.

Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby JANGAN GITU AH » Sat Oct 18, 2014 7:49 pm

Bagaimana Saya Menemukan Jesus: Perjalanan Seorang Atheist.
Image
Setahun yang lalu saya mengumumkan telah menerima Jesus, sementara pada saat yang sama saya mengatakan bahwa saya tidak percaya Alkitab merupakan firman Tuhan. Pernyataan saya ini mendorong beberapa teman, baik orang Kristen maupun Atheist bertanya-tanya pada saya.

Sangat jelas bagi mereka posisi saya mengalami pertentangan. “Bila anda tidak mempercayai Alkitab, bagaimana mungkin anda mengenal Jesus,” tanya teman Kristen saya. Teman Atheist saya bertanya bagaimana saya bisa percaya pada Jesus sementara buku yang membicarakan mengenai-Nya adalah buku fable dan mitos itu. Pertanyaan yang serupa. Jadi saya akan memberikan jawaban yang sama bagi mereka.

Saya mengerti bahwa sudut pandang saya tidak akan diterima oleh siapapun. Atheist mencibir karena saya sekarang percaya Tuhan dan orang Kristen tidak menerima versi iman saya terhadap Jesus, karena iman saya tidak didasari Alkitab. Banyak teman-teman Hindu yang sangat marah dan menolak saya sebagai teman mereka di Twitter dan saya tidak perduli dengan sikap muslim.

Mengapa hanya seorang insan manusia mesti menerima posisi yang menyebabkan kemarahan setiap orang? Adakah saya seorang masochist? Mengapa saya terasingkan dari seluruh dunia dan tidak seorang pun menyukai? Tidak, saya tidak perduli apakah saya seorang insan. Saya kira sudut pandang saya hanyalah sudut pandang seorang manusia. Baiklah, anda telah mendengar sebelumnya.

Sekarang saya bicara serius, yang benar adalah saya tidak pernah perduli apa yang dipikirkan orang lain tentang saya. Semua hal harus membuat saya lebih damai di dalam keyakinan saya. Saya selalu berkata, jadilah nabi bagi dirimu sendiri. Saya tidak maksudkan yang sesungguhnya, tetapi tampaknya itulah yang terjadi. Agama versi saya adalah keseluruhan diri saya sendiri. Mungkin tidak terlihat unik. Bila hal itu benar, banyak diantara yang lain mungkin akan tiba pada kesimpulan yang sama. Kebenaran tidaklah ekslusif. Barangkali mereka tidak berbicara tentang hal ini karena mereka tidak ingin mencibir setiap orang. Saya orang yang tidak perduli. Bila sudut pandang saya benar, mereka bahkan akan menentang semua sudut pandang yang lain. Bila saya salah, seperti yang sering saya alami, saya melihat sebagai batu pijakan dalam melangkah ke arah pemahaman yang lebih tinggi.

Saya mengakui bahwa saya selalu berfikir tentang Jesus. Meskipun saya memandangnya sebagai seorang dengan gambaran mitos. Kadangkala orang bertanya pada saya, bila saya memiliki penghargaan yang tinggi pada Jesus, mengapa saya tidak menerimanya. Saya akan menjawab mereka dengan sedikit bercanda, Dapatkah saya menjadi orang Kristen Atheist? Tuhan bagi saya ibarat dongeng anak kecil.

Saya tidak percaya Tuhan karena saya tidak dapat diyakinkan tentang bukti kehadirannya. Faktanya tidak ada. Paham materialism sama sekali tidak meyakini apapun dan kedengarannya lebih rasional. Dengan mengingat ketiadaan bukti dari dunia spiritual memperkuat keyakinan bahwa dunia ini seluruhnya ada meskipun kita mati, hanya itu. Tidak hanya menguatkan keyakinan, saya juga bahagia dengan kenyataan itu. Hidup hanya sementara! Manusia terlalu banyak.
Pandangan saya berubah sekitar setahun lalu dan separuhnya hilang ketika saya terperangah pada kesaksian orang yang telah mati dan hidup kembali. Banyak dari mereka hidup kembali oleh dokter dan sedikit yang bangkit sendiri, kadangkala setelah menghabiskan beberapa hari di kamar mayat karena telah mati. Saya menyaksikan salah satu, dan kemudia dua orang dan lebih banyak lagi dan saya kemudian merasa terpukul.

