.

Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby anne » Fri Jan 27, 2012 10:35 pm

Ranting Zaitun Untuk Sheila Musaji

By Ali Sina, 25 Januari 2012
http://alisina.org/an-olive-branch-for-sheila-musaji/

Image

Tadi malam, saat sedang browsing, tak sengaja aku masuk di website TheAmericanMuslim.org dan membaca beberapa artikel Sheila Musaji. Ms. Musaji telah mendedikasikan seluruh energinya untuk memfitnah aktivis-aktivis anti-Jihad seperti Wafa Sultan, Aayan Hirsi Ali, Pamela Geller, Robert Spencer, aku sendiri dan lainnya. Saat itu memang sudah jam tidurku, namun aku tidak bisa menahan godaan mengirim email padanya. Aku tak berharap mendapat balasan. Suatu kejutan bagiku, saat ke websitenya lagi untuk melihat siapa lagi yang menjadi sasarannya, ternyata ia membalas. Tidak, ia tidak mengirimiku email pemberitahuan. Jangan tanya mengapa! Hanya ia yang dapat menjelaskan maksudnya. Aku sendiri menemukan tulisannya secara kebetulan.

Yahh, ini awal yang baik. Kupikir kami akan menjalani saat menyenangkan. Mari lihat bagaimana kelangsungannya. Berikut ini adalah tulisanku dan tulisannya. Ia bahkan mengoreksi tulisanku. Apa lagi yang kuharapkan?
Aku merasakan ini akan menjadi perdebatan yang menarik, kecuali bila Ms. Musaji memutuskan untuk mempersingkatnya, yang dalam hal ini aku tak akan terkejut, hanya sedikit kecewa.


Ali Sina Melemparkan Ranting Zaitun Tajam Kebencian

Oleh Sheila Musaji

Hari ini saya menerima email ini dari Ali Sina dengan judul ‘Mengirimimu sebuah ranting zaitun’:


Dear Ms Sheila Musaji

Saya membaca beberapa artikel anda dan melihat anda telah mendedikasikan upaya anda untuk memfitnah para murtadin, orang-orang yang muak dengan Islam dan ingin melindungi dunia non-Muslim dari serangannya. Tentu saja anda tidak melihat dengan cara demikian. Tak mengapa. Mungkin suatu suatu hari kelak.

Saya punya penawaran untuk anda. Bagaimana bila saya kirimi anda salinan buku saya ‘Understanding Muhammad’? Anda baca. Saya janji saat anda selesai membacanya anda tidak akan mau lagi menjadi Muslim.

Mungkin sekarang anda menganggap ini konyol karena tidak satupun di dunia ini yang dapat mengubah pandangan anda mengenai Islam. Tak mengapa. Baca saja. Membacanya, jangan dengan pikiran terbuka namun dengan kebencian dalam hati anda terhadap saya. Bacalah dengan pikiran tertutup dan berusaha keras untuk menolak semua bukti yang kusajikan dan mencoba mencari kesalahan di dalamnya. Tolak semua klaim saya. Saat anda selesai membaca buku tersebut, anda akan kehilangan iman anda.

Dan bagaimana jika hal itu tidak terjadi? Saya janji pasti terjadi. Saya telah mengirim buku saya ke ratusan umat Islam. Mereka semua berjanji untuk membacanya dan kembali pada saya untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan saya. Saya katakan pada mereka bahwa saya akan mempublikasikan sanggahan mereka. Sebagian dari mereka menulis pada saya, berterimakasih karena telah membuka mata mereka. Mereka sekarang berjuang bersama saya membantu Muslim lain untuk meninggalkan Islam. Sebagian lain menulis pada saya, mengatakan saya memiliki kemampuan jahat memancing keraguan dalam diri Muslim dan karenanya mereka berhenti membaca lebih lanjut. Namun, sebagian besar tidak pernah membalas. Tak seorangpun menulis balik, untuk melakukan apa yang mereka janjikan, yakni menyanggah dan menunjukkan kesalahan-kesalahan saya. Tak satupun! Bukankah ini luarbiasa? Maukan anda menerima tantangan ini?

Jika anda setuju untuk membaca dan menyanggah buku tersebut, saya akan mempublikasikan sanggahan anda dan jika anda benar saya akan menarik buku saya dari peredaran, menarik keanggotaan saya di SION, serta menutup website saya faithfreedom.org dan alisina.org. Ada pula hadiah uang sebesar $50K yang akan saya berikan pada anda agar anda dapat menyumbangkannya ke badan amal pilihan anda.

Bila anda tulus, anda akan mengakui bahwa dengan melakukan itu, anda mencapai lebih banyak dibanding menulis serangan terhadapku, Wafa Sultan (yang merupakan anak rohani saya) dan orang-orang lain dalam gerakan anti Islam. Tahun-tahun yang saya jalani telah memberi saya semacam ‘ketenaran.’ Jika anda membuktikan saya salah, saya akan menghentikan aktivitas anti-Islam saya dan orang-orang akan memperhatikan. Saya telah membawa ribuan Muslim keluar dari Islam. Mungkin banyak diantaranya akan mempertimbangkan lagi Islam. Jangan katakan saya tidak penting. Mungkin ya dalam kehidupan nyata, namun dalam gerakan anti-Islam, saya cukup penting dan memiliki reputasi. Anda habiskan waktu dua hari membaca buku yang anda benci. Gantinya, anda dapat melenyapkan seorang musuh Islam ‘terkenal’ dan kenyataannya, mungkin anda bahkan meraihnya sebagai pendukung anda. Anda tahu kisah Islam. Banyak diantara pendukung utamanya, awalnya adalah musuh beratnya. Bisa jadi saya salah satu diantaranya. Mengapa tidak? Tidakkan anda percaya akan kekuasaan Allah? Yang harus anda lakukan hanyalah membaca buku saya, yang akan kukirim dalam bentuk tercetak atau PDF, silahkan dipilih. Anda bisa minta tolong suami Muslim anda atau imam atau siapapun yang anda inginkan.

Saya tidak akan mempublikasikan email ini, kecuali bila anda mengabaikannya. Jika anda mengabaikannya, akan jadi bukti ketidaktulusan anda. Tawaran saya pada anda tulus dan murah hati. Saya telah mendedikasikan 14 tahun kehidupan saya memerangi Islam. Saya siap untuk berhenti dan bahkan minta maaf secara terbuka, bila anda membaca buku saya dan membuktikan kesalahannya. Anda hanya perlu menginvestasikan dua hari waktu anda. Anda tidak akan kehilangan apapun kecuali iman anda dalam kebohongan. Sama sekali tidak merugikan

Bila anda mengabaikan tawaran saya, saya akan mempublikasikan email ini. Karena anda telah mendedikasikan kehidupan anda untuk memfitnah SION dan anggotanya, saya ingin dunia tahu anda bukan seorang yang tulus. Namun bila anda membalas dan membaca buku saya, kami akan membuka jalur dialog. Anda akan meninggalkan Islam sebagaimana yang saya perkirakan, atau anda akan membuktikan kesalahannya dan saya akan bergabung dengan Islam. Saya juga akan mempublikasikan sanggahan anda, yang akan membantu orang lain untuk melihat kebenaran.

Saya mengirimi anda sebuah ranting zaitun. Sekarang keputusan ada pada anda.

Salam,

Ali Sina



Dear Ali Sina (siapapun itu),

Buku yang anda tawarkan untuk dikirim pada saya telah dicetak sejak tahun 2008 (4 tahun) dan diterbitkan oleh perusahaan penerbitan anda sendiri, Faith & Freedom Publishing co. Juga dijual di Amazon.com, dengan harga $157.71. Buku anda lainnya ‘Understanding Islam & Muslim’ hanya tersedia satu copy baru seharga $999.99 walaupun terbit bulan November 2011.

Jika anda memang seorang yang bersuara vokal terhadap Islam sehingga anda MENJAMIN setiap Muslim yang membaca buku anda akan meninggalkan Islam, akan terlihat bahwa anda ingin buku-buku anda disebarluaskan. Dengan harga ini, yang tidak mungkin. Mungkin metode one on one untuk mendapatkan jumlah pembaca dari individu-individu tertentu ini adalah maksud buku tersebut disebarluaskan.

Saya pikir tawaran ini hanyalah tipuan. Saya tidak akan memberikan alamat pos saya, tidak lebih dari alamat anda yang anda berikan pada saya. Untuk apa orang waras memberikan alamat mereka pada orang yang benar-benar asing yang sembunyi di balik nama samaran?

Ali Sina adalah nama samaran, bukan nama asli anda. Saya tidak tahu siapa anda. Saya hanya kenal anda melalui tulisan anda, dan dalam kata-kata anda sendiri, saya temukan bukti bahwa anda seorang individu yang sebaiknya saya takuti, bukan karena ide-ide anda, tapi karena kebencian anda. Ini adalah beberapa pernyataan anda:


---- "Kita berupaya untuk kesatuan umat manusia melalui penghapusan Islam, doktrin kebencian yang paling berbahaya. Islam tidak dapat direformasi, tetapi dapat diberantas. Islam tidak dapat dibentuk, tetapi dapat dihancurkan. Islam kaku tapi rapuh. Itulah sebabnya umat Islam tidak mentolerir kritik terhadap Islam. Untuk memberantas Islam, yang harus kita lakukan adalah mengatakan kebenaran. Sesederhana itu. Kebenaran tentang Islam disingkapkan. Semuanya ada di sini, di situs ini. Sekarang terserah kepada Anda untuk menyebarkannya. Dengan kebenaran, kaum Muslim yang baik akan meninggalkan Islam dan dengan setiap Muslim yang meninggalkan Islam, kita memperoleh seorang prajurit baru dalam perjuangan kita melawan terorisme. Kita tumbuh dengan sangat cepat. Islam tinggal menghitung hari dan perdamaian dunia menjelang. Banyak dari kita akan melihat hari itu. Kita mungkin harus melalui saat-sat sangat sulit untuk sementara. Badai mendekati.

---- "Kita tidak ingin mereformasi Islam. Kita ingin memberantasnya. Sama seperti kanker, yang satu-satunya cara untuk menyembuhkan pasien adalah dengan memberantasnya, Islam juga tidak dapat direformasi, dan harus diberantas untukmenyelamatkan dunia."

---- "Islam, seperti fasisme, menarik bagi orang-orang dengan harga diri dan kecerdasan yang rendah. Kedua ideologi ini irasional. Mereka membenci nalar, dan mengutamakan pengabdian dan takluk pada otoritas yang lebih tinggi. Sebagaimana orang-orang fasis, umat Islam triumphalists. Mereka mencari kekuasaan, dominasi dan kontrol. Mereka membanggakan diri dalam kekuatan jumlah, dalam tindakan-tindakan jahat tanpa pertimbangan, mereka nomor, dalam heroisme mindless mereka, dalam penghinaan mereka terhadap kehidupan, dan kesediaan mereka untuk membunuh dan mati demi agamanya. Islam adalah politik dan politik Islam adalah fasisme."

---- "Tarek Fatah membuktikan pendapat saya bahwa tidak ada yang namanya Muslim moderat ... Setiap Muslim ‘moderat’ adalah teroris potensial. Keyakinan dalam Islam adalah seperti tangki bensin. Kelihatannya tidak berbahaya, sampai bertemu dengan api. Bagi Muslim ‘moderat’ untuk menjadi jihadis pembunuh, yang dibutuhkan adalah percikan iman.”

---- "Saya berjanji, jika kita melanjutkan kampanye kebobrokan Islam dan ulama Muslim, dalam waktu tidak lebih dari seperempat abad, Islam akan dikalahkan. Islam akan jatuh, seperti komunisme jatuh. Tandai kata- kata saya hari ini, bahkan jika Anda berpikir saya gila. Jika kita semua bekerja sama, terutama murtadin, kita dapat menyingkirkan Islam lebih cepat daripada yang bisa dibayangkan. Iran sudah anti Islam. Lebih dari separuh orang Iran tidak lagi menyebut diri mereka Muslim. Kita sedang menghancurkan Islam dari pondasinya. Bangunan Islam tampaknya utuh. Tapi jangan biarkan penampilan menipu Anda. Menara tinggi kebohongan ini akan runtuh sekaligus.

---- "Jika/Apabila kota apa saja di Barat dinuklir, Saya setuju 100% untuk menuklir puluhan kota di negara-negara Islam. Saya tidak melihat Muslim sebagai orang yang tidak berdosa. Mereka semua sangat bersalah. Tidak perlu menjadi bagian Al-Qaeda untuk bersalah. Jika anda umat Islam, anda setuju dengan Muhammad dan itu bukti cukup untukmu.”

