.

MUHAMMAD WAS A CHILD RAPIST

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Postby Beltsazar » Mon Aug 20, 2007 2:58 pm

nongkon wrote:Ini cerita Nabi Muhammad dengan Aisyah, kenapa harus dikaitkan dengan Western society values??? Tak ada kena mengena langsung. Nabi hidup lebih 1400 tahun lalu, bukan sekarang dong.... Jangan nak samakan nilai masyarakat kafir barat sekarang dengan nilai masyarakayt arab lebih 1400 tahun dulu. Jika mau bicara biarlah sama dasarnya. Kalau nak bandingkan jugak, gunakan era masa yang sama. Bagaimana dengan perkahwinan pada tempoh yg sama di barat masa itu???? mungkin nggak ada tertulis dalam sejarah, sebab masa itu barat masa di zaman gelapnya. Sila jawab.


Jadi kesimpulannya kan : keteladanan yg diberikan muhammad tidak bersifat universal..buktinya udah gak ideal lagi untuk diterapkan pada jaman ini.
Saya mau nanya..seandainya anda punya anak gadis umur 6 atau 9 tahun. Lalu suatu hari ada kakek2 umur 54 tahun yg datang kerumah anda, dia mengatakan kalau tadi malem dia diberi wahyu oleh Tuhan , dan pd wahyu itu sang kakek harus menikahi putri anda. Apa yang anda lakukan? Jawab ya!
a. Menolak
b. Menerima
Pilih a atau b aja..gak usah ada banyak cakap, Jawab ya budak..!!!
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby MONTIR KEPALA » Mon Aug 20, 2007 3:49 pm

keteladanan apa ?....
kalo pengkhususan berarti bukan untuk ditiru ...
sejak kapan seseorang punya beberapa pengkhususan menyebabkan seseorang itu tdk bisa dipake example ?
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Beltsazar » Mon Aug 20, 2007 4:04 pm

Kenapa tidak bisa ditiru , bang momon?!
dan apakah allah di islam main tebang pilih?!
jadi dalam islam allah menutup mata terhadap semua kejelekan muhammad?!
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby MONTIR KEPALA » Mon Aug 20, 2007 4:55 pm

bukan tebang pilih kdangkala Nabi sedang membereskan urusan bangsanya sendiri ...

misalkan presiden punya keluarga ... lalu presiden itu mengerjakan urusan keluarganya apa gak boleh presiden ngurus keluarganya sendiri.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Beltsazar » Mon Aug 20, 2007 5:06 pm

Pengkhususan itu kok merujuk pada bergesernya nilai kebenaran , kan arti keyakinannya jadi tidak konsisten lagi bang , artinya berubah menjadi pembenaran atas apa yg telah dilakukan muhammad.

Apakah benar / wajar kakek berumur 54 tahun menikahi anak usia 6 atau 9 tahun?
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby MONTIR KEPALA » Mon Aug 20, 2007 5:16 pm

keyakinan apa ? .. itu kan teknis ...

Wajar selama itu sebuah Pengkhususan bagi Nabi untuk menunjang tugas2 kenabiannya bukan sbg kekonyolan.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Beltsazar » Mon Aug 20, 2007 5:40 pm

MONTIR KEPALA wrote:Wajar selama itu sebuah Pengkhususan bagi Nabi untuk menunjang tugas2 kenabiannya bukan sbg kekonyolan.


Berarti pemahaman mengenai kebenaran yg ada di agama anda sangat berbeda dengan kebenaran yg lazim , kebenaran kan sifatnya mutlak , tidak pandang bulu , tidak pandang itu nabi atau bukan.