Orang-orang ini bangkit dengan cerita yang agak aneh. Mereka mengklaim mereka tidak pernah kehilangan keyakinan dan mereka sepenuhnya bangkit dalam keadaan sadar ketika mereka mati tanpa denyut jantung dan tanpa aktivitas otak. Mereka melihat dokter mengoperasi mereka, tubuh mereka hidup waktu di meja operasi, dan kadang kadang pergi menerobos tembok dan melihat saudara-saudara mereka di ruang tunggu atau di dalam Chapel dan mendengar percakapan mereka. Bukan hanya mereka tidak kehilangan kesadaran tetapi mereka mengalami peningkatan persepsi sensorik yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Mereka melihat tubuh mereka dengan sudut pandang dari luar tubuh mereka seakan memandang ke bawah pada orang lain dengan melayang di depan mereka. Meski pengalaman tersebut bervariasi, banyak dari mereka berjalan melalui sebuah terowongan, di ujung terowongan mereka menemukan sesuatu yang bercahaya, kadangkala dalam ukuran manusia. Mereka menjelaskan bahwa cahaya tersebut seperti bersuara lelaki, meskipun percakapan tidak dilakukan dalam bentuk komunikasi verbal. Sepertinya dilakukan dengan telepati. Ia terdengar sangat berkuasa dan penuh dengan cinta.

Cahaya tersebut memeluk mereka. Ia kadangkala merangkul mereka, dan bahkan beberapa dari mereka duduk dipangkuan-Nya seperti seorang bayi. Ia mengatakan pada mereka bahwa mereka aman dan mereka merasa kebahagian yang sempurna dalam tingkat kepekaan yang belum pernah mereka alami. Mereka begitu merasakan kasih luar biasa yang ketika mengalaminya dalam kehidupan fisik mereka tidak akan mampu merasakannya. Jelas ini tidak mungkin Allah yang menurut Muhammad bersembunyi dibalik layar. Saya bertanya-tanya mengapa Allah tidak menunjukkan wajahnya? Mungkin karena manusia akan melihat bahwa dia seorang penipu?

Saya menonton ratusan video seperti ini. Saya harus melihat mereka. Ada kesaksian dari orang dari berbagai latar belakang. Ada orang Kristen. Yang lainnya Hindu, Buddhist, Yahudi, atheist dan bahkan Muslim. Ada yang sudah berumur dan beberapa masih muda-muda. Banyak dari mereka ini yang melihat Jesus. Muslim tidak melihat Muhammad. Hindu tidak melihat dewa Hindu. Yang muncul adalah Jesus dengan sorot yang besar di sana. Bila anda percaya lelaki ini anda pasti mengatakan dia sungguh memiliki sebuah kerajaan di sana.

Sekarang, sebagai seorang rasionalis, Sesuatu mesti menimbulkan sensasi atau mereka itu omong kosong. Seluruh pemikiran ini kedengarannya aneh. Bagaimana saya bisa percaya pada roh dan malaikat? Malaikat? Itu konyol. Tetapi dari beberapa kisah yang diceritakan ini oleh orang atheist yang seperti saya, akan mentertawakan ide tentang mitos penciptaan
Baiklah, mungkin pengalaman ini hanya “sorakan terakhir dari otak yang mati”, seperti yang telah dilakukan oleh pseudo skeptis. Akan tetapi tidak berarti apa-apa! Mengapa otak yang mati perlunya melakukan sorakan terakhir? Jelaskanlah dari sudut pandang Darwinisme.

Ada bukti menarik dan tak terbantahkan bahwa pengalaman seperti ini bukan akibat dari kematian otak. Ini terjadi ketika otak berada dalam gari mendatar. Itu berarti berhentinya fungsi otak. Ketika neuron tidak dipicu, tidak ada gambaran yang terjadi, tidak ada pemikiran yang muncul. Pseudo skeptis memberi argument bahwa sel otak masih hidup. Tetapi mereka harus berkomunikasi untuk membangkitkan pikiran, bila sebenarnya pikiran merupakan fungsi dari otak.

