Page 1 of 1

Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Tue Jul 09, 2013 4:29 am
by Adadeh
Kewarasan Muhammad Ditinjau dari Psikologi Modern

Image

Wahai pemirsa yang terhormat, selamat datang lagi ke acara Pertanyaan yang Berani. Episode kali ini adalah bagian pertama dari tema: Kewarasan Muhammad: Ditinjau dari Psikologi Modern. Aku melakukan studi ini selama dua tahun untuk mengumpulkan materi saintifik, begitu pula membaca, membandingkan, menyelidiki, dan mewawancarai para ahli dan juga mengajukan referensi ilmiah. Aku tampilkan penyelidikan ini bukan untuk menghina atau mengejek; tapi untuk menunjukkan segala bukti, sehingga para pemirsa akhirnya bisa menilai sendiri, untuk menerima atau menolak keterangan ini. Tujuannya adalah untuk menjawab pertanyaan ini: Apakah Muhammad itu jujur dengan apa yang dikatakannya? Atau, apakah dia itu sakit jiwa? Atau dia itu hanya sekedar berbohong tentang apa yang dinyatakannya?

Pertanyaan² yang muncul dalam benakku sewaktu mempersiapkan riset ini adalah sebagai berikut: Apakah bisa menelaah kondisi jiwa Muhammad? Apakah referensi yang ada cukup untuk menelaah kondisi jiwanya? Apakah referensi itu cukup menunjukkan berbagai gejala bagi ahli jiwa dan syaraf untuk menunjukkan pada kita diagnosa yang tepat bagi kasus ini? Apakah gejala² yang disebut umatnya benar² dilihat dan disaksikan mereka? Aku memilih penyelidikan ini karena tak banyak yang membahas masalah ini. Inilah untuk pertama kalinya, kondisi jiwa Muhammad ditayangkan di siaran tv.

(menit 02:17)
Sumber Pertama: Qur’an
Sumber pertama yang kita pakai tentunya adalah Qur’an. Apakah di Qur’an disebut penyakit yang diderita Muhammad? Apakah para musuhnya pernah menuduhnya menderita suatu penyakit? Ayat² Qur’an mana yang menyebut hal ini?

Aku menyelidiki kata “majnun” (gila) dan menemukan bahwa kata ini disebut sebelas kali dalam Qur’an. Tujuh dari sebelas kali itu, berhubungan dengan Muhammad secara langsung. Dua ayat lainnya menambahkan “Sahabatmu tidaklah gila (jinna) tapi dia adalah pemberi peringatan.”
Q 7:184
Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

Q 34:46
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. …

Jinna itu adalah makhluk Jinn. Ada tiga ayat lain yang menyangkal Muhammad dirasuki Jinn, yakni Sura 23 dan 34. Secara total, dalam Qur’an terdapat enam belas kali usaha penyangkalan bahwa Muhammad itu gila. Ini merupakan jumlah besar bagi tuduhan yang sepele. Apakah Muhammad itu benar² gila? Atau, itu hanya sekedar tuduhan tanpa bukti? Apakah Muhammad menderita suatu penyakit yang tidak dikenal masyarakatnya di jaman itu, sehingga mereka menuduhnya gila? Untuk menjawab ini, kita perlu baca tafsirnya.

Q 68: 1-2
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila
.


(04:15)
Sumber Kedua: Tafsir
Mari lihat tafsir Q 7:184 (Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.)
Al-Razi menulis: “bahwa Muhammad SAW, mengalami kondisi aneh ketika wahyu diturunkan. Wajahnya jadi pucat, dan tampak seperti pingsan. Karena itu orang² yang tak mengerti seringkali mengatakan dia gila.” Ini berarti Muhammad mengalami keadaan yang tak ajar, yang disebut para sahabatnya sebagai keadaan saat menerima wahyu, tapi musuh²nya menyebutnya sebagai sakit jiwa.

Di Q 15:6 (Mereka berkata: `Hai orang yang diturunkan Al quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.), Al-Razi menulis: “Dia (Muhammad SAW) mengalami keadaan aneh saat wahyu turun; keadaan ini serupa dengan pingsan, dan orang² mengiranya sebagai keadaan sakit jiwa.” Dengan demikian, tuduhan para musuh Muhammad bukanlah tanpa alasan. Mereka melihat sendiri gejala²nya pada Muhammad yang hanya dialami orang gila. Bagaimana tanggapan Muhammad atas tuduhan ini?