---- "Kami mencintaimu Muslim karena kalian manusia seperti kita. Kita semua saling berkaitan. Kita semua anggota tubuh dari umat manusia. Tapi kalian sakit. Kalian terinfeksi oleh ajaran sesat mematikan yang mengancam kehidupan. Kemanusiaanmu hancur. Seperti anggota tubuh yang terinfeksi oleh penyakit yang menggerogoti daging, sekarang kalian merupakan ancaman bagi seluruh umat manusia. Kami akan melakukan segalanya untuk menyelamatkan kalian, untuk membuat kalian melihat kebodohan kalian, dan untuk membuat kalian memahami bahwa kalian adalah korban dari sebuah kebohongan raksasa, agar kalian meninggalkan kebohongan ini, berhenti membenci umat manusia dan berhenti merencanakan kehancuran dan mendominasi umat manusia. Namun, jika semua upaya gagal dan jika kalian menjadi ancaman bagi kehidupan kami dan kehidupan anak-anak kami, kami harus mengamputasi kalian. Ini akan terjadi, bukan karena saya mengatakan demikian, namun saya berkata demikian karena ini adalah respon manusiawi. Kita, manusia memiliki naluri untuk kelangsungan hidup kita. Jika kalian mengancam saya dan kelangsungan hidup saya hanyalah dengan membunuh kalian, saya harus membunuh kalian. Cobalah dinalar. Muhammad bukan seorang nabi Tuhan. Dia adalah alat Iblis untuk membagi umat manusia sehingga kita saling menghancurkan. Ini adalah plot setan untuk mengakhiri kemanusiaan. Muhammad berbohong. Dia membawa kebencian. Bangunlah. Kalian menempatkan dunia, termasuk kehidupan kalian sendiri dalam bahaya untuk suatu kebohongan. Baca buku saya dan pelajari kebenaran tentang Muhammad. ... Islam adalah penyakit. Apa sih artinya Muslim moderat? Apakah itu berarti kalian sakit moderat? Ini sama halnya dengan mengatakan, saya seorang Nazi yang moderat, atau saya seorang fasis yang berbudaya. Saya hanya berpartisipasi dalam gerakan mereka. Biar kami panggil kalian berdasarkan reputasimu. Kau seorang munafik. Kau seorang useful idiot. Kau adalah bagian dari masalah. Nyatanya, kau-lah MASALAH. Jika bukan karena kalian, kami akan dengan mudah mengenali musuh dan menyingkirkannya, akan mudah. Tapi kau melindungi musuh. Kau membuatnya sulit. Kau membingungkan kami dengan menyembunyikan monster di antara kalian. Kalian jangan membodohiku, meskipun kalian mungkin mengelabui non-Muslim. Aku tahu kemunafikanmu. Aku tahu bagaimana kalian menyembunyikan dan mendukung teroris secara diam-diam namun di depan umum kalian mencela dia dan menampilkan diri kalian sebagai teman kami.


Jika kata-kata ini tidak cukup bagi saya untuk membentuk keputusan saya mengenai apakah saya mau atau tidak berinteraksi dengan anda, email anda dipenuhi dengan pernyataan yang membuat keputusan saya sangat jelas.

Anda terbuka dengan tuduhan palsu bahwa saya ‘memfitnah murtadin’. Saya tidak memfitnah orang-orang yang anda sebut murtadin dan yang saya sebut orang-orang yang telah memilih keyakinan lain dari keyakinan dimana mereka dilahirkan. Sebenarnya, saya sangat menjunjung kebebasan iman, dan saya seorang penandatangan sebuah statement yang diprakarsai Muslim yang menyatakan komitmen kami terhadap kebebasan itu.

Saya tidak punya masalah dengan siapapun, termasuk anda sendiri, yang memilih jalur agama apapun (atau tidak punya jalur) bagi diri mereka sendiri yang bagi mereka bermakna. Saya bingung dengan kenyataan bahwa beberapa yang pindah dari satu sistem kepercayaan ke sistem yang lain, merasa perlu untuk meremehkan agama mereka sebelumnya. Empat puluh tahun yang lalu, saya memilih Islam. Itu adalah keputusan yang sangat personal dan pribadi, dan saya merasa tidak perlu membela pilihan itu dengan cara meremehkan agama saya sebelumnya. Bahkan, berperilaku seperti itu akan merendahkan pilihan saya. Ada berbagai jalur berbeda untuk orang yang berbeda. Tuhan yang akan memutuskan, bukan manusia.

Saya bereaksi, dan sangat bereaksi terhadap individu-individu yang memfitnah agama orang lain, apakah anti-Semitism, Islamophobia, anti-Mormonism, anti-Hinduism, atau berbagai bentuk kefanatikan agama lainnya. Saya khususnya bereaksi terhadap Islamophobia, karena saya percaya bahwa racun yang mereka sebarkan secara langsung membahayakan keselamatan dan keamanan Muslim Amerika, termasuk anak-anak saya.

Anda membuat penawaran yang anda sebut ‘mengirim sebuah ranting zaitun’ yang mencakup suatu ancaman terselubung ‘jika anda mengabaikan tawaran saya, saya akan mempublikasikan email ini. Saya ingin dunia tahu bahwa anda bukan orang yang tulus.’

Pernyataan menggurui anda ‘Anda bisa minta tolong suami Muslim anda atau imam atau siapapun yang anda inginkan,’ memperlihatkan penghinaan anda bagi perempuan dan kemampuan mereka untuk membuat pilihan dan keputusan sendiri. Saya tidak perlu orang lain untuk membantu saya membuat keputusan.

Asumsi anda bahwa saya mungkin akan termotivasi baik oleh kebutuhan untuk mendapat ketenaran dengan terlibat dalam suatu debat polemik dengan seseorang yang telah mencapai ‘sejumlah ketenaran’ atau oleh keserakahan dalam mempertimbangkan kemungkinan mendapat keuntungan finansial sebagai insentif adalah ofensif.

Saya menolak tawaran anda. Saya tidak punya waktu atau minat dalam menulis bantahan terhadap buku anda. Saya tidak tertarik untuk meyakinkan orang-orang meninggalkan apapun agama mereka. Saya tidak perlu pertolongan anda untuk mendistribusikan tulisan-tulisan saya mengenai topik apapun yang saya pilih. Saya tidak perduli apa agama anda. Saya tidak perduli jika situs anda online atau tidak, sebenarnya bagus bila ada, sehingga orang-orang dapat menilai sendiri racun jenis apa yang anda sebarkan.

Saya tidak percaya bahwa menolak ‘tantangan’ anda membuktikan ketidaktulusan saya, tapi tantangan itu sendiri bahkan memberikan lebih banyak bukti rasa tidak aman anda sendiri. Ada sesuatu yang salah dengan pandangan yang mempromosikan ide bahwa dengan menjelekkan orang lain akan menaikkan dirimu sendiri.

Saya mengabaikan anda dan saya sendiri mempublikasikan email anda. Orang lain dapat menilai maksud tawaran anda dan penolakan saya terhadap tawaran itu.


“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” [Al-Qur'an 10:99]

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al Qur'an 2:256].

“Dan katakanlah: ‘Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.’ Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” [Qur'an 18:29].

“Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.’” [Al-Quran 109:1-6].


LIHAT JUGA

A Who’s Who of the Anti-Muslim/Anti-Arab/Islamophobia Industry http://theamericanmuslim.org/tam.php/features/articles/a_whos_who_of_the_anti-muslimanti-arabislamophobia_industry

Islamophobia: Real or Imagined
http://theamericanmuslim.org/tam.php/features/articles/islamophobia_real_or_imagined

Ali Sina and Faith Freedom International, Sheila Musaji http://theamericanmuslim.org/tam.php/features/articles/ali_sina

SION: Hate Groups Unite to Form an International Hate Coalition, Sheila Musaji http://theamericanmuslim.org/tam.php/features/articles/sion

---Bersambung besok Jawaban Ali Sina---
Last edited by anne on Sun Jan 29, 2012 10:15 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Sheila Musaji: Takut Akan Kebebasan

Postby anne » Sun Jan 29, 2012 9:30 pm

Sheila Musaji dan Rasa Takut Akan Kebebasan
http://alisina.org/sheila-musaji-and-fear-of-freedom/

oleh Ali Sina, 26 January 2012
Artikel jawaban untuk Sheila Musaji:

Image

Dear Ms Musaji,

Anda memulai jawaban dengan berkata, "Dear Ali Sina (siapapun itu)." Apa maksudmu dengan siapa pun itu? Aku adalah aku. Siapa lagi yang anda pikir?

Anda bertanya-tanya mengapa buku saya dijual di Amazon dengan harga selangit.

Saya telah berhenti menjual buku saya karena saya akan meluncurkan edisi keenam. Banyak vendor menjual barang-barang di Amazon. Beberapa dari mereka mengambil keuntungan dari kelangkaan item dan menjualnya dengan harga tinggi. Tapi kenapa orang membeli buku saya dengan harga sedemikian, sementara saya menawarkan untuk mengirim edisi ke-4 dalam bentuk PDF secara gratis pada siapa saja yang memintanya? Edisi ke-6 belum dicetak, sehingga tak ada seorangpun bisa membelinya dengan harga berapapun. Bila sudah terbit, harga ecerannya $18.95, dan mungkin akan dijual lebih murah.

Anda menulis, ‘Saya tidak akan memberikan alamat pos saya, tidak lebih dari alamat anda yang anda berikan pada saya. Untuk apa orang waras memberikan alamat mereka pada orang yang benar-benar asing yang sembunyi di balik nama samaran/pseudonymn?[sic] (Karena anda begitu bermurah hati mengoreksi kesalahan ketik saya, Saya pikir harus membalas budi.)

Sekarang ayo! Berapa banyak umat Islam yang dibunuh karena murtad sejak awal mula Islam? Dapatkan anda sebut satu nama? Murtadin tidak membunuh Muslims. Di lain pihak, jutaan murtadin dibunuh umat Islam sejak masa Muhammad.

Setelah Muhammad meninggal dunia, banyak yang meninggalkan Islam. Abu Bakr mengobarkan perang kejam terhadap para murtadin (War of Apostasy) serta membunuh ratusan ribu dari mereka. Tabari berkata, ia “membakar mereka, merajam mereka hingga mati, melemparkan mereka ke dalam sumur atau membuang mereka dari tebing, sampai ia membuat mereka kembali tunduk.” Ia menulis, seorang Muslim bernama Ilyas meninggalkan Islam dan berjuang melawan umat Islam (demi kebebasannya). Ketika ia ditangkap, Abu Bakr memerintahkan untuk menyalakan api di tengah mesjid di Medinah dan melemparkan pria malang tersebut hidup-hidup ke dalam api. (Tabari, v.4, p.1390, edisi Persia).

Juga Bukhari melaporkan sebuah hadist sahih yang mengatakan, “Beberapa Zanadiqa dibawa menghadap ‘Ali dan ia membakar mereka. Ketika berita ini sampai pada Ibn ‘Abbas yang berkata, “Jika aku berada di posisinya, aku tak akan membakar mereka, karena Rasullullah melarangnya, dengan mengatakan, ‘Jangan hukum siapapun dengan hukuman Allah (api).’ Aku akan membunuh mereka sesuai perkataan Rasullullah, ‘Siapapun yang mengganti agama Islamnya, bunuhlah ia.’”[Bukhari 9:84:57]

Saya tidak takut pada anda. Saya pikir anda hanyalah jiwa tersesat yang tidak berbahaya. Saya mengkhawatirkan saudara seukhuwah anda. Bagaimanapun, ini hanya alasan anda saja. Saya menawarkan untuk mengirim buku saya dalam bentuk PDF.

Anda katakan, “Ali Sina adalah nama samara/pseudonymn.” [sic]. Ali Sina adalah bagian dari nama saya. Saya tidak menggunakan nama lengkap. Tapi mengapa ini jadi masalah? Banyak orang menggunakan a nom de plume (nama pena/samaran) untuk karya sastra atau seni mereka. Nama asli Maryln Monroe adalah Norma Jeane Mortenson. Nama asli Larry King adalah Lawrence Harvey Zaiger. Apakah itu penting? Dalam logika ini disebut red herring.

Saya membaca beberapa artikel anda. Anda secara ekslusif menulis tentang orang-orang dalam gerakan anti-jihad. Anda tidak membuktikan kesalahan mereka. Anda memfitnah mereka. Anda terlibat dalam ad-hominem. Semua artikel anda adalah personal attacks. Tak satupun saya lihat anda membantah yang kami katakan. Anda seorang umat Islam, dan seperti inilah otak umat Islam bekerja. Umat Islam mengabaikan kritik terhadap Islam. Gantinya, mereka berfokus pada orang yang mengkritik Islam dan mencoba mendiskreditkan mereka. Ini suatu pola. Bahkan, jika seorang Muslim mencoba membantah argumenmu, ia tidak tahan untuk tidak menyertakan komentar ad-hominem tentangmu. Ini logical fallacy (cacat logika), namun bagi umat Islam semuanya terjadi begitu saja/sudah bawaan. Saya yakin anda bahkan tidak menyadarinya. Inilah cara anda berpikir. Dalam kerangka berpikir Islam anda, anda pikir yang harus dilakukan untuk membuktikan kesalahan seseorang adalah dengan mendiskreditkannya. Anda tidak menyadari ini adalah suatu fallacy. Bagi anda dan sesama Muslim ini sesuatu yang normal. Nabi anda bernalar dengan cara yang sama. Bukannya memberikan argumen-argumen logis, ia malah menjuluki musuhnya tuli, bisu, buta dan tidak punya pemahaman. Ia pikir itu cukup. Umat Islam mengulang ayat-ayat **** ini dan berpikir ini adalah firman Allah.

