot untuk kotbah dimasjid-masjid. Supaya cap keteladanan nabilu dari kejadian ini tidak menjadi isapan jempol dan benar2 dipraktekkan oleh muslim2 di seluruh dunia. Gimana ente keberatan atau mendukung saran gue?
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Mr_GEJROT » Thu Aug 16, 2007 7:27 am

pemulihan wrote:Nah itu dia.

Ayat tiba2 turun setelah zainab bercerai dan setelah semuanya terjadi.

Tau ngga apa yg aneh :)


Tukang bengkel sok pura2 **** beneran nggak tau kalau nabinya dah kebelet dan teriak kasih order :
Anas r.a. berkata bahwa ketika masa 'iddah Zainab sudah berakhir, Rasulullah saw. bersabda kepada Zaid: "Lamarkanlah aku kepadanya.". Lalu ....jreeennnggggg......auoh meridhoinya dengan QS 33:37. Lho katanya takut memberi ijin cerai kok malah nyaplok seh?

Dan yang lebih kurang ajarnya menantunya sendiri (manatan istri zaenab) nyang disuruh melamarkannya, sampai gemetaran ngomongnya (terj. media isnet) :

Tafsir Ibnu Kathir :
Imam Ahmad recorded that Thabit said that Anas, may Allah be pleased with him, said: "When Zaynab's `Iddah finished, may Allah be pleased with her, the Messenger of Allah said to Zayd bin Harithah,


«اذْهَبْ فَاذْكُرْهَا عَلَي»


(Go to her and tell her about me (that I want to marry her).)
So, he went to her and found her kneading dough. He (Zayd) said, `When I saw her I felt such respect for her that I could not even look at her and tell her what the Messenger of Allah had said, so I turned my back to her and stepped aside, and said, `O Zaynab! Rejoice, for the Messenger of Allah has sent me to propose marriage to you on his behalf.'


Tuh muslim lengkap sudah prosedur untuk meneladani nabi, sampai cara dan siapa yang harus melamar kalau mau kawin dengan istri anak angkat sudah ditunjukin.
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby MONTIR KEPALA » Thu Aug 16, 2007 9:09 am

pemulihan wrote:Nah itu dia.

Ayat tiba2 turun setelah zainab bercerai dan setelah semuanya terjadi.

Tau ngga apa yg aneh :)

loh gak ada yg aneh ....
1. Nabi sudah bersikeras melarang mereka berdua cerai. tapi yaah itu kan urusan pribadi Zaid Nabi akhirnya gak bisa berbuat apa2 kalo mereka bersikeras ingin cerai... maka bercerailah mereka tanpa izin dari Nabi karena Nabi tetep menyuruh mereka menahan diri dr bercerai
2. Nabi merasa kasihan dgn Zainab. rasa bersalah karena dulu memintanya untuk menikah dgn Zaid. dan sekarang jadi janda.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Thu Aug 16, 2007 9:21 am

JROT :
ente sudah AREA PRASANGKA ...saya gak bisa buat apa2 mengenai prasangka ente ... makan saja tuh prasangka.

sudah jelas di dalam ISLAM anak angkat adalah bukan anak Kandung. bukan anak kandung artinya HALAL DINIKAH. hukum ini tdk bisa dihapus oleh siapapun dan apapun. ini HUKUM ISLAM.

jika anak angkat HALAL dinikah maka JANDA ANAK ANGKAT nya demikian hukumnya.

pernikahan dgn mereka bukan INCEST ...
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Mr_GEJROT » Sat Aug 18, 2007 6:53 am

FF wrote :

JROT :
ente sudah AREA PRASANGKA ...saya gak bisa buat apa2 mengenai prasangka ente ... makan saja tuh prasangka.


Dah kepojok neh! Kembali ente menari dalam kebegoan diri nggak bisa mbedain mana fakta mana prasangka.

FF wrote :
sudah jelas di dalam ISLAM anak angkat adalah bukan anak Kandung. bukan anak kandung artinya HALAL DINIKAH. hukum ini tdk bisa dihapus oleh siapapun dan apapun. ini HUKUM ISLAM.