Argumen yang kuat dalam mendukung kebebasan kesadaran dari otak, tetapi ada yang masih lebih kuat, sebenarnya tak terbantahkan! Banyak dari “orang mati” ini secara akurat melaporkan banyak hal yang terjadi disekitar mereka ketika mereka mengalami kematian. Telinga dan mata mereka telah tertutup, jantung mereka berhenti dan otak mereka berada dalam garis datar. Namun mereka masih dapat melihat semua dari atas dengan sangat jelas, dan laporan mereka akurat setelah mereka kembali hidup. Seorang wanita yang lahir buta berkata bahwa dia bisa melihat untuk pertama kali, termasuk tubuhnya sendiri. Dia belum pernah melihat apapun ketika sebelumnya masih hidup.

Tidak ada penjelasan lain untuk gejala seperti ini selain dari pada kesadaran merupakan bagian yang bebas dari tubuh dan diluar kehidupan itu.

Kadang-kadang pengamatan dunia lain yang disaksikan oleh pengasuh dan keluarga dari orang yang sekarat. Raymond Moody telah mengumpulkan beberapa cerita tersebut, dalam buku bersama Death Experiences terbarunya.

Setelah menonton lusinan kisah yang telah terverifikasi ini saya tidak memiliki pilihan lain kecuali mempercayai terus hidupnya kesadaran setelah kematian. Tampaknya kematian hanyalah transisi dari satu dimensi ke dalam dimensi lain. Kita tidak mati. Kesadaran tetap hidup. Ini tetap benar juga bagi hewan, tanaman dan serangga. Apapun yang hidup memiliki kesadaran dan kesadaran tidak dapat rusak. Ini yang menjadi perhatian orang dalam fisika kuantum kenal sebagai informasi yang tidak dapat dirusak. Kesadaran adalah informasi.

Para ahli sekarang mulai meyakini bahwa alam semesta hanyalah sebuah hologram dan realitas berada dimana-mana. Ini mengkonfirmasi pengalaman menjelang kematian yang dikatakan orang tanaman dan hewan berada di surge dan apapun merupakan keyakinan. Semua bergetar oleh cinta. Cinta adalah penggerak alam semesta. Ini adalah gaya dibelakang segala sesuatu.

Sains hari ini tidak dapat mendeteksi kesadaran. Tetapi kebebasan dari kesadaran sekarang dapat diamati dan dikonfirmasi. Bila anda menonton banyak dari kesaksian orang yang mati dan kembali hidup, tidak akan mungkin menyangkalinya lagi.

Aturan pengamatan! Pengamatan berada di atas sains. Dia diatas logika. Sains telah terbukti keliru dan berterimakasihlah pada pengamatan. Kenyataannya sains terlibat. Ketika pengamatan dan sains bertabrakan, yang terakhir harus menyerah agar tetap relevan. Pengamatan mendapatkan kata terakhir. Bukti adalah apa yang ingin dilihat orang. Banyak yang menolak untuk melihat karena mereka sudah membuat pikiran mereka sepenuhnya mengabaikan. Dan orang dapat menipu diri sendiri dengan logika yang salah.

Kesadaran adalah nama lain dari roh. Jelas kita adalah makluk roh yang memiliki pengalaman fisik.
Pengetahuan ini menggeser paradigma berfikir kita. Saya tidak lagi melihat diri sendiri sebagai makhluk mortal. Kita semua makluk roh, berhubungan satu sama lain dan dengan alam semesta. Sebagai roh saya kekal. Saya bukan ciptaan Tuhan. Saya adalah bagian dari Tuhan, dalam cara yang sama sebuah molekul adalah bagian dari lautan dan seperti lautan dari mana ia memancar, ia kekal. Analogi yang lebih baik ialah dengan mengatakan saya adalah salinan dari Tuhan. Dia membuat kita berada dalam gambaran-Nya. Ini tidak unik pada manusia saja. Semua yang hidup diciptakan menurut gambar Tuhan.
Kita semuanya satu. Pemisahan diantara kita adalah hanyalah ilusi sifatnya. Kita semua berasal dari sumber yang sama dan dibuat dari hakekat yang sama. Kita merupakan bagian dari tuhan.