Anda tidak perlu takut pada saya atau aktivis-aktivis anti Islam, dear Ms. Musaji. Saya tidak dikenal sebagai pemakan Muslim. Siapapun dapat melihat bahwa pernyataan takut anda akan saya, tidak jujur.

Anda mengutip kata-kata saya secara ekstensif, namun anda tidak membantah apa yang saya katakan dan tidak juga mengatakan mengapa anda berpikir kutipan-kutipan tersebut jahat. Semuanya adalah pemikiran saya. Dengan senang hati saya akan berdebat dengan anda atau siapapun untuk membuktikan semua yang saya katakan.

Anda menulis

“Saya sangat menjunjung kebebasan iman, dan saya seorang penandatangan sebuah statement yang diprakarsai umat Islam yang menyatakan komitmen kami terhadap kebebasan itu.”

Benarkah? Anda sangat menjunjung kebebasan iman? Jadi apakah anda siap mencela Abu Bakr dan Omar dan bahkan Muhammad yang membunuh para murtadin? Apakah anda mengatakan alasan dibunuhya jutaan murtadin semenjak era Muhammad hingga hari ini adalah karena umat Islam salah memahami Islam? Bolehkan saya bertanya, siapa anda sehingga kami harus menganggap interpretasi anda valid, dan interpretasi lain, katakanlah, ulama Muslim terkemuka Abul Ala Mawdudi tidak? Maududi adalah salah satu ulama terkemuka abad terakhir ini. Dalam bukunya ‘The Punishment of the Apostate according to Islamic Law’, ia menulis:

“Bagi setiap orang yang mengenal hukum Islam, bukan rahasia bahwa menurut Islam, hukuman bagi seorang Muslim yang beralih ke kufr (kekafiran, penghujatan) adalah hukuman mati. Keraguan mengenai hal ini pertama kali timbul diantara umat Islam sepanjang paruh akhir abad ke-19 sebagai akibat spekulasi. Sebaliknya, selama 12 abad penuh sebelum masa itu, komunitas umat Islam secara keseluruhan sepenuhnya sepakat mengenai hal tersebut. Seluruh literatur agama kita secara jelas menyatakan bahwa ambiguitas mengenai masalah hukuman mati murtadin tidak pernah ada diantara umat Islam. Penjelasan-penjelasan kisah Nabi, para Kalif yang Terbimbing (Khulafa’-I Rashidun), para Sahabat (Sahaba) Nabi, Pengikut mereka (Tabi’un), para pemimpin diantara mujtahids dan, mengikuti mereka, para ulama shari’ah di setiap abad, semua ada dalam kitab. Secara keseluruhan, semua ini akan meyakinkanmu bahwa sejak masa Nabi hingga saat ini, satu perintah yang terus berkelanjutan dan tidak putus-putusnya berlaku, serta tidak menyisakan ruang bagi ide bahwa ada kemungkinan hukuman murtad bukan mati.” (Mawdudi, 1 994 P.10)


Maududi memberikan bukti dari Qur'an mengenai perintah mengeksekusi orang yang murtad. Dia menulis:

“Disini, saya ingin memberi bukti sejenak, yang akan menghilangkan keraguan dalam hati orang-orang, yang karena kurangnya sumber informasi, berpikir mungkin hukuman mati tidak ada dalam Islam, namun ditambahkan di kemudian hari oleh ‘mawlawis’ (pemimpin agama) mereka sendiri:

Allah yang Maha Tinggi menyatakan dalam Qur'an:


“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (Q9:11,12)

But if they repent and establish worship and pay the poor-due, then are they your brethren in religion. We detail our revelations for a people who have knowledge. And if they break their pledges after their treaty (hath been made with you) and assail your religion, then fight the heads of disbelief — Lo! they have no binding oaths in order that they may desist. (9:11,12)


Berikut kejadian turunnya ayat ini: Selama musim ziarah (haji) di tahun 9 AH, Allah yang Maha tinggi memerintahkan sebuah pernyataan immunitas. Berdasarkan penyataan ini, semua orang, yang hingga saat itu, berperang melawan Allah dan Rasulnya dan berusaha menghalangi jalan agama Allah melalui segala macam perbuatan dan perjanjian palsu, diberikan sejak saat itu kelonggaran/jeda waktu empat bulan. Selama periode ini mereka mempertimbangkan situasi mereka sendiri. Jika mereka ingin menerima Islam, mereka dapat menerimanya dan mereka akan dimaafkan. Jika mereka ingin meninggalkan negara tersebut, mereka bisa pergi. Dalam periode ini tidak ada yang akan merintangi mereka pergi. Setelah itu, yang tetap tinggal, dan tidak mau masuk Islam atau meninggalkan negara tersebut, akan berurusan dengan pedang. Dalam hal ini, dikatakan, “Jika mereka bertobat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama. Tetapi, jika setelah itu mereka melanggar perjanjian, maka perang harus dikobarkan terhadap para pemimpin orang kafir. Disini ‘melanggar perjanjian’ sama sekali tidak dapat ditafsirkan ‘melanggar perjanjian politik.’ Sebaliknya, konteksnya jelas menyatakan maknanya ‘mengakui Islam dan kemudian menyangkalinya.’ Selanjutnya, makna ‘perangi para pemimpin orang kafir’ (Q9:11,12) hanya dapat berarti bahwa perang harus dilancarkan terhadap pemimpin yang menghasut kemurtadan.”

Umat Islam modern merasa malu akan hukum barbar ini dan menyangkal kalau hukum bagi murtadin adalah mati. Mereka katakan hukum semacam itu tidak ada dalam Qur’an. Tapi ada di dalam hadist:

“Dari Zaid bin Aslam, Malik telah melaporkan bahwa Rasullullah menyatakan: Barangsiapa mengubah agamanya harus dihukum mati. Malik mengatakan tentang tradisi ini: Sejauh yang dapat kita pahami, perintah nabi ini berarti bahwa orang yang meninggalkan Islam untuk mengikuti ajaran lain, tapi menyembunyikan kekafirannya dan terus menunjukkan ke-Islamannya, seperti pola kaum Zindiqa dan semacamnya, harus dihukum mati setelah kesalahannya ditetapkan. Ia tidak boleh diminta bertobat karena pertobatan orang-orang semacam itu tidak dapat dipercaya. Tapi orang yang meninggalkan Islam dan secara terbuka memilih ajaran lain, harus diminta bertobat. Jika ia bertobat, bagus. Jika tidak, ia harus dihukum mati.” [Tahawi, Kitab al-Siyar, Bahth Istitabat al-Murtadd; juga Bayhaqi, Muwatta; al-Shafi'i, Kitab al-Umm.]

Ketika kita membahas tentang subjek kemurtadan dengan umat Islam, mereka akan selalu mengutip ayat Q 2:256: " Tidak ada paksaan dalam agama. "

Saya akan membahas makna ayat-ayat ini sejenak. Tapi mari kita asumsikan ayat ini memberi orang kebebasan untuk percaya atau tidak percaya. Lantas bagaimana Anda akan menjelaskan ayat-ayat berikut?

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka….(Q9:73)

O Prophet! Strive against the disbelievers and the hypocrites! Be harsh with them…. (9:73)

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu,….(9:123).

O ye who believe! Fight those of the disbelievers who are near to you, and let them find harshness in you…. (9:123)

Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). …(Q48:16)


Say unto those of the wondering Arabs who were left behind: Ye will be called against a folk of mighty prowess to fight them until they surrender…. (48:16)

Kelihatannya ada kontradiksi. Di satu ayat Al-Qur'an mengatakan tidak ada paksaan dalam agama dan di banyak ayat lain, buku yang sama mengatakan untuk memerangi mereka yang tidak beriman hingga mereka menyerah.

Di sinilah doktrin yang dibatalkan dan yang membatalkan berperan. Ayat-ayat yang datang kemudian membatalkan yang lebih awal. Surah 8 dan 9 termasuk di antara surah yang turun belakangan. Mereka membatalkan setiap ayat yang kelihatannya toleran.

Namun, Maududi menjelaskan ayat 2:256 dan menerangkan mengapa ayat tersebut tidak bertentangan dengan ayat lain yang mengatakan untuk membunuh mereka yang meninggalkan Islam. Dia menulis, “Lalu ada kritik kontradiksi, yang bagi sebagian besar orang akan hilang secara otomatis bila membaca secara hati-hati diskusi di atas. “Tidak ada paksaan dalam agama” (la ikraha fi'd din : Qur'an 2:256) bermakna kita tidak memaksa siapapun untuk masuk agama kita. Dan inilah sesungguhnya ibadah kita. Namun, dari semula kita memperingatkan siapapun yang akan masuk dan keluar bahwa pintu ini tidak terbuka untuk masuk dan keluar. Oleh karena itu siapapun yang datang harus memutuskan sebelum masuk, bahwa tidak ada jalan keluar. Jika tidak, sebaiknya ia tidak masuk. Jelaslah akhirnya tidak ada kontradiksi disini. Tanpa ragu, kami menyesalkan kemunafikan dan ingin melihat semua orang dalam masyarakat kita menjadi mukmin sejati. Namun, jika kemunafikan menguasai siapapun yang menjauh dari masyarakatnya melalui pintu yang ia tahu tidak ada jalan keluarnya, kesalahan ada pada dirinya sendiri. Untuk melepaskan dia dari kondisi ini, kita tidak dapat mengekspose ajaran kita ke anarkis. Bila ia memiliki semacam kepedulian akan kebenaran dimana ia dia tidak ingin tetap menjadi seorang munafik tapi ingin menjadi benar di hadapan agamanya sekarang, mengapa ia sendiri tidak maju untuk menerima hukuman mati?”

Penjelasan Maududi memecahkan masalah kontradiksi dan juga membuat jelas bahwa umat Islam tidak boleh meninggalkan Islam. Islam adalah jalan satu arah. Berbalik arah (U-turn) tidak diperbolehkan.

Memang benar bahwa tidak ada paksaan dalam menerima Islam. Non-Muslim juga punya pilihan untuk membayar jizyah atau menghadapi kematian. Dengan begitu banyak pilihan, bagaimana kita bisa bicara tentang paksaan?

Inilah kebenaran mengenai ‘tidak ada paksaan dalam agama.’ Anda mualaf 40 tahun yang lalu, saat masih muda dan tak berpengalaman. Kita semua melakukan hal **** saat masih muda. Sebagian besar kita bertambah bijak seiring usia. Namun, sekali seseorang masuk Islam, otak menjadi mati rasa. Walupun orang lain pulih dari kebodohan masa muda mereka, seorang Muslim terperangkap. Tapi tidak ada alasan untuk putus asa. Buku saya dapat membantu. Apakah anda tua atau muda, bila anda belajar kebenaran, anda tidak dapat lagi berpegang pada kebohongan.

Saya tahu persis hal-hal yang mengikat Muslim pada Islam dan saya telah menghancurkan ikatan itu. Saya telah menyingkap kabut di udara. Setelah membaca buku saya, anda akan melihat kebenaran tentang Muhammad. Tiba-tiba semuanya akan menjadi masuk akal bagimu dan untuk pertama kalinya anda akan berkata aha! Sekarang saya mengerti. Saat anda membaca buku saya, anda tidak hanya belajar lebih banyak tentang Islam, anda akan menjadi seorang ahli dan dapat menjawab pertanyaan apapun tentangnya.

Anda katakan,

Saya merasa tidak perlu membela pilihan itu dengan cara meremehkan agama saya sebelumnya. Bahkan, berperilaku seperti itu akan merendahkan pilihan saya.

Saya pikir anda tidak paham, dear Ms. Musaji. Kami tidak meremehkan Islam untuk membela pilihan kami. Kami menyerang Islam karena Islam jahat, karena Islam membuat masyarakat berada dalam perbudakan, karena Islam membawa kematian dan kesengsaraan bagi jutaan orang. Bagian mana dari hal-hal ini yang yang tidak anda mengerti Ms. Musaji? Islam telah mengurangi sebagian hak kaum perempuan, menjadi makhluk rendahan; Islam telah melanggar hak asasi kaum minoritas; Islam membuat satu milyar orang berada dalam kebodohan; Islam membagi umat manusia dan membangkitkan kebencian, perang dan kehancuran. Bagian mana yang tidak anda mengerti? Kami tidak memerangi Islam semata karena Islam bukan lagi agama kami. Kami memeranginya karena kami memahami betapa jahatnya agama ini. Kami menyadari jika Islam tidak dihentikan, umat manusia akan hancur. Saya tidak percaya pada agama apapun, namun saya tidak pernah mengatakan hal seperti ini tentang agama lain. Hanya Islamlah yang kejam. Daripada menulis mengenai para pejuang kebebasan dan memfitnah kami, demi kebaikan, dengarkanlah kami dan simak yang kami katakan.