Iya gue tau. Halal nan islami, dinyataklan tidak ada keberatan untuk orang mukmin oleh auohmu tapi faktanya orang muslim dan juga yang diluar muslim (tanpa perlu ayat itu, lebih hebatkan?) tidak mempraktekkan hal ini, mengawini mantan menantu. Sudah jelas orang mukmin saat itu menentang hal ini karena segi etika nggak elok. Bahkan orang zaman sekarang secara normalpun juga keberatan untuk mempraktekkan anjuran auohmu ini, jijik tau! Anjuran ini dikususkan buat nabilu karena sudah sangat kebelet mencicipi zaenab saat itu. Kalau gue hidup dijaman itu gue pingin buang ludah yang pertama....cruttttt...
Kalau ente sekarang mempraktekkan kawin sama menantu gue akan lempar batu yang pertama sama ente.....crootttttt....memalukan.


FF wrote :
jika anak angkat HALAL dinikah maka JANDA ANAK ANGKAT nya demikian hukumnya.

pernikahan dgn mereka bukan INCEST ...

Ha...ha...ha....bukan hanya menantu bahkan anak angkatpun bisa diembat. Bener2 gile...ajaran yang satu ini suka menyimpang sendiri, mengabaikan norma umum.

FF wrote :
loh gak ada yg aneh ....
1. Nabi sudah bersikeras melarang mereka berdua cerai. tapi yaah itu kan urusan pribadi Zaid Nabi akhirnya gak bisa berbuat apa2 kalo mereka bersikeras ingin cerai... maka bercerailah mereka tanpa izin dari Nabi karena Nabi tetep menyuruh mereka menahan diri dr bercerai
2. Nabi merasa kasihan dgn Zainab. rasa bersalah karena dulu memintanya untuk menikah dgn Zaid. dan sekarang jadi janda.


Untuk jawaban poin 2 : ASBUN-MU NUZUL. Konsekuensi dari jawabanmu itu :

1 . Secara tidak langsung nabi juga menunjuk hidung auoh bersalah karena ikut menetapkan perkawinan zaenab.
AUOH + NABI -------- menetapkan perkawinan zaenab (QS : 33 : 36)
NABI MERASA BERSALAH
Berarti AUOH JUGA juga bersalah, contoh simple dari BLUNDER. Kesalahan berjemaan auoh, nabilu dan ente.


Coba renungkan ayat yang gue pinjem dari ente ini :

[33:5] Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu . Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Kalau khilaf tidak ada dosa (wueh enak tenan ajaran cult ini). Secara umum yang berlaku sekarang salah entah kilaf atau disengaja sama2 memiliki konsekuensi hukum, baik secara moral ataupun fisik.

Perbuatan disengaja bahkan sadar dan ditetapkan, dari ayat di atas adalah berdosa. INGAT!!!!! NABILU DAN AUOH SUDAH MENETAPKAN PERKAWINAN ZAENAB. NABILU MERASA BERSALAH. ARTINYA AUOHMU ikut berkolaborasi menghasilkan kesalahan dan dosa. INI MENUNJUKKAN BAHWA AUOHMU TIDAK TIDAK MAHA TAHU, BAIK UNTUK NABILU MAUPUN UNTUK DIRINYA SENDIRI. You see!

2. Ente yang bloon atau auohmu yang linglung karena nggak ada konektifitas antara anggapanmu bahwa nabi merasa bersalah dengan yang ditentang orang mukmin saat itu dan solusi ”ayat kawin” yang dinyatakan oleh auoh. Ini bener 2 **** tulen, keberatan mencerai anak mantu malah disuruh ngawinin anak mantu.