Tanggapan pertama ada pada Qur’an yang mencoba menjelaskan bahwa tuduhan ini bukanlah hal yang baru, karena juga sering dituduhkan terhadap rasul² lain sebelum Muhammad. Contohnya di Q 15:11 yang menyatakan: Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Juga di Q 51:52 yang berbunyi: Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan:` Ia itu adalah seorang tukang sihir atau orang gila `.

Tanggapan kedua adalah: Menyangkal Muhammad gila. Qur’an menyatakan di Q 52:29
Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.
Juga Q 68:2 menyangkal Muhammad gila sebagai berikut: berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan Q 81:22 juga menyangkal tuduhan gila: “dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.”

Tanggapan ketiga
: Mengancam dengan siksaan, seperti di
Q 37:36-39
dan mereka berkata:` Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? `
Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,


Ancaman serupa juga terdapat di Q 44:13-16 yang menyatakan:
Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan,
kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: `Dia adalah seorang yangmenerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila.
Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.


Dengan begitu al-Qur’an tidak menjawab tuduhan² gila dan hanya mengajukan penyangkalan saja. Penyangkalan bukanlah bukti atau keterangan. Ini sama seperti kau mengatakan pada orang lain: “Kau gila,” dan dia menjawab balik: “Aku tidak gila!” Qur’an tidak menerangkan dan hanya mengajukan ancaman² siksa neraka. Ini juga bukan keterangan yang jelas. Malah ancaman ini menunjukkan bahwa tuduhan itu tepat sehingga membuat Muhammad marah dan karena itu dia mengeluarkan ancaman.

Usaha Muhammad yang mengatakan rasul² lain juga dituduh gila, ternyata tidak terbukti benar karena tiada rasul² atau nabi² lain yang mengalami gejala sama seperti yang dialami Muhammad, seperti mengorok, pingsan, dll. Dengan begitu, Qur’an tidak memberikan penjelasan yang lengkap terhadap tuduhan gila itu, dan malah membenarkan bahwa Muhammad memang menderita suatu penyakit.

Apakah sebenarnya penyakit ‘gila’ yang diderita Muhammad ini? Apakah kita bisa menyelidikinya melalui ilmu kesehatan modern? Aku menyelidiki berbagai ahli yang telah menulis tentang penyakit dan kesehatan Muhammad. Aku menemukan bahwa di jaman dulu, para sejarawan membahas kemungkinan bahwa Muhammad menderita epilepsi. Hal ini tertulis di Chronicles of Theophanes di abad ke-8 M dan awal abad ke-9 M. Juga tiga buku baru lain yang membahas hal ini. Buku pertama adalah Sword and Seizure: Muhammad’s Epilepsy & Creation of Islam (Pedang dan Kejang²: Epilepsi Muhammad dan Penciptaan Islam) yang ditulis oleh ahli jiwa dan syaraf dari Iran bernama Abbas Sadeghian, Ph.D.
Image
Sword & Seizure: Muhammad's Epilepsy & Creation of Islam oleh Abbas Sadeghian, Ph.D.

Buku kedua berjudul Understanding Muhammad – Psychobiography yang juga ditulis oleh ilmuwan Iran bernama Ali Sina. Di buku ini, Ali Sina juga membahas tentang epilepsi yang diderita Muhammad.
Image
Understanding Muhammad – Psychobiography oleh Ali Sina, Ph.D.


Buku ketiga berjudul Life Alert: The Medical Case of Muhammad (Waspada: Kasus Kejiwaan Muhammad) ditulis oleh orang Turki bernama Dr. Dede Korkut.
Image
Life Alert: The Medical Case of Muhammad oleh Dr. Dede Korkut

Anehnya, semua buku ini setuju bahwa Muhammad memang menderita epilepsi. Apakah benar begitu? Apakah orang jaman dulu menganggap epilepsi sebagai ketidakwarasan karena mereka tidak mengetahui penjabaran yang tepat atas penyakit syaraf ini? Apakah gejala² yang dialami Muhammad itu sama dengan gejala² epilepsi?

Penyakit epilepsi sering terjadi di jaman dulu. Orang² jaman itu seringkali menghubungkan epilepsi dengan Tuhan atau Setan. Orang² Quraysh, contohnya, mencoba menghubungkan hal ini dengan penyakit gila dan setan, tapi pengikut Muhammad menghubungkannya dengan Allah dan wahyu. Kita membaca bahwa Ibn al-Qayyim menulis: “Dokter² di jama kuno seringkali menyebut hal ini sebagai epilepsi: penyakit illahi. Mereka juga mengatakan penyakit ini berasal dari arwah².” (sumber: Zad al-Mi’ad fi Hadi khar al-‘Ibad 4:60).