Situs anda tidak lain hanyalah museum kesalahan logika. Anda telah menulis berbagai artikel sejumlah artikel memfitnah orang yang terlibat dalam gerakan anti-Jihad, yang anda tuduh sebagai ‘Islamophobia’ dalam usaha membungkam kebenaran kritik terhadap Islam. Islamophobia sama absurdnya dengan Christianophobia, Hinduphobia, atau bahkan communist phobia. Anda tidak bisa fobia pada sebuah ideologi. Itu suatu kebohongan seperti homophobia. Ini salah satu contoh intimidasi Islam untuk membungkam kritik terhadap Islam. Islamophobia adalah salah satu logical fallacy.

Bahkan, seluruh situs anda didasarkan pada logical fallacy. Bukannya membantah setiap argument kami, anda justu menyerang orang-orang kami, dan mencoba menggambarkan umat Islam sebagai korban. Umat Islam bukanlah korban. Merekalah pihak yang mengorbankan orang lain, tidak hanya dimana mereka mayoritas, tapi juga dimana mereka minoritas. Siapa yang melakukan terorisme terhadap non-Muslim di India, Bali, Filipina, Nigeria, Somalia (sebelum pemisahan negara), Russia, Eropa dan Amerika?

Argumen anda semuanya ad-hominem, memancing belas kasihan, simpati, kebencian, dan dilemma yang keliru, misalnya saat anda menyamakan Islam dengan ras dan menuduh kritik terhadap Islam adalah rasis dan anti-Muslim. Anda menyamakan umat Islam dengan orang berkulit hitam dan Yahudi. Itu adalah suatu kebohongan. Anti kulit hitam atau anti semit adalah rasis. Namun, anti-Islam, anti-Kristen atau anti-Yudaisme bukan rasis.

Anda tidak dapat membungkam kami dengan kesalahan-kesalahan logika seperti ini. Jika anda ingin kami berhenti, terlibatlah dalam sebuah perdebatan dengan kami, dan buktikan bahwa kami salah. Bisakah anda lakukan itu? Tentu saja anda tidak bisa. Penalaran bukanlah kekuatan Islam. Umat Islam amat mahir dalam logical fallacy, kekerasan, hooliganisme, demonstrasi, pembakaran mobil, pengeboman kereta dan bis, penghancuran bangunan serta berbagai cara mahir lainnya untuk membunuh manusia. Namun mereka tidak bernalar dengan baik. Anda mengemukakan segala hal **** untuk menghindar dari debat. Saya menawarkan anda membaca buku saya. Anda mengabaikan tawaran saya untuk mengirimi anda dalam bentuk PDF dan menyatakan anda takut pada saya. Betapa konyolnya anda, dan anda pikir siapa yang anda bodohi?

Anda katakan anda tidak takut akan kebenaran? Kalau demikian bacalah buku saya dan buktikan saya salah. Anda tidak takut berdebat? Lanjutkan debat ini dan tetap publikasikan jawaban saya di situs anda.
Last edited by anne on Sun Jan 29, 2012 10:20 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby ptcdr » Sun Jan 29, 2012 9:48 pm

Sehubungan dg Sheila Musaji, sdh 2 tulisan yg diterjemahkan ke bahasa Indonesia yaitu :
1. Ranting Zaitun Untuk Sheila Musaji
2. Sheila Musaji dan Rasa Takut Akan Kebebasan

Masih ada bagian yg ketiga yaitu : Ali Sina vs. Sheila Musaji

Apakah bagian ketiga juga akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia?

Thanks untuk dua terjemahannya.
ptcdr
 
Posts: 335
Joined: Fri Mar 12, 2010 1:27 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby anne » Sun Jan 29, 2012 9:55 pm

Iya, semoga bila sempat akan saya teruskan ke bagian ke-3.
Bagian 2 ini belum selesai. Saya teruskan dulu ya O:)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Sheila Musaji: Takut Akan Kebebasan

Postby anne » Sun Jan 29, 2012 10:09 pm

Anda menulis,

Saya bereaksi, dan sangat bereaksi terhadap individu-individu yang memfitnah keyakinan orang lain,

Benar? Bagus! Bagaimana reaksi anda terhadap Muhammad yang memfitnah kepercayaan umat Yahudi dan Kristen, serta berkata, “Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (Q9:30)

“And the Jews say: Uzair is the son of Allah; and the Christians say: The Messiah is the son of Allah; these are the words of their mouths; they imitate the saying of those who disbelieved before; may Allah destroy them; how they are turned away?” (Quran 9:30)

Apa reaksi Anda terhadapnya karena memfitnah agama orang kafir?

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasul secara terbuka memperlihatkan Islam sebagaimana Tuhan perintahkan kepadanya, orang-orangnya tidak berbalik atau melawan dia, sejauh yang saya dengar, sampai ia berbicara meremehkan dewa-dewa mereka. Ketika dia melakukan itu mereka tersinggung hebat dan secara bulat bersepakat untuk memperlakukan dia sebagai musuh . "[Sirat Rasul Allâh hal 118]

Umat Islam meneruskan tradisi nabi mereka. Kemanapun mereka pergi, umat Islam menghancurkan tempat-tempat ibadah mereka yang ditaklukkan dan merendahkan agamanya. Tidak menghormati keyakinan orang lain dan pelanggaran terhadap kemerdekaan nurani terus berlanjut hingga hari ini di semua negara Islam.

Anda telah menulis banyak artikel memfitnah para kritikus Islam. Perlihatkan pada kami salah satu dimana anda telah mengutuk saudara seiman anda sendiri karena telah meremehkan agama orang lain. Perlihatkan pada kami dimana anda telah membela hak-hak para korban Islam. Apakah anda ada menulis artikel, mengirimkannya ke media di Mesir, yang mencela umat Islam karena membunuh Kristen Koptik? Adakah anda menulis sesuatu untuk masyarakat Pakistan yang mencela UU Penghujatan mereka? Tentu saja tidak! Tujuan anda bukan untuk menghentikan kebiadaban Islam. Tujuan anda adalah untuk menipu orang-orang anda sendiri sehingga mereka menurunkan kewaspadaan dan tidak melihat Islam sebagai ancaman. Ada banyak orang **** dan pengkhianat seperti anda dalam sejarah. Kami dari Persia, punya Salman, semoga ia membusuk di neraka.

Ya, anda telah menulis artikel-artikel yang mengklaim Islam mengijinkan kebebasan beragama. Artikel-artikel tersebut untuk konsumsi non-Muslim dan untuk menipu mereka. Anda tidak pernah menyerukan umat Islam untuk toleran. Anda tahu mereka akan menertawakan anda, jika anda melakukan hal itu. Pertama, anda seorang mualaf, dan kedua, anda seorang perempuan. Akankah umat Islam mendengarkan anda dan mengabaikan ulama-ulama mereka sendiri, serta mengabaikan Quran dan hadist? Mereka mentolerir anda sekarang. Anda melayani tujuan mereka. Meminjam istilah Lenin, anda useful idiot bagi mereka. Mereka membiarkan anda mengatakan apa saja yang kau inginkan dan membutakan mata terhadap fakta dan menipu calon korban. Anda seorang wanita yang tertipu dan orang terbaik untuk menipu Barat.

Saya mengirimi anda email dan berkata jika anda mengabaikannya, saya akan mempublikasikannya. Anda sebut itu sebagai ‘ancaman terselubung.’ Mengapa anda pikir mempublikasikan email sebagai suatu ancaman? Anda senang menampilkan diri sebagai korban, bukan? Jika anda memiliki kebenaran di pihak anda, anda tidak akan pernah takut akan pena dan tidak akan pernah menganggapnya sebagai ancaman. Anda akan melihatnya sebagai ancaman hanya jika anda tahu hal tersebut dapat menghancurkan posisi rentan anda.

Anda berkeberatan saat saya katakan agar membaca buku saya dan mengkonsultasikannya dengan suami Muslim atau imam anda. Anda katakan saya menggurui dan memperlihatkan penghinaan anda bagi perempuan dan kemampuan mereka untuk membuat pilihan dan keputusan sendiri.

Yahh, tidak sepenuhnya benar. Aku tidak pernah mengatakan perempuan "kurang dalam hal kecerdasan", atau mereka 'kurang dalam hal memori dan pemahaman.’ Bahkan saya sama sekali tidak percaya segala omong kosong itu. Itu semua kata-kata Muhammad. Tapi, bukankah anda Muslim? Tidakkah anda percaya pada Muhammad? Inilah yang ia katakan tentang perempuan:

" Aku belum pernah melihat siapapun yang lebih kurang dalam hal kecerdasan dan agama dibandingkan kalian. Seorang pria yang berhati-hati dan bijaksana bisa dibuat sesat oleh beberapa diantara kalian. Perempuan-perempuan tersebut bertanya, ‘O Rasullullah! Apa yang kurang dalam kecerdasan dan agama kami?’ Dia berkata, ‘Bukankah kesaksian dua perempuan sama dengan kesaksian seorang pria?’ Mereka menjawab membenarkan. Ia berkata, ‘Inilah kekurangan dalam kecerdasannya. Sahih Bukhari 1:6:301

Sekarang renungkan penalaran si bajingan itu. Siapa yang menetapkan bahwa kesaksian dua perempuan sama dengan kesaksian satu pria? Bukankah Muhammad yang mengatakannya? Disini ia menipu perempuan-perempuan malang yang mendengarkan bualannya, dengan penalaran melingkar.

Di suatu tempat ia berkata, ”Perempuan seperti tulang rusuk. Jika kau mencoba untuk meluruskannya, kau akan mematahkannya. Jika kau membiarkannya, kau akan tetap mendapat manfaatnya, tetapi ketidaklurusan akan tetap berada di dalam (hati)nya. Sahih Muslim 8: 3466]

Di tempat lain ia berkata, "Setelah aku, aku tidak meninggalkan penderitaan apapun lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita. "[ Bukhari 7: 62: 33 ]

Di tempat lain lagi ia berkata, " Banyak di antara pria mencapai (tingkat) kesempurnaan tetapi tidak ada di antara para wanita mencapai tingkat ini kecuali Aisha, istri Firaun, dan Mariam, putrid Imaran.” [ Bukhari 4: 55: 623 ]

Dalam hadits di atas ia bingung membedakan antara Maria ibu Yesus dengan Miriam putrid Imran (Miryam adalah saudara perempuan Musa dan Harun).

Ada banyak hadis lain dan ayat-ayat Quran yang memberi bukti positif bahwa Muhammad adalah pembenci wanita (misogynist) yang menganggap perempuan bengkok dan tidak secerdas laki-laki.

Saya tidak percaya pada Muhammad, tapi anda iya. Lantas mengapa anda tersinggung ketika saya menggemakan apa yang dikatakan nabimu? Anda tidak setuju dengannya? Apakah anda setuju atau tidak, jika anda setuju, jangan mengeluh bila saya mengatakan apa yang dikatakan nabimu, dan jika tidak, mengapa anda mengikuti pria tersebut?

Anda katakan,

Asumsi anda bahwa saya mungkin akan termotivasi baik oleh kebutuhan untuk mendapat ketenaran dengan terlibat dalam suatu debat polemik dengan seseorang yang telah mencapai ‘sejumlah ketenaran’ atau oleh keserakahan dalam mempertimbangkan kemungkinan mendapat keuntungan finansial sebagai insentif adalah ofensif.

Tidak! Anda salah paham. Saya tidak menyiratkan kedua hal tersebut. Saya paham anda sama ‘terkenal’nya dengan saya dan bahkan mungkin lebih. Bukan itu yang saya katakan. Saya berkata jangan mengabaikan saya. Saya bukan siapa-siapa dalam kehidupan nyata, namun dalam gerakan anti-Islam saya memiliki reputasi. Saya tidak berkata anda akan terkenal dengan berdebat dengan saya. Untunglah saya bukan seorang narsis.

Juga imbalan finansial adalah penghargaan nyata saya pada siapapun yang dapat membuktikan saya salah. Saya kira saya akan berhutang banyak pada orang yang menyelamatkan jiwa saya dan membawa saya pada kebenaran. Dalam kasus anda, saya katakan saya akan memberikan uang tersebut agar anda dapat menyumbangkannya badan amal pilihan anda. Saya kira saya telah sangat hati-hati dalam bertutur agar tidak menyinggung. Anda bahkan dapat memerintahkan saya untuk membayar uang tersebut ke badan amal pilihan anda dan saya mempublikasikan tanda terimanya.

Saya tidak menghina anda, namun anda tersinggung. Muhammad menghina anda, namun anda tidak tersinggung. Ada yang salah dengan gambaran ini dan saya paham apa itu. Yakni, keyakinan anda pada Muhammad dan kebencian anda pada saya yang telah membutakan anda. Akibatnya, anda tidak dapat membedakan antara yang benar dan salah. Anda tidak dapat mengenali bahwa saya seorang teman yang ingin menyelamatkan anda dari lubang kebencian dan limbah ketidaktahuan yang telah Muhammad buat memerangkap anda. Saya teman anda, bukan si psikopat itu.