Ini baru satu poin, poin 5, argumen ente sudah jungkir balik.
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby murtad mama » Sat Aug 18, 2007 7:29 pm

MONTIR KEPALA wrote:
pemulihan wrote:Satu kasus aneh terjadi ketika Muhamad mengunjungi Zeid ketika ia tidak sedang di rumah. Zainab, isteri Zeid menyambut di depan pintu dengan pakaian rumah. Muhamad terkagum oleh kecantikannya sehingga berucap,”Terpujilah Allah yang merubah hati lelaki!” Zainab mendengar hal ini, kemudian ketika suaminya pulang, Zainab meminta diceraikan agar Muhamad dapat menikahinya. Ini hampir menjadi skandal, namun tiba-tiba turun firman dari Allah kepada Muhamad, Sura 33:37:

ha ha ha .... ini sungguh aneh jalan ceritanya ...
ayat 33:37 itu turun ketika perceraian Zaid dan Zainab sudh berusia 3 bulan lebih (akhir masa iddah bagi Zainab).
[size=24]itu cerita bohong ... Zainab dlm keadaan janda ketika turun ayat tsb
[/size]


bruakakakakaka, ayo mon.... mainlagi youk :lol: :lol: elo memang penipu kelas kakap :lol: :lol:

Zaynab telanjang, Nabi cabul kagum!!!!!....clilck :D :lol:
User avatar
murtad mama
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby murtad mama » Sat Aug 18, 2007 7:40 pm

@skandal kq ada campur tangan alloh wts, hihihihi
User avatar
murtad mama
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby charles-mattel » Sat Aug 18, 2007 8:19 pm

hus.....
awloh bukan wts
tapi yang punya pusat prostitusi, namanya syurga
muslimah yang nanti jadi wts cadangan di syurga
khusus buat yang nggak punya sama 72 bidadari
nabi otak mesum, mohamet namanya
charles-mattel
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby Basman » Sat Aug 18, 2007 9:48 pm

ini ayat pengkhususan buat nabi....
User avatar
Basman
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby MONTIR KEPALA » Mon Aug 20, 2007 9:21 am

murtad mama wrote:
MONTIR KEPALA wrote:
pemulihan wrote:Satu kasus aneh terjadi ketika Muhamad mengunjungi Zeid ketika ia tidak sedang di rumah. Zainab, isteri Zeid menyambut di depan pintu dengan pakaian rumah. Muhamad terkagum oleh kecantikannya sehingga berucap,”Terpujilah Allah yang merubah hati lelaki!” Zainab mendengar hal ini, kemudian ketika suaminya pulang, Zainab meminta diceraikan agar Muhamad dapat menikahinya. Ini hampir menjadi skandal, namun tiba-tiba turun firman dari Allah kepada Muhamad, Sura 33:37:

ha ha ha .... ini sungguh aneh jalan ceritanya ...
ayat 33:37 itu turun ketika perceraian Zaid dan Zainab sudh berusia 3 bulan lebih (akhir masa iddah bagi Zainab).
[size=24]itu cerita bohong ... Zainab dlm keadaan janda ketika turun ayat tsb
[/size]


bruakakakakaka, ayo mon.... mainlagi youk :lol: :lol: elo memang penipu kelas kakap :lol: :lol:

Zaynab telanjang, Nabi cabul kagum!!!!!....clilck :D :lol:

luh sumber apa dude ?....
silakan baca hadits ttg turunnya ayat tsb ..
    Sahih Muslim, Book 008, Number 3330:
    Anas (Allah be pleased with him) reported: When the 'Iddah of Zainab was over, Allah's Messenger (may peace be upon him) said to Zaid to make a mention to her about him. Zaid went on until he came to her and she was fermenting her flour. He (Zaid) said: As I saw her I felt in my heart an idea of her greatness so much so that I could not see towards her (simply for the fact) that Allah's Messenger (may peace be upon him) had made a mention of her. So I turned my back towards her. and I turned upon my heels, and said: Zainab, Allah's Messenger (may peace be upon him) has sent (me) with a message to you. She said: I do not do anything until I solicit the will of my Lord. So she stood at her place of worship and the (verse of) the Qur'an (pertaining to her marriage) were revealed, and Allah's Messenger (may peace be upon him) came to her without permission. He (the narrator) said: I saw that Allah's Messenger (may peace be upon him) served us bread and meat until it was broad day light and the people went away, but some persons who were busy in con- versation stayed on in the house after the meal. Allah's Messenger (may peace be upon him) also went out and I also followed him, and he began to visit the apartments of his wives greeting them (with the words): As-Salamu 'alaikum, and they would say: Allah's Messenger, how did you find your family (hadrat Zainab)? He (the narrator) stated: I do not know whether I had informed him that the people had gone out or he (the Holy Prophet) informed me (about that). He moved on until he entered the apartment, and I also went and wanted to enter (the apartment) along with him, but he threw a curtain between me and him, as (the verfes pertaining to seclusion) had been revealed, and people were instructed in what they had been instructed. Ibn Rafii had made this addition in his narration:" O you who believe, enter not the houses of the Prophet unless permission is given to you for a meal, not waiting for its cooking being finished..." to the words"... Allah forbears not from the truth."
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Mon Aug 20, 2007 9:27 am