Berarti jelas kebenaran di agama anda bisa digeser artikan sesuai keperluan nabi..
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby babenya muhammad » Mon Aug 20, 2007 6:34 pm

emang kenyataannya begitu ?
inget ketika kafir mendolimi muslim, MUSLIM DIBENARKAN MEMBUNUH KAFIR
tapi ketika kafir didzolimi muslim, kafir mesti diem aja kayak kambing congek, kalo ngelawan, maka darah kafir tersbut halal
itulah kebenaran standard islam.....
User avatar
babenya muhammad
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Aug 21, 2007 12:58 pm

Beltsazar wrote:Berarti pemahaman mengenai kebenaran yg ada di agama anda sangat berbeda dengan kebenaran yg lazim , kebenaran kan sifatnya mutlak , tidak pandang bulu , tidak pandang itu nabi atau bukan.

Berarti jelas kebenaran di agama anda bisa digeser artikan sesuai keperluan nabi..

Kebenaran apa sih ... apakah yg lazim itu Hakikat kebenaran ??...
lazimnya dimana2 pejabat berzina ..... itu kebenaran ??
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby pemulihan » Tue Aug 21, 2007 1:06 pm

Ketika seseorang menyandang gelar sebagai nabi berarti dia sudah menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan.
Setiap jam,menit bahkan detik hanya bagi kemuliaan Tuhan, dan tidak menyisakan sedikitpun bagi dirinya sendiri.

Untuk itulah diperlukan nabi. Dan pasti dia sosok yang memiliki nilai2 etika dan moralitas lebih dari manusia lain2nya. Nabi pasti jauh dari hal2 yang bersifat keduniawian.

Adakah itu terjawab melalui topik ini?
pemulihan
 
Posts: 375
Joined: Fri Aug 03, 2007 1:25 pm

Postby Beltsazar » Tue Aug 21, 2007 1:09 pm

MONTIR KEPALA wrote:Kebenaran apa sih ... apakah yg lazim itu Hakikat kebenaran ??...
lazimnya dimana2 pejabat berzina ..... itu kebenaran ??


Wah,bang momon nih kadang bisa ***** juga ya..

NILAI2 KEBENARAN UNTUK PEJABAT beda nggak dengan NILAI2 KEBENARAN UNTUK RAKYAT JELATA?
PEJABAT DIBENARKAN TIDAK KLO MENIKAHI ANAK UMUR 6 TAHUN?
RAKYAT JELATA DIBENARKAN TIDAK KLO MENIKAHI ANAK UMUR 6 TAHUN?

Standart moralnya sekarang bang , di jaman modern ini.
Kalo salah satu jawaban dari pertanyaan diatas adalah "iya" berarti nilai kebenaran sudah bergeser bang..ya gara2 itu tadi.."pengkhususan"
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby nongkon » Tue Aug 21, 2007 2:23 pm

murtad mama wrote:
elo kan yg gelo ngatakan bahwa aisha sdah akil baligh????

sekarang saya minta refrence baik ahadith, sirak, maupun tarikh ttg sesumbar cangkemu :lol: :lol:



elo mah bukan level gw, dalam sand mensanad, rawi merawi ahadith, gw emang jagonya disini :lol: :lol:


Ini buktinya, sila baca dengan minda terbuka, nggak dalam kotak minda yang sempit:

Dari Sahih Sunan At-Tirmidzi (Jilid 2; ms. 440).

Tidak boleh (sah) menikahkan anak gadisnya sehingga ia dewasa dan tidak ada ucapan khiyar di dalam nikah; iaitu ucapan Sofyan As Tsauri, Shafi'i dan lainnya. Ahmad dan Ishaq berkata:"Ketika anak gadis sudah berumur sembilan tahun, ia dinikahkan dan ia rela nikahnya sah dan tidak ada khiyar (boleh pilih) kalau ia sudah baligh, berdasarkan dengan hadisnya Aisyah: "Bahawasanya Nabi saw mengumpulinya sedang ia berumur sembilan tahun". Aisyah telah berkata: "Ketika anak perempuan sudah sembilan tahun, maka ia sudah baligh".