Saya menolak tawaran anda. Saya tidak punya waktu atau minat dalam menulis bantahan terhadap buku anda


Image

Tentu saja anda menolak. Anda takut akan kebenaran. Anda takut buku saya dapat menghancurkan kepompong kebohongan anda dan meninggalkan anda tanpa proteksi dan persiapan. Anda telah menghabiskan waktu 40 tahun dalam sel penjara kebohongan dan keluar dari penjara tersebut akan menyakitkan. Film Shawshak Redemption menceritakan mengenai seorang tahanan tua bernama Brooks Hatlen, yang setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam penjara, dimana ia telah mendapatkan posisi dan rasa hormat sebagai Shawshak sang Pustakawan, mendapatkan pembebasan bersyarat, dan ia bebas. Brooks tidak tahan dengan kebebasannya, dan segera setelah itu ia gantung diri. Brooks tua mewakili tipikal Muslim. Muslim terbiasa dengan penjara Islam. Mereka bahkan telah mendapatkan posisi dan rasa hormat diantara sesama penganut Islam. Mereka tidak punya apapun diluar Islam dan tak dapat membayangkan suatu kehidupan tanpa Islam. Itulah dilemma anda dear Ms. Musaji.

Saya tidak mengharapkan kepahlawanan dari anda. Ibu saya pernah berkata, apapun yang kau katakan tentang Allah kedengarannya logis, namun aku tak bisa hidup tanpaNya. Saya katakan untuk terus percaya. Saya tak ingin menghancurkan dunianya, dan saya tak ingin menghancurkan dunia anda juga. Yang saya inginkan memperlihatkan pada dunia bahwa anda hanyalah jiwa yang tersesat, yang layak mendapat cinta kasih kami, bukan sebuah mercusuar. Artikel-artikel anda hanyalah kompilasi logical fallacy. Artikel-artikel tersebut membuat anda merasa nyaman, merasa anda telah menyumbang sesuatu untuk kemanusiaan, sementara dalam kenyataan anda berjalan dalam kegelapan. Anda tidak dapat membedakan benar dan salah, dan takut mencoba menyelami realitas yang mungkin akan menghancurkan weltanschauung (pandangan hidup/ideologi) anda. Untuk menulis semua sampah menyerang kami, anda pastilah telah browsing halaman tak terhingga banyaknya, namun sayang, anda tidak fokus pada apapun. Yang anda perdulikan adalah menyalin bagian-bagian yang menurut anda membuktikan kami buruk. Namun ternyata tidak. Anda tidak memahaminya.

Saya tidak percaya bahwa menolak ‘tantangan’ anda membuktikan ketidaktulusan saya,


Ketulusan terlalu dilebih-lebihkan. Jalan menuju neraka ditaburi dengan ketulusan. Anda tulus, ok! Tapi demikian juga orang-orang yang mengikatkan bom di diri mereka dan meledakkan sekelompok orang tak bersalah. Para pengikut Jim Jones yang minum racun dan memberikanya pada anak-anak mereka, juga tulus. Semua pemeluk agama juga tulus. Tapi ketulusan tanpa pengertian adalah jalan pasti ke neraka. Anda tulus, namun anda tidak memiliki pengertian. Kebenaran berkilau ketika ide-ide yang berlawanan berbenturan, dan anda takut akan benturan tersebut. Anda takut hal itu akan menghancurkan ide-ide anda. Anda mencari keselamatan dalam kepompong anda. Anda tulus dalam keyakinan anda, namun tidak dalam kebenaran. Seseorang yang perduli akan kebenaran tidak akan menghindar dari tantangan terhadap ide-idenya.

tantangan itu sendiri bahkan memberikan lebih banyak bukti rasa tidak aman anda sendiri


Anda salah. Orang yang bersembunyilah yang merasa tidak aman. Saya tidak memperlihatkan wajah saya, karena saya khawatir kehilangan nyawa saya. Saya tidak yakin apakah saya akan dapat hidup lebih lama jika saya keluar. Saya merasa tidak aman terkait keselamatan saya. Jika saya tidak khawatir, mengapa saya sembunyi? Namun, saya bersedia berdebat dengan siapapun. Itu karena saya tidak takut kehilangan keyakinan saya. Jika saya salah, saya akan senang dikoreksi. Apakah anda melihat perbedaannya?

Anda takut kehilangan keyakinan anda. Empat puluh tahun masa hidup. Lingkaran teman-teman anda, kedudukan sosial anda, keluarga anda dan seluruh hidup anda akan dipertaruhkan. Menemukan kebenaran pada tahap ini dalam hidup anda akan menghancurkan Anda. So, anda takut menghadapinya. Tidak masalah bagi saya. Saya ingin menolong generasi masa depan. Namun, perlu untuk menusuk gelembung pembenaran diri anda dan membuyarkannya, sehingga bila orang-orang membaca artikel anda mereka akan mendapat pemahaman lebih baik siapa anda dan darimana anda berasal.

Ada sesuatu yang salah dengan pandangan yang mempromosikan ide bahwa dengan menjelekkan orang lain akan menaikkan dirimu sendiri.


Saya sangat setuju, tapi lihatlah siapa yang bicara? Bukankah ini persisnya yang anda lakukan? Anda memiliki daftar panjang orang-orang yang anda salahkan, namun tidak pernah merespon argumen mereka.
Saya tidak menjelek-jelekkan Islam. Islam sama sekali tidak perlu dijelekkan. Saya mengekspos kebenaran. Saya menggali kebenaran dari Sira, hadist dan Quran, serta menyingkapkannya pada dunia. Saya juga mengundang siapapun untuk membuktikan saya salah. Inilah ujian untuk ketulusan saya. Anda gagal dalam ujian tersebut. Saya tidak takut pendapat saya ditantang. Andalah yang takut.

Saya mengabaikan anda dan saya sendiri mempublikasikan email anda. Orang lain dapat menilai maksud tawaran anda dan penolakan saya terhadap tawaran itu.

Bersediakah anda juga mempublikasikan tanggapan saya ini? Atau jika tidak, bersediakah anda memberi link ke halaman ini di situs anda? Itu akan membuktikan ketulusan anda.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby ali5196 » Mon Jan 30, 2012 4:21 am

Bravo anne!
=D> =D>

Banyak lagi Useful Idiot bagi Islam: daftar-useful-idiots-yg-membantu-islam-t9530/page100.html
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby sixpackguy » Wed Feb 08, 2012 11:39 pm

=D>

Menanti seri ke 3, dimana Sheila Musaji panik cuman bisa ad hominem dan dipecundangi habis2an oleh Ali Sina... :partyman:
User avatar
sixpackguy
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby bluelotusfriend » Thu Feb 09, 2012 11:24 am

sixpackguy wrote:=D>

Menanti seri ke 3, dimana Sheila Musaji panik cuman bisa ad hominem dan dipecundangi habis2an oleh Ali Sina... :partyman:


Sheila kan cuma mahluk **** yang kecerdasannya setengah pria ... (menurut muhammad) :rofl: :rofl: :rofl:
bluelotusfriend
 
Posts: 956
Joined: Fri Oct 07, 2011 4:32 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby I Want You » Fri Feb 10, 2012 3:57 pm

wah , jadi ngk sabar nunggu kelanjutannya ... Bravo Ali Sina :prayer: :prayer: :prayer:
:partyman: :partyman: :partyman:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Ali Sina vs Sheila Musaji

Postby anne » Fri Feb 10, 2012 10:42 pm

Ali Sina vs Sheila Musaji
http://alisina.org/ali-sina-vs-sheila-musaji/

Ali Sina, 28 Januari 2012

Walaupun Sheila Musaji menolak untuk berinteraksi dengan saya secara langsung, rupanya dia membaca tanggapan saya serta komentar pembaca dan merespon di situsnya. Dia merasa tidak perlu untuk memberitahu saya dia telah menanggapi. Tidak masalah. Sekarang saya tahu bagaimana caranya berinteraksi, saya akan ke situsnya untuk melihat responsnya.

Ms Musaji juga mengomentari tulisan saya di Diskusi dengan Rabbi. Dia mengutip bagian-bagian awal dimana saya mengatakan banyak intoleransi dalam Islam terpulang pada intoleransi dalam Perjanjian Lama. Dia kemudian menulis:

Sheila: Tampaknya ia tidak hanya Islamofobis, tapi juga anti-Semitis. Dan, dalam artikel ini, ia memperlihatkan bahwa pada dasarnya ia seorang rasis: ‘Kami orang Persia memiliki persamaan genetis seperti Jerman dan kami memiliki peradaban yang jauh lebuh unggul daripada Arab.’

Tampaknya Ms Musaji memiliki kesulitan dalam pemahaman kata. Saya menentang Islam. Itu tidak membuat saya Islamofobis. Islamofobia adalah suatu fallacy (cacat logika). Kalau dikatakan Pembenci Islam, saya setuju, namun tidak ada orang yang bisa ‘fobia’ pada suatu keyakinan. Ini sebuah kebohongan. Namun, seperti yang dikatakan Joseph Goebbels, mentri propaganda Hitler, jika suatu kebohongan sering diulang-ulang, hal tersebut akhirnya akan dipercayai sebagai suatu kebenaran. Contoh yang bagus adalah ‘homofobia.’ Ini sebuah fallacy. Homoseksualitas adalah suatu kelainan, tidak ada bedanya dengan kelainan pola makan atau kelainan kepribadian. Homoseksualitas adalah kelainan seks, sebagaimana sadomasochisme, fetisisme, zoophilia, dan pedophilia. Gangguan ini tidak semuanya sama dan memiliki implikasi berbeda, namun semuanya adalah kelainan. Saya bukan seorang homophobe karena menganggap homoseksualitas adalah suatu kelainan. Saya tidak memiliki ketakutan yang irasional akan kaum sejenis (pria). Namun kebohongan ini diulang-ulang sedemikian rupa sehingga saat ini sebagian orang percaya. Tujuannya adalah untuk membungkam setiap kritik mengenai hal ini dan mereka berhasil. Ini sebentuk tirani pemikiran. Semua sistem totaliter adalah fasis serta berkeinginan mengontrol dan memanipulasi pemikiranmu. Sekarang bahkan mereka menampilkan parade kebanggaan sebagai kaum gay, seakan ada sesuatu yang layak dibanggakan dari kelainan tersebut. Beginilah caranya khalayak dimanipulasi lewat propaganda. Mereka mempermalukanmu agar kau bungkam. Hanya sedikit orang yang berani berkata homoseksualitas tidak normal. Jika mereka mengatakannya, mereka akan dibilang fanatic. Mereka bahkan memberi nama keren: ‘gay,’ yang berarti bahagia. Ini juga suatu kebohongan. Homoseksualitasbukan suatu kebahagiaan.

Umat Islam menggunakan taktik penipuan yang sama. Mereka ingin membungkam diskusi yang logis mengenai Islam. Lantas mereka ciptakan kebohongan ini dengan bantuan antek-antek sayap kiri yang menyodorkan fallacy homofobia yang diulang-ulang sehingga tampak sebagai kebenaran. Namun Islam adalah sebuah ideologi. Tak seorangpun yang memiliki ketakutan irasional akan sebuah ideologi. Engkau bisa sangat tidak setuju dengan sebuah ideologi dan bahkan membencinya, namun kau tak bisa fobia terhadapnya. Ideologi tak punya taring. Penganutnyalah yang mungkin punya taring. Nah, lebih logis untuk mengatakan 'Muslimfobia.' Muslim dapat menyakitimu. Bila kau melihat sekelompok Muslim keluar mesjid, lebih baik kau menyingkir secepat mungkin. Umat Hindu malang di bawah ini bukan seorang Muslimfobia. Ia melintas di depan mesjid saat para penyembah Allah baru saja menyelesaikan shalat Jumat mereka dan keluar mesjid. Tanpa provokasi mereka menangkapnya, menyeretnya ke dalam mesjid dan memukulinya sampai ia tewas.

Image


Memang Muslimfobia telah tumbuh dalam masyarakat. Tapi mereka tidak menjadi Muslimfobia karena apa yang saya tulis, namun karena apa yang dilakukan umat Muslim.

Siapakah duta terbaik bagi Islam? Quran atau Muslim? Tentu semua umat Islam akan sepakat bahwa Quran adalah duta terbaik Islam dan Muslim tidak mewakili Islam sama sekali. Nah, saya memiliki salinan Quran dalam rak di sampingku. Saya tidak takut padanya. Namun, saya akan khawatir bila seorang Muslim muncul di pintu rumahku. Saya rasa banyak orang berpikiran sama. Maka jelas bahwa Islamofobia adalah suatu kebohongan. Muslimfobia masih bisa diperdebatkan, karena sebuah fobia adalah sebuah ketakutan irasional, sementara bukan hal yang irasional untuk takut pada Muslim.