Mr_GEJROT wrote:FF wrote :
JROT :
ente sudah AREA PRASANGKA ...saya gak bisa buat apa2 mengenai prasangka ente ... makan saja tuh prasangka.

Dah kepojok neh! Kembali ente menari dalam kebegoan diri nggak bisa mbedain mana fakta mana prasangka.
FF wrote :
sudah jelas di dalam ISLAM anak angkat adalah bukan anak Kandung. bukan anak kandung artinya HALAL DINIKAH. hukum ini tdk bisa dihapus oleh siapapun dan apapun. ini HUKUM ISLAM.

Iya gue tau. Halal nan islami, dinyataklan tidak ada keberatan untuk orang mukmin oleh auohmu tapi faktanya orang muslim dan juga yang diluar muslim (tanpa perlu ayat itu, lebih hebatkan?) tidak mempraktekkan hal ini, mengawini mantan menantu. Sudah jelas orang mukmin saat itu menentang hal ini karena segi etika nggak elok. Bahkan orang zaman sekarang secara normalpun juga keberatan untuk mempraktekkan anjuran auohmu ini, jijik tau! Anjuran ini dikususkan buat nabilu karena sudah sangat kebelet mencicipi zaenab saat itu. Kalau gue hidup dijaman itu gue pingin buang ludah yang pertama....cruttttt...
Kalau ente sekarang mempraktekkan kawin sama menantu gue akan lempar batu yang pertama sama ente.....crootttttt....memalukan.

FF wrote :
jika anak angkat HALAL dinikah maka JANDA ANAK ANGKAT nya demikian hukumnya.
pernikahan dgn mereka bukan INCEST ...

Ha...ha...ha....bukan hanya menantu bahkan anak angkatpun bisa diembat. Bener2 gile...ajaran yang satu ini suka menyimpang sendiri, mengabaikan norma umum.
FF wrote :
loh gak ada yg aneh ....
1. Nabi sudah bersikeras melarang mereka berdua cerai. tapi yaah itu kan urusan pribadi Zaid Nabi akhirnya gak bisa berbuat apa2 kalo mereka bersikeras ingin cerai... maka bercerailah mereka tanpa izin dari Nabi karena Nabi tetep menyuruh mereka menahan diri dr bercerai
2. Nabi merasa kasihan dgn Zainab. rasa bersalah karena dulu memintanya untuk menikah dgn Zaid. dan sekarang jadi janda.


Untuk jawaban poin 2 : ASBUN-MU NUZUL. Konsekuensi dari jawabanmu itu :
1 . Secara tidak langsung nabi juga menunjuk hidung auoh bersalah karena ikut menetapkan perkawinan zaenab.
AUOH + NABI -------- menetapkan perkawinan zaenab (QS : 33 : 36)
NABI MERASA BERSALAH
Berarti AUOH JUGA juga bersalah, contoh simple dari BLUNDER. Kesalahan berjemaan auoh, nabilu dan ente.