Dari hadis ini, terang-terang Aisyah sudah baligh ketika berumur sembilan tahun. Justeru, apa yang kamu para kafirun sibuk-sibuk mempersoalkan kewajaran perkahwinan Rasulullah dengan Aisyah????? Nggak ada niat selain daripada hendak mencemuh Nabi Muhammad.
User avatar
nongkon
 
Posts: 545
Joined: Sun Aug 05, 2007 3:40 pm
Location: Dunia akhir zaman

Postby pemulihan » Tue Aug 21, 2007 2:29 pm

hehehe nongkon...nongkonn.....
pemulihan
 
Posts: 375
Joined: Fri Aug 03, 2007 1:25 pm

Postby MONTIR KEPALA » Wed Aug 22, 2007 3:00 pm

pemulihan wrote:Ketika seseorang menyandang gelar sebagai nabi berarti dia sudah menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan.
Setiap jam,menit bahkan detik hanya bagi kemuliaan Tuhan, dan tidak menyisakan sedikitpun bagi dirinya sendiri.

Untuk itulah diperlukan nabi. Dan pasti dia sosok yang memiliki nilai2 etika dan moralitas lebih dari manusia lain2nya. Nabi pasti jauh dari hal2 yang bersifat keduniawian.

Adakah itu terjawab melalui topik ini?

nah ini die ketemua jawabannya ..... ORANG2 KRISTEN tdk pernah mampu menerima kenyataan bahwa NABI SBG SEORANG HERO ....
Nabi dlm benak mereka seperti RAHIB atau GURU.
sebuah Aib kalo nabi mengurusi hal2 duniawi seperti pemerintah, sosial perang dsb.

itulah kenapa Nabi yg dimaksud seperti Musa adalah Muhammad SAW. karena Musa adalah NABI SBG SEORANG PAHLAWAN BANGSAnya. membangun sistem sosial, restrukturisasi struktutur sosial. panglima perang melindungi dan menkomandoi pasukan.

YES Nabi yg seperti Musa adalah Muhammad Saw.
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MONTIR KEPALA » Wed Aug 22, 2007 3:07 pm

Beltsazar wrote:Wah,bang momon nih kadang bisa ***** juga ya..
NILAI2 KEBENARAN UNTUK PEJABAT beda nggak dengan NILAI2 KEBENARAN UNTUK RAKYAT JELATA?
PEJABAT DIBENARKAN TIDAK KLO MENIKAHI ANAK UMUR 6 TAHUN?
RAKYAT JELATA DIBENARKAN TIDAK KLO MENIKAHI ANAK UMUR 6 TAHUN?
Standart moralnya sekarang bang , di jaman modern ini.
Kalo salah satu jawaban dari pertanyaan diatas adalah "iya" berarti nilai kebenaran sudah bergeser bang..ya gara2 itu tadi.."pengkhususan"

he he ...bloon pisan ...!
lagi pula itu kan kawin gantung .... Aisya dinikah padaq usia 6 tahun dan sampai baligh dia tinggal bersama Ortunya gak disentuh suaminya (nAbi)
hingga ketika sudah saatnya dia mengerti arti pernikahan maka DIJEMPUT lah Aisya di rumah orang tuanya dan tinggal bersama Nabi Saw di rumah yg disediakan Nabi SAW di pinggir masjid Madinah
User avatar
MONTIR KEPALA
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Beltsazar » Wed Aug 22, 2007 3:17 pm

Ini bukti klo di islam sangat sulit mencari kebenaran yang mutlak.
terlalu banyak pembenaran..bergeser ke gantung..mutta..sirih..pengkhususan..etc etc

toh tetap nabi kamu mulai "mengoperasikan"nya pd umur 9 tahun.
anak-anak gitu :roll:
Pedophile sejati.
User avatar
Beltsazar
 
Posts: 548
Joined: Sun Aug 12, 2007 7:54 pm
Location: Kalvari

Postby bambang » Thu Aug 23, 2007 1:52 am

MONTIR KEPALA wrote:Kebenaran apa sih ... apakah yg lazim itu Hakikat kebenaran ??...
lazimnya dimana2 pejabat berzina ..... itu kebenaran ??

Begitulah kira2 hakikat kebenaran dalam islam mon..
Buktinya, membunuh manusia.
Apakah membunuh manusia adalah kebenaran???? tentu tidak.