Musaji juga menyebutku anti-semit. Mengapa? Hanya karena aku mengekspos dua rabbi penghasut kebencian dan menunjukkan hal-hal tak masuk akal di Alkitab? Sheila tidak mampu membedakan antara keyakinan dengan orang-orangnya. Saya seorang Zionis. Saya telah membela hak-hak kaum Yahudi sebagai suatu bangsa untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan hidup mandiri. Israel merupakan suatu keharusan sejarah. Apa yang terjadi di Eropa 70 tahun yang lalu terhadap kaum ini, tidak akan pernah terjadi bila mereka memiliki tanah air dimana mereka dapat berlindung. Banyak diantara mereka berlayar ke negara-negara lain, namun ditolak masuk. Enam juta jiwa mereka melayang, di-gas dan dibakar. Kita tidak mengizinkan holocaust (pembantaian besar-besaran) semacam itu terjadi lagi, dan itulah sebabnya mengapa negara Israel berdiri.

Saat ini, jumlah Muslim di Barat meningkat. Yahudi lagi-lagi di bawah ancaman serangan. Kali ini datang dari umat Islam. Itulah sebabnya mengapa keberadaan negara Israel penting, dan selama ada umat Islam, Israel harus dilindungi.

Image
http://www.shamash.org/holocaust/photos/

Sekarang, biar saya membuat suatu konsensi. Jika suatu hari semua umat Islam tidak lagi mengikuti Muhammad dan menghentikan kebencian mereka terhadap kaum Yahudi, saya tidak lagi melihat perlunya sebuah negara Israel. Di saat itu kita semua hidup dalam harmoni dan kedamaian.

Namun, menjadi seorang Zionis bukan berarti saya sepaham dengan Alkitab. Mengapa saya harus percaya Alkitab? Bagi saya Alkitab adalah sebuah buku penuh dongeng. Mengikatkan diri padanya membuat orang munafik dan menghasut kebencian seperti kedua rabbi tersebut. Kepercayaan buta membuat seseorang menjadi tidak toleran.

Saya perduli akan hak-hak manusia, bukan agama mereka. Saya tidak perduli akan agama/keyakinan apapun, bahkan keyakinanku sendiri. Anda dipersilahkan menyerang keyakinan saya. Agama/keyakinan tidak punya hak, manusialah yang punya hak. Dan yang terpenting dari semua hak asasi manusia adalah kebebasan hati nurani, yang tidak akan dapat eksis tanpa kebebasan berbicara. Orang bebas untuk percaya pada apa yang mereka inginkan dan mengkritik apa saja. Inilah dasar kebebasan. Tanpa kebebasan untuk mengkritik agama/keyakinan, tidak akan ada kebebasan.

Anda juga mengatakan saya rasis karena saya berkata, 'kami bangsa Persia memiliki peradaban yang lebih unggul daripada Arab.' Sekali lagi anda jatuh dalam logical fallacy. Anda ingin menyamakan budaya dengan masyarakat. Beberapa kebudayaan tidak dapat disebut kebudayaan sama sekali. Mereka barbar, tidak beradab. Suatu “kebudayaan” yang menerapkan perajaman, memotong bagian-bagian tubuh pencuri biasa, memenggal kepala pengriktiknya, menganggap minoritas sebagai warga negara kelas dua, menganggap perempuan sebagai objek seks dan menyebut mereka aurat (vagina yang berjalan dan berbicara), tidak dapat disejajarkan dengan suatu budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan bagi semua masyarakatnya.

Semua jenis kebudayaan tidak sama. Relativisme budaya juga salah satu fallacy lain kaum sayap kiri. Kami, bangsa Persia memiliki budaya yang jauh lebih unggul dari bangsa Arab. Namun, setelah invasi Islam, kami direndahkan setara barbar. Kami menjadi seperti mereka. Sekarang, kami semua menjadi barbar. Piagam hak-hak asasi manusia yang pertama, ditulis di Persia lebih dari 2500 tahun lalu. Sekarang, Iran berada di jajaran teratas pelanggar hak asasi manusia. Jika bukan karena Islam, pada apa lagi kami sematkan penyebab perubahan ini?

Image
Tidak rasis lagi mengatakan umat Islam biadab, dibanding mengatakan Nazi biadab. Islam sebuah ideologi. Tidak menyatu dengan gen kita. Kita dapat menyingkirkannya dan membangun kembali peradaban kita. Itulah tujuan keseluruhan yang saya lakukan. Umat Islam terbenam dalam limbah Islam. Lihat saja foto-foto umat Islam saat sedang protes di jalanan. Jika bukan biadab disebut apa mereka. Apakah mereka punya adab kesantunan? Inikah yang dilakukan masyarakat beradab? Saya ingin menarik mereka keluar dari Islam dan memulihkan adab kesantunan dan kemanusiaan mereka. Ya, mereka bahkan tidak layak disebut manusia lagi.

Kebanyakan orang Yahudi telah menyingkirkan hal-hal yang tidak masuk akal dalam agama mereka jauh di masa lampau. Sebagian besar dari mereka tidak percaya pada agama lagi. Yang masih melakukannya, ya seperti para rabbi itu, yang penuh dengan kemunafikan dan kebencian. Tapi mereka minoritas. Bahkan bila orang Yahudi pergi ke sinagog, ini hanya untuk upacara. Agama dapat menjadi kekuatan kohesif. Membangkitkan semangat persaudaraan dan membangun komunitas.

Orang Yahudi yang bernalar tidak menelan mentah-mentah semua yang tercantum dalam Alkitab. Saya tidak berkeberatan dengan agama jenis ini. Saya tahu, banyak orang Yahudi, Kristen, Hindu dan dari berbagai keyakinan lain yang menjadi pembawa cahaya. Saya tidak sepaham dengan agama mereka, namun mereka saudara-saudara saya dalam kemanusiaan. Jika orang percaya pada kebaikan, jika mereka mempromosikan kesatuan diantara semua orang, jika mereka tidak mendiskriminasi orang lain karena keyakinan mereka, maka mereka adalah saudara-saudara saya. Kedua rabbi tersebut tidak mewakili kaum Yahudi. Beberapa orang Yahudi menulis pada saya dan berkata bahwa kedua orang tersebut bahkan tidak berdarah Yahudi. Mereka orang-orang messianic Jews. Dengan kata lain, mereka adalah evangelis Kristen yang menyamar sebagai Yahudi untuk mengajak Yahudi lain ke Kristen. Dalam keberadaan mereka sebagai murid Yesus, mereka telah membawa kerugian besar baginya.

Anda mungkin mengatakan ada banyak umat Islam yang moderat. Ya ya ya ... tapi masalahnya adalah mereka, atau anak-anak mereka, beresiko kembali ke Islam murni Muhammad, dan saat itulah mereka jadi berbahaya (lihat: Sudden Jihad Syndrome). Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada manusia baik diantara Muslim. Tentu saja ada. Ada yang mengatakan, Dr. APJ Abdul Kalam, presiden India sebagai contoh seorang ‘Muslim yang baik.’ Dr. Abdul Karam bukan seorang Muslim yang baik. Dia seorang manusia yang baik. Malahan, ia justru seorang Muslim yang buruk. Khomeini adalah Muslim yang baik. Ada banyak manusia baik lahir dikalangan Muslim yang bahkan berpikir mereka adalah Muslim yang baik, namun sesungguhnya mereka manusia luarbiasa. Bilamana anda menjenguk kehidupan mereka, anda akan melihat mereka melanggar ajaran Muhammad. Mereka menggunakan hati nurani mereka sendiri sebagai pembimbing, bukan Quran dan Hadist. Mereka menjadi orang-orang baik karena mereka adalah Muslim yang buruk. Sebaliknya juga benar. Semakin seseorang mencoba mengikuti Islam dan meniru Muhammad, semakin ia menjadi jahat.

Orang-orang dari agama lain tidak percaya bahwa kitab suci mereka adalah kata-kata langsung persis sama dari Tuhan—saya maksud tentunnya orang-orang yang bernalar. Yahudi dan Kristen percaya bahwa Alkitab ditulis orang-orang yang di-inspirasi. Saat anda membaca Alkitab jelas ia tidak mengklaim sebagai kata-kata langsung Tuhan. Hal ini memungkinkan umat percaya dari agama-agama ini menggunakan penilaian mereka sendiri dan menolak bagian-bagian Alkitab yang tidak menyenangkan. Yahudi tidak menerapkan perajaman. Sejauh yang kita ketahui mereka tidak mempraktekkan hukum barbar ini selama lebih dari 2000 tahun. Umat Kristiani tidak menganggap wanita berkedudukan lebih rendah, walaupun Paulus menyatakannya dengan jelas. Umat Islam tidak memiliki kemewahan ini. Quran dianggap sebagai kata-kata langsung Allah, dan anda tidak boleh menyimpang darinya. Jika anda melakukannya, nyawamu akan ludes! Begitu para mullah mengingatkan Muslim bahwa mereka menyimpang dari Quran, maka ekstrimisme Islam akan marak kembali.

Islam tidak dapat direformasi. Anda dapat mengurangi pemakaiannya namun tidak dapat mengubahnya. Seperti urine dalam air minum. Kandungannya racun. Dalam dosis kecil ini tidak akan membunuhmu. Namun, Umat Islam sudah sakit selama 1400 tahun karena minum urine ini. Walaupun umat Islam tidak selalu sebiadab saat ini, mereka tidak pernah beradab. Perbedaan antara anda, Ms. Musaji, dengan tipe-tipe seperti Bin Laden, bukan dalam hal prinsip namun dalam hal derajat kepekatan. Mereka menginginkan urine Islam sebagaimana yang dihasilkan Muhammad, dalam keadaan tidak tercemar dan murni, sementara anda, ingin mengencerkannya dengan demokrasi dan Amerikanisme. Malah, dalam kenyataannya, anda tidak dapat mencerna Islam murni. Kelebihan mereka dari anda, mereka tidak munafik, tapi anda ya. Jika Islam berasal dari tuhan, mengapa anda ingin mencampurnya dengan nilai-nilai Amerika? Tetaplah teguh pada apa yang dikatakan Quran dan yang dilakukan Muhammad. Bin Laden bersungguh-sungguh dalam imannya. Anda tidak!

Mengkritik budaya dan keyakinan bukan tindakan rasis. Tidak ada yang rasis dalam mengriktik suatu budaya yang percaya perbudakan, mempraktekkan misogyny, menganggap perempuan kurang dalam hal intelejensi dan tidak memberi hak yang sama di pengadilan hukum, baik dalam hal arisan atau pernikahan. Mengapa kita tidak boleh mengecam budaya yang berkata 'jangan mengambil sahabat dan pemimpin dari keyakinan yang berbeda'? Tidak rasis, bila mengatakan Muhammad seorang psikopat seperti Jim Jones dan Hitler dan oleh karena itu jangan mengikuti penjahat tersebut.

So, seperti yang anda lihat, saya tidak rasis karena mengatakan Islam adalah kebiadaban dan saya tidak anti-Semit karena mengatakan Taurat adalah sebuah buku dongeng.

Saya akan ungkapkan satu lagi fakta menyedihkan. Tetangga saya keluar kota dan ia meminta saya untuk menjaga ayam-ayamnya. Setiap pagi, saya membiarkan unggas-unggas tersebut keluar dari kandang mereka dan melemparkan segenggam biji-bijian ke tanah. Ia bilang ini makanan mereka. Ada selusin ayam betina dan seekor ayam jantan. Kuperhatikan, sementara ayam-ayam betina berlarian mengejar makanan mereka secepat mereka bisa, sang ayam jantan berdiri tegak dan tidak makan. Adakalanya ia menunjukkan pada ayam-ayam betina dimana mereka bisa memperoleh biji-bijian lebih banyak. Ia sendiri tidak ikut makan. Aku terpana melihat hewan-hewan yang kita anggap remeh dan kita perlakukan secara kasar ini, ternyata memiliki perasaan lembut satu sama lain. Selagi merenungkan rasa kasih yang dimiliki unggas-unggas ini, hati saya dipenuhi kenangan menyedihkan pada hari-hari lampauku di Pakistan. Saya tinggal di Peshawar. Kota paling islami di Pakistan. Ketika keluarga Pashtun mengundang saya ke rumah mereka, para pria dewasa dan anak-anak laki-laki duduk mengelilingi hidangan dan menyantapnya, sementara para wanita dan anak-anak perempuan berdiam di dapur. Kadangkala mereka mengintip, melihat bila kami telah selesai, sehingga mereka dapat membawa sisa-sisanya ke dapur dan menyantap bagian mereka. Saya berpikir, ayam jantan saja lebih mampu bertindak ksatria dan manusiawi dibanding beberapa diantara kita, manusia.

Tapi, mengapa orang-orang tersebut memperlakukan kaum perempuan mereka seperti itu? Jika anda membaca Sirat Rasulullah, anda akan lihat bahwa ini adalah tradisi Muhammad, Ini bukan budaya. Ini kebiadaban. Kebiadaban ini terjelma pada diri umat Islam melalui Muhammad dan ajaran-ajarannya yang membenci perempuan.