Penulis lain menyebut epilepsi dikenal sebagai ‘Penyakit Tukang Ramal’ yang berarti penyakit itu berhubungan dengan tenung atau ramal. Dengan begitu, orang jaman dulu memang sering menghubungkan epilepsi dengan roh/arwah, baik roh jahat dalam bentuk Setan atau Jinn, atau roh baik yang diwakili oleh Allah. Karenanya, tidak aneh bahwa wahyu Qur’an berhubungan dengan epilepsi, atau yang disebut orang Arab sebagai penyakit gila. Mari lihat masa kecil Muhammad yang ada hubungannya dengan penyakit epilepsi.

(menit 12:25)
Sumber ketiga: Sira (riwayat hidup Muhammad) dan Hadis
Kejadian di Masa Kecil Muhammad

Hal yang menarik perhatian adalah saat Muhammad masih kecil, ibunya (Amina) menyerahkannya pada Halimah al-Sa’diya untuk disusui dan dipelihara. Akan tetapi, Halimah mengembalikan Muhammad kepada ibunya karena Muhammad mengalami epilepsi. Dalam buku Riwayat Hidup Muhammad oleh Ibn Hisyam, ditulis bahwa Muhammad dan saudara sepenyusuan (disusui oleh wanita yang sama) menggembalakan domba. Saudaranya ini menjerit minta tolong. Ketika Halima dan suaminya datang, Halimah berkata, “Kami menemukan Muhammad berdiri dengan muka pucat.” Dia berkata, “Lalu, aku memeluknya dan bertanya, “Ada apa, nak?” Muhammad berkata, “Dua pria berbaju putih datang padaku. Mereka membaringkanku dan membelah perutku. Mereka mencari sesuatu dalam perutku … aku tak tahu apa itu.” Halimah berkata: “Kami membawa dia kembali ke rumah kami dan suamiku berkata padaku, ‘Oh Halimah, aku khawatir akan keadaan anak ini. Bawa dia kembali ke keluarganya.’” Halimah berkata, “Kami lalu membawanya kembali ke ibunya.”

Kejadian ini membuat para pengasuh Muhammad merasa khawatir akan keadaannya dan mengaku bahwa dia dirasuki Jinn. Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah Muhammad benar² mengalami apa yang dikatakannya? Atau apakah ini merupakan gejala epilepsi? Bisakah orang yang menderita epilepsi mengkhayal melihat orang atau mendengar suara² yang sebenarnya tidak ada? Jenis epilepsi apa yang bisa mengakibatkan keadaan ini?

Dr. Dede Korkut menjelaskan beberapa penyakit epilepsi yang diderita pasien², terutama mereka yang memiliki complex partial seizures (CPS). Keadaan ini memiliki gejala serupa dengan apa yang dialami Muhammad. Kasus A: seorang pasien yang sedang mengalami epilepsi melihat orang berbaju putih berjalan di kebun rumahnya sampai mencapai jendela. Kasus B: seorang pasien menerangkan bahwa saat dia mengalami epilepsi, dia merasakan hal aneh dalam perutnya. Dia mengatakan, “Aku merasakan perutku semakin besar.” Ini serupa dengan Muhammad yang mengaku melihat dua orang berbaju putih dan mereka membelah perutnya dan mencari sesuatu dalam perutnya. Dr. Korkut, ahli jiwa dan syaraf, menerangkan begini: “Muhammad menunjukkan gejala paling umum yakni sensasi pada bagian dalam tubuh (jantung, paru², perut, usus, dan kandung kemih) yang berhubungan dengan CPS.”