Coba renungkan ayat yang gue pinjem dari ente ini :
[33:5] Panggilah mereka dengan nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu . Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Kalau khilaf tidak ada dosa (wueh enak tenan ajaran cult ini). Secara umum yang berlaku sekarang salah entah kilaf atau disengaja sama2 memiliki konsekuensi hukum, baik secara moral ataupun fisik.
Perbuatan disengaja bahkan sadar dan ditetapkan, dari ayat di atas adalah berdosa. INGAT!!!!! NABILU DAN AUOH SUDAH MENETAPKAN PERKAWINAN ZAENAB. NABILU MERASA BERSALAH. ARTINYA AUOHMU ikut berkolaborasi menghasilkan kesalahan dan dosa. INI MENUNJUKKAN BAHWA AUOHMU TIDAK TIDAK MAHA TAHU, BAIK UNTUK NABILU MAUPUN UNTUK DIRINYA SENDIRI. You see!
2. Ente yang bloon atau auohmu yang linglung karena nggak ada konektifitas antara anggapanmu bahwa nabi merasa bersalah dengan yang ditentang orang mukmin saat itu dan solusi ”ayat kawin” yang dinyatakan oleh auoh. Ini bener 2 **** tulen, keberatan mencerai anak mantu malah disuruh ngawinin anak mantu.
Ini baru satu poin, poin 5, argumen ente sudah jungkir balik.

sudahlah JROT ...kesalahan pola pikir ente adalah pad konsep ketuhanan ...cara pandang ente thd Tuhan.
sekalian aja ente protes kenapa Allah menciptakan Hitler kalo nantinya udeh gede jadi pengacau dunia. kan Allah Maha Tahu.
pikir dah ...*** amat sih luh !!
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Mr_GEJROT » Mon Aug 20, 2007 9:05 pm

Sudahlah FF, masak auohmu salah memergoki apa yang diingini nabilu. Masak auohmu tidak mengerti kegundahan hati nabi kesayangannya dan kecaman kaumnya, sehingga harus meloloskan turunnya ayat kawin ?

Nggak usah melambung jauh ke hitler lah! Hitler tidak melegalkan perbuatannya atas nama yang di atas sono. Apalagi melegalkan untuk kepentingan selangkangan pribadinya.

Pilihanmu hanya ada dua :
1. Nabi merasa bersalah, yang berarti ikut menggelincirkan auohmu untuk ikut nyungsep dalam kesalahan. Ini yang dihindari oleh HM Haekal, gue lihat juga dalam tafsir ibn kathir tidak menyebutkan rasa bersalah nabilu.

2. Nabilu memang mengingini mengawini zaenab, namun disembunyikan dalam hatinya dan itu diketahui oleh auohmu.

Dua pilihan ini memang bagaikan buah simalakama. Pilih no 1, berarti auoh nyungsep dalam permainan kelicikan nabilu. Pilih no 2 berarti nabilu munafik. Kalau ditimbang2 pilihan no 2 lebih aman, kenapa? Jawablah dengan keyakinanmu. Mana yang harus kamu bela? Mana yang derajadnya lebih tinggi? Auoh atau mohamad?
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Mr_GEJROT » Mon Aug 20, 2007 9:14 pm

Poin 9 : Apakah bapak mengawini menantu yang dicontohkan secara sempurna oleh nabi merupakan keteladanan bagi muslim? Apakah muslim mempraktekkan dalam praktek kehidupannya?

Poin 10 : Cek kosong QS 33:38

38. Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu . Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,


Kepada nabi siapa auoh pernah menetapkan ketetapan bapak kawin sama menantu ini?
Mr_GEJROT
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Hendry » Tue Aug 21, 2007 2:17 am

MONTIR KEPALA wrote:
Mr_GEJROT wrote:FF wrote :
sudahlah JROT ...kesalahan pola pikir ente adalah pad konsep ketuhanan ...cara pandang ente thd Tuhan.
sekalian aja ente protes kenapa Allah menciptakan Hitler kalo nantinya udeh gede jadi pengacau dunia. kan Allah Maha Tahu.
pikir dah ...*** amat sih luh !!


ya benar adanya jika Tuhan maha mengetahui apa yang terjadi pada masa lalu -> sekarang -> masa depan, karena DIA tidak terbatas ruang dan waktu...!

tapi yang jadi masalah adalah segala kesalahan yang hitler perbuat.. tidak pernah dibenarkan oleh siapapun termasuk Tuhan... cuma kesalahan muhammad aja yang sepertinya dapat dukungan dari allah... sepertinya allah ini demen menutupi kesalahan si muhammad ini dengan ayat quran dan hadis... apa ini bisa-bisanya si muhammad aja untuk melegalkan perbuatannya..., mengatas namakan allah dalam perbuatannya yang bejat... dengan berpura2 mendapat wahyu.... atau mendapat izin??

