.

Ali Sina: Membebaskan Muslim

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Ali Sina: Membebaskan Muslim

Postby anne » Fri Feb 10, 2012 10:25 pm

Membebaskan Umat Islam
http://alisina.org/setting-muslims-free/

Ali Sina, 7 Februari, 2012

Ali Sina, maukah kau katakan padaku persisnya sesuatu tentang dirimu dan bagaimana sesungguhnya kau mendapatkan segala hal yang ada di situsmu? Siapa dirimu dan apa yang kau lakukan serta tujuanmu? Apa yang ada dalam pikiranmu sehingga kau menuliskan hal-hal yang merendahkan nabiku? Dan komentar-komentar di websitemu kelihatannya tidak nyata. Bagaimana bisa tidak ada komentar ‘negatif’ disana? Kutunggu jawabanmu. Dan.., apa sih sebenarnya agamamu?

Image

Dear Iltemaas,

Aku hanya orang biasa. Aku tidak terkait dengan kelompok politik ataupun agama manapun, dan aku tidak mencari kekuasaan untuk diriku sendiri. Aku tidak mengerjar jabatan politik apapun dan aku tidak mencari ketenaran atau kekayaan. Namun aku perduli akan masa depan umat manusia dan aku percaya setiap orang biasa dapat berkontribusi untuk dunia yang lebih baik. Aku mencoba urun serta.

Saat aku mempelajari Quran tahun 1994, aku terkejut dan menyadari buku ini bukan dari Tuhan. Dan sewaktu aku membaca kisah hidup Muhammad, aku menyadari bahwa segala yang ia lakukan dan katakan dapat dijabarkan dengan gangguan kepribadian narsistik. Tiba-tiba, semua tampak nyata bagiku bahwa Muhammad mungkin seorang narsisis

Sejak saat itu, aku membaca semua biografi utama Muhammad dan mempelajari detail kehidupannya dan aku menjadi yakin bahwa ia bukanlah seorang nabi, namun seorang pria yang menderita serangkaian gangguan mental.

Ini merupakan penemuan besar bagiku, karena menyoroti gambaran keseluruhan. Hal ini membuat aku memahami Muhammad. Muhammad sosok yang membingungkan. Tidak mudah menyingkirkan sosoknya sebagai seorang pembohong. Ia banyak berbohong, namun ada juga bukti, ia yakin akan apa yang ia katakan. Teka-teki terpecahkan saat aku melengkapi fakta tersebut dengan narsisme.

Kuputuskan bahwa aku harus berbagi pengetahuan dengan orang lain. Bagiku, hal ini terlalu penting untuk disimpan sendiri. Bila Islam produk seorang pria yang sakit mental, sebanyak 1.5 milyar umat Islam mengikuti ajaran seorang yang sakit jiwa. Faktanya, segala sesuatu yang umat Islam lakukan dan percayai adalah kegilaan. Keyakinan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta agar manusia yang hina menyembahnya, dan jika mereka gagal ia akan membakar mereka di neraka abadi adalah kegilaan. Sembahyang lima kali dalam sehari, berpuasa sepanjang hari dan mengelilingi sebentuk bangunan untuk penebusan dosa, dengan segala ritual-ritual aneh mereka adalah kegilaan. Keyakinan bahwa Tuhan menjalankan sebuah resor surga yang dipenuhi para pelacur putih bagi orang yang beriman padanya, serta membakar orang kafir selamanya adalah kegilaan. Teologi Islam, eskatologi Islam, hukum Islam dan wawasan dunia Islam semuanya adalah kegilaan. Namun, yang lebih penting, bagaimana umat Islam diharuskan mempromosikan agama mereka yang menurutku adalah puncak ketidakwarasan.

Kegilaan ini berbahaya bagi Muslim dan non-Muslim. Karena kegilaan itulah umat Islam terbelakang, kasar, wanita-wanita mereka dilecehkan dan pikiran mereka dibelenggu. Aku berpikir, jika mereka belajar kebenaran mereka akan disembuhkan dari kegilaan mereka, sama seperti aku disembuhkan saat menemukan kebenaran. Dan sebab itulah aku mulai menulis.

Mereka yang membaca artikelku, pada awalnya sangat marah. Namun, bila mereka tidak menyerah, akhirnya mereka akan melihat cahaya. Disaat mereka bebas, mereka akan sangat berterimakasih padaku, dan aku merasa suka cita dengan apa yang kulakukan. Kurasa tidak ada yang lebih memberiku kebahagiaan hati daripada membebaskan seseorang. Bayangkanlah sukacita yang kau rasakan dengan membebaskan seekor burung yang terperangkap dan melihatnya terbang. Aku dapatkan 100 kali lipat kepuasan tersebut saat orang-orang menulis padaku dan berkata, Ali, aku berhutang padamu akan kebebasanku. Aku bukan hanya membebaskan orang tersebut, namun juga anak-anaknya, cucunya dan keturunannya, generasi demi generasi, dan juga orang-orang yang akan ia bebaskan. Aku menyelamatkan ribuan orang melalui dia. Dapatkah kau hargai hal itu dengan uang? Ada sesuatu dalam kehidupan yang tak ternilai harganya. Ini salah satu kisah:

Aku lahir dalam sebuah keluarga Muslim yang baik di Bahrain, kami 5 bersaudara. Kuingat sekitar 6 bulan lalu, aku dan saudaraku memulai kampanye melawan Sina dan karyanya. Kami mencoba meng-hack faithfreedom. Awalnya mudah, karena salah seorang saudaraku seorang technolog. Kami gunakan serangan DDOS. Namun, setelah mereka memperketat keamanan, hampir tidak mungkin bagi kami untuk mendobrak masuk.