:snakeman:
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby anne » Fri Feb 10, 2012 11:09 pm

Mari kita lanjutkan:

Sheila: Mengejutkan sekaligus tidak mengejutkan bahwa Ali Sina ditunjuk sebagai Dewan Direksi SION (Stop the Islamization of Nations) yang baru terbentuk, yang merupakan koalisi SIOA, SIOE dan kelompok-kelompok kebencian lainnya dan yang dipimpin oleh Pamela Geller dan Robert Spencer. Tidak mengejutkan karena permusuhan terhadap Islam yang ia, Geller dan Spencer sama-sama miliki. Mengejutkan karena Geller sendiri seorang Yahudi, dan Ali Sina tampaknya memiliki rasa permusuhan terhadap Yahudi sebesar permusuhannya terhadap Islam.


Mungkin sulit bagi anda untuk memahami bahwa apa yang menyatukan Pamela Geller (Yahudi), Robert Spencer (Katolik), Wafa Sultan (humanis sekuler), Babu Suseelan (Hindu), adalah rasa kemanusiaan di dalam diri kami. Kami memiliki keyakinan yang berbeda-beda, namun kami tidak mengijinkannya memecah- :rolleyes: belah kami. Bagi Muslim ini mungkin sulit dipahami. Kalian melihat dunia dalam sekat-sekat agama. Kami tidak melihatnya dengan cara demikian. Kami melihat semua manusia sebagai anggota suatu keluarga yang amat besar. Kami memiliki selera yang berbeda dalam politik dan agama. Namun, tidak pernah kami biarkan hal tersebut hadir diantara kami dan memecah belah kami.

Saya menerima banyak email dari kaum muda yang berkata mereka tidak lagi percaya akan Islam dan ingin menjadi Kristen. Saya tidak pernah mencegah mereka. Izinkan saya mengutip apa yang saya tulis pada salah satu diantaranya kemarin.

Perempuan Somalia berusia 22 tahun ini menulis pada Pamela Geller dan berkata padanya bahwa ia ingin menjadi Kristen. Dia menambahkan, “Namun, aku tahu, jika keluargaku mengetahui hal ini, mereka pasti akan mengakhiri hidupku, karena membawa aib dalam masyarakat kami. Suatu ketika, ayahku menemukan sebuah Alkitab di laciku, dan ia berkata, jika ia menemukannya lagi ia akan melakukan sesuatu yang akan kusesali selamanya. Aku merasa tidak aman disini dan mencari jalan keluar, tolonglah aku sebelum terlambat.”

Pamela meminta saya membalas, dan berikut beberapa alinea email saya padanya:

"Iman adalah masalah yang sangat pribadi. Sebentuk hubungan yang kau miliki dengan Tuhanmu. Tak seorangpun dapat merampasnya darimu, dan kau tidak harus membicarakannya pada siapapun. Yesus tidak memulai sebuah agama baru. Dia ingin memiliki hubungan pribadi denganmu. Selama engkau memiliki dia di dalam hatimu, Dia senantiasa bersamamu, bahkan bila kau tidak hadir di gereja manapun atau berinteraksi dengan umat Kristiani lainnya.

Bila kau tinggal di rumah orangtuamu, engkau harus hidup dengan aturan mereka. Jangan simpan Alkitab dirumah, dan jangan memiliki salib atau apapun yang membuat mereka berpikir engkau seorang Kristen. Kau juga tidak perlu melakukan pembaptisan apapun. Kasih Tuhan adalah baptisanmu. Segera kau akan keluar dari rumah orangtuamu dan akan lebih mandiri.

Sementara itu, kusarankan kau bertindak dengan hati-hati. Waktu berlalu dengan cepat. Belajarlah dengan giat dan dapatkan pendidikan terbaik yang kau bisa. Pendidikan adalah kunci kebebasanmu. Bila kau memiliki pendidikan yang baik, kau akan segera mendapatkan pekerjaan dan mampu keluar dari rumah orangtuamu lebih cepat. Kau bahkan bisa pergi dan hidup di kota atau negara lain.

Bila kau ingin membaca Alkitab, kau dapat menemukannya online. Jika kau ingin mendiskusikan keyakinanmu dengan orang lain, kau dapat menemukan komunitas Kristen online. Jangan berbagi pemikiranmu dengan siapapun. Belajar, belajar dan belajar! Inilah jalan terbaik untuk kebebasanmu.”


Pamela seorang Yahudi dan saya seorang humanis. Namun, tak seorangpun dari kami mematahkan semangat gadis ini dari mengikuti jalan yang telah ia pilih bagi dirinya. Kami tidak perduli akan keyakinan orang lain. Kami perduli akan kehidupan mereka. Kami tidak membagi manusia berdasarkan sekat agama. Tidak ada kata2 orang beriman/orang kafir dalam kosa kata kami. Yang penting adalah kemanusiaan kita, dan yang menjadikan kita manusia bukanlah apa yang kita percayai melainkan bagaimana kita hidup.

Anda seorang Muslim. Anda benar-benar tidak mampu melihat bahwa kemanusiaan kita yang utama, dan agama tidak berarti apa-apa dibandingkan ikatan kuat kemanusian yang mengalir dari inti keberadaan kita serta mengikat kita bersama-sama seperti untaian rosario. Anda melihat dunia dari kacamata Islam yang tercemar. Yang tidak anda ketahui adalah kacamata tersebut datang dari pikiran seorang psikopat narsisis. Islam adalah sebuah kegilaan. Ini bukan penghinaan. Ini adalah tesis saya dan saya telah membuktikannya. Bacalah buku saya dan anda akan setuju.

Anda kemudian melanjutkan:

Sheila: The Southern Poverty Law Center menerbitkan sebuah laporan yang mengutip pidato kebencian Geller. AFDI telah dinobatkan sebagai kelompok kebencian oleh the Southern Poverty Law Center. The American Freedom Initiative adalah induk SIOA. Spencer, Geller dan Yerushalmi ditampilkan dalam laporan SPLC Jihad Against Islam dan The Anti-Muslim Inner Circle.

Ya, saya tahu. Organisasi-organisasi sayap kiri pengkhianat ini adalah antek-antek anda. Yang menyatukan mereka dengan anda, Muslim, adalah kebencian yang sama terhadap nilai-nilai Yudeo-Kristen. Tapi mereka ****. Mereka pikir dengan mendukung sesama pembenci nilai-nilai Barat mereka akan menjadi lebih kuat dan anda akan membantu mereka meraih kekuasaan. Yang harus mereka lakukan untuk mengetahui kebodohan mereka adalah dengan berbicara pada sesama komunis dari Iran. Biarkan mereka bicara dengan Maryam Namazie dari Inggris. Namazie dan rekan-rekannya berperan dalam revolusi Iran 1979. Mereka berjuang bersama kaum Islamist. Tapi merekalah yang pertama kali disingkirkan saat Khomeini mengambil alih kekuasaan. Jika Islam memegang tampuk kekuasaan di Eropa atau di Amerika, semua organisasi sayap kiri yang sekarang membela Islam akan menjadi yang pertama yang disingkirkan. Mereka yang tidak membaca sejarah, cenderung mengulang kesalahan yang sama.

Pamela Geller dan organisasinya tidak menjadi kelompok pembenci, semata-mata karena segerombolan kaum sayap kiri tak berotak mengatakan demikian. Pamela telah menunjukkan kasih sayang dan perawatan bagi banyak kaum muda Muslim yang malang dan tak berdaya karena keluarga mereka berbalik menyerang mereka. Pemuda-pemudi Muslim menulis padanya dari seluruh penjuru dunia memohon pertolongan. Wanita ini seharusnya dianugerahi hadiah Nobel atas rasa kemanusiaan dan kasih sayangnya. Yang sebaliknya terjadi, komite hadiah Nobel sangat dipolitisasi, sehingga mereka pikir penipu seperti Arafat, Obama dan Al Gore lebih patut menerima hadiah tersebut daripada manusia baik yang sungguh-sungguh melayani umat manusia.

Salah satu kisah paling menyedihkan adalah ketika Gore dianugerahi hadiah Nobel untuk berbohong mengenai pemanasan global, ada seorang wanita Polandia-Katolik berusia 92 tahun, bernama Irena Sendler, yang juga seorang nominator. Ia telah menyelamatkan sekitar 2.500 anak-anak Yahudi dari pembantaian Nazi, dengan menyelundupkan mereka keluar dari Ghetto Warsaw dalam keranjang dan kotak peralatannya. Saya merasa tercekat di tenggorokan saat membaca kisahnya, dan bukannya memilih wanita ini, komite justru memilih pembohong kotor itu.

Saya tidak perduli mengenai organisasi-organisasi yang mengatakan Pamela Geller penghasut kebencian. Saya dapat menyaksikan betapa perdulinya ia terhadap orang-orang. Saya melihat bagaimana ia berempati terhadap kasus Rifqa Bari dan melindungi jiwa cantik itu ketika orangtuanya hendak membunuhnya.

Dimana anda saat Rifqa butuh perlindungan? Mengapa pemuda-pemudi Muslim tidak menulis PADAMU untuk melindungi mereka dari keluarga mereka dan menulis pada Pamela? Karena mereka tahu anda seorang Islamist munafik dan yang anda perdulikan hanyalah agama celaka anda, namun Pamela adalah seorang humanis yang perduli pada mereka tanpa memperhatikan keyakinan mereka. Saya telah menyaksikan orang-orang menulis padanya dan mengatakan mereka ingin tetap Muslim, namun ingin bebas dari tirani orangtua mereka, dan Pamela tetap menasihati mereka dengan penuh kasih dan mencoba menolong mereka tanpa pernah menyuruh mereka harus keluar Islam terlebih dulu.

Sheila: Pay Pal setidaknya untuk sementara menangguhkan situs Geller Atlas Shrugs karena menjadi situs kebencian.

Tentu! Mereka melakukannya karena segerombolan umat Islam seperti anda menulis kebohongan tentang Pamela pada Pay Pal, dan memfitnahnya telah menyebar kebencian. Saat Pay Pal menyadari mereka telah tertipu, mereka membalik keputusan mereka.

Anda kemudian mengatakan

Sheila: Spencer dan Geller berusaha untuk mempatenkan trademark SIOA, namun ditolak oleh kantor paten AS. Respon pemerintah yang dipostkan di situs tersebut menyatakan, “Merek yang diaplikasikan tersebut, mengacu pada umat Islam dengan cara meremehkan, karena dengan definisi itu berarti peralihan atau mualaf ke Islam adalah sesuatu yang harus dihentikan atau diakhiri.

Itu karena Pemerintah kita telah mendapat kesan yang salah. Mereka menganggap Islam sebuah agama dan karena itu Islam dilindungi. Itulah sebabnya kami membentuk SION (Stop Islamization of Nation) untuk mendidik dan membuka kedok Islam. Islam bukan sekedar agama. Islam adalah sebuah ideologi politik dominasi. Islam lebih mirip komunisme dan Nazi daripada salah satu agama diantara agama-agama lain. Muhammad mengatakan al Islamo deenun wa dawlah (Islam adalah agama sekaligus pemerintahan). Tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang tidak diketahui kebanyakan orang. Perlu waktu agar dunia menyadarinya. Namun kami sabar dan tetap bertindak. Kini semakin banyak tokoh-tokoh penting dari seluruh dunia bergabung dengan SION. Kami dalam posisi menjadi sebuah kekuatan internasional yang kuat dan menentukan. Dan kami akan memburu para pengkhianat yang menjual negaranya demi suara pemilih. Kami akan mengekspos mereka. Kami tahu bahwa setiap kali ada politisi yang mendukung Islam, kami harus menelusuri jejak uang untuk mengungkap rahasia memalukan mereka. Itulah yang kami lakukan.

Sheila: The Center for American Progress merilis sebuah laporan terobosan Fear Inc.: The Roots of the Islamophobia Network in America. Para peneliti utama laporan ini adalah Wajahat Ali, Eli Clifton, Matthew Duss, Lee Fang, Scott Keyes, dan Faiz Shakir. Laporan itu sendiri adalah hasil dari proyek investigasi selama enam bulan, dan 132 halaman panjangnya. Geller dikutip sebagai bagian dari jaringan ini.

Oh, ya!? So, segerombolan umat Islam dan antek-antek mereka berkumpul dan mengutip Geller sebagai Islamofobia? Dan apa lagi yang baru? Sudah saya ulangi berkali-kali bahwa Islamofobia adalah suatu fallacy. Geller adalah seorang pembela peradaban Barat.

Musaji mengutip beberapa organisasi lain yang dijalankan baik oleh Muslim atau simpatisan Islam yang mengecam para pengkritik Islam sebagai "Islamofobia.” Menurutnya ini adalah "bukti." :rolleyes: Di Persia kami punya ungkapan: Mereka bertanya pada rubah SIAPA yang akan bersaksi atas namamu? Sang rubah berkata: ekorku! Atau dalam hal Muhammad: Allah yang membackup Muhammad. Siapa peduli jika Muslim dan antek-antek mereka menyebut kami penghasut kebencian? Ini penalaran melingkar. Justru umat Islam-lah penghasut kebencian sebenarnya.