Saya katakan banyak dari pengalaman kematian ini melihat Jesus di surge, tetapi hal itu bukan sebuah alasan saya percaya pada-Nya. Tiba-tiba kata-kata Jesus mulai mendapatkan pengertian didalam diri saya. Tiba-tiba saya melihat kedalaman pengetahuan dan kebesaran pemahaman-Nya.

Saya lebih tua dari Jesus. Saya pun lebih banyak belajar dibandingkan diri-Nya. Saya memiliki gelar doktor dan telah membaca ratusan buku. Saya telah berpergian dan mengenal banyak budaya dan kredo. Saya hidup di jaman internet. Saya memiliki banyak informasi diujung kuku saya. Jesus tidak memiliki apapun dari apa yang saya punya. Saya meragukan Ia telah membaca sebuah buku pun selama masa hidupnya. Buku belum dicetak pada waktu itu. Bagaimana Dia memiliki akses yang begitu banyak dalam pandangan spiritualnya bila ia tidak memiliki hubungan dengan sebuah Sumber?

Dibutuhkan keahlian untuk mengenali nilai dari sesuatu. Saya membaca kata-kata Jesus berkali-kali dan begitu terdengar indah. Ini membawa saya bertahun-tahun mempelajari dan mencari pemahaman mereka yang tidak indah. Mereka menghalangi menuju pengenalan ketuhanan. Jesus tidak dapat mengatakan pada mereka bila dia tidak memiliki akses pada pengetahuan ketuhanan. Dan kecuali bila anda memiliki bagian dari ketuhanan di dalam dirimu, anda tidak dapat mengamatinya sebagaimana pengalaman saya bertahun-tahun lamanya.

Kita semua memiliki bagian ketuhanan dalam diri kita. Bagi sebagian tetap aktif dalam hidupnya. Mereka makan dan buang hajat, mereka bersenggama dan mencipta, mereka menginjak kepala orang lain untuk maju dan kemudian mereka mati dan tiba-tiba menjadi sadar, mereka tidak mengaktifkan ketuhanan di dalamnya, semua berupaya untuk tidak ada artinya. Bahwa mereka benar-benar kacau dan kehilangan kesempatan. Alangkah sia sianya hidup mereka!

Suatu hari, setelah menonton kesaksian seorang Muslim yang telah mati dan melihat Jesus, yang tidak hanya menyembuhkan tubuh fisiknya tetapi juga memberikannya kuasa menyembuhkan yang lain, saya berlutut dan berdoa pada Tuhan untuk menerima saya sebagai miliknya. Saya memohon pada-Nya menuntun langkah saya, menerangi jalan dan menjadi gembala saya.

Tolong jangan salah pahami saya. Tuhan tidak memiliki agama dan Dia tidak perduli apa yang kita yakini. Dia perduli tentang seberapa banyak cinta kasih yang kita miliki. Alasan-alasan Islam tidak akan membuatmu mengenal Tuhan karena tidak ada kasih di dalam kepercayaan ini. Mengikuti Muhammad artinya membuatmu menjauh dari Tuhan. Muhammad hanya mengajarkan kebencian di dalam hatimu. Jesus berkata Ia adalah Jalan dan tidak seorang pun akan sampai kepada Tuhan kecuali melalui Dia. Dia telah berbicara tentang cinta kasih. Jalan Tuhan adalah Kasih. Anda tidak akan diselamatkan meskipun anda mengklaim sebagai pengikut Jesus sementara anda membenci orang lain.