Semua saudaraku bersikap kritis terhadap Ali Sina dan hasil karyanya. Aku terbiasa mengunjungi FFI setiap hari untuk membuktikan ketidak benaran segala hal yang Sina dan anggota timnya katakan. Rasanya seperti suatu misi bagi kami. Namun setelah mengunjungi FFI selama beberapa waktu, aku mulai berpikir. Aku tak tahu, mungkin Sina benar atau mungkin dia salah. Hal ini membuatku gusar. Berbagai ide bersliweran di telingaku.

Namun, sebagaimana yang kusaksikan, FFI menyajikan banyak berita-berita mengenai Islam, saat kita menelusuri isinya. Aku menyadari, ada banyak masalah di dalam agama yang kukasihi dan nabi yang kucintai. Kepada siapa aku biasa sembahyang 5 kali sehari? Kukatakan ini pada ibuku, dan ia meminta aku dan saudara-saudaraku untuk berhenti mengunjungi website Ali Sina. Aku mengabaikan anjurannya.

Kira-kira seminggu yang lalu, aku mengunjungi website Ali yang baru dan membaca sekitar 8 artikel. Kukatakan pada diriku, jika agamaku benar, segala yang dikemukakan Ali Sina tidak dapat mempengaruhinya. Seiring penelusuranku, kutemukan bahwa Sina adalah nabi sebuah era baru. Aku mengutuk diriku atas apa yang telah kulakukan. Ia membuka mataku mengenai apa yang terjadi di masa lampau. Sekarang aku tahu bahwa Muhammad bukanlah nabi.

Alasanku menyebut Sina nabi bukan karena kemampuan kecendekiawanannya, namun karena ia menyingkirkan rasa bersalahku. Aku terbiasa berkata pada diriku, bagaimana bila Islam benar, bagaimana bila Sina benar, bagaimana bila aku salah? Adakah sesuatu yang salah di diriku disebabkan Iblis? Dengan segala hal negatif seperti itu, aku tidak bisa tidur dengan damai.

Setelah aku mengunjungi alisina.org, Sina memaparkan dengan cara yang masuk akal dan ilmiah. Beberapa saudaraku berkata bahwa ia memanipulasi segala hal, beberapa mengatakan bahwa ayat-ayat Quran dan isi hadist telah diubah sebagian orang. Namun, jika ayat-ayat tersebut telah diubah, maka Islam telah gagal, dan jika Sina memanipulasi, mengapa aku melihat ayat-ayat dan kutipan-kutipan hadist yang sama dengan yang kumiliki? Sina benar.

Alasan mengapa jarang banyak orang seperti Sina, karena mereka khawatir akan Islam dan mereka akan dibunuh. Dan mereka tidak memiliki tujuan sebagaimana Sina, yang mengabdikan seluruh hidupnya, menolong orang-orang sepertiku dan saudara-saudaraku. Aku salut padamu Pak Sina.

Dapat kukatakan, aku pernah membancimu, aku mencoba menghancurkan hasil karyamu, namun aku berjanji padamu, aku akan mencoba menyebarkan pesanmu. Bila ada yang perlu kau lakukan yang bisa kubantu di negaraku, aku akan bersedia. Aku menangis ketika menyadari bahwa kau benar. Akan kuingat selamanya.

Terimakasih atas usahamu Pak SIna. Kau berada di sisi yang benar, dan pesanmu tak akan pernah dihancurkan. Sumber.


Adapun mengenai agamaku. Aku percaya akan Golden Rule. Dengan demikian, sampai batas tertentu aku pengikut Yesus, murid Buddha dan praktisi Dao/Tao. Filosofiku adalah ateisme, atau mungkin seharusnya kukatakan agnotisme, karena aku tidak pasti mengenai apapun. Jika suatu agama mempromosikan kesatuan umat manusia, kesetaraan semua orang dan akal/nalar, aku percaya agama tersebut.

Silahkan menonton video ini dan rasakan betapa banyak sukacita dalam hatimu. Itulah yang kurasakan saat membebaskan seorang Muslim dari Islam, dan mereka merasakan hal yang sama yang dirasakan ikan paus ini. Perbedaannya adalah Muslim tidak merasa mereka terperangkap sampai mereka dibebaskan. Itu karena ikan paus ini sebelumnya sudah bebas sebelum terjerat, tapi umat Islam terperangkap sejak lahir. Mereka bahkan tidak mengerti apa itu kebebasan.
.
[youtube]EBYPlcSD490&feature=player_embedded[/youtube]
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users