Tetapi, karena muhammad menganggap lazim membunuh manusia kafir, maka membunuh menjadi kebenaran dalam ajaran islam....... bukan begono mon!? :roll:

permisi...oot dikit buat momon.
Back to topic.
bambang
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby pemulihan » Thu Aug 23, 2007 2:17 am

MONTIR KEPALA wrote:nah ini die ketemua jawabannya ..... ORANG2 KRISTEN tdk pernah mampu menerima kenyataan bahwa NABI SBG SEORANG HERO ....
Nabi dlm benak mereka seperti RAHIB atau GURU.
sebuah Aib kalo nabi mengurusi hal2 duniawi seperti pemerintah, sosial perang dsb.

itulah kenapa Nabi yg dimaksud seperti Musa adalah Muhammad SAW. karena Musa adalah NABI SBG SEORANG PAHLAWAN BANGSAnya. membangun sistem sosial, restrukturisasi struktutur sosial. panglima perang melindungi dan menkomandoi pasukan.

YES Nabi yg seperti Musa adalah Muhammad Saw.


hehehe jujur aja aku langsung ketawa melihat jawaban montir :lol:

Nabi pasti jauh dari hal-hal keduniawian.

apa hubungannya dengan musa dan heroik, ga nyambung lage :)
Keduniawian itu apa toh menurut anda?

Etika dan moralitas itu apa toh menurut anda?
hehe

Btw, bener juga ya kalo dibilang muhamad itu berusaha ingin menyamai musa hehe
pemulihan
 
Posts: 375
Joined: Fri Aug 03, 2007 1:25 pm

Postby caesary » Thu Aug 23, 2007 3:10 am

Ketika akal sehat para Islam dikonfrontasikan dengan kasus seorang kakek, Muhammad mengawini seorang bocah,Aisyah, ego mereka akan mendominasi nalar mereka.

Membela agama, nabi dan Aulloh bagi mereka adalah mutlak, sebab Islam berarti menyerahkan diri. Inilah salah satu ciri khas orang yg tak punya self confidense. Kevakuman jiwa mereka, memaksa mereka untuk mempertahankan identitas mereka berdasarkan apa kata orang.

Jika kita menanyakan dimana logika Quran yg melaporkan bahwa jarak antara Abraham sampai Muhammad hanya 29 keturunan, padahal sejarah mencatat bahwa Abraham lahir 2000 thn.BC sementara Mohammad lahir di abad ke 6 AC.

Jawaban khas mereka adalah: Pada zaman itu usia orang lebih dari ratusan tahun.

Sebaliknya kalau dipertanyakan, pertimbangan nurani mereka ttg usia Aisyah yg masih 9 thn sudah dikawini Muhammad, mereka akan menjawab pula, bahwa pada zaman itu perkawinan usia anak-anak adalah lumrah.

Bayangkan di satu pihak mereka mengkalim bahwa jarak antara satu generasi dengan generasi berikutnya mencapai ratusan tahun, dipihak lain, Aisyah-aisyah adalah lumrah melahirkan anak pertama mereka pada usia 10 thn.

Inilah keistimewaan nabi mereka. Kekurangannya sebagai orang buta hurufpun dianggap keistimewaan yg dpt dipakai sebagai bukti bahwa Quran adalah wahyu yg didiktekan Aulloh dan bukan hasil karangan si Nabi.
caesary
 
Posts: 10
Joined: Tue Aug 14, 2007 3:21 pm

Postby caesary » Thu Aug 23, 2007 3:21 am

Demikian juga kalau dikritik ttg legalisasi poligamy dan kawin sirih, maka argumen mereka adalah: Methode itu lebih baik daripada Zinah.

Konsep zinahpun di Islam adalah unique dan tersendiri, sesuai dengan teori sang nabi tentunya.
caesary
 
Posts: 10
Joined: Tue Aug 14, 2007 3:21 pm

PreviousNext

Return to Muhammad dan SEX



Who is online

Users browsing this forum: No registered users