Anda boleh memiliki agama atau tanpa agama dan bila anda memiliki kasih, Tuhan akan mengasihi anda. Saya tahu banyak orang Hindu yang termakan kebencian pada orang Kristen dan bahkan orang Yahudi. Saya sangat menghargai orang Hindu dan melakukan meditasi. Kebijaksanaan Hindu telah menciptakan beberapa teknik yang memungkinkan mereka berjalan diluar tubuh mereka, yang memungkin mereka mengamati hal-hal dari perspektif berbeda. Tetapi jalan menuju Tuhan adalah Kasih. Itu satu satunya jalan.

Anda mungkin bertanya mengapa saya tidak menerima Alkitab. Pertanyaan saya adalah apakah ada keharusan seperti itu? Terlepas dari kenyataan bahwa dimana mana di dalam Alkitab mengatakan firman Tuhan, dan tiap buku memiliki nama sesuai penulisnya, Alkitab adalah buku mitos dan lengenda tempo dulu. Secara sains salah. Kita tidak berasal dari sepasang manusia yang disebut Adam dan Hawa. Tubuh fisik kita adalah hasil evolusi jutaan tahun.

Tuhan yang saya tolak adalah Tuhan dari Alkitab. Saya masih menolak tuhan tersebut. Saya menerima Tuhan yang hidup. Dia adalah Tuhan yang memiliki sejumlah alasan alasan, bukan kisah buat anak kecil. Semua argument atheist yang dibuat menentang Tuhan adalah didasarkan pada kepalsuan yang mereka temukan di dalam Alkitab. Mereka menang karena mereka yang mengklaim percaya pada Jesus berpegang erat pada buku buat anak kecil ini dan berpegang pada absurditas dan tidak hendak menjauhinya.

Saya tidak bilang seluruh Alkitab palsu. Pikirkanlah sebuah tambang emas. Ada emas di dalamnya, tetapi lebih banyak lagi di dalamnya kotoran. Banyak orang berpegang pada kotoran dan tidak melihat emas. Mereka secara spiritual buta. Orang-orang ini begitu terobsesi dengan hukum-hukum yang mengabaikan seluruh pesan Jesus yang merupakan Kasih. Mereka berfikir mereka telah menemukan kebenaran dan menentang orang lain yang tidak setuju dengan pendapat mereka.

Pesan Jesus dapat dipadatkan dalam perumpamaan yang ia buat dalam Matius 25. Ini bukan hanya perumpamaan yang bagus. Ini menunjukkan bagaimana Jesus mengetahui hakekat ketuhanan kita. Ia mengetahui satu satunya jalan untuk mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi ciptaannya. Tuhan berada dalam semua makhluk. Ketika kita mengasihi seseorang atau mungkin hewan, anda mengasihi Tuhan. Bila anda berfikir mengasihi Tuhan sementara hatimu berisi kebencian pada ciptaannya, anda hanya mencintai fantasimu. Tuhan berada di sini, di antara kita. Ia berada di dalam diri pasanganmu, di dalam diri tetanggamu. Ia berada di dalam semua kehidupan. Jika anda menipu seseorang, anda menipu Tuhan, bila anda memberi makan seseorang anda memberi makan Tuhan dan ketika anda tidak perduli pada hewan, anda tidak perduli pada Tuhan. Alam semesta adalah cerminan dari Ketuhanan. Anda hanya dapat mengasihi Tuhan dengan mengasihi semua yang telah diciptakan, yang merefleksikan kesadarannya.

Lebih dari 20 tahun lalu saya membaca sebuah buku yang mengandung kisah yang dituliskan pada tablet yang tak membumi di tahun 1950 yang telah terkubur selama 4000 tahun. Banyak kisah yang sama yang akan anda temukan di dalam Alkitab. Jelas Alkitab adalah kumpulan kisah orang Sumeria, Kanaan, Moab, Filistin dan Mesopotamia tempo dulu.
Bila kisah itu tidak berada di dalam Alkitab, saya mungkin akan menerima Jesus lebih cepat lagi. Saya tidak memiliki kepentingan untuk buku fable, absurditas dan mungkin kecabulan. Saya memiliki keselamatan bagi orang yang terbunuh dan cukup beruntung bertemu Jesus secara pribadi. Ya, Jesus hidup dan ia memerintah sebuah kerajaan.