Update 28 Januari 2012

Berikut ini tanggapan saya terhadap respon Sheila Musaji tanggal 26 Januari 2012:

Terlepas dari kenyataan bahwa saya hampir selalu menujukan tanggapan padanya secara langsung, Musaji tidak pernah menujukan responnya kepada saya secara langsung. Hati wanita ini begitu dipenuhi dengan kebencian pada saya, sehingga dia tidak mampu memanggil saya dengan nama saya dan berbicara kepada saya secara langsung. Tidak mengapa. Saya akan berbicara dengannya secara langsung. Saya tidak punya kebencian untuknya. Dia cuma sebuah jiwa yang sesat.

Dear Ms Musaji,

Saya menulis sebuah respon panjang dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik pada anda. Sebagai contoh, saat anda mengatakan "Saya sangat menjunjung tinggi kebebasan beragama,” saya meminta anda menjelaskan mengenai hukum ridda (murtad) dalam Islam dan tindakan-tindakan Muhammad, tindakan para Kalif 'bijaksana' (Al-Khulafa-ur-Rashidun), serta praktek pembunuhan murtadin di sepanjang sejarah Islam di semua negara Islam. Anda mengabaikan semua subjek bahasan tersebut.

Anda mengutip ayat 2:256 yang mengatakan tidak ada paksaan dalam agama, tetapi mengabaikan saya ketika saya mengutip beberapa ayat yang lain mengatakan bunuhlah orang-orang yang tidak percaya pada Allah. Saya meminta anda untuk menjelaskan ketidaksesuaiannya, dan anda memilih untuk mengabaikannya juga.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: Ali Sina: Ranting Zaitun untuk Sheila Musaji

Postby anne » Sun Feb 12, 2012 10:18 pm

Saya tunjukkan bagaimana Maududi telah memecahkan kontradiksi yang ada dan ia telah memperlihatkan bahwa ayat "tidak ada paksaan dalam agama" hanyalah kesalahpahaman. Anda mengabaikannya juga.

Saya bercerita tentang ayam jantan tetangga saya yang menurut saya lebih bersikap ksatria, terhormat dan manusiawi dalam caranya memperlakukan ayam betina, dibandingkan banyak umat Islam memperlakukan wanita dengan begitu buruk, dan saya tunjukkan bahwa kebencian terhadap perempuan di kalangan umat Islam, disebabkan ajaran dan contoh yang diberikan Muhammad. Anda mengabaikan semua subjek bahasan tersebut.

Tanggapan saya berisikan banyak poin penting yang anda abaikan. Sebaliknya, anda malah tidak setuju ketika saya katakan anda telah mendedikasikan seluruh energi anda, dengan memfitnah para pengritik Islam, dan berkata bahwa jika saya mengamati dengan teliti, saya akan melihat bahwa anda juga menuliskan subjek-subjek lain.

Ya, anda benar. Kutarik kembali kata-kataku. Anda juga menuliskan mengenai subjek-subjek lain. Mungkin seharusnya saya lebih berhati-hati dalam pemilihan kata-kata, dan seharusnya saya katakan, anda mendedikasikan SEBAGIAN BESAR energi anda dengan memfitnah para pengritik Islam. Saya mohon maaf untuk itu. Anda memang menuliskan mengenai hal-hal lain.
Nah, bila anda benar, saya katakan anda benar. Saya mengakui kesalahan saya. Akankah anda melakukan hal serupa? Apakah anda mampu mengakui kesalahan anda?

Anda menulis:

"Di TAM, kami secara rutin memanggil orang-orang dalam komunitas Muslim yang saya identifikasikan sebagai" golongan pinggiran yang fanatik", membahas berbagai interpretasi dari aspek-aspek Syariah, mengutuk setiap interpretasi yang melanggar hak asasi manusia."


Bagus! Saya senang mendengar bahwa Anda melakukannya. Tapi bagaimana jika mereka yang Anda mengidentifikasi sebagai "golongan pinggiran yang fanatik" adalah orang-orang yang memahami Islam dengan benar? Bagaimana jika Islam dan hak asasi manusia yang tidak kompatibel? Mengapa orang-orang yang lebih mendedikasikan diri untuk Islam dan mencoba mempraktekkan yang terbaik dari Islam justru orang-orang yang melanggar hak asasi manusia? Bukankah berarti ada sesuatu dalam Islam yang bertentangan dengan hak asasi manusia?

Mari kita lihat beberapa contoh:

Menurut Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal, pria dan wanita memiliki hak yang sama. Harap dicatat bahwa fungsi dan hak tidak sama. Apakah Islam mengakui persamaan hak antara pria dan wanita? Tidak. Saya sudah menyebutkan beberapa contoh dan saya dapat menunjukkan lusinan contoh lain pada anda.

Menurut UDHR (Universal Declaration of Human Rights) semua orang memiliki hak yang sama? Apakah Islam setuju dengan ini?

Di Arab Saudi uang darah bagi seseorang tergantung pada agama dan gendernya. Berikut kategorinya:

• 100.000 riyal jika korban adalah seorang pria Muslim
• 50.000 riyal jika seorang wanita muslim
• 50.000 riyal jika seorang pria Kristen
• 25.000 riyal jika seorang wanita Kristen
• 6.666 riyal jika pria Hindu
• 3.333 riyal jika wanita Hindu

Menurut hirarki ini, nilai nyawa seorang pria Muslim 33 kali lebih bernilai dari seorang wanita Hindu. Hirarki ini didasarkan pada definisi Islam mengenai hak asasi manusia yang berakar dalam Quran dan Syariah. Aturan ini dapat ditemukan di The Risala 'Abdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani (310/922 - 386/996), Sebuah risalah Fiqh Maliki. Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini.

Apakah Anda setuju dengan hirarki ini? Ini adalah konsep hak asasi manusia dalam Islam. Ini adalah interpretasi cendekiawan Muslim dari Quran dan ada konsensus. Apakah ini pemahaman anda tentang hak asasi manusia? Dan jika tidak, atas dasar apa anda mengusulkan untuk mengubahnya?

UDHR dan hak asasi manusia dalam Islam tidak sama. Yang disebut belakangan adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Yang mana yang anda junjung?

Anda beromong kosong menyajikan ke-mualaf-an anda 40 tahun yang lalu sebagai bukti tidak ada paksaa dalam agama. Saya tunjukkan bahwa setiap orang melakukan hal-hal konyol saat mereka muda, dan ke-mualaf-an seorang wanita muda tak berpengalaman sama sekali bukan bukti valid atas kebenaran hal-hal yang ia anut. Anda tidak memberikan bukti objektif kebenaran Islam. Anda menyajikan ke-mualaf-an anda sendiri sebagai bukti. Ke-mualaf-an seorang perempuan muda dapat bersifat subjektif. Tak bernilai bagi orang orang lain. Kemudian anda marah ketika saya menolaknya. Anda katakan, “Ini hanyalah serangan yang kotor, spekulatif dan tak berarti pada diri saya sebagi individu, yang hina dalam pandangan saya.” Jika anda begitu sensitive akan hal itu, anda seharusnya jangan menyajikannya sebagai bukti.

Dalam respon ini, anda tidak menjawab satupun argument saya. Anda juga mengabaikan pertanyaan-pertanyaan saya. Yang anda bicarakan hanyalah bagaimana kelopak sensitivitas halus anda terluka saat saya menolak bukti anda. Ke-mualaf-an and tak berarti bagi kami. Bahkan ke-mualaf-an seorang terpelajar dan bijak tidak berarti, apalagi ke-mualaf-an seorang gadis muda yang mungkin mualaf karena jatuh cinta pada seorang pria Muslim.

Kedua individu ini bukanlah murid saya. Bahkan saya pernah bertemu mereka beberapa kali dan mencela mereka. Mereka lebih ke murid Richard Dawkins. Itulah sebabnya saya tidak sepandangan dengan Prof. Dawkins, karena saya melihat buahnya dan saya tidak menyukainya. Kedua individu tersebut anti-Semit dan yang disebut sebelumnya, sebenarnya berpendapat bahwa wanita seharusnya menutup diri mereka. Figur yang sungguh aneh. Tidak ada yang serupa dengan saya.

Kemudian anda menulis artikel lain tanggal 28/1/2012 menanggapi artikel panjang saya di atas. Namun anda juga tidak mengatakan sesuatu. Anda tidak menanggapi salah satu argument atau menyanggah satupun jawaban saya. Anda hanya mengutip beberapa tulisan saya dan membuat ringkasan.

"Ini adalah inti argumennya: Saya membenci Islam, tapi itu bukan Islamofobia. Saya percaya bahwa ‘Muslim adalah orang biadab’, tapi saya tidak fanatik. Saya percaya bahwa ‘Homoseksualitas adalah gangguan seksual, seperti Sadomasochisme’ tapi saya tidak homofobia. Saya percaya bahwa Yudaisme adalah agama ‘omong kosong,’ mereka yang percaya padanya ‘penuh dengan kefanatikan dan kebencian,’ tapi saya tidak anti-Semit. Saya percaya bahwa budaya saya adalah superior dari budaya lain, tapi saya tidak rasis. Istilah-istilah seperti Islamofobia atau homofobia adalah kebohongan, tidak ada hal seperti itu. Saya minta maaf, tapi ada hal-hal yang disebut anti-Semitisme, ada hal-hal yang disebut Islamofobia, ada hal-hal yang disebut homofobia, ada hal-hal yang disebut dengan rasisme. Anda dapat menolak penggunaan salah satu atau semua kata-kata itu, tapi intinya adalah bahwa tidak peduli apa yang anda sebut ideologi ini, itu adalah fanatisme kebencian.”

Sepertinya kecurigaan saya tentang kesulitan anda untuk memahami berbagai hal memang benar. Seorang anak memahami apa yang saya tulis tetapi anda tidak.

Mari saya ulangi:

Membenci Islam tidak membuat seseorang Islamofobi karena kata ini adalah suatu fallacy. Seseorang tidak bisa takut akan suatu ideologi. Contoh, seseorang tidak mungkin menjadi Christianofobi. Bagian mana yang tidak anda mengerti?

Mengatakan umat Islam biadab adalah menyatakan hal yang sudah jelas. Menyatakan kebenaran tidak membuat seseorang menjadi fanatik. Bukankah perajaman biadab? Bukankah umat Islam mempraktekkan perajaman? Ada berbagai praktek Islami lain yang membuktikan Islam biadab. Bagian mana yang tidak anda mengerti?

Homoseksualitas adalah suatu kelainan dan homofobia adalah suatu kebohongan. Saya tidak punya rasa takut terhadap pria, bahkan pada kaum homoseksual. Saya tidak melihat homoseksualitas sesuatu yang memalukan, sebagaimana saya tidak melihat obesitas sebagai sesuatu yang memalukan. Namun, baik obesitas maupun homoseksualitas adalah kelainan. Bagian mana yang tidak anda mengerti?

Saya adalah seorang Zionis. Saya telah membela Israel sejak semula, bahkan sebelum saya menyangkal Islam. Tapi seperti Einstein dan Espinosa dan banyak pemikir Yahudi lainnya, saya tidak percaya pada dongeng-dongeng dari Alkitab. Apakah anda mengatakan bahwa Einstein adalah seorang anti-Semit? Keyakinan dan orang-orang adalah dua hal yang berbeda. Saya bersama orang-orang, tapi saya tidak perduli tentang keyakinan. Bagian mana yang anda tidak mengerti?

Saya tidak mengatakan budaya saya lebih unggul dari yang lain. Anda benar-benar memiliki pemahaman yang buruk. Saya katakan budaya Iran lebih unggul daripada budaya Arab sebelum kami diserang kaum Muslim perampok. Saat ini, terimakasih pada Islam, kami menjadi sama barbarnya dengan penyerang kami. Mengapa mengakui beberapa budaya lebih unggul dari budaya lain menjadikan seseorang rasis? Dapatkah anda melihat perbedaan antara ras dan budaya?

Dan, ya, baik Islamofobia dan homophobia adalah kebohongan. Penggunaan kata berulangkali tidak menjadikannya benar. Bagian mana yang tidak anda mengerti?

Anda mengabaikan semua argumen saya dan tatkala anda merespon, anda membuat semuanya jelas, yakni, anda memiliki pemahaman yang buruk. Anda bukan seorang ahli, dear Ms. Musaji. Anda bukan seorang intelektual, dan bahkan anda tidak cerdas. Anda termasuk golongan fifth column yang bertujuan untuk “menyingkirkan dan menghancurkan peradaban Barat dari dalam dan mensabotase negara mereka yang menyedihkan dengan tangan mereka dan tangan kaum Muslim sehingga lenyap dan agama Allah dibuat menang di atas semua keyakinan.”

Saya tidak berpikir anda akan merespon. Saya pikir, sekarang anda pastilah menyadari bahwa saya menghancurkan anda. Semakin banyak anda menulis, semakin anda mengekspos kekeroposan anda. Namun, seandainya anda memutuskan untuk merespon, silahkan pergi ke kamar mandi dan batuklah dengan sekuatnya. Lihatlah jika anda bisa mengeluarkan kebencian anda pada saya dari dada anda, dan kemudian kembali dan bacalah apa yang sudah saya tulis dari awal.

Perdebatan berlanjut di sini
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm


Return to ONE STOP SHOP FFI



Who is online

Users browsing this forum: No registered users