Image

Penampakan dua orang berbaju putih menunjukkan tersebarnya aliran listrik dalam bagian dalam otak besar.
Image
Aliran listrik dalam otak

Image
Dr. Abbas Sadeghian

Dr. Abbas Sadeghian menyederhanakan penjelasan tentang penyakit epilepsi bagi kita dan menyimpulkan gejala kejang² epilepsi sebagai berikut:

(16:26)
Dr. Abbas Sadeghian
Otak adalah mekanisme yang paling canggih di seluruh dunia. Sel otak berbeda sama sekali dengan sel² bagian tubuh lainnya. Sel² ini sebenarnya mirip dengan kawat kabel yang bekerja dengan adanya listrik. Sama seperti komputer, tapi tak ada komputer yang secanggih otak manusia. Jika kau punya mesin dengan berbagai kawat kabelnya, lalu mesin itu mengalami kerusakan sehingga terjadi korslet, maka semua sekring jadi tak berfungsi. Ini sama seperti kerusakan pada satu bagian otak, akan mengakibatkan bagian lain juga terpengaruh, tergantung dari besarnya kerusakan. Yang terjadi adalah korslet sederhana dalam otak.

Rachid:
Jadi ada banyak aliran listrik dalam otak?

Dr. Korkut Sadeghian:
Mekanismenya sama seperti kabel yang mengalirkan listrik dengan kecepatan sangat tinggi, dan itulah sebabnya manusia bisa bicara, berpikir, mengambil keputusan dengan sangat cepat. Tapi begitu ada korslet, maka akan terjadi masalah yang nyata, sebab kabel² itu sangat berkesinambungan satu dengan yang lain. Tapi besarnya masalah tergantung dari mengapa dan di mana korslet terjadi. Kadangkala korslet hanya kecil saja sehingga orang nya sendiri tidak merasa atau menyadari, atau bisa juga sampai menghasilkan kejang² atau bisa juga sampai pingsan dan orang itu lalu mati.

bersambung ...

Apakah Muhammad Sakit Jiwa?


FFI Alternative
Faithfreedompedia

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Tue Jul 09, 2013 8:21 pm
by momed_xxx3
Yep Momed emang menderita Epilepsi, namun penyakit kejiwaan yang paling parah dari momed adalah Maniak seks atau hiperseks, dari pan katanya mempunyai kekuatan yang setara 30 pria, itu jelas menggambarkan bahwa momed hyper seks........... Selaen itu dia juga pedofil............

Ini daftar penyakit kejiwaan Momed sepengetahuan ana:

1. Epilepsi
2. Hyperseks
3. Pedofil
4. Narsistis
5. Phobia cicak, momed kan perintahkan bunuh cicak
6. Psikopat, terbukti dari momed yg suka bunuh-bunuhin orang dan menghalalkan darah kafeer dan murtad
7. dll

:green: Bro Adadeh selanjutnya bahas yg hyperseks yooo.........

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Thu Jul 11, 2013 12:45 am
by anne
up...up... O:)

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Thu Jul 11, 2013 5:54 am
by Adadeh
anne wrote:up...up... O:)

anne, tolong bantu gw donk. Keseluruhan naskah artikel ini adalah lebih dari 50 halaman - bagian pertama: 27 halaman, bagian kedua: 20 halaman. Gw dapet word filenya langsung dari Rachid (itu tuh pemirsa di video itu). Tolong bantu, help, help!! Dikau mau gak gw kasih bagian kedua untuk bantu terjemahkan? Tolong PM gw jika bersedia bantu.

Apakah Muhammad Sakit Jiwa?
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Fri Aug 16, 2013 12:09 am
by anne
bagian 2 sudah selesai ... besok saja dipost-kan O:) Terpisah ya?

Andai lagi sibuk, bagaimana jika bagian 1 saya lanjutkan saja (nebus 'dosa' lama menunda bagian 2..habis liburan..)

Apakah Muhammad Sakit Jiwa?
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Fri Aug 16, 2013 2:10 am
by buncis hitam
Yaahhhh ane pikir bakalan ke-post sekarang taunya masih nunggu besok yaa.....Wah sayang padahal topiknya menarik nih....

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Fri Aug 16, 2013 6:25 pm
by ReligionofFraud
Kajian topik yang menarik... :-k
Bro Adadeh, Sist Anne ditunggu loh lanjutannya...





SDKK :heart:
HZ

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Sat Aug 17, 2013 12:12 am
by anne
Yaahhhh ane pikir bakalan ke-post sekarang taunya masih nunggu besok yaa.....Wah sayang padahal topiknya menarik nih....


Kemarin baru sadar jika saya belum mencheck transkrip ke videonya. Ini barusan selesai mencheck dua pertiganya :D

Apakah Muhammad Sakit Jiwa?
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Apakah Muhammad Sakit Jiwa?

PostPosted: Sat Aug 17, 2013 12:24 am
by kufirandproud
asik ada bacaan baru.nandain ahh