Saya percaya kesaksian dari ribuan orang yang bertemu Jesus dan Tuhan di dalam pribadi, yang hidup dan memiliki wajah yang dapat saya lihat di You Tube. Bila anda seorang Kristen karena Alkitab, anda perlu melihat kesaksian dari beberapa orang Kristen yang mendengar tentang Jesus bertahun tahun kemudian dan tidak menemuinya secara pribadi. Saya bisa memberi bukti orang-orang ini berbicara sangat tulus. Pengalaman mereka mengubahkan mereka. Banyak dari mereka mengubah karir mereka, menjadi lebih peduli pada nilai kemanusiaan dan tidak materialistic. Saya tidak meragukan kejujuran orang-orang yang menuliskan Injil. Saya tetap ragu meskipun sumber mereka otentik. Sebab kelihatannya ada banyak kisah jaman purba, sebelum kedatangan Jesus yang disisipkan kedalam Injil.

Kesaksian ini akan menyerang pandangan Kristen, karena saya katakan kitab suci mereka umumnya adalah legenda dari jaman purba, sebelum jaman Alkitab. Ini juga akan menyerang agama lain karena saya mendeklarasikan Jesus sebagai putra Tuhan, dan menyerang atheist karena mereka akan mengalami sakit mendengarnya. Hanya itu. Saya telah menemukan Tuhan. Dia sudah cukup buat saya. Dia mencintai saya dan saya mencintai nya dan saya tidak dapat menunggu untuk melakukan apapun di dalam dunia ini dan kemudian terbang menuju Tuhan untuk bertemu kembali dengannya. Saya merindukan pelukan-Nya.

Saya menemukan kesaksian ini bersama pengalaman menjelang kematian dari orang yang saya pikir perlu yang bersangkutan untuk ditampilkan. Perhatikan bahwa orang ini adalah sehat. Jadi cerita penjelasan pseudo-skeptis bahwa otak yang mengalami kekurangan oksigen mulai berhalusinasi tidak dapat digunakan di sini.

Mirror: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby Kibou » Mon Oct 20, 2014 10:58 am

Wow, terima kasih atas terjemahan Bro JGA.

Ali Sina, terlepas dirinya benar atau salah mengenai sumber Alkitab, yang lebih penting beliau berhasil mengambil intisari ajaran Yesus yaitu kasih. Semoga Ali Sina semakin semangat dalam karya melayani sesama. Amin.
User avatar
Kibou
 
Posts: 1359
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby kuisa » Tue Oct 21, 2014 12:17 pm

Saya menemukan kesaksian ini bersama pengalaman menjelang kematian dari orang yang saya pikir perlu yang bersangkutan untuk ditampilkan. Perhatikan bahwa orang ini adalah sehat. Jadi cerita penjelasan pseudo-skeptis bahwa otak yang mengalami kekurangan oksigen mulai berhalusinasi tidak dapat digunakan di sini.

Bang ali ini tetap hanya akan jadi tertawaan ateis karena pengalaman near-death tidak hanya dialami 1orang, tapi banyak orang dengan cerita berbeda2. Menyandarkan kebenaran hanya dengan kata "Perhatikan bahwa orang ini adalah sehat" sangat menggelikan!

http://www.youtube.com/watch?v=G24AiM_oYi4

kuisa
 
Posts: 706
Joined: Mon May 05, 2014 12:33 pm

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby tulipputut » Wed Nov 26, 2014 11:08 pm

JANGAN GITU AH wrote:Pesan Jesus dapat dipadatkan dalam perumpamaan yang ia buat dalam Matius 25. Ini bukan hanya perumpamaan yang bagus. Ini menunjukkan bagaimana Jesus mengetahui hakekat ketuhanan kita. Ia mengetahui satu satunya jalan untuk mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi ciptaannya. Tuhan berada dalam semua makhluk. Ketika kita mengasihi seseorang atau mungkin hewan, anda mengasihi Tuhan. Bila anda berfikir mengasihi Tuhan sementara hatimu berisi kebencian pada ciptaannya, anda hanya mencintai fantasimu. Tuhan berada di sini, di antara kita. Ia berada di dalam diri pasanganmu, di dalam diri tetanggamu. Ia berada di dalam semua kehidupan. Jika anda menipu seseorang, anda menipu Tuhan, bila anda memberi makan seseorang anda memberi makan Tuhan dan ketika anda tidak perduli pada hewan, anda tidak perduli pada Tuhan. Alam semesta adalah cerminan dari Ketuhanan. Anda hanya dapat mengasihi Tuhan dengan mengasihi semua yang telah diciptakan, yang merefleksikan kesadarannya.