kalo seorangtua yang baik terlepas dia ini orangtua angkat atau tidak... maka tidak akan menebus kesalahanya dengan menikahi "mantan" mantunya sendiri... ini sih gila dan dibuat2 demi membenarkan hawa nafsu seksual.... seorang tua yang baik akan melakukan apasaja(baik angkat ataupun tidak) untuk membuat pernikahan anaknya tidak kandas...!
bukannya memanfaatkan hal itu malah untuk memenuhi hawa nafsu...
dan menantu yang baik akan menganggap orangtua suami atau mantan suami (baik ortu angkat ataupun tidak) sebagai orang tua sendiri bukan malah tertarik secara seksual... inikan(sekali lagi) gila dan berkesan dibuat2 untuk melegalkan hawa nafsu sex belaka antara muh dan zay!
Hendry
 
Posts: 6
Joined: Tue Aug 21, 2007 1:01 am

Postby Hendry » Tue Aug 21, 2007 3:21 am

maaf OOT cuma mau bertanya n menegaskan aja:

dlm Ajaran Qur'an budaya penyebutan Tuhan dgn Bapa dihilangkan menghindari terjadinya PENYESATAN.


mau tanya dong kenapa pemanggilan BAPA ini dianggap menyesatkan??
bukankah panggilan ini menandakan begitu dekatnya TUHAN pada kita??

Yesus emang satu dgn Bapa sbgmana Muhammad satu dgn Allah.
bedanya ummat kristen masuk dlm salah pemahaman bahwa Yesus dan Bapa satu dlm DZAT ....padahal dalam misi Petunjuk.
sbgmana Satunya Muhammad dgn Allah. mereka satu dan setara dlm menetapkan KETENTUAN.


saya yakin anda percaya bahwa Tuhan tidak terbatas ruang dan waktu... maka jika TUHAN yang Maha Kuasa bertahta di surga... apakah suatuhal yang mustahil atau tidak mungkin untuk DIA hadir bersama2 dan dekat dengan kita manusia, dan menunjukan bahwa DIA beserta kita bukan melawan kita dan menunjukan bahwa DIA adalah KASIH..... dan DIA hadir dalam YESUS untuk menunjukan/membuktikan KASIH itu untuk manusia bukan dengan pedang!

tapi jika seorang manusia(muhammad) dikatakan setara dalam menetapkan ketentuan sama, saja anda sudah merendahkan TUHAN, TUHAN menetapkan aturan dan ketetapan yang DIA buat tidak sama dengan ketetapan yang dibuat manusia.. manusia punya kecenderungan berbuat dosa, mementingkan diri, cari menang sendiri dan lain2(baca: dosa), tetapi TUHAN adil dan tidak ada satupun manusia yang setara dengan TUHAN dalam menetapkan suatu ketentuan(SE-LEVEL dengan TUHAN dalam membuat aturan)... ini GILA...!!!

dlm artian kamu gak bisa menerima Allah saja kalo gak menerima sunnah Nabi SAW. kamu gak bisa mencintai Allah dan membenci utusanNya. sebaliknya kalo kamu cinta Rasul maka sama saja kamu cinta Allah. demikian berlaku bagi hubungan Yesus dan Bapa.


benar kamu nga bisa menerima Bapa jika tidak menerima YESUS karena DIA yang adalah BAPA yang hadir dalam rupa Anak Manusia(YESUS; ingat bahwa TUHAN tidak terbatas ruang dan waktu), tapi kalo mencintai manusia(muhammad) sama dengan mencintai TUHAN ini baru aneh...!!
Hendry
 
Posts: 6
Joined: Tue Aug 21, 2007 1:01 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Aug 21, 2007 1:17 pm

eeeehh..... Zainab itu bukan MENANTU NABI ...
menantu dari mana ??.... Zaid kan bukan anak kandung Nabi ...tapi Orang lain tdk ada hubungan darah apapun ... bekas budak yg dimerdekakan oleh Nabi.

perkara Rasul memiliki otoritas ...
Kalo Tuhan memberi Otoritas so what ?
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

PreviousNext

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users