Bagi kita yg belum bisa "menjangkau" yg ini..
JANGAN GITU AH wrote:Saya bukan ciptaan Tuhan. Saya adalah bagian dari Tuhan,

Cukuplah kita berpikiran bahwa semua yg ada di sekeliling kita ada unsur Tuhan didalamnya,
lebih sederhana lagi...semua yg ada adalah milik Tuhan.
Dengan pemikiran seperti ini sy akan menahan diri pd semua mahkluk untuktidak menyakiti, membunuh, menderitakan, membenci dst..dsb...
karena rasa hormat, cinta, menghargai dsb..dsb pd Tuhan pemilik semua yg ada.


:heart: tulip
Mirror 1: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
tulipputut
 
Posts: 1037
Joined: Mon Dec 06, 2010 10:26 pm

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby Grozz1 » Sat Dec 13, 2014 7:36 am

Luarbiasa terjemahannya, pagi ini sungguh nikmat membaca artikel pertobatan. Alisina mmg ada kendala dgn tafsiran alkitab. Tetapi dia pengikut Kristus dan mengimani Kehidupan Kristus.

GBU all @atas.
Grozz1
 
Posts: 6
Joined: Fri Nov 28, 2014 10:18 am
Location: Sesetan, Bali (my village)

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby Mahasiswa98 » Sat Dec 13, 2014 7:16 pm

Kalau dibaca memang aneh. sejak awal mencari kebenaran Ali sina bahkan sudah lama tidak mengkui Yesus tapi kemudian mengakui. walapun tetap Alkitab dianggap sebagai dongeng saja. tapi biarlah Ali sina Sang pencari kebenaran menemukan KEBENARAN SEJATI melalui jalannya sendiri. unik memang melihat Ali sina yang kadang kadang seperti anak kecil padahal seorang Doktor. :lol:
Mungkin juga kalau saya harus mencari kebenaran akan sama seperti Ali sina, dengan metode meragukan segala hal, sampai mendapatkan yag benar dan menjaganya bagaikan Mutiara yang terindah se alam raya. pengalaman mandapatkan kebenaran pasti sangat luar biasa.
Ali sina pasti mengerti bahwa dengan mencari sampai dapat adalah ya utama bukan hanya doktrin basi dan tidak ada maknanya apalagi sampai harus membunuh logika. itu Haram bagi Ali Sina.
perlu dicontoh cara Dia mencari kebenaran. 1. Meragukan segala hal 2. Mencari sampai mendatkan 3. Menjaga Kebenaran sejati setelah menemukan. 4. Membuka hati dan pikiran jernih seperti seorang anak kecil yang mengginkan apapun juga. 5. Membagikan pengalaman menemukan KEBENARAN SEJATI pada yga membutuhkan sampai Ali Sina purna tugas di dunia.
Good luck Ali Sina Jesus Bless You
:supz:
Mirror 1: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
Mahasiswa98
 
Posts: 1480
Images: 0
Joined: Wed Mar 28, 2012 6:50 pm
Location: Dalam TerangNya

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby wong_biasa » Tue Aug 18, 2015 4:49 pm

wow, amazing, kesaksian alisina ruar biasa, saya walaupun dengan pengetahuan yang terbatas sangat senang dengan kesimpulan beliau.
Jesus Bless Alisina.
wong_biasa
 
Posts: 407
Joined: Fri Aug 24, 2007 7:35 pm

Re: Ali Sina: Bagaimana Saya Menemukan Jesus

Postby daniel-ntl » Fri Jan 22, 2016 7:38 am

daniel-ntl
 
Posts: 1676
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm


Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users